Hi, Sahabat MyProtection!
Kami mengerti kebutuhan Anda akan perlindungan kesehatan semakin penting. Apalagi di tengah bulan puasa yang sayangnya harus kita rayakan di tengah pandemi Covid-19.
Apapun tantangannya, ada MyProtection yang siap menjaga Anda dan keluarga dari risiko berbagai penyakit di masa depan. Nikmati DISKON 10% untuk pembelian SELURUH ASURANSI KESEHATAN dari MyProtection selamai Mei 2021, yaitu:
Jangan lupa, MyProtection juga punya keunggulan fitur lainnya seperti:
Untuk informasi lebih lengkap & simulasi premi, klik tombol ini atau hubungi tim CS kami di 0804 133 8888 & cs@myprotection.id
Selamat menjalankan ibadah puasa & beraktivitas nyaman sama MyProtection!
*Syarat dan Ketentuan:
Jakarta, 22 April 2020 - MyProtection News
Rasa cemas merupakan hal yang lumrah dirasakan oleh banyak orang. Namun, rasa cemas berlebih bisa mengganggu kegiatan sehari-hari. Apalagi, menghadapi pandemi COVID-19, tentu saja masyarakat bisa merasa sangat khawatir terhadap keselamatan diri dan keluarga.
Ciri dari gangguan kecemasan adalah rasa khawatir dan gugup/cemas secara konstan atau terus-menerus. Gangguan kecemasan ini bisa timbul akibat gangguan pada otak, lingkungan internal dan eksternal.
Penderita gangguan kecemasan bisa mengurangi gejalanya dengan mengonsumsi obat, berolahraga, dan latihan bernapas. Ternyata, ada juga beberapa makanan yang bisa membatu mengurangi rasa cemas Anda.
Dikutip dari Healthline, ada 5 bahan makanan yang bisa membantu mengurangi rasa cemas:
Salmon dikatakan dapat mengurangi rasa cemas. Salmon sendiri memiliki banyak nutrisi yang baik untuk tubuh seperti vitamin D, omega-3, eicosapentaenoic acid (EPA) dan docosahexaenoic acid (DHA). EPA dan DHA bisa membantu menghasilkan zat dopamin dan serotonin yang memberikan efek menenangkan pada tubuh. Vitamin D juga dikatakan bisa menenangkan saraf.
Mengonsumsi dark chocolate bisa bermanfaat untuk Anda. Darck chocolate mengandung flavonol, yaitu antioksidan yang berguna bagi otak.Flavonol memperlancar aliran darah ke otak dan mendorong otak bereaksi lebih baik terhadap stress. Sehingga, Anda bisa beradaptasi dengan baik terhadap rasa cemas dan stress.
Sejak dulu, chamomile merupakan herbal yang terkenal dengan fungsi menenangkan saraf. Chamomile mengandung banyak antioksidan untuk membantu melawan inflamasi dan meringankan gejala kecemasan berlebih. Anda bisa menikmati chamomile dalam bentuk teh untuk membantu diri menjadi lebih rileks.
Rempah andalan Indonesia ini mengandung senyawa bernama curcumin. Nantinya, curcumin akan berguna untuk menjaga kesehatan otak dan mencegah gangguan kecemasan. Kunyit juga mudah didapat oleh masyarakat. Anda bisa mengolahnya menjadi minuman atau dicampur sebagai bumbu makanan.
Anda pastinya sudah mengenal teh hijau beserta segudang manfaatnya. Teh hijau sendiri memiliki kandungan bernama L-theanine, yaitu asam amino yang membantu menjaga kesehatan otak dan mengurangi gejala cemas berlebih.
Jika Anda mengalami gangguan kecemasan, maka Anda bisa mencoba mengonsumsi makan di atas, bermeditasi, berolahraga, dan jangan lupa berkonsultasi dengan ahli. Kesehatan fisik dan mental Anda adalah prioritas!
Salam,
Sahabat MyProtection
Jakarta, 4 Maret 2021 - MyProtection News
Hi, Sahabat MyProtection!
Mengelola keuangan memang bukanlah hal yang mudah. Namun, kamu wajib menerapkan kebiasaan mengelola uang yang baik agar tak menyesal di kemudian hari. MyProtection punya beberapa tips keuangan seperti cara mengatur pengeluaran, 3 prioritas saat gajian, dan alasan kamu perlu memiliki asuransi untuk mencegah kerugian di masa depan.
Nah, kalau saat ini kamu merasa pengelolaan keuanganmu belum maksimal, bisa jadi ada 2 kebiasaan buruk yang sedang kamu lakukan. Kebiasaan ini berpotensi bikin keuanganmu berantakan dan panik di akhir bulan. Coba simak ulasannya berikut ini!
Kebiasaan sering menunda bukan cuma buruk kalau dilakukan saat bekerja, tapi juga pantang dilakukan saat mengurus keuangan! Menunda bayar cicilan atau utang bisa mengakibatkan bunga semakin besar dan pada akhirnya cicilan yang harus kamu bayar bertambah jumlahnya. Contoh lainnya adalah menunda belajar berinvestasi atau menabung. Semakin cepat kamu belajar, semakin besar juga keuntungan yang bisa kamu dapat, Sahabat MyProtection.
Hal selanjutnya yang sering kali ditunda adalah memiliki asuransi, baik untuk kesehatan dan harta benda. Asuransi bisa mengurangi risiko kerugianmu di masa depan. Jangan sampai kamu baru terpikir untuk membeli asuransi ketika kejadian buruk sudah terjadi. Ingat kata pepatah, sedia payung sebelum hujan!
Akhir-akhir ini terdapat beberapa figur yang terkenal mempromosikan investasi saham tertentu atau bisnis tertentu. Mulai berinvestasi atau berbinis memang tidak salah, tapi jangan sampai kamu hanya mengikuti tren tanpa benar-benar memahami investasi atau bisnis yang kamu jalani. Sangat penting untuk mengedukasi diri dengan sumber – sumber yang terpercaya seputar pengelolaan bisnis dan investasi. Sehingga kamu bisa lebih bijak dalam mengeluarkan uangmu.
Jangan sampai kamu mengikuti bisnis A atau berinvestasi di saham B hanya karena mengikuti saran influencer atau artis yang belum tentu benar dan dapat dipertanggung jawabkan. Pelajari setiap model bisnis yang kamu minati sebelum mengeluarkan uang ya, Sahabat MyProtection!
Sahabat MyProtection, mengelola keuangan bukan hal yang mudah. Terlebih lagi mendapatkan keuntungan dari investasi dan bisnis yang kamu lakukan. Kamu harus meluangkan waktu dan tenaga untuk mempelajari investasi yang akan kamu lakukan dan harus bersabar. Jangan sampai kamu tergiur dengan bisnis atau investasi bodong yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat.
Apalagi saat ini marak sekali penipuan berkedok bisnis atau investasi instan. Bukannya cuan, kamu malah menghadapi kerugian akibat tidak bijaksana dalam mengelola keuangan. Sebelum kamu mengikuti bisnis atau investasi baru, pastikan kamu mengecek dan memahami ketiga hal ini:
Sahabat MyProtection, mulai saat ini kita harus merubah kebiasaan buruk saat mengelola keuangan, ya! Intinya, kita harus bijak sebelum melakukan bentuk transaksi apapun.
Salam,
Sahabat MyProtection
Sebagai salah satu komponen penting pada mobil, aki memiliki fungsi menyimpan tenaga listrik yang dibutuhkan untuk menyalakan kendaraan.
Karena kemudahannya untuk dirawat, saat ini banyak orang lebih memiliki aki kering dibandingkan aki basah. Bukan hanya itu, terdapat beberapa keuntungan dari menggunakan aki kering yang dapat di cas, seperti:
Daya tahan lebih lama dibandingkan dengan aki konvensional karena teknologi di dalamnya yang memungkinkan performa listrik yang baik dalam jangka waktu panjang.
Bebas perawatan rutin yang umumnya dibutuhkan pada aki konvensional seperti mengganti air aki secara berkala.
Kemampuan pengisian ulang yang mudah dan lebih cepat.
Ramah lingkungan karena dapat diisi ulang dan mengurangi jumlah limbah aki yang harus dibuang dan memberikan efisiensi pada pengelolaan sumber daya.
Kinerja optimal dalam berbagai kondisi, baik dalam suhu ekstrem ataupun kendaraan yang jaran digunakan.

Karena dapat dicas, penggunaan aki kering juga menjadi solusi praktis bagi para penggunanya. Namun, untuk melakukannya, diperlukan langkah-langkah yang tepat dan harus berhati-hati. Lalu, bagaimana cara mengecas aki kering? Simak ulasan berikut ini!
Agar pengisian aki kering dapat berjalan dengan baik, langkah pertama yang harus dilakukan adalah melepaskan aki kering dari kendaraan untuk menghindari risiko masalah pada kendaraan tersebut.
Untuk menghindari pengisian aki berlebih pada aki kering, memilih jenis pengisian yang sesuai dengan aki kering sangat lah krusial.
Langkah selanjutnya adalah menghubungkan aki kering ke alat cas. Pastikan posisi polarisasi aki sudah sesuai, kemudian hubungkan bagian cas positif ke terminal positif dan cas negatif ke terminal negatif.
Dengan teknologi modern saat ini, kamu dapat mengecas aki kering dengan lebih mudah karena teknologi tersebut dapat secara otomatis menyesuaikan pengaturan dan jumlah pengisian yang diperlukan oleh aki kering tersebut.
Memastikan lokasi yang tepat saat mengecas aki juga menjadi krusial. Umumnya, lokasi dengan ventilasi yang memadai dapat menjadi pilihan yang tepat.
Selain itu, hindari mengecas aki di dekat api ataupun bahan-bahan lain yang mudah terbakar karena sifatnya yang mudah terbakar karena mampu memproduksi gas hidrogen.
Memastikan aki kering segera dicabut setelah pengecasan selesai juga sangat penting. Selain itu, selama proses pengecasan, pastikan langkah-langkah dilakukan sesuai dengan instruksi charger yang tersedia.
Setelah pengecasan selesai, langkah terakhir yang tidak kalah penting adalah mengecek daya listrik pada aki kering sudah sesuai dengan kapasitas dan tegangan normalnya.
Bagaimana? Itulah pembahasan seputar pertanyaan apakah aki kering bisa dicas atau tidak, keuntungan dari penggunaannya dalam kendaraan, hingga langkah-langkah mengecasnya dengan tepat. Semoga ulasan di atas bermanfaat!
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan