Beranda
/
Artikel
/
Kesehatan
/
Penyebab Terjadinya Mioma Uteri, Faktor Risiko, dan Pengobatannya

Penyebab Terjadinya Mioma Uteri, Faktor Risiko, dan Pengobatannya

20 May 2025 | MyProtection News Jakarta

Mioma uteri atau yang dapat disebut dengan fibroid rahim, miom atau leiomyoma merupakan sebuah kondisi medis di mana adanya pertumbuhan tumor jinak pada otot maupun jaringan ikat di rahim.

Walaupun jinak, mioma uteri juga dapat menimbulkan berbagai komplikasi lain yang harus dapat segera ditangani, seperti anemia, gangguan pertumbuhan janin pada ibu hamil, keguguran, sirkulasi darah yang terhambat, dan masih banyak lagi.

Untuk lebih memahami mengenai mioma uteri, penyebab, gejala, hingga penanganan apa saja yang dapat dilakukan, simak ulasan berikut ini!

Penyebab Terjadinya Mioma Uteri, Faktor Risiko, dan Pengobatannya

pengertian mioma uteri

https://www.alodokter.com/miom

Mioma uteri atau mioma merupakan sebuah kondisi medis di mana terjadi pertumbuhan massa maupun daging di dalam rahim maupun di luar rahim yang sifatnya jinak atau tidak ganas.

Pada umumnya, mioma terjadi pada dinding otot maupun jaringan ikat yang ada di sekitarnya dengan bentuk menonjol ke rongga endometrium atau permukaan rahim dan memiliki ukuran yang bervariasi dan jumlahnya bervariasi.

Sebagian besar kasus mioma pada wanita usia 35 tahun yang terjadi pada umumnya tidak bergejala, dan sebagian kecil lainnya biasanya ditemukan secara tidak sengaja ketika pemeriksaan rutin.

Oleh sebab itu, sangat dianjurkan bagi wanita untuk melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan secara rutin untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan agar mioma yang ada tidak menjadi ganas.

Mioma yang dibiarkan dapat berkembang menjadi ganas walaupun kemungkinannya cukup kecil, dan berubah menjadi kondisi yang disebut dengan leiomiosarkoma yang merupakan salah satu jenis kanker langka dan agresif.

Faktor Risiko Mioma Uteri

Terdapat pula beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami mioma, seperti:

  • Sudah berusia lebih dari 40 tahun.

  • Menstruasi pertama sebelum usia 10 tahun.

  • Belum pernah hamil sebelumnya (wanita yang sudah pernah memiliki anak pada umumnya lebih jarang terkena mioma).

  • Memiliki obesitas atau berat badan berlebih.

  • Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol.

  • Kebiasaan merokok.

  • Menggunakan alat kontrasepsi hormonal yang tinggi akan estrogen.

  • Keturunan Afrika-Amerika yang memiliki kemungkinan 2,9 kali lebih tinggi jika dibandingkan dengan ras Kaukasia.

  • Riwayat keluarga dengan kondisi mioma uteri.

  • Kekurangan vitamin D.

Untuk lebih jelasnya, berikut faktor risiko yang dapat dikaitkan dengan kemunculan kondisi medis ini:

1. Ras

Faktor risiko pertama, yaitu ras di mana mioma uteri paling banyak ditemukan pada wanita berkulit hitam dengan angka insidensi 2-3 kali lebih banyak dan paling jarang ditemukan pada wanita Asia.

Perbedaan dalam faktor genetik, pola makan, gaya hidup, stres psikososial, dan paparan lingkungan antara wanita berkulit hitam dan putih diduga berkontribusi terhadap variasi angka kejadian mioma uteri.

Faktor-faktor ini mempengaruhi bagaimana mioma uteri berkembang dan bagaimana gejalanya muncul pada setiap individu. Perjalanan penyakit mioma uteri juga bervariasi di antara ras yang berbeda.

Pada wanita berkulit hitam, mioma uteri cenderung terdiagnosis pada usia yang lebih muda. Selain itu, mioma yang ditemukan pada wanita berkulit hitam biasanya lebih banyak, berukuran lebih besar, dan disertai dengan gejala yang lebih parah dibandingkan dengan ras lainnya.

Gejala yang lebih berat ini dapat mencakup nyeri yang signifikan, perdarahan yang lebih banyak, dan gangguan pada fungsi organ reproduksi. Penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik memainkan peran penting dalam perkembangan mioma uteri.

Wanita berkulit hitam mungkin memiliki predisposisi genetik yang membuat mereka lebih rentan terhadap mioma uteri. Selain itu, pola makan dan gaya hidup juga berkontribusi terhadap perbedaan ini.

Misalnya, diet yang tinggi lemak dan rendah serat dapat meningkatkan risiko mioma uteri. Stres psikososial dan paparan lingkungan juga merupakan faktor penting. Wanita berkulit hitam mungkin lebih sering mengalami stres psikososial yang dapat memengaruhi kesehatan reproduksi mereka. Paparan terhadap polutan lingkungan juga dapat berkontribusi terhadap perkembangan mioma uteri.

Secara keseluruhan, kombinasi dari faktor-faktor ini menyebabkan perbedaan yang signifikan dalam angka kejadian dan perjalanan penyakit mioma uteri antara wanita berkulit hitam dan putih.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami mekanisme yang mendasari perbedaan ini dan untuk mengembangkan strategi pencegahan dan pengobatan yang lebih efektif.

2. Usia

Risiko pertumbuhan mioma uteri juga meningkat seiring bertambahnya usia, terutama selama masa reproduktif. Mioma uteri tidak ditemukan sebelum seorang wanita mengalami pubertas, dan frekuensinya menurun setelah menopause.

Hal ini disebabkan oleh paparan hormon steroid endogen yang lebih lama, seperti pada wanita yang mengalami menarche lebih awal maupun menopause yang lebih terlambat. Paparan hormon yang lebih lama ini memberikan waktu lebih banyak bagi mioma uteri untuk berkembang.

Mioma uteri dengan gejala klinis yang memerlukan penanganan paling sering ditemui pada masa perimenopause. Pada masa ini, wanita mungkin mengalami gejala seperti nyeri, perdarahan yang berlebihan, serta gangguan pada fungsi organ reproduksi yang memerlukan intervensi medis.

Setelah menopause, angka kejadian mioma uteri menurun dengan cepat. Penurunan ini terjadi karena produksi hormon steroid endogen berkurang secara signifikan setelah menopause, sehingga mioma uteri tidak lagi mendapatkan stimulus hormonal yang diperlukan untuk pertumbuhan.

Secara keseluruhan, faktor usia dan paparan hormon memainkan peran penting pada perkembangan dan perjalanan mioma uteri. Wanita yang mengalami keterlambatan menopause memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan mioma uteri dan mengalami gejala yang memerlukan penanganan medis.

3. Faktor Reproduktif dan Endokrin

Faktor reproduktif dan endokrin juga terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap terjadinya mioma uteri sesuai dengan patofisiologi dan patogenesis. Faktor ini mencakup berbagai aspek yang berkaitan dengan fungsi reproduksi dan hormon pada tubuh wanita.

Salah satu faktor yang berpengaruh adalah paritas, yang merupakan jumlah kehamilan yang berakhir dengan kelahiran hidup.

Wanita yang belum pernah melahirkan memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan mioma dibandingkan dengan wanita yang sudah pernah melahirkan. Hal ini kemungkinan berkaitan dengan perubahan hormonal yang terjadi selama kehamilan, yang dapat memberikan efek protektif terhadap perkembangan mioma.

Menstruasi dini atau menarche yang terjadi pada usia muda juga menjadi faktor risiko seseorang mengalami kondisi medis ini.

Wanita yang mengalami menstruasi pertama pada usia yang lebih muda memiliki paparan hormon estrogen yang lebih lama sepanjang hidup mereka.

Estrogen merupakan hormon yang diketahui dapat merangsang pertumbuhan mioma uteri, sehingga paparan yang lebih lama dapat meningkatkan risiko terjadinya mioma.

Selain itu, penggunaan kontrasepsi hormonal juga berpengaruh terhadap risiko mioma uteri. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kontrasepsi hormonal, terutama yang mengandung estrogen, dapat meningkatkan risiko mioma.

Secara keseluruhan, faktor-faktor reproduktif dan endokrin memainkan peran penting dalam perkembangan mioma uteri. Pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana faktor-faktor ini berinteraksi dan memengaruhi risiko mioma dapat membantu dalam pengembangan strategi pencegahan dan pengobatan yang lebih efektif.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengklarifikasi mekanisme yang mendasari hubungan antara faktor-faktor ini dan mioma uteri, serta untuk mengidentifikasi intervensi yang dapat mengurangi risiko bagi wanita yang rentan.

4. Obesitas

Hubungan antara obesitas dan pertumbuhan mioma uteri masih menunjukkan hasil yang inkonsisten. Beberapa data epidemiologi menunjukkan peningkatan risiko pada individu yang mengalami resistensi insulin, seperti pasien obesitas serta diabetes melitus atau kencing manis.

Resistensi insulin dipercaya memiliki peran dalam perkembangan mioma pada wanita obesitas, ditambah dengan peningkatan kadar IGF-I atau Insulin-like Growth Factor-I dan androgen.

Resistensi insulin merupakan kondisi di mana tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif yang menyebabkan peningkatan kadar insulin dalam darah.

Insulin yang tinggi dapat merangsang produksi Insulin-like Growth Factor-I, yang menjadi faktor pertumbuhan yang mirip dengan insulin.

IGF-I memiliki efek mitogenik, yaitu merangsang pembelahan sel, yang dapat berkontribusi pada pertumbuhan mioma uteri. Selain itu, kadar androgen yang tinggi juga memiliki peran dalam perkembangan mioma, karena androgen dapat diubah menjadi estrogen dalam tubuh, yang kemudian merangsang pertumbuhan mioma.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa IMT atau indeks massa tubuh yang tinggi juga berkaitan dengan mioma uteri, di mana hal tersebut sering kali dijadikan indikator obesitas.

Wanita dengan IMT tinggi juga memiliki kemungkinan memiliki kadar estrogen yang lebih tinggi, karena jaringan adiposa atau lemak dapat menghasilkan estrogen. Peningkatan kadar estrogen tersebut dapat merangsang pertumbuhan mioma uteri.

Namun, hasil penelitian mengenai hubungan antara obesitas dan mioma uteri masih bervariasi. Beberapa studi menunjukkan adanya hubungan yang kuat, sementara yang lain tidak menemukan hubungan yang signifikan.

Faktor-faktor lain seperti genetik, gaya hidup, dan lingkungan juga dapat memengaruhi risiko mioma uteri, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami mekanisme yang mendasari hubungan ini.

Secara keseluruhan, meskipun ada bukti yang menunjukkan bahwa obesitas dan resistensi insulin dapat berkontribusi pada pertumbuhan mioma uteri, hasil penelitian masih belum konsisten.

Pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana faktor-faktor ini berinteraksi dan memengaruhi risiko mioma dapat membantu dalam pengembangan strategi pencegahan dan pengobatan yang lebih efektif.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengklarifikasi hubungan antara obesitas, resistensi insulin, dan mioma uteri, serta untuk mengidentifikasi intervensi yang dapat mengurangi risiko bagi wanita yang rentan.

5. Gaya Hidup

Faktor selanjutnya, yaitu gaya hidup mulai dari pola makan, jumlah konsumsi kafein dan alkohol, aktivitas fisik, serta tingkat stres yang diduga memiliki peluang dan potensi membentuk mioma dan mendukung pertumbuhannya.

Walaupun hasil yang jelas terkait pengaruh pola makan terhadap mioma uteri belum dapat dipastikan karena banyaknya bias dan berbagai faktor perancu. Terdapat beberapa hal yang dapat memacu pertumbuhan mioma uteri yang simtomatik, seperti:

  • Konsumsi makanan dengan indeks glikemik yang lebih tinggi diasosiasikan dengan sedikit peningkatan risiko terbentuknya mioma uteri.

  • Vitamin A dan D berpotensi memiliki efek yang protektif.

  • Konsumsi daging merah juga menunjukkan asosiasi positif berkaitan dengan mioma uteri.

  • Pola makan yang kaya buah dan sayur juga menunjukkan bukti dapat menurunkan risiko mioma.

Selain itu, aktivitas fisik juga dapat membantu dalam menurunkan risiko mioma, khususnya bagi wanita dengan berat badan normal.

Faktor gaya hidup lainnya yang memiliki potensi meningkatkan faktor risiko adalah stres yang dapat meningkatkan risiko terjadi mioma uteri.

Penyebab Mioma Uteri

Walaupun secara jelas belum dapat diketahui penyebab kondisi medis ini, pertumbuhan mioma pada umumnya berkaitan erat dengan produksi hormon estrogen.

Di mana, selama masa reproduksi mioma menunjukkan pertumbuhan maksimal yang merupakan di saat pengeluaran estrogen tinggi, sehingga cenderung membesar ketika wanita sedang hamil dan ketika wanita memasuki masa menopause akan mengecil.

Beberapa hasil penelitian lain juga menjelaskan bahwa setiap mioma dapat timbul dari satu sel ganas yang ada di antara otot polos di dalam rahim seorang wanita.

Gejala Mioma Uteri

Walaupun pada umumnya mioma tidak menimbulkan gejala bagi seseorang yang mengalaminya, terdapat beberapa gejala yang mungkin terjadi, seperti:

  • Menstruasi dalam jumlah banyak.

  • Perut terasa penuh dan bertambah besar.

  • Gangguan berkemih yang diakibatkan mioma yang menekan saluran kemih.

  • Keluarnya mioma melalui leher rahim yang pada umumnya membuat rasa nyeri hebat dan menimbulkan luka dan terjadinya infeksi sekunder.

  • Konstipasi yang disebabkan mioma menekan pada bagian bawah usus besar.

  • Nyeri panggul yang berkepanjangan dan tak kunjung sembuh.

Pengobatan Mioma Uteri

Terdapat beberapa pilihan yang dapat dilakukan untuk mengobati mioma uteri yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Pemberian obat antinyeri seperti paracetamol.

  • Pemeriksaan fisik dan USG, yang dilakukan setiap 6-8 minggu, digunakan untuk mengawasi pertumbuhan ukuran maupun jumlah mioma. Jika dianggap stabil, maka jadwal observasi akan diubah menjadi 3-4 bulan.

  • Pengobatan dengan terapi hormonal, menggunakan preparat progestin atau gonadotropin-releasing hormone (GnRH) yang pada umumnya diberikan untuk membantu menjaga kehamilan jika tubuh kurang mampu.

  • Prosedur miomektomi, yang merupakan prosedur pembedahan untuk mengangkat mioma. Prosedur yang dapat dipertimbangkan jika seorang wanita masih berada di usia muda dan masih ingin memiliki anak.

  • Prosedur histerektomi, yang merupakan prosedur operasi pengangkatan rahim yang harus dipertimbangkan terlebih dahulu karena jika seorang wanita melakukan prosedur ini, pasien tidak dapat hamil lagi setelahnya.

Pencegahan Mioma Uteri

Terdapat hal-hal yang dapat dilakukan guna mencegah dan menghindari penyakit miom uteri, sebagai berikut.

  • Melakukan olahraga dan berbagai aktivitas fisik secara rutin dan teratur.

  • Menggunakan alat kontrasepsi hormonal di bawah pengawasan dokter.

  • Menghindari kebiasaan merokok maupun mengonsumsi minuman beralkohol.

  • Menjaga berat badan ideal.

  • Menjalani pola makan yang lebih sehat dengan mengonsumsi makanan tinggi serat dari sayur dan buah, serta menghindari makanan tinggi lemak dan tinggi gula.

Nah, itulah pembahasan seputar mioma uteri, sebuah kondisi medis yang walaupun jinak dapat berbahaya jika dibiarkan begitu saja. Seperti yang sudah dibahas, pasien yang mengalami kondisi ini juga sering kali tidak merasakan gejalanya dan untuk memastikannya harus melakukan pemeriksaan secara rutin.

Agar kesehatan tubuh sahabat MyProtection tetap terlindungi dan terjaga, kamu juga harus memiliki perlindungan kesehatan yang tepat. Perlindungan Kesehatan Prima hadir yang dapat menjadi solusi perlindungan kesehatan yang tepat bagi diri dan anggota keluarga dengan manfaat tambahan Saldo Prima.

Beberapa keunggulan produk Perlindungan Kesehatan Prima, antara lain:

  • Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin maupun obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan

  • Santunan tunai harian Rawat Inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan

  • Pilihan Manfaat Rawat Inap dan Rawat Jalan sesuai kebutuhan

  • Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia

  • 24 jam Contact Center dan Case Monitoring

  • Layanan eksklusif Personal Medical Assistance

  • Laporan perhitungan klaim via email

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Apakah artikel ini membantu?
Subscribe Newsletter Kita
Klik subscribe untuk berlanggan newsletter artikel kami
Bagikan MyPro ke
facebook
twitter
instagram
Tentang MyProtection News Jakarta
MyProtection adalah salah satu pioneer portal pembelian asuransi kesehatan maupun asuransi umum secara online yang dapat diakses melalui platform website dan aplikasi sejak 2017.
Rekomendasi Artikel
Olahraga
5 mins read 07/02/2025
14 Olahraga Tradisional Indonesia yang Unik dan Seru Penuh dengan Tradisi!

Tahukah kamu hingga saat ini olahraga tradisional di Indonesia masih ada dan dilestarikan? Mulai dari pencak silat, egrang, dan masih banyak lagi yang pastinya ga kalah seru dari olahraga biasa.

Bahkan, karena tingginya peminat olahraga tradisional ini juga sudah diresmikan menjadi olahraga nasional serta internasional. Apa saja jenis olahraga tradisional yang ada di Indonesia? Simak di sini!

14 Olahraga Tradisional Indonesia yang Unik dan Seru Penuh dengan Tradisi!

Berbeda dengan olahraga biasa seperti basket, sepak bola, hingga voli, olahraga tradisional Indonesia telah menjadi tradisi turun temurun bagi sebuah suku, etnis, maupun budaya.

Simak berikut ini daftar olahraga apa saja yang termasuk ke dalam olahraga tradisional Indonesia dan syarat untuk memainkannya.

1. Pencak Silat

olahraga tradisional pencak silat

pixabay

Pencak silat merupakan olahraga bela diri yang berasal dari Indonesia yang hingga saat ini telah mendunia dan banyak diminati hingga ke Eropa.

Bukan hanya itu, UNESCO pada tahun 2019 juga telah menetapkan seni bela diri sebagai salah satu warisan nonbudaya.

Pencak Silat juga telah diakui sebagai olahraga internasional dan pertama kali dipertandingkan di Asian Games pada tahun 2018. Olahraga ini mengandalkan keluwesan tubuh serta gerakan yang identik dengan hewan tertentu.

Untuk mempelajari olahraga ini, kamu harus terlebih dahulu memahami teknik dasar yang ada, antara lain:

  • Sikap Kuda-kuda, yang terdiri atas kuda-kuda depan, kuda-kuda belakang, dan kuda-kuda tengah.

  • Sikap pasang, yang terdiri atas pasang satu, pasang dua, dan pasang tiga.

  • Pukulan, yang terdiri atas pukulan depan, pukulan samping, pukulan sangkol, pukulan lingkar, dan pukulan tebas.

2. Bakiak

olahraga tradisional bakiak

https://laksanamas.co.id/blogs/sejarah-bakiak-permainan-yang-terinspirasi-dari-jepang

Selanjutnya, bakiak yang menjadi olahraga tradisional selanjutnya yang mengajarkan banyak hal mulai dari ketangkasan, kepemimpinan, kejujuran, hingga kerja sama tim.

Bakiak merupakan permainan tradisional yang pada umumnya dimainkan berkelompok. Pada umumnya, bakiak membutuhkan sandal panjang berbentuk kayu yang terdiri dari 5 hingga 6 selop.

Berikut cara bermain bakiak tradisional yang mampu melatih kerja sama antarkelompok. Simak langkah-langkahnya:

  • Di satu grup, setidaknya ada 3 sampai 4 orang atau 5 sampai 6 orang tergantung dengan jumlah selop yang ada pada bakiak.

  • Menunjuk satu orang untuk memimpin grup.

  • Berbaris ke belakang sesuai dengan selop yang ada dan pemimpin grup akan berada paling depan sebagai pengarah.

  • Pemimpin memberikan arahan ke anggota timnya “kiri/kanan” untuk menggerakkan kakinya dan anggota yang ada harus dapat menyesuaikan gerakan berdasarkan arahan tersebut.

  • Kelompok tercepat yang sampai ke garis akhir akan memenangkan permainan.

Perlindungan Perjalanan Mulai Rp10 Ribu
Dapatkan manfaat kecelakaan diri hingga Rp50 juta dan perlindungan perjalanan lainnya.
Dapatkan Diskon 20% di MyTravel Protection Domestic

3. Jemparingan

olahraga tradisional jemparingan

https://jatengprov.go.id/publik/jemparingan-olahraga-tradisional-yang-pentingkan-rasa/

Selanjutnya, Jemparingan yang berasal dari daerah Yogyakarta dan telah dilestarikan mulai dari abad ke-17. Jemparingan yang berarti anak panah, dan sesuai artinya permainan ini mirip dengan olahraga panahan.

Perbedaan terbesarnya sendiri adalah olahraga jemparingan dilakukan pada posisi duduk bersila. Berikut cara bermain lengkapnya:

  • Pemain harus duduk bersila.

  • Memegang busur dan anak panah sambil duduk menyamping.

  • Menarik busur ke arah kepala.

  • Menembakkan anak panah ke sasaran.

  • Sasarannya merupakan bandul putih dengan warna merah di atasnya.

4. Sepak Takraw

Sepak takraw yang dikenal secara global merupakan olahraga tradisional yang sudah ada sejak abad ke-15 dan berasal dari kawasan Asia Tenggara.

Hingga saat ini, sepak takraw sudah dipertandingkan di berbagai turnamen internasional, seperti SEA Games dan Asia Games dengan ketentuan berikut:

  • Posisi & jumlah pemain, sepak takraw dimain oleh dua kelompok yang masing-masing memiliki tiga pemain terdiri dari tekong, killer, dan feeder.

  • Perlengkapan dan lapangan pertandingan,

  • Bola sepak takraw pada awalnya terbuat dari anyaman rotan dan sekarang berubah menjadi serat sintetis.

  • Lapangan berukuran 13,4 x 6,1 m yang dibagi dua dengan ketinggian 1,52 m bagi pemain pria dan 1,42 m untuk pemain wanita.

  • Pakaian yang digunakan adalah jersey, celana pendek, kaus kaki, serta sepatu olahraga.

  • Perhitungan skor pertandingan, poin didapatkan jika pemain memasukkan bola ke lapangan lawan ataupun melakukan kesalahan. Kelompok pertama yang mencetak 21 poin maka akan memenangkan permainan tersebut.

5. Egrang

https://indonesia.go.id/kategori/keanekaragaman-hayati/1199/egrang-yang-mengubah-desa-buruh-migran

Olahraga tradisional berikutnya adalah egrang yang memerlukan keterampilan fisik serta tingkat keseimbangan yang baik.

Untuk memainkan egrang sendiri, kamu memerlukan tongkat panjang yang berfungsi sebagai kaki. Simak cara bermainnya:

  • Mempersiapkan egrang, memilih egrang dengan ukuran yang sesuai berdasarkan tinggi tubuh.

  • Menegakkan egrang, menegakkan tongkat sedikit condong ke depan dan memegang erat egrangnya.

  • Memosisikan egrang tidak sejajar antara satu sama lain. Posisi egrang yang tidak sejajar tersebut akan menjadi egrang pertama yang diinjak pemain.

  • Menginjakkan kaki, menginjakkan satu kaki pada egrang diikuti dengan kaki berikutnya. Pastikan menginjak dengan kuat agar tidak tergelincir.

  • Berjalan, berjalan di tempat dan jangan berhenti sampai posisi tubuh seimbang.

6. Karapan Sapi

Karapan Sapi

pexels

Tradisi khas masyarakat Madura, Karapan sapi yang merupakan perlombaan pacuan sapi yang digelar setiap tahunnya yang masih populer dan dilestarikan hingga saat ini.

Jarak pacuannya sendiri pada umumnya hanya 100 meter saja dan bisa selesai dalam waktu yang singkat mulai dari 10 detik hingga 1 menit.

Pada umumnya, sebelum permainan dimulai, sapi akan diarak mengitari arena bersama dengan iringan gamelan Madura, Saronen.

Tujuan pengarakan ini sendiri dilakukan untuk melemaskan otot-otot sapi yang akan dipacu nanti, bersamaan dengan menunjukkan keindahan pakaian dan hiasan yang dikenakan.

7. Pacu Jalur

Pacu Jalur - olahraga tradisional

https://www.kemenparekraf.go.id/ragam-pariwisata/mengenal-makna-dan-filosofi-dalam-festival-pacu-jalur-riau

Olahraga tradisional selanjutnya, pacu jalur yang merupakan perlombaan tradisional yang terkenal di Riau dan menjadi acara tahunan nasional yang biasanya di adakan pada bulan Agustus.

Pacu Jalur merupakan lomba dayung perahu atau sampan maupun kano yang terbuat dari kayu gelondongan utuh yang telah dibentuk menjadi perahu khas Rantau Kuantan.

Acara ini diadakan di Sungai Batang Kuantan dalam acara Festival Pacu Jalur yang merupakan acara tahunan terbesar bagi masyarakat setempat selama ratusan tahun.

Pada umumnya, Pacu Jalur dimainkan oleh 40 hingga 60 orang menggunakan perahu sepanjang 25 hingga 40 meter dan lebar 1,3 hingga 1,5 meter.

8. Gobak Sodor

Gobak Sodor

https://radarbanyumas.disway.id/read/99910/gobak-sodor-permainan-tradisional-yang-bermanfaat-bagi-kesehatan-mental

Gobak Sodor merupakan olahraga tradisional Indonesia yang dimainkan oleh dua tim. Cara kerja permainan ini sendiri pada umumnya terdapat satu tim yang menjaga garis dan tim lainnya berusaha melewati garis tersebut tanpa tertangkap.

Masing-masing tim beranggotakan 3 hingga 5 orang, dan dimainkan di lapangan berukuran 9 x 4meter berbentuk segiempat yang dibagi ke 6 bagian.

Berikut cara bermain gobak sodor dan peraturannya yang harus dipahami sebelum bermain:

  • Permain gobak sodor dimainkan oleh dua tim, yang terdiri dari tim penjaga dan tim penyerang.

  • Tim penjaga dibagi menjadi dua untuk menjaga garis, yaitu menjaga garis batas horizontal dan vertikal.

  • Untuk penjaga di garis horizontal, mereka bertugas untuk menahan tim penyerang untuk tidak melewati garis batas yang ada.

  • Penjaga garis vertikal mempunyai akses untuk bisa mengelilingi semua batas garis vertikal yang berada di tengah lapangan.

  • Untuk mendapatkan poin, Tim penyerang harus berusaha melewati garis hingga mencapai bagian paling belakang. Setelah itu, penyerang harus kembali melewati garis penjagaan dan kembali ke garis awal.

  • Agar dapat melewati penjagaan, anggota penyerang dapat membantu dengan melancarkan strategi pengecohan terhadap penjaga sehingga rekannya bisa melewati garis.

  • Untuk memenangkan permainan, seluruh anggota tim penyerang harus berhasil melewati penjagaan hingga garis terakhir. Setelah itu, mereka harus kembali melewati penjagaan hingga mencapai garis awal.

9. Bentengan

Bentengan merupakan olahraga tradisional yang banyak dimainkan di Jawa Barat yang juga dikenal dengan nama lain seperti rerebonan, prisprisan, omer, dan jekjekan.

Permainan tradisional ini melibatkan dua tim yang masing-masing memiliki benteng atau markas yang pada umumnya ditandai dengan tiang, pohon, atau benda tertentu.

Untuk memenangkan permainan ini, kamu harus dapat menangkap anggota tim dari lawan dan menyentuh bentengnya.

10. Engklek

Engklek, permainan tradisional yang sudah ada sejak tahun 70an yang dalam bahasa Jawa berarti melompat dengan satu kaki.

Olahraga tradisional ini pada umumnya dimainkan pada tanah kosong dengan ukuran 3x4 meter yang digunakan untuk menggambar delapan kotak yang disusun persegi panjang dilengkapi dengan setengah lingkaran di atasnya, disebut bulan.

Bagi sahabat MyProtection yang tertarik, berikut cara memainkan engklek.

  • Pertama-tama, menggambar delapan kotak yang disusun sebagai persegi panjang dan satu setengah lingkaran di bagian atas.

  • Setiap pemain harus memiliki penanda wilayah atau yang disebut juga sebagai gaco.

  • Tentukan urutan pemain menggunakan hompimpa dan yang terakhir menggunakan suit.

  • Pemain giliran pertama melempar gaco di kotak pertama, dan jika berhasil pemain tersebut akan melompat dari kotak 1,2,3 dan seterusnya hingga mencapai bulan dan kembali lagi ke kotak 1 untuk mengambil gaco.

  • Selanjutnya, gaco dilempar ke kotak kedua dan melompati kotak-kotak tersebut secara berurutan sama dengan sebelumnya. Jika gaco meleset, maka pemain harus memberikan gilirannya pada orang lain.

  • Pemain lain tidak boleh menginjak kotak yang berisi gaco milik lawan. Kaki pemain juga tidak boleh melewati garis yang telah digambar. Jika melewati garis, pemain akan gugur dan harus memulai dari awal.

  • Pemain yang pertama mencapai bulan atau gambar setengah lingkaran akan menang dan berhak memilih kotak yang akan dijadikan wilayah atau rumahnya.

  • Pemain lain tidak boleh menginjak wilayah milik pemain lain. Semakin banyak wilayah yang dimiliki seorang pemain, maka dialah pemenangnya.

11. Lompat Tali

Lompat tali juga menjadi salah satu olahraga tradisional paling populer di Indonesia yang dapat melatih keseimbangan dan stabilitas bagian tubuh bawah seseorang.

Untuk memainkan lompat tai sendiri dibutuhkan setidaknya 3 orang, di mana 2 orang dibutuhkan untuk memegang dan memutarkan tali dan 1 orangnya lagi untuk melompati tali.

Berikut cara bermain lompat tali yang tepat:

  • Memilih jenis lompat tali, pada umumnya lompat tali terbuat dari karet yang dikaitkan antara satu sama lain atau dapat menggunakan tali khusus olahraga menyesuaikan berat dan tinggi badan.

  • Memperhatikan sikap saat berdiri, posisi tubuh tegak dengan kedua tangan memegang tali dengan jarak setidaknya 30 cm dari tubuh dengan membentuk sudut 45 derajat.

  • Memperhatikan posisi lompat tali, tali berada di belakang kaki dengan ujung tali menyentuh lantai sedikit. Jika sudah nyaman, ayunkan tali dari arah belakang ke depan dan lompat mengikuti gerakan tali.

  • Mengulangi gerakan ayunan, mengikuti ritme ayunan yang ada dan mengulangi terus menerus gerakan ayunan lompat tali secara konsisten.

  • Menentukan kecepatan ayunan, jika kamu pemula dalam permainan lompat tali disarankan untuk tidak mengayunkan tali terlalu cepat. Lakukan perlahan dan konsisten hingga tubuh rileks dan santai.

12. Petak Umpet

Selanjutnya, permainan yang telah dimainkan oleh masyarakat Indonesia turun temurun, petak umpet yang hingga saat ini masih eksis di kalangan anak-anak.

Berbeda dengan petak umpet dari negara lain, terdapat cara bermain yang unik dalam petak umpet di Indonesia sendiri, yaitu:

  • Mengumpulkan orang sebanyak-banyaknya, petak umpet lebih seru jika banyak orang berpartisipasi. Oleh sebab itu, ajak teman-temanmu untuk ikut bermain.

  • Gambreng, pemilihan penjaga gawang sendiri biasanya dilakukan dengan gambreng, dan dua orang terakhir harus suit untuk menentukan siapa yang menjadi penjaga gawang.

  • Jaga gawang, yang terpilih harus menutup matanya dan menghitung hingga sepuluh sebelum nantinya harus mencari teman-temannya yang bersembunyi.

13. Bola Bekel

Permainan tradisional yang diyakini diperoleh dari pengaruh budaya Belanda, yaitu bola bekel yang berasal dari kata bikkelspel dari bahasa Belanda yang berarti membanting tulang.

Bola bekel biasanya dimainkan oleh dua orang atau lebih menggunakan bola karet dengan diameter antara 2 hingga 10 cm dan biji bekel yang pada umumnya berjumlah 5 hingga 12.

Berikut panduan lengkap untuk memainkan bola bekel yang tepat, sebagai berikut.

  • Mempersiapkan satu bola bekel dan bijinya minimal 5.

  • Pemain menentukan urutan bermainnya dengan hompimpah dan suit.

  • Memulai permainan dengan melambungkan bola ke udara dan mengambil semua biji bekel sebelum bola memantul ke lantai untuk kedua kalinya, dan langsung mengambil bola bekelnya.

  • Sebarkan biji bekel dan melemparkan bola ke udara lagi dan ambil satu persatu biji bekel hingga semuanya habis.

  • Lakukan dengan teknik yang sama secara berurutan dengan mengambil 2,3,4, hingga 5 biji bekel.

14. Gundu atau Kelereng

Kelereng atau gundu merupakan permainan yang sudah dikenal sejak zaman Mesir kuno dan hingga saat ini masih menjadi permainan tradisional yang masih digemari.

Bermain kelereng sendiri memiliki banyak manfaat, seperti melatih kemampuan motorik halus, meningkatkan konsentrasi anak, mengembangkan bahasa, hingga menjalin komunikasi yang baik.

Berikut cara bermain gundu atau kelereng yang pada umumnya dilakukan:

  • Menyiapkan kelereng.

  • Mengumpulkan setidaknya dua pemain untuk memulai pertandingan.

  • Membuat lubang sebesar kelereng yang telah disepakati antar pemain.

  • Menjadikan sebagian kelereng untuk taruhan.

  • Permainan dimulai dengan melemparkan kelereng masing-masing ke arah lubang yang ada.

  • Jika pemain berhasil membidik kelereng, maka ia berkesempatan menyerang lawan, dan kelereng lawan dianggap mati jika lawan terkena serangan.

  • Setiap pemain diperbolehkan menyerang kelereng mana saja untuk mematikan lawan.

  • Permainan dianggap berakhir jika semua kelereng telah habis dan hanya tersisa satu orang atau satu tim saja yang masih bertahan.

Nah, itulah 14 olahraga tradisional Indonesia yang hingga saat ini masih populer dan menjadi sebuah tradisi di daerahnya masing-masing. Bukan hanya menjadi sebuah tradisi, tapi beberapa permainan ini telah menjadi olahraga yang diakui dalam tingkatan nasional dan internasional.

Bukan hanya menyenangkan, semua permainan tersebut juga memberikan manfaat bagi para pemainnya yang berbeda-beda. Mulai dari peningkatan motorik, kekuatan, dan masih banyak lagi.

Bagi sahabat MyProtection yang tertarik secara langsung melihat berbagai permainan tradisional ini secara langsung dan memainkannya di wilayah asalnya, harus selalu berhati-hati ketika melakukan perjalanan.

MyTravel Domestic dapat menjadi solusi tepat yang dapat melindungi perjalanan dalam negeri-mu dari kerugian akibat risiko perjalanan, kecelakaan, kehilangan bagasi, penundaan, serta ketidaknyamanan lainnya. Semoga informasi diatas bermanfaat!

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. 

Baca Artikel
Semua Kategori
5 mins read 31/01/2020
Sisi Baik Stress yang Perlu Anda Ketahui

Jakarta, 31 Januari 2020 - MyProtection News

Kita sering mendengar bahwa stress membawa dampak buruk bagi diri kita. Dampak negatif stress dapat menyebabkan insomnia, penurunan atau kenaikan berat badan, dan meningkatkan tekanan darah. Namun, Richard Shelton, MD, dari Department of Psychiatry, University of Alabama, Birmingham berpendapat bahwa stress tidak selalu buruk bagi kita (dikutip dari Health.com).

Stress berlebihan atau kronis memang berbahaya bagi kita. Ketika Anda merasa tertekan setiap waktu serta merasa seperti hilang kendali atas hidup, maka stress dapat menganggu kesehatan tubuh dan mental.

Tingkat stress rendah dan sedang yang kita hadapi sehari-hari mempunyai sisi positifnya tersendiri.

  1. Meningkatkan Kinerja Otak

Stress tingkat rendah dapat memicu zat kimia dalam otak yang disebut dengan neurotrophins. Zat kimia ini dapat memperkuat koneksi antar neuron di dalam otak. Sehingga Anda bisa berkonsentrasi dengan lebih baik dan lebih produktif. Hal serupa juga ditemukan terjadi pada hewan. Stress tingkat rendah dapat mendorong daya kognitif hewan dalam jangka waktu pendek.

  1. Meningkatkan Imunitas – Dalam Jangka Pendek

Ketika tubuh merespon terhadap stress, tubuh kita mempersiapkan diri terhadap kemungkinan terjadinya infeksi atau luka. Tubuh memproduksi zat bernama “extra interleukins” yang akan mendorong imunitas tubuh Anda, setidaknya untuk jangka pendek.

  1. Membuat Anda “Tahan Banting”

Ketika Anda belajar untuk mengatasi situasi yang memicu stress, Anda akan menghadapi situasi yang sama dengan lebih baik di masa depan. Contohnya, tentara SEAL dilatih untuk menghadapi situasi ekstrim. Sehingga ketika menghadapi situasi mendesak yang sesungguhnya, para tentara bisa mengontrol diri mereka untuk tetap tenang.

  1. Mendorong Anda untuk Sukses

Good stress atau dikenal sebagai eustress bisa jadi berperan dalam pekerjaan atau studi Anda. Ketika dihadapkan dengan deadline atau ujian, maka otak akan terstimulasi untuk menganalisis situasi dan mengatasi masalah dengan lebih efektif serta produktif. Kuncinya adalah melihat stress sebagai hal tak terhindarkan, bukan sebagai beban yang tidak bisa diatasi.

Mungkin Anda juga pernah merasakannya. Ketika deadline semakin dekat, maka Anda berusaha menyelesaikan pekerjaan dengan lebih efisien. Ketika ada kompetisi di lingkup kerja atau studi, Anda juga bisa terdorong untuk memberikan performa kerja yang lebih baik.

Ternyata, ada juga sisi baik dari stress. Namun, jika Anda merasa stress secara konstan, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan tim professional untuk mendapatkan bantuan.

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca Artikel
Semua Kategori
5 mins read 21/11/2019
Ingin Liburan ke Luar Negeri, Sudah Persiapkan Ini Belum?

Jakarta, 21 November 2019 - MyProtection News

Mendekati Desember, semua orang mulai sibuk mempersiapkan liburan akhir tahun. Beberapa orang memilih untuk mengunjungi negara bersalju dan merasakan winter. Sebagian lagi lebih suka menikmati keindahan alam lokal Indonesia yang beragam. Selain mempersiapkan hotel hingga kendaraan selama traveling, ada beberapa hal penting lainnya yang tidak boleh Anda lewatkan.

Pastikan Anda mempersiapkan dokumen penting seperti paspor, visa, dan mata uang asing. Keberadaan tiga hal ini penting agar Anda bisa bepergian dengan lancar dan tentunya membeli barang dengan mudah.

Bawa pakaian yang sesuai dengan musim di negara yang akan Anda kunjungi. Rasanya tidak akan nyaman jika Anda hanya membawa jaket tipis untuk menghangatkan diri di tengah terpaan salju.

Buatlah detail perjalanan atau itinerary dari jauh hari. Anda bisa mencari informasi mengenai titik destinasi atau pusat kuliner terbaik melalui internet. Sehingga, sesampainya di negara tujuan, Anda bisa memanfaatkan waktu liburan dengan efektif.

Terakhir, perlengkapi diri Anda dengan pengamanan ekstra mulai dari obat-obatan hingga perlindungan asuransi perjalanan murah seperti MyTravel International. Anda bisa menikmati berbagai jaminan selama bepergian menggunakan pesawat. Seperti pengganti kerugian akibat ketidaknyamanan, delay pesawat, hingga masalah kesehatan. Pada akhirnya, pasti Anda ingin menikmati perjalanan yang aman serta nyaman.

Jika Anda sudah mempersiapkan hal-hal di atas, maka selamat menikmati liburan!

Baca Artikel