Uterine fibroids, also known as leiomyomas, fibroids, or myomas, are a medical condition where benign tumors grow in the muscles or connective tissues of the uterus.
Although non-cancerous, uterine fibroids can lead to several complications if not properly managed. These include anemia, restricted fetal growth during pregnancy, miscarriage, impaired blood circulation, and many others.
To better understand this condition, let’s take a closer look at the causes, symptoms, risk factors, and available treatments for uterine fibroids in the following discussion.
The voltage of a car battery plays a vital role in the performance of the vehicle’s electrical system, serving as the main source of electrical power.
Therefore, keeping the battery voltage stable is essential; this can be achieved through regular inspections and maintenance to ensure the car runs optimally.
So, what is the normal and ideal car battery voltage, and how can you maintain it? Let’s take a look at the explanation below!
To ensure the vehicle’s electrical system operates properly, knowing the standard car battery voltage is essential. Here are some standard voltage levels in different conditions:
When the engine is off, a healthy car battery voltage is around 12.6 volts, indicating the battery is fully charged. If it drops below 12 volts, it’s a sign you should inspect or service it.
When the engine is running, the voltage increases due to the alternator recharging the battery. Normally, it ranges between 13.5 and 14.5 volts, showing that the charging system is functioning correctly.
If the voltage drops to 12 volts while the engine is on, it may indicate an issue with either the alternator or the battery itself. When it drops to 11 volts or lower, it can cause disruptions in the car’s performance, especially in the engine and electronic components.
If the car’s battery voltage drops below 12 volts, the vehicle’s electrical system will start to experience problems.
That’s why it’s important to maintain your car’s battery regularly. Here are some ways to optimize its condition:
Check the battery water level. If it reaches the minimum mark, refill it according to the battery’s container requirements.
Avoid excessive use of additional accessories, such as neon lights, high-powered audio systems, or chargers that can overload the battery and cause voltage drops.
Routine servicing not only keeps the engine in good condition, but it also ensures the electrical system, especially the battery, functions properly. Regular checks help prevent unstable voltage or loss of power.
Drive wisely, avoid sudden acceleration, and maintain a steady speed. Short trips with frequent stops can prevent the battery from charging fully, potentially leading to a voltage drop.
In summary, a healthy car battery voltage is usually around 12.6 volts when the engine is off and 13.5 – 14.5 volts when the engine is running.
If the voltage falls below this range, it indicates a potential issue with the battery or the charging system that requires immediate inspection.
Maintaining a car battery is not difficult; you just need to check the water level, avoid excessive accessories, perform regular servicing, and drive properly.
With these simple steps, your car’s battery voltage will remain stable, ensuring the electrical system works optimally and extending the battery’s lifespan.
*PT Lippo General Insurance Tbk is licensed and supervised by Financial Services Authority (OJK)
Jakarta, 4 Desember 2019 - MyProtection News
Uang gajian tiba, tapi hanya mampir sementara di dompet. Masalah ini sering kali dialami banyak orang. Belum dua minggu berlalu, tapi keuangan sudah menipis pesat. Banyak tagihan yang harus dibayar serta promo diskon yang menggiurkan. Namun, problem ini bisa dikelola dengan tiga tips pengelolaan uang atau money management yang mudah dari MyProtection.
Tentukan Prioritas Keuanganmu
Mungkin Anda pernah berada di posisi membingungkan, harus membayar tagihan atau barang mana terlebih dahulu. Anda bisa menetapkan skala urgensi dan kepentingan dari barang yang harus dibayar. Biaya tagihan listrik, belanja bulanan, dan biaya transportasi harus menempati posisi utama dalam prioritas pengelolaan keuangan Anda. Setelahnya, Anda bisa menyisihkan uang untuk membeli kebutuhan non-esensial lainnya.
Membuat Alokasi Pengeluaran Secara Tepat
Selain membuat prioritas pengeluaran, Anda juga harus tahu berapa jumlah uang yang dapat Anda habiskan. Pastikan pengeluaran Anda tidak lebih besar dari pendapatan Anda. Selalu sisihkan minimal 20% dari keseluruhan pendapatan Anda untuk investasi, deposito, dan tabungan.
Baca juga: Meraup Untung dengan Berjualan Barang Bekas
Persiapkan Dana Darurat
Tentu saja selain memiliki uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Anda juga perlu menyiapkan dana darurat untuk kepentingan mendesak seperti keperluan medis seperti bedah & rawat inap, insiden, hingga kerusakan properti. Dana darurat ini bisa didapatkan dengan menyisihkan 10% - 20% dari gaji. Anda juga bisa mendapatkan meminimalisir pengeluaran darurat dan tak terduga dengan memiliki asuransi kesehatan individu dan paket keluarga, asuransi perlindungan rumah, hingga asuransi kendaraan dengan premi murah yang ditawarkan MyProtection.
Selamat mengelola uang dengan lebih cerdas!
Salam,
Sahabat MyProtection
Baca juga: Liburan ke Korea Gratis Biaya Visanya Sampai Desember 2019
Jakarta, 21 Januari 2020 - MyProtection News. Diperbaharui pada 29 Januari 2020
Beberapa waktu ini, masyarakat dihebohkan dengan penyebaran coronavirus yang mirip pneumonia di China. Pasalnya, virus yang menyerang bagian pernapasan manusia ini telah menjangkit 3.000 orang di China dan terus bertambah setiap harinya. Menurut NY Times, 106 orang di antaranya meninggal dunia akibat virus tersebut.
Lalu, sebenarnya apa itu coronavirus?
WHO menginformasikan bahwa coronavirus merupakan sekelompok virus yang menyebabkan infeksi pernapasan mulai dari flu hingga SARS (Severe Acture Respiratory Syndrome). Saat ini coronavirus yang menyerang China dan negara lainnya disebut sebagai Novel 201 Coronavirus atau 2019-nCov.
Penyebaran virus ini umumnya terjadi melalui binatang kepada manusia. Jika manusia terjangkit virus ini, barulah ia bisa terdeteksi. Namun, penyebaran antar manusia pada manusia lainnya mungkin terjadi.
Profesor Jonathan Ball, pakar virologi dari Universitas Nottingham, berpendapat jika berkaca dari penyebaran wabah di masa lalu, maka coronavirus yang baru ini pasti datang dari binatang. Contohnya, di Timur Tengah sempat terjadi wabah MERS (Middle East Respiratory Syndrome). Sebanyak 858 dari total 2.945 penderitanya meninggal akibat virus MERS. Diketahui penyebaran virus ini berasal dari unta Somalia.
Pemerintah China memastikan Senin bahwa penularan virus misterius ini dapat terjadi antar manusia. Setidaknya 14 petugas medis yang merawat pasien yang terjangkit virus corona, juga tertular. Maka, dikhawatirnya wabah coronavirus yang mirip pneumonia ini bisa meluas karena jutaan orang keluar masuk dari China.
Apa gejala dari coronavirus?
Gejala coronavirus sendiri beragam seperti demam di atas 38 derajat Celcius, tubuh menggigil, kesulitan bernapas atau napas pendek, tubuh terasa sakit, hingga berujung pada kematian. Jika Anda mengalami gejala di atas, segera hubungi tenaga kesehatan profesional untuk mendapatkan instruksi lebih lanjut.
Perlukah kita waspada?
Sampai saat ini, penyebaran wabah coronavirus terus meluas di China bahkan negara di luar China seperti Jepang, Thailand, Australia, hingga Amerika Serikat. Hingga saat ini, pemeriintah China tetap berusaha untuk mencegah penyebaran virus dengan melakukan isolasi. Indonesia sendiri belum mencatat adanya korban dari coronavirus ini. Beberapa turis yang dicurigai mengidap virus dan warga negara Indonesia yang dicurigai mengalami gejala mirip coronavirus telah domonitor secara intensif. Masyarakat juga diimbau untuk menjaga kebersihan tangan dan saluran pernapasan atas.
Bagi Anda yang berencana mengunjungi negara yang terjangkit wabah, maka disarankan agar Anda mengurangi kontak dengan binatang atau dengan korban terjangkit wabah. Jika bisa, Anda bisa mengubah jadwal keberangkatan. Anda dapat memperlengkapi diri dengan asuransi perjalanan atau asuransi kesehatan untuk melindungi diri dari kejadian tak diinginkan di masa depan.
Semoga Anda dan keluarga sehat selalu.
Salam,
Sahabat MyProtection