Jakarta, 9 Desember 2019 - MyProtection News
Sebagian dari kita mungkin merasa nyaman sebagai pekerja kantor. Walaupun pekerjaannya mungkin mengasyikan, tapi ada juga resiko bekerja kantoran. Terutama jika Anda adalah pekerja atau individu yang harus menggunakan komputer seharian. Mungkin Anda pernah merasakan ketiga kondisi ini. Leher pegal, mata perih, dan tubuh yang kaku karena harus duduk dengan posisi yang sama selama berjam-jam.
Menurut riset, terlalu lama duduk bisa mempengaruhi kesehatan seperti gangguan tulang leher, pengingkatan resiko obesitas, melemahnya otot, dan gangguan pada kaki. Belum lagi sempitnya ruang bekerja mungkin mempengaruhi kebebasan bergerak Anda. Stres dan tekanan kerja juga bisa menambah rasa tidak nyaman pada tubuh maupun psikis. Padahal jika tubuh tidak fit, rasanya konsentrasi bekerja pun akan terganggu.
Karenanya, agar badan bisa kembali segar dan fokus kembali maksimal, Anda bisa mencoba gerakan stretching ringan di bawah ini!
Selain melakukan stretching ringan seperti di atas, Anda juga bisa memanfaatkan ruang kantor untuk bergerak. Misalnya, biasakan menggunakan tangga daripada lift untuk naik ke lantai atas yang tidak terlalu tinggi. Anda juga bisa sering bergerak mengambil minum dari cubicle ke pantry. Manfaatkan juga waktu istirahat untuk melakukan peregangan tubuh.
Selamat mencoba!
Salam,
Sahabat MyProtection
For those of you who are automotive enthusiasts in Indonesia, luxury cars can be a symbol of prestige. But did you know that some of the most expensive cars in Indonesia are priced in the billions of rupiah?
These vehicles offer a powerful combination of performance, advanced technology, and outstanding design, justifying their sky-high prices.

So, what are the most expensive cars in Indonesia, and what makes them so costly? Let’s take a look!
The most expensive car ever sold in Indonesia is the Rolls-Royce Phantom, which exudes luxury both inside and out.
Powered by a twin-turbo V12 engine, it delivers up to 460 PS and 720 Nm of torque, ensuring a smooth and powerful driving experience.
Rolls-Royce Phantom, also known worldwide as one of the most luxurious vehicles, is priced between IDR 20 billion and IDR 24 billion.
BMW The XM is a high-performance luxury SUV that combines cutting-edge technology with a distinctive design.
As a limited edition model, it’s highly sought-after by collectors, despite its steep price tag of around IDR 6 billion.
This luxury SUV also features a plug-in hybrid powertrain that pairs a 4.4L twin-turbo V8 engine with an electric motor, delivering a combined 738 hp and 800 Nm of torque.
The Lamborghini Aventador is another top-tier contender, offering a futuristic design and a powerful engine.
It comes in various versions, from the Aventador S Coupe priced at around IDR 6 billion, to the Aventador SVJ Verde Scandal, which can cost up to IDR 22 billion.
This supercar features a 6.5L V12 engine, producing 770 hp and 720 Nm of torque. It accelerates from 0 to 100 km/h in just 2.8 seconds, with a top speed of 350 km/h.
This luxury sedan offers a perfect blend of performance, elegance, and cutting-edge technology.
The Mercedes-Maybach S 580 4MATIC starts at IDR 8.39 billion and comes with a 3892 cc engine, producing 530 hp and 700 Nm of torque, paired with an automatic transmission.
Luxury features include advanced entertainment systems, massage seats, ambient lighting, and driver assistance technologies.
Regarded as the successor to the legendary Porsche 356, the Porsche 911 Carrera carries a 3.8L engine, producing 560 hp, and 700 Nm of torque.
Available in several variants, it ranges from the 911 Carrera Coupe, that are priced around IDR 3.75 billion, to the 911 GTS Black Edition, which is priced around IDR 6.3 billion.
These are the 5 most expensive cars in Indonesia, each offering an exceptional combination of performance, features, and stunning design.
It’s not just about the speed or the engine specification, these cars are crafted to deliver luxury experiences worth their impressive price tags. So, which one is your favorite?
*PT Lippo General Insurance Tbk is licensed and supervised by Financial Services Authority (OJK)
Jakarta, 15 Mei 2020 - MyProtection News
Saat ini sebagian besar pekerjaan dilakukan dengan menatap layar ponsel, tablet, maupun laptop. Skema bekerja dari rumah akiibat pandemi COVID-19 pun membuat orang dewasa maupun anak tak lepas dari layar gadget. Diperkirakan dalam sehari, orang dewsa menghabiskan waktu 13 jam menatap layar.
Menatap layar gadget dalam waktu lama bisa menyebabkan gangguan pada mata seperti mata lelah, penglihatan kabur, mata kering, iritasi, dan kepala pusing. Gejala ini biasa disebut dengan digital vision syndrome.
Untuk menjaga kesehatan mata setelah melihat layar dalam jangka waktu lama, Anda bisa melakukan beberapa hal berikut:
Saat menggunakan gadget, pastikan Anda mengaplikasikan aturan 20-20-20 ini. Artinya, setelah menatap layar selama 20 menit, Anda diimbau melihat benda berjarak 20 kaki atau sekitar 6 meter selama 20 detik. Kegiatan ini ditujukan untuk mengistirahatkan mata dan melatih otot penglihatan. Anda juga bisa mengistirahatkan mata setelah 1 jam melihat layar selama 2 menit dengan melihat benda jarak jauh atau tanaman hijau.
Ketika menggunakan gadget seperti laptop, pastikan posisi mata dan layar berjarak minimal 45 cm. Posisi layar pun sebaiknya sejajar dengan posisi mata sehingga Anda dapat bekerja dengan nyaman. Posisi layar yang tak sesuai dengan mata bisa memicu rasa tak nyaman pada mata dan leher.
Layar yang kotor bisa mengganggu kenyamanan Anda dalam bekerja. Bersihkan layar gadget agar debu tak menumpuk dan mengiritasi mata Anda sekaligus mengurangi pertumbuhan bakteri atau virus yang mungkin menempel pada gadget.
Saat ini, berbagai perangkat gawai sudah dilengkapi dengan mode malam sehingga Anda lebih nyaman saat menatap layar. Biasanya latar tampilan layar akan berubah menjadi gelap sehingga mata tidak mudah “silau” jika melihat layar terus-menerus.
Pengaturan cahaya di sekitar juga berperan untuk menjaga kesehatan mata. Pastikan Anda memiliki penerangan cukup saat menggunakan gadget namun tidak terlalu menyilaukan. Layar yang lebih terang daripada cahaya sekitar bisa mencegah sakit mata.
Ketika kita fokus menatap layar, sering kali kita lupa untuk mengedipkan mata. Padahal hal sederhana ini bisa membantu mata tetap lembap. Mata kering dapat membuat penderitanya merasa tidak nyaman. Ditambah lagi menatap layar meningkatkan resiko mata menjadi kering. Jadi, jangan lupa untuk mengedipkan mata secara rutin.
Salam,
Sahabat MyProtection
Sepak takraw is a traditional sport played with a small ball, combining techniques from both volleyball and football. In this game, offensive and defensive moves rely heavily on skillful footwork.
Originating in the 15th century, this sport has become popular across several Southeast Asian countries, including Thailand, Malaysia, Indonesia, and the Philippines.
To help MyProtection readers better understand sepak takraw, this discussion will explore its history, rules, and proper techniques in detail. Let’s dive in!
