Beranda
/
Artikel
/
Kesehatan
/
Apa Itu Gaya Hidup Berkelanjutan dan Cara Memulai Penerapannya!

Apa Itu Gaya Hidup Berkelanjutan dan Cara Memulai Penerapannya!

11 March 2025 | MyProtection News Jakarta

Gaya hidup berkelanjutan, atau yang juga dikenal dengan sebutan sustainable living, berkaitan dengan cara hidup seseorang yang memiliki tujuan untuk seminimal mungkin memberikan dampak negatif terhadap lingkungan serta meningkatkan kesejahteraan manusia.

Orang-orang yang mengadopsi gaya hidup ini menekankan pada pelestarian lingkungan yang dilakukan agar sumber daya yang ada tetap tersedia untuk generasi mendatang.

Walaupun terdengar mirip atau serupa dengan gaya hidup minimalis, keduanya memiliki tujuan yang berbeda. Di mana, gaya hidup minimalis menekankan pada pengurangan jumlah barang yang dimiliki, sedangkan gaya hidup berkelanjutan memiliki fokus pada penggunaan sumber daya alam secara efisien.

Bagi sahabat MyPro+ yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai apa yang dimaksud dengan gaya hidup berkelanjutan, manfaat, hingga cara memulai sustainable living, simak ulasan berikut ini!

Apa Itu Gaya Hidup Berkelanjutan dan Cara Memulai Penerapannya!

pengertian gaya hidup berkelanjutan

pexels

Gaya hidup berkelanjutan atau sustainable living merupakan gaya hidup yang memiliki tujuan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan alam. Orang-orang dengan gaya hidup ini juga sadar bahwa sumber daya alam yang ada saat ini terbatas, oleh sebab itu penting untuk digunakan dengan bijak dan dikelola dengan baik.

Definisi sustainable lifestyle menurut United Kingdom, GSSL sendiri merupakan gaya hidup seseorang yang memiliki kesadaran atas lingkungan serta menyadari konsekuensi dari semua pilihan yang diperbuat dan dipilih dan mampu mempertimbangkan dan meminimalisir risiko potensi negatif.

Terdapat beberapa tindakan yang dapat menggambarkan gaya hidup berkelanjutan secara jelas, seperti mengurangi penggunaan energi secara berlebihan, mendaur ulang sampah, atau bahkan menggunakan produk yang lebih ramah lingkungan.

Bukan hanya itu, banyak orang menganggap bahwa sustainable living bukan hanya sebuah gaya hidup, melainkan sebuah bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan untuk menciptakan dunia berkelanjutan.

Pentingnya Gaya Hidup Berkelanjutan

Salah satu alasan penting adanya gaya hidup berkelanjutan adalah keberlangsungan lingkungan, dimana sumber daya yang ada dan digunakan saat ini dapat tetap terjaga hingga di generasi mendatang.

Bukan hanya itu, sustainable living juga memiliki tujuan untuk memberikan kesempatan yang adil bagi semua orang untuk dapat mengakses sumber daya yang ada.

Dalam penerapannya, sustainable living dapat dilihat melalui penggunaan produk ramah lingkungan, memperhatikan hak pekerja, hingga memastikan keberlanjutan sosial hingga di masa depan.

Melalui situs Sistem Informasi Pengelolaan Sampak Nasional yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengungkapkan di tahun 2024 berdasarkan data yang dikumpulkan di 263 Kabupaten/Kota di Indonesia sampah yang dihasilkan mencapai 25.840.308 ton per tahunnya.

Dari situs ini, kita juga dapat melihat angka sampah terkelola sebesar 61.97% atau 16.013.899 ton per tahunnya yang menunjukkan terdapat setidaknya 9 juta ton sampah yang tidak terkelola dengan baik.

Sampah atau limbah tersebut dapat menimbulkan berbagai macam polusi, mulai dari polusi udara, air, hingga tanah yang dapat memberikan dampak pada tercemarnya sumber daya yang kita miliki.

Contoh Gaya Hidup Berkelanjutan

contoh gaya hidup berkelanjutan

pexels

Berikut ini beberapa contoh sustainable living yang dapat kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari, sebagai berikut:

  • Menghindari membeli barang yang memiliki fungsi serupa atau sama berulang kali jika tidak diperlukan.

  • Memilih toko dengan lokasi paling dekat ketika memesan belanja secara online.

  • Mengurangi membeli makanan di luar dan perbanyak masak sendiri di rumah untuk mengurangi plastik kemasan yang digunakan ketika membeli makan online.

  • Melakukan penyimpanan bahan makanan dengan benar untuk mempertahankan kualitas makanan lebih lama sehingga tidak ada bahan makanan yang terbuang.

  • Mengurangi konsumsi daging merah, seperti sapi, kambing, domba, maupun kelinci yang dapat menghasilkan gas metana dan menjadi salah satu penyebab pemanasan global.

  • Menggunakan barang-barang yang ada dengan metode upcycling, yaitu mengubah barang bekas menjadi barang baru yang lebih bermanfaat.

  • Menghindari penggunaan produk fast fashion.

  • Membuat kompos yang dapat membantu mengurangi limbah organik.

4 Cara Menjalankan Gaya Hidup Berkelanjutan

cara menjalankan gaya hidup berkelanjutan

Terdapat beberapa cara untuk menjalankan sustainable living yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sebagai berikut:

1. Mindful Spending

Salah satu penyebab timbulnya kerusakan lingkungan adalah gaya hidup konsumtif yang muncul di tengah masyarakat modern saat ini.

Gaya hidup konsumtif mendorong banyak orang untuk terus menerus membeli barang yang sebenarnya tidak diperlukan dan pada akhirnya membuat terjadinya penumpukan sampah yang merusak lingkungan.

Kebiasaan membeli barang baru walaupun barang lama masih dapat digunakan dan berfungsi dengan baik, seperti membeli pakaian setiap bulan maupun mencoba berbagai produk skincare, dan pada akhirnya mendorong penumpukan barang.

Untuk mendukung dan menjaga kelestarian lingkungan, kamu dapat memulainya dengan membuat pilihan pengeluaran yang bijaksana, seperti berbelanja berdasarkan kebutuhan dan bukan keinginan.

Sahabat MyProtection dapat memulai dengan membuat rencana anggaran pengeluaran serta kedisiplinan diri untuk mematuhi dan menghindari belanja impulsif serta menerapkan mindful spending.

2. Decluttering

Decluttering yang merupakan tahapan menyortir barang secara berkala untuk menentukan mana yang masih dibutuhkan dan tidak lagi dibutuhkan agar dapat dikeluarkan dari rumah, baik disumbangkan, dijual kembali, maupun dibuang jika kondisinya sudah tidak layak.

Dengan melakukan decluttering secara berkala, kamu juga dapat menghindari penumpukan barang yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan, mulai dari gangguan kesehatan mental, kerusakan barang, maupun konflik antarkeluarga.

Bukan hanya itu, kamu juga bisa menerapkan prinsip FIFO atau first in first out yang merupakan metode manajemen persediaan yang dapat diterapkan dalam decluttering.

Metode ini mendorong seseorang untuk mengeluarkan satu barang dari rumah setiap kali membawa barang ke dalam rumah maupun membelinya.

3. Refill

Dengan banyaknya barang keperluan sehari-hari yang dikemas menggunakan kemasan plastik yang sulit diurai membuat permasalahan sampah plastik yang ada semakin menumpuk.

Terutama untuk produk-produk FMCG atau Fast Moving Consumer Goods, seperti sabun, sampo, cairan pembersih rumah, maupun berbagai produk lainnya yang dibeli secara rutin.

Untuk menerapkan sustainable living dan mengurangi jumlah konsumsi plastik, sahabat MyProtection dapat memanfaatkan fasilitas refill untuk barang-barang tersebut.

Dengan memanfaatkan cara ini, kamu membantu dalam mengurangi sampah plastik yang ada dan juga menekan pengeluaran finansial karena tidak lagi membayar biaya kemasan yang sering kali dapat membludak.

4. Promo Sustainable Lifestyle

Cara terakhir adalah memanfaatkan promo sustainable lifestyle yang mendorong dan mengedepankan gaya hidup berkelanjutan.

Pada saat ini, banyak brand dan perusahaan yang sadar akan semakin tingginya kesadaran masyarakat atas pentingnya sustainable living, dan memanfaatkan hal tersebut untuk membuat kampanye green living yang memberikan banyak penawaran menarik berkaitan dengan sustainable lifestyle.

Manfaat Gaya Hidup Berkelanjutan

Terdapat beberapa manfaat yang dapat kamu rasakan secara langsung dan tidak dengan menjalankan gaya hidup berkelanjutan, sebagai berikut.

1. Mengurangi Dampak Lingkungan

Manfaat pertama dari sustainable living adalah mengurangi dampak lingkungan yang disebabkan oleh penggunaan bahan kimia yang berbahaya.

Menerapkan gaya hidup ini berarti memilih produk yang lebih ramah lingkungan yang dapat membantu dalam mengurangi jejak karbon dan polusi.

Penerapannya sendiri bukanlah hal yang sulit dan dapat dimulai melalui langkah-langkah yang dapat dilakukan sehari-hari, mulai dari menggunakan kantong belanja kain.

2. Meningkatkan Kesehatan dan Kesejahteraan

Manfaat kedua dari sustainable living adalah meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan yang dapat dirasakan dengan memilih makanan organik yang terhindar dari bahan kimia, seperti salah satunya pestisida.

Pestisida dapat berbahaya bukan hanya bagi kesehatan tubuh, seperti menyebabkan keracunan, gangguan kesehatan, hingga kerusakan lingkungan. Namun juga lingkungan karena dapat mencemarkan tanah dan air.

Gaya hidup berkelanjutan juga dapat memotivasi kita untuk bergerak secara aktif dan sehat, seperti menggunakan sepeda maupun berjalan kaki yang dapat membantu dalam mengurangi polusi udara yang disebabkan penggunaan kendaraan.

3. Menghemat Uang

Manfaat selanjutnya adalah menghemat uang di jangka panjang dengan menerapkan gaya hidup berkelanjutan.

Hal ini dikarenakan dengan memilih produk yang lebih ramah lingkungan biasanya lebih tahan lama dan menghindari sikap konsumerisme karena mengedepankan produk daur ulang.

Bukan hanya untuk menghemat uang saja, menerapkan sustainable living juga membantu dalam menjaga lingkungan dan salah satu upaya mengurangi limbah.

4. Meningkatkan Kualitas Hidup

Manfaat penting lainnya dari sustainable living juga dapat membantu dalam meningkatkan kualitas hidup.

Dengan berfokus pada kesadaran lingkungan dan berkontribusi dalam menjaga sumber daya yang ada, kamu juga akan merasakan kepuasan pribadi dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Cara Memulai Gaya Hidup Berkelanjutan

Untuk dapat memulai sustainable living kamu dapat memulainya dari hal-hal kecil di kehidupan sehari-hari. Simak cara memulainya di sini!

1. Mengurangi Penggunaan Plastik

Hal pertama yang dapat dilakukan adalah dengan mengurangi penggunaan plastik yang tidak diperlukan. Seperti menggunakan tas belanja kain ketika berbelanja ke supermarket maupun ke pasar.

Kamu juga dapat memulai dengan membawa botol isi ulang ketika pergi untuk mengurangi penggunaan botol sekali pakai. Hindari penggunaan sedotan plastik sekali pakai, saat ini sudah banyak alternatif lain yang lebih ramah lingkungan.

2. Menghemat Energi

Menghemat energi juga menjadi langkah yang tepat untuk memulai sustainable living yang dapat kamu terapkan.

Untuk memulai menghemat energi, kamu dapat mulai dengan mematikan perangkat listrik ketika tidak digunakan, menggunakan lampu ketika diperlukan, hingga menggunakan perangkat elektronik yang lebih efisien energi.

Bukan hanya itu, menghemat energi juga dapat dilakukan dengan memilih transportasi yang lebih ramah lingkungan, seperti bersepeda maupun transportasi umum yang lebih efisien.

3. Mengurangi Penggunaan Air

Menggunakan air bersih dengan efisien dan bijak juga menjadi bagian dari sustainable living, di mana air bersih menjadi sumber daya alam yang penting bagi keberlangsungan hidup manusia.

Untuk menghemat air, kamu dapat memulai dengan memperbaiki keran yang bocor hingga mengubah kepala shower dengan output air yang lebih efisien.

Bukan hanya itu, sahabat MyProtection juga dapat menggunakan air hujan yang dikumpulkan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga. Seperti menyiram tanaman maupun membersihkan halaman rumah.

4. Mengonsumsi Makanan Organik

Mengonsumsi makanan organik juga dapat menjadi contoh penerapan dan menjadi bagian penting dari sustainable living.

Hal ini karena makanan organik pada umumnya diproduksi tanpa menggunakan bahan kimia yang dapat membahayakan tubuh dan lingkungan.

5. Memilah Sampah

Cara selanjutnya adalah dengan memilih sampah. Untuk melakukannya, kamu dapat memulai dengan menyediakan dua tempat sampah yang terbagi menjadi organik dan anorganik.

Dengan memisahkan sampah ini, kamu dapat mengolahnya kembali sesuai dengan keperluan. Seperti contohnya, limbah organik yang dikumpulkan dari dapur dapat digunakan kembali menjadi pupuk kompos, sedangkan sampah anorganik yang pada umumnya berbahan dasar plastik dapat di daur ulang.

6. Membeli Produk Lokal

Membeli produk lokal juga dapat memberikan dampak positif bukan hanya pada sustainable living, namun juga dapat meningkatkan perekonomian nasional dan kesejahteraan finansial.

Produk lokal saat ini pada umumnya memiliki kualitas yang lebih baik dengan harga yang lebih terjangkau jika dibandingkan dengan produk luar.

7. Menanam Tanaman Hidroponik

Menanam hidroponik juga dapat menjadi cara penerapan sustainable living yang dapat kamu lakukan. Tanaman seperti bayam, kangkung, hingga tomat dapat dengan mudah di tanam di rumah.

Bukan hanya menjadi salah satu cara penerapan sustainable living, menanam tanaman hidroponik juga memiliki banyak manfaat, seperti:

  • Menghemat dan penggunaan air yang lebih efisien

  • Memiliki produktivitas yang tinggi

  • Mengontrol nutrisi yang akurat

  • Pengurangan penggunaan pestisida

  • Menghemat penggunaan pupuk

  • Tidak membutuhkan lahan yang terlalu luas

  • Menghasilkan panen berkelanjutan

8. Menerapkan Prinsip 3R atau Reduce, Reuse, and Recycle

Salah satu prinsip yang diterapkan dalam sustainable living adalah 3R, yang terdiri dari reduce, reuse, and recycle.

Reduce yang berarti mengurangi jumlah barang yang dimiliki, hal yang dimaksud dalam hal ini adalah memilah barang-barang yang tidak lagi digunakan, baik dengan cara menjualnya kembali, mendonasikannya, ataupun membuang barang tersebut.

Selanjutnya, reuse yang berarti menggunakan barang yang sudah ada untuk berbagai keperluan sehari-hari. Contoh penerapannya seperti, menggunakan tas belanja, menggunakan kain dibandingkan tisu, dan masih banyak lagi.

Recycle, yang berarti menggunakan kembali barang-barang yang sudah tidak terpakai dan menjadikannya barang baru. Contoh penerapannya seperti, mendaur ulang kertas, plastik, menjadikan sampah yang tidak terpakai menjadi sebuah produk, dan sebagainya.

Berdasarkan pembahasan yang ada di atas, gaya hidup berkelanjutan atau sustainable living yang dapat membantu dalam menjaga keberlangsungan lingkungan dan sumber daya hingga di masa mendatang.

Bukan hanya keuntungan untuk lingkungan, menerapkan sustainable living juga dapat bermanfaat bagi diri sendiri, seperti menghemat uang dan menjaga kesehatan tubuh dengan baik.

Menghemat uang dan finansial sendiri dapat dilakukan karena seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, produk ramah lingkungan pada umumnya lebih tahan lama dan dapat membantu mengurangi perilaku konsumerisme seseorang.

Dengan begitu, sahabat MyProtection juga dapat memilih perencanaan uang lebih baik untuk masa depan. Seperti salah satunya asuransi yang dapat memberikan perlindungan finansial bagi pemilik polis.

Perlindungan Kesehatan Prima dari MyProtection hadir untuk memberikan bukan hanya perlindungan finansial bagi sahabat MyProtection, tapi juga perlindungan kesehatan yang tepat bagi diri dan keluarga dengan manfaat tambahan Saldo Prima.

Terdapat beberapa keunggulan lain yang dimiliki oleh Perlindungan Kesehatan Prima, antara lain:

  • Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian dan obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan

  • Santunan tunai harian Rawat Inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan

  • Pilihan manfaat Rawat Inap dan Rawat Jalan sesuai kebutuhan

  • Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia

  • 24 jam Contact Center dan Case Monitoring

  • Layanan eksklusif Personal Medical Assistance

  • Laporan perhitungan klaim via email

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

Apakah artikel ini membantu?
Subscribe Newsletter Kita
Klik subscribe untuk berlanggan newsletter artikel kami
Bagikan MyPro ke
facebook
twitter
instagram
Tentang MyProtection News Jakarta
MyProtection adalah salah satu pioneer portal pembelian asuransi kesehatan maupun asuransi umum secara online yang dapat diakses melalui platform website dan aplikasi sejak 2017.
Rekomendasi Artikel
Otomotif
5 mins read • 08/10/2026
5 Mobil Keluarga Terbaik untuk Perjalanan Aman dan Nyaman!

Mobil sering kali menjadi pilihan banyak orang untuk melakukan perjalanan baik jarak dekat maupun jauh. Oleh sebab itu, memilih mobil yang tepat dan sesuai dengan keinginan menjadi krusial.

Ketika kamu sudah berkeluarga, memilih mobil keluarga terbaik bukan hanya tentang merek, desain, dan seberapa mahal mobil tersebut. Namun, aspek-aspek lain seperti kenyamanan, keamanan, serta penggunaan bahan bakar juga menjadi nilai penting.

5 Mobil Keluarga Terbaik untuk Perjalanan Aman dan Nyaman!

Untuk membantu para pembaca, berikut ini beberapa rekomendasi mobil keluarga terbaik untuk dibawa bepergian dan melakukan perjalanan jauh. Simak selengkapnya!

1. Toyota Innova

toyota innova - mobil keluarga terbaik

Salah satu mobil keluarga terbaik yang memang sudah populer di Indonesia adalah Toyota Innova. Mobil jenis MPV ini menawarkan ruang yang luas serta kenyamanan bagi penumpang, membuatnya sempurna untuk dijadikan mobil keluarga.

Bukan hanya itu, mobil keluarga satu ini juga dikenal karena performanya yang tangguh dan juga efisien yang membuatnya mampu menghadapi berbagai kondisi jalan dengan baik.

Fitur keselamatan yang canggih meliputi SRS Airbag, Vehicle Stability Control, Hill Start Assist dan ISOFIX, yang juga mampu memberikan perlindungan maksimal bagi penumpangnya.

Saat ini Toyota Innova bisa kamu dapatkan mulai dari harga Rp 80 jutaan untuk unit bekas model lama tahun 2007, sedangkan untuk unit baru di pasaran saat ini berada di kisaran harga Rp 400 jutaan.

2. Toyota Avanza

Mobil MPV yang juga tidak kalah populer di kalangan masyarakat Indonesia adalah Toyota Avanza. Mobil dengan kapasitas 7 penumpang, ruang kabin dan bagasi yang luas membuatnya sempurna untuk dijadikan mobil keluarga.

Selain itu, Toyota Avanza juga dilengkapi fitur keselamatan canggih, seperti pengereman anti-lock atau BAS, distribusi rem elektronik atau EBD, hingga airbag.

Harga unit Toyota Avanza baru di pasaran saat ini berada di kisaran harga Rp 235.100.000 hingga Rp 272.500.000. Sedangkan untuk unit bekasnya dibanderol mulai dari harga Rp 122 juta.

3. Toyota Veloz

Rekomendasi mobil keluarga terbaik selanjutnya adalah Toyota Veloz dengan kapasitas 7 penumpang, tampilan modern serta fitur canggih.

Menawarkan desain eksterior yang sporty dan interior yang nyaman, mobil ini juga dilengkapi dengan fitur keselamatan canggih seperti Toyota Safety Sense yang membuatnya sempurna sebagai mobil keluarga.

Harga Toyota Veloz di tahun 2025 berada di kisaran Rp 297 juta hingga Rp 340 jutaan tergantung tipe dan varian yang dipilih.

4. Daihatsu Sigra

Daihatsu Sigra - Mobil Keluarga Terbaik

Rekomendasi mobil keluarga selanjutnya yang bukan hanya fungsional, namun juga lebih terjangkau dari sisi harga, penggunaan bahan bakar yang hemat, biaya perawatan yang murah, yaitu Daihatsu Sigra.

Dilengkapi dengan kabin yang cukup luas, Daihatsu Sigra dapat menjadi pilihan yang tepat bagi keluarga kecil hingga menengah yang membutuhkan mobil keluarga dengan harga ekonomis mulai dari Rp 140 jutaan.

5. Daihatsu Terios

Daihatsu Terios, mobil SUV yang cocok untuk mobilitas sehari-hari maupun bepergian ke luar kota dan di medan menantang, juga dapat menjadi pilihan mobil keluarga selanjutnya.

Menawarkan ruang kabin yang luas, serta kapasitas hingga 7 penumpang, mobil ini juga memiliki performa tangguh yang cocok untuk perkotaan hingga jalanan yang lebih menantang.

Harga mobil ini juga bervariasi tergantung tipe dan fitur yang dipilih. Mulai dari yang paling terjangkau dengan harga Rp 248 juta untuk varian X M/T hingga Rp 314 juta untuk varian R AT Custom.

Nah, itulah 5 rekomendasi mobil keluarga terbaik yang sering kali bukan hanya soal kenyamanan. Namun, juga melibatkan kecocokan dengan kebutuhan hingga harga. Semoga pembahasan di atas bermanfaat!

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

Baca Artikel
Semua Kategori
5 mins read • 14/09/2020
Waspada Happy Hypoxia, Gejala Baru COVID-19

Jakarta, 14 September - MyProtection News

Hi, Sahabat MyProtection!

Akhir-akhir ini mungkin Anda pernah mendengar happy hypoxia. Apa itu hypoxia dan apa hubungannya dengan COVID-19?

Dalam penelitian yang dilakukan Loyola University Health System, penderita COVID-19 yang memiliki gejala happy hypoxia memiliki kadar oksigen dalam tubuh yang sangat rendah, tetapi tidak mengalami dyspnea atau kesulitan bernafas. Dalam beberapa kasus, penderita COVID-19 bisa beraktivitas dengan normal. Padahal kadar oksigen yang sangat rendah bisa mengancam nyawa.

Hipoksemia sendiri bukanlah fenomena baru. Hipoksemia sendiri didefinisikan sebagai penurunan kadar oksigen dalam darah. Ketika kadar oksigen dalam darah sangat rendah, tubuh akan mengalami beberapa gejala fisik seperti sesak napas, pusing hingga pingsan, napas pendek dan cepat, denyut jantung lebih cepat, kulit pada ujung jari dan sekitar bibir membiru.

Namun, pada kasus happy hypoxia ini, penderita hampir tidak menunjukan gejala fisik apapun. Bahkan penderita bisa beaktivitas cukup normal. Hal ini lah yang menjadikan happy hypoxia berbahaya. Ketua Umum Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Agus Dwi Susanto mengatakan bahwa penderita COVID-19 tanpa gejala umumnya tidak segera menerima penangan medis. Sehingga infeksi makin meluas dan kadar oksigen terus menurun. Sampai akhirnya penderita tiba-tiba merasa sesak napas tapi kadar oksigen dalam darah sudah terlalu rendah dan bisa menyebabkan kematian.

Deteksi Dini Happy Hypoxia

Juru Bicara Satgas Covid-19 RS UNS, Surakarta, Jawa Tengah, Tonang Dwi Ardyanto mengatakan terdapat dua langkah untuk mendeteksi dini gejala happy hypoxia.

  • Tarik napas dalam-dalam 2-3 kali.
  • Bila timbul rangsangan batuk, waspadai risiko hipoksia.
  • Menggunakan alat Pulse Oxymeter di ujung jari, untuk mengukur saturasi oksigen.
  • Keduanya dilakukan berkala, minimal pagi-siang-sore-malam.

Seperti yang disebutkan di atas, untuk mengecek kadar oksigen dalam darah secara lebih akurat, Anda harus menggunakan oxymeter atau oksimetri. Perhatikan apakah kadar oksigen dalam darah tetap wajar. Jika dalam pemeriksaan yang Anda lakukan, hasil pada alat oksimeter tersebut menunjukkan angka saturasi 95 ke atas, maka berarti Anda kemungkinan tidak mengalami hypoxemia atau hypoxia. Anda bisa membeli oksimeter sendiri atau melakukan pengecekan di rumah sakit.

Waspada Gejala COVID-19

Selain happy hypoxia, terdapat beberapa gejala umum COVID-19 menurut World Health Organization:

  • Demam
  • Batuk kering
  • Kelelahan
  • Kesulitan bernapas atau napas pendek
  • Nyeri pada bagian dada/tekanan pada dada
  • Kehilangan kemampuan berbicara atau bergerak

Beberapa orang juga mengalami gejala lain seperti;

  • Hidung tersumbat
  • Nyeri
  • Sakit kepala
  • Mata merah/konjungtivitis
  • Sakit tenggorokan
  • Kehilangan kemampuan penciuman atau merasakan makanan
  • Perubahan warna pada jari tangan dan kaki

Bagi individu yang mengalami gejala deman dan/atau batuk disertai kesulitan bernapas, napas pendek, nyeri dada/tekanan pada dada, atau kehilangan kemampuan berbicara atau bergerak harus segera menghubungi bantuan tenaga medis atau mengunjungi rumah sakit. Untuk bantuan dan penanganan COVID-19, silakan menghubungi Hotline COVID-19 di 119.

Kalau Anda tidak yakin kapan harus beribat ke dokter atau ingin berkonsultasi mengenai gejala yang Anda alami, asuransi kesehatan dari MyProtection memiliki fitur online doctor consultation. Sehingga Anda bisa berkonsultasi lewat ponsel dengan dokter pilihan.

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca Artikel
Semua Kategori
5 mins read • 16/04/2020
Cara Meredakan Rasa Cemas Secara Alami

Jakarta, 16 April 2020 - MyProtection News

Merasa cemas merupakan reaksi alami yang pernah dihadapi semua orang. Namun rasa cemas berlebihan bisa mengganggu kegiatan sehari-sehari serta kesehatan mental. Apalagi di tengah situasi serba tak pasti sekarang ini, mungkin Anda mulai merasa cemas.

Mengutip dari Healthline, terdapat beberapa cara alami untuk mengatasi rasa cemas

  1. Kurangi kafein

Kafein bisa menimbulkan rasa cemas bagi sebagian orang. Oleh karena itu, jika Anda sensitive terhadap kafein, maka hindari minuman seperti kopi.

  1. Hindari alcohol

Ketika rasa cemas dan stress memuncak, beberapa orang beralih untuk mengonsumsi alcohol dengan tujuan menenangkan diri. Efek relaks pada tubuh ini sayangnya hanya bertahan sementara. Dalam jangka panjang, mengonsumsi alcohol malah akan membuat Anda merasa lebih cemas dan lebih buruk.

  1. Cerita kepada orang lain

Ketika Anda merasa cemas, Anda bisa bercerita kepada orang yang Anda percaya seperti keluarga, kerabat, atau bercerita dalam jurnal. Jika Anda membutuhkan pertolongan professional, maka tak ada salahnya berkonsultasi dengan psikolog untuk mendapatkan terapi dan solusi yang tepat.

  1. Matikan ponsel dan hindari media social sementara

Melihat berita tak menyenangkan di ponsel, membandingkan diri dengan orang lain di media social, dan menatap ponsel sepanjang hari bisa menambah rasa cemas. Sesekali, matikan ponsel Anda dan isi ketenangan dengan bermeditasi, menulis jurnal, atau refleksi.

  1. Olahraga ringan

Saat Anda merasa cemas, bisa jadi level hormon adrenalin Anda memuncak dalam tubuh. Berjalan di sekitar rumah, melakukan stretching dan olahraga ringan bisa membantu mengurangi level adrenalin berlebih.

  1. Gunakan aromaterapi

Wewangian seperti lavender bisa membantu tubuh Anda menjadi lebih rileks dan membuat tidur lebih nyenyak. Anda bisa menikmati wangi aromaterapi di lilin, minyak esensial, atau bahkan krim pelembap.

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca Artikel