Jakarta, 21 Januari 2020 - MyProtection News. Diperbaharui pada 29 Januari 2020
Beberapa waktu ini, masyarakat dihebohkan dengan penyebaran coronavirus yang mirip pneumonia di China. Pasalnya, virus yang menyerang bagian pernapasan manusia ini telah menjangkit 3.000 orang di China dan terus bertambah setiap harinya. Menurut NY Times, 106 orang di antaranya meninggal dunia akibat virus tersebut.
Lalu, sebenarnya apa itu coronavirus?
WHO menginformasikan bahwa coronavirus merupakan sekelompok virus yang menyebabkan infeksi pernapasan mulai dari flu hingga SARS (Severe Acture Respiratory Syndrome). Saat ini coronavirus yang menyerang China dan negara lainnya disebut sebagai Novel 201 Coronavirus atau 2019-nCov.
Penyebaran virus ini umumnya terjadi melalui binatang kepada manusia. Jika manusia terjangkit virus ini, barulah ia bisa terdeteksi. Namun, penyebaran antar manusia pada manusia lainnya mungkin terjadi.
Profesor Jonathan Ball, pakar virologi dari Universitas Nottingham, berpendapat jika berkaca dari penyebaran wabah di masa lalu, maka coronavirus yang baru ini pasti datang dari binatang. Contohnya, di Timur Tengah sempat terjadi wabah MERS (Middle East Respiratory Syndrome). Sebanyak 858 dari total 2.945 penderitanya meninggal akibat virus MERS. Diketahui penyebaran virus ini berasal dari unta Somalia.
Pemerintah China memastikan Senin bahwa penularan virus misterius ini dapat terjadi antar manusia. Setidaknya 14 petugas medis yang merawat pasien yang terjangkit virus corona, juga tertular. Maka, dikhawatirnya wabah coronavirus yang mirip pneumonia ini bisa meluas karena jutaan orang keluar masuk dari China.
Apa gejala dari coronavirus?
Gejala coronavirus sendiri beragam seperti demam di atas 38 derajat Celcius, tubuh menggigil, kesulitan bernapas atau napas pendek, tubuh terasa sakit, hingga berujung pada kematian. Jika Anda mengalami gejala di atas, segera hubungi tenaga kesehatan profesional untuk mendapatkan instruksi lebih lanjut.
Perlukah kita waspada?
Sampai saat ini, penyebaran wabah coronavirus terus meluas di China bahkan negara di luar China seperti Jepang, Thailand, Australia, hingga Amerika Serikat. Hingga saat ini, pemeriintah China tetap berusaha untuk mencegah penyebaran virus dengan melakukan isolasi. Indonesia sendiri belum mencatat adanya korban dari coronavirus ini. Beberapa turis yang dicurigai mengidap virus dan warga negara Indonesia yang dicurigai mengalami gejala mirip coronavirus telah domonitor secara intensif. Masyarakat juga diimbau untuk menjaga kebersihan tangan dan saluran pernapasan atas.
Bagi Anda yang berencana mengunjungi negara yang terjangkit wabah, maka disarankan agar Anda mengurangi kontak dengan binatang atau dengan korban terjangkit wabah. Jika bisa, Anda bisa mengubah jadwal keberangkatan. Anda dapat memperlengkapi diri dengan asuransi perjalanan atau asuransi kesehatan untuk melindungi diri dari kejadian tak diinginkan di masa depan.
Semoga Anda dan keluarga sehat selalu.
Salam,
Sahabat MyProtection
Jakarta, 26 Mei 2020 - MyProtection News
Hi, Sahabat MyProtection!
Ketika Anda makan, metabolisme tubuh akan berperan untuk mengubah makanan yang masuk ke tubuh menjadi energi. Sehingga Anda memiliki tenaga untuk beraktivitas sehari-hari.
Proses metabolisme dalam tubuh biasanya akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Salah satu dampak dari menurunnya proses metabolisme tubuh adalah penambahan berat badan. Selain usia, ada gejala lain yang menandakan bahwa metabolisme dalam tubuh bermasalah dan harus segera di atas. Berikut ini lima gejala yang mungkin Anda alami.
Salah satu tanda bahwa metabolism dalam tubuh bermasalah adalah berat badan terus bertambah walaupun Anda sudah mengatur pola makan. Apalagi jika makanan yang Anda konsumsi cenderung rendah lemah atau rendah gula. Walaupun memang metabolism akan melambat seiring bertambahnya usia, jika Anda mencurigai penambahan berat badan tak normal, segera berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi.
Proses metabolisme, selain menghasilkan energi, juga menghasilkan panas alami dalam tubuh. Jika Anda merasa lebih mudah atau sering merasa kedinginan daripada biasanya, maka bisa jadi Anda mengalami gangguan metabolisme.
Ada banyak hal yang bisa membuat Anda lelah. Misalnya olahraga secara intens, kurang tidur, atau kegiatan fisik lainnya yang membuat tubuh harus banyak bergerak. Namun, jika Anda merasa lebih mudah lelah, mungkin saja proses metabolisme dalam tubuh tidak mengubah asupan makanan menjadi energi secara sempurna.
Tubuh sering kali mengirimkan sinyal kepada tubuh lewat rasa “ngidam” atau cravings. Contohnya jika Anda sering “ngidam” atau menginginkan makanan manis dan bertepung padahal asupan gizi & istirahat harian telah tercukupi. Kemungkinan asupan gizi dari makanan yang Anda konsumsi tidak terserap secara efektif sehingga Anda terus menerus memiliki hasrat untuk makan, khususnya yang mengandung gula dan tepung.
Penampilan luar tubuh merupakan cerminan dari kesehatan dalam tubuh. Ketika metabolisme tubuh terganggu, proses perbaikan sel kulit dan rambut tidak bekerja secepat biasanya. Sehingga kulit dan rambut terasa kering. Namun gejala ini juga bisa disebabkan asupan gizi yang buruk.
Salam,
Sahabat MyProtection
Bagaimana cara menjaga kesehatan organ pernapasan? Menjaga kesehatan organ pernapasan sangat penting karena bernapas adalah proses vital yang mendukung kehidupan.
Sayangnya, banyak orang mengalami gangguan pernapasan dan kesulitan dalam menjaga kesehatan paru-paru dan saluran pernapasan mereka. Dalam jangka panjang, gangguan pernapasan ini dapat berdampak negatif pada kualitas hidup dan kesehatan secara keseluruhan.
Untuk informasi lebih lanjut dan tips tambahan, simak ulasan artikel ini tentang cara menjaga kesehatan organ pernapasan dengan baik. Simak informasi selengkapnya!

pexels
Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat diterapkan untuk menjaga organ pernapasan dengan baik untuk menghindari diri dari gangguan pernapasan yang
Langkah pertama yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan organ pernapasan adalah dengan rutin berolahraga. Aktivitas fisik yang teratur membantu tubuh tetap aktif dan meningkatkan efisiensi sistem peredaran darah.
Ketika tubuh bergerak, aliran darah yang kaya oksigen akan lebih lancar menuju organ jantung. Jantung kemudian memompa darah ini ke seluruh bagian tubuh, termasuk organ pernapasan seperti paru-paru.
Dengan aliran darah yang optimal, paru-paru mendapatkan suplai oksigen yang cukup, yang sangat penting untuk menjaga fungsinya tetap baik. Selain itu, olahraga juga membantu memperkuat otot-otot pernapasan, meningkatkan kapasitas paru-paru, dan memperbaiki efisiensi pertukaran gas di alveoli.
Semua ini berkontribusi pada kesehatan paru-paru yang lebih baik dan kemampuan pernapasan yang optimal.
Selain manfaat langsung pada organ pernapasan, olahraga juga membantu mengurangi risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung dan diabetes, yang dapat mempengaruhi kesehatan pernapasan secara tidak langsung.
Oleh karena itu, menjadikan olahraga sebagai bagian rutin dari gaya hidup adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan organ pernapasan dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Selain dengan berolahraga, perawatan dalam tubuh juga menjadi krusial dalam menjaga kesehatan organ pernapasan, salah satunya adalah mengonsumsi makanan bergizi.
Makanan bergizi yang mengandung banyak nutrisi, seperti Vitamin A, Vitamin C, Vitamin E, Zinc, Kalium, Selenium, serta Magnesium mampu membantu dalam menjaga kesehatan organ pernapasan.
Minum air mineral memang terkesan sederhana, namun dapat memberikan banyak manfaat bagi tubuh, mulai dari menjaga kesehatan jantung, kesehatan tulang, kecantikan kulit, dan masih banyak lagi.
Bukan hanya itu, air mineral juga memiliki fungsi melarutkan lendir atau mukus yang menumpuk pada saluran pernapasan setiap harinya.
Oleh sebab itu, minum air mineral secara rutin dapat membantu meringankan penyumbatan yang dapat menimbulkan gangguan pernapasan.
Mencuci tangan secara rutin dapat membantu melindungi diri dari kuman maupun mikroorganisme jahat, virus, bakteri, maupun kotoran yang dapat masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan timbulnya penyakit.
Terdapat langkah-langkah mencuci tangan yang baik agar hasilnya dapat optimal berdasarkan standar menurut WHO, sebagai berikut.
Menuangkan cairan handrub atau antiseptik berbasis alkohol ke telapak tangan, kemudian usap serta gosok kedua telapak tangan secara lembut menggunakan arah memutar.
Mengusap serta menggosok kedua punggung tangan bergantian.
Menggosok ke sela-sela jari tangan hingga berada di kondisi bersih.
Membersihkan ujung jari berganti-gantian dengan posisi tangan saling mengunci.
Menggosok serta memutar kedua ibu jari tangan bergantian.
Meletakkan ujung jari ke telapak tangan, kemudian menggosoknya secara perlahan.
Mencuci tangan juga dianjurkan menggunakan sabun dengan air mengalir yang dapat membantu dalam pencegahan penyebaran penyakit serta menjaga kesehatan.
Jika tidak ada sabun dan air mengalir, sahabat MyProtection dapat menggunakan alternatif cairan pembersih tangan dengan kandungan alkohol minimal 70%.
Menjaga kesehatan organ pernapasan juga dapat dilakukan dengan tidak merokok yang bukan hanya dapat mengganggu sistem pernapasan.
Merokok memiliki banyak sekali dampak buruk bagi kesehatan, seperti kanker, gangguan pernapasan, gangguan kardiovaskular, impotensi, gangguan kehamilan dan janin, gangguan mata, dan masih banyak lagi.
Kebiasaan buruk merokok yang dilakukan secara rutin dapat berdampak buruk bagi sistem pernapasan terutama organ paru-paru dan menimbulkan banyak masalah pernapasan seperti bronkitis kronis, emfisema, dan PPOK atau penyakit paru obstruktif kronik.
Polusi udara yang dapat berasal dari asap kendaraan, pabrik, hingga rokok dapat memberikan dampak negatif bagi saluran pernapasan dan paru-paru.
Seperti mengurangi kadar oksigen pada tubuh, mengiritasi jalan napas, serta memicu peradangan.
Hal ini disebabkan karena pada beberapa polutan yang diakibatkan proses pembakaran bahan bakar fosil serta peleburan biji mineral yang mengandung belerang, seperti contohnya C02 atau sulfur dioksida dapat menyebabkan peradangan pada saluran pernapasan.
Terdapat beberapa tips yang dapat kamu lakukan untuk menghindari diri dari paparan polusi, seperti:
Menjauhi asap rokok, walaupun sahabat MyProtection bukanlah perokok, menghindari asap rokok sangatlah penting untuk menghindari diri menjadi perokok pasif.
Menghindari berdiam diri terlalu lama di luar ruangan terutama jika lingkungan tersebut memiliki kualitas udara yang buruk.
Selalu menggunakan APD atau alat pelindung diri yang tepat, terutama bagi sahabat MyProtection yang pekerjaan dan kesehariannya terpapar dengan asap pabrik atau bahan kimia berbahaya lainnya di udara.
Menjadikan rumah sebagai area bebas asap rokok agar memiliki kualitas udara yang lebih baik.
Rutin membuka jendela di rumah agar pertukaran udara dapat terjadi, sehingga udara baru dapat masuk menggantikan udara yang lama.
Membuat banyak ventilasi udara di area tempat tinggal agar udara baru dapat masuk dan udara lama yang ada di dalam ruangan tidak berputar terus menerus.
Langkah selanjutnya untuk memastikan kesehatan organ pernapasan adalah dengan secara rutin memeriksa kesehatan sebelum nantinya timbul masalah pernapasan yang bisa berbahaya.
Memeriksa kesehatan berkala juga dapat memberikan banyak manfaat, seperti kamu mengetahui kondisi kesehatan tubuh, mengetahui apakah ada gejala penyakit yang dapat dihindari sebelum terjadi dan masih banyak lagi.
Memeriksa kesehatan secara rutin sendiri dapat memberikan dampak finansial yang signifikan, oleh sebab itu memiliki asuransi kesehatan yang tepat menjadi krusial.
Seperti asuransi kesehatan Perlindungan Kesehatan Prima yang memberikan manfaat berupa pemeriksaan rontgen, diagnostik, laboratorium, serta X-Ray berdasarkan rujukan dokter.

pexels
Setelah mengetahui bagaimana cara menjaga kesehatan organ pernapasan yang baik, sahabat MyProtection juga pastinya harus mengetahui apa saja ciri organ pernapasan yang baik. Berikut ciri-ciri organ pernapasan yang sehat:
Ciri pertama seseorang memiliki organ pernapasan yang sehat adalah mampu bernapas dalam tanpa menimbulkan rasa sakit atau sesak.
Secara umum, kapasitas paru-paru seseorang mampu menampung 3 hingga 5 liter udara, bergantung pada berbagai faktor seperti, usia, jenis kelamin, serta aktivitas hariannya.
Terdapat langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk memaksimalkan kapasitas paru-paru yang harus kamu ketahui:
a. Latihan pernapasan diafragma
Pernapasan perut atau diafragma dinilai lebih efektif untuk memaksimalkan kapasitas paru-paru. Terdapat beberapa langkah yang dapat kamu ikuti untuk melatih pernapasan diafragma, sebagai berikut.
Duduk santai bersandar.
Meletakkan satu tangan di perut dan tangan satunya di dada.
Menarik napas perlahan menggunakan hidung hingga perut membesar.
Memastikan perut bergerak lebih banyak atau membusung jika dibandingkan dengan dada.
Mengembuskan napas perlahan melalui bibir yang dikerucutkan hingga perut terasa semakin kempis.
Untuk hasil yang optimal, lakukan gerakan di atas berulang kali setidaknya 10 kali dan lakukan secara rutin. Pastikan pula bahwa selama melakukan gerakan ini, bagian punggung juga tetap tegak.
b. Latihan pursed-lips breathing
Selanjutnya pursed-lips breathing atau yang juga dikenal sebagai salah satu latihan pernapasan yang efektif bagi pasien penderita PPOK atau penyakit paru obstruktif kronis.
Dengan menggunakan teknik pernapasan ini, kamu dapat mengontrol laju pernapasan yang dapat membuat sistem pernapasan berjalan lebih baik. Simak caranya.
Menarik napas secara perlahan lewat hidung, pastikan juga bibir dalam posisi tertutup.
Mengembuskan napas secara perlahan melalui bibir yang dikerucutkan seperti saat ingin bersiul.
Memastikan waktu menghembuskan napas lebih lama jika dibandingkan dengan waktu menghirupnya.
c. Latihan rib stretch
Latihan rib stretch sendiri memiliki tujuan untuk membantu meningkatkan kapasitas paru-paru jika dilakukan secara rutin melalui gerakan menahan sebanyak mungkin udara di paru-paru dalam waktu 10 hingga 25 detik.
Terdapat beberapa langkah yang kamu ikuti untuk mengikuti latihan rib stretch ini:
Posisi berdiri tegak dengan badan lurus.
Mengembuskan oksigen dari dalam paru-paru.
Mengambil nafas dengan perlahan, dan pastikan mengisi paru-paru sebanyak mungkin dengan udara.
Menahan napas kurang lebih 10 hingga 15 detik.
Jika masih permulaan dan belum sanggup menahan napas lama, mulailah dari enam hingga tujuh detik terlebih dahulu dan secara bertahap menambahkan durasinya.
Keluarkan nafas secara perlahan hingga habis
d. Latihan numbered breathing
Selanjutnya, numbered breathing merupakan latihan pernapasan yang harus dilakukan secara stabil setidaknya delapan kali putaran tanpa henti.
Bagaimana caranya? Ini langkah numbered breathing:
Berdiri secara tegak dan memejamkan mata, tarik napas sedalam mungkin.
Membayangkan angka 1 saat menarik napas dan menahan napas selama beberapa detik, kemudian hembuskan.
Saat menarik napas selanjutnya bayangkan angka 2, tahapan napas selama beberapa detik lalu hembuskan.
Lakukan langkah tersebut berulang kali hingga mencapai angka delapan.
e. Alternate nostril breathing
Latihan pernapasan selanjutnya adalah alternate nostril breathing yang memiliki tujuan untuk memaksimalkan penggunaan kedua lubang hidung. Simak langkah penerapannya.
Duduk bersila dengan posisi punggung tegak.
Menutup lubang hidung satu bagian menggunakan jari tangan.
Mengambil napas sedalam mungkin dengan lubang hidung yang terbuka secara perlahan.
Setelah mengambil napas, tutup lubang hidung yang terbuka dan membuka lubang hidung yang tertutup untuk membuang napas secara perlahan.
Keluarkan napas hingga semaksimal mungkin.
Lalu ulangi langkah di atas kembali dengan lubang hidung yang berbeda.
Ciri selanjutnya adalah tidak memiliki batuk kronis atau sesak napas berkepanjangan yang dapat menjadi indikasi adanya gangguan pada sistem pernapasan dan paru-paru.
Bukan hanya itu, batuk kronis dan sesak napas juga bisa menjadi banyak masalah media lainnya yang serius, seperti:
Gangguan tidur serta penyebab kelelahan sepanjang hari.
Gangguan psikis juga dapat menimbulkan kecemasan dan depresi.
Komplikasi medis, seperti sakit kepala kronis, inkontinensia urine, hernia, patah tulang rusuk, hingga pingsan.
Batuk berdarah, yang bisa timbul jika tidak diobati. Batuk berdarah juga dapat menandakan luka atau infeksi pada paru-paru.
Pneumonia yang terjadi ketika infeksi menyebar ke organ paru-paru dan menyebabkan kantung udaranya terisi cairan.
Selanjutnya, bau napas juga dapat menjadi indikator adanya masalah pada kesehatan paru-paru atau sistem pernapasan.
Seperti bronkiektasis yang merupakan sebuah kondisi di mana saluran bronkial pada paru-paru rusak permanen, melebar, serta menebal. Kondisi ini memungkinkan bakteri dan lendir menumpuk dan berkumpul di paru-paru yang menimbulkan bau mulut.
Ada pula komplikasi paru-paru yang dapat menimbulkan pembengkakan serta infeksi paru-paru, yaitu Pneumonia aspirasi yang juga dapat mengganggu kebersihan mulut dan pemicu munculnya bau mulut.
Ritme pernapasan teratur dan tidak terengah-engah saat bernapas juga menjadi ciri sistem pernapasan yang baik.
Pada orang dewasa yang sedang beristirahat, frekuensi pernapasan normal berkisar antara 12 hingga 20 napas per menit. Frekuensi pernapasan ini menunjukkan bahwa tubuh berada dalam kondisi stabil dan tidak mengalami stres atau gangguan pernapasan.
Namun, jika frekuensi pernapasan melebihi 20 napas per menit, kondisi ini disebut takipnea. Takipnea adalah istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan pernapasan yang cepat dan dangkal, yang sering kali dianggap tidak normal.
Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk aktivitas fisik yang intens, kecemasan, infeksi, atau masalah kesehatan lainnya.
Penting untuk memantau frekuensi pernapasan sebagai indikator kesehatan umum, karena perubahan dalam pola pernapasan dapat memberikan petunjuk awal tentang adanya masalah kesehatan yang perlu ditangani.
Energi yang stabil dan tinggi merupakan indikasi bahwa suplai oksigen dari paru-paru ke darah berjalan dengan baik.
Proses ini melibatkan paru-paru yang berfungsi optimal dalam mengambil oksigen dari udara yang kita hirup dan kemudian mengalirkannya ke dalam darah.
Oksigen ini kemudian dibawa oleh sel darah merah ke seluruh tubuh, memastikan setiap sel mendapatkan cukup oksigen untuk melakukan fungsinya dengan efisien.
Dengan suplai oksigen yang baik, tubuh dapat menghasilkan energi yang cukup untuk mendukung berbagai aktivitas fisik dan mental, menjaga kesehatan dan vitalitas secara keseluruhan.
Semoga ulasan di atas seputar bagaimana cara menjaga kesehatan organ pernapasan di atas beserta langkah-langkah yang tepat untuk melakukannya dapat bermanfaat untuk sahaat MyProtection.
Menjaga kesehatan sendiri memang bukan sesuatu yang mudah dan kadang-kadang memerlukan biaya besar, oleh sebab itu, asuransi kesehatan yang tepat sering kali menjadi krusial untuk memiliki rencana finansial yang baik.
Asuransi kesehatan Perlindungan Kesehatan Prima dapat memberikan solusi untuk banyak permasalahan yang mungkin kamu hadapi untuk mendapatkan perlindungan kesehatan yang tepat. Apa saja keunggulan asuransi kesehatan Perlindungan Kesehatan Prima?
Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin atau obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan
Santunan tunai harian rawat inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan
Pilihan manfaat Rawat Inap dan Rawat Jalan sesuai kebutuhan
Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia
24 jam Contact Center dan Case Monitoring
Layanan eksklusif Personal Medical Assistance
Laporan perhitungan klaim via email
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
Kecelakaan kerja merupakan suatu hal yang dapat dialami oleh setiap orang di mana pun mereka berada selama berada di ruang lingkup kerja. Dari pekerjaan yang memiliki risiko tinggi, hingga pekerja kantoran.
Semua pekerjaan sendiri memiliki risikonya masing-masing yang harus diperhatikan. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dari kecelakaan kerja sendiri dan apa saja faktor yang menyebabkannya? Simak selengkapnya di sini!

pexels
Kecelakaan kerja sendiri dapat diartikan sebagai segala kejadian atau insiden yang terjadi di tempat kerja maupun ruang yang berhubungan dengan pekerjaan.
Di mana, segala kejadian atau insiden yang terjadi sendiri dapat mengakibatkan PAK atau penyakit akibat kerja, cedera, atau bahkan sampai meninggal dunia.
Selain itu, menurut Peraturan Menteri Ketenagakerjaan atau Permenaker No. 5 Tahun 2021, menyatakan bahwa kecelakaan kerja merupakan segala kecelakaan yang terjadi di dalam hubungan kerja.
Hal ini termasuk kecelakaan yang terjadi di dalam perjalanan dari rumah ke tempat kerja maupun sebaliknya hingga penyakit yang ditimbulkan akibat lingkungan kerja.
Terdapat pula UU No. 1 Tahun 1970 yang menyatakan bahwa kecelakaan kerja merupakan sebuah kejadian yang tidak terduga dan tidak dikehendaki. Kejadian tersebut dapat mengacaukan proses serta menimbulkan kerugian baik harta benda maupun korban manusia.
OHSAS atau Occupational Health and Safety Assessment Series, yang merupakan standar internasional pada penerapan sistem manajemen K3 atau keselamatan dan kesehatan kerja, juga mendefinisikan kecelakaan kerja sebagai sebuah kejadian yang berhubungan dengan pekerjaan yang dapat menyebabkan kesakitan, cedera, atau hingga kematian.

pexels
Kecelakaan kerja yang sering terjadi juga dapat dibagi menjadi beberapa jenis, sebagai berikut.
Pertama, kecelakaan yang disebabkan tertimpa objek. Pada umumnya, kecelakaan jenis ini terjadi di pabrik maupun di proyek lapangan yang dikelilingi banyak material.
Kecelakaan ini terjadi karena disebabkan sebuah objek yang sering kali tanpa sengaja jatuh karena adanya human eror maupun masalah pada objek hal tersebut.
Selanjutnya, terjatuh dan terpeleset yang dapat terjadi di area kerja dengan area licin dan tidak rata.
Walaupun di anggap sepele dan ringan, insiden ini dapat berdampak serius jika jatuh dari ketinggian yang tinggi ataupun risiko-risiko lainnya yang dapat menyebabkan dampak yang lebih parah.
Terkena benda tajam sendiri bukanlah sesuatu hal yang tak mungkin. Insiden ini dapat terjadi khususnya di sektor pekerjaan yang banyak menggunakan mesin dan benda tajam.
Oleh sebab itu, jika kamu bekerja di sektor pekerjaan ini akan sangat penting untuk berhati-hati saat bekerja dan terus memperhatikan sekita r.
Selain itu, memiliki perlindungan yang tepat juga bisa menjadi salah satu solusi efisien.
Keadaan lalu lintas tidak selalu aman. Di mana, sering kali terjadi hal-hal atau insiden yang tidak diinginkan. Salah satunya adalah kemungkinan kecelakaan lalu lintas yang dapat terjadi kapan saja.
Jenis kecelakaan kerja ini terjadi ketika kamu sedang berada di perjalanan baik berangkat maupun pulang dari tempat kerja.

Menurut ILO atau International Labour Organization yang dapat disebut juga sebagai Organisasi Perburuhan Internasional, insiden dalam pekerjaan dapat dibedakan menjadi beberapa klasifikasi sebagai berikut.
Yang pertama, klasifikasi berdasarkan jenis pekerjaannya terdiri dari, sebagai berikut
Terjatuh
Tertimpa benda jatuh
Tertumbuk maupun terkena benda atau peralatan kerja
Terjepit benda maupun peralatan kerja
Aktivitas atau gerakan yang melebihi kemampuan dan terlalu menekan fisik yang dapat menimbulkan cedera
Terpapar suhu ekstrem
Tersengat arus Listrik
Mengalami kontak dengan bahan berbahaya
Terkena efek radiasi
Yang kedua, klasifikasi berdasarkan penyebabnya terdiri dari, sebagai berikut
Kecelakaan disebabkan mesin atau alat kerja
Kecelakaan disebabkan kendaraan maupun alat pengangkut
Kecelakaan disebabkan kondisi lingkungan kerja yang kurang ideal
Kecelakaan disebabkan bahan serta zat berbahaya
Kecelakaan disebabkan instalasi listrik
Yang ketiga, klasifikasi berdasarkan kelainan maupun sifat luka terdiri dari, sebagai berikut
Patah tulang
Dislokasi atau keseleo
Regang otot
Memar
Amputasi
Luka luar atau luka di permukaan
Luka bakar
Keracunan
Mati lemas
Bekas sengatan arus Listrik
Bekas paparan radiasi
Yang terakhir, klasifikasi berdasarkan letak kelainan maupun luka di tubuh terdiri dari, sebagai berikut
Bagian kepala
Bagian leher
Bagian badan atau tubuh
Anggota tubuh bagian atas
Anggota tubuh bagian bawah
Kelainan atau luka di banyak area sekaligus
Kecelakaan kerja sendiri dapat terjadi kapan saja, namun terdapat beberapa hal yang dapat memicu kecelakaan tersebut terjadi. Simak di sini!
Penyebab pertama yang sering menyebabkan kecelakaan adalah mengabaikan proses keselamatan. Terutama pada pekerjaan dengan risiko yang tinggi, prosedur keselamatan yang ada harus dan wajib ditaati selama proses bekerja.
Seperti halnya, ketika kamu bekerja di ketinggian, penggunaan APD atau Alat Pelindung Diri menjadi krusial. Di mana jika kamu tidak menaati aturan yang ada, kamu dapat membahayakan diri maupun rekan kerja-Mu!
Hal kedua yang sering kali menyebabkan kecelakaan adalah kurangnya pelatihan dan edukasi sebelum melakukan pekerjaan yang akan dilakukan.
Contohnya, ketika seorang pekerja diberikan tugas untuk menggunakan mesin maupun benda tajam di tempat kerja namun pelatihan dan edukasi yang diberikan kurang.
Hal tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan kerja karena masih belum memahami cara kerja alat tersebut. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengikuti pelatihan yang dianjurkan terlebih dahulu.
Kecelakaan juga dapat terjadi jika kondisi fisik kurang optimal dan tetap memaksakan melakukan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi dan memiliki risiko yang tinggi.
Seperti contohnya, jika kamu sedang tidak enak badan akibat kurang tidur dan kelelahan yang dapat menyebabkan konsentrasi juga melemah. Hal-hal kecil seperti itulah yang dapat menyebabkan risiko kecelakaan dalam bekerja meningkat.
Dalam semua pekerjaan, khususnya pekerjaan dengan risiko tinggi pada umumnya memiliki standar keselamatan untuk peralatannya yang harus dipatuhi.
Seperti contohnya, peralatan dalam kondisi prima, perawatan pada jangka waktu tertentu, dan masih banyak lagi.
Jika aturan tersebut tidak dijalankan sesuai dengan standar yang ada, maka semakin besar pula risiko terjadi kecelakaan dalam bekerja.
Berdasarkan faktornya sendiri, penyebab kecelakaan juga dapat dibagi menjadi 3, baik secara internal maupun eksternal. Berikut ini 3 faktor penyebab kecelakaan kerja yang dapat terjadi.
Faktor manusia sendiri merupakan segala sikap, perilaku, hingga keterampilan seorang pekerja dalam melakukan pekerjaannya.
Sikap seorang pekerja yang kurang peduli, bermalas-malasan, atau bahkan terlalu percaya diri dapat mempengaruhi kinerjanya selama bekerja dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Selain itu perilaku seseorang, seperti tidak berkonsentrasi, mengabaikan keamanan, maupun mengonsumsi obat-obatan terlarang juga dapat menyebabkan kecelakaan selama bekerja.
Dan yang terakhir, ketika keterampilan yang dimiliki tidak mencukupi untuk mengoperasikan sebuah pekerjaan sering kali dapat membahayakan diri sendiri dan juga orang lain di sekitarnya.
Faktor selanjutnya adalah kondisi peralatan yang memiliki kaitannya dengan peralatan yang digunakan selama bekerja, baik kualitas, kelayakan, hingga pemeliharaannya.
Penggunaan alat yang tidak lagi prima atau dalam keadaan rusak, tidak berfungsi dengan baik, tidak memenuhi standar, maupun tidak dirawat dengan baik dapat menyebabkan kecelakaan.
Oleh sebab itu, sangat penting untuk selalu memastikan kondisi mesin atau alat yang digunakan saat bekerja dalam kondisi yang layak sehingga risiko kecelakaan menurun.
Hal-hal seperti kabel yang mengelupas, komponen lepas, tangga yang patah, hingga APD yang tidak sesuai dapat mempengaruhi itu semua.
Ada juga faktor lingkungan yang dapat menjadi penyebab kecelakaan selama bekerja. Faktor ini meliputi segala kondisi fisik, kimia, biologis, hingga psikologis yang ada di lingkungan tempat kerja.
Dengan kondisi lingkungan kerja yang kurang memadai atau tidak mendukung untuk melakukan pekerjaan, sering kali kecelakaan dapat terjadi.
Seperti contohnya, suhu yang terlalu panas maupun dingin, kebisingan yang terlalu berlebihan, kurangnya cahaya, polusi udara sekitar, hingga tingkat kelembaban tinggi.
Bukan hanya itu, faktor lingkungan yang kurang memadai juga dapat mempengaruhi kondisi dan kesehatan mental seseorang , seperti terjadinya konflik, tekanan, hingga stres dari pekerjaan tersebut.
Adanya hal-hal tersebut pada akhirnya bukan hanya dapat mengurangi motivasi dan kinerja dari seseorang, namun juga dapat menjadi penyebab terjadinya kecelakaan di tempat kerja.
Banyaknya faktor yang dapat menyebabkan kecelakaan di tempat kerja mulai dari penggunaan alat dan material, faktor alam, atau bahkan kelalaian dan kurangnya kompetensi dari pekerja.
Oleh sebab itu, faktor penyebab kecelakaan di tempat kerja juga dapat dibagi berdasarkan teori di bidang ilmu K3, sebagai berikut.
Teori domino yang dikemukakan oleh Heinrich mengatakan bahwa sebuah kecelakaan kerja dapat terjadi karena adanya 5 faktor utama yang berhubungan antara satu sama lain.
Mulai dari kondisi kerja, kelalaian manusia, tindakan kerja yang membahayakan, kecelakaan atau insiden, serta cedera.
Berdasarkan teori domino, jika ada salah satu faktor tersebut terjadi di tempat kerja, maka faktor lainnya juga akan terdampak dan munculnya efek domino antara faktor-faktor tersebut.
Hal yang dimaksud dari ini adalah, ketika kondisi kerja yang ada tidak memadai, maka akan muncul pula kelalaian pekerjanya, dan pada akhirnya tempat kerja menjadi tidak akan yang dapat mengakibatkan cedera atau bahkan kecelakaan.
Berikut penjelasan lebih lanjut terkait kelima elemen tersebut yang saling berhubungan dan membentuk rantai kecelakaan, sebagai berikut.
Kondisi kerja atau social environment and ancestry, yang mengacu pada kondisi fisik serta psikologis lingkungan kerja yang dapat membahayakan kesehatan maupun keselamatan pekerja.
Kelalaian manusia atau fault of the person or carelessness, yang merupakan kesalahan pekerja dalam menjalan pekerjaannya. Kelalaian ini sendiri pada umumnya bersifat internal, seperti kurangnya pengetahuan atau pengalaman, tekanan kerja yang berat, dll.
Tindakan tidak aman atau unsafe act or unsafe condition, yang mengacu terhadap perilaku pekerja yang tidak sesuai prosedur yang seharusnya. Seperti penggunaan alat yang kurang tepat, mengabaikan peraturan keselamatan kerja, dsb.
Kecelakaan atau accident, yang mengacu pada peristiwa atau kejadian tidak terduga maupun diinginkan. Peristiwa ini sendiri dapat terjadi akibat berbagai hal, mulai dari lingkungan kerja, kelalaian pekerja, atau bahkan tidak mengikuti protokol keamanan.
Cedera atau injury, yang mengacu pada kerusakan atau cedera fisik pada tubuh seseorang akibat terjadinya kecelakaan di lingkungan kerja.
Teori Multiple Factor mengungkapkan bahwa penyebab kecelakaan di tempat kerja dapat didefinisikan menjadi 4M yang terdiri atas
Pertama, Man atau manusia
Kedua, Machine atau mesin dan peralatan
Ketiga, Media atau lingkungan kerja
Keempat, Management atau manajemen kerja.
Faktor pertama, yaitu manusia meliputi usia, gender, keterbatasan kemampuan, kekuatan, motivasi, kondisi emosi, dan sebagainya.
Faktor kedua yang seperti Namanya berkaitan dengan mesin dan peralatan yang digunakan selama proses kerja. Faktor ketiga, lingkungan kerja termasuk suhu hingga kebisingan di lingkungan kerja yang dapat mengganggu proses kerja.
Sedangkan, faktor terakhir yaitu manajemen meliputi komunikasi, kebijakan, dan sebagainya yang berkaitan dengan proses kerja.
Kecelakaan di lingkungan kerja sendiri dapat menimbulkan berbagai dampak, bukan hanya dapat dilihat melalui luka fisik, namun juga secara psikis, atau bahkan hingga kematian.
Dibagi berdasarkan tingkat keparahannya, berikut ini dampak kecelakaan di tempat kerja, sebagai berikut.
Cedera fatal atau fatality yang dapat menyebabkan pekerja yang bersangkutan kehilangan nyawa
Cedera yang dapat menghilangkan waktu kerja produktif atau loss time injury
Cedera yang dapat menyebabkan karyawan tidak bisa masuk kerja atau loss time day
Cedera yang dapat membatasi kemampuan kerja atau restricted duty
Cedera yang membutuhkan perawatan medis atau medical treatment injury
Cedera ringan, yang pada umumnya lecet, mata kemasukan debu, dan sebagainya atau first aid injury
Tidak menimbulkan cedera atau non injury accident
Dalam menghindari risiko insiden-insiden yang tidak diinginkan, berikut ini beberapa tips yang dapat kamu lakukan untuk menghindari kecelakaan saat kerja.
Menggunakan APD atau Alat Pelindung Diri yang lengkap atau sesuai dengan standar dan regulasi yang telah ditetapkan. Dengan mengikuti aturan yang ada, maka kecelakaan yang tidak diinginkan juga dapat dihindari.
Mengikuti pelatihan maupun kelas yang dibutuhkan selama bekerja. Dengan begitu, kamu akan memiliki informasi yang cukup untuk bekerja dengan baik dan aman.
Menaati aturan yang ada, seperti menggunakan APD serta mengecek keadaan peralatan yang digunakan agar kondisinya tetap prima dan memenuhi standar yang ada.
Secara rutin melakukan pengecekan atau monitoring untuk memastikan segala hal yang berkaitan dengan regulasi serta standarisasi tetap dijalankan sesuai prosedur di tempat kerja.
Nah, itulah sekilas penjelasan terkait kecelakaan kerja dan hal yang dapat kamu lakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi saat bekerja.
Tentu saja tidak ada orang yang ingin terkena musibah tersebut, namun untuk memastikan kamu sudah terlindungi dan memiliki perlindungan yang terpercaya, Perlindungan Kesehatan Prima hadir untuk menjawab segala kekhawatiran-Mu!
Semoga penjelasan di atas dapat bermanfaat dan membuatmu lebih waspada akan hal-hal yang mungkin saja terjadi di tempat kerja. Semoga bermanfaat dan semangat bekerja!
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan