Beranda
/
Artikel
/
Semua Kategori
/
Program Referral: Pengertian, Jenis, dan Contoh Programnya!

Program Referral: Pengertian, Jenis, dan Contoh Programnya!

4 March 2025 | MyProtection News Jakarta

Program referral di bulan Ramadhan dari MyGo+, Ramadhan Berkah! Ajak Teman, Rezeki Melimpah! Program referral yang menjadi bagian dari strategi pemasaran digital yang membantu dalam peningkatan transaksi maupun pengguna sebuah produk.

Prosedur maupun metode pelaksanaan program referral juga cukup sederhana, di mana melibatkan cara pemasaran yang dilakukan secara organik yang melibatkan WoM atau Word of Mouth, dimana dilakukan melalui ajakan maupun dorongan dari satu orang ke orang yang lain.

Untuk lebih memahami apa yang dimaksud dengan program referral pada dunia bisnis, berikut ulasan lengkapnya yang dapat kamu baca! Semoga bermanfaat!

Program Referral: Pengertian, Jenis, dan Contoh Programnya!

definisi program referral

https://www.gettyimages.com/detail/photo/referral-program-royalty-free-image/1432158212?utm_medium=organic&utm_source=google&utm_campaign=iptcurl

Program referral merupakan sebuah metode pemasaran yang dilakukan melalui penyebaran kode yang pada umumnya berisikan kombinasi antara angka dan huruf dari pengguna sebuah produk ke orang lain.

Program ini memiliki tujuan utama yang pada umumnya diterapkan guna mendapatkan pelanggan maupun konsumen baru.

Pada umumnya, setiap orang memiliki kode yang berbeda, dan kode yang didapatkan tersebut nantinya akan dibagikan maupun dikirimkan ke orang-orang terdekat di sekitarnya, mulai dari anggota keluarga, teman, maupun kerabat.

Jika kamu memiliki jaringan sosial yang luas, kamu juga dapat membagikan kode referral yang dimiliki melalui sosial media hingga forum online.

Penggunaan kode referral juga pada umumnya dapat mendatangkan banyak keuntungan baik bagi pihak pemberi atau referrer maupun penerima atau referee, mulai dari hadiah, diskon, komisi, serta cashback.

Cara Kerja Program Referral

cara kerja program referral

https://www.gettyimages.com/search/2/image?family=creative&phrase=referral%20program

Referral Marketing merupakan strategi pemasaran yang sederhana dan mudah dipahami oleh pelanggan maupun calon pelanggan. Inti dari strategi ini adalah penggunaan kode referral yang dibuat secara unik dan dapat dibagikan oleh pengguna aplikasi maupun layanan ke teman maupun kerabat mereka.

Dalam beberapa aplikasi maupun website tertentu, pengguna juga dapat memiliki opsi untuk melakukan kustomisasi pada kode referral mereka yang memberikan kesan lebih personal dan mudah diingat, sehingga dapat menjadi lebih efektif dan mampu menarik perhatian orang lain.

Ketika seseorang menggunakan kode referral yang kamu punya untuk melakukan pembelian maupun pendaftaran layanan, maka baik pengguna kode dan pemilik kode sama-sama akan mendapatkan insentif.

Insentif tersebut dapat berupa potongan harga, poin reward, maupun hadiah lainnya, bergantung pada ketentuan yang berlaku sesuai dengan ketentuan yang berlaku di aplikasi maupun layanan yang ada.

Dengan begitu, referral marketing bukan hanya menguntungkan bagi pemilik kode, namun juga dapat memberikan manfaat bagi pengguna baru yang menggunakan kode tersebut.

Strategi pemasaran ini juga efektif karena memanfaatkan jaringan sosial pengguna untuk memperluas jangkauan pemasaran. Bukan hanya itu, rekomendasi dari teman maupun keluarga juga cenderung lebih dipercaya jika dibandingkan dengan bentuk iklan tradisional.

Oleh sebab itu, referral marketing juga mampu meningkatkan kemungkinan konversi. Dengan menerapkan strategi referral marketing, perusahaan akan mampu meningkatkan basis pelanggan dengan lebih organik dan berkelanjutan.

Jenis Program Referral

Pada penerapannya program referral di dunia pemasaran dapat dibedakan ke beberapa jenis, berikut penjelasannya.

1. Direct Referral

Jenis pertama, yaitu direct referral di mana seseorang secara langsung merekomendasikan sebuah produk ke orang terdekatnya. Program ini dapat dilakukan secara tatap muka maupun melalui chat pribadi ke orang-orang yang kamu kenal.

Pada umumnya, jenis referral yang satu ini dapat menghasilkan tingkat konversi dengan angka yang tinggi karena dilakukan secara langsung atas rekomendasi orang terdekat yang sudah dipercaya.

2. Incentive-Based Referral

Jenis selanjutnya, yaitu incentive-based referral yang menggunakan sistem imbalan dapat berupa insentif maupun bonus ke pelanggan yang berhasil mengajak orang lain untuk menjadi pengguna produk atau jasa yang ditawarkan.

Bentuk insentif yang diberikan juga dapat beragam, mulai dari potongan harga untuk pembelian berikutnya maupun hadiah khusus.

3. Social Media Referral

Untuk penyebaran dan pembagian kode referral dengan audiens yang lebih luas, kamu juga dapat memanfaatkan media sosial, yang disebut sebagai social media referral.

Terdapat banyak media sosial yang dapat dimanfaatkan, seperti Instagram, Facebook, maupun X. Kode referral yang ada dapat disebarkan melalui konten yang dibuat dan jika beruntung maka dapat menerima insentif yang lebih besar sebagai referrer.

4. Review-Based Referral

Salah satu jenis referral yang paling sering ditemukan adalah review-based referral yang cara pembagiannya juga cukup mudah, yaitu dengan menulis ulasan positif terkait sebuah produk yang bersangkutan.

Kemudian, di bagian akhir pada umumnya dapat dimasukkan kode referral yang dapat digunakan orang lain ketika mendaftar maupun membeli sebuah produk yang dapat memberikan keuntungan bagi kedua pihak.

5. Business Referral Email

Program referral selanjutnya, yaitu business referral email yang dilakukan oleh pihak perusahaan. Biasanya, jenis promosi ini dilakukan dengan mengirimkan email kepada pelanggan berdasarkan data yang dimiliki.

Menggunakan kode yang diberikan, pengguna dapat menerima insentif berupa potongan harga maupun hadiah.

Jenis referral ini juga dapat mendorong pelanggan untuk merekomendasikan produk maupun jasa ke orang lain di sekitarnya, mulai dari keluarga, teman, maupun kerabat kerja.

Manfaat Referral Program

Penggunaan referral sebagai strategi pemasaran yang dilakukan guna mendatangkan keuntungan baik pagi pelaku usaha maupun pelanggan. Bagi pihak pelanggan, program ini dapat memberikan keuntungan seperti diskon ataupun hadiah tertentu.

Namun, ada juga beberapa manfaat yang dirasakan oleh pelaku usaha, seperti:

1. Menaikkan Angka Penjualan

Berdasarkan survei Nielsen, menunjukkan bahwa kemampuan pemasaran melalui word of mouth sangatlah kuat, di mana hasilnya menunjukkan 92% orang percaya pada rekomendasi yang diberikan teman dan keluarga dibandingkan dengan berbagai bentuk iklan lainnya ketika ingin membeli sebuah barang.

Seseorang juga akan melakukan pembelian 200% lebih banyak dibandingkan dengan pembeli pada umumnya. Oleh sebab itu, program referral menjadi sangat efektif karena disampaikan melalui rekomendasi dari orang-orang terdekat di sekitar.

2. Membangun Brand Awareness

Referral juga dapat membantu dalam membangun brand awareness dari produk atau jasa yang kamu tawarkan. Semakin banyak anggota yang aktif mengikuti program referral, semakin banyak pula orang yang akan membicarakan produk dan jasa tersebut.

Dengan kata lain, program referral dapat menciptakan efek viral yang positif. Ketika seseorang merasa puas dengan produk atau jasa yang kamu tawarkan, mereka akan lebih cenderung merekomendasikannya kepada teman-teman dan keluarga mereka.

Rekomendasi dari mulut ke mulut ini sangat efektif dalam meningkatkan kesadaran merek karena orang cenderung lebih percaya pada rekomendasi pribadi dibandingkan iklan tradisional.

Selain itu, program referral juga dapat memperluas jangkauan pemasaranmu tanpa perlu mengeluarkan biaya besar. Dengan memanfaatkan jaringan sosial pelanggan, kamu bisa menjangkau lebih banyak calon pelanggan potensial. Hal ini tidak hanya meningkatkan brand awareness, tetapi juga dapat meningkatkan penjualan dan loyalitas pelanggan.

Dengan demikian, program referral tidak hanya membantu dalam membangun brand awareness, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi pertumbuhan bisnismu. Pastikan untuk terus menjaga kualitas produk dan layananmu agar pelanggan merasa puas dan termotivasi untuk merekomendasikannya kepada orang lain.

3. Meningkatkan Loyalitas

Referral juga dapat meningkatkan loyalitas dari pelanggannya, di mana dengan memberikan penghargaan kepada pelanggan setia yang menarik calon pelanggan baru melalui program yang dibuat.

Dengan begitu, hubungan antara pelanggan dengan perusahaan juga dapat menjadi lebih dekat yang meningkatkan loyalitas pelanggan tersebut.

Berdasarkan statistik yang ada seputar referral marketing, menunjukkan bahwa pelanggan baru yang didapatkan melalui referral juga memiliki nilai loyalitas 16% lebih tinggi dibandingkan pelanggan yang didapatkan dari pemasaran lain.

4. Mengurangi Biaya Pencarian Pelanggan

Referral juga dapat membantu dalam mengurangi biaya pencarian pelanggan. Di mana, biaya yang dikeluarkan untuk referral marketing umumnya lebih rendah untuk tiap prospeknya dibandingkan melalui platform lain.

Hal ini dikarenakan pelanggan dapat menerima insentif secara langsung yang dapat mendorong mereka untuk mengajak teman dan kerabatnya sebanyak mungkin.

5. Gratis

Pada dasarnya, program referral tidak memerlukan biaya besar. Jika kamu memilih untuk tidak memberikan insentif, hal tersebut tetap memungkinkan. Namun, efek domino yang dihasilkan mungkin tidak sebesar yang diharapkan.

Gratis di sini berarti kamu tidak perlu membayar pelanggan atau membuat perjanjian agar mereka merekomendasikan produkmu kepada teman-teman mereka. Kamu hanya perlu menjaga nilai dan kualitas produk serta layananmu, sehingga pengalaman pelanggan saat membeli atau menggunakan produkmu membuat mereka merasa puas.

Lebih baik lagi jika kamu terus meningkatkan kualitas produk dan layananmu. Dengan demikian, bisnismu akan semakin maju dan berkembang. Mempertahankan dan meningkatkan kualitas akan membuat pelanggan lebih cenderung merekomendasikan produkmu secara sukarela, meskipun tanpa insentif tambahan.

Cara Membuat Program Referral

Pada dunia pemasaran, referral menjadi salah satu program yang dapat membantu mengoptimalkan performa bisnis dan menghasilkan konversi. Simak cara membuatnya dengan baik.

1. Memahami Target Audiens

Dalam menyusun program yang baik, pertama-tama terlebih dahulu menentukan target audiens.

Begitu pula dengan program referral, di mana menentukan audiens membuat pemasaran yang dilakukan dapat lebih efektif dan berfokus pada orang-orang yang membutuhkan produk ataupun layanan yang berkaitan.

2. Menentukan Jenis Referral

Selanjutnya, menentukan jenis referral yang juga krusial. Setelah memilih audiens yang tepat, jenis referral dapat dipilih menyesuaikan kelompok usia, kebutuhan pelanggan maupun bisnis sehingga produk yang ditawarkan dapat lebih efektif.

3. Memberikan Insentif Menarik

Pemberian insentif yang menarik juga dapat menentukan apakah program yang dijalankan dapat berlangsung dengan baik atau tidak. Beberapa insentif yang dapat diberikan pada umumnya dapat berupa potongan harga, uang tunai, hadiah khusus, hingga cashback yang dapat menguntungkan penggunanya.

4. Mencantumkan Ketentuan yang Jelas

Ketentuan yang jelas juga menentukan seberapa lancarnya program berjalan. Ketentuan yang dibuat sedetail mungkin, dapat memungkinkan para pelanggan untuk memahami tanpa kebingungan dengan cara kerja dan insentif yang bisa didapatkan.

Ramadhan Berkah! Ajak Teman, Rezeki Melimpah!

program refferal mygo

Program Ramadhan Berkah! Ajak Teman, Rezeki Melimpah! Merupakan program referral spesial bagi para pengguna MyGo+ untuk berbagi kebahagiaan dengan teman dan kerabat di bulan Ramadhan yang identik sebagai bulan yang penuh berkah dan kesempatan berbagi kebaikan.

Program referral ini memberikan kesempatan bagi para pengguna MyGo+ untuk mendapatkan hadiah mencapai 300.000 MyGo+ poin dengan cara mengajak teman dan kerabat untuk bergabung dan menggunakan aplikasi MyGo+.

Cara Mengikuti Program Referral Ramadhan Berkah! Ajak Teman, Rezeki Melimpah!

Bagi sahabat MyProtection yang ingin mengikuti promo ini, simak langkah-langkahnya berikut ini!

1. Bagikan Kode Referral-mu!

Bagi kamu yang sudah memiliki aplikasi MyGo+, buka aplikasi MyGo+ di handphone-mu, pergi ke halaman profil, klik menu referral, kemudian bagikan kode referral yang kamu miliki.

Bagi kamu yang belum men-download aplikasi MyGo+, kamu bisa mengunduhnya melalui App Store maupun Google Play dengan mudah!

2. Ajak Teman-Mu Sebanyak-banyaknya!

Mengajak teman dan kerabat yang kamu miliki sebanyak mungkin untuk mendapatkan kesempatan memenangkan hadiah hingga 300.000 MyGo+ poin.

Berikut skema hadiah pada program referral Ramadhan Berkah!

  • Mengundang sebanyak 3 teman atau kerabat untuk mendapatkan 20.000 MyGo+ Poin

  • Mengundang sebanyak 5 teman atau kerabat untuk mendapatkan 35.000 MyGo+ Poin

  • Mengundang sebanyak 10 teman atau kerabat untuk mendapatkan 100.000 MyGo+ Poin

Bukan hanya itu, satu orang yang beruntung dan berhasil mengundang teman atau kerabat paling banyak akan mendapatkan 300.000 MyGo+ poin yang dapat ditukarkan ke berbagai voucher menarik dan langsung dipakai dengan mudah!

3. Daftar dan Verifikasi Akun-mu!

Bagi teman maupun kerabat yang diundang harus melakukan tahapan registrasi dan verifikasi serta memasukkan kode referral yang kamu berikan agar dapat dihitung dalam program referral ini.

Bagi para pengguna baru yang diundang dan ingin mengikuti program referral Ramadhan Berkah dan berkesempatan mendapatkan hadiah hingga 300.000 MyGo+ poin juga dapat melakukan hal yang sama, yaitu dengan membagikan kode referral yang bisa didapatkan pada menu referral.

4. Raih Hadiah-Mu!

Raih kesempatan untuk mendapatkan 300.000 MyGo+ poin dengan menjadi pengundang teman dan kerabat terbanyak selama masa periode promo berlaku.

Syarat dan Ketentuan Ramadhan Berkah!

Berikut ini syarat dan ketentuan promo yang harus kamu ketahui, sebagai berikut

  • Periode promo berlangsung mulai dari tanggal 1 Maret hingga 31 Maret 2025.

  • Pengguna MyGo+ berhak mendapatkan hadiah setelah memenuhi ketentuan sebagai berikut:

  • Pengguna sudah menyelesaikan tahapan verifikasi no. HP dan e-KTP untuk menjadi member Premium.

  • Teman yang diundang harus melakukan registrasi dan memasukkan kode referral.

  • Teman yang diundang harus menyelesaikan tahapan verifikasi no handphone dan e-KTP untuk menjadi member Premium.

  • Mengundang 3 teman untuk mendapatkan 20.000 poin, 5 teman untuk mendapatkan 35.000 poin, 10 teman untuk mendapatkan 100.000 poin, dan untuk peserta dengan undangan terbanyak akan berhak mendapatan 300.000 poin.

  • Hadiah akan diberikan dalam bentuk poin MyGo+ pada tanggal 7 April 2025.

  • Peringkat 1 hingga 10 akan diperbarui setiap hari senin melalui instagram story! Jangan lupa untuk follow akun Instagram resmi @MyPlus_id untuk tetap update!

  • Pengguna hanya berhak mendapatkan 1 (satu) kali hadiah selama periode program ini berlangsung.

  • Keputusan, ketentuan, maupun perubahan ketentuan terkait program yang dibua toleh LGI tidak dapat diganggu gugat.

  • LGI berhak membatalkan pembelian maupun menonaktifkan promo jika syarat dan ketentuan yang berlaku tidak terpenuhi, atau jika terdeteksi penipuan atau pelanggaran yang merugikan LGI.

  • Dengan berpartisipasi dalam promo ini, pelanggan dianggap telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku.

Nah, itulah pembahasan seputar program referral, mulai dari definisi, jenis, cara kerja, hingga program referral MyGo+ Ramadhan Berkah! Ajak Teman, Rezeki Melimpah! yang dapat kamu ikuti selama periode waktu 1 – 31 Maret 2025!

Download Aplikasi MyGo+ sekarang dan mulai perjalanan-Mu sekarang!

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

Apakah artikel ini membantu?
Subscribe Newsletter Kita
Klik subscribe untuk berlanggan newsletter artikel kami
Bagikan MyPro ke
facebook
twitter
instagram
Tentang MyProtection News Jakarta
MyProtection adalah salah satu pioneer portal pembelian asuransi kesehatan maupun asuransi umum secara online yang dapat diakses melalui platform website dan aplikasi sejak 2017.
Rekomendasi Artikel
Semua Kategori
5 mins read 14/04/2020
Lebih Berenergi Setelah Bangun Pagi

jakarta, 14 April 2020 - MyProtection News

Bangun pagi hari malah jadi moody? Bagian sebagian orang yang bekekrja atau belajar dari rumah, bisa jadi jadwal tidur menjadi lebih kacau daripada biasanya. Akhirnya, ketika bangun, tubuh malah terasa lebih lelah.

MyProtection punya tips agar Anda lebih berenergi setelah bangun tidur!

  1. Punya jadwal tidur tetap

Jika Anda bekerja dari rumah ataupun tetap pergi ke kantor seperti biasa, sebaiknya atur jadwal tidur yang tetap tiap harinya. sehingga siklus tidur tubuh terbentuk alami dan Anda terbiasa untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama. Jika sudah terbiasa, Anda tak perlu lagi bergantung pada alarm untuk terbangun di pagi hari.

  1. Punya alarm? Hindari pencet snooze

Memencet snooze_berulang kali malah membuat Anda merasa tak segar karena Anda berulang kali tidur dan terbangun dalam waktu singkat. Akhirnya tubuh menjadi groggy. Jadi, upayakan untuk langsung bangun setelah alarm berbunyi.

  1. Stretching singkat dan ambil napas dalam

Berkeliling taman selama 10 menit atau melakukan pemanasan dan latihan pernapasan bisa membuat tubuh jadi lebih rileks dan aliran tubuh menjadi lancar. Anda pun bisa melakukan beberapa gerakan olahraga ringan selama karantina di rumah.

  1. Minum air putih

Pernahkan Anda merasa lelah setelah bangun tidur? Bisa jadi Anda mengalami dehidrasi. Tidur di ruangan ber-AC atau dengan kelembapan rendah bisa membuat tubuh kehilangan cairan. Biasakan meminum minimal segelas air putih tiap pagi.

  1. Mandi dengan air dingin agar tubuh kembali segar!

Selain membuat tubuh lebih segar, mandi dengan air dingin bisa membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan memperbaiki suasana hati. Namun, Anda juga harus mempertimbangkan kondisi tubuh, ya.

  1. Berjemur atau terkena paparan sinar matahari

Sinar matahari merupakan sinyal alami bagi tubuh untuk terbangun. Jangan lupa buka jendela kamarmu dan jika perlu berjemur 10 – 30 menit di pagi hari. Selain memperbaiki mood, berjemur juga bisa mencukup kebutuhan vitamin D harian Anda.

  1. Minum teh atau kopi

Kafein dalam kopi dan teh membantu tubuh tetap terjaga. Seduh kopi atau teh kesukaan di pagi hari untuk membantu pikiran jadi on dan fokus kembali. Jika Anda bosan meminum teh coklat biasa, Anda bisa mencoba beberapa variasi teh seperti oolong tea dan matcha beserta segudang manfaatnya.

  1. Dengarkan musik kesukaan untuk membuatmu lebih semangat!

Mendengarkan musik memang memiliki banyak manfaat. Salah satunya adalah memperbaiki suasana hati hingga mengurangi stress. Pasang lagu kesukaan Anda di pagi hari. Irama yang ceria bisa membantu membuat pagi jadi lebih menyenangkan.

Sudah semangat menjalani hari ini, belum?

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca Artikel
Semua Kategori
5 mins read 27/03/2020
Cicil Premi Asuransi di MyProtectionTanpa Kartu Kredit? Bisa Banget!

Hi, Sahabat MyProtection,

Ada kabar super baik, nih! Sekarang bayar cicilan premi asuransi di MyProtection tidak perlu kartu kredit! Anda bisa memilih fasilitas cicilan 0 – 12 bulan bulan dengan Kredivo. Sekarang, punya asuransi makin praktis dan mudah bayarnya.

Berikut ini cara menggunakan Kredivo untuk mencicil premi asuransimu:

  1. Pilih asuransi yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Misalnya Perlindungan Kesehatan Prima yang mempunyai fitur Saldo Prima untuk beli obat tanpa berobat.
  2. Pilih manfaat yang Anda butuhkan seperti rawat jalan, rawat inap & bedah, lalu isi data diri dengan lengkap
  3. Masuk ke menu “MyCart” lalu klik Bayar
  4. Dalam laman pembayaran, Anda bisa memilih ppembayaran dengan Kredivo. Cicilan premi pun dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Terdapat pilihan cicilan 0, 3, 6, dan 12 bulan!
  5. Setelah pembayaran selesai, artinya Anda dan keluarga siap #DijagainTerus sama MyProtection!

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca Artikel
Semua Kategori
5 mins read 09/04/2025
Piramida Kecelakaan Kerja: Pengertian hingga Langkah Pencegahannya

Piramida kecelakaan kerja merupakan sebuah teori yang dibuat pada tahun 1931 oleh Herbert William Heinrich yang mengemukakan bahwa jika di sebuah tempat kerja terjadi 1 kecelakaan kerja yang sifatnya fatality, maka sebanding dengan 30 kecelakaan kerja yang sifatnya mayor, 300 cedera ringan, 3.000 near-misses, dan 30.000 bersifat unsafe acts.

Jika dilihat secara sederhana hal tersebut dapat diartikan bahwa dalam sebuah tempat kerja yang terjadi 1 kecelakaan fatality, maka di tempat tersebut juga terdapat 30.000 perilaku serta kondisi tidak aman.

Untuk memahami lebih mendalam mengenai piramida kecelakaan kerja serta berbagai faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kecelakaan, simak ulasan berikut ini!

Pengertian Piramida Kecelakaan Kerja

piramida kecelakaan kerja

https://www.plnepi.co.id/media-informasi/ruang-media/epi-news/piramida-kecelakaan-kerja

Piramida kecelakaan kerja merupakan sebuah konsep grafis yang digunakan untuk menggambarkan hubungan yang terjadi di antara berbagai tingkatan kejadian kecelakaan di ruang lingkup kerja.

Piramida tersebut menyajikan struktur hierarkis yang secara sederhana mencakup tiga tingkatan utama, yang terdiri dari insiden yang hampir terjadi atau near misses, kecelakaan minor, hingga kecelakaan fatal.

Adanya piramida kecelakaan kerja memiliki tujuan untuk memberikan gambaran terkait proporsi insiden kecelakaan pada setiap tingkat dan memberikan pemahaman bahwa setiap insiden near miss maupun kecelakaan minor terdapat potensi untuk menjadi insiden yang lebih serius dan fatal.

Berikut penjelasan lebih mendalam terkait 3 tingkatan di piramida kecelakaan kerja, sebagai berikut.

1. Near Misses atau Insiden yang Hampir Terjadi

Near Misses merupakan sebuah peristiwa yang hampir menyebabkan kecelakaan, namun pada akhirnya tidak menimbulkan cedera maupun kerusakan serius.

Pemahaman dan pelaporan terkait insiden yang hampir terjadi di ruang lingkup kerja juga adalah hal yang penting untuk mencegah kecelakaan lebih lanjut yang lebih fatal.

2. Kecelakaan Minor

Kecelakaan minor pada umumnya melibatkan cedera maupun kerusakan di ruang lingkup kerja yang tidak fatal maupun signifikan.

Walaupun tidak menimbulkan kerugian besar dan fatal, namun terjadinya insiden tersebut dapat menjadi sebuah indikasi bahwa adanya masalah keselamatan kerja yang harus segera diselesaikan dan diatasi.

3. Kecelakaan Fatal

Kecelakaan fatal melibatkan kecelakaan kerja yang dapat menimbulkan dan mengakibatkan kematian.

Walaupun jenis kecelakaan ini memiliki tingkat kejadian yang rendah, namun dapat menimbulkan dampak serius dan memerlukan tindakan pencegahan yang ketat.

Penerapan Piramida Keselamatan di Tempat Kerja

Penerapan Piramida Keselamatan di tempat kerja berkaitan dengan serangkaian langkah serta strategi yang digunakan untuk mengidentifikasi, mencegah, serta mengelola risiko kecelakaan.

Simak langkah-langkah penerapan piramida kesehatan, berikut ini:

1. Pemahaman Piramida Keselamatan

  • Edukasi karyawan berkaitan dengan konsep Piramida Keselamatan serta pentingnya melaporkan segala insiden near misses.

  • Penekanan pada fakta bahwa sebuah insiden kecil yang terjadi memiliki potensi dan dapat berkembang menjadi sebuah insiden kecelakaan yang lebih serius.

2. Pelaporan Near Misses

  • Membangun budaya dalam ruang lingkup kerja yang mendorong setiap orangnya untuk membuat laporan terkait insiden near misses,

  • Mengimplementasikan sistem pelaporan yang mudah diakses serta anonim yang dapat mendorong partisipasi dari semua karyawan.

3. Analisis Kejadian

  • Mengumpulkan serta menganalisis data berkaitan dengan insiden near misses, kecelakaan minor, serta fatal yang terjadi.

  • Melakukan identifikasi tren serta pola yang dapat digunakan untuk menentukan area risiko potensial terjadinya insiden.

4. Pelatihan dan Kesadaran Keselamatan

  • Membuat pelatihan keselamatan rutin yang dapat membantu meningkatkan kesadaran karyawan akan risiko insiden yang dapat terjadi dan tindakan pencegahannya.

  • Meminta karyawan untuk berpartisipasi dan terlibat dalam pelatihan dan simulasi keselamatan yang dilakukan agar memiliki gambaran terkait tanggapan yang harus dilakukan di situasi darurat.

5. Perbaikan Lingkungan Kerja

  • Memastikan lingkungan kerja yang ada dirancang dan dibuat sedemikian rupa guna meminimalkan risiko kecelakaan di ruang lingkup kerja.

  • Melakukan pemeriksaan dan pengecekan secara rutin pada peralatan, alat kerja, serta infrastruktur guna mencegah dan mendeteksi potensi bahaya yang dapat terjadi.

6. Manajemen Risiko

  • Melibatkan partisipasi setiap karyawan pada proses identifikasi risiko kecelakaan kerja.

  • Melakukan pengembangan dan penerapan strategi manajemen risiko untuk mengurangi potensi terjadinya kecelakaan.

7. Pelatihan Darurat

  • Melaksanakan pelatihan darurat dengan tujuan untuk memastikan bahwa setiap karyawan mengetahui bagaimana cara merespons situasi darurat dengan cepat dan efektif jika suatu saat terjadi.

8. Audit Keselamatan Rutin

  • Melakukan audit keselamatan dalam waktu berkala yang digunakan untuk melakukan evaluasi seberapa efektif program keselamatan yang telah dijalankan.

  • Melibatkan partisipasi pihak yang berkepentingan dalam evaluasi agar memiliki sudut pandang yang lebih beragam.

9. Penerapan Peraturan Keselamatan

  • Memastikan setiap orang yang terlibat mematuhi setiap peraturan keselamatan yang ada dan berlaku.

  • Menjalankan sanksi maupun insentif berdasarkan tingkat kepatuhan serta kinerja keselamatan.

10. Komunikasi dan Keterlibatan Karyawan

  • Membangun saluran komunikasi terbuka di antara pihak manajemen dan karyawan.

  • Merangkul setiap karyawan untuk terlibat dalam proses pengambilan keputusan serta perbaikan keselamatan.

Piramida Kecelakaan Kerja Menurut Frank Bird

Selain Herbert William Heinrich, Frank Bird juga melakukan riset yang melibatkan analisis 1.753.498 laporan kecelakaan yang ada di 21 industri. Berdasarkan hasil penelitiannya, ia menghasilkan komposisi baru dalam segitiga piramida kecelakaan, yaitu 1:10:30:600:1200.

Piramida Kecelakaan Kerja Menurut Frank Bird 

https://saptasarana.co.id/piramida-segitiga-kecelakaan-kerja-dan-kritiknya/

Namun, karena banyaknya pembuatan segitiga kecelakaan kerja seperti di atas tersebut, terdapat banyak program kecelakaan yang berfokus pada bagian dasar kecelakaan saja,

Di mana, kecelakaan yang terjadi tidak menimbulkan luka. Hal ini dikarenakan, banyak yang menganggap jika kecelakaan yang tidak menimbulkan luka saja tidak dapat dikendalikan, bagaimana dengan kecelakaan besar.

Konsep dan Teori Kecelakaan Kerja Menurut OHSAS

Terdapat beberapa konsep dan teori kecelakaan kerja yang beredar saat ini. Salah satunya adalah OHSAS atau Occupational Health and Safety Assessment Series yang merupakan standar internasional untuk manajemen kesehatan dan keselamatan kerja yang saat ini telah diganti ke ISO 45001 berkaitan dengan SMK3 atau Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja.

Walaupun begitu, konsep dan teori yang dimiliki OHSAS masih dijadikan acuan oleh banyak orang dalam penerapan K3 baik di perusahaan maupun organisasi, khususnya konsep dan teori kecelakaan kerjanya.

Menurut pendapat OHSAS, kecelakaan kerja merupakan sebuah insiden maupun kejadian yang berhubungan dengan pekerjaan maupun segala hal yang terjadi di ruang lingkup kerja, dan dapat menimbulkan dampak mulai dari cedera, sakit, atau bahkan kematian pada seseorang.

Konsep dan Teori Kecelakaan Kerja Menurut Para Ahli

Untuk lebih memahami seputar kecelakaan kerja, terdapat setidaknya beberapa pendekatan dan pengimplementasian populer yang diutarakan oleh ahli, sebagai berikut.

1. Konsep dan Teori Domino Heinrich

Teori Domino Heinrich merupakan teori yang pertama kali dikemukakan oleh Herbert William Heinrich yang mengibaratkannya sebagai efek domino.

Salah satu karya Heinrich yang paling terkenal adalah bukunya dengan judul Accident Prevention: A Scientific Approach yang diterbitkan ke dalam 3 edisi. Melalui buku tersebut, terdapat banyak konsep keselamatan kerja yang hingga sekarang masih diterapkan, salah satunya teori domino.

Hal yang dimaksud dalam Heinrich adalah bahwa setiap kecelakaan kerja yang terjadi diakibatkan oleh serangkaian peristiwa yang saling berkaitan antara satu sama lain, serupa dengan efek domino jatuh.

Teori ini juga memiliki prinsip, di mana jika salah satu domino jatuh maka juga akan menjatuhkan dan mempengaruhi 4 domino lain yang ada di depannya. Untuk mencegah hal tersebut, maka salah satu domino harus dicabut.

Menurutnya, cara termudah dan langkah paling efektif melakukannya adalah dengan menghilangkan elemen bagian tengah, yaitu “unsafe act or condition” sebagai bentuk preventasi di lapangan.

Teori Domino dalam Buku Accident Prevention

Teori Domino dalam Buku Accident Prevention

Terdapat 5 elemen maupun level yang membentuk rantai kecelakaan pada Teori Domino Heinrich, yang terdiri dari:

  • Kondisi kerja atau Social Environment and Ancestry, elemen yang mengacu pada kondisi fisik maupun psikologis di tempat kerja yang memiliki kemungkinan membahayakan kondisi kesehatan serta keselamatan karyawan. Seperti contohnya, peralatan kerja yang dalam kondisi tidak baik, rusak, maupun tidak terawat. Lingkungan kerja yang tidak sehat serta tata letak fasilitas yang tidak ergonomis.

  • Kelalaian manusia atau Fault of the Person or Carelessness, merupakan kesalahan yang dilakukan oleh karyawan dalam menjalankan pekerjaan dan tugasnya. Kelalaian yang terjadi dapat disebabkan beberapa faktor yang pada umumnya bersifat internal. Seperti contohnya, kekurangan pengetahuan dan pengalaman, kurang perhatian, maupun tekanan kerja yang terlalu besar.

  • Tindakan tidak aman atau Unsafe Act or Unsafe Condition, berhubungan dengan tindakan atau perilaku karyawan yang tidak sesuai dengan prosedur pekerjaan yang ada untuk menjaga kondisi aman. Seperti contohnya, penggunaan alat kerja yang tidak sesuai prosedur, mengabaikan aturan keselamatan kerja, hingga menyepelekan risiko kecelakaan yang dapat terjadi.

  • Kecelakaan atau Accident, merupakan peristiwa maupun kejadian yang terjadi secara tidak terduga yang dapat menimbulkan kerusakan fisik maupun kehilangan harta benda. Banyak faktor yang dapat menyebabkan kecelakaan terjadi di lingkungan kerja, mulai dari kondisi kerja yang buruk, kelalaian faktor manusia, maupun tindakan tidak aman, berdasarkan efek domino.

  • Cedera atau Injury, berhubungan dengan kerusakan fisik yang terjadi pada seseorang yang diakibatkan oleh kecelakaan maupun insiden yang terjadi. Cedera termasuk luka ringan, cedera serius, hingga kematian yang dapat terjadi dikarenakan elemen-elemen di atas.

Dalam mencegah kecelakaan kerja, terdapat langkah-langkah yang dapat dilakukan menurut konsep dan teori domino Heinrich, seperti:

  • Memperbaiki kondisi kerja, memastikan tempat kerja dilengkapi dengan penerangan yang memadai, standar peralatan yang layak, serta sistem ventilasi ruang kerja yang baik.

  • Pelatihan keselamatan, memberikan pelatihan kepala setiap pekerja yang terlibat dalam sistem operasional kerja secara berkala untuk memastikan keselamatan mereka tetap terjaga.

  • Penerapan prosedur, menetapkan dan menentukan prosedur kerja yang jelas dan pastikan setiap pekerja menjalankan prosedur yang telah ditetapkan untuk dipatuhi.

  • Pengawasan, melakukan pengawasan secara rutin agar tindakan pencegahan yang telah ditetapkan berjalan dan dilaksanakan dengan baik dilingkungan kerja.

2. Konsep dan Teori Frank E. Bird Petersen

Didasarkan oleh teori domino Heinrich, konsep dan teori kecelakaan kerja menurut Frank E. Bird Petersen menyatakan bahwa kecelakaan dapat terjadi karena adanya kesalahan pada manajemen sistem.

Berdasarkan teori ini, terdapat lima faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya kecelakaan di lingkungan kerja, sebagai berikut.

  • Kurang Kontrol dan Manajemen atau Lack of Control and Management, yang berkaitan dengan kelemahan pada fungsi manajemen, seperti faktor manajemen kepemimpinan, pengawasan, standar kerja, standar kerja, sampai koreksi kesalahan atau correction error.

  • Konsep Dasar dan Sumber atau Basic Concepts and Origins, yang berkaitan dengan pengetahuan, keterampilan, motivasi, hingga kemampuan fisik serta masalah kerja. Berdasarkan namanya, faktor ini juga mencakup berbagai aspek yang berkaitan dengan karyawan dan pekerjaan yang dilakukan.

  • Gejala Penyebab Langsung atau Immediate Causes and Symptoms, yang seperti namanya meliputi berbagai perilaku tidak aman atau unsafe act serta kondisi tidak aman atau unsafe condition. Contohnya, seperti mengambaikan aturan keselamatan prosedur, menghindari prosedur kerja yang aman, serta kurang memperhatikan ruang lingkup kerja.

  • Kontak Peristiwa atau Accident and Contact, berhubungan dengan kejadian yang secara langsung menyebabkan kecelakaan terjadi. Contohnya, kontak peristiwa atau kejadian mulai dari jatuh, terpapar bahan kimia, maupun tertimpa benda berat yang dapat terjadi akibat gejala penyebab langsung dan sering kali dapat disebabkan oleh dari satu faktor.

  • Kerugian atau Injury Damage and Loss, kerugian yang ditimbulkan cedera maupun kecelakaan di ruang lingkup kerja dapat secara fisik maupun harta benda. Kerugian yang terjadi juga dapat mempengaruhi karyawan maupun pihak perusahaan mulai dari jangka waktu pendek hingga panjang.

Berdasarkan penjelasan di atas, konsep dan teori Frank E. Bird Petersen terkait kecelakaan kerja adalah sebuah kejadian yang terjadi bukan secara acak maupun tiba-tiba, dan kejadian tersebut dapat dicegah melalui upaya yang diterapkan berdasarkan faktor penyebabnya.

Nah, itulah pembahasan mengenai piramida kecelakaan kerja sebuah teori yang dibuat pada tahun 1931 oleh Herbert William Heinrich yang mengemukakan bahwa jika di sebuah tempat kerja terjadi 1 kecelakaan kerja yang sifatnya fatality, maka sebanding dengan 30 kecelakaan kerja yang sifatnya mayor, 300 cedera ringan, 3.000 near-misses, dan 30.000 bersifat unsafe acts.

Berdasarkan penjelasan tersebut menandakan bahwa unsafe acts atau perilaku tidak aman yang ada di lingkungan kerja memiliki potensi menjadi kecelakaan fatal. Oleh sebab itu, sangat penting untuk memulai pencegahan dari awal untuk mengurangi potensi tersebut.

Melalui artikel ini kita juga sudah membahas mengenai penerapan piramida keselamatan di tempat kerja yang dapat digunakan sebagai langkah pencegahan dan mengelola risiko kecelakaan.

Bagi sahabat MyProtection, Perlindungan Kesehatan Prima dari MyProtection hadir sebagai solusi perlindungan kesehatan yang tepat bagi kamu dan keluarga dengan manfaat tambahan Saldo Prima, dengan berbagai keunggulan produk seperti:

  • Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin maupun obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap maupun Rawat Jalan

  • Santunan tunai harian Rawat Inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan

  • Pilihan manfaat Rawat Inap dan Rawat Jalan sesuai kebutuhan

  • Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia

  • 24 jam Contact Center dan Case Monitoring

  • Layanan eksklusif Personal Medical Assistance

  • Laporan perhitungan klaim via email

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

Baca Artikel