Kaya akan nutrisi, terdapat banyak manfaat kuning telur bagi kesehatan jika dikonsumsi dengan benar. Karena harganya yang terjangkau, aksesibilitasnya yang mudah, hingga kemudahannya untuk diolah, telur sering kali menjadi salah satu pilihan protein hewani banyak orang.
Namun, tahukah kamu selain kemudahannya tersebut, terdapat banyak manfaat kuning telur bagi kesehatan tubuh, mulai dari membantu proses diet, membentuk otot, dan masih banyak lagi yang akan dibahas melalui artikel ini. Simak selengkapnya!

pexels
Sebagai salah satu real food yang mengandung banyak nutrisi dengan harga relatif terjangkau, terdapat banyak manfaat kuning telur bagi kesehatan tubuh, simak selengkapnya:
Manfaat kuning telur yang pertama adalah membantu menjaga kesehatan tulang, gigi, dan otot sebagai salah satu sumber alami vitamin D.
Vitamin D yang membantu dalam proses penyerapan kalsium dari makanan yang dapat bermanfaat untuk membangun dan memperkuat tulang dan gigi.
Selain itu, telur juga mengandung seng yang merupakan salah satu mineral penting dalam proses pembentukan dan perbaikan tulang.
Memiliki kandungan protein yang cukup besar yaitu pada 1 kuning telur mengandung 2,5 gram protein di dalamnya, real food satu ini juga menjadi sumber protein yang baik.
Sebagai salah satu jenis nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, khususnya untuk memperbaiki jaringan yang rusak, protein juga dapat membantu dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh dengan membantu produksi antibodi yang dibutuhkan.
Karena fungsinya tersebut, pemenuhan asupan protein yang cukup setiap harinya sangat lah penting khususnya bagi kamu yang sedang dalam proses penyembuhan luka.
Berdasarkan Jurnal berjudul Pengaruh Pemberian Telur Rebus Terhadap Kecepatan Penyembuhan Luka Post Sc juga menunjukkan subjek yang mengonsumsi telur rebus mengalami penyembuhan luka secara normal jika dibandingkan dengan yang tidak mengonsumsi telur rebus mengalami pelambatan hingga lebih dari 7 hari.
Kuning telur juga bermanfaat bagi mencegah penyakit mata, seperti katarak dan degenerasi makula karena kaya akan kandungan antioksidan lutein dan zeaxanthin.
Zeaxanthin merupakan salah satu jenis karotenoid yang tiak dapat disintesis oleh manusia. Oleh sebab itu, penting bagi seseorang untuk mengonsumsi makanan yang mengandung zat tersebut.
Selain pada kuning telur, zeaxanthin dapat ditemukan di berbagai sayuran berdaun hijau, buah berwarna kuning atau oranye, hingga keju.
Sebagai salah satu fitokimia, zeaxanthin memiliki banyak manfaat, khususnya dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan mata dan perlindungan diri dari berbagai penyakit degeneratif.
Lebih lanjut, terdapat beberapa manfaat zeaxanthin terhadap kesehatan mata yang harus kamu ketahui, antara lain:
Karena kandungan kolin dan folat di dalamnya yang cukup tinggi, telur kuning juga dapat bermanfaat bagi mengurangi risiko cacat tabung saraf.
Menurut E-jurnal karya Maharani, kolin yang merupakan nutrisi esensial yang berperan penting pada perkembangan otak dan sistem saraf janin.
Khususnya pada trimester pertama, di mana pembentukan tabung saraf adalah tahap krusial, asupan kolin dapat mendukung perkembangan kognitif dan mengurangi risiko cacat tabung saraf.
Folat atau Vitamin B9 yang ada pada kuning telur juga vital dalam pencegahan cacat tabung saraf seperti spina bifida dan anencephaly.
Dalam proses sintesis DNA dan RNA, folat juga memegang peran penting dalam pembentukan sel darah merah serta mendukung pertumbuhan sel yang cepat pada janin dan plasenta.
Kekurangan folat pada ibu hamil dapat menimbulkan terjadinya anemia megaloblastik serta berbagai komplikasi kehamilan lainnya.
Selain telur, pemenuhan kebutuhan folat bisa didapatkan melalui berbagai sumber makanan, seperti bayam, brokoli, selada, kacang polong, buncis, jeruk, papaya, alpukat, hati sapi, hingga hati ayam.
Manfaat kuning telur selanjutnya adalah mengurangi peradangan dan risiko penyakit kronis karena kandungan lemak sehat omega 3 yang ada di dalamnya.
Oleh sebab itu, untuk mendapatkan nutrisi yang maksimal, pilih telur dengan label omega3 yang dapat membantu dalam meningkatkan kinerja otak dan memori.
Bukan hanya itu, omega 3 juga memegang peran penting dalam mengurangi peradangan dalam tubuh dan mengurangi risiko terkena penyakit berbahaya, mulai dari penyakit jantung dan cara mengatasi jantung berdebar kencang dan badan lemas, hingga asma, radang sendi, hingga kanker.
Kuning telur juga dapat digunakan untuk menjaga kesehatan rambut dan membantu merawat rambut yang rusak karena kandungan yang ada di dalamnya seperti vitamin A, vitamin E, biotin, folat, hingga zat besi.
Kandungan di dalam kuning telur juga memiliki manfaat lain bagi rambut, seperti:
Mengonsumsi kuning telur juga dapat membantu dalam menurunkan berat badan. Hal ini dapat terjadi karena kandungan protein yang tinggi di dalamnya dan memberikan rasa kenyang serta keinginan untuk makan lebih banyak.
Lemak yang ada di kuning telur juga memberikan cadangan energi ketika tubuh kehabisan gula yang menjadi sumber energi utama.
Telur yang memiliki kalori rendah, di mana pada satu butir telur hanya mengandung 71 kkal, membuatnya juga cocok dikonsumsi bagi orang yang sedang menjalani diet.
Diet dengan menambahkan telur ke dalam pola makan juga dapat membantu dalam meningkatkan metabolisme tubuh yang penting dalam memperlancar pembakaran kalori.
Hal ini dikarenakan kandungan protein di dalamnya yang mampu meningkatkan kadar metabolisme tubuh hingga 15 sampai 30 persen.
Manfaat kuning telur lainnya adalah meningkatkan kolesterol baik yang diperlukan tubuh seperti HDL atau High-Density Lipoprotein.
Berbeda dengan Low-Density Lipoprotein atau LDL, HDL berkontribusi dalam menjaga keseimbangan kolesterol dalam tubuh yang membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke.
HDL bekerja dengan membantu mengangkut kolesterol berlebih kembali ke hati yang akan dikeluarkan dari tubuh dan membantu mengurangi risiko seseorang terkena penyakit jantung.
Dr Cindiawaty Josito Pudjiadi Mars, Ms, SpGk menyatakan bahwa kandungan kolesterol dalam kuning telur per butir adalah sekitar 210 mg.
Walaupun jumlahnya cukup tinggi, angka tersebut masih masuk ke dalam rekomendasi batas asupan kolesterol harian seseorang yaitu sebesar 300 mg.
Oleh sebab itu, mengonsumsi satu butir telur setiap hari dalam jangka panjang masih dianggap aman, khususnya bagi orang-orang yang dalam kondisi sehat.
Telur juga dapat bermanfaat untuk mengatasi kadar hemoglobin yan rendah dalam darah khususnya bagi sahabat MyProtection yang menderita masalah lambung.
Telur khususnya bagian kuningnya kaya akan protein berkualitas tinggi yang menjadi bahan dasar dalam pembentukan sel darah merah yang ada dalam tubuh.
Sel darah merah atau hemoglobin memiliki fungsi penting untuk mengikat dan membawa oksigen ke seluruh bagian tubuh. Dengan begitu, aktivitas sehari-hari juga dapat berjalan lebih lancar dan tubuh akan terasa lebih kuat.
Bukan hanya itu, kuning telur juga memiliki kandungan zat besi yang ketika dikonsumsi berbarengan dengan vitamin C pada buah-buahan, proses penyerapannya akan menjadi lebih mudah.
Kandungan vitamin B12 pada kuning telur juga memegang peran penting dalam proses pembentukan sel darah merah serta menjaga kesehatan secara umum.
Vitamin A pada telur juga dapat bekerja dengan baik dalam mengatasi peradangan yang terjadi dalam tubuh dan meningkatkan kadar hemoglobin yang mampu mengurasi potensi anemia pada seseorang.
pexels
Sebagai makanan yang tinggi protein, satu butir telur mengandung sekitar 6 hingga 7 gram protein yang dilengkapi dengan berbagai nutrisi lain yang bermanfaat bagi tubuh.
Memiliki komposisi kandungan yang berbeda, putih telur mengandung 88% air, beserta nutrisi lain seperti protein, karbohidrat, lemak sehat, serta bebas kolesterol.
Terdapat beberapa jenis protein di dalam putih telur, seperti ovalbumin yang menyumbang sekitar 54% dari total protein di dalamnya, ovotransferrin, ovomucoid, lisozim, hingga ovomucin.
Berbeda dengan putih telur, kandungan kuning telur berdasarkan pembahasan seputar manfaat kuning telur di atas, realfood satu ini memiliki banyak khasiat karena nutrisi yang ada di dalamnya. Berikut ini kandungan nutrisi secara detail yang ada pada kuning telur, sebagai berikut.
Jenis protein pada kuning telur juga lebih beragam, seperti lipovitellin sebesar 36%, livetenis sebesar 38%, phosvitin sebesar 8%, serta LDL atau Low Density Lipoproteins sebesar 17%.
pexels
Walaupun memiliki banyak manfaat, mengonsumsi kuning telur terlalu sering juga dapat berbahaya karena kandungan kolesterol di dalamnya yang cukup tinggi.
Agar bisa mendapatkan manfaat kuning telur sepenuhnya, berikut ini beberapa tips mengonsumsi yang aman, sebagai berikut:
Bagi sahabat MyProtection yang ingin mengonsumsi telur mentah, terapat hal-hal yang harus diperhatikan, seperti:
Setelah mengetahui berbagai manfaat kuning telur, tidak heran mengapa realfood yang satu ini sering kali menjadi pilihan banyak orang untuk memenuhi nutrisi harian yang dibutuhkan tubuh.
Selain kemudahan untuk mengaksesnya, kandungan yang ada di dalamnya dengan harga yang relatif terjangkau membuat daya tariknya semakin tinggi.
Namun, harus diperhatikan jika jumlah asupan telur ataupun kuning telur yang dikonsumsi harus dalam batas yang aman. Agar pola makan sehat tercapai dan tetap terjaga, penting untuk mengonsultasikan diri terlebih dahulu ke dokter yang pastinya lebih mudah menggunakan Perlindungan Kesehatan Prima.
Perlindungan Kesehatan Prima menawarkan solusi perlindungan kesehatan bagi Anda dan keluarga, mulai dari manfaat rawat inap, manfaat rawat jalan, hingga manfaat tambahan Saldo Prima.
Keunggulan Produk Perlindungan Kesehatan Prima, antara lain:
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Jakarta, 2 Januari 2020 - MyProtection News
Setelah menikmati liburan panjang ke luar atau beristirahat di rumah, tubuh rasanya nyaman dengan mode liburan. Namun, memasuki akhir masa liburan, Anda harus kembali menjalani rutinitas sehari-hari. Simak caranya di bawah ini!
Baca juga: Money Management Tips, Penting untuk Pemula
Selamat beraktivitas kembali!
Salam,
Sahabat MyProtection
Baca juga: 5 Langkah Mempersiapkan Tahun Baru
Jakarta, 2 Juli 2020 - MyProtection News
Hi, Sahabat MyProtection!
Menjalani aktivitas di tengah pandemi ini memang perlu berhati-hati. Selain melengkapi diri dengan asuransi kesehatan online MyProtection, kamu juga perlu jaga kesehatan dengan makan makanan bergizi dan olahraga.
Jika kamu mau berolahraga mudah, murah dan dari rumah, kamu bisa olahraga jalan kaki atau jalan cepat (speed walking)!
Jalan kaki secara rutin punya banyak manfaat, lho!
Penelitian dari Harvard University menemukan bahwa orang-orang yang rutin jalan kaki atau jalan cepat selama 1 jam tiap hari bisa mengurangi gen penyebab kegemukan hingga setengahnya. Perlu diperhatikan bahwa penelitian ini mungkin bisa menghasilkan efek berbeda pada tiap orang.
Berolahraga apapun, pada dasarnya bisa menurunkan risiko sakit dan kanker. Namun, American Cancer Society melaporkan hasil studi yang menyatakan wanita yang berolahraga jalan kaki minimal 7 jam seminggu dapat menurunkan risiko kanker payudara hingga 14 persen.
Jalan kaki setidaknya 1,5 km tiap minggu bisa membantu mengurangi nyeri sendi, lho! Apalagi dengan rutin berjalan, karena sendi-sendi tulang pinggul serta lutut jadi terlumas dengan lebih baik. Sehingga kamu bisa terhindar dari osteoartritis atau radang sendi kronis.
Jalan kaki ternyata juga berperan terhadap peningkatan daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh kuat penting banget untuk menjaga kamu tidak mudah kalah melawan virus atau bakteri dan proses penyembuhan yang lebih cepat. Syaratnya gampang, rutin jalan kaki 20 menit sehari selama 5 hari dalam seminggu.
University of Exeter menemukan hasil penelitian menarik, nih. Orang-orang yang berolahraga jalan kaki minimal 15 menit cenderung mengurangi rasa ngidam terhadap coklat dan makanan manis lainnya. Tertarik untuk membuktikannya?
Salam,
Sahabat MyProtection
Mioma uteri atau yang dapat disebut dengan fibroid rahim, miom atau leiomyoma merupakan sebuah kondisi medis di mana adanya pertumbuhan tumor jinak pada otot maupun jaringan ikat di rahim.
Walaupun jinak, mioma uteri juga dapat menimbulkan berbagai komplikasi lain yang harus dapat segera ditangani, seperti anemia, gangguan pertumbuhan janin pada ibu hamil, keguguran, sirkulasi darah yang terhambat, dan masih banyak lagi.
Untuk lebih memahami mengenai mioma uteri, penyebab, gejala, hingga penanganan apa saja yang dapat dilakukan, simak ulasan berikut ini!

https://www.alodokter.com/miom
Mioma uteri atau mioma merupakan sebuah kondisi medis di mana terjadi pertumbuhan massa maupun daging di dalam rahim maupun di luar rahim yang sifatnya jinak atau tidak ganas.
Pada umumnya, mioma terjadi pada dinding otot maupun jaringan ikat yang ada di sekitarnya dengan bentuk menonjol ke rongga endometrium atau permukaan rahim dan memiliki ukuran yang bervariasi dan jumlahnya bervariasi.
Sebagian besar kasus mioma pada wanita usia 35 tahun yang terjadi pada umumnya tidak bergejala, dan sebagian kecil lainnya biasanya ditemukan secara tidak sengaja ketika pemeriksaan rutin.
Oleh sebab itu, sangat dianjurkan bagi wanita untuk melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan secara rutin untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan agar mioma yang ada tidak menjadi ganas.
Mioma yang dibiarkan dapat berkembang menjadi ganas walaupun kemungkinannya cukup kecil, dan berubah menjadi kondisi yang disebut dengan leiomiosarkoma yang merupakan salah satu jenis kanker langka dan agresif.
Terdapat pula beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami mioma, seperti:
Sudah berusia lebih dari 40 tahun.
Menstruasi pertama sebelum usia 10 tahun.
Belum pernah hamil sebelumnya (wanita yang sudah pernah memiliki anak pada umumnya lebih jarang terkena mioma).
Memiliki obesitas atau berat badan berlebih.
Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol.
Kebiasaan merokok.
Menggunakan alat kontrasepsi hormonal yang tinggi akan estrogen.
Keturunan Afrika-Amerika yang memiliki kemungkinan 2,9 kali lebih tinggi jika dibandingkan dengan ras Kaukasia.
Riwayat keluarga dengan kondisi mioma uteri.
Kekurangan vitamin D.
Untuk lebih jelasnya, berikut faktor risiko yang dapat dikaitkan dengan kemunculan kondisi medis ini:
Faktor risiko pertama, yaitu ras di mana mioma uteri paling banyak ditemukan pada wanita berkulit hitam dengan angka insidensi 2-3 kali lebih banyak dan paling jarang ditemukan pada wanita Asia.
Perbedaan dalam faktor genetik, pola makan, gaya hidup, stres psikososial, dan paparan lingkungan antara wanita berkulit hitam dan putih diduga berkontribusi terhadap variasi angka kejadian mioma uteri.
Faktor-faktor ini mempengaruhi bagaimana mioma uteri berkembang dan bagaimana gejalanya muncul pada setiap individu. Perjalanan penyakit mioma uteri juga bervariasi di antara ras yang berbeda.
Pada wanita berkulit hitam, mioma uteri cenderung terdiagnosis pada usia yang lebih muda. Selain itu, mioma yang ditemukan pada wanita berkulit hitam biasanya lebih banyak, berukuran lebih besar, dan disertai dengan gejala yang lebih parah dibandingkan dengan ras lainnya.
Gejala yang lebih berat ini dapat mencakup nyeri yang signifikan, perdarahan yang lebih banyak, dan gangguan pada fungsi organ reproduksi. Penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik memainkan peran penting dalam perkembangan mioma uteri.
Wanita berkulit hitam mungkin memiliki predisposisi genetik yang membuat mereka lebih rentan terhadap mioma uteri. Selain itu, pola makan dan gaya hidup juga berkontribusi terhadap perbedaan ini.
Misalnya, diet yang tinggi lemak dan rendah serat dapat meningkatkan risiko mioma uteri. Stres psikososial dan paparan lingkungan juga merupakan faktor penting. Wanita berkulit hitam mungkin lebih sering mengalami stres psikososial yang dapat memengaruhi kesehatan reproduksi mereka. Paparan terhadap polutan lingkungan juga dapat berkontribusi terhadap perkembangan mioma uteri.
Secara keseluruhan, kombinasi dari faktor-faktor ini menyebabkan perbedaan yang signifikan dalam angka kejadian dan perjalanan penyakit mioma uteri antara wanita berkulit hitam dan putih.
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami mekanisme yang mendasari perbedaan ini dan untuk mengembangkan strategi pencegahan dan pengobatan yang lebih efektif.
Risiko pertumbuhan mioma uteri juga meningkat seiring bertambahnya usia, terutama selama masa reproduktif. Mioma uteri tidak ditemukan sebelum seorang wanita mengalami pubertas, dan frekuensinya menurun setelah menopause.
Hal ini disebabkan oleh paparan hormon steroid endogen yang lebih lama, seperti pada wanita yang mengalami menarche lebih awal maupun menopause yang lebih terlambat. Paparan hormon yang lebih lama ini memberikan waktu lebih banyak bagi mioma uteri untuk berkembang.
Mioma uteri dengan gejala klinis yang memerlukan penanganan paling sering ditemui pada masa perimenopause. Pada masa ini, wanita mungkin mengalami gejala seperti nyeri, perdarahan yang berlebihan, serta gangguan pada fungsi organ reproduksi yang memerlukan intervensi medis.
Setelah menopause, angka kejadian mioma uteri menurun dengan cepat. Penurunan ini terjadi karena produksi hormon steroid endogen berkurang secara signifikan setelah menopause, sehingga mioma uteri tidak lagi mendapatkan stimulus hormonal yang diperlukan untuk pertumbuhan.
Secara keseluruhan, faktor usia dan paparan hormon memainkan peran penting pada perkembangan dan perjalanan mioma uteri. Wanita yang mengalami keterlambatan menopause memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan mioma uteri dan mengalami gejala yang memerlukan penanganan medis.
Faktor reproduktif dan endokrin juga terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap terjadinya mioma uteri sesuai dengan patofisiologi dan patogenesis. Faktor ini mencakup berbagai aspek yang berkaitan dengan fungsi reproduksi dan hormon pada tubuh wanita.
Salah satu faktor yang berpengaruh adalah paritas, yang merupakan jumlah kehamilan yang berakhir dengan kelahiran hidup.
Wanita yang belum pernah melahirkan memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan mioma dibandingkan dengan wanita yang sudah pernah melahirkan. Hal ini kemungkinan berkaitan dengan perubahan hormonal yang terjadi selama kehamilan, yang dapat memberikan efek protektif terhadap perkembangan mioma.
Menstruasi dini atau menarche yang terjadi pada usia muda juga menjadi faktor risiko seseorang mengalami kondisi medis ini.
Wanita yang mengalami menstruasi pertama pada usia yang lebih muda memiliki paparan hormon estrogen yang lebih lama sepanjang hidup mereka.
Estrogen merupakan hormon yang diketahui dapat merangsang pertumbuhan mioma uteri, sehingga paparan yang lebih lama dapat meningkatkan risiko terjadinya mioma.
Selain itu, penggunaan kontrasepsi hormonal juga berpengaruh terhadap risiko mioma uteri. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kontrasepsi hormonal, terutama yang mengandung estrogen, dapat meningkatkan risiko mioma.
Secara keseluruhan, faktor-faktor reproduktif dan endokrin memainkan peran penting dalam perkembangan mioma uteri. Pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana faktor-faktor ini berinteraksi dan memengaruhi risiko mioma dapat membantu dalam pengembangan strategi pencegahan dan pengobatan yang lebih efektif.
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengklarifikasi mekanisme yang mendasari hubungan antara faktor-faktor ini dan mioma uteri, serta untuk mengidentifikasi intervensi yang dapat mengurangi risiko bagi wanita yang rentan.
Hubungan antara obesitas dan pertumbuhan mioma uteri masih menunjukkan hasil yang inkonsisten. Beberapa data epidemiologi menunjukkan peningkatan risiko pada individu yang mengalami resistensi insulin, seperti pasien obesitas serta diabetes melitus atau kencing manis.
Resistensi insulin dipercaya memiliki peran dalam perkembangan mioma pada wanita obesitas, ditambah dengan peningkatan kadar IGF-I atau Insulin-like Growth Factor-I dan androgen.
Resistensi insulin merupakan kondisi di mana tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif yang menyebabkan peningkatan kadar insulin dalam darah.
Insulin yang tinggi dapat merangsang produksi Insulin-like Growth Factor-I, yang menjadi faktor pertumbuhan yang mirip dengan insulin.
IGF-I memiliki efek mitogenik, yaitu merangsang pembelahan sel, yang dapat berkontribusi pada pertumbuhan mioma uteri. Selain itu, kadar androgen yang tinggi juga memiliki peran dalam perkembangan mioma, karena androgen dapat diubah menjadi estrogen dalam tubuh, yang kemudian merangsang pertumbuhan mioma.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa IMT atau indeks massa tubuh yang tinggi juga berkaitan dengan mioma uteri, di mana hal tersebut sering kali dijadikan indikator obesitas.
Wanita dengan IMT tinggi juga memiliki kemungkinan memiliki kadar estrogen yang lebih tinggi, karena jaringan adiposa atau lemak dapat menghasilkan estrogen. Peningkatan kadar estrogen tersebut dapat merangsang pertumbuhan mioma uteri.
Namun, hasil penelitian mengenai hubungan antara obesitas dan mioma uteri masih bervariasi. Beberapa studi menunjukkan adanya hubungan yang kuat, sementara yang lain tidak menemukan hubungan yang signifikan.
Faktor-faktor lain seperti genetik, gaya hidup, dan lingkungan juga dapat memengaruhi risiko mioma uteri, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami mekanisme yang mendasari hubungan ini.
Secara keseluruhan, meskipun ada bukti yang menunjukkan bahwa obesitas dan resistensi insulin dapat berkontribusi pada pertumbuhan mioma uteri, hasil penelitian masih belum konsisten.
Pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana faktor-faktor ini berinteraksi dan memengaruhi risiko mioma dapat membantu dalam pengembangan strategi pencegahan dan pengobatan yang lebih efektif.
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengklarifikasi hubungan antara obesitas, resistensi insulin, dan mioma uteri, serta untuk mengidentifikasi intervensi yang dapat mengurangi risiko bagi wanita yang rentan.
Faktor selanjutnya, yaitu gaya hidup mulai dari pola makan, jumlah konsumsi kafein dan alkohol, aktivitas fisik, serta tingkat stres yang diduga memiliki peluang dan potensi membentuk mioma dan mendukung pertumbuhannya.
Walaupun hasil yang jelas terkait pengaruh pola makan terhadap mioma uteri belum dapat dipastikan karena banyaknya bias dan berbagai faktor perancu. Terdapat beberapa hal yang dapat memacu pertumbuhan mioma uteri yang simtomatik, seperti:
Konsumsi makanan dengan indeks glikemik yang lebih tinggi diasosiasikan dengan sedikit peningkatan risiko terbentuknya mioma uteri.
Vitamin A dan D berpotensi memiliki efek yang protektif.
Konsumsi daging merah juga menunjukkan asosiasi positif berkaitan dengan mioma uteri.
Pola makan yang kaya buah dan sayur juga menunjukkan bukti dapat menurunkan risiko mioma.
Selain itu, aktivitas fisik juga dapat membantu dalam menurunkan risiko mioma, khususnya bagi wanita dengan berat badan normal.
Faktor gaya hidup lainnya yang memiliki potensi meningkatkan faktor risiko adalah stres yang dapat meningkatkan risiko terjadi mioma uteri.
Walaupun secara jelas belum dapat diketahui penyebab kondisi medis ini, pertumbuhan mioma pada umumnya berkaitan erat dengan produksi hormon estrogen.
Di mana, selama masa reproduksi mioma menunjukkan pertumbuhan maksimal yang merupakan di saat pengeluaran estrogen tinggi, sehingga cenderung membesar ketika wanita sedang hamil dan ketika wanita memasuki masa menopause akan mengecil.
Beberapa hasil penelitian lain juga menjelaskan bahwa setiap mioma dapat timbul dari satu sel ganas yang ada di antara otot polos di dalam rahim seorang wanita.
Walaupun pada umumnya mioma tidak menimbulkan gejala bagi seseorang yang mengalaminya, terdapat beberapa gejala yang mungkin terjadi, seperti:
Menstruasi dalam jumlah banyak.
Perut terasa penuh dan bertambah besar.
Gangguan berkemih yang diakibatkan mioma yang menekan saluran kemih.
Keluarnya mioma melalui leher rahim yang pada umumnya membuat rasa nyeri hebat dan menimbulkan luka dan terjadinya infeksi sekunder.
Konstipasi yang disebabkan mioma menekan pada bagian bawah usus besar.
Nyeri panggul yang berkepanjangan dan tak kunjung sembuh.
Terdapat beberapa pilihan yang dapat dilakukan untuk mengobati mioma uteri yang dapat dilakukan, yaitu:
Pemberian obat antinyeri seperti paracetamol.
Pemeriksaan fisik dan USG, yang dilakukan setiap 6-8 minggu, digunakan untuk mengawasi pertumbuhan ukuran maupun jumlah mioma. Jika dianggap stabil, maka jadwal observasi akan diubah menjadi 3-4 bulan.
Pengobatan dengan terapi hormonal, menggunakan preparat progestin atau gonadotropin-releasing hormone (GnRH) yang pada umumnya diberikan untuk membantu menjaga kehamilan jika tubuh kurang mampu.
Prosedur miomektomi, yang merupakan prosedur pembedahan untuk mengangkat mioma. Prosedur yang dapat dipertimbangkan jika seorang wanita masih berada di usia muda dan masih ingin memiliki anak.
Prosedur histerektomi, yang merupakan prosedur operasi pengangkatan rahim yang harus dipertimbangkan terlebih dahulu karena jika seorang wanita melakukan prosedur ini, pasien tidak dapat hamil lagi setelahnya.
Terdapat hal-hal yang dapat dilakukan guna mencegah dan menghindari penyakit miom uteri, sebagai berikut.
Melakukan olahraga dan berbagai aktivitas fisik secara rutin dan teratur.
Menggunakan alat kontrasepsi hormonal di bawah pengawasan dokter.
Menghindari kebiasaan merokok maupun mengonsumsi minuman beralkohol.
Menjaga berat badan ideal.
Menjalani pola makan yang lebih sehat dengan mengonsumsi makanan tinggi serat dari sayur dan buah, serta menghindari makanan tinggi lemak dan tinggi gula.
Nah, itulah pembahasan seputar mioma uteri, sebuah kondisi medis yang walaupun jinak dapat berbahaya jika dibiarkan begitu saja. Seperti yang sudah dibahas, pasien yang mengalami kondisi ini juga sering kali tidak merasakan gejalanya dan untuk memastikannya harus melakukan pemeriksaan secara rutin.
Agar kesehatan tubuh sahabat MyProtection tetap terlindungi dan terjaga, kamu juga harus memiliki perlindungan kesehatan yang tepat. Perlindungan Kesehatan Prima hadir yang dapat menjadi solusi perlindungan kesehatan yang tepat bagi diri dan anggota keluarga dengan manfaat tambahan Saldo Prima.
Beberapa keunggulan produk Perlindungan Kesehatan Prima, antara lain:
Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin maupun obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan
Santunan tunai harian Rawat Inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan
Pilihan Manfaat Rawat Inap dan Rawat Jalan sesuai kebutuhan
Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia
24 jam Contact Center dan Case Monitoring
Layanan eksklusif Personal Medical Assistance
Laporan perhitungan klaim via email
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.