Beranda
/
Artikel
/
Kesehatan
/
Pengertian Kesehatan, Jenis, Faktor, dan Cara Menjaganya!

Pengertian Kesehatan, Jenis, Faktor, dan Cara Menjaganya!

13 December 2024 | MyProtection News Jakarta

Pengertian Kesehatan - Setiap manusia pasti menginginkan kebugaran tubuh dan terus menerus berusaha untuk menjaganya, baik secara fisik, mental, hingga sosial.

Namun, apakah kamu tau apa yang dimaksud dengan kesehatan itu sendiri? Simak selengkapnya informasi di bawah ini terkait pengertian, jenis, faktor, dan cara menjaganya!

Pengertian Kesehatan, Jenis, Faktor, dan Cara Menjaganya!

Pengertian Kesehatan, Jenis, Faktor, dan Cara Menjaganya!

pexels

Definisi Kesehatan berdasarkan laman resmi Kemkes dan berdasarkan UU No. 36 Tahun 2009 tentang kesehatan, sehat merupakan suatu keadaan sehat baik secara fisik, mental, spiritual ataupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup secara produktif baik dari segi sosial dan ekonomis.

Selain itu, di tahun 2010 Fertman & Allensworth juga mengartikan kesehatan sebagai suatu kondisi fisik, mental, serta sosial yang Sejahtera secara umum, bukan hanya bebas dari berbagai penyakit maupun kelemahan atau disabilitas.

Menurut WHO atau World Health Organization, pengertian sehat sendiri terdiri atas cakupan yang sangat luas, yaitu keadaan yang sempurna baik secara fisik, mental, hingga sosial, bukan hanya terbebas dari penyakit atau kelemahan atau cacat.

Berdasarkan penjelasan pengertian yang sudah dijabarkan, WHO juga menjelaskan beberapa karakteristik yang perlu kamu ketahui dan pahami, sebagai berikut:

  • Sehat secara jasmani dan rohani tanpa melibatkan unsur eksternal

  • Sehat berkaitan dengan lingkungan internal maupun eksternal

  • Sehat secara spiritual

  • Sehat secara mental

  • Sehat sebagai individu kreatif dan produktif

Kesehatan juga dapat digambarkan sebagai sebuah bentuk keseimbangan individu sebagai inang, agen seperti bakteri, virus, serta toksin, serta lingkungan, sehingga interaksinya bukan hanya terjadi antara individu terhadap agen, namun juga dengan lingkungan untuk menciptakan lingkungan yang sejahtera.

Berdasarkan beberapa pengertian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa kesehatan merupakan proses mempertahankan serta mendukung keutuhan integritas manusia dalam keseimbangan fisik serta mental dalam beradaptasi di lingkungan sekitar secara optimal.

Jenis Kesehatan

jenis kesehatan

pexels

Mengutip dari buku Ilmu Kesehatan: Untuk Sekolah Menengah Kejuruan yang ditulis oleh Heru Nurcahyo, jenis kesehatan sendiri terbagi menjadi tiga, yaitu kesehatan fisik, kesehatan sosial, serta kesehatan mental. Simak penjelasan lengkapnya berikut!

1. Kesehatan Fisik

Jenis pertama adalah kesehatan fisik. Pengertian kesehatan fisik sendiri adalah kondisi seseorang ketika setiap organ maupun bagian tubuhnya dapat berfungsi dengan baik.

Seorang individu dapat dikatakan sehat jika mereka tidak merasakan rasa sakit atau keluh, dan secara objektif juga tidak terlihat sakit.

2. Kesehatan Mental

Jenis kesehatan selanjutnya adalah kesehatan mental atau juga kadang disebut juga dengan kata kesehatan jiwa maupun kesehatan rohani.

Terdapat pula beberapa komponen yang ada di dalam kesehatan mental ataupun kesehatan jiwa seseorang, sebagai berikut.

  • Memiliki pemikiran yang sehat dan dapat dilihat melalui bagaimana cara berpikir serta jalan pemikirannya.

  • Memiliki sifat emosional yang sehat yang dapat dilihat melalui cara orang tersebut mampu mengekspresikan emosi dan juga perasaannya.

  • Memiliki sifat spiritual yang sehat dan dapat dilihat melalui cara individu menunjukkan perasaan syukur, pujian, kepercayaan, serta hal lain yang bersangkutan terhadap Tuhan yang Maha Esa. Seperti contohnya, menjalankan ibadah berdasarkan agama serta kepercayaan yang dipegang.

3. Kesehatan Sosial

Ketiga, kesehatan sosial. Hal ini dapat digambarkan melalui keadaan individu yang mampu melakukan interaksi tanpa memandang atau membeda-bedakan suku, ras, hingga warna kulit yang dapat membentuk rasa toleransi dan kesatuan antara satu sama lain.

Kesehatan sosial seorang individu sendiri dapat terlihat melalui bagaimana caranya mampu melakukan interaksi serta mengambil sikap ketika berhadapan dan berinteraksi dengan orang lain.

Determinan Sosial Kesehatan

Faktor yang memengaruhi perbedaan di dalam status kesehatan secara individu maupun kelompok dapat disebut sebagai determinan kesehatan.

Untuk menentukan hal ini sendiri, terdapat banyak dimensi yang dapat digunakan, seperti halnya karakteristik serta perilaku seseorang, lingkungan fisik, maupun lingkungan sosioekonomi.

Determinant sosial kesehatan, atau yang dapat disebut juga sebagai penentu sosial kesehatan, atau dalam bahasa Inggrisnya determinant of health, merupakan berbagai faktor nonmedis yang dapat memengaruhi kesehatan.

Faktor yang ada di dalamnya sendiri bisa berbagai macam, mulai dari kondisi kehidupan serta pekerjaan sehari-hari, dan juga tidak termasuk di dalamnya faktor risiko individual yang dapat memengaruhi risiko atau kerentanan terhadap penyakit maupun cedera.

Banyak penelitian dan laporan yang semakin menyoroti hubungan antara kesehatan dan berbagai faktor, seperti gaya hidup, lingkungan, fasilitas kesehatan, dan kebijakan kesehatan.

Salah satu kebijakan yang telah diterapkan oleh banyak negara dalam beberapa tahun terakhir adalah pengenaan pajak pada gula.

Minuman manis juga mulai dikenakan pajak dan menjadi target gerakan antiobesitas karena semakin banyak bukti yang menunjukkan kaitan antara minuman bergula tinggi dan obesitas.

Penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup, termasuk pola makan dan aktivitas fisik, memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan individu.

Lingkungan tempat tinggal juga memainkan peran penting, dengan akses terhadap udara bersih, air bersih, dan fasilitas rekreasi yang memengaruhi kesejahteraan.

Fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia dan mudah diakses juga merupakan faktor penting dalam menentukan status kesehatan masyarakat.

Kebijakan kesehatan, seperti pengenaan pajak pada gula, bertujuan untuk mengurangi konsumsi gula dan mendorong pilihan yang lebih sehat.

Pajak ini tidak hanya diterapkan pada gula murni, tetapi juga pada minuman manis yang sering dikonsumsi oleh masyarakat.

Gerakan antiobesitas mendukung kebijakan ini karena bukti ilmiah menunjukkan bahwa konsumsi minuman bergula tinggi berkontribusi pada peningkatan angka obesitas, yang pada gilirannya dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan lainnya, seperti diabetes dan penyakit jantung.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa seseorang dapat meningkatkan kesehatannya dengan melakukan aktivitas fisik, mendapatkan tidur yang cukup, membatasi konsumsi alkohol, tidak merokok, menjaga berat badan ideal, dan rutin sarapan.

Lingkungan sering dianggap sebagai faktor penting yang memengaruhi status kesehatan individu, termasuk lingkungan alami, lingkungan buatan, dan lingkungan sosial.

WHO telah menerbitkan panduan tempat tinggal untuk memperbaiki kondisi hunian, yang bertujuan untuk menyelamatkan nyawa, mencegah penyakit, meningkatkan kualitas hidup, mengurangi kemiskinan, dan membantu mengatasi perubahan iklim.

Penelitian juga menunjukkan bahwa kurangnya ruang rekreasi, termasuk akses ke lingkungan alam, dapat menurunkan tingkat kepuasan pribadi, meningkatkan tingkat obesitas, dan berhubungan dengan kesehatan serta kesejahteraan yang rendah secara umum.

Sebaliknya, menghabiskan lebih banyak waktu di lingkungan alam memiliki dampak positif pada kesehatan.

Faktor genetik, atau sifat yang diwariskan dari orang tua, juga memainkan peran penting dalam menentukan status kesehatan individu dan populasi.

Hal ini mencakup kecenderungan terhadap penyakit dan kondisi kesehatan tertentu, serta kebiasaan dan perilaku yang terbentuk dari gaya hidup keluarga.

Misalnya, faktor genetik dapat memengaruhi cara seseorang mengatasi stres, baik secara mental, emosional, maupun fisik.

Sebagai contoh, obesitas adalah masalah signifikan yang tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik tetapi juga kesehatan mental. Orang yang mengalami obesitas sering menghadapi stigma sosial dan diskriminasi, yang dapat menyebabkan stres emosional dan mental.

Stres ini, pada gilirannya, dapat memperburuk kondisi kesehatan mereka, menciptakan siklus yang sulit untuk dipecahkan.

Selain itu, faktor genetik juga dapat memengaruhi metabolisme seseorang, yang berarti bahwa beberapa orang mungkin lebih rentan terhadap penambahan berat badan dibandingkan dengan yang lain, meskipun mereka memiliki pola makan dan tingkat aktivitas fisik yang sama.

Kebiasaan dan perilaku yang dipelajari dari keluarga juga memainkan peran penting. Misalnya, jika seseorang tumbuh dalam keluarga yang memiliki kebiasaan makan yang tidak sehat dan kurang berolahraga, mereka mungkin lebih cenderung mengembangkan kebiasaan yang sama.

Sebaliknya, keluarga yang mendorong pola makan sehat dan aktivitas fisik dapat membantu anggotanya mengembangkan kebiasaan yang mendukung kesehatan yang baik.

Selain itu, faktor genetik dapat memengaruhi cara tubuh seseorang merespons pengobatan dan intervensi medis.

Misalnya, beberapa orang mungkin memiliki kecenderungan genetik untuk merespons lebih baik terhadap obat tertentu atau mungkin lebih rentan terhadap efek samping tertentu.

Ini menunjukkan pentingnya pendekatan yang dipersonalisasi dalam perawatan kesehatan, di mana intervensi medis disesuaikan dengan kebutuhan individu berdasarkan profil genetik mereka.

Secara keseluruhan, memahami peran faktor genetik dalam kesehatan dapat membantu individu dan profesional kesehatan membuat keputusan yang lebih baik tentang pencegahan dan pengelolaan penyakit.

Dengan mempertimbangkan faktor genetik, lingkungan, dan gaya hidup minimalis, kita dapat mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Faktor yang Mempengaruhi Kesehatan

Menurut WHO atau World Health Organization, terdapat beberapa faktor yang dapat memengaruhi kesehatan seseorang, sebagai berikut.

  • Keadaan lingkungan sosial serta ekonomi, seperti halnya penghasilan maupun status sosial.

  • Keadaan lingkungan fisik, seperti halnya udara bersih, air bersih, tempat kerja yang baik, sistem perumahan yang aman, komunitas, serta berbagai hal lainnya.

  • Karakteristik seorang individu dan perilakunya.

  • Tingkat pendidikan yang dimilikinya.

  • Kontribusi genetik.

  • Memiliki pelayanan kesehatan yang dapat dengan mudah diakses

  • Jenis kelamin, terdapat beberapa penyakit yang dapat dipengaruhi oleh jenis kelamin seseorang.

  • Jaringan dukungan sosial, seperti halnya tradisi serta kultur.

Cara Menjaga Kesehatan

cara menjaga kesehatan tubuh

pexels

Setelah mengetahui apa pengertian kesehatan, jenis, hingga faktor yang memengaruhi kesehatan, sekarang kita akan membahas bagaimana cara menjaga kesehatan tersebut!

1. Diet

Salah satu cara terpenting untuk menjaga kesehatan dari dalam tubuh adalah memiliki diet serta pola makan yang lebih sehat.

Diet yang sehat sendiri tidak selalu harus berkaitan dengan bahan makanan yang mahal, tetapi mencakup makanan yang dapat memberikan nutrisi pada tubuh seperti makanan nabati dan hewani.

Nutrien yang dicerna tersebut nantinya akan diubah di dalam tubuh menjadi energi yang dapat membantu dalam pertumbuhan, perkembangan, perbaikan, serta pemeliharaan tubuh.

Nutrien sendiri dapat dibagi menjadi dua, yaitu nutrien makro dan nutrien mikro. Nutrien makro sendiri didapat dari protein, karbohidrat, serta lemak yang dikonsumsi oleh tubuh dalam jumlah yang lebih besar.

Sedangkan, nutrient mikro sendiri di dapat dari vitamin dan mineral dan pada umumnya dikonsumsi dalam jumlah yang relatif dalam jumlah yang lebih kecil namun krusial bagi proses tubuh.

Untuk menjaga kesehatan tubuh dengan diet yang baik, terdapat panduan gizi seimbang yang berisikan susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat serta gizi untuk menjaga kesehatan tubuh yang dapat kamu ikuti.

Panduan gizi seimbang ini berbentuk piramida yang berisikan panduan gizi dan makanan yang diperlukan agar memiliki tubuh yang sehat, yang dibagi menjadi beberapa bagian.

Setiap bagiannya sendiri menggambarkan asupan yang disarankan untuk dikonsumsi di setiap kelompok makanan. Misalnya seperti protein, lemak, karbohidrat, hingga gula yang harus dikonsumsi.

Bukan hanya menjaga kesehatan saja, dengan menjaga pola makan kamu juga dapat menghindari dan menurunkan resiko penyakit jantung, mencegah perkembangan dari beberapa jenis kanker, serta menjaga berat badan tubuh yang lebih sehat.

Terdapat pula diet yang dianjurkan, yaitu diet Mediterania yang merupakan salah satu diet yang lebih modern yang dinilai lebih baik dibandingkan dengan diet tradisional.

Hal ini dikarenakan diet ini berkaitan dengan peningkatan kesehatan yang berkaitan dengan mengonsumsi banyak makanan yang mengandung senyawa bioaktif, seperti fenolik, isoprenoid, serta alkaloid.

2. Latihan Fisik

Bukan hanya dari dalam, namun menjaga kesehatan juga dapat dilakukan dari luar dengan melakukan latihan fisik yang dapat meningkatkan maupun mempertahankan kebugaran fisik serta kesehatan, hingga kesejahteraan secara keseluruhan.

Dengan melakukan latihan fisik yang tepat, maka kamu dapat memperkuat otot serta meningkatkan kinerja sistem peredaran darah atau sistem kardiovaskular.

Berdasarkan institusi kesehatan nasional sendiri, latihan fisik terbagi ke dalam empat jenis yang terdiri dari daya tahan, kekuatan, fleksibilitas, serta keseimbangan.

3. Tidur

Tahukah kamu, kalau tidur ternyata juga menjadi komponen penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Terutama bagi anak-anak di masa pertumbuhan, tidur yang cukup menjadi krusial dalam perkembangan dan pertumbuhannya.

Jika seseorang kekurangan tidur, maka meningkat pula risiko orang tersebut untuk terkena beberapa masalah kesehatan kronis.

Selain itu, kekurangan tidur juga telah terbukti memiliki kolerasi dengan adanya rentan seseorang terhadap penyakit dan juga waktu penyembuhan yang lebih lama jika seseorang terkena penyakit.

Untuk lebih memahami berapa jam yang diperlukan bagi seseorang per harinya, berikut ini simak jam tidur yang diperlukan untuk setiap kelompok usia.

  • Bayi yang baru lahir di usia 0 hingga 3 bulan membutuhkan 14 hingga 17 jam perhari

  • Bayi yang berusia 4 hingga 11 bulan membutuhkan 12 hingga 15 jam perhari

  • Batita yang berusia 1 hingga 2 tahun membutuhkan 11 hingga 14 jam perhari

  • Balita yang berusia 3 hingga 4 tahun membutuhkan 10 hingga 13 jam perhari

  • Anak usia sekolah berusia 5 hingga 12 tahun membutuhkan 9 hingga 11 jam perhari

  • Remaja berusia 13 hingga 17 tahun membutuhkan 8 hingga 10 jam perhari

  • Dewasa berusia 18 hingga 64 tahun membutuhkan 7 hingga 9 jam perhari

  • Lanjut usia berusia 65 tahun ke atas membutuhkan 7 hingga 8 jam perhari

Berdasarkan sebuah penelitian, orang yang kekurangan tidur seperti halnya hanya tidur 6 jam atau bahkan kurang, ditemukan memiliki kemungkinan 4 kali lebih mudah terserang pilek dibandingkan dengan orang-orang yang memenuhi kebutuhan tidurnya.

Selain itu, tidur juga memiliki peran dalam mengatur metabolisme, oleh sebab itu kekurangan tidur juga dapat menjadi salah satu faktor penambahan berat badan pada seseorang, maupun sebaliknya dapat menghambat seseorang untuk menurunkan berat badan.

Di tahun 2007, Badan Internasional untuk Penelitian Kanker sebagai Lembaga penelitian kanker untuk WHO juga mengungkapkan bahwa jam kerja yang dapat menyebabkan gangguan ritme sirkadian memiliki kemungkinan bersifat karsinogen (zat yang dapat menyebabkan penyakit kanker) terhadap manusia,

Nah, itulah sedikit penjelasan terkait pengertian kesehatan, jenis kesehatan, hingga faktor yang dapat memengaruhi kesehatan.

Seperti yang sudah dijelaskan sendiri untuk menjaga kesehatan sendiri bukanlah hal yang mudah, dan seringkali hal-hal tak terduga dapat terjadi dan pada akhirnya membutuhkan pengorbanan finansial yang besar.

Sebagai bentuk preventif dan pencegahan hal tersebut, Perlindungan Kesehatan Prima hadir sebagai solusi asuransi kesehatan online terbaik bagi individu maupun keluarga dengan manfaat rawat inap, bedah dan rawat jalan.

Namun perlu diingat bahwa kesehatan bukan hanya masalah fisik, tapi juga dapat dilihat dari sisi kesehatan mental, hingga kesehatan sosial. Semoga bermanfaat!

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Apakah artikel ini membantu?
Subscribe Newsletter Kita
Klik subscribe untuk berlanggan newsletter artikel kami
Bagikan MyPro ke
facebook
twitter
instagram
Tentang MyProtection News Jakarta
MyProtection adalah salah satu pioneer portal pembelian asuransi kesehatan maupun asuransi umum secara online yang dapat diakses melalui platform website dan aplikasi sejak 2017.
Rekomendasi Artikel
Otomotif
5 mins read 15/05/2026
5 Rekomendasi Mobil Camper Van Terbaik yang Cocok Digunakan Berpetualang

Bagi para pencinta petualangan, salah satu hal yang harus diperhatikan adalah pemilihan mobil camper van yang digunakan.

Karena ukurannya yang besar, mobil camper van dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan selama perjalanan. Mulai dari menambahkan dapur, kamar mandi, hingga tempat tidur.

5 Rekomendasi Mobil Camper Van Terbaik yang Cocok Digunakan Berpetualang

camper van

pexels

Walaupun di Indonesia masih kurang populer, terdapat beberapa jenis mobil camper van yang dapat kamu pilih untuk memulai petualanganmu. Simak selengkapnya.

1. Daihatsu Gran Max

Salah satu mobil camper van yang paling populer dan banyak disetujui oleh banyak orang adalah Daihatsu Gran Max yang memiliki ciri khas ruang kabin yang luas.

Mobil ini memiliki ukuran dimensi 4405 x 1665 x 190 mm yang mampu menampung hingga 9 sampai 11 orang dan hadir dalam dua pilihan mesin, yaitu 2NR-VE dengan kapasitas 1.500 cc dan K3-DE dengan kapasitas 1.300 cc.

Mesin 2NR-VE mampu menghasilkan tenaga hingga 88 Ps dengan torsi 115 Nm. Sedangkan K3-DE mampu menghasilkan tenaga hingga 97 Ps dengan torsi 134 Nm.

Walaupun memiliki bobot yang besar dengan kabin luas, mobil ini tetap dapat bermanuver dengan baik karena mesin yang digunakan.

Harga Daihatsu Gran Max di pasaran saat ini sendiri umumnya dibanderol sekitar Rp 205,2 jutaan untuk unit baru.

2. Volkswagen Combi

Bagi kamu pecinta mobil camper van dengan desain klasik, mobil Volkswagen Combi dapat menjadi pilihan yang tepat dengan dimensi panjang 4712 mm, lebar 1985 mm, serta tinggi 1937 mm.

Bukan hanya itu, camper van ini juga telah dilengkapi dengan kabin yang luas sehingga dapat dikustomisasi sesuai dengan kebutuhanmu.

Walaupun sudah ada sejak tahun 1950-an, Volkswagen Combi juga telah menggunakan mesin dengan kapasitas 1.600 cc dan saat ini dibanderol untuk unit bekas dengan harga Rp 60 jutaan tergantung kondisinya.

3. Toyota HiAce Premio

Buat kamu yang butuh mobil lebih besar lagi, Toyota HiAce Premio hadir dengan ukuran dimensi panjang 5915 mm, lebar 2018 mm, serta tinggi 2280 mm.

Bukan hanya itu, mobil ini juga dilengkapi dengan mesin berperforma tinggi di kelasnya dengan 1GD-FTV yang memiliki kapasitas 2.800 cc dan mampu menghasilkan tenaga hingga 176,8 Ps dan tosi 42,8 Kgm.

Karena mesin dan fiturnya tersebut, harga mobil camper van satu ini menjadi sangat tinggi, mencapai Rp 664,3 juta di pasaran.

4. Nissan Evalia

Mobil MPV yang dirilis tahun 2012 juga dapat menjadi pilihan untukmu karena bagian belakang mobil yang besar sehingga cocok untuk dimodifikasi menjadi camper van.

Mobil Nissan Evalia memiliki ukuran dimensi panjang 4.440 mm, lebar 1.695 mm, dan tinggi 1.850 mm serta dilengkapi dengan fitur pintu geser yang mempermudah penggunanya.

Walaupun cukup tinggi peminatnya, sayangnya mobil ini sudah tidak diproduksi lagi sejak tahun 2015, sehingga untuk mendapatkannya kamu harus mencari unit bekas yang umumnya dibanderol dengan harga Rp 79 jutaan di pasaran.

5. Daihatsu Luxio

Daihatsu Luxio juga merupakan mobil camper van yang cocok untuk digunakan berpetualang dengan dimensi panjang 4.215 mm, lebar 1.710 mm, dan tinggi 1.915 mm.

Menggunakan mesin 3SZ-VE dengan kapasitas 1.495 cc, mobil ini mampu menghasilkan tenaga hingga 97 Ps dan torsi 13,7 kgm yang dapat membuat berkendara tetap aman.

Dengan kabin yang luas dan nyaman serta fitur pintu geser yang praktis, hingga penggunaan bahan bakar yang efisien, mobil ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp 237,2 jutaan.

Itulah 5 rekomendasi mobil camper van yang mungkin cocok untuk memulai petualanganmu!

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

Baca Artikel
Semua Kategori
5 mins read 10/01/2020
Mitos Seputar Asma yang Keliru

Rasanya mendengar nama penyakit Asma pasti tidak asing di teling anda. Penyakit satu ini merupakah salah satu penyakit tak menular yang banyak diderita penduduk Indonesia. Kementrian Kesehatan menyebutkan bawa sekitar 4,5% penduduk Indonesia mengidap Asma.

Jika berbicara tentang asma, kita seringkali mendengar beberapa informasi. Ternyata ada beberapa mitos seputar asma yang tidak benar sama sekali, lho, Sahabat MyProtection. Simak ulasannya di bawah ini!

  1. Mitos: Asma merupakan penyakit keturunan

Asma memang bisa saja diturunkan oleh keluarga. Namun, perlu diingat bahwa asma bisa muncul akibat pengaruh lingkungan. Jika salah satu dari orang tua Anda mengidap asma, maka Anda belum tentu akan mengidap penyakit yang sama. Paparan dari lingkungan luar seperti debu, serbuk bunga, makanan, serangga, dan alergi bisa memicu timbulnya asma.

  1. Penyakit Asma bisa menghilang dengan sendirinya

Baik dengan mengonsumsi obat ataupun tidak, seorang pengidap asma tidak akan pernah benar-benar sembuh. Kondisi seseorang mungkin saja membaik seiring berjalannya waktu. Serangan asma yang dialami pun bisa saja jauh berkurang. Suatu saat, gejala asma mungkin saja muncul secara tiba-tiba walaupun Anda tidak pernah mengalami asma dalam jangka waktu yang lama. Kabar baiknya, gejala asma bisa dikontrol dan diminimalisir dengan penanganan tepat.

  1. Penderita asma tidak boleh berolahraga

Mitos yang satu ini mungkin familiar dengan kita. Apalagi, olahraga identik dengan kegiatan fisik yang cukup berat. Namun, bukan olahraga yang harus dihindari oleh penderita asma, tetapi pemicu asma itu sendiri. Contohnya debu, makanan, dan stress. Jika olahraga berat memicu kambuhnya asma, maka Anda disarankan untuk mengunjungi dokter dan mengganti rutinitas olahraga Anda. Misalnya yoga, pilates, dan berenang bisa membantu memperlancar pernapasan!

Nah, Sahabat Myprotection, sekarang kita tahu mana mitos dan fakta terkait asma. Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan Anda dan memperlengkapi diri dengan proteksi lebih dari MyProtection

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca Artikel
Semua Kategori
5 mins read 04/03/2022
Diskon Asuransi Kesehatan Hingga 15% dengan Fitur TAMI

Hi, Sahabat MyProtection!

Kamu bisa mendapatkan asuransi kesehatan untuk individu dan keluarga dengan premi murah, mulai dari Rp 3 ribuan/hari/orang. Caranya gampang, coba #FiturTAMI atau Tanya Kami di link ini, isi datanya dan dapatkan rekomendasi produk asuransi kesehatan dan diskon premi hingga 15%!

Diskon premi asuransi kesehatan hingga 15% dapat kamu gunakan untuk membeli proteksi kesehatan pertamamu & berlaku khusus untuk produk Perlindungan Kesehatan Prima. Semakin banyak anggota keluarga yang kamu daftarkan, makin besar juga diskon yang bisa didapatkan!

Perlindungan Kesehatan Prima juga menawarkan berbagai fitur andalan yang membuat pengalaman berasuransi makin praktis!

  • Klaim asuransi cashless dan tanpa kartu
  • Online doctor konsultasi & telemedicine, kamu bisa konsultasi dokter & beli obat online!
  • Menjamin Covid-19
  • Terdapat lebih dari 900 RS Rekanan di seluruh Indonesia
  • Bonus Saldo Prima, untuk beli obat, vitamin, masker dan hand sanitizer tanpa resep dan diganti asuransi
  • Manfaat lengkap rawat inap & jalan hingga Rp 200 juta/tahun, kamu yang atur sendiri manfaatnya!

Coba #FiturTAMI sekarang!

Salam,
Sahabat MyProtection

Asuransi kesehatan murah, asuransi kesehatan Allianz, asuransi prudential, asuransi bca, asuransi kesehatan keluarga, asuransi rawat jalan, asuransi kesehatan individu, asuransi jiwa, asuransi cashless, asuransi unitlink

Baca Artikel