Beranda
/
Artikel
/
Semua Kategori
/
Gaya Hidup Minimalis dan Cara Penerapannya yang Tepat!

Gaya Hidup Minimalis dan Cara Penerapannya yang Tepat!

6 March 2025 | MyProtection News Jakarta

Gaya hidup minimalis atau yang dapat juga disebut sebagai simple living dapat menjadi solusi cerdas dalam mengurangi penggunaan dana untuk hal-hal yang tidak diperlukan dan menghindari pemborosan. Langkah ini juga diambil guna mencapai kondisi finansial yang lebih sehat dan stabil.

Namun, bagaimana cara menerapkan gaya hidup minimalis yang tepat? Dan mengapa sahabat MyProtection dapat menerima banyak manfaat dari penerapannya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Gaya Hidup Minimalis dan Cara Penerapannya yang Tepat!

pengertian gaya hidup minimalis

pexels

Konsep gaya hidup minimalis memiliki sejarah yang panjang, dikenal sejak zaman kuno dan masih digunakan hingga saat ini dengan kemunculan gerakan minimalis modern.

Di abad ke-19, Ralph Waldo Emerson dan Henry David Thoreau menjadi tokoh di Amerika Serikat yang membantu mempopulerkan konsep hidup ini yang menekankan kesederhanaan untuk mencapai pengetahuan yang mendalam.

Menurut mereka, gaya hidup sederhana, tenang, dan kesendirian inilah yang menjadi kunci untuk meraih pemahaman mendalam terkait eksistensi manusia.

Fokus utama gaya hidup minimalis sendiri adalah menjaga keberlanjutan alam dan lingkungan guna menjalani kehidupan yang lebih sederhana dan terkendali.

Seorang dengan gaya hidup ini pada umumnya berupaya meminimalisir pengeluaran untuk hal-hal yang tidak diperlukan serta memiliki fokus pada hal yang memberikan nilai sejati pada kehidupan.

Hal yang harus diketahui, bahwa hidup minimalis bukan hanya berupa mengurangi barang yang dimiliki. Namun, juga mampu mengelola waktu dan energi yang dimiliki lebih efisien dan berfokus pada hal yang penting.

Manfaat Gaya Hidup Minimalis

Dengan menerapkan gaya hidup minimalis, terdapat beberapa manfaat yang bisa dirasakan dan diterima, seperti:

1. Sehat secara finansial

sehat secara finansial - gaya hidup minimalis

pexels

Manfaat pertama dari gaya hidup minimalis adalah membantu dalam proses pengelolaan finansial seseorang menjadi lebih efektif dengan mengurangi pengeluaran yang dianggap tidak penting atau diperlukan.

2. Menghemat waktu dan tenaga

Selanjutnya, menghemat waktu dan tenaga karena barang yang dimiliki juga lebih sedikit dan efisien, sehingga proses pengelolaan dan perawatan barang yang dimiliki juga lebih singkat baik dari segi waktu dan tenaga.

Contohnya, ketika kamu memiliki 30 baju di rumah akan lebih dan terasa ringan dibandingkan memiliki ratusan baju. Terutama dalam tahapan menyimpan, menata, mencuci, menyetrika, dan hal lainnya yang harus dilakukan untuk merawat baju-baju tersebut.

Bukan hanya itu, jika kamu memiliki 4 mobil, waktu dan biaya yang dikeluarkan juga akan lebih besar dibandingkan ketika kamu memiliki 1 mobil yang digunakan secara efisien.

3. Mengurangi stres

Gaya hidup minimalis juga dapat membantu mengurangi stres dan beban mental maupun emosional yang dimiliki dari lingkungan sekitar. Karena mengedepankan nilai sederhana dan terorganisir, kamu akan memiliki ketenangan dan kelegaan pikiran.

Banyaknya barang yang dimiliki juga dapat membuat seseorang merasa kewalahan, yang dapat berkontribusi terhadap munculnya stres. Dengan mengurangi jumlah barang dan fokus pada efisiensinya, pikiranmu juga akan terasa lebih tenang dan ringan.

4. Memberi ruang untuk hal yang lebih penting

Dengan mengedepankan kesederhanaan dan berkurangnya gangguan yang sering kali disebabkan oleh hal-hal tidak penting, kamu akan memiliki ruang lebih banyak untuk fokus pada hal yang lebih penting, seperti pengembangan diri, hobi, maupun hubungan.

5. Kemampuan untuk berbagi dengan orang lain

Dengan menganut gaya hidup yang mengedepankan nilai sederhana, kamu juga akan memiliki kesempatan dan kemampuan lebih besar untuk berbagi dengan orang lain di sekitarmu.

6. Ramah lingkungan

Penggunaan dan pengonsumsian barang yang berlebihan juga dapat menimbulkan dampak negatif pada lingkungan, gaya hidup minimalis yang mengedepankan kesederhanaan dan menentang konsumerisme dapat membantu dalam menjaga lingkungan.

7. Kualitas dibanding kuantitas

Dengan gaya hidup ini, kamu akan di dorong untuk memiliki fokus pada barang yang berkualitas tinggi dan memiliki nilai bermakna dibandingkan dengan seberapa banyak yang dimiliki dengan kualitas lebih rendah.

8. Kesadaran atas kebutuhan

Memiliki gaya hidup minimalis juga dapat memberikan kesadaran pada seseorang tentang apa yang sebenarnya benar-benar dibutuhkan.

Untuk menentukan hal ini, kamu dapat membuat skala prioritas dari barang-barang yang memang dibutuhkan dan esensial bagi kehidupan hingga kebutuhan sekunder maupun tersier yang sekiranya dapat ditunda atau kurang dibutuhkan.

9. Mengurangi sikap impulsif

Penerapan minimalis juga dapat menghindari dan mengurangi sikap impulsif ketika berbelanja. Di mana, sering kali adanya promo maupun potongan harga yang memancing keimpulsifan seseorang.

Dengan menerapkan gaya hidup ini, kamu dapat berpikir lebih panjang mengenai barang apa yang benar-benar dibutuhkan, dan dapat berpikir dua kali ketika melihat barang promo atau diskon, apakah benar-benar dibutuhkan atau tidak.

Cara Menerapkan Gaya Hidup Minimalis

cara menerapkan gaya hidup minimalis

pexels

Untuk memulai menerapkan gaya hidup minimalis sendiri, terdapat beberapa langkah yang dapat kamu lakukan dalam kehidupan sehari-hari, sebagai berikut.

1. Mengurangi kekacauan dan mengorganisasi rumah

Marie Kondo, yang dikenal sebagai pakar kerapian dan metode KonMari-nya, menyatakan tiga langkah yang dapat dilakukan dalam mengorganisasi barang di rumah.

  • Menghilangkan barang yang tidak diperlukan, menurutnya rumah yang berantakan dapat menimbulkan kekacauan mental dan mengurangi efisiensi. Oleh sebab itu, memilah barang dan mengurangi barang dengan cara menyumbangkan yang masih layak dapat memberikan ketenangan.

  • Prinsip “satu masuk, satu keluar”, sebelum membeli barang baru kamu harus menyingkirkan barang serupa yang tidak lagi digunakan dan diperlukan untuk menghindari penumpukan barang yang tidak lagi digunakan.

  • Konsep penyimpanan sederhana dan efisien, agar proses penyimpanan barang tetap teratur dan mudah diakses kamu dapat memberikan nama atau label ke kotak penyimpanan sehingga lebih efisien.

2. Menghargai dan memiliki hubungan bermakna

Bukan hanya dalam pengelolaan barang, gaya hidup minimalis juga dapat diterapkan dalam menjalin hubungan sosial. Simak langkah-langkahnya.

  • Menghabiskan waktu bersama orang penting, dapat berupa keluarga, pasangan, teman, maupun orang lagi yang berarti dalam kehidupanmu. Dengan memfokuskan diri pada orang-orang yang memang membawa kebahagiaan dan cinta dalam kehidupan maka kamu akan merasa bahagia.

  • Membatasi pengonsumsian media sosial, dibandingkan menghabiskan waktu di depan layar, kamu dapat menghabiskan waktu dengan orang-orang yang ada di sekitarmu secara langsung tanpa gangguan perangkat elektronik.

  • Berkomitmen dalam hubungan, baik itu keluarga, teman, maupun pasangan romantis, kamu dapat memprioritaskan hubungan-hubungan tersebut yang dapat memberikan kebahagiaan dan perkembangan diri.

3. Menemukan keseimbangan dalam konsumsi dan kehidupan

Dalam kehidupan, terdapat banyak kebutuhan yang ingin dipenuhi. Untuk menemukan keseimbangan antara konsumsi dan kehidupan kamu dapat mengikuti langkah-langkah ini!

  • Mengenali perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, kebutuhan merupakan hal dasar yang diperlukan untuk bertahan hidup, seperti makanan, pakaian, hingga tempat tinggal. Sedangkan keinginan merupakan hal-hal yang tidak terlalu signifikan dalam kelangsungan hidup, seperti baju baru setiap minggu, membeli kopi setiap hari, dan sebagainya.

  • Mencari kesenangan dari aktivitas non-material, kesenangan dalam hidup bukan hanya dapat dicapai secara material, namun juga dapat secara emosional, intelektual, hingga spiritual yang tidak menyebabkan pengeluaran berlebih. Seperti contohnya, olahraga, meditasi, membaca, hingga menghabiskan waktu di alam.

  • Mengembangkan hobi dan kreativitas, dibandingkan menghabiskan uang, tenaga, dan waktu untuk memenuhi keinginan konsumerisme, akan lebih efisien jika hal-hal tersebut dihabiskan untuk mengembangkan hobi dan kreativitas yang kamu inginkan.

Kekurangan Gaya Hidup Minimalis

Walaupun memiliki banyak kelebihan yang dapat memberikan manfaat dan dampak bagi kehidupan seseorang, gaya hidup minimalis juga memiliki beberapa kekurangan yang harus dipertimbangkan, seperti:

1. Tantangan penyesuaian

Dalam mengubah gaya dan pandangan hidup dari konvensional ke minimalis bukanlah suatu hal yang mudah dan dapat memberikan tantangan tersendiri.

Karena kebiasaan konsumtif seseorang yang sudah memenuhi kehidupan sehari-hari, mengubah kebiasaan ini akan membutuhkan penyesuaian yang tidak mudah.

2. Keterbatasan mengekspresikan diri

Pada beberapa orang, minimalism ini dapat menimbulkan keterbatasan mengekspresikan diri. Dalam konteks ini dapat berupa dekorasi rumah maupun penampilan diri yang menjadi terbatas karena pilihan yang terbatas karena harus mengedepankan nilai kesederhanaan.

3. Pertimbangan sosial

Beberapa orang juga mempertimbangkan sisi sosial yang dapat menjadi dampak ketika menjalankan gaya hidup minimalis. Di mana, sering kali di tengah masyarakat nilai seseorang sering kali diukur melalui materi maupun gaya hidup konsumtifnya.

Oleh sebab itu, menjalani minimalism dapat menjadi pertimbangan sebagian orang, di mana sering kali dilabeli sebagai seseorang yang pelit maupun irit di tengah masyarakat dan lingkungan sosial.

4. Tantangan dalam hubungan

Untuk mengubah gaya simple living ini sering kali terdapat tantangan yang muncul baik dari keluarga, pasangan, maupun orang-orang di sekitarmu. Hal ini dapat muncul karena adanya perbedaan nilai serta prioritas yang dapat menjadi sumber konflik.

5. Pilihan terbatas

Minimalism juga dapat membatasi pilihan yang kamu punya di berbagai aspek, mulai dari pilihan pakaian, dekorasi, ataupun makanan yang dapat menyebabkan batasan-batasan bagi seseorang untuk memiliki kebebasan pilihan.

6. Pertimbangan saat memiliki anak

Ketika seseorang yang menerapkan gaya hidup minimalis memiliki anak, maka penerapannya juga dapat menjadi pertimbangan tersendiri.

Di mana, dalam memenuhi kebutuhan anaknya sering kali dihadapkan dengan tantangan-tangangan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya dengan menerapkan nilai minimalis ini.

7. Ketidaknyamanan sementara

Karena proses adaptasi yang tidak mudah, mengubah gaya hidup konvensional menjadi minimalis dapat menimbulkan ketidaknyamanan dalam kurun waktu tertentu.

8. Tidak cocok untuk semua orang

Walaupun terkesan mudah dilakukan, gaya hidup minimalis sendiri tidak selalu coock dengan semua orang. Dimana, beberapa orang mendapatkan kebahagiaannya melalui materi dan kepemilikan barang-barang yang tidak dapat diubah dengan mudah.

9. Tantangan menjaga keseimbangan

Memaksakan gaya hidup minimalis juga dapat menimbulkan tantangan dalam menjaga keseimbangan di berbagai aspek kehidupan, mulai dari pekerjaan dengan kehidupan pribadi yang berbeda pada tiap individu.

10. Tekanan dari masyarakat

Seseorang yang menjalankan minimalism juga dapat menerima tekanan dari masyarakat yang masih mengedepankan dan terpaku pada konsep serta gaya hidup konvensional, seperti kepemilikan material maupun perilaku konsumtif.

Contoh Gaya Hidup Minimalis

Bagi sahabat MyProtection yang ingin mempelajari bagaimana cara menerapkan gaya hidup minimalis sendiri, terdapat beberapa contoh kegiatan yang dapat dilakukan sehari-hari yang mengedepankan nilai kesederhanaan, efisiensi, serta terkendali. Simak selengkapnya!

1. Pengelolaan Barang

Contoh pertama dalam penerapan gaya hidup minimalis adalah pengelolaan barang. Dimana, pada umumnya orang-orang yang mengadopsi gaya hidup ini memiliki jumlah barang yang lebih sedikit.

Barang-barang yang tidak lagi digunakan akan disaring dan mempertahankan barang-barang yang memang dibutuhkan dan dianggap esensial.

Seperti contohnya, pakaian yang sederhana dan dapat digunakan di setiap acara, peralatan dapur yang multifungsi, serta perabotan rumah tangga yang memang dianggap penting.

2. Rencana Keuangan

Selanjutnya, memiliki rencana keuangan serta pengelolaan keuangan yang baik agar dapat berhemat dan mengeluarkan uang dengan bijak.

Pada umumnya, orang-orang pelaku minimalism memiliki anggaran yang lebih ketat dan mampu melakukan investasi pada barang atau hal yang dinilai dapat menguntungkan mereka dalam jangka waktu panjang.

Mereka juga menghindari pengeluaran untuk hal-hal yang tidak diperlukan yang memicu perilaku konsumtif, seperti mengikuti tren maupun membeli barang-barang mewah.

3. Beraktivitas Sederhana

Pelaku gaya hidup ini juga pada umumnya mampu menemukan kebahagiaan dari hal-hal yang dianggap sederhana.

Mereka dapat menemukan kebahagiaan dengan menghabiskan waktu melakukan aktivitas sederhana yang tidak mengharuskan mereka mengeluarkan banyak uang maupun barang, mulai dari jalan menikmati alam, membaca buku, hingga berolahraga di rumah.

4. Hemat Energi dan Sumber Daya

Pelaku minimalism juga sangat memprioritaskan penghematan energi serta sumber daya dengan menggunakannya secara bijak.

Penerapannya sendiri beragam, mulai dari menghemat energi dengan mematikan peralatan listrik serta lampu ketika tidak digunakan, menggunakan air semaksimal mungkin, hingga mendaur ulang barang-barang yang tidak lagi terpakai untuk dijadikan barang lain yang bermanfaat.

5. Penataan Ruang Sederhana

Orang-orang minimalism juga pada umumnya memiliki preferensi desain yang bersih dan minimalis, termasuk dalam penataan ruang yang cenderung lebih sederhana.

Pelaku minimalism biasanya menghindari penataan ruang yang terlalu berlebihan dan mengedepankan fungsi dan barang-barang yang dapat membantu dalam pengorganisasian dalam menjaga kerapian dan menghindari kekacauan.

6. Hubungan Sosial Bermakna

Dalam penerapannya, orang-orang minimalism juga lebih berfokus pada hubungan sosial bermakna dibandingkan mengedepankan kepemilikan yang bersifat material.

Mereka akan lebih memiliki untuk menghabiskan waktu dengan orang-orang yang memang mereka peduli dan cintai serta membangun pengalaman dengan orang-orang yang mampu memperkaya hidup mereka.

7. Keseimbangan dan Kesehatan Mental

Keseimbangan dan kesehatan mental juga menjadi nilai yang dikedepankan dalam gaya hidup minimalis. Hal ini dapat diwujudkan dengan berbagai aktivitas yang dapat membantu menjaga ketenangan jiwa tersebut, mulai dari meditasi, yoga, dan sebagainya.

Nah, itulah pembahasan seputar gaya hidup minimalis yang dapat menciptakan pola hidup yang lebih sederhana, berkelanjutan, serta dapat mendatangkan berbagai manfaat bagi orang yang menerapkannya.

Gaya hidup minimalis juga menekankan fokus pada kesederhanaan khususnya dalam hal material dan finansial. Di mana, secara sederhananya adalah pengurangan pengonsumsian barang yang dianggap tidak penting.

Namun, perlu diperhatikan juga bahwa hal-hal dasar dan esensial juga harus tetap diprioritaskan, mulai dari pakaian, tempat tinggal, hingga makanan guna menjaga keberlangsungan hidup.

Untuk membantu dalam memberikan perlindungan bagi kesehatan sahabat MyProtection, Perlindungan Kesehatan Prima hadir dengan berbagai manfaat dan keunggulan produk yang ditawarkan, seperti:

  • Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin maupun obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan

  • Santunan tunai harian Rawat Inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan

  • Pilihan manfaat Rawat Inap dan Rawat Jalan sesuai kebutuhan

  • Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia

  • 24 jam contact center dan case monitoring

  • Layanan eksklusif Personal Medical Assistance

  • Laporan perhitungan klaim via email

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

Apakah artikel ini membantu?
Subscribe Newsletter Kita
Klik subscribe untuk berlanggan newsletter artikel kami
Bagikan MyPro ke
facebook
twitter
instagram
Tentang MyProtection News Jakarta
MyProtection adalah salah satu pioneer portal pembelian asuransi kesehatan maupun asuransi umum secara online yang dapat diakses melalui platform website dan aplikasi sejak 2017.
Rekomendasi Artikel
Semua Kategori
5 mins read 13/01/2020
Tidak Semangat Kerja? Mungkin Anda Mengalami Burnout

Jakarta, 13 Januari 2020 - MyProtection News

Sebagian dari Anda mungkin pernah mendengar istilah burnout. Dulu, pada tahun 1970-an istilah burnot sering kali dikaitkan dengan gejala yang dialami oleh pengguna obat-obatan terlarang. Namun kini, burnout merupakan istilah psikologis mengacu pada keadaan dimana seseorang “kehabisan bakar bakar”, merasa gagal atau lelah akibat tekanan yang berkelanjutan.

Saat ini, fenomena burnout sudah menyebarluas di kalangan masyarakat. Dilansir dalam The Jakarta Post, sebanyak 595.000 pekerja kantor di UK mengalami burnout. Dan mungkin, saat ini Anda juga sedang mengalaminya.

World Health Organization menyebutkan terdapat tiga elemen utama dalam fenomena burnout: perasaan lelah yang hebat, tak terlibat secara emosional dengan pekerjaan/proyek yang ditangani saat ini, dan performa kerja yang menurun.

Gejala awal burnout sendiri memang mirip dengan depresi. Misalnya, Anda mulai mengandalkan minum berenergi atau kafein untuk melewati jam kantor. Anda bisa saja tidur lebih dari 7 jam, namun Anda tetap merasa kelelahan dan kosong setelah menghabiskan waktu di kantor. Jika Anda mulai mengalami gejala di atas, maka sebaiknya Anda segera menemui dokter atau melakukan perubahan gaya hidup.

Bayangkan jika Anda ditawarkan untuk mengerjakan proyek impian Anda. Mungkin Anda akan merasa bersemangat dan berdebar-debar hingga tak bisa tidur. Perasaan stress dan lelah akibat tuntutan dari proyek Anda bisa mendorong daya saing dan kreativitas diri.

Namun, ketika seseorang dihadapkan dengan tekanan dan stress terus menerus, rasa lelah yang timbul bisa menumpuk. Sampai akhirnya, Anda terjaga di malam hari akibat memikirkan beban pekerjaan. Proyek yang dulunya nampak menantang bagi Anda, kini hanya terasa seperti beban dan tak menggairahkan.

Salah satu tanda lainnya adalah Anda mengaku bahwa Anda bisa bekerja lebih baik daripada yang saat ini sudah Anda hasilkan. Anda bisa saja bekerja lebih produktif, lebih kreatif, dan proaktif. Hanya saja rasanya Anda tidak memiliki motivasi yang cukup karena pekerjaan Anda saat ini tidak lagi membawa perasaan bahagia.

Menurut hasil penelitian yang dipublikasikan 2018 Gallup Study, burnout biasanya dipicu akibat perlakuan tidak adil di kantor, beban kerja berlebihan, dan ketidakjelasan mengenai peran seseorang di lingkungan kerja. Para karyawan juga merasa tertekan apabila mereka merasa tidak didukung oleh atasan mereka sendiri.

Siobhan Murray, seorang psikoterapis yang menulis buku The Burnout Solution, menyarankan bahwa untuk mengatasi burnout, maka seseorang harus mengenali akar dari permasalahannya. Ambil cukup waktu untuk diri Anda sendiri dan mulai lakukan hal yang bisa menyelesaikan akar permasalahan. Apapun penyebabnya, selalu ingat untuk mencintai diri Anda dan tidak selalu menekankan ekspektasi tinggi pada diri sendiri.

Baca Artikel
Semua Kategori
5 mins read 13/07/2020
Mitos VS Fakta Seputar New Normal COVID-19

Jakarta, 13 Juli 2020 - MyProtection News

Hi, Sahabat MyProtection!

Bagaimana kegiatan Anda selama menjalani new normal? Walaupun saat ini Anda diperbolehkan untuk beraktivitas di luar rumah dengan batasan tertentu, jangan lupa bahwa kita masih berjuang melawan pandemi COVID-19.

Oleh karena itu, selain jaga jarak dan jaga kebersihan ada 1 hal lagi yang perlu dijaga. Keakuratan penyebaran informasi seputar COVID-19 penting untuk dijaga! Setaip harinya kita terpapar banyak informasi baru. Sebelum kita mempercayai atau menyebarkan berita soal COVID-19, Anda bisa cek fakta dan mitos seputar virus ini agar tidak keliru!

Kita boleh melepas masker saat olahraga

Fakta! Menurut World Health Organization, Anda bisa melepas masker saat berolahraga. Menggunakan masker saat berolahraga bisa menyebabkan masker menjadi lembap akibat keringat dan membuat napas menjadi tak nyaman. Selain itu, keringat pada masker bisa memicu pertumbuhan kuman.

Hanya saja, Anda wajib menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain saat berolahraga. Apalagi jika Anda tidak menggunakan masker.

Anak kecil wajib pakai masker

Semua orang diwajibkan untuk menggunakan masker dengan pengecualian anak-anak berusia di bawah 2 tahun, individu dengan gangguan pernapasan akut, dan individu dengan kebutuhan khusus. Bayi serta anak balita juga tidak disarankan untuk menggunakan face shield yang terbuat dari plastik. Jika Anda memiliki anak kecil, maka disarankan untuk menjauhi kerumunan serta tempat umum.

Jika sudah pakai face shield, tidak perlu pakai masker

Dikutip dari CDC, Anda bisa menggunakan face shield jika Anda petugas kesehatan atau harus bertemu dan berada di tengah orang banyak. Namun, face shield tidak bisa menggantikan penggunaan masker. Jika Anda tidak ingin menggunakan masker, maka face shield harus menutupi hingga ke bawah dagu dan sisi samping wajah.

Jangan lupa face shield sekali pakai harus segera dibuang setelah digunakan. Sedangkan face shield yang bisa digunakan kembali harus disemprot disinfektan secara berkala.

Konsumsi alkohol bisa mencegah COVID-19

Mengonsumsi alkohol atau menyemprotkan alkohol tidak bisa membunuh dan mencegah penyebaran virus. Sebaliknya, konsumsi alkohol dan menyemprotkan alkohol ke seluruh tubuh bisa berbahaya. Terutama jika alkohol mengenai bagian sensitif seperti mata dan mulut. Jika Anda ingin menggunakan alkohol, cukup gunakan hand sanitizer untuk telapak tangan.

Pengecekan suhu tubuh bisa mendeteksi virus

Pengecekan suhu tubuh tidak bisa menjadi indicator seseorang positif terjangkit virus COVID-19. Demam bisa disebabkan oleh banyak faktor. Selain itu, penderita COVID-19 pun belum tentu menunjukkan gejala seperti demam. Untuk memastikan seseorang positif terjangkit COVID-19, dibutuhkan tes di laboratorium.

Namun, tidak ada salahnya berjaga-jaga. Jika Anda merasa demam, batuk, pilek, dan tidak enak badan maka sebaiknya Anda beristirahat di rumah, konsumsi obat yang sesuai, dan Anda juga bisa memanfaatkan fitur online doctor consultation dari asuransi kesehatan MyProtection. Sehingga Anda bisa berobat dari rumah dan obat dari resep dokter pun bisa diantarkan ke depan pintu rumah Anda!

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca Artikel
Semua Kategori
5 mins read 19/12/2019
Kembali ke Usia 25 Lagi dengan Olahraga!

Jakarta, 19 Desember 2019 - MyProtection News

Ternyata olahraga bisa jadi kunci untuk awet muda, lho! Terbukti dari riset yang dilakukan pada atlet berusia lanjut yang tetap aktif berolahraga. Dikutip oleh New York Times, ditemukan bahwa sel-sel otot pria usia lanjut yang aktif berolahraga mirip dengan sel otot pria berusia 25 tahun. Tidak hanya itu, tingkat inflamasi otot akibat perubahan cuaca relatif lebih rendah daripada pria seusia mereka.

Otot merupakan salah satu bagian tubuh yang paling rentan dalam proses penuaan. Sebagian besar manusia kehilangan massa dan kekuatan ototnya mendekati usia 50 tahun. Penurunan performa otot akan semakin cepat setelah usia 50 tahun. Oleh karena itu, disarankan untuk memulai kegiatan olahraga sedini mungkin untuk menjaga massa otot. Namun, tak menutup kemungkinan bagi orang-orang yang baru memulai olahrga di usia lebih tua untuk menjadi sehat.

Banyak riset yang telah menghubungkan pengaruh antara massa otot dengan tingkat inflamasi dalam tubuh. Atlet dan komunitas yang aktif berolahrga memiliki tingkat inflamasi yang lebih rendah dibanding orang yang jarang berolahraga. Inflamasi atau peradangan dalam tubuh juga terkait erat dengan berbagai penyakit. Beberapa penyakit yang terkait dengan peradangan kronis adalah inflamasi jantung, inflamasi ginjal, dan inflamasi kulit.

Olahraga selama 20 menit per harinya dikatakan dapat membantu mengurasi tingkat inflamasi dalam tubuh. Ada banyak jenis olahraga yang bisa Anda lakukan, bahkan saat Anda sibuk. Misalnya melakukan pemanasan selama 15 menit setelah Anda bangun pagi, bersepeda ke kantor, menggunakan tangga di kantor atau kampus untuk naik-turun lantai. Bahkan, beberapa orang memanfaatkan malam hari untuk pergi ke gym.

Nah, walaupun tanpa mesin waktu, rasanya kembali ke usia 25 lagi bisa diwujudkan dengan olahraga, ya? Selamat kembali muda!

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca Artikel