Beranda
/
Artikel
/
Travel
Travel
Letak Astronomis Indonesia Beserta 6 Pengaruh dan Keuntungan Posisinya!

Indonesia sebagai negara beriklim tropis yang kaya akan sumber daya alam serta keanekaragaman hayati disebabkan karena letak astronomis Indonesia yang dilewati oleh garis khatulistiwa.

Karena letak astronomis Indonesia tersebut, Indonesia hanya memiliki dua musim, yaitu kemarau dan hujan karena sinar matahari yang terus diterima sepanjang tahun. Bukan hanya itu, Indonesia juga memiliki tiga zona waktu yang berbeda, yaitu WIB, WITA, dan WIT.

Lalu, apa yang dimaksud dengan letak astronomis dan di mana titik koordinat letak astronomis Indonesia hingga pengaruh letaknya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Letak Astronomis Indonesia Beserta 6 Pengaruh dan Keuntungan Posisinya!

letak astronomis indonesia

Letak astronomis sebuah negara dapat dilihat melalui posisi wilayahnya di Bumi berdasarkan titik koordinat garis lintang dan garis bujurnya.

Garis lintang digunakan untuk mengukur jarang dari garis khatulistiwa atau ekuator, sedangkan garis bujur digunakan untuk mengukur jarak dari garis meridian utama. Secara sederhananya, garis lintang mengukur secara horizontal, sedangkan garis bujur mengukur secara vertikal.

Berdasarkan koordinatnya, letak astronomis Indonesia adalah 6º Lintang Utara atau LU - 11º Lintang Selatan atau LS dan 95º Bujur Timur atau BT – 141º Bujur Timur atau BT.

Angka-angka yang ada pada garis lintang dan garis bujur tersebut menggambarkan masing-masing titik paling utara, selatan, timur, dan barat wilayah Indonesia.

Berdasarkan angka-angka tersebut, berikut wilayah Indonesia yang ada di dalam titik garis astronomis, antara lain:

  • Titik paling utara wilayah Indonesia yang ada pada 6º08’ Lintang Utara atau LU berada di wilayah Pulau We, Nanggroe Aceh Darussalam.

  • Titik paling selatan wilayah Indonesia yang ada pada 11º15’ Lintang Selatan atau LS berada di wilayah Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur.

  • Titik paling barat wilayah Indonesia yang ada pada 95º45’ Bujur Timur atau BT berada di wilayah Pulau Breueh, Nanggroe Aceh Darussalam.

  • Titik paling timur wilayah Indonesia yang ada pada 141º05’ Bujur Timur atau BT berada di wilayah Sungai Fly, Merauke, Papua.

Pengaruh Letak Astronomis Indonesia

pengaruh letak astronomis negara indonesia

Letak astronomis Indonesia juga dapat memiliki beberapa pengaruh, seperti:

  • Wilayah Indonesia yang memiliki iklim tropis.

  • Kelembaban udara serta cerah hujan yang tinggi.

  • Keragaman flora dan fauna yang luas. Hal ini disebabkan arus hujan dan laut yang tinggi, sehingga penyebaran bibit-bibit flora dan fauna dapat lebih mudah terjadi di Indonesia.

  • Letak Indonesia bera di bagian timur planet bumi berdasarkan letak astronomisnya.

  • Indonesia memiliki 3 zona waktu, yaitu WIB atau Waktu Indonesia Barat, WITA atau Waktu Indonesia Tengah, dan WIT atau Waktu Indonesia Timur.

  • Mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun.

Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan dari pengaruh letak astronomis Indonesia, antara lain:

1. Indonesia Beriklim Tropis

Akibat letak astronomisnya, Indonesia menjadi negara dengan iklim tropis. Indonesia terletak di garis khatulistiwa yang berarti wilayahnya akan mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun.

Dengan begitu, wilayah sekitarnya juga akan memiliki suhu udara yang relatif lebih stabil dengan hanya memiliki dua musim, yaitu kemarau dan hujan.

Sebagai negara dengan iklim tropis, Indonesia juga memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Memiliki curah hujan yang tinggi

  • Memiliki hutan hujan tropis yang luas

  • Mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun

  • Memiliki tingkat kelembaban udara yang tinggi

2. Indonesia Memiliki Tiga Zona Waktu

Karena letak astronomis Indonesia yang ada di garis bujur 95º Bujur Timur atau BT – 141º Bujur Timur atau BT, Indonesia terbagi ke dalam tiga zona waktu, antara lain:

  • Waktu Indonesia Bagian Barat atau WIB, pada Indonesia bagian barat terdapat selisih waktu +7 terhadap GMT atau Greenwich Mean Time. Wilayah yang termasuk ke dalamnya seperti Pulau Sumatra, Pulau Jawa, Madura, Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, serta pulau-pulau kecil yang ada di sekitarnya.

  • Waktu Indonesia Bagian Tengah atau WITA, pada Indonesia bagian tengah terdapat selisih waktu +8 terhadap GMT atau Greenwich Mean Time. Wilayah yang termasuk ke dalamnya seperti Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Selatan, Provinsi Kalimantan Timur, Pulau Sulawesi, serta pulau-pulau kecil yang ada di sekitarnya.

  • Waktu Indonesia Bagian Timur atau WIT, pada Indonesia bagian timur terdapat selisih waktu +9 terhadap GMT ata Greenwich Mean Time. Wilayah yang termasuk ke dalamnya seperti Kepulauan Maluku, Papua, Papua Barat, serta pulau-pulau kecil di sekitarnya.

3. Curah Hujan Tinggi

Sebagai negara beriklim tropis, Indonesia juga memperoleh curah hujan zenithal yang tinggi di sepanjang tahun. Hal ini berlaku di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Bogor, Manado, Padang, Pontianak, hingga Jayapura.

Terdapat setidaknya 5 kota di Indonesia yang memiliki curah hujan paling tinggi, antara lain:

  • Bogor di Jawa Barat yang dikenal sebagai kota hujan memiliki curah hujan yang tinggi sepanjang tahun, dengan rata-rata sekitar 3.500 sampai 4.000 milimeter per tahun. Puncaknya terjadi di antara bulan November hingga Maret.

  • Manado di Sulawesi Utara, seperti yang banyak orang ketahui Manado juga menjadi salah satu kota dengan curah hujan tertinggi di Indonesia dengan rata-rata sekitar 3.500 milimeter per tahun. Hal ini disebabkan pengaruh angin muson dari Samudra Pasifik serta posisi Manado yang berada di pesisir.

  • Padang di Sumatra Barat, yang juga memiliki curah hujan tinggi dengan rata-rata 3.200 sampai 3.500 milimeter per tahun karena letaknya yang ada di pesisir barat Sumatra yang langsung berhadapan dengan Samudra Hindia.

  • Pontianak, Kalimantan Barat yang berada di garis khatulistiwa juga memiliki curah hujan tinggi dengan rata-rata mulai dari 3.000 hingga 3.300 milimeter. Hal ini dikarenakan Pontianak berada di garis khatulistiwa yang menyebabkan kota ini menerima sinar matahari sepanjang tahun dan membuat penguapan air laut yang tinggi.

  • Jayapura, Papua memiliki curah hujan yang tinggi dengan rata-rata per tahun mulai dari 2.800 hingga 3.100 milimeter. Curah hujannya yang tinggi disebabkan letaknya yang ada di pantai utara Pulau Papua serta pengaruh angin pasat dari Samudra Pasifik.

4. Banyak Hutan Hujan Tropis

Sebagai negara beriklim tropis, Indonesia memiliki suhu dan tingkat kelembaban yang tinggi, kondisi inilah yang memungkinkan hutan hujan tropis tumbuh dengan subur di wilayah Indonesia.

Adanya hutan hujan tropis di Indonesia juga memegang peranan penting sebagai penyumbang pasokan oksigen kehidupan masyarakatnya.

Berdasarkan laporan KLHK atau Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, luas hutan di Indonesia sendiri mencapai 125,76 hektare atau setara dengan 62,97% dari total luas daratan yang ada di Indonesia.

Di Indonesia, hutan hujan tropis bisa kamu temukan di berbagai wilayah, mulai dari Sulawesi, Sumatera, Kalimantan, hingga Papua yang menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati.

Berikut ini beberapa lokasi hutan hujan tropis yang ada di Indonesia yang harus kamu ketahui:

  • Hutan Bowosie di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur dengan luas hingga 20.193 hektare yang dikelola BPOLBF atau Badan Pelaksana Otoritas Labuan Bajo Flores.

  • Taman Nasional Betung Kerihun di Kalimantan Barat yang telah berdiri sejak tahun 1992 dengan luas 8.000 kilometer persegi. Taman Nasional Betung Kerihun juga menjadi tempat tinggal bagi Suku Dayak Punan, Iban, Kayan, dan Suruk.

  • Taman Nasional Gunung Leuser di Aceh yang di dalamnya meliputi ekosistem asli dari pantai hingga pegunungan tinggi dengan luas mencapai 830.268 hektare.

  • Taman Nasional Kerinci Seblat di Sumatra yang menjadi salah satu taman nasional terluas di Sumatra mencapai 1.389.509 hektare. Taman Nasional ini juga menjadi habitat alami harimau Sumatera.

  • Hutan Hujan Tropis Banjarbaru di Kalimantan Selatan yang di dalamnya menyimpan berbagai jenis tanaman langka dengan luas hingga 86,85 hektare.

  • Hutan Hujan Halmahera di Maluku yang di dalamnya menyimpan keanekaragaman hayati dan menjadi habitat asli dari burung cenderawasih.

5. Keragaman Flora dan Fauna

Sebagai negara kepulauan yang berada di antara Benua Asia dan Australia serta dikelilingi Samudra Hindia dan Pasifik, Indonesia juga menawarkan keragaman flora dan fauna.

Dilihat melalui pendekatan biogeografi, persebaran flora dan fauna juga dapat dibagi ke dalam tiga bagian berdasarkan wilayahnya, yaitu bagian barat, tengah, dan timur.

Persebaran flora yang ada di Indonesia terbagi sebagai berikut:

  • Flora di Bagian Barat Indonesia, yang dapat disebut juga sebagai flora Asiatis atau flora Sumatra-Kalimantan. Dulunya, wilayah ini pernah terhubung dengan daratan Asia selama zaman es. Pada wilayah ini, floranya juga dapat dikelompokkan, yaitu:

  • Hutan Hujan Tropis, yang terdiri dari tumbuhan beraneka ragam dengan daun lebar, pohon besar, serta cendawan yang banyak.

  • Hutan Musim, hutan yang menggugurkan daunnya di musim kemarau yang berisikan flora seperti pohon jati, pinus, dan cemara.

  • Hutan Mangrove, hutan yang sering dijumpai di daerah pantai dan umumnya berisikan tumbuhan seperti rumbia, nipah, dan bakau.

  • Sabana Tropis, yang merupakan padang rumput dengan pohon tegakan tinggi. Sabana Tropis dapat kamu temui di wilayah Pulau Bali, Jawa Timur, serta dataran tinggi Gayo.

  • Flora di Bagian Tengah Indonesia, yang dikelompokkan ke beberapa jenis, yaitu:

  • Sabana Tropik, yang dapat kamu jumpai di Nusa Tenggara Barat.

  • Stepa, yang merupakan padang rumput dengan semak-semak belukar dan dapat dijumpai di Nusa Tenggara Timur.

  • Hutan Mangrove, yang di dalamnya mencakup nipah dan bakau.

  • Hutan Pegunungan, yang di dalamnya mencakup cemara dan pinus.

  • Hutan Musim, yang dapat disebut juga dengan hutan homogen.

  • Flora di Bagian Timur Indonesia, memiliki banyak persamaan dengan wilayah Australia sehingga sering kali dinamakan flora Australis. Umumnya, flora ini umumnya dapat dijumpai di wilayah seperti Papua yang mencakup hutan hujan tropik, hutan Mangrove, dan hutan pegunungan.

Persebaran fauna yang ada di Indonesia terbagi sebagai berikut:

  • Fauna di Bagian Barat Indonesia, dikenal sebagai fauna Asiatis yang mencakup wilayah Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, serta pulau sekitarnya. Terdapat beberapa jenis fauna yang dapat ditemukan, yaitu:

  • Mamalia, seperti gajah, harimau Sumatra, badak bercula satu, tapir, rusa, dan masih banyak lagi.

  • Reptil, seperti buaya, kura-kura, ular, tokek, biawak, dan trenggiling.

  • Burung, seperti burung hantu, elang, jalak, merak, dan kutilang.

  • Berbagai macam unggas.

  • Berbagai macam serangga.

  • Berbagai jenis ikan tawar dan pesut. Contohnya lumba-lumba di Sungai Mahakam.

  • Fauna di Bagian Tengah Indonesia, dikenal sebagai wilayah fauna kawasan Wallacea serta peralihan antara fauna Asiatis dan fauna Australis. Wilayahnya mencakup Pulau Sulawesi, Kepulauan Nusa Tenggara, Pulau Timor, serta Kepulauan Maluku. Jenis fauna yang dapat ditemukan, antara lain:

  • Mamalia, seperti anoa, babi rusa, kuskus, monyet hitam, tarsius, kuda, sapi, serta banteng.

  • Reptil, seperti biawak, komodo, kura-kura, buaya, dan ular.

  • Amfibi, seperti katak pohon, katak terbang, serta katak air.

  • Berbagai jenis burung, seperti burung dewata, maleo, mandar, raja udang, burung pemakan lebah, rangkong, kakatua, nuri, merpati, dan angsa,

  • Fauna di Bagian Timur Indonesia, yang meliputi wilayah Papua dan pulau di sekitarnya. Dikenal sebagai fauna tipe Australis, berikut jenis-jenis fauna yang ada di dalamnya:

  • Mamalia, seperti kanguru, walabi, nokdiak, oposum layang, kuskus, dan kanguru pohon.

  • Reptil, seperti buaya, biawak, ular, kadal, dan kura-kura.

  • Amfibi, seperti katak pohon, katak terbang, dan katak air.

  • Burung, seperti nuri raja, cenderawasih, kasuari, dan kakaktua.

  • Berbagai jenis ikan

  • Berbagai macam serangga.

6. Lahan Pertanian yang Subur

Letak astronomis Indonesia juga memiliki pengaruh positif lain, yaitu memberikan lahan pertanian yang subur.

Hal ini dikarenakan pengaruh iklim tropis serta curah hujan yang tinggi di wilayahnya. Hal ini membuat tanah yang ada menjadi lebih mudah ditanami dan digunakan untuk mendukung komoditas pertanian.

Letak Geografis Negara Indonesia

Selain letak astronomis Indonesia, posisi Indonesia juga dapat dilihat melalui letak geografisnya berdasarkan kenyataannya di muka bumi, dilihat melalui fitur fisik serta hubungannya dengan wilayah lain.

Jika dilihat secara geografis, Indonesia terletak di antara Benua Australia dan Asia dan juga di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.

Di bagian utara, Indonesia berbatasan dengan Laut Cina Selatan serta Samudra Pasifik. Selain itu, di bagian timur Indonesia berbatasan langsung dengan Papua Nugini.

Sedangkan di sebelah Selatan maupun Barat, Indonesia berbatasan secara langsung dengan Samudra Hindia.

Karena letak geografisnya yang berada di cross position atau terletak di antara persilangan dua benua dan samudra, Indonesia menjadi lokasi yang strategis.

Selain memiliki banyak mitra dagang yang berasal dari negara-negara sekitar, kegiatan perdagangan di Indonesia juga ikut meningkat.

Karena letak geografisnya juga, Indonesia memiliki dua musim, yaitu kemarau dan hujan. Hal ini dipengaruhi karena pergerakan angin musim antar wilayah sekitar.

Bukan hanya itu, jika dilihat secara letak geologisnya, Indonesia berada di kawasan

Nah, itulah penjelasan mengenai letak astronomis Indonesia serta pengaruhnya terhadap wilayah tersebut. Letak negara Indonesia yang strategis memiliki banyak keuntungan, mulai dari sisi ekonomi hingga pariwisata.

Sebagai negara beriklim tropis, wilayah-wilayah di Indonesia sering kali menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang berkunjung. Bukan hanya dari dalam negeri, berbagai kota di Indonesia juga digemari wisatawan luar karena keindahan alamnya.

Untuk melindungi kamu dan anggota keluargamu setiap saat, asuransi perjalanan MyTravel Protection Domestic maupun International hadir untuk menghindarimu dari berbagai risiko ketidaknyamanan perjalanan seperti sakit, kecelakaan, pembatalan perjalanan, kehilangan bagasi, penundaan dan ketidaknyamanan lainnya.

Apa saja keunggulan asuransi MyTravel?

  • Perlindungan diri dan barang bawaan, tanggungan biaya medis darurat serta risiko kehilangan, kerusakan, atau keterlambatan bagasi.

  • Proteksi perjalanan lengkap, memberikan kompensasi delay, pembatalan, dan gangguan perjalanan sejak berangkat hingga kembali ke rumah.

  • Bantuan darurat 24/7, menyediakan layanan emergency assistance selama 24 jam.

  • Klaim praktis, ajukan klaim dengan mudah kapan saja melalui aplikasi eBenefit General.

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

5 mins read06/02/2026
38 Provinsi di Indonesia Lengkap dengan Ibu Kota, Keunikan dan Tradisinya!

Sejak merdeka pada 17 Agustus 1945, jumlah provinsi di Indonesia terus berkembang dan hingga saat ini telah mencapai 38 provinsi yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.

Pada tahun 2022, terdapat 4 provinsi terbaru yang disahkan oleh pemerintah, yaitu Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Pegunungan, serta Papua Barat Daya.

Keempat provinsi baru tersebut merupakan hasil pemekaran dari provinsi-provinsi sebelumnya yang ada di Papua yang disahkan oleh DPR atau Dewan Perwakilan Rakyat melalui Undang-Undang:

  • UU Nomor 14 Tahun 2022 yang menjabarkan tentang pembentukan Provinsi Papua Selatan.
  • UU Nomor 15 Tahun 2022 yang menjabarkan tentang pembentukan Provinsi Papua Tengah.
  • UU Nomor 16 Tahun 2022 yang menjabarkan tentang pembentukan Provinsi Papua Pegunungan.
  • UU Nomor 29 Tahun 2022 yang menjabarkan tentang pembentukan Provinsi Papua Barat Daya.

Setiap provinsi di Indonesia memiliki ciri khasnya masing-masing, mulai dari suku, agama, ras, bahasa, budaya, hingga adat istiadatnya yang menawarkan keberagamannya tersendiri.

Lalu apa saja 38 provinsi di Indonesia beserta ibu kota hingga keunikannya masing-masing? Simak ulasannya di sini!

38 Provinsi di Indonesia Lengkap dengan Ibu Kota, Keunikan dan Tradisinya!

Provinsi di Indonesia tersebar antara lima pulau besar, yaitu Pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua yang masing-masing memiliki ciri khasnya tersendiri.

Setiap provinsi tersebut juga memiliki ibu kota yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan, administrasi, ekonomi, hingga kebudayaan.

Berikut ini daftar provinsi di Indonesia beserta ibu kotanya masing-masing secara lengkap:

1. Provinsi di Pulau Sumatra

Pulau Sumatra - Provinsi di Indonesia

  • Provinsi Aceh dengan Ibu Kota Banda Aceh.
  • Provinsi Sumatra Utara dengan Ibu Kota Medan.
  • Provinsi Sumatra Selatan dengan Ibu Kota Palembang.
  • Provinsi Sumatra Barat dengan Ibu Kota Padang.
  • Provinsi Bengkulu dengan Ibu Kota Bengkulu.
  • Provinsi Riau dengan Ibu Kota Pekanbaru.
  • Provinsi Kepulauan Riau dengan Ibu Kota Tanjung Pinang.
  • Provinsi Jambi dengan Ibu Kota Jambi.
  • Provinsi Lampung dengan Ibu Kota Bandar Lampung.
  • Provinsi Bangka Belitung dengan Ibu Kota Pangkal Pinang.

2. Provinsi di Pulau Kalimantan

Pulau Sumatra - Provinsi di Indonesia

  • Provinsi Kalimantan Timur dengan Ibu Kota Samarinda.
  • Provinsi Kalimantan Barat dengan Ibu Kota Pontianak.
  • Provinsi Kalimantan Tengah dengan Ibu Kota Palangkaraya.
  • Provinsi Kalimantan Selatan dengan Ibu Kota Banjarbaru yang sebelumnya Banjarmasin yang ditetapkan pada UU Nomor 8 Tahun 2022.
  • Provinsi Kalimantan Utara dengan Ibu Kota Tanjung Selor.

3. Provinsi di Pulau Jawa

Pulau Jawa - Provinsi di Indonesia

  • Provinsi DKI Jakarta dengan Ibu Kota Jakarta.
  • Provinsi Banten dengan Ibu Kota Serang.
  • Provinsi Jawa Barat dengan Ibu Kota Bandung.
  • Provinsi Jawa Tengah dengan Ibu Kota Semarang.
  • Provinsi DI Yogyakarta dengan Ibu Kota Yogyakarta.
  • Provinsi Jawa Timur dengan Ibu Kota Surabaya.

4. Provinsi di Pulau Nusa Tenggara dan Bali

Pulau Bali - Provinsi di Indonesia

  • Provinsi Bali dengan Ibu Kota Denpasar.
  • Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan Ibu Kota Mataram.
  • Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan Ibu Kota Kupang.

5. Provinsi di Pulau Sulawesi

Pulau Sulawesi - Provinsi di Indonesia

  • Provinsi Sulawesi Utara dengan Ibu Kota Manado.
  • Provinsi Sulawesi Barat dengan Ibu Kota Mamuju.
  • Provinsi Sulawesi Tengah dengan Ibu Kota Palu.
  • Provinsi Gorontalo dengan Ibu Kota Gorontalo.
  • Provinsi Sulawesi Tenggara dengan Ibu Kota Kendari.
  • Provinsi Sulawesi Selatan dengan Ibu Kota Makassar.

6. Provinsi di Pulau Maluku dan Papua

Pulau Papua - Provinsi di Indonesia

  • Provinsi Maluku Utara dengan Ibu Kota Sofifi yang berlaku sejak 4 Agustus 2010.
  • Provinsi Maluku dengan Ibu Kota Ambon.
  • Provinsi Papua Barat dengan Ibu Kota Manokwari.
  • Provinsi Papua dengan Ibu Kota Jayapura.
  • Provinsi Papua Selatan dengan Ibu Kota Kabupaten Merauke.
  • Provinsi Papua Tengah dengan Ibu Kota Kabupaten Nabire.
  • Provinsi Papua Pegunungan dengan Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya.
  • Provinsi Papua Barat Daya dengan Ibu Kota Sorong.

Keunikan Budaya dan Tradisi Provinsi di Indonesia

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau dan 38 provinsi di dalamnya, Indonesia memiliki berbagai macam budaya dan tradisi yang berbeda-beda.

Lalu apa saja budaya dan tradisi dari berbagai daerah di Indonesia yang mencerminkan keunikan dan keberagaman Indonesia? Simak di sini!

1. Tradisi Tana Toraja di Sulawesi Selatan

Tana Toraja dikenal sebagai wilayah yang kaya akan spiritualitas, tradisi, serta keindahan alam memukau yang sering kali menjadi wisata alam.

Dikelilingi perbukitan hijau dan persawahan yang subur, Tana Toraja juga menawarkan keindahan rumah adat tradisional dengan atap melengkung menyerupai perahu.

Salah satu tradisi yang paling dikenal banyak orang dari Tana Toraja adalah upacara pemakaman Rambu Solo yang dikenal dengan kemegahan dan kompleksitasnya sebagai penghormatan tertinggi kepada arwah leluhur.

Upacara ini dapat berlangsung hingga berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu yang melibatkan seluruh anggota keluarga besar dan masyarakat desa sekitar.

Pada pelaksanaannya, puluhan ekor kerbau dan babi dijadikan persembahan, diiringi dengan tarian adat, hingga musik tradisional.

Masyarakat sekitar percaya, bahwa dengan melaksanakan Rambu Solo sebagai bentuk manifestasi keyakinan, di mana kematian merupakan perjalanan menuju Puya atau dunia arwah. Di mana, semakin besar upacara yang dilaksanakan, maka semakin tinggi pula derajat arwah di alam sana.

2. Upacara Ngaben di Bali

Tradisi selanjutnya dilaksanakan di Bali, sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian barat Kepulauan Nusa Tenggara, di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok, yaitu Upacara Ngaben.

Upacara Ngaben merupakan sebuah ritual kremasi atau pembakaran jenazah yang dilakukan umat Hindu yang juga dikenal dengan sebutan Pitra Yadnya, Pelebon, ataupun upacara kremasi.

Pelaksanaannya memiliki tujuan untuk melepaskan jiwa dan memurnikan roh seseorang yang sudah meninggal agar dapat mencapai moksha atau kebebasan dari siklus reinkarnasi.

Prosesnya juga berlangsung cukup panjang, di mana tradisi ini dimulai dengan Ngulapin, di mana pihak keluarga melakukan ritual permohonan izin dan restu kepada Dewi Surga yang merupakan sakti dari Dewa Siwa.

Hingga akhirnya mencapai prosesi terakhir, yaitu Nganyut yang dilakukan dengan menghanyutkan abu jenazah ke laut yang memiliki arti simbolis pengembalian unsur air dan bersatunya kembali jiwa dengan alam.

3. Tradisi Tabuik di Pariaman

Tradisi Tabuik di Pariaman, Sumatera Barat juga kaya akan makna sejarah dan religius yang mendalam. Kata tabuik berasal dari bahasa Arab yaitu at-tabut yang memiliki arti peti atau keranda.

Tradisi atau Upacara Tabuik sendiri terdiri dari beberapa tahap, mulai dari upacara membuat daraga, upacara mengambil tanah, upacara menebang batang pisang, peristiwa maatam, upacara mengarak sorban, upacara Tabuik naik pangkat, pesta Hoyak Tabuik dan Tabuik dibuang ke laut.

Pada pelaksanaannya, Tradisi Tabuik sendiri melibatkan pembuatan dan arak-arakan replika kuda perang yang disebut tabuik yang akan dibuang ke laut sebagai simbol pelepasan roh Imam Husan ke surga.

4. Suku Asmat dan Seni Ukirdi Papua

Suku Asmat yang memang sudah dikenal sebagai salah satu suku besar yang ada di Papua memiliki warisan budaya seni ukir yang keindahan dan keunikannya telah di kenal banyak orang di seluruh penjuru dunia.

Bagi masyarakat di dalamnya, ukiran bukanlah sekedar seni, namun juga sebuah media yang digunakan untuk menyampaikan kisah hidup, baik secara heroik, mistis, ataupun aturan adat.

Seni ukir juga dijadikan alat pembelajaran dari generasi ke generasi dan dijadikan bentuk penghormatan terhadap roh leluhur.

Bukan hanya itu, di era modern saat ini, hasil seni ukir Suku Asmat juga memiliki nilai yang tinggi dan diminati oleh banyak orang. Hal ini dikarenakan, hasilnya yang memiliki ciri khas yang membedakannya dengan ukiran daerah lain.

Umumnya, ukiran yang dihasilkan identik dengan pengerjaan yang rapi dan detail yang rumit. Selain itu, umumnya ukiran mengambil inspirasi dari alam, makhluk hidup, hingga aktivitas sehari-hari.

5. Tradisi Pasola di Sumba, Nusa Tenggara Timur

Tradisi unik selanjutnya datang dari Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, yaitu Pasola yang merupakan festival perang yang dilakukan masyarakatnya untuk menyambut musim panen.

Pada pelaksanaannya, umumnya terdapat dua kelompok penunggang kuda yang saling beradapan dan melempar lembing yang terbuat dari kayu.

Bukan hanya sebuah pertunjukan fisik, namun tradisi Pasola juga dilakukan sebagai ritual keagamaan dilengkapi dengan berbagai nilai spiritual untuk memohon keberkahan dari para dewa.

Karena keunikannya tersebut, tradisi Pasola juga sering kali menarik perhatian wisatawan yang secara khusus berkunjung untuk menyaksikan atraksi dan pelaksanaannya yang dijalankan hanya satu tahun sekali.

Waktu pelaksanaan tradisi Pasola sendiri umumnya dilakukan pada awal musim tanam, tepatnya di bulan Februari di Kecamatan Lamboya dan bulan Maret di Kecamatan Wanokaka dan Laboya Barat atau Gaura.

6. Karapan Sapi

Karapan sapi merupakan perlombaan pacuan sapi yang menjadi salah satu ciri khas budaya masyarakat Madura dan telah dilakukan secara turun temurun.

Umumnya, Karapan Sapi dilaksanakan setiap tahun di bulan Agustus ataupun September yang kemudian tahapan finalnya diselenggarakan di akhir September atau Oktober.

Pelaksanaan lombanya umumnya melibatkan sepasang sapi yang digunakan untuk menarik sejenis kereta yang terbuat dari kayu tempat joki berdiri dan mengendalikannya,

Dengan panjang trek pacuan sekitar 100 meter, perlombaan ini menilai kecepatan peserta dengan melawan pasangan-pasangan lain.

Hal yang menarik lainnya dari tradisi karapan sapi ini sendiri adalah, sebelum perlombaan dimulai pasangan-pasangan sapi akan diarak mengelilingi arena pacuan diiringi gamelan Madura.

Proses ini dilakukan bukan hanya untuk melemaskan otot-otot sapi, namun juga menjadi sarana unjuk keindahan pakaian dan hiasan dari sapi yang akan berpartisipasi pada lomba.

Lomba terbagi ke dalam babak, mulai dari babak penyisihan pertama, kedua, ketiga, dan keempat yang menjadi babak final.

Bukan hanya untuk mencapai kemenangan, Karapan Sapi juga mengajarkan masyarakat berbagai nilai luhur, seperti kerja keras, kerja sama, sportivitas, persaingan, dan ketertiban.

7. Upacara Potong Jari

Suku dani yang menjadi salah satu terbesar dan paling terkenal di antara lebih dari 466 suku yang ada di Papua memiliki salah satu tradisi budaya yang unik, yaitu upacara potong jari.

Tradisi ini sendiri diselenggarakan ketika salah satu anggota keluarga, baik ayah, ibu, anak ataupun adik meninggal dunia yang dilakukan dengan tujuan menunjukkan rasa persaudaraan yang tinggi.

Masyarakat suku dani percaya, dengan memotong salah satu jari tangan mereka merupakan bentuk simbol rasa sakit ketika ditinggal selamanya oleh anggota keluarga yang mereka cintaidan sayangi.

Umumnya upacara ini dilakukan oleh wanita, namun laki-laki juga dapat melakukannya sebagai bentuk ekspresi kesedihan yang mendalam.

Sudah ada sejak dahulu, tradisi potong jari juga sudah diwariskan secara turun temurun pada penduduk suku dani dan hingga saat ini masih dilakukan sebagai cara mengenang leluhur dan menunjukkan rasa belasungkawa.

8. Tradisi Tanam Sasi

Tanam sasi merupakan sebuah upacara adat kematian yang berasal dari suku Marind-Anim yang ada di Papua, khususnya wilayah dataran luas Papua Barat.

Pada pelaksanaannya, sasi yang digunakan pada upacaranya merupakan sejenis kayu yang ditanam ketika kematian sudah mencapai 40 hari. Selanjutnya, sasi tersebut akan dicabut setelah 1000 hari ditanam.

Pada prosesnya, upacara ini juga melibatkan penampilan tarian tradisional, yaitu tari gatsi yang juga ditampilkan pada festival Telinga Tusuk yang diselenggarakan suku Marind.

Upacara juga dilengkapi dengan alat musik tradisional Papua, yaitu Tifa yang berbentuk seperti gendang kecil yang terbuat dari kayu susu, kulit rusa atau biawak yang mampu menghasilkan suara musik yang indah.

9. Tradisi Merarik atau Kawin Culik

Merarik yang berasal dari bahasa Sasak atau kawin culik merupakan tradisi pernikahan yang berasal dari Suku Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Secara sederhana, tradisi ini dilakukan dengan cara pihak pria yang hendak menikah harus menculik pihak perempuan yang ingin dinikahinya, lalu membawa pulang dan kemudian menikah di keesokan harinya.

Sebelum melaksanakan merarik, kedua calon pengantin harus terlebih dahulu menyepakati jam dan hari mereka akan melaksanakannya yang akan menjadi rahasia kedua belah pihak, dan proses ini disebut dengan midang.

Tahap berikutnya dari tradisi ini disebut dengan selabar dan majestik, di mana keluarga laki-laki harus melapor kepada dusun pihak perempuan bahwa telah terjadi merarik.

Setelah itu, kesepakatan akan proses adat selanjutnya juga akan ditentukan, seperti ijab kabul, sorong serah, hingga nyongkolan.

Keempat, yaitu tahap mbait wali, di mana proses penjemputan wali dengan tujuan menikahkan perempuan ketika ijab kabul yang telah disepakati akan dilaksanakan.

Tahap kelima, yaitu tahap sorong serah, yaitu proses serah terima pengantin pada perkawinan yang telah direncanakan.

Dan yang terakhir, yaitu tahapan nyongkolan, di mana proses pengiringan keluarga pihak laki-laki menuju ke keluarga perempuan.

Nah, itulah pembahasan terkait 38 provinsi di Indonesia lengkap dengan ibu kota, tradisi dan budayanya yang unik dan beragam.

Bukan hanya contoh-contoh di atas, Indonesia menawarkan berbagai jenis keindahan alam dan keberagaman budaya di setiap pelosoknya. Mulai dari kuliner, objek hingga desa wisata yang bisa kamu kunjungi dan masih banyak lagi.

Agar perjalananmu dan anggota keluarganya lainnya tetap terlindungi dari berbagai risiko ketidaknyamanan perjalanan, mulai dari kecelakaan, kehilangan bagasi, penundaan, dan berbagai ketidaknyamanan lainya siapkan diri dengan MyTravel Protection Domestic.

Asuransi perjalanan yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan dan hak semua orang. MyTravel Protection Domestic juga menawarkan kenyamanan, dengan menyisihkan sebagian kecil dana perjalanan, pengalaman berlibur juga akan menjadi lebih baik dan terbebas dari rasa khawatir.

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

5 mins read22/01/2026
22 Makanan Khas Jawa Barat Paling Enak dan Wajib Dicoba!

Makanan khas Jawa Barat - Dikenal dengan keberagaman budayanya, Indonesia menjadi salah satu negara dengan kekayaan kuliner yang beragam dan tersebar di berbagai daerah.

Salah satunya, makanan khas Jawa Barat yang bukan hanya terkenal di dalam negara. Namun, kepopularitasannya dapat kita lihat hingga ke berbagai negara lainnya.

Nah, apa saja rekomendasi makanan khas Jawa Barat yang populer dan harus kamu coba? Simak ulasan berikut!

22 Makanan Khas Jawa Barat Paling Enak dan Wajib Dicoba!

Apa saja makanan khas Jawa Barat yang menjadi rekomendasi dan dapat kamu coba ketika berkunjung? Simak di sini!

1. Asinan Bogor

asinan bogor

budaya-indonesia.org

Salah satu makanan khas Jawa Barat adalah asinan yang populer karena memiliki kuas pedas yang terbuat dari cabai merah dan memberikan rasa segar.

Pada umumnya, asinan ini memiliki isi antara campuran buah dengan sayuran. Namun, tersedia pula pilihan asinan buah tanpa sayur bagi para pecinta buah.

2. Batagor

batagor

kompas.com

Bakso tahu goreng atau yang disingkat menjadi batagor merupakan makanan khas asal Bandung yang terdiri dari tahu goreng dan bola ikan. Batagor umumnya disajikan dengan saus kacang.

Pertama kali muncul pada tahun 1968 di Jawa Barat oleh seorang penjual siomay, Batagor digemari banyak orang dan hingga saat ini dapat dengan mudah ditemukan bukan hanya di Jawa Barat namun di berbagai daerah di Indonesia.

3. Burayot

burayot makanan khas jawa barat

m.guideku.com

Burayot merupakan jajan tradisional khas Garut, Jawa Barat yang terbuat dari tepung beras, gula merah, dan kacang tanah.

Burayot yang berasal dari bahasa Sunda memiliki arti menggantung, seperti bentuknya karena setelah digoreng, kue basah ini akan digantung pada bambu kecil untuk ditiriskan.

Dengan cita rasa khas manis legit, serta tekstur yang unik di mana bagian dalamnya lembut dan luarnya renyah, kue ini sering kali menjadi pilihan oleh-oleh serta disajikan pada acara khusus bagi masyarakat Garut.

4. Cireng

cireng

cookpad.com

Makanan khas Jawa Barat selanjutnya, yaitu cireng atau aci digoreng yang berasal dari Bandung merupakan makanan ringan yang populer di seluruh Indonesia dan diperkirakan pertama kali muncul pada tahun 1970an ketika masyarakat kesulitan mendapatkan makanan pokok.

Berbahan dasar tepung kanji atau tapioka, cireng biasanya disajikan dengan sambal rujak atau sambal pedas manis untuk menambah cita rasa. Saat ini, variasi cireng juga semakin bertambah, ada yang berisikan ayam pedas hingga cokelat.

5. Colenak

Selanjutnya, colenak merupakan camilan atau makanan ringan khas Sunda yang cukup populer di Bandung. Diambil dari kepanjangan cocol enak, colenak terbuat dari olahan peuyeum atau tape singkong yang dibakar dan disajikan dengan saus gula merah dan campuran kelapa parut.

Makanan ringan ini sudah dikenal masyarakat Indonesia sejak 1930an dan masih menjadi salah satu jajanan tradisional yang populer di Jawa Barat.

6. Cuanki

Makanan khas Jawa Barat selanjutnya adalah cuanki. Cuanki merupakan campuran kuah bakso, mie, tahu goreng, pangsit, hingga sayuran yang disajikan dengan kaldu kuah gurih dan taburan daun bawang.

Hal yang membedakan cuanki dengan bakso dapat dilihat dari bahan dasarnya di mana cuanki menggunakan ikan tenggiri dan bukan daging sapi yang membuat cuanki memiliki ciri khas rasa gurih dan segar karena adanya perpaduan rasa ikan dan rempah pada kuahnya.

7. Empal Gentong

empal gentong

kompas.com

Empal gentong yang merupakan makanan khas Jawa Barat selanjutnya dan berasal Cirebon. Empal gentong merupakan hidangan sup daging sapi yang menyerupai gulai.

Pada umumnya, hidangan ini di masak di dalam gentong tanah liat dengan kayu bakar yang dapat memberikan rasa yang lebih kaya dan kontras pada kuah kaya rempah tersebut.

Selain menggunakan daging sapi, empal gentong juga biasanya dilengkapi dengan jeroan seperti usus hingga babat dan disantap bersama lontong maupun nasi.

8. Geco

Selanjutnya, geco merupakan makanan khas Jawa Barat dari Cianjur yang menggunakan tauge dan taoco sebagai bahan utamanya.

Perpaduan taoge yang disiram kuah taoco atau fermentasi kacang kedelai dan cuka lahang yang menciptakan rasa gurih, manis, dan asam. Selain itu, hidangan ini biasanya juga dilengkapi dengan tahu goreng, ketupat, mie aci, kentang, dan telur rebus.

9. Gemblong

Gemblong yang merupakan kue tradisional Indonesia dan menjadi salah satu jajanan pasar populer khususnya di daerah Jawa.

Pada umumnya, gemblong terbuat dari beras ketan putih, santan, kelapa parut dan garam yang kemudian digoreng dan dilapisi gula merah cair.

Berbeda dengan gemblong biasanya, gemblong asal Kuningan memiliki empat rasa, seperti gurih, orisinal, keju, dan manis dan terbuat dari parutan singkong yang dicampur dengan terigu.

10. Gombyang Manyung

Gombyang Manyung yang juga populer di kalangan masyarakat, merupakan hidangan khas Indramayu dan menjadi salah satu ikon wisatanya. Kata gombyang yang identik dengan hidangan ini karena memiliki porsi besar, di mana menggunakan setengah kepala ikan manyung.

Makanan khas Jawa Barat yang satu ini terbuat dari kepala ikan manyung, iklan laut yang banyak ditemui di perairan Pantura, kemudian dibumbui dan diasap.

Kuahnya yang berwarna kuning dan kaya akan rempah-rempah memberikan rasa khas dari perpaduan rasa asam, manis, pedas, dan segar.

11. Karedok

Makanan khas Jawa Barat selanjutnya adalah karedok yang kepopularitasannya tidak perlu dipertanyakan lagi. Karedok dihidangkan dengan perpaduan sayuran mentah yang kemudian diberi bumbu saus kacang sebagai pelengkapnya.

Sayur yang digunakan meliputi kubis, kacang panjang, taoge, terong, mentimun, hingga kemangi.

Walaupun mirip dengan hidangan seperti gado-gado dan lotek, karedok memiliki keunikannya tersendiri yaitu menggunakan sayuran mentah di mana hidangan lainnya menggunakan sayuran yang sudah direbus.

Bukan hanya karena cita rasanya yang menonjolkan kesegaran dan rasa renyah dari sayuran, karedok juga makanan yang kaya akan gizi dan serat sehingga bermanfaat bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

12. Nasi Cikur

Nasi cikur yang merupakan makanan khas Tasikmalaya yang memiliki ciri khas aroma dan rasa yang unik karena menggunakan kencur sebagai bumbu utamanya. Cikur dalam bahasa Sunda sendiri berarti kencur yang membuat hidangan ini sesuai dengan namanya.

Nasi cikur biasanya dihidangkan dengan berbagai jenis lauk, seperti ayam goreng, telur dadar, tahu, hingga lalapan dan sambal.

Karena ciri khas aroma kencur yang kuat serta rasa gurihnya, nasi cikur menjadi salah satu pilihan kuliner wisatawan ketika berkunjung ke Tasikmalaya dan dapat dengan mudah ditemukan di warung makan maupun tempat wisata alam sekitar.

13. Nasi Timbel

Nasi timbel yang merupakan hidangan khas Sunda terbuat dari olahan nasi putih yang kemudian dibungkus dengan daun pisang sebelum dikukus maupun dibakar yang memberikan aroma khas.

Hidangan ini biasanya disajikan dengan berbagai pilihan lauk pauk, seperti ayam, tahu, tempe, lalapan, hingga sambal yang memberikan cita rasa beragam.

Karena bentuknya yang praktis dan mudah dibawa, nasi timbel sering dijadikan orang Sunda sebagai bekal ketika bepergian jauh, di mana daun pisang yang digunakan untuk membungkus nasi dimanfaatkan sebagai alas makan.

14. Peuyeum

Peuyeum yang merupakan makanan khas Jawa Barat dan telah menjadi tradisi sejak lama serta memiliki nilai budaya yang tinggi.

Peuyeum terbuat dari tape singkong yang difermentasi sehingga menciptakan cita rasa unik rasa manis sedikit asam serta tekstur yang lembut.

Karena keunikannya, Peuyeum sering dijadikan oleh-oleh para wisatawan yang berkunjung ke Jawa Barat dan digunakan di berbagai acara adat Sunda, seperti pernikahan, syukuran, serta festival budaya.

Selain karena cita rasanya, Peuyeum juga dikonsumsi karena memiliki banyak manfaat kesehatan, seperti:

  • Sumber energi, karena memiliki kandungan karbohidratnya yang banyak mengonsumsi Peuyeum dapat memberikan sumber energi.

  • Probiotik, yang memberikan kesehatan bagi pencernaan yang di dapat melalui proses fermentasi.

  • Vitamin dan Mineral, Peuyeum mengandul banyak mineral dan vitamin B kompleks yang baik bagi tubuh manusia.

15. Sate Maranggi

Sate maranggi yang berasal dari Purwakarta merupakan hidangan khas Jawa Barat yang terbuat dari daging sapi maupun domba yang kemudian di marinasi menggunakan rempah dan kecap manis.

Memiliki cita rasa khas, sate maranggi biasanya disajikan dengan sambal tomat atau sambal oncom, serta lontong maupun ketan bakar sebagai pelengkap.

Karena proses marinasinya yang biasanya menggunakan bumbu seperti jahe, ketumbar, kunyit, lengkuas, hingga cuka membuat rasa Sate Maranggi lebih otentik, kaya, dan gurih.

Di budaya Sunda, tiga potong daging yang ada pada sate maranggi juga memiliki ati dan melambangkan filosofi tri tangtu yang berarti tekad, ucapan, dan tindakan.

16. Seblak

Seblak yang belakangan ini sempat viral di sosial media juga menjadi salah satu makanan khas Jawa Barat yang terkenal karena rasa pedas serta rempah cikur atau kencurnya yang unik.

Selain itu, ciri khas seblak lainnya yang mudah dikenali adalah isinya, salah satunya adalah kerupuk berwarna oranye yang dijadikan topping.

Sudah ada sejak lama mulai dari tahun 1990an, seblak tersedia dalam berbagai varian, mulai dari yang pedas hingga yang lebih ringan.

Namun, dibandingkan dulu yang lebih sederhana dengan isian kerupuk dan rempah-rempah saja, saat ini sajian seblak lebih beragam, di mana dapat berisikan telur, siomay, ceker, cilok, baksi, hingga berbagai jenis sayuran.

17. Surabi

Surabi atau pancake tradisional yang dibuat menggunakan tepung beras, santan, dan ragi menjadi salah satu jajanan khas Jawa Barat yang banyak digemari.

Memiliki tekstur yang lembut dengan cita rasa khas, Surabi telah ada sejak tahun 90an dan bertahan dari generasi ke generasi.

Hingga saat ini, varian surabi juga sudah lebih beragam dan disajikan menggunakan berbagai topping, baik yang gurih menggunakan sayuran dan daging hingga yang manis menggunakan cokelat.

Sebagai pelengkapnya, surabi juga biasanya dilengkapi dengan kuah kinca, yang dibuat menggunakan bahan dasar gula merah cair atau kinca dan berbagai jenis topping seperti kelapa parut hingga nangka yang memberikan rasa autentik nusantara.

18. Tutug Oncom

Tutug Oncom yang berasal dari Tasikmalaya menawarkan cita rasa unik karena menggunakan bahan utama, yaitu oncom yang terbuat dari bungkil kacang tanah atau ampas tahu yang difermentasi.

Awal mula tutug oncom berasal dari masyarakat Sunda kelas menengah bawah yang mengakali dan mencampur oncom dengan nasi agar terlihat padat dan banyak.

Namun, karena rasanya yang unik dan lezat, hidangan ini menjadi populer di berbagai kalangan masyarakat hingga dijual di berbagai restoran.

Kata tutug yang berarti ditumbuk sesuai dengan proses pembuatan hidangan ini, di mana nasi yang dicampur dengan oncom tumbuk dan disajikan dalam kondisi hangat.

19. Soto Bandung

Menjadi salah satu hidangan yang populer, Soto dapat kamu nikmati di berbagai daerah dengan ciri khas tiap daerah tersebut.

Soto Bandung sendiri memiliki ciri khas tersendiri, yaitu kuah bening dilengkapi dengan potongan daging sapi dan lobak. Selain itu, sebagai pelengkap biasanya hidangan ini juga dilengkapi kacang kedelai goreng, perasan jeruk nipis, dan taburan bawang goreng,

Dipercaya, Soto Bandung muncul karena adanya pengaruh kuliner Tiongkok yang datang ratusan tahun lalu ke Indonesia dan berbaur dengan budaya lokal.

20. Tahu Sumedang

Selanjutnya, tahu sumedang yang sesuai dengan namanya berasal dari daerah Sumedang dan dikenal karena tekstur luarnya yang renyah dan lembut di dalam.

Dipercaya, pencetus dari tahu sumedang adalah Ong Kino, ayah Boen Keng yang sudah merintis usaha pembuatan tahu hingga 100 tahun lalu.

Proses pembuatannya yang tradisional, menggunakan tenaga manusia dan bersih dari bahan pengawet juga menjadi ciri khasnya.

Tahapan perendaman kacang kedelai, pencucian, penggilingan, perebusan, dan hingga akhirnya penyaringan pati dilakukan secara manual hingga pada akhirnya menjadi tahu.

21. Tahu Gejrot

Tahu Gejrot yang berasal dari daerah Cirebon merupakan makanan khas Jawa Barat yang terbuat dari tahu goreng yang dipotong kecil dan kemudian disiram menggunakan kuah bumbu pedas manis yang dibuat menggunakan gula merah, asam jawa, bawang, dan cabai.

Uniknya, tahu gejrot disajikan menggunakan piring gerabah yang digunakan juga pada proses pengulekan bumbunya. Sesuai dengan namanya, yaitu gejrot yang muncul dari suara kuah yang dituangkan ke atas tahu.

Hingga saat ini, tahu gejrot juga masih digemari banyak orang, dan kamu dapat menemukannya bukan hanya di Cirebon namun di berbagai kota besar di Indonesia karena rasanya yang unik dengan harga terjangkau.

22. Dodol Garut

Dodol yang merupakan makanan cemilan dengan tesktur kenyal dan lengket menjadi salah satu jajanan Jawa Barat yang terkenal di masyarakat.

Khususnya, dodol dari daerah Garut yang sering kali dijuluki kota dodol karena sejarah dan cerita panjang di belakang camilan ini.

Dodol Garut pada awalnya dibuat menggunakan campuran tepung ketan, santan, dan gula yang dimasak hingga menjadi tekstur yang diinginkan.

Seiring berjalannya waktu, dodol garut mengalami berbagai macam modifikasi dari segi bahan baku dan rasa. Saat ini, varian dodol garut menjadi lebih banyak dan unik, seperti kentang, kacang, sirsak, nanas, durian, dan masih banyak lagi.

Nah, itulah 22 rekomendasi makanan khas Jawa Barat yang unik dan dapat kamu coba ketika berkunjung atau berlibur ke sana. Mulai dari makanan berat hingga jajanan tradisional yang unik dapat kamu temukan di sini.

Agar perjalanan wisata tetap nyaman dan berbagai risiko seperti kecelakaan, kehilangan bagasi, hingga penundaan terhindari kamu juga harus memiliki perlindungan terpercaya.

MyTravel Protection Domestic hadir dan didesain untuk kenyamanan finansial kamu dan keluarga. Memberikan perlindungan yang berlaku 24 jam selama periode asuransi, yang berarti salam perjalanan kamu dan bukan hanya di dalam pesawat, kereta api, atau bus saja. Semoga penjelasan di atas bermanfaat!

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

5 mins read18/08/2025