Home
/
Articles
/
Health
/
10 Drinks That Contain Caffeine and the Effects of Overconsumption!

10 Drinks That Contain Caffeine and the Effects of Overconsumption!

16 October 2025 | MyProtection News Jakarta

Aside from coffee and tea, there are several other beverages that also contain caffeine. Generally, caffeine is used to help reduce drowsiness and acts as a natural stimulant.

By consuming caffeine, the brain becomes stimulated to stay focused and alert while suppressing feelings of sleepiness.

Caffeine, a natural chemical compound, can be found in leaves, beans, and fruits. It functions as a central nervous system stimulant that helps increase alertness and reduce fatigue.

This compound works by blocking the effects of a neurotransmitter called adenosine, which builds up throughout the day and causes the body to feel tired.

So, what drinks actually contain caffeine? Find out more below!

Was this article helpful?
Subscribe to our newsletter
Click subscribe to subscribe to our article newsletter
Share MyPro on
facebook
twitter
instagram
About MyProtection News Jakarta
MyProtection is one of the pioneer portals for purchasing health insurance and general insurance online which can be accessed via website and application platforms since 2017.
Recommended Articles
Automotive
5 mins read 23/01/2026
3 Reasons Why Car Tie Rods Are Important & Signs of Damage!

A car consists of various components, each playing a crucial role in ensuring a smooth and safe driving experience.

One of these components is the tie rod, which connects the steering system to the front wheels, allowing the car to maneuver smoothly and maintain stability.

3 Reasons Why Car Tie Rods Are Important & Signs of Damage!

When the tie rod is damaged, it can impact the vehicle significantly, making it harder to control, causing unstable wheels, and even producing unusual noises.

To better understand its importance, here are some main functions of a car tie rod that you should know!

1. Moving the Wheels Forward

The tie rod is located at the end of the steering gear and steering knuckle. When the steering wheel is turned, this component creates a rotational movement toward the steering gearbox, which produces a push-and-pull motion.

This motion causes the front wheel to shift or turn in the direction determined by the driver.

2. Absorbing Vibrations

Tie rods also help absorb vibrations when driving on uneven roads. This is possible because tie rods are equipped with a ball joint that enables multi-directional movement.

The long tie rod helps reduce vertical vibrations up and down, while the tie rod end helps minimize lateral movements left and right.

3. Adjusting the Front Wheel Alignment

Tie rods also function to adjust the distance between the front wheels or wheelbase.

There are two types of adjustments, the first one is toe-in, which keeps the front wheels straight and stable. And the other one is toe-out, which helps prevent uneven tire wear.

After understanding the functions and uses, it’s also important to know the signs of a damaged tie rod to avoid unwanted risks while driving.

These are some signs of a damaged tie rod that you should know:

  • Unusual vibrations in the steering wheel or cabin while driving.

  • Squeaking or creaking noises when turning the steering wheel left or right.

  • Reduced vehicle stability, as a damaged tie rod can affect steering performance and maneuvering.

  • Uneven tire wear due to improper locking of the wheels, causing uneven friction on the tires.

If you experience any of these symptoms while driving, it’s crucial to schedule maintenance, regular inspections, or even replace the component immediately.

A damaged tie rod can make the car difficult to steer, cause unstable wheels, and increase steering vibrations. While all of it can raise the risk of accidents.

Some common causes that can cause tie rod damage include:

  • Wear and tear from constant friction when the car is in motion.

  • Damage to the tie rod end located near the wheel.

  • Damage to the joint between the long tie rod and the tie rod end is essential for proper tie rod function.

  • Uneven tire wear, which can lead to tire bulging and add excessive pressure on the tie rod.

*PT Lippo General Insurance Tbk is licensed and supervised by Financial Services Authority (OJK)

Read Article
All Category
5 mins read 06/12/2019
Minyak Ikan Bantu Kurangi Risiko Penyakit Jantung

Jakarta, 6 Desember 2019 - MyProtection News

Sampai saat ini, kasus penyakit jantung dan kanker merupakan penyebab kematian terbesar di kalangan dewasa lanjut usia menurut laporan dari Centers for Disease Control and Prevention (CDCP).

Kabar baiknya, sebuah studi oleh Vital Study menemukan bahwa vitamin D dan minyak ikan nampaknya beperan dalam mengurangi resiko penyakit jantung dan kanker, khususnya bagi individu yang tidak pernah mengidap kedua penyakit tersebut.

Vital Study melakukan riset terhadap 26.000 pria dan wanita di Amerika. Tujuan utama dari riset ini adalah mengindentifikasi dampak dari mengonsumsi suplemen vitamin D dan minyak ikan setiap hari. Periset menemukan bahwa partisipan yang mengonsumsi minyak ikan atau Omega-3 mengalami penurunan signifikan terhadap resiko penyakit jantung.

Sebelumnya, minyak ikan memang telah dikenal untuk mencegah perkembangan penyakit jantung. Minyak ikan bisa didapatkan dari ikan seperti salmon dan mackerel. Kandungan minyak ikan sendiri terdiri dari lemak Omega-3, kunci dari pencegahan perkembangan penyakit jantung atau cardiovascular disease.

Saat ini, masyarakat bisa mendapatkan suplemen minyak ikan di rumah sakit, apotek, hingga mall. Jika Anda memiliki polis asuransi Perlindungan Kesehatan Prima tentunya Anda bisa memanfaatkan Saldo Prima
Lewat Saldo Prima, Anda bisa membeli suplemen atau obat di apotek resmi tanpa harus berobat*. Hanya saja, perlu diingat bahwa dosis yang dapat Anda ambil sangat beragam sesuai kebutuhan. Jika perlu, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter atau pihak berwenang sebelum mengonsumsi minyak ikan. Pastikan selalu jaga kesehatan Anda sedari dini!

Salam,
Sahabat MyProtection

Read Article
All Category
5 mins read 21/02/2020
6 Tanda Anda Kecanduan Gula

Jakarta, 21 Februari 2020 - MyProtection News

Perihal kecanduan gawai atau kopi mungkin Anda sudah pernah mendengarnya. Bagaimana dengan kecanduan gula?

Saat ini banyak orang yang mulai “ketergantungan dengan gula”. Sayangnya, perilaku tak sehat ini bisa memicu penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan kenaikan berat badan.

Apakah Anda sekadar menyukai makanan atau minuman manis atau sudah mengalami kecanduan? Dikutip dari The Jakarta Post, inilah 6 tanda Anda kecanduan gula.

  1. Anda menyembunyikan jumlah konsumsi gula Anda.

Apakah Anda mulai merasa bahwa konsumsi gula sehari-hari Anda berlebihan? Namun, apakah Anda menemukan diri untuk mulai “sembunyi-sembunyi” mengonsumsi makanan atau minuman manis agar tak diketahui orang? Atau bahkan Anda berusaha mencari pembenaran atas konsumsi gula berlebihan. Selalu mencari alasan atau pembenaran untuk mengonsumsi gula bisa jadi pertanda awal Anda kecanduan.

  1. Anda merasa tak pernah cukup makan gula

Ketika Anda mengomsumsi gula dalam jumlah besar tapi rasanya Anda tetap ngidam makanan manis, inilah pertanda Anda kecanduan gula.

Sayangnya konsumsi gula yang besar bisa menurunkan kadar gula darah dalam tubuh dan mendorong rasa ngidam yang lebih kuat.

  1. There’s always room for dessert

Perut kenyang tapi masih menginginkan sajian penutup yang manis? Selain makan ketika sudah sangat kenyang, Anda juga harus memperhatikan pola makan Anda. Misalnya, apakah Anda sering ngemil saat tidak lapar, stress, atau bosan? Jenis makanan apa yang Anda konsumsi? Jika Anda sering kali makan, khususnya mengonsumsi makanan manis saat tidak merasa lapar, hal ini bisa jadi pertanda bahwa Anda kecanduan gula.

  1. Ngidam yang manis dan yang asin

Berdasarkan penelitian, orang-orang yang mengonsumsi gula dalam volume yang besar cenderung kurang mengonsumsi makanan bernutrisi sehat. Akhirnya, tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan. Ketika tubuh kekurangan nutrisi, biasanya kita akan ngidam makanan asin.

Lisa Richards, seorang nutrisionist, mengatakan bahwa keinginan untuk makan makanan gurih dan asin merupakan salah satu tanda dari tubuh agar Anda mengurangi asupan gula dan meningkatkan asupan nutrisi sehat.

  1. Anda merasakan withdrawal symptops/gejala putus obat

Saat Anda ingin mulai mengurangi konsumsi gula, maka bisa jadi Anda akan merasakan gejala “putus obat”. Sama seperti kecanduan zat pada umumnya, Anda mungkin akan merasakan pusing, kelelahan, keinginan kuat untuk mengonsumsi gula, nyeri otot, mual, bahkan insomnia. Oleh karena itu, Anda disarankan mengurangi konsumsi gula sedikit demi sedikit tiap harinya agar tubuh bisa beradaptasi.

  1. Anda mengonsumsi gula untuk merasa tenang

Sebagian orang merokok ketika merasa stress, sebagian lagi mengandalkan makanan untuk membuat diri merasa lebih baik. Seseorang yang bergantung pada makanan manis untuk mengatasi stress, menenangkan diri, dan mengatasi isu psikologis lainnya bisa disebut sebagai pecandu gula.

Salam,
Sahabat MyProtection

Read Article