Home
/
Articles
/
Health
/
10 Drinks That Contain Caffeine and the Effects of Overconsumption!

10 Drinks That Contain Caffeine and the Effects of Overconsumption!

16 October 2025 | MyProtection News Jakarta

Aside from coffee and tea, there are several other beverages that also contain caffeine. Generally, caffeine is used to help reduce drowsiness and acts as a natural stimulant.

By consuming caffeine, the brain becomes stimulated to stay focused and alert while suppressing feelings of sleepiness.

Caffeine, a natural chemical compound, can be found in leaves, beans, and fruits. It functions as a central nervous system stimulant that helps increase alertness and reduce fatigue.

This compound works by blocking the effects of a neurotransmitter called adenosine, which builds up throughout the day and causes the body to feel tired.

So, what drinks actually contain caffeine? Find out more below!

Was this article helpful?
Subscribe to our newsletter
Click subscribe to subscribe to our article newsletter
Share MyPro on
facebook
twitter
instagram
About MyProtection News Jakarta
MyProtection is one of the pioneer portals for purchasing health insurance and general insurance online which can be accessed via website and application platforms since 2017.
Recommended Articles
All Category
5 mins read 05/02/2020
Cara Seru Tingkatkan Kecerdasan Balita

Jakarta, 5 Februari 2020 - MyProtection News

Hi, moms & dads! Pastinya Anda senang jika si kecil dapat bertumbuh kembang secara optimal. Oleh karena itu, ada banyak usaha yang dilakukan orang tua untuk menstimulasi perkembangan kognitif anak dengan berbagai cara.

Ternyata, ada kegiatan seru yang bisa Anda lakukan bersama anak balita Anda sambil membantu meningkatkan kecerdasan anak. Intip caranya, yuk!

  1. Sering ajak berkomunikasi

Kegiatan sederhana seperti menanyakan warna kesukaan atau makanan favorit anak dapat membantu mengembangkan kecerdasan mereka. Melalui komunikasi sehari-hari, anak akan belajar banyak kata baru dan mengekspresikan emosi mereka dengan lebih baik.

Saat Anda berinteraksi dengan anak, maka mereka akan belajar bersosialisasi, berbagi, bekerja sama, dan menghormati sesame. Sehingga ketika bertemu dengan orang baru, anak Anda bisa berkomunikasi dengan lebih mudah.

  1. Latih fisik dengan aktivitas luar ruangan

Perkembangan tubuh dan mental merupakan satu kesatuan lho, moms & dads. Oleh karena itu, kita bisa melatih fisik anak dengan aktivitas luar ruangan atau bahkan kegiatan indoor yang menyenangkan. Seperti bermain di playground, ajak olahraga ringan bersama, bermain petak umpet, atau mencari harta kartu.

Tubuh yang sehat dan kuat membantu anak mempunyai daya tahan tubuh yang lebih baik. Bahkan bisa melatih anak lebih “tahan banting”. Sehingga anak tidak mudah menangis saat terjatuh.

  1. Siapkan mainan interaktif

Melatih kecerdasan anak. Khususnya balita yang mulai aktif memang membutuhkan kreativitas. Salah satunya dengan menghadirkan permainan interaktif yang menghibur sekaligus mengedukasi. Misalnya bermain boneka, puzzle, atau Lego. Bahkan, saat ini permainan di gadget juga bisa digunakan untuk mengedukasi anak. Jadi, manfaatkan sarana dan gadget yang ada di sekitar Anda untuk memaksimalkan tumbuh kembang buah hati.

  1. Bacakan cerita

Salah satu kebiasaan baik yang bisa Anda mulai dengan anak adalah membacakan dongeng sebelum tidur. Kegiatan ini bisa merangsang imajinasi anak untuk ikut “merasakan” kejadian dalam dongeng. Sambil membaca cerita, Anda dan anak bisa menirukan suara-suara atau gerakan tokoh dalam cerita. Bonusnya, Anda bisa merekatkan hubungan dengan anak. Siapa tahu kegiatan ini menjadi pengalaman tak terlupakan bagi anak Anda.

  1. Kunjungi tempat baru!

Anak dapat belajar dari pengalaman baru yang ia rasakan. Selain mencoba kegiatan baru, mengunjungi tempat baru bisa membuka wawasan anak Anda. Mengunjungi dunia luar bisa mengasah kemampuan persepsi dan pengetahuannya.

Anda bisa mengunjungi tempat seperti taman, kebun binatang, mall, pasar, atau wisata edukatif seperti mencoba berkebun di sawah.

Nah, Sahabat MyProtection, apa kegiatan favorit Anda untuk meningkatkan kecerdasan anak?

Salam,
Sahabat MyProtection

Read Article
All Category
5 mins read 13/01/2020
Tidak Semangat Kerja? Mungkin Anda Mengalami Burnout

Jakarta, 13 Januari 2020 - MyProtection News

Sebagian dari Anda mungkin pernah mendengar istilah burnout. Dulu, pada tahun 1970-an istilah burnot sering kali dikaitkan dengan gejala yang dialami oleh pengguna obat-obatan terlarang. Namun kini, burnout merupakan istilah psikologis mengacu pada keadaan dimana seseorang “kehabisan bakar bakar”, merasa gagal atau lelah akibat tekanan yang berkelanjutan.

Saat ini, fenomena burnout sudah menyebarluas di kalangan masyarakat. Dilansir dalam The Jakarta Post, sebanyak 595.000 pekerja kantor di UK mengalami burnout. Dan mungkin, saat ini Anda juga sedang mengalaminya.

World Health Organization menyebutkan terdapat tiga elemen utama dalam fenomena burnout: perasaan lelah yang hebat, tak terlibat secara emosional dengan pekerjaan/proyek yang ditangani saat ini, dan performa kerja yang menurun.

Gejala awal burnout sendiri memang mirip dengan depresi. Misalnya, Anda mulai mengandalkan minum berenergi atau kafein untuk melewati jam kantor. Anda bisa saja tidur lebih dari 7 jam, namun Anda tetap merasa kelelahan dan kosong setelah menghabiskan waktu di kantor. Jika Anda mulai mengalami gejala di atas, maka sebaiknya Anda segera menemui dokter atau melakukan perubahan gaya hidup.

Bayangkan jika Anda ditawarkan untuk mengerjakan proyek impian Anda. Mungkin Anda akan merasa bersemangat dan berdebar-debar hingga tak bisa tidur. Perasaan stress dan lelah akibat tuntutan dari proyek Anda bisa mendorong daya saing dan kreativitas diri.

Namun, ketika seseorang dihadapkan dengan tekanan dan stress terus menerus, rasa lelah yang timbul bisa menumpuk. Sampai akhirnya, Anda terjaga di malam hari akibat memikirkan beban pekerjaan. Proyek yang dulunya nampak menantang bagi Anda, kini hanya terasa seperti beban dan tak menggairahkan.

Salah satu tanda lainnya adalah Anda mengaku bahwa Anda bisa bekerja lebih baik daripada yang saat ini sudah Anda hasilkan. Anda bisa saja bekerja lebih produktif, lebih kreatif, dan proaktif. Hanya saja rasanya Anda tidak memiliki motivasi yang cukup karena pekerjaan Anda saat ini tidak lagi membawa perasaan bahagia.

Menurut hasil penelitian yang dipublikasikan 2018 Gallup Study, burnout biasanya dipicu akibat perlakuan tidak adil di kantor, beban kerja berlebihan, dan ketidakjelasan mengenai peran seseorang di lingkungan kerja. Para karyawan juga merasa tertekan apabila mereka merasa tidak didukung oleh atasan mereka sendiri.

Siobhan Murray, seorang psikoterapis yang menulis buku The Burnout Solution, menyarankan bahwa untuk mengatasi burnout, maka seseorang harus mengenali akar dari permasalahannya. Ambil cukup waktu untuk diri Anda sendiri dan mulai lakukan hal yang bisa menyelesaikan akar permasalahan. Apapun penyebabnya, selalu ingat untuk mencintai diri Anda dan tidak selalu menekankan ekspektasi tinggi pada diri sendiri.

Read Article
Automotive
5 mins read 08/05/2026
5 Most Expensive Cars in Indonesia You Should Know!

For those of you who are automotive enthusiasts in Indonesia, luxury cars can be a symbol of prestige. But did you know that some of the most expensive cars in Indonesia are priced in the billions of rupiah?

These vehicles offer a powerful combination of performance, advanced technology, and outstanding design, justifying their sky-high prices.

5 Most Expensive Cars in Indonesia You Should Know!

mobil termahal di indonesia

So, what are the most expensive cars in Indonesia, and what makes them so costly? Let’s take a look!

1. Rolls-Royce Phantom

The most expensive car ever sold in Indonesia is the Rolls-Royce Phantom, which exudes luxury both inside and out.

Powered by a twin-turbo V12 engine, it delivers up to 460 PS and 720 Nm of torque, ensuring a smooth and powerful driving experience.

Rolls-Royce Phantom, also known worldwide as one of the most luxurious vehicles, is priced between IDR 20 billion and IDR 24 billion.

2. BMW The XM

BMW The XM is a high-performance luxury SUV that combines cutting-edge technology with a distinctive design.

As a limited edition model, it’s highly sought-after by collectors, despite its steep price tag of around IDR 6 billion.

This luxury SUV also features a plug-in hybrid powertrain that pairs a 4.4L twin-turbo V8 engine with an electric motor, delivering a combined 738 hp and 800 Nm of torque.

3. Lamborghini Aventador

The Lamborghini Aventador is another top-tier contender, offering a futuristic design and a powerful engine.

It comes in various versions, from the Aventador S Coupe priced at around IDR 6 billion, to the Aventador SVJ Verde Scandal, which can cost up to IDR 22 billion.

This supercar features a 6.5L V12 engine, producing 770 hp and 720 Nm of torque. It accelerates from 0 to 100 km/h in just 2.8 seconds, with a top speed of 350 km/h.

4. Mercedes Maybach S-Class

This luxury sedan offers a perfect blend of performance, elegance, and cutting-edge technology.

The Mercedes-Maybach S 580 4MATIC starts at IDR 8.39 billion and comes with a 3892 cc engine, producing 530 hp and 700 Nm of torque, paired with an automatic transmission.

Luxury features include advanced entertainment systems, massage seats, ambient lighting, and driver assistance technologies.

5. Porsche 911 Carrera

Regarded as the successor to the legendary Porsche 356, the Porsche 911 Carrera carries a 3.8L engine, producing 560 hp, and 700 Nm of torque.

Available in several variants, it ranges from the 911 Carrera Coupe, that are priced around IDR 3.75 billion, to the 911 GTS Black Edition, which is priced around IDR 6.3 billion.

These are the 5 most expensive cars in Indonesia, each offering an exceptional combination of performance, features, and stunning design.

It’s not just about the speed or the engine specification, these cars are crafted to deliver luxury experiences worth their impressive price tags. So, which one is your favorite?

*PT Lippo General Insurance Tbk is licensed and supervised by Financial Services Authority (OJK)

Read Article