For car owners, insurance is often considered a necessity and a form of protection against unexpected events that may occur on the road.
Traffic conditions are highly unpredictable, with high mobility risks that can lead to accidents or damages. To reduce these worries, car insurance becomes a practical solution.
By having car insurance, you can enjoy convenience, safety, financial relief, and protection from various mobility risks that may happen while driving.
There are different types of car insurance, depending on the coverage they provide. One of the most comprehensive options is All Risk Car Insurance, which we’ll explore in detail in this article. Keep reading to discover its benefits!
SIM A is a driving license that must be owned by every driver of a four-wheeled or more motor vehicle in Indonesia, including passenger cars and commercial vehicles weighing no more than 3.500 kg.
The validity period of SIM A is 5 years from the date of issuance, and once it expires, it must be renewed immediately.
There are renewal fees for SIM A, which include the issuance fee, health test fee, psychological test fee, and insurance fee. Check out the details below!

According to Government Regulation (PP) No. 76 of 2020 concerning the Types and Tariffs of Non-Tax State Revenue (PNBP) that regulates SIM A renewal fees, the issuance fee is IDR 80.000.
If the renewal is done at the Satpas office or Public Service Mall, the fees for the health test, psychological test, and insurance are usually fixed.
The health test generally costs IDR 35.000. The psychological test fee, which was previously IDR 60.000, has increased to IDR 100.000.
However, a cheaper alternative is taking the psychological test online, which costs IDR 57.500. Lastly, the insurance fee is IDR 50.000.
If the rates are the same, you will need to prepare around IDR 265.000 for the SIM A renewal. But if you take the online psychological test, the total will be IDR 222.500.
As the most preferred method by many people these days, here are the steps to renew SIM A via offline:
Visit a SIM renewal service location such as Satpas, SIM Keliling, or a SIM service counter.
Take a SIM renewal application form.
Fill out the form with accurate and complete personal data.
Undergo a physical health examination at the service location.
Have your photo taken and verify your identity.
Make the payment according to the applicable renewal fee.
Wait for the new SIM A to be printed and issued.
Besides offline services, SIM A renewal can also be done online through the official Digital Korlantas POLRI application, available both on Android and iOS. Here’s how:
Download the Digital Korlantas POLRI app to your mobile phone.
Complete the registration process and upload the required documents, such as your ID card (KTP), old SIM, health test result, and passport photo.
Make the payment using the available methods in the app.
Once all steps are completed, your SIM A renewal will be processed and sent to the address provided in the form.
In addition to the fees, there are several requirements you must meet to renew your SIM A, including:
Five photocopies of your e-KTP or ID card
Original SIM A
Medical certificate from a doctor
Certificate of passing the psychological test
Proof of active BPJS Health or National Health Insurance (JKN) membership.
If you plan to renew your SIM A at a Public Service Mall, you must first obtain an online queue number. The renewal process is usually quick, taking about 30 minutes.
So, that’s the breakdown of the SIM A renewal fees you need to prepare and the requirements you must meet to ensure a smooth process. Hopefully, this is useful!
*PT Lippo General Insurance Tbk is licensed and supervised by Financial Services Authority (OJK)
Jakarta, 10 Desember 2019 - MyProtection News
Menyangkut masalah liburan, tidak melulu harus ke luar negeri, lho. Destinasi wisata lokal di Indonesia juga tidak kalah keren dan pastinya tetap bisa dilindungi dengan asuransi perjalanan MyTravel Domestic lho! Ada banyak titik destinasi hidden gem yang kecantikannya masih belum terekspos. Sahabat MyProtection punya 5 destinasi wisata local hidden gem yang bisa Anda kunjungi pada liburan kali. Tentunya juga bisa memanjakan indera tubuh dengan panorama menawan. Yuk, langsung lihat daftarnya!
Pengalaman Diving Seru di Tulamben, Bali

Jika Anda ke Bali, pasti Anda akan lebih familiar dengan spot dan kegiatan turis mainstream seperti jajaran pantai di Kuta dan Jimbaran, wisata alam di Ubud, dan water sport. Namun, terdapat satu daerah di Bali Timur yaitu Tulamben yang merupakan hiddem gem bagi para pecinta diving. Anda bisa menikmati pemandangan laut sejernih Kristal di Pantai Amed, Tulamben. Tentu saja pantainya yang bersih membuat Anda bisa melihat berbagai makhluk laut secara jelas.
Surga Dunia di Kepulauan Derawan, Kalimantan

Destinasi kedua masih berkisar seputar pulau dan keindahan lautnya. Kepulauan Derawan yang berada di Kalimantan menawarkan pengalaman romantis di pulau tropis dengan birunya laut dan hembusan angin lembut di sepanjang pantainya. Anda bisa berlibur bersama pasangan, keluarga, atau teman dengan menyewa villa atau cottage.
Baca juga: Cek Kesehatan Mobilmu Dulu Sebelum Liburan Naik Mobil
Pengalaman Eksotik Ke Gua Gong atau Wisata Bukti Pelalangan

Titik destinasi satu ini menawarkan atraksi yang berbeda dari biasanya. Anda bisa berpetualang seperti di film dan menyaksikan keindahan Gua Gong di Pacitan, Jawa Timur yang terbentuk dari stalaktit dan stalakmit. Gua Gong sendiri digadang sebagai gua terindah se-Asia Tenggara. Anda bisa mendengarkan gaung suara dari tetesan air yang jatuh ke gua yang memiliki kedalaman 256 meter ini. Pengalaman visual Anda juga akan dimanjakan dengan permainan lampu di dalam Gua Gong.
Danau Labuan Cermin, Sebening dan Sejernih Kaca

Apakah Anda pernah menyusuri danau yang begitu jernih dan bening sampai rasanya Anda mengayuh perahu di atas kaca transparan? Jika belum, maka Anda dijamin akan terpukau melihat hidden gem Danau Labuan Cermin di Kalimantan Timur. Seperti namanya, Anda seakan-akan mengapung di atas sebuah cermin. Anda bisa melihat dasar dari danau ini. Bahkan Anda bisa melihat pantulan diri Anda di angle tertentu dan saat cahaya memantul ke danau di waktu yang tepat.
Danau 3 Warna di Gunung Kelimutu, NTT

Gunung Kelimutu merupakan “rumah” bagi tiga danau ceruk vulkanik yang memiliki warna danau berbeda-beda, mulai dari biru terang hingga kecoklatan. Bagi para pecinta hiking, mungkin spot pendakian ini sudah tidak asing lagi. Bayangkan indahnya menyaksikan matahari terbit dan terbenam dari ketinggian ditemani indahnya danau vulkanik. Gunung Kelimutu juga bisa menjadi titik pendakian yang tepat bagi pendaki pemula. Apakah Anda tertantang untuk menaklukan gunung yang satu ini? Kesempatan ini bisa menjadi pengalaman menarik, lho!
Selamat berlibur dan menikmati indahnya alam Indonesia!
Salam,
Sahabat MyProtection
Baca juga: Ini Pentingnya Punya Asuransi Perjalanan Saat Liburan
Jakarta, 21 Februari 2020 - MyProtection News
Perihal kecanduan gawai atau kopi mungkin Anda sudah pernah mendengarnya. Bagaimana dengan kecanduan gula?
Saat ini banyak orang yang mulai “ketergantungan dengan gula”. Sayangnya, perilaku tak sehat ini bisa memicu penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan kenaikan berat badan.
Apakah Anda sekadar menyukai makanan atau minuman manis atau sudah mengalami kecanduan? Dikutip dari The Jakarta Post, inilah 6 tanda Anda kecanduan gula.
Apakah Anda mulai merasa bahwa konsumsi gula sehari-hari Anda berlebihan? Namun, apakah Anda menemukan diri untuk mulai “sembunyi-sembunyi” mengonsumsi makanan atau minuman manis agar tak diketahui orang? Atau bahkan Anda berusaha mencari pembenaran atas konsumsi gula berlebihan. Selalu mencari alasan atau pembenaran untuk mengonsumsi gula bisa jadi pertanda awal Anda kecanduan.
Ketika Anda mengomsumsi gula dalam jumlah besar tapi rasanya Anda tetap ngidam makanan manis, inilah pertanda Anda kecanduan gula.
Sayangnya konsumsi gula yang besar bisa menurunkan kadar gula darah dalam tubuh dan mendorong rasa ngidam yang lebih kuat.
Perut kenyang tapi masih menginginkan sajian penutup yang manis? Selain makan ketika sudah sangat kenyang, Anda juga harus memperhatikan pola makan Anda. Misalnya, apakah Anda sering ngemil saat tidak lapar, stress, atau bosan? Jenis makanan apa yang Anda konsumsi? Jika Anda sering kali makan, khususnya mengonsumsi makanan manis saat tidak merasa lapar, hal ini bisa jadi pertanda bahwa Anda kecanduan gula.
Berdasarkan penelitian, orang-orang yang mengonsumsi gula dalam volume yang besar cenderung kurang mengonsumsi makanan bernutrisi sehat. Akhirnya, tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan. Ketika tubuh kekurangan nutrisi, biasanya kita akan ngidam makanan asin.
Lisa Richards, seorang nutrisionist, mengatakan bahwa keinginan untuk makan makanan gurih dan asin merupakan salah satu tanda dari tubuh agar Anda mengurangi asupan gula dan meningkatkan asupan nutrisi sehat.
Saat Anda ingin mulai mengurangi konsumsi gula, maka bisa jadi Anda akan merasakan gejala “putus obat”. Sama seperti kecanduan zat pada umumnya, Anda mungkin akan merasakan pusing, kelelahan, keinginan kuat untuk mengonsumsi gula, nyeri otot, mual, bahkan insomnia. Oleh karena itu, Anda disarankan mengurangi konsumsi gula sedikit demi sedikit tiap harinya agar tubuh bisa beradaptasi.
Sebagian orang merokok ketika merasa stress, sebagian lagi mengandalkan makanan untuk membuat diri merasa lebih baik. Seseorang yang bergantung pada makanan manis untuk mengatasi stress, menenangkan diri, dan mengatasi isu psikologis lainnya bisa disebut sebagai pecandu gula.
Salam,
Sahabat MyProtection