Hi, Sahabat MyProtection!
Biaya berobat memang tidak murah. Apalagi di tengah pandemi, pastinya kamu makin memperketat langkah demi menjaga kesehatan serta keuangan. Namun, ada solusi untuk mengatasi risiko sakit & tagihan berobat yang membengkak di masa depan.
Asuransi kesehatan keluarga bisa jadi solusi agar kamu & keluarga tetap prima beraktivitas walaupun di tengah pandemi, tentunya dengan premi yang ramah di kantong! Kamu tidak perlu khawatir memikirkan biaya berobat jalan ataupun rawat inap karena tagihannya Perlindungan Kesehatan Prima yang tanggung.
Kapan lagi kamu bisa menikmati biaya berobat Rp 0? Hebatnya lagi, Perlindungan Kesehatan Prima punya fitur asuransi kesehatan yang lengkap seperti onlince doctor consultation, telemedicine, dan Saldo Prima. Kamu bisa konsultasi dengan dokter terpercaya kapanpun, dimanapun dari HP. Obatnya pun diantar sampai ke depan rumah kamu.
Kebutuhanmu selama pandemi juga dijamin Perlindungan Kesehatan Prima. Biaya untuk beli obat & vitamin tanpa resep dokter, masker bahkan hand sanitizer bisa digantikan dengan Saldo Prima. Fitur ini khusus dihadirkan untuk kamu pemilik Perlindungan Kesehatan Prima.
Nikmati spesial DISKON 9% selama September 2021 untuk pembelian asuransi Perlindungan Kesehatan Prima. Premi mulai dar Rp 2,5 jutaan/tahun dan bisa dicicil hingga 12 bulan.
Info lebih lanjut, klik tombol di bawah ini atau hubungi tim kami di cs@myprotection.id atau 0804 133 8888. Salam sehat!
*Syarat dan Ketentuan:
Tourist Attractions – Indonesia is a vast archipelago comprising thousands of islands. Its political, economic, socio-cultural, and historical diversity all come together as one nation.
Thanks to this diversity, Indonesia is home to many exotic tourist attractions, making it a world-class travel destination. Check out these globally renowned Indonesian tourist spots you must visit!
Jakarta, 16 Desember 2019 - MyProtection News
Banyak cara untuk mendapatkan rupiah. Salah satunya dengan menjalankan bisnis barang preloved atau barang bekas. Ide bisnis satu ini sangat sederhana dan membutuhkan modal hampir 0 rupiah. Jika Anda memiliki banyak barang yang menganggur di pojok ruangan Anda, atau pakaian lama yang menumpuk di lemari, maka Anda bisa mempertimbangkan untuk menjualnya.
Akhir-akhir ini tren untuk menjual produk preloved juga semakin meningkat. Pemilik barang bisa meraup keuntungan sekaligus mengurangi space yang terpakai untuk barang preloved. Pembeli juga bisa mendapatkan barang dengan harga lebih murah dan kualitas yang cukup baik. Selain itu, dengan membeli barang bekas bisa mengurangi sampah dan sifat konsumerisme berlebih.
Pilihlah barang yang akan Anda jual
Memilih barang bekas yang akan Anda jual bisa jadi susah-susah gampang. Barang yang bisa Anda jual sangat beragam seperti pakaian layak pakai, mainan bekas, furnitur rumah, pajangan atau barang antik, hingga barang yang besar seperti mobil atau motor. Jangan lupa, Anda hanya bisa menjual barang yang memiliki value atau layak pakai.
Tentukan harga yang sesuai
Biasanya, produk preloved akan memiliki harga yang lebih rendah dari harga beli aslinya. Pertimbangan dalam memberikan harga dapat dilihat dari kebaruan produk, masa pakai dan intensitas penggunaan produk, dan kualitas produk. Misalnya, Anda memiliki baju yang belum pernah terpakai. Anda bisa menjual baju tersebut sebesar 75% - 80% dari harga aslinya. Namun, tidak jarang juga lho terdapat produk preloved yang memiliki harga lebih tinggi daripada harga beli. Contohnya, barang antik dan vintage seperti motor vespa kini memiliki harga tinggi di pasaran.
Pasarkan produk Anda
Setelah menentukan produk yang akan Anda jual beserta harganya, maka langkah terakhir adalah memasarkan produk tersebut. Kini, Anda bisa menjual produk bekas melalui e-commerce atau social media. Jangan lupa untuk mengambil foto terbaik dan produk yang akan Anda jual. Berikan informasi memadai tentang produk bekas yang Anda jual.
Apakah Anda tertarik untuk mencoba berjualan barang bekas?
Salam,
Sahabat MyProtection
There are two types of taxes applied in Indonesia based on the collection method, namely direct taxes and indirect taxes. These taxes are differentiated by their characteristics, functions, and legal basis.
A direct tax is a type of tax that must be paid directly by the taxpayer and cannot be transferred to another party. Some examples of direct taxes in Indonesia include Income Tax (PPh), Land and Building Tax (PBB), and Motor Vehicle Tax (PKB), which will be discussed further in this article.
To better understand the definition of direct taxes, various examples of direct taxes in Indonesia, and the differences between direct and indirect taxes, read the following information!