Home
/
Articles
/
All Category
/
Mulai Kecanduan Belanja Online dari Rumah? Ini Cara Mengatasinya

Mulai Kecanduan Belanja Online dari Rumah? Ini Cara Mengatasinya

19 June 2020 | MyProtection News Jakarta

Jakarta, 19 Juni 2020 - MyProtection News

Hi, Sahabat MyProtection!

Aktivitas di luar rumah memang sudah semakin meningkat sejak diberlakukan skema new normal. Meskipun begitu, tak sedikit juga orang yang memanfaatkan fasilitas belanja online. Anda bisa memilih berbagai barang & kebutuhan lewat 1 klik, seperti saat membeli asuransi kesehatan MyProtection yang juga menjamin COVID-19!

Nah, walaupun belanja online itu asyik dan mudah, jangan sampai pengeluaran jadi membengkak ya!

  1. Tentukan anggaran belanja

Apakah Anda sering melakukan pengeluaran tanpa pernah mencatatnya? Jika iya, maka kebiasaan buruk ini harus segera ditinggalkan. Anda bisa mulai mencatat pemasukan dan pengeluaran bulanan. Tentukan prioritas kebutuhan. Jangan sampai kebutuhan pokokmu jadi terbengkalai karena asyik belanja hal yang terlalu diperlukan.

  1. Kendalikan rasa penasaran

Coba cek kembali sudah berapa banyak paket yang samapi di rumahmu? Apakah semua barang tersebut sesuai dengan kebutuhan atau keinginan saja? Setiap harinya akan selalu ada produk baru di pasaran. Baju baru, gadget baru sampai cemilan baru. Tapi, tak semua barang perlu Anda miliki.

Untuk mengurangi pengeluaran jangka panjang, Anda juga bisa memilih barang yang sedikit lebih mahal tetapi tahan lama, misalnya sepatu dan baju.

  1. Uninstall atau unsubscribe layanan belanja online

Biasanya, ketika Anda berlangganan atau mengunduh situs belanja online, Anda akan menerima notifikasi diskon atau promosi. Sehingga Anda jadi tergoda untuk belanja barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Apalagi teknologi memudahkan proses jual-beli lewat gadget. Jika perlu, Anda bisa menghapus atau berhenti berlanggangan aplikasi belanja online.

Anda bisa mengganti aplikasi belanja dengan aplikasi investasi online atau aplikasi pengatur keuangan. Sehingga uang belanjamu bisa dialihkan untuk menghasilkan keuntungan.

  1. Cari kegiatan positif lainnya

Agar Anda tidak terpaku menatap layar dan segala aplikasi yang ada di dalamnya, Anda bisa mulai melakukan aktivitas positif lainnya. Contohnya, menata kembali tatanan furnitur di rumah, mulai mempelajari investasi untuk pemula, berjualan online, dan mengikuti online course sehingga ilmu Anda tetap bertambah dari rumah.

  1. Siapkan dana darurat

Selama pandemi belum berlalu, ada baiknya Anda menyiapkan dana darurat untuk mengantisipasi kebutuhan atau kejadian tak menentu. Idealnya, Anda perlu menyiapkan dana darurat sebesar 3 – 6x pengeluaran bulanan. Nah, uang belanjamu bisa dialihkan untuk dana darurat.

  1. Belanja perlindungan untuk keluarga

Selain belanja kebutuhan sehari-hari, jangan lupa Anda bisa berbelanja asuransi kesehatan online untuk memastikan aktivitas keluarga tetap #amanpalingnyaman bahkan di tengah pandemi. Anda pun bisa mendapatkan manfaat dalam jangka panjang untuk belanja online yang satu ini!

Salam,

Sahabat MyProtection

Was this article helpful?
Subscribe to our newsletter
Click subscribe to subscribe to our article newsletter
Share MyPro on
facebook
twitter
instagram
About MyProtection News Jakarta
MyProtection is one of the pioneer portals for purchasing health insurance and general insurance online which can be accessed via website and application platforms since 2017.
Recommended Articles
All Category
5 mins read 12/02/2020
Asuransi Rumah, Perlukah?

Jakarta, 12 Februari 2020 - MyProtection News

Rumah merupakan tempat Anda dan keluarga menghabiskan waktu untuk bersantai, beristirahat, dan berkumpul. Sering kali, rumah digambarkan sebagai tempat perlindungan yang hangat. Anda pun pastinya ingin seisi rumah Anda selalu terjaga, mulai dari anggota keluarga hingga properti yang Anda miliki.

Ternyata, rumah yang setia melindungi kita dari berbagai perubahan cuaca juga butuh perlindungan, lho! Ada beberapa manfaat penting yang bisa Anda dapatkan dengan membeli asuransi rumah/apartemen:

  1. Meminimalisir kerugian akibat bencana alam

Siapa yang menyangka banjir yang cukup luas melanda beberapa kota di Indonesia seperti Jakarta pada awal tahun 2020? Masih ingatkah Anda dengan bencana tsunami yang menimpa Aceh lalu Jepang? Pastinya, tak seorang pun ingin terkena musibah. Namun, kenyataannya bencana alam seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi, dan tsunami bisa terjadi kapanpun tanpa diundang. Banyak asuransi rumah yang menawarkan penggantian kerugian atau santunan ketika rumah dilanda bencana alam. Contohnya, Home Protection Plus menawarkan penggantian kerusakan akibat banjir dan gempa hingga sebesar Rp 400.000.000/tahun

  1. Mengantisipasi kejadian tak terduga

Selain bencana alam, kejadian tak terduga yang mungkin terjadi pada rumah adalah kebakaran, petir, ledakan, dan kejatuhan pesawat terbang. Terutama kebakaran lazim terjadi pada perumahan yang padat. Melalui asuransi MyHome dan Home Protection Plus, Anda bisa terjaga dari kejadian tak terduga seperti kebakaran, kerusuhan, terorisme, dan kejadian tak menyenangkan lainnya.

  1. Melindungi rumah dari penyusup tak diundang

Selain risiko kerusakan akibat bencana alam, Anda juga perlu waspada terhadap “penyusup jahat” yang berusaha masuk ke rumah Anda. Upaya untuk meningkatkan keamanan sekitar rumah bisa dimulai dari menggunakan pintu dan kunci rumah yang kokoh, memasang CCTV di sudut rumah, minimalisir terjadinya pencurian dengan menyimpan barang berharga di tempat tertutup dan aman. Lalu, pilih lokasi rumah yang lingkungannya relatif aman. Jika perlu, Anda bisa menambahkan proteksi rumah dengan asuransi yang menjamin perlindungan akibat tindak pencurian.

  1. Mengurangi rasa was-was saat bepergian

Bagi Anda yang rutin bepergian, mungkin Anda merasa was-was ketika meninggalkan rumah terlalu lama. Jika pengamanan tempat tinggal sudah maksimal, Anda bisa merasa lebih tenang saat melakukan perjalanan. Asuransi rumah/apartemen bisa jadi salah satu solusi untuk mengatasi rasa khawatir ketika pergi meninggalkan rumah dalam jangka waktu lama. Apalagi, MyHome dan Home Protection Plus menawarkan berbagai jaminan perlindungan sesuai dengan kebutuhan Anda.

  1. Premi minimal untuk perlindungan maksimal

Salah satu pertimbangan saat membeli asuransi untuk rumah adalah harga premi serta nilai pertanggungan yang akan konsumen terima. MyProtection.id menawarkan dua produk asuransi rumah yaitu MyHome dan Home Protection Plus untuk memberikan perlindungan maksimal sesuai kebutuhan dan premi terjangkau. Contohnya, Anda bisa mendapatkan perlindungan dari kebakaran, petir, ledakan, kejatuhan pesawat terbang dan asap hanya dengan premi MyHome Rp 45.570/tahun* sesuai dengan nilai bangunan dan manfaat yang Anda pilih.

Anda bisa melihat penjelasan produk secara lengkap serta simulasi harga MyHome di sini dan Home Protection Plus di sini

Tertarik memiliki asuransi rumah? Mulai dengan proteksi tepat bersama MyHome dan Home Protection Plus yang siap menjaga 24 jam selama 365 hari!

*dengan simulasi nilai bangunan Rp 150.000.000

Salam,
Sahabat MyProtection

Read Article
All Category
5 mins read 27/07/2022
3 Kesalahan yang Bisa Pengaruhi Keuanganmu!

Hi, Sahabat MyProtection!

Kalau berbicara soal keuangan pribadi, kita pastinya sering mendengar ajakan untuk menabung dan berinvestasi. Namun, selain menabung dan berinvestasi, ada beberapa hal yang perlu kamu waspadai mengenai kebiasaan keuanganmu.

1. Terjebak Dalam Comfort Zone

Comfort zone, sesuai dengan namanya, memang rasanya nyaman. Kamu bisa menjalani kegiatan familiar di lingkungan yang familiar, baik itu dalam menjalankan usaha atau bekerja kantoran. Rasanya aman. Hanya saja, terkadang kita terlena dalam comfort zone yang menghambat kita untuk semakin maju, baik secara bisnis, karier, maupun keuangan karena stuck di posisi yang sama terlalu lama. Perubahan memang ngga enak, tapi terkadang diperlukan.

2. Hanya Mengandalkan Satu Sumber Pendapatan

Dodi merupakan kepala keluarga sekaligus karyawan di sebuah perusahaan swasta. Gaji bulanan Dodi adalah sumber pendapatan tunggal untuk membayar berbagai tagihan. Namun, suatu saat Dodi harus mengalami PHK dan menganggur hingga beberapa bulan. Dengan mengandalkan gaji sebagai satu-satunya income, maka keuangan Dodi terancam terganggu jika ia berhenti bekerja. Untuk menghindari skenario yang Dodi alami, kita dianjurkan untuk memiliki sumber pendapatan lebih dari satu. Sehingga jika satu sumber income mengalami hambatan, kamu tetap memilik dana cadangan dari pendapatan lain. Misalnya lewat berinvestasi, membuka usaha kecil-kecilan, atau freelance.

3. Tidak Bisa Mengatur Keuangan

Mungkin kamu pernah merasakah hal yang sama, pendapatan naik, tapi tabungan kok rasanya tidak bertambah, ya? Ternyata, mengatur keuangan itu bukan cuma sekadar rajin menabung dan berinvestasi saja, Sahabat MyProtection. Mengatur keuangan itu artinya kamu belajar membuat rencana pengeluaran yang tepat, target finansial di masa depan, termasuk cermat dalam menghadapi risiko di masa depan dengan tabungan dan asuransi.

Tertarik dengan artikel sejenis? Kamu bisa cek tips berbenah keuangan pribadi di sini.

Salam,

Sahabat MyProtection

Read Article
All Category
5 mins read 17/07/2020
Pakai Hand Sanitizer Ada Aturannya Juga, Lho!

Jakarta, 17 Juli 2020 - MyProtection News

Membawa dan menggunakan hand sanitizer merupakan suatu kewajiban saat beraktivitas di tengah pandemin COVID-19. Sama halnya dengan mencuci tangan, ternyata menggunakan hand sanitizer pun ada aturannya. Apakah Anda sudah menggunakannya dengan benar? Cek di bawah ini!

Terlalu sedikit

Saat menggunakan hand sanitizer, penting untuk mengeluarkan isi produk hingga kedua telapak Anda terkena cairan sanitizer dengan sempurna. Lebih baik menggunakan terlalu banyak hand sanitizer dibanding terlalu sedikit.

Gosok selama 20 detik atau hingga kering

Menurut WHO, hand sanitizer harus digosok di tangan selama 20 – 30 detik agar seluruh bagian telapak tangan dan bagian atas tangan terkena cairan dengan baik. Tunggu hingga hang sanitizer kering sebelum menyentuh barang atau permukaan lain. Sehingga hand sanitizer punya waktu untuk bekerja membunuh virus dan kuman yang menempel pada tangan.

Hanya menggunakan hand sanitizer

Ketika bepergian, akses terhadap air dan sabun mungkin saja lebih terbatas. Sebagai alternatif, Anda bisa menggunakan hand sanitizer. Namun, hand sanitizer bukanlah pengganti cuci tangan. Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun lebih efektif dalam membunuh kuman dan lebih disarankan oleh petugas kesehatan.

Jangan lupa, dalam pencegahan penyebaran COVID-19, menggunakan hand sanitizer saja tidak cukup. Anda wajib memperhatikan protocol kesehatan lainnya seperti menggunakan masker dan senantiasa menjaga jarak.

Terlalu sering digunakan hingga tangan kering dan luka

Menggunakan hand sanitizer berbasis alkohol memang bisa membuat tangan terasa kering dan perih. Jika tangan Anda terasa sangat kering, maka gunakan lotion pelembap. Tangan yang kering dan perih rentan terhadap luka. Sedangkan luka bisa menjadi jalan masuk bagi kuman dan virus ke dalam tubuh. Jadi, jaga kebersihan serta kelembapan tangan Anda.

Salam,
Sahabat MyProtection

Read Article