Jakarta, 8 April 2020 - MyProtection News
Hingga saat ini, belum ada langkah pasti yang membuat tubuh kita benar-benar kebal terhadap virus, khususnya virus novelcorona. Meskipun kita bisa melakukan beberapa langkah antisipasi seperti rajin mencuci tangan, karantina diri di rumah, dan makan makanan bergizi.
Sering kali kita mendengar bahwa makanan bergizi bisa membantu daya tahan tubuh tetap kuat. Inilah peran vitamin A, B, C, D, dan E lainnya untuk membantu memerangi virus atau bakteri yang menyusup ke dalam tubuh.
Vitamin A
Vitamin A ternyata bukan hanya bagus untuk menjaga penglihatan Anda. Vitamin A menjaga struktur sel dalam kulit, sistem pernapasan, dan pencernaan. Sehingga Vitamin A berperan sebagai lini depan pertahanan tubuh ketika ada virus yang masuk. Vitamin A akan membantu menciptakan antibodi untuk menetralisir patogen penyebab infeksi dalam tubuh.
Vitamin A dapat ditemukan dalam ikan, kuning telur, keju, tahu, kacang-kacangan, dan biji-bjian. Beberapa sayuran seperti wortel, labu kuning, dan sayuran berdaun hijau mengandung beta-carotene yang akan diserap tubuh menjadi vitamin A.
Vitamin B
Dalam keluarga vitamin B, khususnya vitamin B6, B9, dan B12 adalah salah satu komponen yang bereaksi pertama kali ketika patogen dideteksi dalam tubuh. Vitamin b akan mempengaruhi pembentukan sel pembunuh alami dalam tubuh. Sehingga sel patogen bisa dihancurkan.
Vitamin B6 dapat ditemukan dalam sereal, sayuran hijau, buah, kacang-kacangan, ikan, ayam, dan daging merah.
Vitamin B9 biasanya terkandung dalam sayuran hijau, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
Vitamin B12 banyak ditemukan dalam produk hewani, seperti telur, daging, dan makanan olahan susu seperti keju.
Vitamin C & E
Apakah Anda sering mengonsumsi vitamin C? sebenarnya apa peran dari vitamin C dan E?
Ketika tubuh Anda berusaha melawan infeksi, maka tubuh akan mengalami “stres oksidatif”. Stres oksidatif adalah keadaan ketika jumlah radikal bebas dalam tubuh melebihi kapasitas tubuh untuk menetralkannya. Radikal bebas bisa merusak dinding sel dan menciptakan inflamasi.
Peran penting vitamin C & E adalah melindungi sel dari stres oksidatif agar tidak rusak. Kandungan antioksidannya bisa menangkal radikal bebas yang berlebihan dalam tubuh. Vitamin C sendiri bisa membantu mepercepat penyembuhan luka dan perbaikan sel tulang serta gigi. Sedangkan Vitamin E punya tugas untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, memperlancar aliran darah, dan menyehatkan sel darah merah.
Kandungan vitamin C dapat Anda temukan dalam jeruk, jeruk nipis, lemon, kiwi, stroberi, brokoli, dan tomat. Untuk vitamin E sendiri biasanya terkandung dalam minyak nabati, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan telur.
Vitamin D
Terakhir, vitamin yang bisa Anda dapatkan dari paparan sinar matahari ini berfungsi untuk membantu sel imun menghancurkan pathogen penyebab infeksi.
Anda bisa berjemur pada pagi hari selama maksimal 30 menit untuk mendapatkan vitamin D. Makanan yang isa memberi asupan vitamin D adalah susu, telur, dan keju. Jika Anda kekurangan vitamin D, maka penting untuk mengonsumsi suplemen vitamin D.
Mendapatkan Vitamin Cukup
Setelah mengetahui fungsi dari vitamin, langkah selanjutnya tentu saja memenuhi asupan vitamin bagi tubuh. Anda bisa mengonsumsi varian makanan sehat seperti yang telah disebutkan di atas. Anda bisa berkreasi membuat hidangan yang lezat sekaligus sehat! Anda pun tak perlu terlalu bergantung pada suplemen multivitamin untuk mendapatkan asupan nutrisi cukup jika makanan yang Anda konsumsi sudah tepat.
Konsumsi suplemen vitamin/mineral dianjurkan bagi individu yang memang kekurangan asupan gizi. Wanita hamil dan individu dengan kondisi medis tertentu pun bisa mengonsumsi suplemen vitamin berdasarkan anjuran dokter. Anda bisa menggunakan Saldo Prima dari Perlindungan Kesehatan Prima untuk membeli vitamin dan diganti asuransi, lho!
Salam,
Sahabat MyProtection
Jakarta, 26 Desember 2019 - MyProtection News
Sahabat MyProtection, apakah Anda sering mendengarkan musik saat berkendara? Ternyata, dilansir dari The Jakarta Post, mendengarkan musik instrumental bisa menurunkan kadar stress saat berkendara, lho!
Beberapa periset di Brazil melakukan percobaan kecil mengenai dampak musik terhadap kadar stress terhadap pengendara mobil. Eksperimen dilakukan terhadap 5 wanita berusia 18 hingga 23 tahun. Partisipan juga berkarakterisik sehat secara jasmani, menyetir kendaraan setidaknya 1 – 2 kali dalam seminggu, dan memiliki ijin mengendara 1 – 7 tahun sebelumnya.
Pada percobaan pertama, kelima partisipan diminta untuk menyetir mobil selama 20 menit saat puncak kepadatan lalu lintas berlangsung (pukul 17:30 – 18:30). Saat eksperimen ini berlangsung, partisipan berkendara di pusat paling ramai di kota Marilia, Sao Paolo, Brazil tanpa mendengarkan musik apapun.
Keesokan harinya, partisipan yang sama diminta untuk berkendara dalam waktu yang sama dan rute yang sama. Namun kali ini, partisipan berkendara sambil mendengarkan musik. Untuk menambah tingkat stress berkendara, partisipan tidak boleh menyetir mobil yang biasa mereka gunakan.
Setelah dilakukan dua percobaan, peneliti menemukan hasil sebagai berikut:
Pengendara yang menyetir tanpa mendengarkan musik mengalami penurunan variabilitas denyut jantung, yang berkontribusi terhadap penurunan level saraf parasimpatik disertai peningkatan aktivitas saraf simpatik.
Kebalikannya, partisipan yang berkendara sambil mendengarkan musik mengalami peningkatan variabilitas denyut jantung yang berujung pada peningkatan kegiatan saraf parasimpatik. Perlu diketahui bahwa syaraf parasimpatik berperan untuk membuat tubuh Anda lebih rileks dan tenang. Sedangkan saraf simpatik akan mengambil alih tubuh saat Anda berada di kondisi berbahaya.
Nah, berdasarkan data temuan, peneliti pun menyimpulkan musik dapat mengurangi stress saat berkendara. Apakah Anda juga suka mendengarkan musik saat berkendara?
Salam,
Sahabat MyProtection
Jakarta, 9 April 2020 - MyProtection News
Ketika Anda diwajibkan belajar atau bekerja dari rumah, pastinya ada tantangan yang Anda hadapi. Misalnya, mengatasi kebosanan saat karantina diri dalam hitungan hari, minggu, bahkan bulan. Masalah lainnya adalah kebiasaan ngemil atau pola makan tak sehat selama Anda berdiam diri di rumah.
Berikut ini tips dari pakar untuk mengatur pola makan sehat selama karantina:
Ketika Anda berbelanja ke pasar atau supermarket, pilihlah makanan atau camilan sehat untuk disimpan di rumah. Sehingga ketika Anda ingin mencari snack di lemari penyimpanan, Anda akan memilih produk yang sehat.
Makan cemilan bisa jadi selingan ketika Anda bosan atau lelah bekerja. Hanya saja, pilih alternatif cemilan yang lebih sehat. Misalnya, dibanding membeli snack dengan MSG, Anda bisa membuat popcorn di rumah. Banyak pilihan cemilan lain yang tidak mengandung MSG, gula, atau bahan kimia berbahaya lainnya.
Buah bisa memenuhi kebutuhan vitamin Anda sehari-hari. Selain itu, buah juga bisa menggantikan snack tak sehat karena rasanya yang enak. Ketika membeli buah, Anda bisa membeli buah segar atau buah yang disimpan dalam kaleng. Selain dimakan langsung, buah-buahan dapat diolah menjadi jus, smoothies, serta salad.
Sebelum berbelanja, Anda bisa merencanakan menu harian juga. Sehingga, Anda tak bosan memakan menu yang sama berulang kali atau berlebihan saat membeli makanan. Sisipkan sayuran dan buah sehat dalam perencanaan menu Anda.
Salah satu kunci untuk menikmati makanan sehat tetapi nikmat adalah dalam pengolahannya. Anda bisa memanfaatkan waktu di rumah untuk bereksperimen dengan resep makanan. Tersedia berbagai tips mengolah makanan di Youtube maupun internet. Sehingga Anda dan keluarga tidak bosan menyantap menu yang sama setiap hari.
Olahraga dengan intensitas rendah hingga sedang bisa membantu memperbaiki suasana hati. Tak hanya itu, berolahraga bisa membuat daya tahan tubuh lebih kuat dan membantu tubuh membakar kalori dari cemilan yang Anda makan. Ada banyak gerakan yang bisa Anda lakukan di rumah seperti push-up, sit-up, plank, dan squat.
Sudah siap untuk menerapkan pola makan sehat?
Salam,
Sahabat MyProtection
Jakarta, 21 Juli 2020 - MyProtection News
Bekerja dari rumah memang tak selalu menyenangkan. Selain berkurangnya interaksi sosial, tidak semua tempat tinggal memiliki fasilitas memadai yang mendukung performa kerja. Salah satunya adalah tempat bekerja yang nyaman bagi karyawan.
Beberapa orang memanfaatkan ruang makan, sofa, hingga meja lipat untuk bekerja. Membuat postur tubuh tidak terjaga dangan maksimal. Sehingga menyebabkan nyeri pada bagian punggung bawah, yaitu pinggang serta pinggul.
Meskipun begitu, perihal nyeri punggung bawah juga bisa dirasakan setelah duduk dalam jangka waktu lama di kantor. Duduk secara terus menerus, menurut penelitian, bisa mengurangi aliran darah ke otak.
Anda bisa mengurangi nyeri punggung bawah dengan rutin mengganti posisi duduk. Misalnya duduk di pinggir kursi, duduk dengan menyilangkan kaki, lalu kembali duduk di tengah kursi. Biasakan mengambil jeda singkat, misalnya berjalan singkat atau regangkan tubuh setelah duduk selama 20 menit.
Kelly Starrett, ahli terapis, membagikan 6 tips yang bisa Anda lakukan untuk mencegah nyeri pinggang saat duduk:
Salam,
Sahabat MyProtection