Sepak takraw is a traditional sport played with a small ball, combining techniques from both volleyball and football. In this game, offensive and defensive moves rely heavily on skillful footwork.
Originating in the 15th century, this sport has become popular across several Southeast Asian countries, including Thailand, Malaysia, Indonesia, and the Philippines.
To help MyProtection readers better understand sepak takraw, this discussion will explore its history, rules, and proper techniques in detail. Let’s dive in!

Jakarta, 11 Juni 2020 - MyProtection News
Walaupun pandemi belum berlalu, tapi saat ini beberapa perkantoran, toko, hingga mal sudah kembali dibuka untuk umum. Meskipun begitu, masyarakat diwajibkan untuk tetap mematuhi Pembatasan Sosial Berskala Besar dan peraturan new normal.
Anda diminta untuk selalu menjaga jarak, kebersihan, serta kesehatan ketika bepergian. Sehingga risiko penyebaran serta penularan virus COVID-19 tetap minimal.
Jika Anda sudah mulai kembali pergi ke kantor atau beraktivitas di luar ruangan, maka ada beberapa hal yang wajib Anda bawa saat bepergian ke luar rumah.
Tisu basah dapat Anda gunakan untuk membersihkan tangan dan permukaan benda yang kotor. Tisu basah yang mengandung alkohol juga ideal karena bisa membersihkan kuman secara ekstra.
Tisu kering juga penting untuk dibawa ketika Anda harus mengeringkan tangan atau menutup mulut ketika batuk/bersin. Pastikan tisu tersimpan dan tersegel dengan rapi.
Cairan pembersih tangan perlu dibawa ketika Anda bepergian atau menggunakan transportasi umum. Sehingga Anda bisa tetap menjaga kebersihan tangan walaupun sedang tak memiliki akses terhadap air mengalir dan sabun.
Jangan lupa membawa masker cadangan ketika Anda bepergian. Sehingga ketika masker yang digunakan kotor atau lembap bisa segera diganti dengan yang baru. Jika Anda menggunakan masker kain, maka letakan masker ke dalam plastic lalu segera cuci setelah Anda sampai di rumah. Jika Anda menggunakan masker sekali pakai, pastikan Anda membuang masker ke tempat sampah tertutup.
Untuk menjaga kebersihan dan keamanan, Anda dianjurkan membawa peralatan makan sendiri seperti sendok, kotak makan, dan botol minum. Jangan gunakan alat makan bersamaan dengan orang lain.
Jika Anda khawatir membeli makan di luar, Anda bisa membawa bekal atau camilan sendiri yang tentu saja kebersihannya bisa lebih terjaga. Apalagi, asupan bernutrisi dibutuhkan untuk menjaga kekebalan tubuh di tengah pandemi.
Setelah mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer berulang kali dalam sehari, tangan bisa terasa kering dan kasar. Tangan yang kering bisa memicu terjadinya luka atau lecet dan membuat tangan menjadi rentan terhadap kuman. Oleh karena itu, Anda bisa berjaga-jaga dengan membawa lotion.
Beraktivitas di luar ruangan memang tak akan sebebas biasanya. Interaksi fisik dengan orang lain pun makin dibatasi. Agar Anda tetap merasa aman dan nyaman walau harus bepergian ke tempat umum selama pandemi COVID-19, lengkapi proteksi diri dan keluarga dengan Perlindungan Kesehatan PRIMA.
Anda bisa menikmati fitur Saldo Prima, yaitu saldo untuk beli vitamin/obat tanpa resep dokter dan diganti asuransi. Klaim cardless dan cashless. Laporan klaim secara online. Pastinya juga menjamin COVID-19.
Nikmati diskon 10% untuk pembelian Perlindungan Kesehatan PRIMA selama Juni 2020, selengkapnya di sini.
Salam,
Sahabat MyProtection
Jakarta, 20 Januari 2019 - MyProtection News
Akhir-akhirnya, banyak perbincangan mengenai Saffron dan manfaatnya. Saffron sendiri merupakan rempah berbentuk benang halus dari bunga Crocus sativus. Tumbuhan ini bisa dijadikan sebagai rempah, bumbu penyedap masakan, sampai alternatif untuk kesehatan, lho!
Rempah berwarna merah ini dinobatkan sebagai salah satu tumbuhan termahal di dunia. Cara penanaman hingga panen Saffron cukup rumit dan membutuhkan teknik khusus. Untuk mendapatkan 1 gram benang Saffron, dibutuhkan 150 tangkai bunga.
Ternyata, menurut sejumlah penelitian, Saffron memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan.
Seiring dengan berjalannya waktu, fungsi otak seseorang bisa menurun. Menurut studi mengenai penyakit Alzheimer, mengonsumsi 15 mg Saffron sebanyak 2 kali sehari dapat meningkatkan fungsi kognitif dengan cukup signifikan.
Saffron yang mengandung antioksidan dapat menjaga fungsi otak Anda dan mengurangi resiko Alzheimer. Saffron juga membantu mempertahankan kemampuan penglihatan Anda.
Selain baik untuk otak, saffron juga cocok dikonsumsi penderita diabetes. Saffron dapat meningkatkan sensitivitas insulin dalam tubuh. Sehingga kadar gula bisa lebih terjaga. Anda bisa mengonsumsi saffron dalam bentuk kapsul ataupun menyeduh benang saffron.
Baca juga: Minyak Ikan Bantu Kurangi Risiko Penyakit Jantung
Kegiatan sehari-hari dapat membuat seseorang merasa lelah baik secara fisik maupun mental. Saffron dikatakan dapat memperbaiki suasana hati dan membantu mengatasi depresi ringan hingga sedang. Efek samping yang didapatkan pun cenderung minimal. Saffron juga memiliki efek antioksidan dan neuroproteksi atau perlindungan bagi saraf.
Kandungan antioksidan tinggi bernama crocin dalam saffron bisa membantu menangkan radikal bebas penyebab timbulnya kanker dalam tubuh. Contohnya seperti kanker kulit, kanker serviks, kanker prostat, dan kanker lainnya.
Terdapat juga penelitian yang menyatakan bahwa saffron bisa membuat kanker lebih sensitif terhadap kemoterapi. Sehingga penyembuhan dari kanker bisa berjalan lebih efektif. Namun, korelasi antara keduanya masih perlu diteliti lebih lanjut.
Agar tubuh tetap sehat, Anda dianjurkan untuk mengonsumsi saffron. Tumbuhan ini mengandung antioksidan bernama crocin, crocetin, safranal, dan kaempferol. Crocin dan crocetin dalam saffron berperan sebagai anti-depresan, menjaga kesehatan sel otak, dan menurunkan nafsu makan untuk menurunkan berat badan. Safranal dapat meningkatkan suasana hati dan kemampuan berpikir seseorang. Kaempferol berguna sebagai zat anti-kanker yang menekan perkembangan sel kanker dalam tubuh.
Para wanita dapat mengurangi rasa nyeri saat PMS dan haid dengan mengonsumsi 30 mg saffron. Bahkan, nyeri haid bisa berkurang hanya dengan menghirup aroma saffron selama 20 menit. Saffron juga baik untuk mengatasi inflamasi dalam tubuh, lho!
Nah, Sahabat MyProtection, apakah Anda tertarik untuk mengonsumsi saffron? Walaupun khasiatnya beragam, Anda tetap harus mengonsumsi tumbuhan ini sesuai takaran yang dianjurkan. Sesuatu yang berlebihan tidak akan baik untuuk tubuh.
Selamat hidup sehat!
Salam,
Sahabat MyProtection
Baca juga: Diet Bikin Moody, Ini Alasannya
Jakarta, 26 Desember 2019 - MyProtection News
Sahabat MyProtection, apakah Anda sering mendengarkan musik saat berkendara? Ternyata, dilansir dari The Jakarta Post, mendengarkan musik instrumental bisa menurunkan kadar stress saat berkendara, lho!
Beberapa periset di Brazil melakukan percobaan kecil mengenai dampak musik terhadap kadar stress terhadap pengendara mobil. Eksperimen dilakukan terhadap 5 wanita berusia 18 hingga 23 tahun. Partisipan juga berkarakterisik sehat secara jasmani, menyetir kendaraan setidaknya 1 – 2 kali dalam seminggu, dan memiliki ijin mengendara 1 – 7 tahun sebelumnya.
Pada percobaan pertama, kelima partisipan diminta untuk menyetir mobil selama 20 menit saat puncak kepadatan lalu lintas berlangsung (pukul 17:30 – 18:30). Saat eksperimen ini berlangsung, partisipan berkendara di pusat paling ramai di kota Marilia, Sao Paolo, Brazil tanpa mendengarkan musik apapun.
Keesokan harinya, partisipan yang sama diminta untuk berkendara dalam waktu yang sama dan rute yang sama. Namun kali ini, partisipan berkendara sambil mendengarkan musik. Untuk menambah tingkat stress berkendara, partisipan tidak boleh menyetir mobil yang biasa mereka gunakan.
Setelah dilakukan dua percobaan, peneliti menemukan hasil sebagai berikut:
Pengendara yang menyetir tanpa mendengarkan musik mengalami penurunan variabilitas denyut jantung, yang berkontribusi terhadap penurunan level saraf parasimpatik disertai peningkatan aktivitas saraf simpatik.
Kebalikannya, partisipan yang berkendara sambil mendengarkan musik mengalami peningkatan variabilitas denyut jantung yang berujung pada peningkatan kegiatan saraf parasimpatik. Perlu diketahui bahwa syaraf parasimpatik berperan untuk membuat tubuh Anda lebih rileks dan tenang. Sedangkan saraf simpatik akan mengambil alih tubuh saat Anda berada di kondisi berbahaya.
Nah, berdasarkan data temuan, peneliti pun menyimpulkan musik dapat mengurangi stress saat berkendara. Apakah Anda juga suka mendengarkan musik saat berkendara?
Salam,
Sahabat MyProtection