Home
/
Articles
/
All Category
/
Susah Tidur Selama Pandemi? Coba Lakukan Hal Ini

Susah Tidur Selama Pandemi? Coba Lakukan Hal Ini

14 August 2020 | MyProtection News Jakarta

Jakarta, 14 Agustus 2020 - MyProtection News

Tidur cukup sangat membantu Anda dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Tidur cukup yang berkualitas membantu mengurangi stress, membuat Anda bertenaga seharian, mengurangi peradangan dalam tubuh, hingga membuat suasana hati menjadi baik.

Apalagi di tengah pandemi ini, tidur yang cukup sangat diperlukan agar daya tahan tubuh tetap maksimal. Namun, sebagian orang mengalami kesulitan tidur selama pandemi. Dikutip dari JakartaPost, penggunaan pil tidur dan obat anti-depresi meningkat saat Maret kemarin.

Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk membantu memperbaiki pola tidur Anda.

  1. Miliki jadwal tidur dan bangun yang konsisten

Bangun dan tidur pada waktu yang sama setiap harinya bisa membentuk siklus tidur alami tubuh. Misalnya, tiap harinya Anda bisa mencoba untuk tidur pukul 10 malam dan bangun pukul 7 pagi secara konsisten bahkan saat libur.

Untuk membantu Anda tertidur lebih mudah di malam hari, hindari penggunaan gadget minimal 2 jam sebelum tidur. Pastikan ruangan tidur Anda nyaman, sejuk, dan tidak terlalu terang. Ruang yang gelap dan sejuk membantu memberi sinyal pada tubuh untuk tidur.

  1. Paparan sinar matahari saat bangun membantu siklus tidur

Ketika Anda bangun di pagi hari, jangan lupa membuka tirai jendela Anda atau pergi ke teras untuk menikmati sinar matahari 15 – 30 menit tiap harinya. Sinar matahari memberi sinyal pada tubuh untuk “terjaga” dan membuat tubuh lebih segar.

  1. Perhatikan kebiasaan harian Anda

Jika Anda mengalami kesulitan tidur, coba perhatikan kebiasaan sehari-hari Anda. Misalnya, jumlah kafein yang Anda konsumsi, berapa lama Anda tidur siang, kegiatan harian, hingga makanan apa yang Anda konsumsi sebelum tidur.

  1. Bergerak dan berolahraga secara rutin

Baik Anda beraktivitas dari rumah maupun di luar rumah, penting untuk berolahraga secara rutin. Selain menjaga kebugaran tubuh, dengan rutin bergerak maka tenaga yang tersimpan dalam tubuh akan terbakar. Membuat Anda lebih mudah mengantuk di malam hari. Anda bisa mencoba bersepeda, jogging, yoga, dan olahraga lainnya.

  1. Kurangi konsumsi berita dan media sosial

Berita yang Anda temukan baik melalui media konvensional ataupun media sosial bisa membuat tingkat kecemasan meningkat. Terlebih lagi jika Anda sering mendengarkan berita yang tidak menyenangkan. Oleh karena itu, batasi paparan informasi yang Anda terima. Hindari membaca berita dan menggunakan media sosial sebelum tidur.

  1. Beri perhatian untuk kesehatan tubuh dan mental

Bagi Anda yang belajar ataupun bekerja selama pandemi, jangan lupa memperhatikan kebutuhan diri Anda. Bekerja dan beraktivitas itu baik. Namun, ada pula saatnya bagi Anda untuk beristirahat sejenak dan memanjakan diri. Jangan lupa untuk meluangkan waktu “me time” untuk menyegarkan kembali tubuh dan pikiran Anda. Tubuh yang sehat dan pikiran yang tenang tentunya membantu Anda tidur lebih lelap di malam hari.

Salam,
Sahabat MyProtection

Was this article helpful?
Subscribe to our newsletter
Click subscribe to subscribe to our article newsletter
Share MyPro on
facebook
twitter
instagram
About MyProtection News Jakarta
MyProtection is one of the pioneer portals for purchasing health insurance and general insurance online which can be accessed via website and application platforms since 2017.
Recommended Articles
All Category
5 mins read 15/07/2020
5 Cara Orangtua Memotivasi Anak Selama Karantina

Jakarta, 15 Juli 2020 - MyProtection News

Menghabiskan waku bersama anak selama 24 jam penuh saat karantina memang tidak selalu mudah. Ada banyak hal yang perlu diperhatikan seperti kegaiatn belajar dan bermain anak, pola komunikasi, dan menjaga kedisiplinan anak.

Untuk menjaga keteraturan dalam rumah, sering kali orang tua menciptakan berbagai aturan dan larangan. Dikutip dari JakarataPost, Wendy Grolnick, Profesor Psikologi dari Clark University memberikan tips agar Anda bisa mengajak anak untuk mengikuti aturan di rumah tanpa perlu ngomel atau membuat anak menjadi ngambek.

Libatkan anak dalam pembentukan aturan

Luangkan waktu untuk duduk dan berkomunikasi bersama seluruh anggota keluarga. Dalam rapat keluarga ini, Anda bisa berdiskusi dengan anak untuk mengatur jadwal kegiatan harian. Misalnya, kapan waktu anak Anda bisa bermain setelah pulang sekolah, kapan waktunya mandi, dan kapan si kecil harus meluangkan waktu belajar.

Libatkan anak dalam mengatur jadwal harian. Sehingga lebih emmungkinkan bagi anak Anda untuk mengikuti aturan yang dibuat bersama. Dengarkan pendapat anak mengenai kegiatannya sehari-hari. Walaupun tak semua ide dari anak Anda bisa dilakukan, tapi pastikan telinga Anda terbuka lebar untuk mendengarkan opini anak. Anda bisa bernegosiasi jika terjadi ketidaksepakatan.

Berikan kebebasan pada anak

Dalam menjalankan rutinitas harian, anak Anda tentunya perlu menjalankan kewajibannya seperti mengerjakan tugas sekolah, belajar, dan membantu pekerjaan rumah yang ringan. Namun Anda tak selalu harus mengatur dengan ketat bagaimana atau kapan sang anak ingin melakukan kewajibannya. Berikan ia kebebasan untuk memilih. Anda bisa membiarkan anak memilih pekerjaan rumah apa yang ingin ia kerjakan dan kapan. Misalnya, anak Anda ingin membantu mencuci piring setelah makan malam. Kebasan yang diberikan secara tepat membuat anak merasa lebih rileks dan tidak terkekang.

Dengarkan dan pahami anak

Anak akan lebih terbuka kepada orang tua jika ia merasa didengarkan, dipahami, dan dihargai. Oleh karena itu, cobalah memahami kejadian dari sudut pandang anak. Anda tak harus selalu memberikan solusi terhadap masalah yang diceritakan anak, tetapi ingatkan anak bahwa Anda hadir untuk mendengarkan dan dengan senang hati membantu anak untuk mencari jalan terbaik.

Hal yang sama juga bisa Anda terapkan ketika ingin mendisiplinkan anak. Anda bisa menyampaikan kepada anak bahwa mengerjakan pekerjaan rumah atau sekolah memang melelahkan. Namun, kegiatan ini adalah hasil kesepakatan bersama dan untuk kebaikan sang anak. Perlu diingat, memahami bukan berarti Anda harus selalu setuju dengan anak.

Berikan alasan yang tepat

Ketika anak Anda mulai mengeluhkan atau malas menjalankan kewajibannya, Anda tak perlu langsung marah. Cukup berikan penjelasan mengapa anak Anda harus melakukan kewajibannya. Terutama, jelaskan bahwa hal yang ia lakukan akan membawa dampak bagi dirinya dan keluarga. Jangan lupa apresiasi hasil kerja anak setelah ia melakukan kewajibannya.

Pecahkan masalah bersama

Dalam hidup berkeluarga, tentunya konflik dan masalah merupakan hal yang tidak terlewatkan. Perbedaan pendapat antara orang tua dan anak merupakan hal yang umum. Misalnya, anak Anda mulai melanggar jam mainnya atau mulai malas mengerjakan pekerjaan rumah yang telah Anda atur ebrsama. Sama seperti Anda membuat jadwal kegiatan bersama, masalah yang ada pun harus dipecahkan bersama. Sehingga Anda dan anak bisa memahami pemikiran masing-masing.

Salam,
Sahabat MyProtection

Read Article
All Category
5 mins read 21/02/2020
Sering Lupa Sarapan? Hati-hati terhadap Risikonya!

Jakarta, 21 Februari 2020 - MyProtection News

Apakah Anda sering memulai hari tanpa sarapan terlebih dahulu? Profesor Hiroaki Oda dari Universitas Nagoya menyampaikan temuan menarik. Melewatkan sarapan dapat mengacaukan jam biologis tubuh dan meningkatkan risiko obesitas.

Percobaan dilakukan pada tikus yang dibagi ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama diberikan sarapan sebelum memulai kegiatan mereka. Sedangkan grup tikus lainnya diberikan makan beberapa jam setelah hewan tersebut memulai aktivitas, sehingga menyerupai keadaan di mana manusia melewatkan sarapan.

Hasilnya, grup tikus yang melewatkan sarapan memiliki jumlah lemak tubuh yang lebih banyak dari grup tikus yang rutin makan sebelum mulai beraktivitas. Grup tikus yang tidak menikmati sarapan juga memiliki metabolism tubuh yang lebih lambat dan akhirnya mempengaruhi proses pencernaan makanan.

Oleh karena itu, bagi Anda yang sering melewatkan sarapan didorong untuk teratur makan sebelum beraktivitas. Selain Anda bisa jadi lebih bertenaga, ada segudang manfaat lainnya dari sarapan, yaitu:

  • Memperlancar metabolism tubuh
  • Menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2
  • Penelitian di Amerika Serikat juga menemukan bahwa sarapan bersama anak, khususnya remaja, dapat membantu mereka membangun citra tubuh yang positif
  • Riset menyatakan bahwa pelajar dengan nilai tinggi biasanya lebih sering sarapan dibanding pelajar lainnya

Mulai sarapan sehat, yuk!

Salam,
Sahabat MyProtection

Read Article
All Category
5 mins read 17/07/2020
Kiat Mencari Kerja di tengah Pandemi COVID-19

Jakarta, 17 Juli 2020 - MyProtection News

Mencari pekerjaan memang bukanlah hal yang mudah. Belum lagi keadaan serba tak kondusif akibat pandemi COVID-19 membuat beberapa usaha dan perkantoran harus terkena dampak ekonomi yang cukup berat.

Jika Anda adalah lulusan baru (fresh graduate) atau terpaksa kehilangan pekerjaan akibat COVID-19, Anda tetap memiliki kesempatan untuk memulai karier yang baru.

Simak beberapa tips di bawah ini untuk mempersiapkan diri Anda menjadi karyawan baru dan menemukan pekerjaan baru, bahkan di tengah pandemi.

Ambil pekerjaan jangka pendek

Sambil mencari pekerjaan tetap, tak ada salahnya jika Anda mencari pekerjaan jangka pendek seperti penulis lepas, karyawan magang, atau pekerjaan dengan kontrak singkat lainnya.

Anda bisa belajar terbiasa dengan tanggung jawab, disiplin, sikap professional, dan bekerja dalam tim. Sehingga Anda mempunyai nilai tambah saat bersaing mencari pekerjaan di perusahaan lainnya. Selain menambah pengalaman, Anda tetap bisa mendapatkan pemasukan.

Manfaatkan jaringan pertemanan

Bukan rahasia lagi bahwa koneksi penting untuk membantu karier serta bisnis Anda. Jika Anda mempunyai kerabat yang telah bekerja di perusahaan atau bisnis lainnya, maka Anda bisa menanyakan lowongan pekerjaan apa yang sedang tersedia. Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan koneksi untuk mendapatkan rekomendasi kerja.

Jangan cepat menyerah

Mencari pekerjaan bukanlah hal yang mudah. Jika belum diterima di satu perusahaan, maka jangan patah semangat. Tetap kirimkan lamaran ke berbagai perusahaan dan pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi Anda. Karena proses rekrutmen karyawan membutuhkan waktu yang cukup lama, biasanya Anda bisa menunggu 1 – 3 bulan untuk dipanggil wawancara dengan perusahaan. Jadi, jangan mengharapkan hasil yang instan.

Jika Anda belum bisa mendapatkan pekerjaan sebagai karyawan tetap, mungkin Anda bisa mencoba menjadi karyawan lepas/freelance dan karyawan magang.

Kumpulkan skill penting

Belum menerima panggilan wawancara? Anda bisa mengisi waktu luang dengan mempelajari berbagai skill baru yang akan berguna untuk karier professional. Saat ini terdapat banyak kelas online gratis maupun berbayar untuk berbagai macam kebutuhan. Seperti belajar Google Ads, tips wawancara kerja, kelas mengedit, atau skill lainnya.

Skill yang dimiliki oleh individu bisa menjadi “nilai jual lebih” bagi perusahaan. Kemampuan Anda bisa dipamerkan melalui CV atau portfolio kerja. Lagipula, tak selamanya Anda harus bekerja kantoran untuk mendapatkan uang.

Kuasai wawancara virtual

Setelah melamar pekerjaan, Anda pun mendapatkan undangan untuk wawancara virtual. Maka Anda harus mempersiapkan beberapa hal. Pertama, persiapkan laptop dengan kamera yang memadai serta jaringan internet yang baik. Sehingga wawancara bisa berjalan dengan lancar.

Selanjutnya, persiapkan diri untuk menjawab pertanyaan dengan recruiter. Jaga agar pandangan Anda tetap fokus kepada pewawancara. Hindari menggunakan ponsel saat proses wawancara. Terakhir, jangan lupa untuk tetap berpakaian sopan dan professional walaupun hanya menjalani wawancara virtual.

Selamat mencari kerja!

Salam,
Sahabat MyProtection

Read Article