Gaya kepemimpinan seseorang ternyata dapat mempengaruhi seberapa sukses sebuah bisnis dan usaha yang dijalankan.
Dengan kemampuan yang tepat, mulai dari membimbing, memotivasi, hingga mengarahkan karyawan dengan benar, kamu dapat mencapai tujuan bisnis yang diimpikan.
Gaya kepemimpinan sendiri bukan hanya dapat dilihat dari cara seseorang mampu mengelola tim, tapi bagaimana orang tersebut menciptakan dasar bagi budaya tempat kerja yang kuat.
Untuk lebih memahami apa itu gaya kepemimpinan serta ada apa saja gaya yang dapat mempengaruhi keberhasilan dan kesuksesan sebuah bisnis simak selengkapnya di sini!

pexels
Gaya kepemimpinan adalah bagaimana cara seseorang sebagai pemimpin dalam mengelola timnya guna mencapai tujuan perusahaan, yang di dalamnya mencakup perilaku, nilai, hingga metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.
Namun, hal yang harus diperhatikan adalah kamu tidak hanya mampu menguasai satu gaya kepemimpinan saja untuk mencapai kesuksesan. Di mana, dalam menjalankan sebuah bisnis sendiri masalahnya bervariasi dengan solusi yang variatif pula.
Pemilihan gaya kepemimpinan yang tepat dalam pemecahan sebuah masalah dan pengambilan keputusan mampu mempengaruhi budaya lingkungan kerja serta produktivitas karyawan dengan signifikan.
Dengan memahami gaya kepemimpinan yang berbeda dan mampu menerapkannya dengan sesuai situasi yang dihadapi, maka sahabat MyProtection memiliki peluang yang lebih besar untuk mencapai tujuan dan kesuksesan yang diinginkan dalam menjalani bisnis dan usaha.
Untuk menjadi seorang pemimpin dan pengusaha yang baik, kamu perlu mengetahui berbagai gaya kepemimpinan yang ada, simak selengkapnya.

pexels
Gaya kepemimpinan pertama, yaitu gaya demokratis yang juga dikenal dengan partisipasi aktif dari semua pihak dalam proses pengambilan keputusan sebuah perusahaan maupun bisnis.
Pemimpin dengan gaya demokratis juga mampu menghargai perspektif berbeda dan masukan dari karyawan dan anggota timnya, di mana semakin banyak sudut pandang berbeda mampu mendatangkan solusi yang lebih baik dan efektif.
Dengan gaya demokratis juga yang berwenang bukan hanya pemimpinnya saja, namun semua orang ikut terlibat dan adanya dorongan untuk melakukan diskusi terbuka, kolaborasi antar tim, serta brainstorming.
Penggunaan gaya kepemimpinan ini juga dapat membuat semua anggota tim yang ada di dalam perusahaan merasa dihargai dan memiliki kontribusinya masing-masing. Dengan adanya sense of belonging tersebut, dapat meningkatkan motivasi serta keterlibatannya dalam mencapai tujuan perusahaan bersama.
Karena mendorong dan mengedepankan diskusi serta partisipasi dari setiap anggota timnya, gaya demokratis menjadi sangat efektif pada organisasi dan perusahaan yang berfokus di bidang kreativitas dan inovasi.
Terdapat beberapa ciri khas pemimpin demokratis, seperti memberikan segala informasi ke setiap anggota saat mengambil keputusan, menjadikan tempat kerja tempat di mana setiap orang dapat menuangkan ide mereka, serta pandai melakukan mediasi.
Gaya selanjutnya, gaya visioner yang menekankan pada gaya kepemimpinan seseorang yang memiliki visi dan misi yang kuat untuk mencapai tujuan sebuah bisnis dan menjaga masa depan bisnis tersebut.
Bukan hanya mampu melihat masa depan, pemimpin visioner juga mampu memberikan inspirasi pada anggota tim melalui visi dan misi yang mereka miliki.
Pemimpin dengan gaya ini juga mampu menjadi agen perubahan yang kuat, di mana mereka akan terus mendorong anggota timnya untuk terus berpikir out-of-the-box, menemukan solusi inovatif, serta mencapai tujuan bisnis bersama.
Jika karyawan yang ada di dalamnya mampu terhubung dengan visi tersebut, maka mereka juga akan lebih bermotivasi, bersemangat, dan memiliki komitmen untuk berjuang mencapai tujuan bersama.
Pimpinan gaya visioner juga mampu melihat peluang di tengah banyaknya tantangan dan mampu mengarahkan perusahaan ke masa depan yang lebih cerah melalui visi dan misinya.
Oleh sebab itu, gaya visioner dapat sangat efektif bagi perusahaan kecil untuk mengembangkan usaha dengan pesat, serta perusahaan besar yang dapat membantu mentransformasi perusahaan.
Pada umumnya, pemimpin visioner memiliki beberapa ciri khas, seperti gigih dan pemberani, strategis, berani dalam mengambil risiko, inspiratif, optimis, serta inovatif.
Dengan adanya globalisasi saat ini, gaya kepemimpinan juga ikut dipengaruhi dengan kemunculan gaya multikultural yang lebih relevan dengan tren yang ada saat ini.
Pemimpin multikultural mampu memiliki pemahaman lebih mendalam mengenai nilai-nilai keberagaman budaya dan mampu menyesuaikan keberagaman tersebut untuk keuntungan perusahaan.
Dengan mengadopsi gaya ini, seorang pemimpin memiliki kesadaran akan adanya perbedaan budaya, bahasa, norma, serta nilai dari anggota tim yang ada dan mampu menciptakan lingkungan di mana semua orang merasa dihargai dan dihormati.
Bukan hanya menyadari adanya perbedaan tersebut, namun pemimpin multikultural juga dapat memanfaatkan perbedaan tersebut sebagai alat untuk mencapai tujuan perusahaan yang lebih baik dan menghargai kontribusi setiap orang dalam proses pengambilan keputusan dan pencapaian.
Selanjutnya, gaya strategis di mana seorang pemimpin yang memiliki fokus untuk perencanaan jangka panjang serta pengambilan keputusan yang didasarkan pada data serta hasil analisis yang mereka miliki.
Pemimpin strategis memiliki kemampuan untuk melihat gambaran besar serta menentukan strategi paling efektif yang digunakan untuk mencapai tujuan perusahaan.
Gaya strategis juga menuntut pemimpin untuk menjadi seseorang yang visioner serta analitis, bagaimana mereka mampu mempertimbangkan faktor eksternal dan internal yang dapat mempengaruhi perusahaan.
Mereka juga harus mampu memahami apa yang terjadi di pasar, persaingan yang dihadapi, serta sumber daya yang dimiliki. Pemimpin strategis mampu memiliki pemahaman mendalam mengenai hal tersebut dan nantinya dapat digunakan untuk memaksimalkan kinerja tim serta sumber daya yang dimiliki menjadi lebih produktif.
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, pemimpin juga harus dapat menyampaikan visi yang dimiliki dengan baik kepada tiap anggota timnya untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan memiliki daya saing di pasaran.
Pemimpin dengan gaya suportif pada umumnya merupakan seorang pendengar yang baik dan selalu memberikan dukungan emosional kepada anggota timnya.
Menurut sudut pandang mereka, pemimpin yang suportif dan mampu memiliki rasa peduli dan empati dapat mempengaruhi motivasi serta kinerja anggota timnya menjadi lebih positif.
Dengan gaya kepemimpinan ini, kamu dapat menciptakan lingkungan kerja yang suportif, di mana setiap karyawan merasa diterima dan dimengerti sehingga segala permasalahan maupun tantangan yang dihadapi dapat diselesaikan dengan baik dan terpecahkan.
Gaya kepimpinan otokratis yang dikenal dengan gaya yang pendekatannya berpusat pada pemimpinnya dan mengarah pada gaya otoriter. Pemimpin otokratis biasanya memiliki keputusan tunggal yang mutlak serta memberikan arahan jelas untuk setiap anggota timnya.
Pemimpin gaya ini juga biasanya mengendalikan segala aspek pekerjaan di perusahaan, mulai dari awal perencanaan hingga pada akhirnya pelaksanaan.
Hal ini didasarkan pada kepercayaan mereka dengan kemampuan yang dimiliki untuk mengambil keputusan terbaik.
Pada beberapa situasi tertentu dan kasus khusus gaya otokratis dapat menjadi efektif, di mana ketika perusahaan dihadapkan dengan pengambilan keputusan atau situasi darurat dengan durasi waktu yang singkat, pemimpin otokratis yang memiliki kendali penuh dapat memutuskan dengan cepat.
Pemimpin otokratis sendiri biasanya memiliki ciri khasnya tersendiri, seperti rasa percaya diri yang tinggi, mampu memotivasi diri, memiliki komunikasi yang jelas dan konsisten, mengikuti aturan, mampu diandalkan, nilai lingkungan yang terstruktur, serta memiliki kepercayaan pada lingkungan kerja yang diawasi.
Gaya transaksional merupakan gaya pemimpin yang memfokuskan pada penggunaan rewards and punishment atau insentif dan hukuman yang digunakan untuk memotivasi anggota timnya.
Pemimpin transaksional menetapkan aturan serta target yang harus dicapai dalam tenggat waktu tertentu, dan dari hasilnya tersebut ia akan memberikan insentif ataupun hukuman yang pantas.
Pada gaya kepemimpinan transaksional, pengukuran atas pencapaian kerja sangatlah penting dan pada umumnya menggunakan kontrak maupun perjanjian kerja untuk dapat mengukurnya secara jelas.
Hal ini dikarenakan, pemimpin transaksional pada umumnya memiliki ekspektasi tinggi pada anggota timnya untuk dapat mencapai target yang telah ditentukan dan mematuhi aturan yang ada.
Walaupun terkesan efektif, gaya transaksional pada umumnya hanya dapat dilakukan dalam waktu jangka pendek, di mana pendekatan ini sendiri dapat memberikan dorongan singkat pada seseorang untuk mencapai tujuan.
Namun, jika penggunaan sistem rewards and punishment digunakan terus menerus, dapat mengarah pada motivasi sementara saja, tanpa adanya pengembangan jangka panjang serta pertumbuhan pribadi.
Selanjutnya gaya delegatif yang merupakan pendekatan kepemimpinan dengan memberikan otonomi signifikan pada anggota timnya untuk mengambil sebuah keputusan karena adanya kepercayaan yang tinggi pada kemampuan serta kompetensi karyawannya.
Pada gaya delegatif, pemimpin memiliki peran sebagai fasilitator bagi anggota timnya, di mana ia akan memberikan dukungan serta saran jika diperlukan saja dan tidak mengontrol penuh setiap pekerjaan yang dilakukan.
Pimpinan ini memiliki kepercayaan atas anggota timnya, di mana dengan memberikan kebebasan para karyawan mampu mengambil inisiatif dan berkolaborasi dengan kreatif yang dapat memberikan hasil kerja yang lebih baik.
Pendekatan gaya ini juga dapat memberikan dorongan untuk pertumbuhan individu serta keseluruhan tim karena setiap orang memiliki tanggung jawab dan rasa kepemilikan atas keputusan yang diambil.
Gaya delegatif juga dapat membantu dalam terbentuknya lingkungan kerja inklusif serta mendukung pengembangan potensi dan kemampuan yang dimiliki setiap karyawan.
Selanjutnya gaya transformasional, di mana pada gaya kepemimpinan ini pemimpin mampu memberikan inspirasi kepada anggota timnya untuk mencapai potensi maksimal yang dimiliki.
Pimpinan transformasional biasanya memiliki visi yang kuat serta mampu mengkomunikasikan hal tersebut ke karyawannya serta memberikan motivasi dan menggerakkan mereka.
Seperti namanya, gaya ini mampu menciptakan lingkungan kerja yang terus berinovasi dan bersemangat, di mana para anggota timnya memiliki rasa tanggung jawab atas tujuan perusahaan yang ingin dicapai.
Pimpinan transformasional yang berperan sebagai role model bagi para karyawannya juga dapat memberikan dorongan kreativitas, pemikiran out-of-the-box serta memberikan perubahan positif bagi para anggota timnya.
Pimpinan dengan gaya transformasional juga dapat dilihat berdasarkan beberapa kriteria, seperti:
Memiliki rasa saling hormat pada anggota timnya
Mampu memberikan dorongan
Memberikan inspirasi ke orang lain dalam mencapai tujuan organisasi
Mampu memikirkan gambaran besar
Menempatkan nilai pada tantangan intelektual anggota tim
Tingkat kreativitas yang tinggi
Memiliki pemahaman baik terkait kebutuhan untuk mencapai tujuan
Gaya kepemimpinan liberal merupakan pendekatan pemimpin yang memberikan kebebasan bagi para anggota timnya untuk mengambil keputusan terbaik.
Pemimpin yang menganut gaya ini menjunjung tinggi eksperimen, inovasi, dan kreativitas serta mampu memberikan ruang bagi para karyawannya untuk berkembang dan menghasilkan karya inovatif.
Pada gaya liberal, pimpinan memegang peranan sebagai fasilitator yang mampu memberikan dukungan atas gagasan serta inisiatif anggota timnya.
Pendekatan ini menjadi sangat efektif khususnya pada tujuan yang berfokus ke inovasi serta kreativitas dan dapat menjadi kunci keberhasilan dari sebuah perusahaan.
Namun, perlu diperhatikan pula bahwa untuk menjamin kesuksesan mencapai tujuan, pemimpin juga tetap perlu untuk melakukan supervisi dan memberikan panduan selama proses berjalannya agar tetap terarah sesuai dengan visi dan misi yang ada.
Untuk mendapatkan hasil paling cepat, gaya penentu kecepatan atau pacesetter leadership dapat menjadi pilihan yang paling efektif.
Di mana, pemimpin pacesetter memiliki fokus pada kinerja, menetapkan standar yang tinggi, serta menuntut setiap anggota timnya bertanggung jawab untuk mencapai tujuan organisasi.
Hal yang harus diperhatikan jika menggunakan gaya kepemimpinan ini terus menerus adalah mampu menimbulkan stres pada anggota tim karena adanya tekanan untuk mencapai tujuan organisasi dalam tenggat waktu tertentu.
Pemimpin pacesetter pada umumnya memiliki fokus pada tujuan yang ingin dicapai, melakukan berbagai hal yang dapat membantu mencapai tujuan tersebut, dan pada umumnya sangatlah komponen di posisinya.
Gaya kepemimpinan birokrasi mengacu pada pendekatan di mana setiap anggota tim harus mengikuti aturan serta prosedur sebagaimana yang tertulis.
Kepemimpinan ini menekankan agar setiap karyawan menjalankan tanggung jawab berdasarkan daftar yang telah ada dan ditetapkan.
Gaya birokrasi dapat menjadi efektif khususnya pada industri yang menuntut keteraturan, seperti departemen keuangan, kesehatan, maupun pemerintahan.
Terdapat beberapa kriteria yang dapat menunjukkan gaya kepemimpinan ini, seperti:
Fokus pada detail
Fokus pada tugas yang dijalankan
Memiliki aturan dan struktur nilai
Memiliki etos kerja yang baik
Memiliki kemauan yang keras
Memiliki komitmen terhadap organisasi
Memiliki disiplin diri
Nah, itulah ulasan seputar berbagai jenis gaya kepemimpinan yang ada serta kelebihan dan kelemahan yang dimilikinya. Seperti yang dijelaskan di atas, bahwa setiap gaya dapat menjadi bermanfaat jika digunakan dengan tepat.
Seorang pemimpin yang baik juga harus mampu memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan gaya yang paling sesuai dengan situasi yang dihadapi untuk mencapai tujuan bersama seefektif mungkin.
Namun hal yang harus diperhatikan juga adalah anggota tim juga memegang peranan besar dalam mencapai tujuan perusahaan. Oleh sebab itu, sangat penting untuk pihak karyawan dan pihak perusahaan saling menghargai satu sama lain.
Salah satu cara yang dapat dilakukan perusahaan memberdayakan sumber daya manusianya adalah dengan memberikan asuransi yang tepat sebagai perlindungan kesehatan yang tepat, seperti Perlindungan Kesehatan Prima dari MyProtection yang memiliki banyak keunggulan produk, seperti:
Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin dan obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan
Santunan tunai harian Rawat Inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan
Pilihan manfaat Rawat Inap dan Rawat Jalan sesuai kebutuhan
Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia
24 jam Contact Center dan Case Monitoring
Layanan eksklusif Personal Medical Assistance
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Jakarta, 17 Juli 2020 - MyProtection News
Mencari pekerjaan memang bukanlah hal yang mudah. Belum lagi keadaan serba tak kondusif akibat pandemi COVID-19 membuat beberapa usaha dan perkantoran harus terkena dampak ekonomi yang cukup berat.
Jika Anda adalah lulusan baru (fresh graduate) atau terpaksa kehilangan pekerjaan akibat COVID-19, Anda tetap memiliki kesempatan untuk memulai karier yang baru.
Simak beberapa tips di bawah ini untuk mempersiapkan diri Anda menjadi karyawan baru dan menemukan pekerjaan baru, bahkan di tengah pandemi.
Sambil mencari pekerjaan tetap, tak ada salahnya jika Anda mencari pekerjaan jangka pendek seperti penulis lepas, karyawan magang, atau pekerjaan dengan kontrak singkat lainnya.
Anda bisa belajar terbiasa dengan tanggung jawab, disiplin, sikap professional, dan bekerja dalam tim. Sehingga Anda mempunyai nilai tambah saat bersaing mencari pekerjaan di perusahaan lainnya. Selain menambah pengalaman, Anda tetap bisa mendapatkan pemasukan.
Bukan rahasia lagi bahwa koneksi penting untuk membantu karier serta bisnis Anda. Jika Anda mempunyai kerabat yang telah bekerja di perusahaan atau bisnis lainnya, maka Anda bisa menanyakan lowongan pekerjaan apa yang sedang tersedia. Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan koneksi untuk mendapatkan rekomendasi kerja.
Mencari pekerjaan bukanlah hal yang mudah. Jika belum diterima di satu perusahaan, maka jangan patah semangat. Tetap kirimkan lamaran ke berbagai perusahaan dan pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi Anda. Karena proses rekrutmen karyawan membutuhkan waktu yang cukup lama, biasanya Anda bisa menunggu 1 – 3 bulan untuk dipanggil wawancara dengan perusahaan. Jadi, jangan mengharapkan hasil yang instan.
Jika Anda belum bisa mendapatkan pekerjaan sebagai karyawan tetap, mungkin Anda bisa mencoba menjadi karyawan lepas/freelance dan karyawan magang.
Belum menerima panggilan wawancara? Anda bisa mengisi waktu luang dengan mempelajari berbagai skill baru yang akan berguna untuk karier professional. Saat ini terdapat banyak kelas online gratis maupun berbayar untuk berbagai macam kebutuhan. Seperti belajar Google Ads, tips wawancara kerja, kelas mengedit, atau skill lainnya.
Skill yang dimiliki oleh individu bisa menjadi “nilai jual lebih” bagi perusahaan. Kemampuan Anda bisa dipamerkan melalui CV atau portfolio kerja. Lagipula, tak selamanya Anda harus bekerja kantoran untuk mendapatkan uang.
Setelah melamar pekerjaan, Anda pun mendapatkan undangan untuk wawancara virtual. Maka Anda harus mempersiapkan beberapa hal. Pertama, persiapkan laptop dengan kamera yang memadai serta jaringan internet yang baik. Sehingga wawancara bisa berjalan dengan lancar.
Selanjutnya, persiapkan diri untuk menjawab pertanyaan dengan recruiter. Jaga agar pandangan Anda tetap fokus kepada pewawancara. Hindari menggunakan ponsel saat proses wawancara. Terakhir, jangan lupa untuk tetap berpakaian sopan dan professional walaupun hanya menjalani wawancara virtual.
Selamat mencari kerja!
Salam,
Sahabat MyProtection
Jakarta, 29 Maret 2020 - MyProtection News
Sebagian masyarakat Indonesia saat ini sedang menjalankan puasa. Walaupun puasa kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya, tetapi semangat kebersamaan dalam puasa harus tetap terjaga. Selain kebersamaan, kesehatan Anda juga perlu dijaga. Caranya yaitu lewat olahraga!
Berolahraga terbukti membawa banyak manfaat positif bagi tubuh. olah raga teratur bisa memelihara kesehatan mental, menjaga daya tahan tubuh, bahkan membuat Anda menjadi awet muda. Oleh karena itu, dianjurkan Anda berolahraga dengan intensitas sedang selama 150 menit tiap minggunya.
Anda juga tetap bisa berolahraga meski sedang menjalankan puasa, lho! Berikut ini tips agar olahraga aman dan puasa tetap nyaman.
Saat sedang menjalankan puasa, menurut ahli, waktu terbaik untuk melakukan olahraga adalah sebelum buka puasa (mendekati magrib), antara setelah tarawih dan sebelum tidur, lalu setelah subuh. Karena olahraga dapat membuat tubuh kehilangan energi dan cairan, maka disarankan untuk berolahraga 15 menit – 30 menit sebelum berbuka puasa atau setelah berbuka puasa.
Sedangkan, untuk jenis olahraga yang dipilih, Anda bisa memiliki kegiatan intensitas ringan hingga sedang seperti jogging, stretching, dan yoga. Pemilihan jenis olahraga harus disesuaikan dengan kondisi tubuh dan lingkungan. Apalagi di tengah pandemi COVID-19, aktivitas di luar rumah pun perlu dikurangi.
Anda bisa melakukan 1 sesi olahraga yang berlangsung selama 15 – 30 menit/sesi. Tiap minggunya, Anda bisa melakukan 4 – 5 sesi agar tubuh tetap fit. Namun, lagi-lagi kegiatan olahraga ini harus disesuaikan dengan kondisi tubuh. Anda juga bisa melihat variasi olahraga di rumah melalui Youtube atau media social lainnya.
Ketika berolahraga, Anda turut membakar kalori dalam tubuh dan berkeringat. Oleh karena itu, penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan hidrasi setelah olahraga. Sehingga, disarankan untuk berolahraga sebelum berbuka atau setelah berbuka. Jika Anda memaksakan tubuh berolahraga di siang hari, bisa jadi tubuh malah kekurangan cairan dan energi. Akhirnya, tubuh bukannya fit malah menjadi sakit. Pilih makanan yang bernutrisi lengkap saat berbuka puasa. Kurangi makanan manis dan mengandung garam tinggi. Perbanyak konsumsi sayur, buah, dan air putih.
Istirahat yang cukup sama pentingnya dengan berolahraga. Tanpa istirahat cukup, ketahanan tubuh bisa menurun, fokus pun jadi berkurang. Pastikan Anda tidur selama 6 – 8 jam tiap harinya pada jadwal tetap. Sehingga tubuh bisa membangun alarm alami.
Salam,
Sahabat MyProtection
Jakarta, 6 Desember 2019 - MyProtection News
Ketika menjalani diet, sering kali kita merasa lebih moody daripada biasanya. Tubuh menjadi lebih cepat lelah. Bahkan terkadang membuat kita malas beraktivitas seperti biasanya. Mengapa diet sering kali dikaitkan dengan perubahan suasana hati dan energi? Alasan utamanya adalah tubuh kita ikut menjalani perubahan komposisi saat berdiet.
Hormon dalam tubuh ikut harus beradaptasi dengan perubahan pola makan yang kita lakukan. Fenomena ini juga bisa berlangsung dalam jangka waktu berbeda, membuat tubuh serta emosi terpengaruh dengan perubahan yang ada. Berikut 5 alasan kita menjadi moody saat berdiet.
Pertama, ketika sedang menjalani diet, kita biasanya merasakan tiga gejala utama yaitu dorongan rasa lapar, pusing, dan lemas. Pengurangan porsi makan bisa berpengaruh terhadap kadar gula dan jumlah energi yang kita miliki. Karena tubuh kekurangan energi, kita cenderung menjadi kurang bertenaga dan moody.
Alasan kedua adalah ngidam. Tentu saja kita tidak bisa mengonsumsi makanan secara sembarangan saat diet. Mungkin Anda membayangkan nikmatnya red velvet cake kesukaan Anda. Ketika kita tidak bisa memuaskan cravings, kita cenderung menjadi lebih sensitif dan moody. Salah satu trik untuk mengatasi rasa ngidam adalah dengan membatasi diri untuk mengonsumsi makanan kesukaan saat weekend saja.
Baca juga: Suka Marah-marah Tanpa Alasan Jelas Mungkin Ini Sebabnya
Selanjutnya, saat masa diet, kita terkadang menghindari ajakan teman untuk berkumpul bersama, datang ke pesta, atau mencoba menu makanan baru. Kita takut tergiur dengan makanan yang disajikan. Sehingga intensitas kita bertemu dengan orang lain jadi berkurang. Padahal, berinteraksi dengan orang lain bisa membantu mengembalikan mood kita. Batasi porsi makanan akan lebih baik daripada menghindari situasi sosial.
Untuk memaksimalkan diet, sering kali kita dianjurkan untuk berolahraga. Setelah tubuh harus beradaptasi dengan pola makan yang berubah, olahraga bisa ikut menambah rasa lelah. Rasa lelah inilah yang bisa mendorong rasa moody. Siasati rasa lelah dengan beristirahat cukup selama 8 jam per hari dan minum air putih.
Terakhir, ketika timbangan rasanya tak kunjung turun membuat semangat kita memudar. Padahal diet yang baik adalah ketika berat badan kita turun perlahan. Sehingga lebih memungkinkan kita mempertahankan berat badan ideal. Diet yang dilakukandengan benar juga menjaga kesehatan tubuh, seperti MyProtection yang turut menjaga Anda dari kekhawatiran akan kesehatan Anda di masa depan.
Persiapkan diri untuk menghadapi timbangan yang fluktuatif. Tetap jaga pola makan dan gaya hidup sehat.
Selamat menjalani diet sehat!
Salam,
Sahabat MyProtection
Baca juga: Minyak Ikan Bantu Kurangi Risiko Penyakit Jantung