Jakarta, 29 Maret 2020 - MyProtection News
Sebagian masyarakat Indonesia saat ini sedang menjalankan puasa. Walaupun puasa kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya, tetapi semangat kebersamaan dalam puasa harus tetap terjaga. Selain kebersamaan, kesehatan Anda juga perlu dijaga. Caranya yaitu lewat olahraga!
Berolahraga terbukti membawa banyak manfaat positif bagi tubuh. olah raga teratur bisa memelihara kesehatan mental, menjaga daya tahan tubuh, bahkan membuat Anda menjadi awet muda. Oleh karena itu, dianjurkan Anda berolahraga dengan intensitas sedang selama 150 menit tiap minggunya.
Anda juga tetap bisa berolahraga meski sedang menjalankan puasa, lho! Berikut ini tips agar olahraga aman dan puasa tetap nyaman.
Saat sedang menjalankan puasa, menurut ahli, waktu terbaik untuk melakukan olahraga adalah sebelum buka puasa (mendekati magrib), antara setelah tarawih dan sebelum tidur, lalu setelah subuh. Karena olahraga dapat membuat tubuh kehilangan energi dan cairan, maka disarankan untuk berolahraga 15 menit – 30 menit sebelum berbuka puasa atau setelah berbuka puasa.
Sedangkan, untuk jenis olahraga yang dipilih, Anda bisa memiliki kegiatan intensitas ringan hingga sedang seperti jogging, stretching, dan yoga. Pemilihan jenis olahraga harus disesuaikan dengan kondisi tubuh dan lingkungan. Apalagi di tengah pandemi COVID-19, aktivitas di luar rumah pun perlu dikurangi.
Anda bisa melakukan 1 sesi olahraga yang berlangsung selama 15 – 30 menit/sesi. Tiap minggunya, Anda bisa melakukan 4 – 5 sesi agar tubuh tetap fit. Namun, lagi-lagi kegiatan olahraga ini harus disesuaikan dengan kondisi tubuh. Anda juga bisa melihat variasi olahraga di rumah melalui Youtube atau media social lainnya.
Ketika berolahraga, Anda turut membakar kalori dalam tubuh dan berkeringat. Oleh karena itu, penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan hidrasi setelah olahraga. Sehingga, disarankan untuk berolahraga sebelum berbuka atau setelah berbuka. Jika Anda memaksakan tubuh berolahraga di siang hari, bisa jadi tubuh malah kekurangan cairan dan energi. Akhirnya, tubuh bukannya fit malah menjadi sakit. Pilih makanan yang bernutrisi lengkap saat berbuka puasa. Kurangi makanan manis dan mengandung garam tinggi. Perbanyak konsumsi sayur, buah, dan air putih.
Istirahat yang cukup sama pentingnya dengan berolahraga. Tanpa istirahat cukup, ketahanan tubuh bisa menurun, fokus pun jadi berkurang. Pastikan Anda tidur selama 6 – 8 jam tiap harinya pada jadwal tetap. Sehingga tubuh bisa membangun alarm alami.
Salam,
Sahabat MyProtection
Mobil double cabin berbeda dengan mobil biasa merupakan jenis kendaraan yang memiliki kabin ganda di bagian belakangnya.
Jenis mobil ini menawarkan kabin tambahan yang dapat digunakan baik untuk menampung lebih banyak penumpang maupun muatan tambahan, yang membuatnya ideal untuk berbagai keperluan yang membutuhkan banyak ruang.
Lalu, apa saja rekomendasi mobil double cabin terbaik yang dapat kamu pilih beserta keunggulannya masing-masing hingga harganya saat ini? Simak penjelasannya berikut ini!
Mitsubishi New Triton merupakan mobil double cabin yang dilengkapi dengan mesin diesel 4D65 dengan konfigurasi DOHC 4 cylinder 16 katup Direct Diesel Injection dengan kapasitas 2.442 cc yang dioptimalkan dengan intercooler dan turbocharger dan mampu menghasilkan tenaga 131 dk dan torsi Nm.
Bukan hanya itu, mobil ini juga dilengkapi fitur ABS, Dual SRS Airbag, sistem audio 2 din, serta berbagai fitur canggih lainnya yang bisa kamu dapatkan dengan harga Rp 258 juta hingga Rp 488 juta di pasaran.
Toyota New Hilux hadir dengan dua varian yang dapat kamu pilih, yaitu single cabin dan double cabin. Varian double cabin mobil ini juga memiliki dua pilihan mesin, yaitu Variable Valve Timing-Intelligent (bensin) serta D-4D Direct 4 Stroke Diesel Turbo Common Rail (diesel).
Dikemas dengan berbagai fitur canggih, mobil double cabin ini sudah dilengkapi dengan head unit berlayar sentuh 6 inci, fitur tiga airbag di bagian depan dan dua side curtain airbag, ABS & EBD, hingga Hill Start Assist Control, dan Vehicle Stability Control.
Bukan hanya itu, untuk mendukung kebutuhan mengangkut barang bawaan, mobil double cabin ini juga memiliki struktur bak yang luas dan kuas. Toyota New Hilux saat ini dibanderol dengan harga mulai dari Rp 231 juta hingga Rp 485 juta.
Isuzu D-Max yang merupakan mobil double cabin memiliki mesin dengan kapasitas 2.999 cc dan mampu menghasilkan tenaga maksimum 136 Ps pada 3400 rpm serta torsi maksimum 30 kgm pada 1400 – 3000 rpm.
Keunikan dari Isuzu D-Max adalah sistem twitching yang dapat diaktifkan menggunakan sistem tombol yang diputar, memberikan fleksibilitas penggunaan di berbagai medan sehingga cocok untuk digunakan di berbagai medan.
Untuk mendapatkannya, harga mobil Isuzu D-Max sendiri dibanderol dari harga mulai dari Rp 259 juta hingga Rp 539 juta.
Selanjutnya, Ford Ranger yang juga dikatakan sebagai salah satu mobil double cabin terbaik di dunia dengan kapasitas mesin 2,2 liter dan 3,2 liter dan tetap menawarkan efisiensi bahan bakar ketika berkendara.
Mampu menghasilkan tenaga hingga 310 lb-ft, Ford Ranger juga didukung oleh sistem penggerak All Wheel Drive yang memungkinkan kendaraan ini untuk mengangkut barang di berbagai medan.
Mobil yang cocok dibawa offroad maupun onroad ini bisa kamu dapatkan di pasaran dengan harga mulai dari Rp 460 juta hingga Rp 545 juta.
Mobil double cabin selanjutnya yang dilengkapi dengan intercooler turbo-diesel berkapasitas 2.488 cc, yaitu Nissan Navara.
Nissan Navara telah dilengkapi dengan Nissan Intelligent Key dengan Push Button Ignition, Meter Cluster dengan TFT Display, roda kemudi dengan tombol untuk mengatur audio, cruise control, hingga Bluetooth.
Mobil ini juga memiliki sistem yang dapat mengatur pilihan baik 2WD dan 4WD dengan twist dial di kecepatan 100 km/jam. Mobil ini dibanderol dengan harga mulai dari Rp 448 juta hingga Rp 551 juta di pasaran.
Nah, itulah pembahasan seputar 5 rekomendasi mobil double cabin yang mampu banyak barang dan cocok untuk dibawa untuk perjalanan jauh. Semoga bermanfaat!
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
Apa saja contoh literasi finansial? Sebelum memulai pembahasan tersebut, tahukah kamu yang dimaksud dengan literasi finansial atau keuangan?
Literasi keuangan sendiri mengacu pada kemampuan maupun pemahaman yang dimiliki seseorang guna memiliki skills untuk mengelola finansialnya dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan memiliki ilmu literasi finansial, maka kamu dapat dengan baik memanfaatkan serta mengelola keuangan dengan lebih bijak yang termasuk di dalamnya seperti pengelolaan uang pribadi, penganggaran, investasi, hingga perencanaan keuangan.
Untuk memiliki gambaran apa saja contoh literasi finansial, simak di bawah ini beberapa penerapan literasi keuangan yang harus kamu ketahui!
Berikut ini beberapa contoh literasi keuangan dan penerapannya di kehidupan sehari-hari:

pexels
Berbeda dengan sekarang, dulu ketika seseorang ingin menabung, yang harus dilakukan adalah pergi ke bank dan membuka rekening.
Kemudian, di bank tersebut akan ditawarkan tabungan dengan limit kecil, menengah, hingga besar dengan pilihan terbatas yang pada umumnya diterapkan di semua bank.
Namun, dengan perkembangan teknologi, OJK atau Otoritas Jasa Keuangan merasa bahwa selama beberapa tahun terakhir, tingkat literasi finansial masyarakat Indonesia sudah mengalami perkembangan.
Oleh sebab itu, banyak lembaga keuangan yang mulai lebih percaya diri untuk memberikan dan menawarkan jenis tabungan berbeda sesuai dengan fungsinya masing-masing.

pexels
Dengan adanya perkembangan teknologi dan serba digital saat ini menjadi sangat krusial dalam perkembangan literasi keuangan masyarakat. Di mana, segala informasi terkait finansial dapat dengan mudah didapatkan melalui internet.
Selain itu, informasi-informasi tersebut juga tidak harus berasal dari pemerintah maupun perusahaan saja.
Tapi, dengan mudahnya akses media sosial saat ini, setiap orang dapat dengan mudah membagikan opini dan pengetahuan mereka terkait keuangan dengan mudah.
Dengan banyaknya partisipasi masyarakat tersebut juga menjadi penanda bahwa tingkat literasi keuangan sebuah negara semakin membaik.
Informasi tersebut dapat dengan mudah di akses melalui berbagai platform media sosial, seperti Twitter, Instagram, dan sebagainya.

pexels
Selanjutnya, kesadaran untuk menabung sejak dini oleh masyarakat. Hal ini menjadi sangat krusial untuk mempopularkan pengetahuan untuk mulai menabung walaupun masih anak-anak untuk masa depan.
Proses ini sendiri juga mendorong anak tersebut untuk mampu memiliki pola pikir bahwa menabung itu penting dan dapat dimulai dari nominal sekecil apa pun.
Tujuan menabung sendiri berbeda pada tiap orang. Namun, dengan menabung maka akan adanya pengelolaan uang surplus guna mencapai tujuan tersebut.

pexels
Di tengah masyarakat, investasi sendiri memiliki stigma, di mana banyak orang menganggap bahwa investasi hanya dapat dilakukan oleh orang kaya saja dan memiliki aset yang besar.
Padahal, saat ini sendiri investasi dapat dilakukan oleh semua orang dan tidak memerlukan nominal yang besar.
Seperti saat ini, di mana semakin banyaknya produk investasi dengan modal awal yang lebih terjangkau sampai bahkan hanya sebesar Rp 10.000 saja.
Banyak lembaga keuangan pula yang juga berlomba-lomba membuat program investasi yang lebih aman guna menargetkan para investor pemula.
Contoh literasi finansial selanjutnya sendiri dapat dilihat dari kemampuan seseorang untuk memutar uang pinjaman.
Meminjam uang sering kali memiliki stigma yang buruk di tengah masyarakat, padahal pada situasi tertentu guna mengembangkan kondisi finansial pribadi, proses ini menjadi salah satu faktor penting jika dimanfaatkan dengan baik.
Salah satunya adalah dengan memanfaatkannya untuk hal yang produktif dan bukan untuk keperluan yang sifatnya konsumtif.
Seperti contohnya, ketika bisnis yang kamu jalani sedang berada di titik puncak, namun kamu belum memiliki modal yang cukup untuk melakukan ekspansi. Proses meminjam uang bisa menjadi solusi yang tepat guna memajukan bisnis yang kamu jalani.
Salah satu bentuk literasi keuangan digital dapat dilihat melalui produk keuangan digital yang sering kita gunakan setiap harinya. Mulai dari e-money, pay later, hingga pinjaman online.
Adanya pandemi Covid-19 mendorong kemajuan teknologi di banyak bidang, tidak terkecuali keuangan digital yang membuat masyarakat menjadi lebih memahami pentingnya transaksi non-tunai yang dapat diakses dengan mudah melalui gadget.
Karena meningkatnya literasi keuangan masyarakat, banyak instansi jasa keuangan yang muncul mengeluarkan produknya masing-masing.
Penggunaan produk keuangan digital sendiri juga memiliki keuntungannya tersendiri, yaitu kemudahan untuk melakukan pelacakan proses keluar masuknya uang.
Berdasarkan data hasil survei OJK, literasi keuangan syariah dari masyarakat Indonesia di tahun 2022 sendiri masih berada di angka 9,14%. Walaupun angkanya masih belum memuaskan, namun jika dibandingkan dengan tahun 2019 sudah mengalami peningkatan.
Peningkatan ini sendiri bukan tanpa alasan, salah satunya adalah karena semakin banyaknya lembaga dan juga masyarakat yang aktif mengampanyekan hal-hal seputar keuangan syariah.
Salah satu contoh literasi keuangan syariah adalah masyarakat muslim yang memiliki preferensi untuk memilih layanan perbankan maupun pembiayaan dengan basis syariah.
Setelah mengetahui apa saja contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, berikut ini ada aspek literasi keuangan yang masing-masing memiliki tujuan serta penjelasannya tersendiri.
Aspek pertama, yaitu dasar keuangan pribadi atau basic personal finance. Aspek ini sendiri meliputi berbagai hal yang bersangkutan dengan pemahaman dasar seseorang mengenai sistem keuangan.
Seperti contohnya, perhitungan bunga sederhana, bunga majemuk, inflasi, opportunity cost, time value of money atau nilai waktu, likuiditas aset, dan masih banyak lagi.
Aspek selanjutnya, pengelolaan keuangan atau money management yang berkaitan dengan bagaimana seseorang mampu mengelola keuangannya sendiri.
Hal ini yang berarti bahwa semakin tinggi kemampuan literasi finansial seseorang, maka secara langsung juga semakin baik pula kemampuan seseorang untuk mengelola keuangannya sendiri atau bahkan perusahaan.
Selanjutnya saving atau tabungan yang merupakan penyisihan sebagian dari pendapatan yang kamu miliki untuk mencapai tujuan yang di miliki dan tidak digunakan untuk kegiatan konsumsi.
Sedangkan, investasi atau investment sendiri merupakan bagian dari tabungan yang dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi guna menghasilkan barang serta jasa.
Seperti contohnya, investasi saham, reksadana, deposito, obligasi, P2P atau Peer to Peer Lending, dan sebagainya.
Aspek selanjutnya, yaitu risk management atau manajemen risiko. Risiko bukanlah sesuatu yang dapat diprediksi dan dapat muncul akibat adanya ketidakpastian.
Oleh sebab itu, memiliki manajemen risiko yang baik dapat membantu dalam meminimalisir risiko yang mungkin saja dialami serta mengoptimalkan keuntungan yang bisa didapatkan.
Aspek terakhir dari literasi keuangan adalah pengelolaan kredit dan pinjaman. Ini mencakup berbagai kegiatan yang saling berhubungan untuk mengelola kredit dengan baik.
Pengelolaan kredit melibatkan beberapa langkah penting, seperti menilai kelayakan kredit, menyusun kebijakan kredit, dan memantau serta mengendalikan kredit.
Penilaian kelayakan kredit adalah proses di mana bank menilai apakah calon peminjam mampu membayar kembali pinjaman berdasarkan riwayat kredit, pendapatan, dan aset.
Kebijakan ini harus dirancang dengan hati-hati untuk memastikan bahwa pinjaman yang diberikan aman dan menguntungkan.
Pemantauan dan pengendalian kredit adalah langkah penting untuk memastikan bahwa pinjaman dikelola dengan baik dan mengambil tindakan jika ada masalah.
Setelah mengetahui contoh dan aspeknya yang penting bagi kehidupan sehari-hari. Berikut ini manfaat mempelajari literasi keuangan, sebagai berikut.
Dengan memiliki literasi finansial yang baik, maka seseorang juga dapat mengelola uang dengan lebih baik.
Termasuk dalam pengaturan cash flow bulanan, mempersiapkan dana darurat, asuransi, hingga investasi.
Secara sederhana, jika seseorang memiliki literasi finansial yang baik, maka ia tidak akan mengalami kesulitan untuk membuat keputusan terkait strategi yang tepat untuk mencapai tujuan dan mengembangkan kondisi finansial yang dimiliki.
Manfaat selanjutnya, seseorang dapat dengan bijak membelanjakan uang jika memiliki keterampilan dalam literasi finansial, seperti membeli produk maupun jasa keuangan.
Pemilihan yang bijak mampu meningkatkan taraf hidup secara signifikan karena orang tersebut mampu mengelola dan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki dengan baik.
Selanjutnya, dengan adanya literasi keuangan yang baik maka dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
Pada umumnya, banyak orang kaya melakukan investasi melalui lembaga keuangan terpercaya yang akan memberikan dampak positif pada ekonomi sekitar.
Terakhir, ilmu literasi finansial juga mampu menghindari seseorang dari risiko penipuan yang dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Dengan memiliki ilmu literasi keuangan yang cukup, kamu akan terhindar dari pihak-pihak yang ingin menipu dan merugikan dirimu secara finansial menggunakan cara apa pun.
Meningkatnya teknologi saat ini juga bukan hanya memberikan dampak positif, tapi juga dampak negatif karena semakin mudahnya pihak tidak bertanggung jawab melakukan penipuan via online, mulai dari pinjaman online ilegal, investasi bodong, dan masih banyak lagi.
Tingkat literasi finansial yang tinggi dapat membantu seseorang mencapai tujuannya dengan lebih cepat khususnya dalam aspek keuangan. Namun, bagaimana cara meningkatkan literasi keuangan? Simak di sini!
Menyediakan waktu dan berkomitmen untuk terus belajar seputar keuangan.
Membuat serta mengevaluasi catatan finansial secara rutin setidaknya seminggu sekali.
Berdiskusi dengan orang lain yang memiliki pemahaman lebih mendalam seputar literasi finansial.
Mampu belajar dari pengalaman serta uji coba dan belajar dari kesalahan yang dilakukan sebelumnya.
Melakukan konsultasi secara langsung dengan pakar perencana finansial.
Memiliki tekad dan menunjukkan sikap yang kuat untuk meraih tujuan finansial yang ingin dicapai.
Untuk membantu sahabat MyProtection dalam proses meningkatkan ilmu literasi finansialnya, berikut ini langkah-langkah dalam meningkatkan literasi keuangan.
Langkah pertama, adalah memiliki pendidikan dan pengetahuan seputar literasi finansial yang bisa di dapat melalui buku, artikel, kursus, maupun seminar.
Topik-topik yang berkaitan dengan keuangan, mulai dari anggaran, tabungan, investasi, hutang hingga asuransi yang dapat membantu kamu lebih memahami proses finansial dan istilah-istilah keuangan.
Selanjutnya, membuat anggaran yang menjadi tahapan penting di proses pengelolaan finansial seseorang.
Dengan membuat anggaran yang baik, kamu dapat dengan mudah melakukan analisis pada setiap pengeluaran dan pendapatan milikmu serta mengalokasikan dana dengan lebih bijak.
Pencatatan ini juga dapat membantu sahabat MyProtection menyisihkan sisa pendapatan untuk ditabung dan berbagai keperluan darurat lainnya.
Pengelolaan hutang melibatkan pemahaman mendalam jenis serta bunga hutang yang kamu miliki.
Setelah itu, membuat rencana untuk membayarnya secara teratur dan menghindari menambah hutang jika tidak mendesak. Dahulukan hutang dengan suku bunga yang lebih tinggi terlebih dahulu untuk mengurangi beban.
Selanjutnya, menabung serta investasi yang dapat dilakukan guna mencapai tujuan tabungan, baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Memiliki pemahaman seputar investasi yang sesuai dengan profil risiko kamu, dan konsultasikan bersama ahli keuangan jika kamu ingin menggunakan opsi investasi yang lebih kompleks.
Literasi finansial juga dapat dilihat bagaimana seseorang memiliki pemahaman tentang kebutuhan asuransinya dan jenis asuransi apa saja yang tersedia.
Asuransi bermanfaat untuk memberikan perlindungan bagi diri dan juga aset yang dimiliki berdasarkan ketentuan polis asuransi yang tersedia.
Melakukan pemantauan dan evaluasi finansial secara berkala. Hal ini termasuk anggaran, tabungan, hingga investasi yang kamu miliki secara rutin.
Menyesuaikan rencana finansial yang kamu miliki melalui perubahan gaya hidup maupun tujuan yang ingin dicapai.
Selanjutnya, melakukan pengamatan perkembangan keuangan yang kamu miliki secara teratur dan jika perlu lakukan evaluasi dan perbaikan.
Perkembangan teknologi juga berdampak pada sektor keuangan, untuk dapat membantu dapat proses pengelolaan uang, platform serta aplikasi keuangan saat ini dapat mempermudah proses tersebut.
Melalui aplikasi ini, kamu dapat memiliki banyak fitur mulai dari pemantauan pengeluaran, reminder untuk tagihan serta manajemen portofolio investasi sehingga semuanya dilakukan secara otomatis.
Terakhir, proses diskusi serta kolaborasi. Dalam pengelolaan keuangan yang baik, berdiskusi bersama keluarga maupun pasangan hidup dapat menyelesaikan banyak masalah guna mencapai kesepakatan finansial bersama.
Selain itu, kamu juga dapat bergabung dengan berbagai komunitas maupun forum online yang membahas seputar finansial dan literasi keuangan untuk memiliki pemahaman mendalam seputar topik tersebut.
Nah, itulah berbagai contoh literasi finansial dalam kehidupan sehari-hari dan mengapa literasi keuangan sendiri menjadi penting dan krusial bagi diri sendiri dan juga negara.
Dengan tingginya literasi finansial yang dimiliki, maka pengelolaan uang yang dimiliki seseorang juga akan menjadi lebih baik. Seseorang juga akan menjadi lebih bijak dalam mengatur keuangannya.
Seperti salah satunya dengan berinvestasi yang hasilnya tidak dapat dirasakan secara langsung. Namun, investasi akan sangat bermanfaat di masa depan. Sama dengan asuransi yang dapat menjadi solusi perlindungan kesehatan yang tepat.
Salah satu rekomendasinya adalah Perlindungan Kesehatan Prima yang memiliki banyak keunggulan produk, seperti:
Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin dan obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan
Santunan Tunai Harian Rawat Inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan
Pilihan Manfaat Rawat Inap dan Rawat Jalan sesuai kebutuhan
Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia
24 jam Contact Center dan Case Monitoring
Layanan eksklusif Personal Medical Assistance
Laporan perhitungan klaim via email
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Inflasi dan deflasi bukanlah istilah yang asing bagi banyak orang, terutama ketika membicarakan topik seputar pertumbuhan perekonomian dan kehidupan masyarakat saat ini.
Kedua istilah ini sendiri memiliki sifat yang berlawanan antara satu sama lain, namun sama-sama memiliki dampak besar bagi kehidupan masyarakat dan arah kebijakan pemerintah.
Inilah mengapa topik seputar inflasi dan deflasi selalu menjadi bahasan menarik, apalagi dalam konteks situasi ekonomi terkini. Terlebih lagi, pada tahun 2025 ini, Indonesia mencatatkan sebuah peristiwa penting dalam sejarah ekonominya.
Untuk pertama kalinya dalam 25 tahun terakhir, Indonesia mengalami deflasi. Kondisi ini tentu menimbulkan berbagai spekulasi dan pertanyaan di tengah masyarakat: apakah ini pertanda baik karena harga-harga menjadi lebih murah? Ataukah justru menjadi sinyal melemahnya daya beli dan terhambatnya pertumbuhan ekonomi nasional?
Melalui artikel ini, pembaca akan diajak untuk lebih mengenal apa itu inflasi dan deflasi serta membahas secara mendalam mengenai topik tersebut, mulai dari pengertian, jenis, hingga dampaknya bagi ekonomi. Simak selengkapnya!

pexels
Inflasi dapat didefinisikan sebagai sebuah proses peningkatan harga barang yang sifatnya umum, terjadi terus menerus dalam jangka waktu lama, serta mengakibatkan pada turunnya nilai mata uang suatu negara.
Menurut Ari Riswanto dkk melalui bukunya berjudul Buku Ajar Pengantar Ekonomi tahun 2024, terdapat tiga komponen utama pada inflasi, yaitu kenaikan harga, bersifat umum, serta berlangsung terus menerus.
Inflasi sendiri dapat terjadi karena berbagai faktor penyebab, seperti konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar, hingga adanya ketidaklancaran distribusi sebuah barang.
Berbeda dengan inflasi, deflasi merupakan sebuah kondisi di mana harga barang secara umum mengalami penurunan, berlangsung dalam waktu lama, dan menyebabkan nilai uang sebuah negara meningkat.
Deflasi dapat terjadi karena adanya penurunan atau kurangnya permintaan atas barang dan jasa, jumlah uang yang beredar berkurang, peningkatan produktivitas, dan adanya kebijakan moneter yang ketat.
Melalui bukunya Ekonomi Moneter yang dirilis pada tahun 2024, Helin G Yudawisatra dkk mengutarakan bahwa deflasi yang terkendali memberikan dampak positif. Seperti penurunan harga barang yang dapat menguntungkan bagi pihak konsumen dan bisnis.
Selain itu, KBBI mendefinisikan deflasi sebagai penambahan nilai mata uang, adanya pengurangan jumlah uang kertas yang beredar untuk mengembalikan daya beli yang nilainya turun.
Contoh kasus nyata di Indonesia sendiri dapat dilihat ketika memasuki bulan puasa, di mana banyak masyarakat yang membatasi pengeluaran selama bulan Ramadan untuk menyesuaikan dengan pola konsumsinya.
Di saat adanya inflasi tinggi, adanya periode deflasi juga dapat membantu memulihkan stabilitas harga dan kepercayaan konsumen. Namun, hal ini hanya berlaku jika dilakukan secara terkendali dan diawasi secara ketat.
Untuk lebih jelasnya, menurut N. Gregory Mankiw inflasi merupakan kenaikan tingkat harga secara umum dan terjadi terus menerus, sedangkan deflasi didefinisikan sebagai penurunan tingkat harga secara umum di perekonomian.
Contoh inflasi adalah adanya kenaikan harga BBM yang dapat mengakibatkan biaya produksi ikut naik dan memberikan dampak pada sektor-sektor lain sehingga barang dan jasa juga mengalami kenaikan harga.

pexels
Setelah mengetahui definisinya, sekarang kita akan membahas mengenai jenis inflasi dan deflasi. Berdasarkan tingkat keparahan, asal kemunculan, serta cakupan pengaruh kenaikan harga jenis inflasi dapat dibagi 3, yaitu:
pexels
Deflasi berdasarkan jenisnya dibagi menjadi dua, yang terdiri dari deflasi strategis dan deflasi sirkulasi. Simak selengkapnya!
Jenis deflasi ini dapat terjadi karena adanya kesalahan atau kegagalan pihak pemerintah maupun Bank Sentral dalam pembuatan dan penerapan kebijakan untuk mengatasi angka konsumsi masyarakat.
Kebijakan tersebut dapat berupa mempermudah masyarakat mendapatkan berbagai jenis kredit dari bank dengan suku bunga yang tinggi dan mengakibatkan sirkulasi uang serta harga menurun secara signifikan.
Selanjutnya, deflasi sirkulasi yang dapat terjadi karena adanya ketidakseimbangan produksi dengan konsumsi di pasar.
Hal ini dapat mengakibatkan adanya penumpukan stok yang mengakibatkan penurunan harga secara umum.
Jenis deflasi ini terjadi biasanya saat ekonomi mengalami transisi dari pertumbuhan ke penurunan maupun adanya kelebihan produksi pada sebuah sektor.
Contoh dari deflasi ini adalah adanya kelebihan produksi minyak mentah di tahun 2008 yang menyebabkan harga minyak secara keseluruhan menurun drastis dan banyak negara yang mengalami deflasi.
Seperti yang sudah kita ketahui, dampak inflasi secara umum dapat menurunkan kesejahteraan masyarakat dan stabilitas perekonomian sebuah negara. Namun, dampak apa saja yang inflasi dapat ditimbulkan jika dilihat lebih detail?
Pertama, inflasi dapat menyebabkan kenaikan harga barang dan jasa yang menyebabkan nilai uang yang sama dapat membeli barang dalam jumlah yang lebih sedikit dan menyebabkan penurunan pada daya beli masyarakat. Karena umumnya pada masa inflasi, masyarakat akan menerapkan frugal living untuk menjaga kondisi keuangan mereka.
Selanjutnya, inflasi yang tinggi dapat menyebabkan terjadinya peningkatan pada kemiskinan. Hal ini dapat disebabkan karena adanya penurunan pada pendapatan riil masyarakat.
Dengan begitu, standar hidup masyarakat juga akan menurun dan menciptakan kemiskinan.
Inflasi juga dapat menyebabkan terganggunya stabilitas ekonomi yang dapat terjadi karena adanya ketidakpastian pelaku ekonomi dalam mengambil sebuah keputusan konsumsi, produksi, hingga investasi.
Terjadinya deflasi sebuah negara juga dapat memberikan beberapa dampak, seperti:
Pertama, adanya deflasi dapat membuat permintaan masyarakat menurun yang mengakibatkan konsumsi rumah tangga yang memegang peran kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi juga menurun.
Adanya ketidakpastian ekonomi akibat adanya deflasi juga dapat mengurangi minat para investor untuk berinvestasi.
Hal ini dikarenakan pada situasi ini, pengusaha maupun investor akan memperkirakan harga yang ada akan terus menurun yang dapat menyebabkan keuntungan dari investasi baru juga lebih rendah.
Adanya deflasi juga dapat meningkatkan jumlah pengangguran karena pada umumnya banyak perusahaan mengurangi produksi dan menunda investasi. Hal tersebut menyebabkan adanya penurunan upah dan Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK.
Resesi ekonomi merupakan kondisi di mana adanya penurunan aktivitas ekonomi yang signifikan dalam kurun waktu tertentu. Adanya deflasi yang berkepanjangan dapat menyebabkan hal tersebut jika tidak diatasi segera.
Di akhir tahun 2024, Indonesia tercatat mengalami inflasi dengan angka 1,7 persen yang termasuk masih terkendali karena angkanya yang rendah jika dibandingkan dengan negara lain.
Memasuki tahun 2025, Indonesia malah mengalami deflasi 0,09 persen (yoy) dan 0,48 (mtm) pada Februari 2025 dan menjadi fenomena pertama dalam 25 tahun terakhir.
Fenomena ini memunculkan banyak pandangan berbeda terkait kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat di Indonesia.
Beberapa ekonom menilai bahwa turunnya harga-harga saat ini mencerminkan melemahnya daya beli masyarakat. Penurunan tersebut dianggap sebagai tanda menurunnya permintaan konsumen, yang berpotensi memberikan dampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi.
Sebagai contoh, penurunan harga pada sektor bahan makanan, listrik, dan perumahan menunjukkan ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran. Jika kondisi ini terus berlanjut, ada kekhawatiran akan terjadi perlambatan ekonomi yang lebih dalam.
Namun, deflasi yang terjadi di Indonesia saat ini sejatinya bukan disebabkan oleh penurunan daya beli, melainkan merupakan hasil dari kebijakan pemerintah.
Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk menjaga kestabilan daya beli masyarakat, khususnya menjelang perayaan Ramadan dan Idul Fitri.
Adanya deflasi yang terjadi di Indonesia terjadi karena adanya dorongan penurunan harga di berbagai sektor, seperti:
Inflasi dan deflasi merupakan dua fenomena ekonomi yang sangat berbeda, baik dari segi pengertian, penyebab, maupun dampaknya terhadap perekonomian secara keseluruhan, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.
Kedua kondisi ini sama-sama berkaitan dengan perubahan harga barang dan jasa dalam suatu periode tertentu, namun memiliki arah pergerakan yang berlawanan.
Deflasi adalah kondisi di mana terjadi penurunan harga secara umum dan terus-menerus dalam jangka waktu tertentu. Dalam situasi deflasi, harga barang dan jasa cenderung menjadi lebih murah dibandingkan sebelumnya.
Sementara itu, inflasi merupakan kebalikan dari deflasi, yaitu kondisi ketika harga barang dan jasa mengalami kenaikan secara terus-menerus dalam suatu periode. Keduanya menjadi indikator penting dalam menilai stabilitas ekonomi suatu negara.
Perbedaan mencolok antara inflasi dan deflasi tidak hanya terlihat dari arah perubahan harga, tetapi juga dari dampak yang ditimbulkan terhadap masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.
Deflasi, meskipun pada pandangan awal tampak menguntungkan karena harga menjadi lebih murah, sebenarnya bisa berdampak negatif jika berlangsung dalam jangka panjang. Ketika harga-harga turun, konsumen cenderung menunda pembelian dengan harapan harga akan turun lebih rendah lagi.
Hal ini menyebabkan permintaan menurun dan berdampak langsung pada penurunan produksi. Jika kondisi ini terus berlanjut, maka perusahaan-perusahaan bisa mengalami kerugian, mengurangi tenaga kerja, hingga akhirnya terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK). Keadaan ini akan memicu meningkatnya pengangguran dan melemahnya pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
Sebaliknya, inflasi yang moderat justru dianggap sebagai pertanda bahwa ekonomi sedang tumbuh. Kenaikan harga barang dan jasa menunjukkan adanya peningkatan permintaan dari konsumen, yang biasanya terjadi karena meningkatnya pendapatan dan aktivitas ekonomi.
Namun, inflasi yang terlalu tinggi juga memiliki sisi negatif. Ketika harga-harga meningkat terlalu cepat, daya beli masyarakat akan menurun karena penghasilan mereka tidak mampu mengimbangi kenaikan harga.
Akibatnya, masyarakat menjadi lebih selektif dalam melakukan konsumsi, dan hal ini bisa menurunkan tingkat kesejahteraan. Terlebih lagi, inflasi yang tidak terkendali dapat menyebabkan ketidakstabilan ekonomi, menurunnya nilai mata uang, dan meningkatkan biaya hidup secara signifikan.
Dengan demikian, baik deflasi maupun inflasi memiliki dampak masing-masing yang perlu diwaspadai. Pemerintah dan bank sentral memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas harga melalui kebijakan fiskal dan moneter yang tepat.
Tujuannya adalah untuk menciptakan iklim ekonomi yang sehat, di mana harga-harga stabil, daya beli masyarakat terjaga, dan pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan.
Memahami perbedaan dan dampak dari deflasi dan inflasi sangat penting bagi masyarakat agar dapat merespons perubahan kondisi ekonomi dengan bijak dan adaptif.
Nah, itulah pembahasan seputar inflasi dan deflasi yang harus kamu ketahui dan penting di dunia perekonomian.
Di mana, adanya inflasi dapat menimbulkan kenaikan harga barang dan jasa. Begitu pula di dunia asuransi, di mana adanya inflasi dapat meningkatkan harga premi bagi konsumen.
Oleh sebab itu, kita harus selalu siap sedia sebelum hal-hal yang tidak diinginkan terjadi yang dapat menimbulkan kerugian yang lebih besar. Salah satu rekomendasi asuransi kesehatan terbaik yang dapat memberikan perlindungan kesehatan bagi kamu dan keluarga dengan manfaat tambahan Saldo Prima adalah Perlindungan Kesehatan Prima.
Berikut ini beberapa keunggulan produk PKP yang harus kamu ketahui, sebagai berikut.
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan