Jakarta, 24 Juni 2020 - MyProtection News
Investasi apa sih yang bagus? Cara investasi saham gimana sih? Kalau emas katanya bagus, ya? Ketika membahas seputar investasi untuk pemula, maka pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang akan kita dengar.
Pemula tentu bisa diartikan dalam dua hal. Bisa saja, pemula merupakan orang awam yang belum pernah berinvestasi namun sudah tertarik untuk mencobanya. Atau, bisa juga berarti seorang yang sudah berinvestasi tapi belum memahami seluk-beluk produk investasi dengan mantap.
Terlepas dari dua pemahaman itu, bisa jadi sebutan “pemula” cocok dialamatkan kepada mereka yang salah pilih produk investasi karena pemahaman yang minim. Sebelum kita membahas instrumen investasi apa yang pas buat pemula, maka ada baiknya kita bahas dulu yuk seperti apa tips investasi untuk pemula agar Anda bisa memahami investasi secara menyeluruh.
Investasi tidak sama dengan menabung
Investasi adalah kegiatan menempatkan dana di satu atau lebih aset selama periode tertentu dengan harapan mendapat penghasilan lebih. Sementara itu, menabung adalah kegiatan menyimpan uang di bank agar uang itu bisa digunakan keperluan sehari-hari atau yang sifatnya mendadak.
Dari definisi di atas terlihat jelas bahwa investasi memiliki definisi yang berbeda dengan menabung. Seorang yang ingin “mendapat penghasilan lebih” dari investasi, tentu memiliki tujuan yang berbeda dalam menggunakan uangnya di masa depan.
Berdasarkan tujuannya, investasi dibagi menjadi tiga kategori yaitu investasi jangka pendek, menengah, dan panjang. Mari ketahui lebih lanjut seputar tujuan investasi di poin selanjutnya.
Kenali tujuan investasi dengan baik
Jadi, seandainya ada yang bertanya bahwa investasi apa yang bagus dan menguntungkan? Jawabannya adalah tergantung dari tujuan investasinya.
Tujuan investasi secara garis besar adalah untuk mengalahkan inflasi. Kita semua tahu bahwa seiring dengan berjalannya waktu, akan ada kenaikan harga atau biaya atas layanan yang sering kita gunakan sehari-hari.
Jika kita menyimpan uang di tabungan, tentu saja kita gak akan pernah bisa mengalahkan inflasi. Lantaran bunga simpanan bank cuma 1 persen setahun, sedangkan inflasi per tahun di Indonesia bisa lebih dari 4 persen untuk barang tertentu.
Untuk lebih jelasnya, mari kita kenali investasi berdasarkan dengan tujuannya.
Apa saja tujuan jangka pendek kita? Mau bayar dp rumah atau beli mobil? Menambah jumlah aset lancar, atau mungkin mau mempersiapkan biaya pernikahan?
Jika memang tujuan-tujuan ini ingin Anda capai dalam waktu satu atau dua tahun ke depan, maka keuntungan investasi itu sudah harus bisa didapat dalam jangka waktu tersebut. Maka pilihlah investasi yang fluktuasinya rendah dan cenderung stabil dalam imbal hasil.
Karena jika fluktuasinya tinggi, maka tidak ada jaminan investasimu sudah untung. Bisa jadi malah sebaliknya.
Selain memiliki fluktuasi rendah, ada baiknya juga memilih instrumen yang likuid atau mudah dikonversikan dalam bentuk uang dengan cepat. Contohnya adalah reksadana pasar uang, obligasi pemerintah, dan deposito.
Beberapa di antara Anda mungkin punya tujuan mengumpulkan biaya sekolah anak dalam tiga atau lima tahun ke depan, lanjut sekolah S2, atau mungkin memberangkatkan orangtua pergi ke tanah suci.
Maka, untuk memenuhi tujuan itu, pilihan investasinya memang sedikit lebih fleksibel ketimbang jangka pendek. Artinya, bisa saja Anda memilih investasi dengan tingkat fluktuasi moderat dan imbal hasil yang sedikit lebih tinggi ketimbang investasi jangka pendek. Namun tetap saja, instrumen ini juga harus bersifat likuid atau cepat cair.
Pilihan investasi untuk tujuan jangka menengah bisa saja berupa reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, P2P lending atau Dollar Amerika Serikat bagi mereka yang punya ambisi lanjut sekolah atau menyekolahkan anak di luar negeri.
Nah untuk yang satu ini, pilihan investasinya sangat fleksibel dalam hal fluktuasi nilai dan likuiditas. Hal itu disebabkan karena hasil investasi ini baru akan Anda nikmati 6 tahun, 10 tahun, atau bahkan 20 tahun ke depan.
Bisa dibilang, seluruh instrumen investasi jangka pendek atau menengah bisa dipilih untuk jangka panjang. Namun selain itu, ada tiga instrumen penting yang dinilai pas untuk jangka panjang yaitu, saham, reksa dana saham, ETF, properti, dan emas.
Jangan takut untuk memilih saham sebagai pilihan investasi jangka panjang. Saham memang sangat fluktuatif dalam jangka pendek, namun keuntungannya bisa saja mencapai 1.000 persen dalam setahun. Bila Anda masih bingung memilih saham yang bagus, maka pilihlah reksa dana saham atau Exchange Traded Fund (ETF).
Selain saham, properti juga bisa menjadi salah satu instrumen investasi jangka panjang karena nilainya terus naik meski aset ini tidak mudah dijual dalam jangka waktu cepat.
Ada pula emas yang juga mengalami fluktuasi harga secara harian, namun nilainya pasti naik seiring dengan berjalannya waktu meski tidak secepat saham.
Cocokkan instrumen investasi dengan psikologi kita
Lantas, instrumen investasi mana yang cocok untuk Anda? Satu orang dengan lainnya tentu berbeda. Kecocokan seseorang dengan instrumen investasi tertentu itu erat kaitannya dengan risiko atau fluktuasi nilai.
Tidak semua orang cukup kuat mental untuk melihat nilai investasi mereka minus atau berkurang karena volatilitas pasar.
Kuat atau tidaknya, tentu bergantung pada kondisi psikis investor itu sendiri. Oleh karena itu, muncul beberapa klasifikasi investor berdasarkan dari profil risikonya.
Investor ini memiliki toleransi rendah terhadap investasi. Pilihan instrumen investasi yang mereka pilih umumnya adalah yang memiliki volatilitas rendah atau bisa juga mereka mencari investasi yang sama sekali tak berisiko, dan tentunya likuid.
Meski pilihan investasi para investor konservatif adalah instrumen dengan imbal hasil kecil, bukan berarti peluang mereka untuk kaya jadi minim. Investor konservatif cenderung berhati-hati dalam memilih produk, dan pilihannya pun akan sangat berguna bagi investasi jangka panjang.
Beberapa pilihan instrumen investasi bagi investor konservatif antara lain adalah, deposito, reksa dana pasar uang, dan emas.
Investor tipe moderat siap menerima produk investasi yang fluktuasinya sedikit lebih tinggi ketimbang konservatif. Hanya saja, mereka masih belum tertarik untuk berinvestasi di instrumen tinggi risiko.
Pilihan investasi yang umumnya mereka pilih adalah reksa dana campuran, reksa dana pendapatan tetap, dan P2P lending.
Investor ini bisa dikatakan sangat agresif untuk menjadi orang yang kaya raya dan memiliki mental kuat untuk kehilangan uang sebagai bentuk risiko investasi yang dia lakukan.
Investor agresif tentu senang dengan instrumen saham, reksa dana saham, ETF, atau bahkan berani berinvestasi dengan membeli mata uang asing. Mereka juga cukup berani untuk membeli aset yang tidak likuid atau susah dijual.
Sisihkan uang 10% hingga 30% per bulan untuk investasi
Investor pemula tentu harus tahu bahwa modal investasi tidaklah besar. Banyak sekali cara untuk berinvestasi secara rutin per bulan, demi tercapainya tujuan-tujuan kita di masa depan.
Mulailah untuk menyisihkan uang sebesar 10 hingga 30 persen dari penghasilan per bulan untuk investasi. Namun jangan lupa, sebelum memilih instrumen investasinya, ketahui dulu tujuan investasinya untuk apa dan tentunya pahami pula psikologis pribadi, apakah Anda adalah investor tipe konservatif, moderat, atau agresif?
Itulah hal-hal yang harus Anda perhatikan soal investasi untuk pemula. Sudah siap berinvestasi? Yuk, mulai sekarang juga!
Salam,
Sahabat MyProtection
--
Sumber Artikel
Lifepal.co.id adalah rekan marketplace asuransi digital Lippo Insurance. Lifepal membantu pelanggan mencari asuransi terbaik sesuai dengan kebutuhan dan anggaran. Tim Lifepal menganalisa polis dan membantu merekomendasikan kepada individu dan keluarga di Indonesia.
Jakarta, 14 September - MyProtection News
Hi, Sahabat MyProtection!
Akhir-akhir ini mungkin Anda pernah mendengar happy hypoxia. Apa itu hypoxia dan apa hubungannya dengan COVID-19?
Dalam penelitian yang dilakukan Loyola University Health System, penderita COVID-19 yang memiliki gejala happy hypoxia memiliki kadar oksigen dalam tubuh yang sangat rendah, tetapi tidak mengalami dyspnea atau kesulitan bernafas. Dalam beberapa kasus, penderita COVID-19 bisa beraktivitas dengan normal. Padahal kadar oksigen yang sangat rendah bisa mengancam nyawa.
Hipoksemia sendiri bukanlah fenomena baru. Hipoksemia sendiri didefinisikan sebagai penurunan kadar oksigen dalam darah. Ketika kadar oksigen dalam darah sangat rendah, tubuh akan mengalami beberapa gejala fisik seperti sesak napas, pusing hingga pingsan, napas pendek dan cepat, denyut jantung lebih cepat, kulit pada ujung jari dan sekitar bibir membiru.
Namun, pada kasus happy hypoxia ini, penderita hampir tidak menunjukan gejala fisik apapun. Bahkan penderita bisa beaktivitas cukup normal. Hal ini lah yang menjadikan happy hypoxia berbahaya. Ketua Umum Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Agus Dwi Susanto mengatakan bahwa penderita COVID-19 tanpa gejala umumnya tidak segera menerima penangan medis. Sehingga infeksi makin meluas dan kadar oksigen terus menurun. Sampai akhirnya penderita tiba-tiba merasa sesak napas tapi kadar oksigen dalam darah sudah terlalu rendah dan bisa menyebabkan kematian.
Juru Bicara Satgas Covid-19 RS UNS, Surakarta, Jawa Tengah, Tonang Dwi Ardyanto mengatakan terdapat dua langkah untuk mendeteksi dini gejala happy hypoxia.
Seperti yang disebutkan di atas, untuk mengecek kadar oksigen dalam darah secara lebih akurat, Anda harus menggunakan oxymeter atau oksimetri. Perhatikan apakah kadar oksigen dalam darah tetap wajar. Jika dalam pemeriksaan yang Anda lakukan, hasil pada alat oksimeter tersebut menunjukkan angka saturasi 95 ke atas, maka berarti Anda kemungkinan tidak mengalami hypoxemia atau hypoxia. Anda bisa membeli oksimeter sendiri atau melakukan pengecekan di rumah sakit.
Selain happy hypoxia, terdapat beberapa gejala umum COVID-19 menurut World Health Organization:
Beberapa orang juga mengalami gejala lain seperti;
Bagi individu yang mengalami gejala deman dan/atau batuk disertai kesulitan bernapas, napas pendek, nyeri dada/tekanan pada dada, atau kehilangan kemampuan berbicara atau bergerak harus segera menghubungi bantuan tenaga medis atau mengunjungi rumah sakit. Untuk bantuan dan penanganan COVID-19, silakan menghubungi Hotline COVID-19 di 119.
Kalau Anda tidak yakin kapan harus beribat ke dokter atau ingin berkonsultasi mengenai gejala yang Anda alami, asuransi kesehatan dari MyProtection memiliki fitur online doctor consultation. Sehingga Anda bisa berkonsultasi lewat ponsel dengan dokter pilihan.
Salam,
Sahabat MyProtection
Sebagai superfood, banyak orang sudah mengetahui bahwa manfaat chia seed bagi kesehatan tubuh sangat lah besar dan kandungan-kandungan yang ada di dalamnya dapat memberikan keuntungan bagi orang yang mengonsumsinya.
Hal ini dikarenakan chia seed kaya akan serat, sumber asam lemak omega-3, antioksidan, protein, hingga mineral. Karena kemudahan aksesibilitasnya, chia seed sering kali menjadi pilihan banyak orang untuk menjaga kesehatan tubuh.
Lalu, apa saja sebenarnya manfaat chia seed yang bisa didapatkan jika dikonsumsi secara rutin dan tepat? Simak di sini!
pexels
Chia seed merupakan biji-bijian berwarna hitam dan putih ya berasal dari tanaman bernama Salvia Hispanica, yang merupakan anggota keluarga mint dari Amerika Tengah.
Biji ini juga telah menjadi bagian pola makan manusia hingga lebih dari 5.000 tahun yang lalu dan dipercaya merupakan makanan pokok bagi suku Aztec dan Maya.
Sebagai makanan sehat, biji chia ini memiliki kandungan nutrisi yang cukup banyak, mulai dari protein, lemak, karbohidrat, serat, Alpha-linolenic acid atau ALA, kalsium, dan masih banyak lagi.
Dalam jurnal What Are Chia Seeds? dijelaskan juga bahwa penelitian terbaru mengungkapkan dengan menambahkan biji chia sebagai bagian dari pola makan sehat dapat membantu mengurangi faktor risiko masalah pada kardiovaskular, seperti menurunkan kadar kolesterol, trigliserida, hingga tekanan darah.
pexels
Untuk lebih memahami keuntungan dan manfaat chia seed bagi kesehatan tubuh, berikut ini penjelasannya:
Manfaat chia seed pertama, yaitu membantu dalam mengontrol berat badan karena kandungan serat dan proteinnya yang tinggi. Di mana, pada 2 sendok makan chia seed mengandung 140 kalori, 5 gram protein, 10 gram serat, 21 gram karbohidrat, hingga 9 gram lemak.
Jika dibandingkan dengan 1 buah pisang, kandungan serat yang terdapat pada 2 ½ sendok makan chia seed lebih tinggi yang membuatnya baik dikonsumsi khususnya buat kamu yang sedang diet.
Hal ini dikarenakan makanan kaya serat mampu memberikan efek kenyang yang lebih lama sehingga nafsu makan lebih terkontrol. Contoh makanan tinggi serat yang juga dapat membantu mengontrol berat badan seperti ubi cilembu yang memiliki banyak manfaat lainnya.
Bukan hanya itu, 17,83 % kandungan asam lemak omega-3, 15 hingga 25% protein, 26 hingga 41% karbohidrat kompleks, hingga vitamin dan mineral lainnya yang mampu menunjang keberhasilan diet.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan dalam jurnal Nutrition Research and Practice dengan judul Chia seed added yogurt reduces short-term food intake and increases satiety: randomised controlled trial juga mengungkapkan mengonsumsi chia seed juga dapat meningkatkan rasa kenyang dan menurunkan rasa lapar jika dibandingkan dengan orang yang tidak menambahkan chia seed ke dalam yoghurtnya.
Selanjutnya, chia seed juga bermanfaat untuk mengoptimalkan fungsi kekebalan tubuh dikarenakan kandungan asam amino endogen di dalamnya. Jenis asam amino seperti glutamat, aspartat, alanin, serin, dan glisin.
Bukan hanya itu, kandungan di dalamnya seperti seng, magnesium hingga zat besi juga dapat membantu dalam menjaga sistem kekebalan tubuh tetap aktif dan melindungi tubuh dari kerusakan radikal bebas.
Chia seed juga memiliki manfaat untuk menurunkan risiko penyakit jantung melalui kandungan omega-3 dan seratnya yang baik untuk kesehatan jantung.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan dalam jurnal Food and Function di tahun 2021 ditemukan juga bahwa chia seed memiliki kemampuan untuk meningkatkan jumlah kolesterol baik atau High Density Lipoprotein (HDL).
Jika jumlahnya meningkat, maka kolesterol jahat atau Low Density Lipoprotein (LDL) yang mampu meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke akan menurun.
Berdasarkan hasil dari jurnal berjudul The impact of chia seeds on diabetes, blood pressure, lipid profile, and obesity indicators yang melakukan 14 uji klinis menggunakan 835 partisipan mengatakan bahwa mengonsumsi chia seed setiap hari mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan jantung.
Di mana biji chia mampu secara signifikan menurunkan kadar trigliserida, LDL-kolesterol, serta tekanan darah sistolik.
Walaupun superfood, chia seed tidak dapat menggantikan obat kolesterol maupun tekanan darah dan mengatasi penyebab darah tinggi, namun biji-bijian ini dapat dijadikan tambahkan pada pola makan sehat.
Manfaat chia seed berikutnya adalah mampu mengoptimalkan dan meningkatkan kepadatan mineral tulang dan kesehatan tulang secara keseluruhan.
Di mana kandungan yang ada di dalamnya seperti fosfor, kalsium, hingga magnesium merupakan nutrisi penting yang mampu menjaga kesehatan tulang dan meningkatkan kepadatan tulang.
Pada 2 sendok makan chia seed terdapat kandungan kalsium 14% kebutuhan harian, magnesium 23% kebutuhan dasar, serta fosfor 20% kebutuhan dasar.
Bukan hanya itu, chia seed juga memiliki kandungan ALA (Asam Alpha-Linolenat) yang dapat membantu dalam menjaga kesehatan tulang.
Jika di konsumsi secara rutin dan teratur chia seed juga mampu membantu mencegah osteoporosis yang disebabkan kekurangan kalsium dan fosfor yang penting dan dibutuhkan juga untuk memperkuat gigi dan fungsi otot.
Karena kandungan serat dan senyawa lainnya, chia seed juga dapat membantu dalam menurunkan kadar gula darah dengan meningkatkan sensitivitas insulin yang dapat membantu dalam menstabilkan kadar gula darah.
Dengan meningkatkan sensitivitas insulin, biji chia ini juga mampu membantu mengurangi resistensi insulin yang menjadi salah satu faktor risiko diabetes tipe 2.
Chia seed juga dapat membantu dalam mencegah paparan radikal bebas karena memiliki kandungan antioksidan yang mampu melindungi tubuh dari paparannya. Kandungan antioksidan seperti asam klorogenat, asam kafeat, mirisetin, quercetin, dan kaempferol.
Walaupun radikal bebas merupakan hasil alami dari metabolisme sel, paparan tinggi yang diakibatkan oleh polusi, asap rokok, hingga radiasi bisa menjadi penyebab terjadinya stres oksidatif yang dapat merusak DNA, protein, membran sel, hingga berbagai penyakit kronis.
Peradangan dalam tubuh yang kronis mampu menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari penyakit jantung hingga kanker.
Salah satu kandungan di dalam chia seed, yaitu caffein acid, yang merupakan salah satu jenis antioksidan di dalamnya, mampu melindungi tubuh dari kemungkinan risiko peradangan.
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya juga, chia seed juga mengandung asam lemak omega-3. Di mana, menurut jurnal dengan judul The Omega-6: Omega-3 Ratio: A Critical Appraisal and Possibel Succesor, asam lemak omega-3 memiliki fungsi yang berkaitan dengan omega-6 untuk menurunkan peradangan yang terjadi dalam tubuh.
Menambahkan chia seed ke dalam pola makan sehatmu juga dapat membantu mengatasi konstipasi karena memiliki kandungan serat yang tinggi.
Dengan mengonsumsi serat, tubuh mampu meningkatkan air dalam feses yang membuat teksturnya menjadi lebih lembut yang membuat kontraksi otot lebih rendah.
Kandungan serat dalam 28 gram chia seed adalah 10,6 gram yang sudah memenuhi 42% kebutuhan harian serat seseorang.
Chia seed juga bagus untuk dikonsumsi setelah berolahraga maupun masa pemulihan karena kandungan vitamin B, zink, zat besi, hingga magnesium yang ada di dalamnya dapat membantu dalam meningkatkan energi.
Vitamin B mampu mengubah makanan yang masuk seperti karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi yang dibutuhkan tubuh untuk melakukan aktivitas.
Dengan rutin mengonsumsi chia seed, kamu juga dapat meningkatkan energi secara stabil dan lebih tahan lama, hingga mengurangi rasa lelah yang dapat dirasakan setelah beraktivitas.
Banyak penelitian juga menunjukkan bukti bahwa asam lemak omega-3, serat, hingga antioksidan yang ada pada chia seed juga bermanfaat bukan hanya untuk anak, ibu hamil, dan individu kondisi kardiovaskular, namun juga dapat memberikan manfaat bagi atlet dan orang-orang yang rutin berolahraga jika memasukkan chia seed ke diet mereka.
Berdasarkan studi berjudul Omega 3 Chia Seed Loading as a Means of Carbohydrate Loading yang membandingkan dua jenis perlakuan yang berbeda terhadap muatan karbohidrat pada atlet dalam tes ketahanan lebih dari 90 menit.
Di mana, satu kelompok menerima perlakuan tradisional menggunakan 100% kalori dari Gatorade, sedangkan kelompok lainnya menerima minuman chia yang menggunakan 50% kalori dari chia seed dan 50% kalori dari gatorade.
Hasilnya menunjukkan bahwa atlet yang mengonsumsi minuman chia tersebut dapat meningkatkan oksidasi lemak sekaligus menghemat penggunaan glikogen dalam otot.
Pendekatan ini memungkinkan para atlet untuk mengurangi asupan gula serta meningkatkan asupan asam lemak omega-3.
Kandungan omega-3 pada chia seed juga dapat membantu menjaga kesehatan kulit khususnya dengan seiring bertambahnya usia, kulit akan menjadi lebih kendur maka dengan rutin mengonsumsinya dapat membantu menjaga kulit untuk lebih sehat dan kencang.
Antioksidan yang ada di dalam chia seed juga dapat membantu untuk melindungi tubuh dari sinar matahari yang dapat menyebabkan munculnya tanda penuaan dini.
Untuk mendapatkan manfaat chia seed bagi kesehatan kulit terdapat beberapa cara yang dapat kamu lakukan, mulai dari mengonsumsinya secara langsung atau mencampurkannya ke dalam minuman, hingga membuat masker dengan tambahan madu dan minyak kelapa.
Manfaat chia seed berikutnya adalah menurunkan risiko stroke karena kandungan asam lemak omega-3 yang sehat, serat, dan antioksidannya.
Biji chia bekerja dengan mengurangi peradangan dan mengatur tekanan darah serta menjaga kadar kolesterol di dalam batas normal.
Bukan hanya itu, kandungan antioksidannya yang kuat seperti asam klorogenat dan quercetin juga dapat membantu dalam melawan radikal bebas dan mengurangi peradangan kronis yang merupakan dua faktor penting yang berkontribusi pada kerusakan pembuluh darah serta meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit jantung dan stroke.
Kanker kolorektal, yang merupakan kanker yang tumbuh di usus besar atau rektum, merupakan salah satu jenis kanker yang cukup umum, khususnya pada orang yang sudah lanjut usia, yang umumnya disebabkan oleh polip usus atau pertumbuhan abnormal di dinding usus.
Dipercaya, dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan serat dapat membantu dalam mengurangi risiko seseorang terkena kanker kolorektal.
Berdasarkan hasil penelitian Intisari Sains Medis di tahun 2019 menunjukkan bahwa dari 52 pasien di RSUP Sanglah yang terdiagnosis kanker kolorektal , 39 pasien mengonsumsi asupan rendah serat setiap harinya.
Sebagai superfood yang dikenal dengan kandungan seratnya, mengonsumsi chia seed juga dapat membantu dalam meningkatkan kesehatan pencernaan dan usus.

pexels
Sebagai salah satu bahan organik yang cukup populer dan dapat dimakan baik secara langsung maupun diolah terlebih dahulu, saat ini hidangan kreasi menggunakan chia seed juga berkembang.
Biji chia dapat dijadikan sebagai topping baik dihancurkan terlebih dahulu maupun utuh di atas sereal, nasi, yoghurt, hingga sayuran. Di Meksiko, terdapat minuman chia fresco yang terbuat dari chia seed yang direndam dengan jus buah atau air.
Hal ini dikarenakan chia seed sangat mudah menyerap cairan dan akan membentuk tekstur gel ketika direndam, membuatnya mudah dicampurkan dengan sereal maupun hidangan lainnya.
Untuk memasukkan superfood satu ini ke dalam rutinitasmu juga sangat lah mudah, kamu dapat menaburkan satu hingga dua sendok makan chia seed ke yoghurt, sereal, hingga salad.
Bukan hanya itu, kamu juga dapat menambahkan biji chia ke dalam smoothies hingga sup, atau bahkan mencampurkannya dengan adonan pancake sebelum dimasak.
Karena chia seed tidak memiliki rasa yang khas, jika dicampurkan dengan bahan makanan lain, tidak akan mengubah atau berdampak pada rasa makanan tersebut.
Salah satu cara populer lainnya untuk menikmati chia seed adalah dengan membuat chia puding dengan merendam biji chia ke dalam cairan, baik air, susu, hingga yoghurt.

pexels
Walaupun secara umum aman di konsumsi dan mudah di toleransi ketika di makan dalam jumlah yang dianjurkan, dalam artikel berjudul Are Chia Seeds Good for You? Mengonsumsi chia seed juga memiliki risikonya tersendiri.
Karena kandungan seratnya yang tinggi, mengonsumsi chia seed juga dapat menyebabkan gejala pencernaan, seperti gas, diare, hingga perut kembung.
Jika orang yang belum terbiasa mengonsumsi makanan tinggi serat, disarankan untuk meningkatkan jumlah konsumsinya secara perlahan dan memastikan meminum air yang banyak.
Selain itu, bagi orang-orang yang memiliki alergi atau sensitivitas terhadap chia seed juga harus menghindari mengonsumsi biji ini karena mampu menyebabkan reaksi seperti gatal, bercak merah, hingga kesulitan bernapas.
Chia seed juga memiliki risiko tersedak, khususnya bagi individu yang memiliki kesulitan untuk menelan. Hal ini disebabkan sifat bijinya yang dapat membesar jika dan berubah menjadi kental serta memiliki konsistensi yang lengket yang dapat tersangkut di tenggorokan dan menyebabkan sumbatan.
Untuk menghindari hal ini terjadi, pastikan biji chia yang kamu konsumsi sudah terendam dalam cairan selama beberapa waktu sebelum di makan.
Terdapat beberapa tips mengonsumsi yang dapat kamu lakukan untuk mendapatkan manfaat chia seed sepenuhnya dengan mudah:
Itulah penjelasan seputar berbagai manfaat chia seed yang merupakan superfood yang saat ini semakin populer bukan tanpa sebab. Dengan rutin mengonsumsinya berdasarkan takaran yang disarankan, kamu bisa mendapatkan perlindungan kesehatan yang baik.
Walaupun begitu, hanya mengonsumsi chia seed saja tidaklah cukup, di mana menjaga pola hidup juga sangat penting, khususnya dari hal beraktivitas dan makanan yang dikonsumsi.
Agar sahabat MyProtection tetap terlindungi dari hal-hal tak terduga, Perlindungan Kesehatan Prima hadir untuk memberikan solusi perlindungan kesehatan yang tepat bagi Anda dan keluarga dengan manfaat tambahan Saldo Prima.
Berikut ini beberapa keunggulan produk PKP:
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.