Beranda
/
Artikel
/
Semua Kategori
/
Investasi untuk Pemula? Ketahui Dulu Hal Ini Agar Impian Cepat Terealisasi

Investasi untuk Pemula? Ketahui Dulu Hal Ini Agar Impian Cepat Terealisasi

24 June 2020 | MyProtection News Jakarta

Jakarta, 24 Juni 2020 - MyProtection News

Investasi apa sih yang bagus? Cara investasi saham gimana sih? Kalau emas katanya bagus, ya? Ketika membahas seputar investasi untuk pemula, maka pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang akan kita dengar.

Pemula tentu bisa diartikan dalam dua hal. Bisa saja, pemula merupakan orang awam yang belum pernah berinvestasi namun sudah tertarik untuk mencobanya. Atau, bisa juga berarti seorang yang sudah berinvestasi tapi belum memahami seluk-beluk produk investasi dengan mantap.

Terlepas dari dua pemahaman itu, bisa jadi sebutan “pemula” cocok dialamatkan kepada mereka yang salah pilih produk investasi karena pemahaman yang minim. Sebelum kita membahas instrumen investasi apa yang pas buat pemula, maka ada baiknya kita bahas dulu yuk seperti apa tips investasi untuk pemula agar Anda bisa memahami investasi secara menyeluruh.

Investasi tidak sama dengan menabung

Investasi adalah kegiatan menempatkan dana di satu atau lebih aset selama periode tertentu dengan harapan mendapat penghasilan lebih. Sementara itu, menabung adalah kegiatan menyimpan uang di bank agar uang itu bisa digunakan keperluan sehari-hari atau yang sifatnya mendadak.

Dari definisi di atas terlihat jelas bahwa investasi memiliki definisi yang berbeda dengan menabung. Seorang yang ingin “mendapat penghasilan lebih” dari investasi, tentu memiliki tujuan yang berbeda dalam menggunakan uangnya di masa depan.

Berdasarkan tujuannya, investasi dibagi menjadi tiga kategori yaitu investasi jangka pendek, menengah, dan panjang. Mari ketahui lebih lanjut seputar tujuan investasi di poin selanjutnya.

Kenali tujuan investasi dengan baik

Jadi, seandainya ada yang bertanya bahwa investasi apa yang bagus dan menguntungkan? Jawabannya adalah tergantung dari tujuan investasinya.

Tujuan investasi secara garis besar adalah untuk mengalahkan inflasi. Kita semua tahu bahwa seiring dengan berjalannya waktu, akan ada kenaikan harga atau biaya atas layanan yang sering kita gunakan sehari-hari.

Jika kita menyimpan uang di tabungan, tentu saja kita gak akan pernah bisa mengalahkan inflasi. Lantaran bunga simpanan bank cuma 1 persen setahun, sedangkan inflasi per tahun di Indonesia bisa lebih dari 4 persen untuk barang tertentu.

Untuk lebih jelasnya, mari kita kenali investasi berdasarkan dengan tujuannya.

  1. Investasi jangka pendek

Apa saja tujuan jangka pendek kita? Mau bayar dp rumah atau beli mobil? Menambah jumlah aset lancar, atau mungkin mau mempersiapkan biaya pernikahan?

Jika memang tujuan-tujuan ini ingin Anda capai dalam waktu satu atau dua tahun ke depan, maka keuntungan investasi itu sudah harus bisa didapat dalam jangka waktu tersebut. Maka pilihlah investasi yang fluktuasinya rendah dan cenderung stabil dalam imbal hasil.

Karena jika fluktuasinya tinggi, maka tidak ada jaminan investasimu sudah untung. Bisa jadi malah sebaliknya.

Selain memiliki fluktuasi rendah, ada baiknya juga memilih instrumen yang likuid atau mudah dikonversikan dalam bentuk uang dengan cepat. Contohnya adalah reksadana pasar uang, obligasi pemerintah, dan deposito.

  1. Investasi jangka menengah

Beberapa di antara Anda mungkin punya tujuan mengumpulkan biaya sekolah anak dalam tiga atau lima tahun ke depan, lanjut sekolah S2, atau mungkin memberangkatkan orangtua pergi ke tanah suci.

Maka, untuk memenuhi tujuan itu, pilihan investasinya memang sedikit lebih fleksibel ketimbang jangka pendek. Artinya, bisa saja Anda memilih investasi dengan tingkat fluktuasi moderat dan imbal hasil yang sedikit lebih tinggi ketimbang investasi jangka pendek. Namun tetap saja, instrumen ini juga harus bersifat likuid atau cepat cair.

Pilihan investasi untuk tujuan jangka menengah bisa saja berupa reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, P2P lending atau Dollar Amerika Serikat bagi mereka yang punya ambisi lanjut sekolah atau menyekolahkan anak di luar negeri.

  1. Investasi jangka panjang

Nah untuk yang satu ini, pilihan investasinya sangat fleksibel dalam hal fluktuasi nilai dan likuiditas. Hal itu disebabkan karena hasil investasi ini baru akan Anda nikmati 6 tahun, 10 tahun, atau bahkan 20 tahun ke depan.

Bisa dibilang, seluruh instrumen investasi jangka pendek atau menengah bisa dipilih untuk jangka panjang. Namun selain itu, ada tiga instrumen penting yang dinilai pas untuk jangka panjang yaitu, saham, reksa dana saham, ETF, properti, dan emas.

Jangan takut untuk memilih saham sebagai pilihan investasi jangka panjang. Saham memang sangat fluktuatif dalam jangka pendek, namun keuntungannya bisa saja mencapai 1.000 persen dalam setahun. Bila Anda masih bingung memilih saham yang bagus, maka pilihlah reksa dana saham atau Exchange Traded Fund (ETF).

Selain saham, properti juga bisa menjadi salah satu instrumen investasi jangka panjang karena nilainya terus naik meski aset ini tidak mudah dijual dalam jangka waktu cepat.

Ada pula emas yang juga mengalami fluktuasi harga secara harian, namun nilainya pasti naik seiring dengan berjalannya waktu meski tidak secepat saham.

Cocokkan instrumen investasi dengan psikologi kita

Lantas, instrumen investasi mana yang cocok untuk Anda? Satu orang dengan lainnya tentu berbeda. Kecocokan seseorang dengan instrumen investasi tertentu itu erat kaitannya dengan risiko atau fluktuasi nilai.

Tidak semua orang cukup kuat mental untuk melihat nilai investasi mereka minus atau berkurang karena volatilitas pasar.

Kuat atau tidaknya, tentu bergantung pada kondisi psikis investor itu sendiri. Oleh karena itu, muncul beberapa klasifikasi investor berdasarkan dari profil risikonya.

  1. Konservatif

Investor ini memiliki toleransi rendah terhadap investasi. Pilihan instrumen investasi yang mereka pilih umumnya adalah yang memiliki volatilitas rendah atau bisa juga mereka mencari investasi yang sama sekali tak berisiko, dan tentunya likuid.

Meski pilihan investasi para investor konservatif adalah instrumen dengan imbal hasil kecil, bukan berarti peluang mereka untuk kaya jadi minim. Investor konservatif cenderung berhati-hati dalam memilih produk, dan pilihannya pun akan sangat berguna bagi investasi jangka panjang.

Beberapa pilihan instrumen investasi bagi investor konservatif antara lain adalah, deposito, reksa dana pasar uang, dan emas.

  1. Moderat

Investor tipe moderat siap menerima produk investasi yang fluktuasinya sedikit lebih tinggi ketimbang konservatif. Hanya saja, mereka masih belum tertarik untuk berinvestasi di instrumen tinggi risiko.

Pilihan investasi yang umumnya mereka pilih adalah reksa dana campuran, reksa dana pendapatan tetap, dan P2P lending.

  1. Agresif

Investor ini bisa dikatakan sangat agresif untuk menjadi orang yang kaya raya dan memiliki mental kuat untuk kehilangan uang sebagai bentuk risiko investasi yang dia lakukan.

Investor agresif tentu senang dengan instrumen saham, reksa dana saham, ETF, atau bahkan berani berinvestasi dengan membeli mata uang asing. Mereka juga cukup berani untuk membeli aset yang tidak likuid atau susah dijual.

Sisihkan uang 10% hingga 30% per bulan untuk investasi

Investor pemula tentu harus tahu bahwa modal investasi tidaklah besar. Banyak sekali cara untuk berinvestasi secara rutin per bulan, demi tercapainya tujuan-tujuan kita di masa depan.

Mulailah untuk menyisihkan uang sebesar 10 hingga 30 persen dari penghasilan per bulan untuk investasi. Namun jangan lupa, sebelum memilih instrumen investasinya, ketahui dulu tujuan investasinya untuk apa dan tentunya pahami pula psikologis pribadi, apakah Anda adalah investor tipe konservatif, moderat, atau agresif?

Itulah hal-hal yang harus Anda perhatikan soal investasi untuk pemula. Sudah siap berinvestasi? Yuk, mulai sekarang juga!

Salam,
Sahabat MyProtection

--

Sumber Artikel

Lifepal.co.id adalah rekan marketplace asuransi digital Lippo Insurance. Lifepal membantu pelanggan mencari asuransi terbaik sesuai dengan kebutuhan dan anggaran. Tim Lifepal menganalisa polis dan membantu merekomendasikan kepada individu dan keluarga di Indonesia.

Apakah artikel ini membantu?
Subscribe Newsletter Kita
Klik subscribe untuk berlanggan newsletter artikel kami
Bagikan MyPro ke
facebook
twitter
instagram
Tentang MyProtection News Jakarta
MyProtection adalah salah satu pioneer portal pembelian asuransi kesehatan maupun asuransi umum secara online yang dapat diakses melalui platform website dan aplikasi sejak 2017.
Rekomendasi Artikel
Keuangan
5 mins read • 11/08/2025
6 Contoh Pajak Langsung yang Berlaku di Indonesia yang Perlu Diketahui!

Contoh Pajak Langsung - Terdapat dua jenis pajak yang berlaku di Indonesia jika dilihat dari segi cara pemungutannya, yaitu pajak langsung dan tidak langsung yang dibedakan berdasarkan karakteristik, fungsi, serta dasar hukumnya.

Pajak langsung merupakan pajak yang harus dibayarkan oleh wajib pajak dan tidak dapat dilimpahkan kepada pihak lain. Contoh pajak langsung mencakup PPh, PBB, dan PKB yang akan dibahas lebih dalam pada artikel ini!

Untuk lebih memahami pengertian, berbagai contoh pajak langsung di Indonesia, hingga hal apa saja yang membedakan pajak langsung dan tidak langsung, simak informasi berikut ini!

6 Contoh Pajak Langsung yang Berlaku di Indonesia yang Perlu Diketahui!

pengertian pajak langsung

pexels

Pengertian pajak berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 pasal 1 adalah kontribusi wajib seseorang maupun badan kepada negara yang bersifat memaksa berdasarkan undang-undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara guna kemakmuran rakyat.

Pajak berdasarkan cara pemungutannya dapat terbagi menjadi dua jenis, yaitu pajak langsung dan tidak langsung.

Pajak langsung merupakan pajak yang dikenakan secara langsung pada pihak wajib pajak berdasarkan kemampuan ekonomi seseorang dan tidak dapat dilimpahkan ke pihak lain.

Contoh pajak langsung yang dapat ditemui, seperti PPh, PBB, dan PKB. Pemungutannya bersifat rutin, berkelanjutan, dan berpacu pada data penghasilan maupun aset wajib pajak.

Untuk lebih memahami pajak langsung, terdapat 3 unsur yang harus kamu kenali, seperti:

  • Penanggung jawab pajak merupakan pihak yang secara formal yuridis diwajibkan untuk melunasi pajak, jika terdapat faktor maupun kejadian yang menimbulkan sebab untuk dikenakan pajak.

  • Penanggung pajak, yang dalam arti ekonomis menjadi pihak atau orang yang faktanya memikul beban pajak.

  • Pemikul beban pajak, yang berarti pihak atau orang yang berdasarkan maksud dari pembuat undang-undang harus memikul beban pajak.

Jika ketiga unsur tersebut terdapat pada satu orang, maka pajak tersebut masuk ke dalam pajak langsung.

Contoh Pajak Langsung

contoh pajak langsung

pexels

Untuk lebih memahami pajak langsung, berikut beberapa contohnya yang harus kamu ketahui:

1. Pajak Penghasilan (PPh)

Contoh pajak langsung pertama, yaitu pajak penghasilan atau PPh yang menjadi contoh pajak paling umum.

Pajak penghasilan dikenakan pada individu maupun badan usaha berdasarkan penghasilan yang didapatkan dalam periode waktu tertentu, seperti setahun. Pajak penghasilan juga terbagi ke dalam beberapa kategori, seperti PPh Orang Pribadi dan PPh Badan.

Contohnya, ketika seseorang yang bekerja sebagai karyawan memiliki penghasilan bulanan sebesar Rp 10.000.000, maka akan dikenakan pajak penghasilan yang sesuai dengan tarif progresif yang telah ditetapkan pemerintah.

Pajak Penghasilan terdiri dari beberapa jenis, seperti PPh Pasal 21 untuk pegawai, PPh Pasal 22 untuk pengusaha dan pekerja lepas, PPh Pasal 23 untuk penghasilan investasi, serta PPh Pasal 25 untuk badan usaha.

Besaran pajak yang ada tergantung pada tingkat penghasilan dari orang tersebut. Berikut detailnya masing-masing.

  • PPh Pasal 21 untuk penghasilan hingga Rp 60 juta sebesar 5 persen.

  • PPh Pasal 21 untuk penghasilan Rp 60 juta hingga Rp 250 juta sebesar 15 persen.

  • PPh Pasal 21 untuk penghasilan Rp 250 juta hingga Rp 500 juta sebesar 25 persen.

  • PPh Pasal 21 untuk penghasilan Rp 500 juta hingga Rp 5 miliar sebesar 30 persen.

  • PPh Pasal 21 untuk penghasilan di atas Rp 5 miliar sebesar 35 persen.

  • PPh Pasal 23 sebesar 2 persen.

  • PPh Pasal 25 untuk pribadi sebesar 10 persen.

  • PPh Pasal 25 untuk badan sebesar 25 persen.

2. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Contoh pajak langsung lainnya adalah Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Pajak ini dikenakan kepada setiap pemilik properti, baik berupa tanah, bangunan, maupun keduanya, yang ditentukan berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

Nilai NJOP ini mencerminkan harga pasar wajar atas properti di suatu wilayah, dan bisa berbeda-beda tergantung pada lokasi dan kondisi objek pajak tersebut.

Informasi mengenai besarnya PBB yang harus dibayarkan akan disampaikan kepada wajib pajak melalui SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terutang) setiap tahunnya.

SPPT ini mencantumkan data lengkap mengenai objek pajak, NJOP, dan jumlah pajak terutang yang harus dibayarkan sesuai ketentuan yang berlaku.

PBB merupakan pajak tahunan yang wajib dibayarkan oleh setiap pemilik properti, dan pembayarannya dapat dilakukan melalui berbagai saluran, seperti bank, kantor pos, maupun platform digital yang ditunjuk pemerintah.

Di Indonesia, ketentuan mengenai PBB diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1985, yang kemudian mengalami perubahan melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1994 untuk menyesuaikan dengan perkembangan kondisi ekonomi dan kebijakan perpajakan nasional.

Sebagai contoh, seorang pemilik rumah dengan NJOP sebesar Rp500 juta akan dikenakan PBB berdasarkan tarif yang ditetapkan oleh pemerintah daerah, misalnya sebesar 0,1% dari NJOP.

Dengan demikian, jumlah PBB yang harus dibayarkan adalah Rp500.000 per tahun. Besaran tarif ini bisa berbeda tergantung kebijakan masing-masing daerah, terutama dalam konteks PBB Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang sudah menjadi kewenangan pemerintah daerah sejak diberlakukannya desentralisasi fiskal.

3. Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)

Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) merupakan salah satu contoh pajak langsung yang dikenakan kepada pemilik kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat, setiap tahun.

PKB dipungut oleh pemerintah daerah sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan diatur secara nasional melalui Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, serta lebih rinci diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2001.

Ketentuan teknis pelaksanaannya kemudian dituangkan dalam peraturan gubernur atau peraturan daerah setempat, sehingga tiap provinsi dapat menerapkan kebijakan tarif dan prosedur pembayaran yang sedikit berbeda sesuai kebutuhan fiskal dan karakteristik wilayahnya.

Objek PKB mencakup seluruh kendaraan bermotor yang beroperasi di darat, termasuk mobil penumpang, truk, bus, sepeda motor, dan kendaraan khusus seperti ambulans atau pemadam kebakaran, kecuali jenis kendaraan tertentu yang dibebaskan oleh undang-undang, misalnya kendaraan dinas milik TNI dan Polri.

Subjek pajaknya adalah orang pribadi atau badan yang secara hukum memiliki hak kepemilikan atas kendaraan tersebut, sebagaimana tercantum dalam Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).

Hal ini menegaskan bahwa kewajiban pajak melekat pada kepemilikan, bukan semata-mata pada penggunaan kendaraan.

Besaran PKB dihitung berdasarkan Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) yang ditetapkan setiap tahun oleh Kementerian Dalam Negeri melalui Keputusan Menteri.

Tarif dasar nasional berkisar antara 1 % hingga 2 % dari NJKB untuk kendaraan pertama, dan dapat meningkat progresif. Misalnya mencapai 2,5 % atau lebih, apabila seseorang memiliki kendaraan kedua dan seterusnya atas nama yang sama serta domisili yang sama.

Beberapa provinsi menerapkan sistem tarif progresif untuk menekan kepemilikan kendaraan pribadi berlebih dan mengurangi kemacetan, sedangkan daerah lain masih memungut tarif flat sesuai pertimbangan lokal.

Sebagai contohnya, apabila seseorang memiliki mobil dengan NJKB sebesar Rp300 juta, dan provinsi menetapkan tarif PKB 2 % untuk kendaraan pertama, maka kewajiban PKB tahunannya adalah 2 % × Rp300 juta = Rp6 juta.

Apabila orang yang sama kemudian membeli mobil kedua seharga Rp200 juta, tarif progresif sebesar 2,5 % dapat dikenakan sehingga PKB mobil kedua menjadi Rp5 juta per tahun. Perhitungan ini memberi gambaran jelas bagaimana nilai jual dan kebijakan progresif memengaruhi jumlah pajak yang harus dibayar.

Pembayaran PKB dapat dilakukan secara langsung di kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat), gerai Samsat Keliling, ataupun melalui kanal digital seperti e-Samsat, marketplace, dan mobile banking yang telah bekerja sama dengan Badan Pendapatan Daerah.

Kemudahan ini mendorong wajib pajak untuk membayar tepat waktu sekaligus meminimalisasi antrean.

Bagi wajib pajak yang menunggak, sanksi administrasi berupa bunga keterlambatan dibebankan per bulan sesuai aturan daerah, dan apabila tunggakan berlarut, kendaraan dapat diblokir atau terkena denda lebih tinggi ketika proses perpanjangan STNK.

Dana yang terkumpul dari PKB dialokasikan untuk pemeliharaan serta pembangunan infrastruktur jalan, peningkatan keselamatan lalu lintas, dan layanan publik lain di tingkat provinsi.

Dengan demikian, pembayaran PKB tidak hanya memenuhi kewajiban perpajakan, tetapi juga berkontribusi langsung pada kualitas fasilitas transportasi yang dinikmati masyarakat.

Selain itu, pemerintah daerah kerap memberikan insentif berupa pembebasan denda atau diskon tarif pada periode tertentu. Misalnya pemutihan pajak guna mendorong kepatuhan dan meningkatkan penerimaan daerah.

Wajib pajak disarankan memanfaatkan kesempatan ini untuk melunasi tunggakan dan menjaga status legal kendaraannya tetap aktif. Selain itu, data PKB juga digunakan sebagai dasar perencanaan transportasi dan kebijakan lingkungan di wilayah perkotaan.

4. Pajak Warisan

Pajak warisan yang menjadi contoh pajak langsung selanjutnya merupakan pajak yang dikenakan pada penerima warisan dari harta yang diwariskan oleh seseorang yang telah meninggal dunia.

Pajak warisan atau ahli waris ini dikenakan berdasarkan nilai aset dari harta yang diwariskan tersebut.

Contohnya, jika seseorang menerima warisan seperti properti dengan nilai 1 miliar, maka orang tersebut wajib membayar pajak berdasarkan aturan persentase yang berlaku.

5. Bea Materai

Bea Materai juga termasuk dari contoh pajak langsung. Bea Materai merupakan pajak yang dikenakan pada dokumen yang bersifat perdata dan digunakan sebagai alat bukti pada pengadilan.

Pajak jenis ini biasanya berbentuk materai tempel maupun elektronik yang dibutuhkan untuk memberikan kekuatan hukum maupun keabsahan dokumen pada sebuah dokumen.

Adanya bea materai memiliki tujuan untuk membiayai administrasi negara dan memberikan legalitas pada dokumen tersebut.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2020 terkait Bea Materai, dokumen yang dikenakan bea materi merupakan dokumen yang memiliki nilai ekonomi maupun digunakan pada kegiatan komersial dan perjanjian hukum.

6. Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

PPN atau Pajak Pertambahan Nilai pada umumnya dianggap pajak tidak langsung, namun pada beberapa negara termasuk Indonesia pajak jenis ini dapat dikategorikan sebagai pajak langsung di beberapa sektor tertentu.

Jenis pajak langsung ini biasanya akan ditambahkan dan dipungut dari transaksi finansial baik yang dilakukan seorang individu maupun bisnis dan harus membayarkannya kepada otoritas pajak.

Tarif Pajak Pertambahan Nilai dapat terbagi ke dalam dunia jenis, yaitu tarif umum sebesar 11% yang berlaku sejak April 2022 dikenakan atas penyerahan BKP atau Barang Kena Pajak dan JKP atau Jasa Kena Pajak di dalam negeri serta tarif khusus PPN sebesar 0% dikenakan atas ekspor BKP dan JKP.

Jenis tarif umum PPN dapat berubah baik menjadi lebih rendah maupun tinggi, mulai dari 5% hingga 15% berdasarkan ketentuan Peraturan Pemerintah yang ada dan berlaku.

Perbedaan Pajak Langsung dan Tidak Langsung

Perbedaan paling sederhana yang dapat dilihat antara pajak langsung dan tidak langsung adalah ketentuan pemungutan dan pelimpahan.

Di mana, pajak langsung tidak dapat dilimpahkan ke pihak lain, sedangkan pajak tidak langsung pembebanannya dapat dilimpahkan ke pihak lain namun bebannya tetap menjadi tanggung jawab dari pewajib pajak.

Berdasarkan buku berjudul Ekonomi untuk SMA Kelas XI karya Eeng Ahman dan Epilndriani, perbedaan pajak langsung dan tidak langsung meliputi:

  • Pajak langsung dipungut berdasarkan ketetapan pajak atau kohir, sedangkan pajak tidak langsung tidak memiliki surat ketetapan pajak.

  • Pajak langsung dipungut dalam periode tahunan, sedangkan pajak tidak langsung akan dipungut setiap terjadi transaksi saja.

  • Pajak langsung tidak dapat dilimpahkan pada orang lain, sedangkan pajak tidak langsung dapat dilimpahkan pada orang lain.

Lebih lanjut, terdapat setidaknya empat perbedaan mendasar antara pajak langsung dan pajak tidak langsung, yaitu:

  • Berdasarkan pihak yang dibebankan, pajak langsung dibebankan pada pihak yang terdaftar sebagai wajib pajak, sedangkan pajak tidak langsung dibebankan pada pihak pengganti yang diberikan wewenang.

  • Berdasarkan transparansi, pajak langsung sering dianggap lebih transparan karena jumlah yang harus dibayarkan terlihat, sedangkan pajak tidak langsung tidak selalu terlihat karena biasanya sudah diterapkan pada harga barang atau jasa yang dibeli.

  • Berdasarkan objek pajak, pajak langsung dibebankan pada individu atau badan usaha berdasarkan pendapatan, kekayaan, maupun transaksi tertentu, sedangkan pajak tidak langsung dibebankan pada barang atau jasa yang digunakan dan dikonsumsi oleh individu.

  • Berdasarkan aspek keadilan, pajak langsung berpotensi lebih adil karena besarannya disesuaikan dengan kemampuan ekonomi pihak yang membayar, sedangkan pajak tidak langsung besarannya tidak merata karena bergantung pada barang dan jasa yang dikonsumsi.

Nah, itulah pembahasan seputar contoh pajak langsung yang ada pada sistem perpajakan Indonesia. Seperti pembahasan yang ada, pajak langsung dikenakan pada pihak wajib pajak disesuaikan dengan kemampuan ekonomi dan sifatnya rutin dan tidak dapat dilimpahkan.

Pajak langsung, seperti Pajak Penghasilan atau PPh merupakan kewajiban individu atas penghasilan yang diterima setiap tahunnya. Agar memiliki pengelolaan penghasilan setelah pajak yang lebih bijak, salah satu caranya adalah dengan mengalokasikan sebagian dana untuk perlindungan jangka panjang, seperti asuransi kesehatan.

Perlindungan Kesehatan Prima dari Lippo General Insurance hadir sebagai perlindungan diri dan anggota keluarga, bukan hanya menjaga kesehatan finansial namun juga dapat menjadi langkah cerdas dalam merencanakan masa depan tanpa beban biaya media tidak terduga.

Beberapa keunggulan produk PKP yang bisa kamu dapatkan, antara lain:

  • Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin dan obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan

  • Santunan Tunai Harian Rawat Inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan

  • Pilihan Manfaat Rawat Inap dan Rawat Jalan sesuai kebutuhan

  • Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia

  • 24 jam Contact Center dan Case Monitoring

  • Layanan eksklusif Personal Medical Assistance

  • Laporan perhitungan klaim via email

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Baca Artikel
Olahraga
5 mins read • 04/08/2026
Permainan Bola Basket: Sejarah, Teknik, hingga Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh!

Permainan bola basket merupakan salah satu cabang olahraga yang paling dikenal oleh semua orang di seluruh belahan dunia.

Kepopularitasannya juga dapat kita lihat melalui kompetisi bola basket seperti NBA atau National Basketball Association, liga bola basket paling bergengsi dan populer di dunia yang didirikan pada tahun 1946.

Bukan hanya sebagai ajang kompetisi, permainan bola basket saat ini juga diajarkan kepada anak-anak, khususnya di sekolah, karena memiliki banyak manfaat bagi kebugaran jasmani serta mental.

Untuk lebih memahami apa saja aturan permainan bola basket, sejarah dan perkembangannya di Indonesia, hingga berbagai teknik yang ada di dalamnya, simak ulasan berikut ini!

permainan bola basket

Pengertian Permainan Bola Basket

Permainan bola basket merupakan salah satu cabang olahraga bola besar yang dimainkan secara kelompok yang terdiri dari dua tim dengan masing-masing tim memiliki anggota sebanyak 5 orang.

Kedua tim saling berlawanan dan bersaing untuk mencetak poin sebanyak-banyaknya dengan cara memasukkan bola ke ring atau basket dari pihak lawan.

Sejarah Permainan Bola Basket

Permainan bola basket pertama kali diciptakan pada tahun 1891 oleh Dr. James Naismith, seorang guru asal Kanada. Ide awalnya muncul ketika Naismith ingin membuat permainan yang bisa dimainkan oleh siswanya di musim dingin.

Pada awalnya, setiap tim dimainkan oleh 9 orang yang kemudian berkurang dengan seiring berjalannya waktu jumlah pemain setiap tim berkurang menjadi 5 pemain yang hingga saat ini masih digunakan

Di Indonesia sendiri, permainan bola basket pertama kali masuk pada tahun 1920-an, ketika olahraga ini dibawa oleh bangsa Belanda yang sebelumnya diperkenalkan melalui para pedagang Cina yang sudah familiar dengan basket.

Seiring berjalannya waktu, mereka membentuk komunitas bola basket serta mendirikan sekolah yang membuat permainan bola basket populer di kalangan siswa hingga saat ini dan sering kali dijadikan olahraga yang wajib dipelajari.

Pada tahun 1930, di Indonesia juga mulai bermunculan berbagai komunitas basket, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta, Medan, Surabaya, Bandung, Semarang hingga Yogyakarta.

Setelah kemerdekaan Indonesia, di Solo tahun 1948 diselenggarakan PON atau Pekan Olahraga Nasional yang menjadi kompetisi level nasional pertama untuk olahraga basket di Indonesia.

Lalu, di tahun 1951 PON juga memperbolehkan bagi grup pria maupun wanita untuk bermain dari yang sebelumnya olahraga basket dikhususkan untuk kelompok pria saja.

Pada tahun yang sama juga, Perbasi atau Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia, yang merupakan organisasi yang mengatur olahraga bola basket di Indonesia, didirikan tepatnya pada tanggal 23 Oktober 1951.

Semakin berkembangnya permainan bola basket di Indonesia juga mendatangkan kesempatan bagi tim basket Indonesia untuk pertama kalinya pada tahun 1953 untuk bermain di ajang internasional, yaitu Asian Games Manila.

Peraturan dalam Permainan Bola Basket

Permainan bola basket umumnya dapat dimainkan baik di lapangan dalam ruangan maupun di luar ruangan.

Untuk durasi pertandingannya, dalam standar internasional bola basket umumnya sebuah permainan terdiri dari empat babak dengan masing-masing babak berdurasi 10 menit ditambah jeda istirahat 10 menit, yang membuat totalnya menjadi 50 menit.

Khusus liga NBA, waktu per babak dalam pertandingan bola basket lebih panjang, yaitu 12 menit.

FIBA atau Federasi Bola Basket Internasional yang bertugas mengatur olahraga bola basket di seluruh dunia, termasuk peraturan, penyelenggaraan kompetisi internasional, dan masih banyak lagi, terdapat beberapa peraturan yang harus dijalankan selama pertandingan bola basket, antara lain:

  • Pemain basket tidak boleh membawa bola sambil berlari, bola harus dipantulkan ke lapangan sambil berlari.

  • Ketika tim lawan sudah melakukan 3 kali pelanggaran, tim akan mendapatkan poin tambahan.

  • Bagian yang boleh menyentuh bola basket adalah telapak tangan.

  • Ketika memantulkan bola selama pertandingan, tangan tidak boleh dikepal.

  • Pertandingan basket berlangsung selama 4 x 10 menit.

  • Pertandingan dimenangkan oleh tim dengan perolehan poin paling banyak.

  • Kedua tim memiliki hak untuk time-out sebanyak dua kali di setiap babak. Untuk babak tambahan, time-out hanya diperbolehkan satu kali.

  • Jika tim berhasil mencetak poin lewat titik lemparan bebas, tim tersebut akan mendapatkan satu poin. Jika bola dimasukkan pada area lingkaran dalam akan mendapatkan dua poin. Dan tiga poin jika berhasil memasukkan bola dari luar garis three points.

Teknik dalam Olahraga Bola Basket

Teknik dalam Olahraga Bola Basket

Seperti yang sudah dijelaskan pada penjelasan di atas, terdapat peraturan-peraturan yang harus diikuti dan dipatuhi dalam permainan bola basket. Untuk dapat mengikuti aturan dan menguasai permainan, terdapat beberapa teknik yang harus diketahui dan dikuasai oleh para pemain basket, antara lain:

1. Teknik Passing

Teknik bola basket pertama yaitu passing atau melempar dan menangkap bola. Teknik ini dilakukan guna membuka peluang bagi tim untuk mencetak angka.

Terdapat beberapa jenis teknik dasar passing di dalam bola basket, seperti chest pass, overhead pass, dan bounce pass, yang berarti mengoper bola baik dari posisi dada, di atas kepala, ataupun dipantulkan.

Untuk memahami caranya, berikut ini beberapa jenis teknik passing yang harus kamu ketahui:

  • Chess Pass, teknik passing atau mengoper menggunakan kedua tangan di depan dada, yang kemudian diarahkan ke rekan tim dengan mendorongnya. Anggota tim yang dioper perlu menangkap dengan kedua tangan di bagian dada.

  • Bounce Pass, menyerupai chess pass, teknik oper ini juga menggunakan dua tangan. Perbedaannya, teknik passing ini mengharuskan bola untuk dipantulkan ke lantai terlebih dahulu sebelum di terima rekan tim.

  • Teknik Passing Lainnya, selain kedua teknik oper yang telah dijelaskan, terdapat beberapa jenis teknik passing lainnya, mulai dari overhead pass, baseball pass, hingga back pass yang dapat dikuasai jika berlatih dengan giat.

2. Teknik Dribbling

Teknik dribbling atau menggiring merupakan salah satu teknik paling dasar yang harus dikuasai ketika ingin memulai belajar olahraga basket.

Teknik ini dibutuhkan untuk menggiring bola basket dengan cara memantulkannya ke arah tanah tanpa kehilangan kendali atau lepas dari tangan. Jika mampu menguasainya, teknik ii dapat sangat berguna untuk melakukan serangan.

Untuk menguasainya, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk dribbling sebagai pemula, antara lain:

  • Gunakan ujung jari, hindari melakukan teknik dribbling menggunakan telapak tangan. Gunakan ujung jari dan buka jari tangan selebar-lebarnya untuk memberikan dukungan lebih besar pada bola.

  • Posisi tubuh, memosisikan tubuh tetap rendah dengan lutut sedikit menekuk, punggung lurus dan pandangan mata ke depan.

  • Latihan menggiring bola, berlatih menggiring bola dengan tangan kiri jika tangan kanan dijadikan tumpuan. Kemudian, agar semakin menguasai teknik ini, kamu juga dapat berlatih jalan dan lari sambil melakukan dribbling.

3. Teknik Shooting

Teknik shooting atau tembakan pada permainan bola basket dimanfaatkan untuk mencetak poin ke arah ring lawan

Ketika bola basket ada di genggaman seseorang dan jarak antara bola dan ring memungkinkan, bola ditembakkan ke arah ring lawan untuk mendapatkan poin.

Untuk menguasai teknik ini sendiri tentunya lebih sulit karena membutuhkan ketepatan serta kecepatan yang pas.

Dalam teknik shooting terdapat konsep BEEF atau Balance, Eyes, Elbow, dan Follow Through, berikut penjelasannya:

  • Balance, yang berkaitan dengan keseimbangan tubuh yang diperlukan saat shooting. Untuk menjaga keseimbangan, buka kaki selebar bahu, menekuk lutut sedikit, kemudian memosisikan tubuh setengah jongkok sebelum melakukan tembakan.

  • Eyes, teknik shooting mengharuskan pemain untuk tepat sasaran. Dengan mengarahkan pandangan dan fokus pada sasaran, yaitu ring basket.

  • Elbow, posisi siku yang tepat juga krusial untuk teknik shooting yang baik. Ketika hendak menembak, pastikan posisi siku membentuk sudut 90 derajat. Semakin tumpul atau lancip sudut siku dapat memengaruhi kekuatan tembakan bola.

  • Follow through, setelah melepaskan bola, untuk memberikan dorongan yang baik, posisikan jari tangan mengarah ke ring basket dan pergelangan tangan ditekuk ke depan layaknya leher angsa.

4. Teknik Defense

Selain mampu melakukan teknik menyerang, mengetahui dan menguasai teknik bertahan atau defense dalam permainan bola basket sangatlah krusial.

Dengan menguasai teknik-teknik pertahanan yang ada dalam olahraga, kamu juga dapat mencegah lawan mencetak poin.

Tekniknya meliputi close out, pass denials, weak side help, post defense, dan masih banyak lagi yang dapat kamu kuasai dengan latihan lebih. Namun, untuk bagi para pemula, teknik pertahanan yang paling cocok ada 2, yaitu stealing dan blocking, berikut penjelasannya.

  • Stealing, teknik bertahan yang dilakukan dengan merebut bola dari pemain lawan. Teknik ini dapat digunakan saat bola dipegang, dioper, ataupun didribel oleh lawan. Hal yang harus diperhatikan adalah ketika ingin merebut bola untuk tidak menyentuh tangan lawan dan jika terjadi maka pemain bertahan tersebut akan dikenakan pelanggaran.

  • Blocking, teknik bertahan yang digunakan untuk menepis tembakan dari tim lawan yang menyerang. Teknik ini dimanfaatkan agar bola tidak masuk ke dalam ring dan tim lawan berhasil mencetak skor.

Manfaat Olahraga Bola Basket

Manfaat Olahraga Bola Basket 

Selain dapat dilakukan sebagai hobi ataupun profesional, permainan bola basket juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan kebugaran jasmani, antara lain:

1. Meningkatkan Keterampilan Motorik

Manfaat pertama adalah meningkatkan keterampilan motorik, baik kasar maupun halus. Hal ini dikarenakan pada olahraga basket, berbagai otot tubuh dilatih, mulai dari otot besar hingga kecil.

Dengan begitu, jika dilakukan secara rutin, keterampilan dan koordinasi tangan dan mata juga akan meningkat. Bukan hanya itu, tubuh juga akan mengalami peningkatan daya tahan, kekuatan, serta kelincahan melalui teknik-teknik yang ada pada olahraga basket.

Motorik kasar dilatih melalui penguatan otot utama, khususnya melalui gerakan berlari, melompat, hingga defense yang dilakukan selama permainan.

Sedangkan motor halus berhubungan dengan koordinasi antara mata dan tangan serta kontrol dan presisi tubuh seseorang.

2. Memperkuat Tubuh

Olahraga bola basket juga memiliki manfaat untuk memperkuat tubuh karena mengharuskan pemainnya untuk menggerakkan tubuh, berlari, melompat bolak-balik di lapangan selama pertandingan berlangsung.

Olahraga ini melibatkan seluruh bagian otot tubuh, mulai dari kaki, lengan, hingga inti. Bukan hanya itu, jika dilakukan secara rutin, olahraga basket juga dapat membantu meningkatkan stamina, daya tahan, kekuatan tulang, hingga kesehatan kardiovaskular.

3. Mempertajam Fungsi Kognitif

Rutinitas bermain bola basket juga dapat membantu mempertajam fungsi kognitif. Hal ini disebabkan oleh permainannya yang melatih otak dalam proses pengambilan keputusan yang cepat, pemecahan masalah, strategi, hingga konsentrasi.

Dengan terus berlatih untuk tetap fokus selama pertandingan, hal tersebut juga dapat berdampak pada kemampuan kognitif seseorang yang pada akhirnya dapat dimanfaatkan dalam aspek kehidupan lain, seperti pekerjaan.

Fungsi kognitif dapat membantu dalam memecahkan masalah, memperkuat ingatan, hingga meningkatkan produktivitas pekerjaan secara real-time.

4. Mengurangi Stres

Olahraga bola basket atau aktivitas fisik lainnya dapat membantu meningkatkan suasana hati dan mengurangi stres melalui proses pelepasan hormon kebahagiaan atau endorfin.

Bukan hanya itu, hormon ini juga dapat membantu membuat tubuh menjadi lebih rileks serta mengurangi rasa sakit yang ada.

Melalui proses pelepasan endorfin melalui olahraga basket, seseorang dapat menekan kerja hormon stres dan memberikan jeda mental positif sehingga rasa cemas dan tekanan dapat dikelola dengan lebih baik.

5. Membakar Kalori

Olahraga basket yang sering kali melibatkan gerakan dengan intensitas tinggi, mulai dari berlari dan melompat terus-menerus ke berbagai arah di dalam lapangan, dapat membantu proses membakar kalori dalam tubuh.

Pada umumnya, ketika seseorang bermain bola basket dalam waktu satu jam, ia mampu membakar kalori mulai dari 600 hingga 900 kalori, tergantung berat badannya dan intensitas permainannya.

Dengan begitu, olahraga basket bukan hanya baik untuk menjaga kesehatan tubuh dan memperkuat otot, tetapi juga dapat membantu mengontrol berat badan dan menjadi salah satu olahraga kardio yang menyenangkan.

Nah, itulah pembahasan seputar permainan bola basket mulai dari pengertian, sejarah singkatnya, hingga cara bermain dan manfaatnya bagi tubuh. Bukan hanya dimainkan secara kompetitif, olahraga basket juga dapat dimainkan sebagai hobi atau kesenangan saja.

Melakukannya secara rutin dapat membantu meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, mulai dari kebugaran kardiovaskular, kekuatan otot, daya tahan tubuh, koordinasi, dan masih banyak lagi.

Bukan hanya itu, olahraga basket sebagai aktivitas fisik juga dapat memberikan banyak manfaat bagi kesehatan mental, seperti mengurangi stres, meningkatkan kepercayaan diri, hingga keterampilan sosial.

Dengan begitu, kamu bukan hanya bersosialisasi dan meningkatkan kesehatan mental, namun juga menjaga kesehatan tubuh yang tidak ternilai harganya.

Agar kesehatanmu juga tetap terjaga, Perlindungan Kesehatan Prima juga hadir sebagai solusi perlindungan kesehatan bagi diri dan anggota keluarga dengan manfaat tambahan Saldo Prima.

Berikut ini beberapa keunggulan dari produk Perlindungan Kesehatan Prima yang bisa kamu nikmati:

  • Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin atau obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan

  • Santunan Tunai Harian Rawat Inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan

  • Pilihan Manfaat Rawat Inap dan Rawat Jalan sesuai kebutuhan

  • Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia

  • 24 jam Contact Center dan Case Monitoring

  • Layanan eksklusif Personal Medical Assistance

  • Laporan perhitungan klaim via email

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Baca Artikel
Semua Kategori
5 mins read • 13/03/2020
Kekuatan Cuci Tangan untuk Cegah Corona

Jakarta, 13 Maret 2020 - MyProtection News

Salah satu kebiasaan penting yang dianjurkan para pakar untuk mencegah penyebaran COVID-19 atau coronavirus adalah mencuci tangan.

Dikutip dari Kompas.com, pakar kesehatan Elizabeth Scott, Ph.D., mengatakan bahwa mencuci tangan adalah kewajiban mutlak. Setiap harinya, tangan kita menyentuh banyak hal. Kita pun tak bisa mengontrol apa yang kita atau orang lain sentuh. Serta mengetahui bakteri atau virus apa yang menempel pada benda tersebut. Namun, kita bisa menjaga tangan kita sendiri.

Caranya tentu saja dengan rutin mencuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir. Langkah sederhana ini bisa membantu membunuh kuman atau virus yang menempel pada tangan.

Namun, walaupun sederhana, masih banyak orang yang mencuci tangan dengan salah. Sebagai langkah awal, Anda diwajibkan mencuci tangan minimal selama 20 detik. Bukan hanya telapak tangan saja, tetapi kuku, sela-sela jari, jempol, serta bagian atas tangan.

Sedangkan, untuk jenis sabun yang dianjurkan adalah sabun cair dibanding sabun batang dan tidak terkait dengan kandungan yang ada dalam sabun. Virus corona sendiri terbungkus dengan lapisan lemak. Sabun membantu memecahkan lemak tersebut dan membuat virus tidak bisa menginfeksi kita.

Kemudian setelah mencuci tangan, sebaiknya Anda mengeringkan tangan menggunakan tisu kertas. Hindari penggunaan hand dryer yang bisa mengandung banyak kuman.

Jika Anda tidak bisa cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, setidaknya Anda bisa menggunakan hand sanitizer. Pastikan hand sanitizer Anda mengandung alcohol sebesar 62 persen. Jika tangan Anda terasa kering setelah mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer berulang kali, Anda bisa menggunakan pelembap atau hand cream untuk mencegah kulit terluka karena kering.

Sudahkah Anda mencuci tangan hari ini?

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca Artikel