Kecelakaan kerja merupakan suatu hal yang dapat dialami oleh setiap orang di mana pun mereka berada selama berada di ruang lingkup kerja. Dari pekerjaan yang memiliki risiko tinggi, hingga pekerja kantoran.
Semua pekerjaan sendiri memiliki risikonya masing-masing yang harus diperhatikan. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dari kecelakaan kerja sendiri dan apa saja faktor yang menyebabkannya? Simak selengkapnya di sini!

pexels
Kecelakaan kerja sendiri dapat diartikan sebagai segala kejadian atau insiden yang terjadi di tempat kerja maupun ruang yang berhubungan dengan pekerjaan.
Di mana, segala kejadian atau insiden yang terjadi sendiri dapat mengakibatkan PAK atau penyakit akibat kerja, cedera, atau bahkan sampai meninggal dunia.
Selain itu, menurut Peraturan Menteri Ketenagakerjaan atau Permenaker No. 5 Tahun 2021, menyatakan bahwa kecelakaan kerja merupakan segala kecelakaan yang terjadi di dalam hubungan kerja.
Hal ini termasuk kecelakaan yang terjadi di dalam perjalanan dari rumah ke tempat kerja maupun sebaliknya hingga penyakit yang ditimbulkan akibat lingkungan kerja.
Terdapat pula UU No. 1 Tahun 1970 yang menyatakan bahwa kecelakaan kerja merupakan sebuah kejadian yang tidak terduga dan tidak dikehendaki. Kejadian tersebut dapat mengacaukan proses serta menimbulkan kerugian baik harta benda maupun korban manusia.
OHSAS atau Occupational Health and Safety Assessment Series, yang merupakan standar internasional pada penerapan sistem manajemen K3 atau keselamatan dan kesehatan kerja, juga mendefinisikan kecelakaan kerja sebagai sebuah kejadian yang berhubungan dengan pekerjaan yang dapat menyebabkan kesakitan, cedera, atau hingga kematian.

pexels
Kecelakaan kerja yang sering terjadi juga dapat dibagi menjadi beberapa jenis, sebagai berikut.
Pertama, kecelakaan yang disebabkan tertimpa objek. Pada umumnya, kecelakaan jenis ini terjadi di pabrik maupun di proyek lapangan yang dikelilingi banyak material.
Kecelakaan ini terjadi karena disebabkan sebuah objek yang sering kali tanpa sengaja jatuh karena adanya human eror maupun masalah pada objek hal tersebut.
Selanjutnya, terjatuh dan terpeleset yang dapat terjadi di area kerja dengan area licin dan tidak rata.
Walaupun di anggap sepele dan ringan, insiden ini dapat berdampak serius jika jatuh dari ketinggian yang tinggi ataupun risiko-risiko lainnya yang dapat menyebabkan dampak yang lebih parah.
Terkena benda tajam sendiri bukanlah sesuatu hal yang tak mungkin. Insiden ini dapat terjadi khususnya di sektor pekerjaan yang banyak menggunakan mesin dan benda tajam.
Oleh sebab itu, jika kamu bekerja di sektor pekerjaan ini akan sangat penting untuk berhati-hati saat bekerja dan terus memperhatikan sekita r.
Selain itu, memiliki perlindungan yang tepat juga bisa menjadi salah satu solusi efisien.
Keadaan lalu lintas tidak selalu aman. Di mana, sering kali terjadi hal-hal atau insiden yang tidak diinginkan. Salah satunya adalah kemungkinan kecelakaan lalu lintas yang dapat terjadi kapan saja.
Jenis kecelakaan kerja ini terjadi ketika kamu sedang berada di perjalanan baik berangkat maupun pulang dari tempat kerja.

Menurut ILO atau International Labour Organization yang dapat disebut juga sebagai Organisasi Perburuhan Internasional, insiden dalam pekerjaan dapat dibedakan menjadi beberapa klasifikasi sebagai berikut.
Yang pertama, klasifikasi berdasarkan jenis pekerjaannya terdiri dari, sebagai berikut
Terjatuh
Tertimpa benda jatuh
Tertumbuk maupun terkena benda atau peralatan kerja
Terjepit benda maupun peralatan kerja
Aktivitas atau gerakan yang melebihi kemampuan dan terlalu menekan fisik yang dapat menimbulkan cedera
Terpapar suhu ekstrem
Tersengat arus Listrik
Mengalami kontak dengan bahan berbahaya
Terkena efek radiasi
Yang kedua, klasifikasi berdasarkan penyebabnya terdiri dari, sebagai berikut
Kecelakaan disebabkan mesin atau alat kerja
Kecelakaan disebabkan kendaraan maupun alat pengangkut
Kecelakaan disebabkan kondisi lingkungan kerja yang kurang ideal
Kecelakaan disebabkan bahan serta zat berbahaya
Kecelakaan disebabkan instalasi listrik
Yang ketiga, klasifikasi berdasarkan kelainan maupun sifat luka terdiri dari, sebagai berikut
Patah tulang
Dislokasi atau keseleo
Regang otot
Memar
Amputasi
Luka luar atau luka di permukaan
Luka bakar
Keracunan
Mati lemas
Bekas sengatan arus Listrik
Bekas paparan radiasi
Yang terakhir, klasifikasi berdasarkan letak kelainan maupun luka di tubuh terdiri dari, sebagai berikut
Bagian kepala
Bagian leher
Bagian badan atau tubuh
Anggota tubuh bagian atas
Anggota tubuh bagian bawah
Kelainan atau luka di banyak area sekaligus
Kecelakaan kerja sendiri dapat terjadi kapan saja, namun terdapat beberapa hal yang dapat memicu kecelakaan tersebut terjadi. Simak di sini!
Penyebab pertama yang sering menyebabkan kecelakaan adalah mengabaikan proses keselamatan. Terutama pada pekerjaan dengan risiko yang tinggi, prosedur keselamatan yang ada harus dan wajib ditaati selama proses bekerja.
Seperti halnya, ketika kamu bekerja di ketinggian, penggunaan APD atau Alat Pelindung Diri menjadi krusial. Di mana jika kamu tidak menaati aturan yang ada, kamu dapat membahayakan diri maupun rekan kerja-Mu!
Hal kedua yang sering kali menyebabkan kecelakaan adalah kurangnya pelatihan dan edukasi sebelum melakukan pekerjaan yang akan dilakukan.
Contohnya, ketika seorang pekerja diberikan tugas untuk menggunakan mesin maupun benda tajam di tempat kerja namun pelatihan dan edukasi yang diberikan kurang.
Hal tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan kerja karena masih belum memahami cara kerja alat tersebut. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengikuti pelatihan yang dianjurkan terlebih dahulu.
Kecelakaan juga dapat terjadi jika kondisi fisik kurang optimal dan tetap memaksakan melakukan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi dan memiliki risiko yang tinggi.
Seperti contohnya, jika kamu sedang tidak enak badan akibat kurang tidur dan kelelahan yang dapat menyebabkan konsentrasi juga melemah. Hal-hal kecil seperti itulah yang dapat menyebabkan risiko kecelakaan dalam bekerja meningkat.
Dalam semua pekerjaan, khususnya pekerjaan dengan risiko tinggi pada umumnya memiliki standar keselamatan untuk peralatannya yang harus dipatuhi.
Seperti contohnya, peralatan dalam kondisi prima, perawatan pada jangka waktu tertentu, dan masih banyak lagi.
Jika aturan tersebut tidak dijalankan sesuai dengan standar yang ada, maka semakin besar pula risiko terjadi kecelakaan dalam bekerja.
Berdasarkan faktornya sendiri, penyebab kecelakaan juga dapat dibagi menjadi 3, baik secara internal maupun eksternal. Berikut ini 3 faktor penyebab kecelakaan kerja yang dapat terjadi.
Faktor manusia sendiri merupakan segala sikap, perilaku, hingga keterampilan seorang pekerja dalam melakukan pekerjaannya.
Sikap seorang pekerja yang kurang peduli, bermalas-malasan, atau bahkan terlalu percaya diri dapat mempengaruhi kinerjanya selama bekerja dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Selain itu perilaku seseorang, seperti tidak berkonsentrasi, mengabaikan keamanan, maupun mengonsumsi obat-obatan terlarang juga dapat menyebabkan kecelakaan selama bekerja.
Dan yang terakhir, ketika keterampilan yang dimiliki tidak mencukupi untuk mengoperasikan sebuah pekerjaan sering kali dapat membahayakan diri sendiri dan juga orang lain di sekitarnya.
Faktor selanjutnya adalah kondisi peralatan yang memiliki kaitannya dengan peralatan yang digunakan selama bekerja, baik kualitas, kelayakan, hingga pemeliharaannya.
Penggunaan alat yang tidak lagi prima atau dalam keadaan rusak, tidak berfungsi dengan baik, tidak memenuhi standar, maupun tidak dirawat dengan baik dapat menyebabkan kecelakaan.
Oleh sebab itu, sangat penting untuk selalu memastikan kondisi mesin atau alat yang digunakan saat bekerja dalam kondisi yang layak sehingga risiko kecelakaan menurun.
Hal-hal seperti kabel yang mengelupas, komponen lepas, tangga yang patah, hingga APD yang tidak sesuai dapat mempengaruhi itu semua.
Ada juga faktor lingkungan yang dapat menjadi penyebab kecelakaan selama bekerja. Faktor ini meliputi segala kondisi fisik, kimia, biologis, hingga psikologis yang ada di lingkungan tempat kerja.
Dengan kondisi lingkungan kerja yang kurang memadai atau tidak mendukung untuk melakukan pekerjaan, sering kali kecelakaan dapat terjadi.
Seperti contohnya, suhu yang terlalu panas maupun dingin, kebisingan yang terlalu berlebihan, kurangnya cahaya, polusi udara sekitar, hingga tingkat kelembaban tinggi.
Bukan hanya itu, faktor lingkungan yang kurang memadai juga dapat mempengaruhi kondisi dan kesehatan mental seseorang , seperti terjadinya konflik, tekanan, hingga stres dari pekerjaan tersebut.
Adanya hal-hal tersebut pada akhirnya bukan hanya dapat mengurangi motivasi dan kinerja dari seseorang, namun juga dapat menjadi penyebab terjadinya kecelakaan di tempat kerja.
Banyaknya faktor yang dapat menyebabkan kecelakaan di tempat kerja mulai dari penggunaan alat dan material, faktor alam, atau bahkan kelalaian dan kurangnya kompetensi dari pekerja.
Oleh sebab itu, faktor penyebab kecelakaan di tempat kerja juga dapat dibagi berdasarkan teori di bidang ilmu K3, sebagai berikut.
Teori domino yang dikemukakan oleh Heinrich mengatakan bahwa sebuah kecelakaan kerja dapat terjadi karena adanya 5 faktor utama yang berhubungan antara satu sama lain.
Mulai dari kondisi kerja, kelalaian manusia, tindakan kerja yang membahayakan, kecelakaan atau insiden, serta cedera.
Berdasarkan teori domino, jika ada salah satu faktor tersebut terjadi di tempat kerja, maka faktor lainnya juga akan terdampak dan munculnya efek domino antara faktor-faktor tersebut.
Hal yang dimaksud dari ini adalah, ketika kondisi kerja yang ada tidak memadai, maka akan muncul pula kelalaian pekerjanya, dan pada akhirnya tempat kerja menjadi tidak akan yang dapat mengakibatkan cedera atau bahkan kecelakaan.
Berikut penjelasan lebih lanjut terkait kelima elemen tersebut yang saling berhubungan dan membentuk rantai kecelakaan, sebagai berikut.
Kondisi kerja atau social environment and ancestry, yang mengacu pada kondisi fisik serta psikologis lingkungan kerja yang dapat membahayakan kesehatan maupun keselamatan pekerja.
Kelalaian manusia atau fault of the person or carelessness, yang merupakan kesalahan pekerja dalam menjalan pekerjaannya. Kelalaian ini sendiri pada umumnya bersifat internal, seperti kurangnya pengetahuan atau pengalaman, tekanan kerja yang berat, dll.
Tindakan tidak aman atau unsafe act or unsafe condition, yang mengacu terhadap perilaku pekerja yang tidak sesuai prosedur yang seharusnya. Seperti penggunaan alat yang kurang tepat, mengabaikan peraturan keselamatan kerja, dsb.
Kecelakaan atau accident, yang mengacu pada peristiwa atau kejadian tidak terduga maupun diinginkan. Peristiwa ini sendiri dapat terjadi akibat berbagai hal, mulai dari lingkungan kerja, kelalaian pekerja, atau bahkan tidak mengikuti protokol keamanan.
Cedera atau injury, yang mengacu pada kerusakan atau cedera fisik pada tubuh seseorang akibat terjadinya kecelakaan di lingkungan kerja.
Teori Multiple Factor mengungkapkan bahwa penyebab kecelakaan di tempat kerja dapat didefinisikan menjadi 4M yang terdiri atas
Pertama, Man atau manusia
Kedua, Machine atau mesin dan peralatan
Ketiga, Media atau lingkungan kerja
Keempat, Management atau manajemen kerja.
Faktor pertama, yaitu manusia meliputi usia, gender, keterbatasan kemampuan, kekuatan, motivasi, kondisi emosi, dan sebagainya.
Faktor kedua yang seperti Namanya berkaitan dengan mesin dan peralatan yang digunakan selama proses kerja. Faktor ketiga, lingkungan kerja termasuk suhu hingga kebisingan di lingkungan kerja yang dapat mengganggu proses kerja.
Sedangkan, faktor terakhir yaitu manajemen meliputi komunikasi, kebijakan, dan sebagainya yang berkaitan dengan proses kerja.
Kecelakaan di lingkungan kerja sendiri dapat menimbulkan berbagai dampak, bukan hanya dapat dilihat melalui luka fisik, namun juga secara psikis, atau bahkan hingga kematian.
Dibagi berdasarkan tingkat keparahannya, berikut ini dampak kecelakaan di tempat kerja, sebagai berikut.
Cedera fatal atau fatality yang dapat menyebabkan pekerja yang bersangkutan kehilangan nyawa
Cedera yang dapat menghilangkan waktu kerja produktif atau loss time injury
Cedera yang dapat menyebabkan karyawan tidak bisa masuk kerja atau loss time day
Cedera yang dapat membatasi kemampuan kerja atau restricted duty
Cedera yang membutuhkan perawatan medis atau medical treatment injury
Cedera ringan, yang pada umumnya lecet, mata kemasukan debu, dan sebagainya atau first aid injury
Tidak menimbulkan cedera atau non injury accident
Dalam menghindari risiko insiden-insiden yang tidak diinginkan, berikut ini beberapa tips yang dapat kamu lakukan untuk menghindari kecelakaan saat kerja.
Menggunakan APD atau Alat Pelindung Diri yang lengkap atau sesuai dengan standar dan regulasi yang telah ditetapkan. Dengan mengikuti aturan yang ada, maka kecelakaan yang tidak diinginkan juga dapat dihindari.
Mengikuti pelatihan maupun kelas yang dibutuhkan selama bekerja. Dengan begitu, kamu akan memiliki informasi yang cukup untuk bekerja dengan baik dan aman.
Menaati aturan yang ada, seperti menggunakan APD serta mengecek keadaan peralatan yang digunakan agar kondisinya tetap prima dan memenuhi standar yang ada.
Secara rutin melakukan pengecekan atau monitoring untuk memastikan segala hal yang berkaitan dengan regulasi serta standarisasi tetap dijalankan sesuai prosedur di tempat kerja.
Nah, itulah sekilas penjelasan terkait kecelakaan kerja dan hal yang dapat kamu lakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi saat bekerja.
Tentu saja tidak ada orang yang ingin terkena musibah tersebut, namun untuk memastikan kamu sudah terlindungi dan memiliki perlindungan yang terpercaya, Perlindungan Kesehatan Prima hadir untuk menjawab segala kekhawatiran-Mu!
Semoga penjelasan di atas dapat bermanfaat dan membuatmu lebih waspada akan hal-hal yang mungkin saja terjadi di tempat kerja. Semoga bermanfaat dan semangat bekerja!
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
Jakarta, 26 Mei 2020 - MyProtection News
Hi, Sahabat MyProtection!
Ketika Anda makan, metabolisme tubuh akan berperan untuk mengubah makanan yang masuk ke tubuh menjadi energi. Sehingga Anda memiliki tenaga untuk beraktivitas sehari-hari.
Proses metabolisme dalam tubuh biasanya akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Salah satu dampak dari menurunnya proses metabolisme tubuh adalah penambahan berat badan. Selain usia, ada gejala lain yang menandakan bahwa metabolisme dalam tubuh bermasalah dan harus segera di atas. Berikut ini lima gejala yang mungkin Anda alami.
Salah satu tanda bahwa metabolism dalam tubuh bermasalah adalah berat badan terus bertambah walaupun Anda sudah mengatur pola makan. Apalagi jika makanan yang Anda konsumsi cenderung rendah lemah atau rendah gula. Walaupun memang metabolism akan melambat seiring bertambahnya usia, jika Anda mencurigai penambahan berat badan tak normal, segera berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi.
Proses metabolisme, selain menghasilkan energi, juga menghasilkan panas alami dalam tubuh. Jika Anda merasa lebih mudah atau sering merasa kedinginan daripada biasanya, maka bisa jadi Anda mengalami gangguan metabolisme.
Ada banyak hal yang bisa membuat Anda lelah. Misalnya olahraga secara intens, kurang tidur, atau kegiatan fisik lainnya yang membuat tubuh harus banyak bergerak. Namun, jika Anda merasa lebih mudah lelah, mungkin saja proses metabolisme dalam tubuh tidak mengubah asupan makanan menjadi energi secara sempurna.
Tubuh sering kali mengirimkan sinyal kepada tubuh lewat rasa “ngidam” atau cravings. Contohnya jika Anda sering “ngidam” atau menginginkan makanan manis dan bertepung padahal asupan gizi & istirahat harian telah tercukupi. Kemungkinan asupan gizi dari makanan yang Anda konsumsi tidak terserap secara efektif sehingga Anda terus menerus memiliki hasrat untuk makan, khususnya yang mengandung gula dan tepung.
Penampilan luar tubuh merupakan cerminan dari kesehatan dalam tubuh. Ketika metabolisme tubuh terganggu, proses perbaikan sel kulit dan rambut tidak bekerja secepat biasanya. Sehingga kulit dan rambut terasa kering. Namun gejala ini juga bisa disebabkan asupan gizi yang buruk.
Salam,
Sahabat MyProtection
Asuransi Mobil All Risk - Bagi para pemilik kendaraan mobil, asuransi mobil sering kali menjadi kewajiban dan perlindungan dari berbagai hal tak terduga yang mungkin saja terjadi di lalu lintas.
Hal ini dikarenakan kondisi lalu lintas sendiri merupakan sesuatu yang tidak dapat diprediksi dengan risiko mobilitas yang tinggi. Untuk mengurangi rasa khawatir tersebut, asuransi mobil dapat menjadi solusi dari permasalahan tersebut.
Dengan memiliki asuransi mobil, kamu akan merasakan kemudahan, keamanan, keringanan, serta perlindungan dari berbagai risiko mobilitas yang mungkin saja terjadi saat berkendara di jalan.
Namun, asuransi mobil sendiri memiliki banyak jenis tergantung dengan apa saja perlindungan yang ada di dalamnya. Salah satunya adalah asuransi mobil all risk yang akan kita bahas secara mendalam di sini! Simak informasinya!

pexels
Asuransi mobil all risk atau yang juga dikenal dengan asuransi comprehensive pada umumnya lebih sering ditemukan dan digunakan oleh para pemilik mobil baru.
Jenis asuransi ini memberikan perlindungan pada mobil secara menyeluruh dari berbagai jenis kerusakan. Mulai dari kerusakan minor, seperti baret, penyok, maupun kerusakan kecil lainnya.
Hingga kerusakan yang lebih besar, seperti bagian bodi mobil yang berubah bentuk akibat terjadinya tabrakan, hilangnya mobil akibat pencurian. Semua permasalahan tersebut dapat ditanggung oleh asuransi berdasarkan polis yang tertulis.
Bukan hanya perlindungan diri sendiri saja dari objek sekitar, tapi asuransi jenis ini juga memiliki kemampuan untuk memberikan perlindungan yang lebih luas dan menyeluruh.
Perluasan dari perlindungan jenis asuransi ini sendiri mencakup kerusakan mobil akibat bencana alam, seperti banjir maupun gempa. Kerusakan akibat kerusuhan, atau bahkan kerusakan yang diakibatkan pihak ketiga.
Berdasarkan penjelasan di atas, asuransi mobil all risk memberikan perlindungan penuh bagi penggunanya yang dapat memberikan ketenangan pikiran dan hati. Namun, karena keuntungannya yang banyak tersebut, asuransi jenis ini cenderung memiliki harga yang lebih tinggi.
Di era mobilisasi yang semakin berkembang pesat, asuransi mobil menjadi kebutuhan wajib bagi para penggunanya. Namun, alasan apa yang membuat sahabat MyProtection harus menggunakan asuransi mobil all risk? Simak berikut ini!
Pertama, asuransi comprehensive memberikan perlindungan menyuruh, hal ini berarti asuransi ini memberikan jaminan ganti rugi serta biaya perbaikan mobil untuk berbagai alasan, mulai dari kehilangan atau kerusakan sebagian maupun keseluruhan.
Pada umumnya, kerusakan mobil parsial maupun minor dapat diklaim serta diperbaiki di bengkel yang telah melakukan kerja sama dengan perusahaan asuransi bersangkutan.
Selanjutnya, memberikan proteksi tambahan untuk kecelakaan diri. Dimana, jenis asuransi ini bukan hanya memberikan perlindungan bagi mobilmu, tapi juga bisa mencakup asuransi kecelakaan diri.
Hal ini berarti jika suatu saat terjadi kecelakaan, baik mobil, pengemudi mobil, hingga penumpang yang ada di dalamnya dapat dilindungi dari segi biaya pengobatannya melalui asuransi tersebut
Ketiga, seperti yang sudah dibahas sebelumnya bahwa jenis asuransi all risk ini mampu memberikan perlindungan menyeluruh bagi mobil yang kamu miliki.
Hal ini juga mencakup skenario berbagai hal tak terduka, seperti kecelakaan dan masih banyak lagi.
Jika suatu saat kamu mengalami kecelakaan, asuransi jenis ini memberikan jaminan atas kerugian finansial yang timbul bagi diri sendiri dan juga pihak ketiga yang terlibat beserta harta benda yang dimiliki.
Terdapat juga beberapa kasus dimana hal tak terduga terjadi, seperti pencurian yang menyebabkan kerusakan pada kendaraan. Nah, jenis asuransi all risk ini memberikan perlindungan tambahan untuk kasus seperti ini.
Namun, hal yang perlu diperhatikan adalah jenis asuransi ini hanya mencakup kerusakan maupun kehilangan yang terjadi pada kendaraanmu saja.
Seperti contohnya, jika terjadi tindak pencurian yang dilakukan dan mobil kamu mengalami kerusakan jendela serta kehilangan beberapa barang berharga yang ada di dalam mobil, seperti laptop maupun handphone, asuransi all risk ini hanya dapat memberikan perlindungan dan mengganti biaya kerusakan jendela saja.
Salah satu alasan mengapa jenis asuransi ini memiliki manfaat yang besar adalah keuntungan untuk memperbaiki kendaraan yang kamu miliki di bengkel rekanan terpercaya dari perusahaan asuransi.
Seperti salah satunya MyCar Protection yang memiliki bengkel rekanan yang tersebar di berbagai daerah yang dapat membantu dalam mempercepat penyelesaian masalah pada kendaraanmu. Bukan hanya itu, dengan memiliki asuransi MyCar Protection, kamu juga bisa mendapatkan hingga 30.000 MyGo+ poin per bulan yang dapat ditukarkan ke berbagai voucher menarik.
Jenis asuransi mobil all risk juga akan memberikan jaminan perlindungan untuk kendaraan yang kamu miliki dari berbagai resiko yang mungkin saja terjadi.
Asuransi ini sendiri bukan hanya melindungi dari kecelakaan saja, namun juga dari berbagai resiko dimulai dari kebakaran, banjir, hingga berbagai bencana alam lainnya.
Terdapat beberapa jaminan tambahan yang diberikan oleh MyCar Protection bagi pihak tertanggung atas kerusakan kendaraannya, seperti:
Kerusakan akibat gempa bumi, letusan gunung berapi, tsunasi (EQVET)
Kerusakan akibat angin topan, badai, banjir, hujan es, longsor (TSFHL)
Kerusakan akibat kerusuhan dan huru-hara (SRCC)
Kerusakan akibat terorisme dan sabotase (TS)
Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga (TJH)
Kecelakaan Diri Pengemudi (PA pengemudi)
Kecelakaan Diri Penumpang (PA penumpang)
Selanjutnya, jenis asuransi ini pada umumnya memiliki layanan darurat yang dapat membantu dan menjawab permasalahan selama 24/7 jika suatu saat terdapat kendala pada kendaraan tersebut.
Layanan ini sendiri dapat beragam, mulai dari bantuan terkait kecelakaan atau mogok, baterai kendaraan lemah, bahan bakar habis, ban kempes, atau bahkan kemungkinan kunci mobil yang tertinggal di dalam.
Sama dengan jenis asuransi lainnya, asuransi mobil all risk juga dapat memberikan rasa aman secara finansial sehingga kamu dapat lebih santai serta fokus saat berkendara.
Dengan memiliki jenis asuransi ini, segala biaya perbaikan yang dikeluarkan untuk mobilmu, dapat di-cover oleh polis asuransi yang dapat meringankan beban secara finansial.
Karena asuransi all risk juga mencakup berbagai jenis kerusakan, baik yang disebabkan oleh kecelakaan, bencana alam, kebakaran, maupun tindakan kriminal seperti pencurian.
Dengan cakupan yang luas ini, kamu dapat merasa lebih tenang karena mobilmu terlindungi dari berbagai risiko yang mungkin terjadi.

pexels
Jenis asuransi mobil all risk sendiri memiliki cakupan yang luas seperti yang sudah dibahas sebelumnya, yang terdiri atas:
Kerusakan kecelakaan sendiri pada umumnya mencakup biaya perbaikan, baik kerusakan parsial maupun total pada mobilnya.
Pencurian serta perbuatan jahat sendiri meliputi kehilangan maupun kerusakan yang dialami kecelakaan akibat pencurian dan perampokan.
Jenis asuransi mobil all risk sendiri juga memberikan perlindungan bagi resiko kerusakan serta kerugian yang dialami mobil yang disebabkan kebakaran pula.
Selanjutnya, perlindungan asuransi ini juga berlaku untuk biaya perbaikan kendaraan jika suatu saat mengalami tabrakan atau benturan dengan objek lain.
Bencana alam sendiri bukanlah sesuatu yang dapat direncanakan dan dijadwalkan, oleh sebab itu, jenis asuransi ini dapat mencover kerugian yang diakibatkan banjir, gempa bumi, erupsi vulkanik, serta bencana alam lainnya.
Asuransi ini juga dapat menjamin kerusakan kendaraan yang diakibatkan tindakan vandalisme oleh para pihak yang tidak bertanggung jawab.
Proteksi terhadap pihak ketiga sendiri memberikan jaminan tanggung jawab secara hukum pada cedera tubuh maupun kerusakan properti yang disebabkan kendaraan pada pihak ketiga.
Proteksi dari asuransi mobil all risk ini juga meliputi perlindungan kecelakaan diri. Hal ini berarti bahwa segala biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan luka maupun cedera pengemudi dan penumpang kendaraan dapat dijamin.
Jenis asuransi ini sendiri mencakup pertanggungan untuk aksesoris tambahan maupun modifikasi yang dipasang di kendaraan mobil.
Asuransi TLO atau Total Loss Only merupakan asuransi yang sesuai dengan namanya, memberikan perlindungan untuk mobil dari adanya risiko kehilangan.
Jenis asuransi ini sendiri menjamin resiko pencurian serta kerusakan jika biaya yang harus dikeluarkan untuk perbaikan sama atau bahkan melebihi 75 persen dari harga kendaraan.
Kehilangan mobil yang disebabkan pencurian oleh pihak tidak bertanggung jawab sendiri juga dinilai sebagai kerusakan total, sehingga jenis asuransi ini akan menanggung kerugian tersebut.
Namun, hal yang harus diperhatikan adalah asuransi Tlo ini sendiri tidak dapat memberikan jaminan pada pemilik polis jika kerusakan pada mobilnya minor atau dibawah dari 75 persen.
Seperti contohnya, kerusakan seperti bamper rusak, kaca spion dicuri, dan serupa tidak dapat mendapatkan ganti rugi. Biaya yang dikeluarkan untuk kerusakan minor tersebut masih menjadi tanggung jawab pemilik mobil.
Seperti yang dibahas di atas, perbedaan antara kedua jenis asuransi ini sendiri dapat dilihat dari perlindungan yang diberikannya. Asuransi all risk pada umumnya mencakup kerusakan sebagian hingga kerugian total.
Sedangkan TLO atau Total Loss Only yang sesuai dengan namanya memberikan perlindungan untuk mobil atas kehilangan maupun kerusakan yang melebihi 75 persen.
Jenis asuransi TLO sendiri pada umumnya tidak melindungi kerusakan sebagian atau kerusakan yang diakibatkan kecelakaan tertentu. Oleh sebab itu, penting untuk membaca syarat serta ketentuan yang ada di dalam polis asuransi tersebut.
Jika sahabat MyProtection menginginkan perlindungan secara menyeluruh untuk kendaraanmu, akan lebih baik memilih jenis asuransi all risk yang dapat menjamin kerusakan sebagian maupun total.
Selain jenis asuransi mobil all risk dan TLO, terdapat berbagai jenis asuransi mobil lainnya dengan manfaat yang berbeda. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui perbedaan pada tiap jenisnya agar dapat memilih asuransi yang tepat. Simak selengkapnya!
Asuransi gabungan atau yang dapat disebut juga sebagai asuransi kombinasi merupakan jenis asuransi roda empat yang menggabungkan jenis asuransi all risk dan TLO yang hanya dapat diperoleh saat proses kredit mobil.
Proses kerja jenis asuransi ini sendiri adalah di tahun pertama kredit mobil maka akan ditanggung secara all risk, namun di tahun berikutnya asuransi yang berlaku hanya TLO saja.
Asuransi perluasan atau rider merupakan jaminan perluasan asuransi kendaraan. Jaminan perluasan ini sendiri merupakan keuntungan tambahan yang dapat ditambahkan selain pertanggungan akibat kecelakaan maupun hilang.
Berikut ini jaminan perluasan dengan premi tambahan:
Jaminan perluasan asuransi kendaraan akibat banjir serta angin topan
Jaminan perluasan asuransi kendaraan akibat gempa bumi serta tsunami
Jaminan perluasan asuransi kendaraan akibat huru-hara maupun kerusuhan
Jaminan perluasan asuransi kendaraan akibat terorisme dan sabotase
Jaminan perluasan asuransi kendaraan atas tanggung jawab hukum pihak ketiga atau TPL
Jaminan perluasan kendaraan atas kecelakaan diri penumpang
Jaminan perluasan asuransi kendaraan atas tanggung jawab hukum kepada penumpang
Asuransi collision coverage adalah jenis asuransi kendaraan yang memberikan perlindungan khusus terhadap kerusakan mobil akibat tabrakan.
Asuransi ini sangat penting bagi pemilik kendaraan karena menanggung biaya perbaikan atau penggantian mobil yang rusak akibat kecelakaan, tanpa memandang siapa yang bersalah dalam insiden tersebut.
Selain menanggung biaya perbaikan, asuransi collision coverage juga mencakup biaya pengobatan bagi pengemudi dan penumpang yang terluka dalam kecelakaan.
Hal ini berarti bahwa jika terjadi kecelakaan, pemilik asuransi tidak perlu khawatir tentang biaya medis yang mungkin timbul.
Perlindungan ini memberikan rasa aman dan ketenangan bagi pemilik kendaraan, karena mereka tahu bahwa mereka tidak akan terbebani oleh biaya besar akibat kecelakaan.
Lebih lanjut, asuransi collision coverage juga memberikan ganti rugi sesuai dengan nilai mobil yang dimiliki.
Jika mobil mengalami kerusakan total dan tidak dapat diperbaiki, perusahaan asuransi akan memberikan kompensasi yang setara dengan nilai pasar mobil tersebut.
Hal ini sangat membantu pemilik kendaraan untuk mendapatkan mobil pengganti tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan yang besar.
Dengan demikian, asuransi collision coverage tidak hanya melindungi kendaraan dari kerusakan fisik, tetapi juga memberikan perlindungan finansial yang komprehensif bagi pemilik kendaraan.
Hal ini adalah investasi yang bijaksana untuk memastikan bahwa kendaraan dan kesehatan pengemudi serta penumpang selalu terlindungi.
Nah, itulah penjelasan terkait asuransi mobil all risk, baik pengertiannya, alasan menggunakan jenis asuransi all risk untuk mobilmu, hingga perbedaannya dengan jenis asuransi TLO.
Untuk memilih asuransi sendiri harus dengan cermat dan memperhatikan segala kebijakan yang berbeda-beda. Jadi sangat penting untuk membaca dan cermati ketentuan serta syarat yang ada di dalam polis asuransi milik kendaraanmu.
Dalam rangka mempermudah proses tersebut, MyCar Protection hadir sebagai produk asuransi kendaraan roda empat yang dapat secara fleksibel disesuaikan dengan kebutuhan.
Jaminan berupa suku cadang asli dan baru serta garansi kualitas perbaikan selama-lamanya menjadi salah satu keunggulan dari asuransi ini.
Bukan hanya itu, terdapat 2 jenis jaminan dalam produk MyCar Protection, yaitu Jaminan Dasar yang bersifat wajib dan Jaminan Tambahan yang sifatnya opsional.
Berikut ini manfaat jaminan untuk keselamatan para sahabat MyProtection:
1. TLO atau Total Loss Only
Memberikan penggantian atau perbaikan atas kerusakan yang disebabkan oleh resiko yang dijamin oleh polis, dengan syarat:
Biaya penggantian atau biaya perbaikan lebih besar dari 75% dari harga sebenarnya
Hilang karena pencurian dan tidak diketemukan dalam waktu 60 hari
2. Komprehensif atau Comprehensive
Jaminan asuransi menyeluruh atau comprehensive terhadap kendaraanmu, baik kerugian sebagian atau partial loss maupun kerugian total atau TLO.
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Jakarta, 26 Desember 2019 - MyProtection News
Sahabat MyProtection, apakah Anda sering mendengarkan musik saat berkendara? Ternyata, dilansir dari The Jakarta Post, mendengarkan musik instrumental bisa menurunkan kadar stress saat berkendara, lho!
Beberapa periset di Brazil melakukan percobaan kecil mengenai dampak musik terhadap kadar stress terhadap pengendara mobil. Eksperimen dilakukan terhadap 5 wanita berusia 18 hingga 23 tahun. Partisipan juga berkarakterisik sehat secara jasmani, menyetir kendaraan setidaknya 1 – 2 kali dalam seminggu, dan memiliki ijin mengendara 1 – 7 tahun sebelumnya.
Pada percobaan pertama, kelima partisipan diminta untuk menyetir mobil selama 20 menit saat puncak kepadatan lalu lintas berlangsung (pukul 17:30 – 18:30). Saat eksperimen ini berlangsung, partisipan berkendara di pusat paling ramai di kota Marilia, Sao Paolo, Brazil tanpa mendengarkan musik apapun.
Keesokan harinya, partisipan yang sama diminta untuk berkendara dalam waktu yang sama dan rute yang sama. Namun kali ini, partisipan berkendara sambil mendengarkan musik. Untuk menambah tingkat stress berkendara, partisipan tidak boleh menyetir mobil yang biasa mereka gunakan.
Setelah dilakukan dua percobaan, peneliti menemukan hasil sebagai berikut:
Pengendara yang menyetir tanpa mendengarkan musik mengalami penurunan variabilitas denyut jantung, yang berkontribusi terhadap penurunan level saraf parasimpatik disertai peningkatan aktivitas saraf simpatik.
Kebalikannya, partisipan yang berkendara sambil mendengarkan musik mengalami peningkatan variabilitas denyut jantung yang berujung pada peningkatan kegiatan saraf parasimpatik. Perlu diketahui bahwa syaraf parasimpatik berperan untuk membuat tubuh Anda lebih rileks dan tenang. Sedangkan saraf simpatik akan mengambil alih tubuh saat Anda berada di kondisi berbahaya.
Nah, berdasarkan data temuan, peneliti pun menyimpulkan musik dapat mengurangi stress saat berkendara. Apakah Anda juga suka mendengarkan musik saat berkendara?
Salam,
Sahabat MyProtection