Beranda
/
Artikel
/
Semua Kategori
/
Kecelakaan Kerja dan Berbagai Faktor yang Dapat Menyebabkannya!

Kecelakaan Kerja dan Berbagai Faktor yang Dapat Menyebabkannya!

21 January 2025 | MyProtection News Jakarta

Kecelakaan kerja merupakan suatu hal yang dapat dialami oleh setiap orang di mana pun mereka berada selama berada di ruang lingkup kerja. Dari pekerjaan yang memiliki risiko tinggi, hingga pekerja kantoran.

Semua pekerjaan sendiri memiliki risikonya masing-masing yang harus diperhatikan. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dari kecelakaan kerja sendiri dan apa saja faktor yang menyebabkannya? Simak selengkapnya di sini!

Kecelakaan Kerja dan Berbagai Faktor yang Dapat Menyebabkannya!

Kecelakaan Kerja dan Faktor Apa Saja yang Menyebabkannya

pexels

Kecelakaan kerja sendiri dapat diartikan sebagai segala kejadian atau insiden yang terjadi di tempat kerja maupun ruang yang berhubungan dengan pekerjaan.

Di mana, segala kejadian atau insiden yang terjadi sendiri dapat mengakibatkan PAK atau penyakit akibat kerja, cedera, atau bahkan sampai meninggal dunia.

Selain itu, menurut Peraturan Menteri Ketenagakerjaan atau Permenaker No. 5 Tahun 2021, menyatakan bahwa kecelakaan kerja merupakan segala kecelakaan yang terjadi di dalam hubungan kerja.

Hal ini termasuk kecelakaan yang terjadi di dalam perjalanan dari rumah ke tempat kerja maupun sebaliknya hingga penyakit yang ditimbulkan akibat lingkungan kerja.

Terdapat pula UU No. 1 Tahun 1970 yang menyatakan bahwa kecelakaan kerja merupakan sebuah kejadian yang tidak terduga dan tidak dikehendaki. Kejadian tersebut dapat mengacaukan proses serta menimbulkan kerugian baik harta benda maupun korban manusia.

OHSAS atau Occupational Health and Safety Assessment Series, yang merupakan standar internasional pada penerapan sistem manajemen K3 atau keselamatan dan kesehatan kerja, juga mendefinisikan kecelakaan kerja sebagai sebuah kejadian yang berhubungan dengan pekerjaan yang dapat menyebabkan kesakitan, cedera, atau hingga kematian.

Jenis Kecelakaan Kerja

jenis kecelakaan kerja

pexels

Kecelakaan kerja yang sering terjadi juga dapat dibagi menjadi beberapa jenis, sebagai berikut.

1. Tertimpa objek

Pertama, kecelakaan yang disebabkan tertimpa objek. Pada umumnya, kecelakaan jenis ini terjadi di pabrik maupun di proyek lapangan yang dikelilingi banyak material.

Kecelakaan ini terjadi karena disebabkan sebuah objek yang sering kali tanpa sengaja jatuh karena adanya human eror maupun masalah pada objek hal tersebut.

2. Terjatuh dan terpeleset

Selanjutnya, terjatuh dan terpeleset yang dapat terjadi di area kerja dengan area licin dan tidak rata.

Walaupun di anggap sepele dan ringan, insiden ini dapat berdampak serius jika jatuh dari ketinggian yang tinggi ataupun risiko-risiko lainnya yang dapat menyebabkan dampak yang lebih parah.

3. Terkena benda tajam

Terkena benda tajam sendiri bukanlah sesuatu hal yang tak mungkin. Insiden ini dapat terjadi khususnya di sektor pekerjaan yang banyak menggunakan mesin dan benda tajam.

Oleh sebab itu, jika kamu bekerja di sektor pekerjaan ini akan sangat penting untuk berhati-hati saat bekerja dan terus memperhatikan sekita r.

Selain itu, memiliki perlindungan yang tepat juga bisa menjadi salah satu solusi efisien.

4. Kecelakaan lalu lintas

Keadaan lalu lintas tidak selalu aman. Di mana, sering kali terjadi hal-hal atau insiden yang tidak diinginkan. Salah satunya adalah kemungkinan kecelakaan lalu lintas yang dapat terjadi kapan saja.

Jenis kecelakaan kerja ini terjadi ketika kamu sedang berada di perjalanan baik berangkat maupun pulang dari tempat kerja.

Klasifikasi serta Contoh Kecelakaan Kerja

Klasifikasi serta Contoh Kecelakaan Kerja

Menurut ILO atau International Labour Organization yang dapat disebut juga sebagai Organisasi Perburuhan Internasional, insiden dalam pekerjaan dapat dibedakan menjadi beberapa klasifikasi sebagai berikut.

1. Berdasarkan jenis pekerjaan

Yang pertama, klasifikasi berdasarkan jenis pekerjaannya terdiri dari, sebagai berikut

  • Terjatuh

  • Tertimpa benda jatuh

  • Tertumbuk maupun terkena benda atau peralatan kerja

  • Terjepit benda maupun peralatan kerja

  • Aktivitas atau gerakan yang melebihi kemampuan dan terlalu menekan fisik yang dapat menimbulkan cedera

  • Terpapar suhu ekstrem

  • Tersengat arus Listrik

  • Mengalami kontak dengan bahan berbahaya

  • Terkena efek radiasi

2. Berdasarkan penyebab

Yang kedua, klasifikasi berdasarkan penyebabnya terdiri dari, sebagai berikut

  • Kecelakaan disebabkan mesin atau alat kerja

  • Kecelakaan disebabkan kendaraan maupun alat pengangkut

  • Kecelakaan disebabkan kondisi lingkungan kerja yang kurang ideal

  • Kecelakaan disebabkan bahan serta zat berbahaya

  • Kecelakaan disebabkan instalasi listrik

3. Berdasarkan kelainan maupun sifat luka

Yang ketiga, klasifikasi berdasarkan kelainan maupun sifat luka terdiri dari, sebagai berikut

  • Patah tulang

  • Dislokasi atau keseleo

  • Regang otot

  • Memar

  • Amputasi

  • Luka luar atau luka di permukaan

  • Luka bakar

  • Keracunan

  • Mati lemas

  • Bekas sengatan arus Listrik

  • Bekas paparan radiasi

4. Berdasarkan letak kelainan maupun luka di tubuh

Yang terakhir, klasifikasi berdasarkan letak kelainan maupun luka di tubuh terdiri dari, sebagai berikut

  • Bagian kepala

  • Bagian leher

  • Bagian badan atau tubuh

  • Anggota tubuh bagian atas

  • Anggota tubuh bagian bawah

  • Kelainan atau luka di banyak area sekaligus

Penyebab Kecelakaan Kerja

Kecelakaan kerja sendiri dapat terjadi kapan saja, namun terdapat beberapa hal yang dapat memicu kecelakaan tersebut terjadi. Simak di sini!

1. Mengabaikan prosedur keselamatan

Penyebab pertama yang sering menyebabkan kecelakaan adalah mengabaikan proses keselamatan. Terutama pada pekerjaan dengan risiko yang tinggi, prosedur keselamatan yang ada harus dan wajib ditaati selama proses bekerja.

Seperti halnya, ketika kamu bekerja di ketinggian, penggunaan APD atau Alat Pelindung Diri menjadi krusial. Di mana jika kamu tidak menaati aturan yang ada, kamu dapat membahayakan diri maupun rekan kerja-Mu!

2. Kurang pelatihan dan edukasi

Hal kedua yang sering kali menyebabkan kecelakaan adalah kurangnya pelatihan dan edukasi sebelum melakukan pekerjaan yang akan dilakukan.

Contohnya, ketika seorang pekerja diberikan tugas untuk menggunakan mesin maupun benda tajam di tempat kerja namun pelatihan dan edukasi yang diberikan kurang.

Hal tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan kerja karena masih belum memahami cara kerja alat tersebut. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengikuti pelatihan yang dianjurkan terlebih dahulu.

3. Kondisi fisik yang kurang optimal

Kecelakaan juga dapat terjadi jika kondisi fisik kurang optimal dan tetap memaksakan melakukan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi dan memiliki risiko yang tinggi.

Seperti contohnya, jika kamu sedang tidak enak badan akibat kurang tidur dan kelelahan yang dapat menyebabkan konsentrasi juga melemah. Hal-hal kecil seperti itulah yang dapat menyebabkan risiko kecelakaan dalam bekerja meningkat.

4. Peralatan yang kurang aman dan memadai

Dalam semua pekerjaan, khususnya pekerjaan dengan risiko tinggi pada umumnya memiliki standar keselamatan untuk peralatannya yang harus dipatuhi.

Seperti contohnya, peralatan dalam kondisi prima, perawatan pada jangka waktu tertentu, dan masih banyak lagi.

Jika aturan tersebut tidak dijalankan sesuai dengan standar yang ada, maka semakin besar pula risiko terjadi kecelakaan dalam bekerja.

Faktor Penyebab Kecelakaan selama Bekerja

Berdasarkan faktornya sendiri, penyebab kecelakaan juga dapat dibagi menjadi 3, baik secara internal maupun eksternal. Berikut ini 3 faktor penyebab kecelakaan kerja yang dapat terjadi.

1. Faktor Manusia

Faktor manusia sendiri merupakan segala sikap, perilaku, hingga keterampilan seorang pekerja dalam melakukan pekerjaannya.

Sikap seorang pekerja yang kurang peduli, bermalas-malasan, atau bahkan terlalu percaya diri dapat mempengaruhi kinerjanya selama bekerja dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Selain itu perilaku seseorang, seperti tidak berkonsentrasi, mengabaikan keamanan, maupun mengonsumsi obat-obatan terlarang juga dapat menyebabkan kecelakaan selama bekerja.

Dan yang terakhir, ketika keterampilan yang dimiliki tidak mencukupi untuk mengoperasikan sebuah pekerjaan sering kali dapat membahayakan diri sendiri dan juga orang lain di sekitarnya.

2. Faktor Kondisi Peralatan

Faktor selanjutnya adalah kondisi peralatan yang memiliki kaitannya dengan peralatan yang digunakan selama bekerja, baik kualitas, kelayakan, hingga pemeliharaannya.

Penggunaan alat yang tidak lagi prima atau dalam keadaan rusak, tidak berfungsi dengan baik, tidak memenuhi standar, maupun tidak dirawat dengan baik dapat menyebabkan kecelakaan.

Oleh sebab itu, sangat penting untuk selalu memastikan kondisi mesin atau alat yang digunakan saat bekerja dalam kondisi yang layak sehingga risiko kecelakaan menurun.

Hal-hal seperti kabel yang mengelupas, komponen lepas, tangga yang patah, hingga APD yang tidak sesuai dapat mempengaruhi itu semua.

3. Faktor Lingkungan

Ada juga faktor lingkungan yang dapat menjadi penyebab kecelakaan selama bekerja. Faktor ini meliputi segala kondisi fisik, kimia, biologis, hingga psikologis yang ada di lingkungan tempat kerja.

Dengan kondisi lingkungan kerja yang kurang memadai atau tidak mendukung untuk melakukan pekerjaan, sering kali kecelakaan dapat terjadi.

Seperti contohnya, suhu yang terlalu panas maupun dingin, kebisingan yang terlalu berlebihan, kurangnya cahaya, polusi udara sekitar, hingga tingkat kelembaban tinggi.

Bukan hanya itu, faktor lingkungan yang kurang memadai juga dapat mempengaruhi kondisi dan kesehatan mental seseorang , seperti terjadinya konflik, tekanan, hingga stres dari pekerjaan tersebut.

Adanya hal-hal tersebut pada akhirnya bukan hanya dapat mengurangi motivasi dan kinerja dari seseorang, namun juga dapat menjadi penyebab terjadinya kecelakaan di tempat kerja.

Faktor Penyebab Kecelakaan di Tempat Kerja Berdasarkan Teori

Banyaknya faktor yang dapat menyebabkan kecelakaan di tempat kerja mulai dari penggunaan alat dan material, faktor alam, atau bahkan kelalaian dan kurangnya kompetensi dari pekerja.

Oleh sebab itu, faktor penyebab kecelakaan di tempat kerja juga dapat dibagi berdasarkan teori di bidang ilmu K3, sebagai berikut.

1. Teori Domino

Teori domino yang dikemukakan oleh Heinrich mengatakan bahwa sebuah kecelakaan kerja dapat terjadi karena adanya 5 faktor utama yang berhubungan antara satu sama lain.

Mulai dari kondisi kerja, kelalaian manusia, tindakan kerja yang membahayakan, kecelakaan atau insiden, serta cedera.

Berdasarkan teori domino, jika ada salah satu faktor tersebut terjadi di tempat kerja, maka faktor lainnya juga akan terdampak dan munculnya efek domino antara faktor-faktor tersebut.

Hal yang dimaksud dari ini adalah, ketika kondisi kerja yang ada tidak memadai, maka akan muncul pula kelalaian pekerjanya, dan pada akhirnya tempat kerja menjadi tidak akan yang dapat mengakibatkan cedera atau bahkan kecelakaan.

Berikut penjelasan lebih lanjut terkait kelima elemen tersebut yang saling berhubungan dan membentuk rantai kecelakaan, sebagai berikut.

  1. Kondisi kerja atau social environment and ancestry, yang mengacu pada kondisi fisik serta psikologis lingkungan kerja yang dapat membahayakan kesehatan maupun keselamatan pekerja.

  1. Kelalaian manusia atau fault of the person or carelessness, yang merupakan kesalahan pekerja dalam menjalan pekerjaannya. Kelalaian ini sendiri pada umumnya bersifat internal, seperti kurangnya pengetahuan atau pengalaman, tekanan kerja yang berat, dll.

  1. Tindakan tidak aman atau unsafe act or unsafe condition, yang mengacu terhadap perilaku pekerja yang tidak sesuai prosedur yang seharusnya. Seperti penggunaan alat yang kurang tepat, mengabaikan peraturan keselamatan kerja, dsb.

  1. Kecelakaan atau accident, yang mengacu pada peristiwa atau kejadian tidak terduga maupun diinginkan. Peristiwa ini sendiri dapat terjadi akibat berbagai hal, mulai dari lingkungan kerja, kelalaian pekerja, atau bahkan tidak mengikuti protokol keamanan.

  1. Cedera atau injury, yang mengacu pada kerusakan atau cedera fisik pada tubuh seseorang akibat terjadinya kecelakaan di lingkungan kerja.

2. Teori Multiple Factor

Teori Multiple Factor mengungkapkan bahwa penyebab kecelakaan di tempat kerja dapat didefinisikan menjadi 4M yang terdiri atas

  • Pertama, Man atau manusia

  • Kedua, Machine atau mesin dan peralatan

  • Ketiga, Media atau lingkungan kerja

  • Keempat, Management atau manajemen kerja.

Faktor pertama, yaitu manusia meliputi usia, gender, keterbatasan kemampuan, kekuatan, motivasi, kondisi emosi, dan sebagainya.

Faktor kedua yang seperti Namanya berkaitan dengan mesin dan peralatan yang digunakan selama proses kerja. Faktor ketiga, lingkungan kerja termasuk suhu hingga kebisingan di lingkungan kerja yang dapat mengganggu proses kerja.

Sedangkan, faktor terakhir yaitu manajemen meliputi komunikasi, kebijakan, dan sebagainya yang berkaitan dengan proses kerja.

Dampak Kecelakaan di Tempat Kerja

Kecelakaan di lingkungan kerja sendiri dapat menimbulkan berbagai dampak, bukan hanya dapat dilihat melalui luka fisik, namun juga secara psikis, atau bahkan hingga kematian.

Dibagi berdasarkan tingkat keparahannya, berikut ini dampak kecelakaan di tempat kerja, sebagai berikut.

  • Cedera fatal atau fatality yang dapat menyebabkan pekerja yang bersangkutan kehilangan nyawa

  • Cedera yang dapat menghilangkan waktu kerja produktif atau loss time injury

  • Cedera yang dapat menyebabkan karyawan tidak bisa masuk kerja atau loss time day

  • Cedera yang dapat membatasi kemampuan kerja atau restricted duty

  • Cedera yang membutuhkan perawatan medis atau medical treatment injury

  • Cedera ringan, yang pada umumnya lecet, mata kemasukan debu, dan sebagainya atau first aid injury

  • Tidak menimbulkan cedera atau non injury accident

Tips Menghindari Kecelakaan Ketika Bekerja

Dalam menghindari risiko insiden-insiden yang tidak diinginkan, berikut ini beberapa tips yang dapat kamu lakukan untuk menghindari kecelakaan saat kerja.

  • Menggunakan APD atau Alat Pelindung Diri yang lengkap atau sesuai dengan standar dan regulasi yang telah ditetapkan. Dengan mengikuti aturan yang ada, maka kecelakaan yang tidak diinginkan juga dapat dihindari.

  • Mengikuti pelatihan maupun kelas yang dibutuhkan selama bekerja. Dengan begitu, kamu akan memiliki informasi yang cukup untuk bekerja dengan baik dan aman.

  • Menaati aturan yang ada, seperti menggunakan APD serta mengecek keadaan peralatan yang digunakan agar kondisinya tetap prima dan memenuhi standar yang ada.

  • Secara rutin melakukan pengecekan atau monitoring untuk memastikan segala hal yang berkaitan dengan regulasi serta standarisasi tetap dijalankan sesuai prosedur di tempat kerja.

Nah, itulah sekilas penjelasan terkait kecelakaan kerja dan hal yang dapat kamu lakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi saat bekerja.

Tentu saja tidak ada orang yang ingin terkena musibah tersebut, namun untuk memastikan kamu sudah terlindungi dan memiliki perlindungan yang terpercaya, Perlindungan Kesehatan Prima hadir untuk menjawab segala kekhawatiran-Mu!

Semoga penjelasan di atas dapat bermanfaat dan membuatmu lebih waspada akan hal-hal yang mungkin saja terjadi di tempat kerja. Semoga bermanfaat dan semangat bekerja!

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

Apakah artikel ini membantu?
Subscribe Newsletter Kita
Klik subscribe untuk berlanggan newsletter artikel kami
Bagikan MyPro ke
facebook
twitter
instagram
Tentang MyProtection News Jakarta
MyProtection adalah salah satu pioneer portal pembelian asuransi kesehatan maupun asuransi umum secara online yang dapat diakses melalui platform website dan aplikasi sejak 2017.
Rekomendasi Artikel
Semua Kategori
5 mins read • 27/12/2019
Tahun Baru Seru dengan Ide Staycation Ini!

Jakarta, 27 Desember 2019 - MyProtection News

Tahun baru enaknya kemana, ya? Mungkin beberapa dari Anda sudah siap menjalankan liburan seru ke luar kota atau luar negeri lengkap dengan proteksi perjalanan dari MyTravel Domestic & MyTravel International

Namun, kalau Anda berencana menghabiskan tahun baru di rumah saja, MyProtection punya ide staycation seru tanpa harus pergi jauh!

  1. Movie nights dengan Keluarga atau Teman

Matikan lampu di ruang tengah dan putar film kesukaan Anda sambil menghitung detik-detik pergantian menuju dekade yang baru. Anda bisa menghabiskan waktu tertawa dengan adegan film komedi atau membawa emosi hanyut dalam roller-coaster film drama. Kegiatan menonton juga bisa ditemani dengan popcorn hangat yang bisa Anda buat sendiri di rumah. Mengenakan piyama matching bersama “tim menonton” Anda juga bisa memeriahkan suasana!

  1. Manjakan Diri dengan Fasilitas Hotel

Jika Anda ingin menghabiskan akhir tahun dengan suasana berbeda, maka menginap di hotel bisa jadi alternatif staycation! Menghitung mundur pergantian tahun sambil menikmati segelas sampanye rasanya bukanlah ide yang buruk. Anda juga bisa memanfaatkan fasilitas hotel lainnya seperti spa, gym, swimming pool, dan restoran untuk memanjakan diri setelah bekerja setahun penuh. Tidak ada salahnya lho mengeluarkan kocek lebih untuk mengapresiasi diri sendiri.

Baca juga: Destinasi Wisata Hidden Gem Lokal

  1. Kulineran di Tahun Baru, Siapa Takut?

Perayaan erat kaitannya dengan makan-makan. Tentunya perayaan tahun baru tidak lengkap tanpa makanan enak. Nah, Anda bisa berkeliling kota sambil kulineran lho untuk menyambut tahun baru. Siapa tahu, Anda bisa menemukan makanan kesukaan baru sambil mendatangi titik kota yang belum pernah Anda kunjungi sebelumnya.

  1. Rombak Penampilanmu dan Rumahmu!

Merombak penampilan untuk memasuki tahun baru bisa menambah semangat Anda, lho! Apalagi merawat tubuh kini bisa dilakukan di rumah. Eits, tapi bukan Cuma Anda yang butuh “make over”. Rumah atau apartemenmu juga. Perubahan sederhana seperti letak furniture bisa berpengaruh pada tampilan rumah dan mood. Jangan lupa keindahan rumah Anda dilengkapi dengan proteksi dari MyHome ya!

Nah, kalian ingin merayakan tahun baru dengan cara apa nih, Sahabat MyProtection?

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca juga: 5 Langkah Mempersiapkan Tahun Baru

Baca Artikel
Keuangan
5 mins read • 06/02/2025
7 Contoh Literasi Finansial di Kehidupan Sehari-hari serta Manfaatnya!

Apa saja contoh literasi finansial? Sebelum memulai pembahasan tersebut, tahukah kamu yang dimaksud dengan literasi finansial atau keuangan?

Literasi keuangan sendiri mengacu pada kemampuan maupun pemahaman yang dimiliki seseorang guna memiliki skills untuk mengelola finansialnya dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan memiliki ilmu literasi finansial, maka kamu dapat dengan baik memanfaatkan serta mengelola keuangan dengan lebih bijak yang termasuk di dalamnya seperti pengelolaan uang pribadi, penganggaran, investasi, hingga perencanaan keuangan.

Untuk memiliki gambaran apa saja contoh literasi finansial, simak di bawah ini beberapa penerapan literasi keuangan yang harus kamu ketahui!

7 Contoh Literasi Finansial di Kehidupan Sehari-hari serta Manfaatnya!

Berikut ini beberapa contoh literasi keuangan dan penerapannya di kehidupan sehari-hari:

1. Hadir di Berbagai Jenis Tabungan

Contoh Literasi Finansial

pexels

Berbeda dengan sekarang, dulu ketika seseorang ingin menabung, yang harus dilakukan adalah pergi ke bank dan membuka rekening.

Kemudian, di bank tersebut akan ditawarkan tabungan dengan limit kecil, menengah, hingga besar dengan pilihan terbatas yang pada umumnya diterapkan di semua bank.

Namun, dengan perkembangan teknologi, OJK atau Otoritas Jasa Keuangan merasa bahwa selama beberapa tahun terakhir, tingkat literasi finansial masyarakat Indonesia sudah mengalami perkembangan.

Oleh sebab itu, banyak lembaga keuangan yang mulai lebih percaya diri untuk memberikan dan menawarkan jenis tabungan berbeda sesuai dengan fungsinya masing-masing.

2. Partisipasi Aktif Masyarakat di Sektor Keuangan

contoh literasi finansial Partisipasi Aktif Masyarakat di Sektor Keuangan

pexels

Dengan adanya perkembangan teknologi dan serba digital saat ini menjadi sangat krusial dalam perkembangan literasi keuangan masyarakat. Di mana, segala informasi terkait finansial dapat dengan mudah didapatkan melalui internet.

Selain itu, informasi-informasi tersebut juga tidak harus berasal dari pemerintah maupun perusahaan saja.

Tapi, dengan mudahnya akses media sosial saat ini, setiap orang dapat dengan mudah membagikan opini dan pengetahuan mereka terkait keuangan dengan mudah.

Dengan banyaknya partisipasi masyarakat tersebut juga menjadi penanda bahwa tingkat literasi keuangan sebuah negara semakin membaik.

Informasi tersebut dapat dengan mudah di akses melalui berbagai platform media sosial, seperti Twitter, Instagram, dan sebagainya.

3. Kesadaran untuk Menabung sejak Dini

contoh literasi finansial Kesadaran untuk Menabung sejak Dini

pexels

Selanjutnya, kesadaran untuk menabung sejak dini oleh masyarakat. Hal ini menjadi sangat krusial untuk mempopularkan pengetahuan untuk mulai menabung walaupun masih anak-anak untuk masa depan.

Proses ini sendiri juga mendorong anak tersebut untuk mampu memiliki pola pikir bahwa menabung itu penting dan dapat dimulai dari nominal sekecil apa pun.

Tujuan menabung sendiri berbeda pada tiap orang. Namun, dengan menabung maka akan adanya pengelolaan uang surplus guna mencapai tujuan tersebut.

4. Investasi

investasi - contoh literasi finansial

pexels

Di tengah masyarakat, investasi sendiri memiliki stigma, di mana banyak orang menganggap bahwa investasi hanya dapat dilakukan oleh orang kaya saja dan memiliki aset yang besar.

Padahal, saat ini sendiri investasi dapat dilakukan oleh semua orang dan tidak memerlukan nominal yang besar.

Seperti saat ini, di mana semakin banyaknya produk investasi dengan modal awal yang lebih terjangkau sampai bahkan hanya sebesar Rp 10.000 saja.

Banyak lembaga keuangan pula yang juga berlomba-lomba membuat program investasi yang lebih aman guna menargetkan para investor pemula.

5. Memutar Uang Pinjaman untuk Hal Produktif

Contoh literasi finansial selanjutnya sendiri dapat dilihat dari kemampuan seseorang untuk memutar uang pinjaman.

Meminjam uang sering kali memiliki stigma yang buruk di tengah masyarakat, padahal pada situasi tertentu guna mengembangkan kondisi finansial pribadi, proses ini menjadi salah satu faktor penting jika dimanfaatkan dengan baik.

Salah satunya adalah dengan memanfaatkannya untuk hal yang produktif dan bukan untuk keperluan yang sifatnya konsumtif.

Seperti contohnya, ketika bisnis yang kamu jalani sedang berada di titik puncak, namun kamu belum memiliki modal yang cukup untuk melakukan ekspansi. Proses meminjam uang bisa menjadi solusi yang tepat guna memajukan bisnis yang kamu jalani.

6. Produk Keuangan Digital menjadi Gaya Hidup

Salah satu bentuk literasi keuangan digital dapat dilihat melalui produk keuangan digital yang sering kita gunakan setiap harinya. Mulai dari e-money, pay later, hingga pinjaman online.

Adanya pandemi Covid-19 mendorong kemajuan teknologi di banyak bidang, tidak terkecuali keuangan digital yang membuat masyarakat menjadi lebih memahami pentingnya transaksi non-tunai yang dapat diakses dengan mudah melalui gadget.

Karena meningkatnya literasi keuangan masyarakat, banyak instansi jasa keuangan yang muncul mengeluarkan produknya masing-masing.

Penggunaan produk keuangan digital sendiri juga memiliki keuntungannya tersendiri, yaitu kemudahan untuk melakukan pelacakan proses keluar masuknya uang.

7. Memilih Lembaga Keuangan Syariah secara Selektif bagi Umat Muslim

Berdasarkan data hasil survei OJK, literasi keuangan syariah dari masyarakat Indonesia di tahun 2022 sendiri masih berada di angka 9,14%. Walaupun angkanya masih belum memuaskan, namun jika dibandingkan dengan tahun 2019 sudah mengalami peningkatan.

Peningkatan ini sendiri bukan tanpa alasan, salah satunya adalah karena semakin banyaknya lembaga dan juga masyarakat yang aktif mengampanyekan hal-hal seputar keuangan syariah.

Salah satu contoh literasi keuangan syariah adalah masyarakat muslim yang memiliki preferensi untuk memilih layanan perbankan maupun pembiayaan dengan basis syariah.

Aspek Literasi Finansial

Setelah mengetahui apa saja contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, berikut ini ada aspek literasi keuangan yang masing-masing memiliki tujuan serta penjelasannya tersendiri.

1. Basic Personal File

Aspek pertama, yaitu dasar keuangan pribadi atau basic personal finance. Aspek ini sendiri meliputi berbagai hal yang bersangkutan dengan pemahaman dasar seseorang mengenai sistem keuangan.

Seperti contohnya, perhitungan bunga sederhana, bunga majemuk, inflasi, opportunity cost, time value of money atau nilai waktu, likuiditas aset, dan masih banyak lagi.

2. Money Management

Aspek selanjutnya, pengelolaan keuangan atau money management yang berkaitan dengan bagaimana seseorang mampu mengelola keuangannya sendiri.

Hal ini yang berarti bahwa semakin tinggi kemampuan literasi finansial seseorang, maka secara langsung juga semakin baik pula kemampuan seseorang untuk mengelola keuangannya sendiri atau bahkan perusahaan.

3. Saving and Investment

Selanjutnya saving atau tabungan yang merupakan penyisihan sebagian dari pendapatan yang kamu miliki untuk mencapai tujuan yang di miliki dan tidak digunakan untuk kegiatan konsumsi.

Sedangkan, investasi atau investment sendiri merupakan bagian dari tabungan yang dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi guna menghasilkan barang serta jasa.

Seperti contohnya, investasi saham, reksadana, deposito, obligasi, P2P atau Peer to Peer Lending, dan sebagainya.

4. Risk Management

Aspek selanjutnya, yaitu risk management atau manajemen risiko. Risiko bukanlah sesuatu yang dapat diprediksi dan dapat muncul akibat adanya ketidakpastian.

Oleh sebab itu, memiliki manajemen risiko yang baik dapat membantu dalam meminimalisir risiko yang mungkin saja dialami serta mengoptimalkan keuntungan yang bisa didapatkan.

5. Credit and Debt Management

Aspek terakhir dari literasi keuangan adalah pengelolaan kredit dan pinjaman. Ini mencakup berbagai kegiatan yang saling berhubungan untuk mengelola kredit dengan baik.

Pengelolaan kredit melibatkan beberapa langkah penting, seperti menilai kelayakan kredit, menyusun kebijakan kredit, dan memantau serta mengendalikan kredit.

Penilaian kelayakan kredit adalah proses di mana bank menilai apakah calon peminjam mampu membayar kembali pinjaman berdasarkan riwayat kredit, pendapatan, dan aset.

Kebijakan ini harus dirancang dengan hati-hati untuk memastikan bahwa pinjaman yang diberikan aman dan menguntungkan.

Pemantauan dan pengendalian kredit adalah langkah penting untuk memastikan bahwa pinjaman dikelola dengan baik dan mengambil tindakan jika ada masalah.

Manfaat Mempelajari Literasi Finansial

Setelah mengetahui contoh dan aspeknya yang penting bagi kehidupan sehari-hari. Berikut ini manfaat mempelajari literasi keuangan, sebagai berikut.

1. Pengelolaan Uang yang Baik

Dengan memiliki literasi finansial yang baik, maka seseorang juga dapat mengelola uang dengan lebih baik.

Termasuk dalam pengaturan cash flow bulanan, mempersiapkan dana darurat, asuransi, hingga investasi.

Secara sederhana, jika seseorang memiliki literasi finansial yang baik, maka ia tidak akan mengalami kesulitan untuk membuat keputusan terkait strategi yang tepat untuk mencapai tujuan dan mengembangkan kondisi finansial yang dimiliki.

2. Pemilihan Bijak Membelanjakan Uang

Manfaat selanjutnya, seseorang dapat dengan bijak membelanjakan uang jika memiliki keterampilan dalam literasi finansial, seperti membeli produk maupun jasa keuangan.

Pemilihan yang bijak mampu meningkatkan taraf hidup secara signifikan karena orang tersebut mampu mengelola dan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki dengan baik.

3. Pendistribusian Kekayaan yang Lebih Merata

Selanjutnya, dengan adanya literasi keuangan yang baik maka dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Pada umumnya, banyak orang kaya melakukan investasi melalui lembaga keuangan terpercaya yang akan memberikan dampak positif pada ekonomi sekitar.

4. Terhindar dari Penipuan

Terakhir, ilmu literasi finansial juga mampu menghindari seseorang dari risiko penipuan yang dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Dengan memiliki ilmu literasi keuangan yang cukup, kamu akan terhindar dari pihak-pihak yang ingin menipu dan merugikan dirimu secara finansial menggunakan cara apa pun.

Meningkatnya teknologi saat ini juga bukan hanya memberikan dampak positif, tapi juga dampak negatif karena semakin mudahnya pihak tidak bertanggung jawab melakukan penipuan via online, mulai dari pinjaman online ilegal, investasi bodong, dan masih banyak lagi.

Cara Meningkatkan Literasi Finansial

Tingkat literasi finansial yang tinggi dapat membantu seseorang mencapai tujuannya dengan lebih cepat khususnya dalam aspek keuangan. Namun, bagaimana cara meningkatkan literasi keuangan? Simak di sini!

  • Menyediakan waktu dan berkomitmen untuk terus belajar seputar keuangan.

  • Membuat serta mengevaluasi catatan finansial secara rutin setidaknya seminggu sekali.

  • Berdiskusi dengan orang lain yang memiliki pemahaman lebih mendalam seputar literasi finansial.

  • Mampu belajar dari pengalaman serta uji coba dan belajar dari kesalahan yang dilakukan sebelumnya.

  • Melakukan konsultasi secara langsung dengan pakar perencana finansial.

  • Memiliki tekad dan menunjukkan sikap yang kuat untuk meraih tujuan finansial yang ingin dicapai.

Langkah Meningkatkan Literasi Finansial

Untuk membantu sahabat MyProtection dalam proses meningkatkan ilmu literasi finansialnya, berikut ini langkah-langkah dalam meningkatkan literasi keuangan.

1. Pendidikan & Pengetahuan

Langkah pertama, adalah memiliki pendidikan dan pengetahuan seputar literasi finansial yang bisa di dapat melalui buku, artikel, kursus, maupun seminar.

Topik-topik yang berkaitan dengan keuangan, mulai dari anggaran, tabungan, investasi, hutang hingga asuransi yang dapat membantu kamu lebih memahami proses finansial dan istilah-istilah keuangan.

2. Membuat Anggaran

Selanjutnya, membuat anggaran yang menjadi tahapan penting di proses pengelolaan finansial seseorang.

Dengan membuat anggaran yang baik, kamu dapat dengan mudah melakukan analisis pada setiap pengeluaran dan pendapatan milikmu serta mengalokasikan dana dengan lebih bijak.

Pencatatan ini juga dapat membantu sahabat MyProtection menyisihkan sisa pendapatan untuk ditabung dan berbagai keperluan darurat lainnya.

3. Pengelolaan Hutang

Pengelolaan hutang melibatkan pemahaman mendalam jenis serta bunga hutang yang kamu miliki.

Setelah itu, membuat rencana untuk membayarnya secara teratur dan menghindari menambah hutang jika tidak mendesak. Dahulukan hutang dengan suku bunga yang lebih tinggi terlebih dahulu untuk mengurangi beban.

Selanjutnya, menabung serta investasi yang dapat dilakukan guna mencapai tujuan tabungan, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Memiliki pemahaman seputar investasi yang sesuai dengan profil risiko kamu, dan konsultasikan bersama ahli keuangan jika kamu ingin menggunakan opsi investasi yang lebih kompleks.

4. Asuransi & Proteksi

Literasi finansial juga dapat dilihat bagaimana seseorang memiliki pemahaman tentang kebutuhan asuransinya dan jenis asuransi apa saja yang tersedia.

Asuransi bermanfaat untuk memberikan perlindungan bagi diri dan juga aset yang dimiliki berdasarkan ketentuan polis asuransi yang tersedia.

5. Pemantauan & Evaluasi

Melakukan pemantauan dan evaluasi finansial secara berkala. Hal ini termasuk anggaran, tabungan, hingga investasi yang kamu miliki secara rutin.

Menyesuaikan rencana finansial yang kamu miliki melalui perubahan gaya hidup maupun tujuan yang ingin dicapai.

Selanjutnya, melakukan pengamatan perkembangan keuangan yang kamu miliki secara teratur dan jika perlu lakukan evaluasi dan perbaikan.

6. Menggunakan Teknologi Keuangan

Perkembangan teknologi juga berdampak pada sektor keuangan, untuk dapat membantu dapat proses pengelolaan uang, platform serta aplikasi keuangan saat ini dapat mempermudah proses tersebut.

Melalui aplikasi ini, kamu dapat memiliki banyak fitur mulai dari pemantauan pengeluaran, reminder untuk tagihan serta manajemen portofolio investasi sehingga semuanya dilakukan secara otomatis.

7. Diskusi & Kolaborasi

Terakhir, proses diskusi serta kolaborasi. Dalam pengelolaan keuangan yang baik, berdiskusi bersama keluarga maupun pasangan hidup dapat menyelesaikan banyak masalah guna mencapai kesepakatan finansial bersama.

Selain itu, kamu juga dapat bergabung dengan berbagai komunitas maupun forum online yang membahas seputar finansial dan literasi keuangan untuk memiliki pemahaman mendalam seputar topik tersebut.

Nah, itulah berbagai contoh literasi finansial dalam kehidupan sehari-hari dan mengapa literasi keuangan sendiri menjadi penting dan krusial bagi diri sendiri dan juga negara.

Dengan tingginya literasi finansial yang dimiliki, maka pengelolaan uang yang dimiliki seseorang juga akan menjadi lebih baik. Seseorang juga akan menjadi lebih bijak dalam mengatur keuangannya.

Seperti salah satunya dengan berinvestasi yang hasilnya tidak dapat dirasakan secara langsung. Namun, investasi akan sangat bermanfaat di masa depan. Sama dengan asuransi yang dapat menjadi solusi perlindungan kesehatan yang tepat.

Salah satu rekomendasinya adalah Perlindungan Kesehatan Prima yang memiliki banyak keunggulan produk, seperti:

  • Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin dan obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan

  • Santunan Tunai Harian Rawat Inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan

  • Pilihan Manfaat Rawat Inap dan Rawat Jalan sesuai kebutuhan

  • Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia

  • 24 jam Contact Center dan Case Monitoring

  • Layanan eksklusif Personal Medical Assistance

  • Laporan perhitungan klaim via email

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. 

Baca Artikel
Semua Kategori
5 mins read • 16/05/2023
Tips Beli Tiket Konser Agar Keuangan Tetap Aman

Hi, Sahabat MyProtection!

Akhir-akhir ini, hampir setiap hari kita mendengar berita mengenai artis dalam & luar negeri yang akan menggelar konser di Indonesia. Salah satunya seperti Coldplay & The 1975. Tiket konser yang dijual pun memiliki harga yang berbeda-beda, mulai dari ratusan ribu hingga belasan juta rupiah.

Membeli tiket konser tentunya merupakan pengeluaran tak terduga. Lalu, bagaimana caranya menjaga keuangan tetap aman sekaligus kamu bisa menikmati konser? Berikut ulasannya!

Tentukan prioritas pengeluaran

Self-reward memang perlu, misalnya pergi ke konser. Hanya saja, jangan sampai kebutuhan prioritas yang mendesak jadi terbengkalai karena kamu membeli tiket konser. Pastikan kamu telah menyelesaikan kebutuhan utama sebelum membeli tiket konser

Siapkan anggaran

Jika kamu telah memutuskan untuk membeli tiket konser, maka tentukan anggaran atau rincian pengeluaran untuk kebutuhan konser. Misalnya harga tiket, akomodasi, dan biaya makan. Kamu bisa menyesuaikan tiket yang dibeli dengan budget yang kamu miliki. Lalu, kamu juga bisa mengurangi budget dengan memilih akomodasi (hotel & transportasi) yang lebih terjangkau.

Hindari menggunakan pinjaman online (pinjol)

Pergi ke konser artis favoritmu memang seru. Namun, jika kamu berencana menggunakan pinjaman online atau pinjol untuk membeli tiket konser, MyProtection sarankan agar kamu mempertimbangkan pilihan ini baik-baik. Biasanya, pinjol akan mengenakan bunga harian yang cukup tinggi. Sehingga kamu akan mengeluarkan biaya yang jauh lebih besar dibanding kamu membayar tiket secara langsung dengan kartu kredit atau debit.

Beli tiket presale di situs resmi

Salah satu tips hemat untuk pengeluaran pergi ke konser adalah membeli tiket presale atau early bird. Umumnya tiket presale atau early bird akan dijual lebih murah dibandingkan dengan harga tiket normal. Penjualannya pun akan dilakukan lebih dulu daripada pembelian tiket regular/normal.

Namun, pastikan kamu membeli tiket di situs atau partner resmi yang dipilih oleh artis dan promotor. Jangan sampai tergiur membeli tiket melalui pihak ketiga yang belum terjamin kredibilitasnya. Apalagi saat ini marak terjadi penipuan tiket konser.

Sisihkan tabungan untuk pengeluaran tak terduga di masa depan

Selain keempat poin di atas, salah satu langkah untuk menjaga keuangan tetap aman meskipun kamu rajin beli tiket konser adalah menyisihkan dana untuk kebutuhan hiburan/tak terduga sedari awal. Kamu bisa menyisihkan sebagian kecil dana tiap bulannya. Agar keperluan pergi konsermu tidak menggangu kebutuhan harian lainnya.

Selain kelima poin di atas, pastikan kamu selalu #AmanNyaman kapan pun, dimana pun bahkan saat pergi ke konser dengan pilihan perlindungan kesehatan, perjalanan, maupun kecelakaan diri dari MyProtection!

Informasi mengenai asuransi kesehatan cashless dengan layanan dokter online & jaringan rekanan luas, kamu bisa cek Perlindungan Kesehatan Prima (psst, kamu bisa dapatkan diskon s.d 25% di sini) dan HealthPlus Family.

Sedangkan, jika konser yang akan kamu datangi berada di luar kota/negeri, lengkapi proteksimu dengan asuransi kecelakaan diri & asuransi perjalanan dalam negeri serta internasional

Selamat menikmati konser dengan #AmanNyaman, Sahabat MyProtection!

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca Artikel