Jakarta, 20 April 2020 - MyProtection News
Sebentar lagi umat Muslim akan memasuki bulan yang penuh dengan makna, yaitu bulan Ramadan. Para umat muslim akan berpuasa 30 hari. Tentu saja, bagi Anda yang menjalankan puasa maka dibutuhkan persiapan matang.
Mengikuti imbauan dari Menteri Agama Fachrul Razi dalam Surat Edaran (SE) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan. Khususnya mengurangi aktivitas di luar rumah untuk mengurangi penyebaran COVID-19. Masyarakat juga diminta untuk beribadah dari rumah, termasuk ketika shalat tawarih.
Berikut ini, MyProtection juga punya beberapa tips untuk mempersiapkan puasa di tengah pandemi virus corona.
Untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, Anda bisa membeli bahan makanan untuk 1 – 2 minggu ke depan. Tak perlu memborong seluruh makanan atau panic buying, tetapi belilah produk yang diperlukan dan secukupnya. Anda juga bisa membuat daftar menu buka puasa untuk menghindari membeli produk yang tak dibutuhkan. Jangan lupa menggunakan masker dan cairan antiseptik ketika bepergian ke tempat umum seperti swalayan dan pasar.
Jaga kebersihan peralatan ibadah Anda baik yang lama ataupun baru dengan mencucinya atau menyemprotkan cairan disinfektan. Bagi peralatan berbahan kain, maka Anda bisa mencucinya dengan deterjen dan air lalu menjemurnya di bawah sinar matahari. Bagi peralatan lain selain kain atau serat, dapat disemprotkan dengan cairan disinfektan.
Karena aktivitas di luar rumah dibatasi, maka Anda bisa membuat takjil dan menu sahur di rumah. Selain mengurangi resiko tertular virus, makanan pun bisa terjamin kebersihannya. Walaupun sebagian besar orang tidak bisa melakukan ngabuburit tahun ini, tapi Anda tetap bisa merasakan kebersamaan dengan memasak takjil bersama keluarga atau anak. Anda bisa menemukan berbagai kreasi resep makanan di internet.
Jika Anda harus memesan makanan menggunakan jasa pengantaran, Anda tetap harus selalu waspada. Hindari kontak langsung dengan kurir. Jika Anda memang harus berkontak langsung dengan kurir, maka tetap jaga jarak aman minimal 1 meter. Bersihkan bungkus makanan dengan cairan disinfektan dan tuang isi makanan ke atas piring. Walaupun penularan virus lewat makanan memang tergolong kecil, taka da salahnya berjaga-jaga, bukan?
Ketika berpuasa, khususnya hari pertama, Anda sangat disarankan untuk tidak melewatkan sahur. Sehingga Anda tetap bertenaga ketika menjalani aktivitas sehari-hari. Jangan lupa untuk mencukupi kebutuhan hidrasi dan asupan gizi ketika berbuka puasa.
Ketika puasa, maka Anda tidak bisa mengonsumsi air putih atau makanan lainnya secara normal. Oleh karena itu, jika perlu, Anda bisa mengonsumsi suplemen multivitamin ketika berbuka puasa sehingga daya tahan tubuh tetap terjaga. Jangan lupa, Anda bisa menggunakan Saldo Prima untuk membeli obat/vitamin tanpa resep dokter dan diganti asuransi!
Salam,
Sahabat MyProtection
Jakarta, 23 April 2020 - MyProtection News
Akibat dari pandemi, sebagian besar masyarakat mau tak mau harus berdiam diri di rumah. Kegiatan bekerja dan belajar pun dilakukan di kediaman masing-masing. Kelas online dan meeting online menjadi hal yang lumrah.
Aktivitas konsumsi pun bisa ikut terpengaruh. Tagihan listrik yang mungkin membengkak karena Anda harus rajin mengisi daya laptop dan ponsel. Biaya pulsa pun bertambah karena Anda harus berkomunikasi jarak jauh dengan rekan kerja.
Namun, Anda harus bijaksana dalam mengatur perubahan konsumsi agar kantong tetap aman selama dan sesudah pandemi COVID-19. Belum lagi beberapa perusahaan mulai mengurangi gaji bahkan jumlah karyawan karena terkena imbas dari wabah.
Hal yang harus Anda lakukan adalah mengenali pola konsumsi. Jika Anda sudah menghabiskan waktu beberapa minggu bekerja dari rumah, Anda akan menemukan pola konsumsi sehari-hari. Jika Anda baru mulai bekerja dari rumah, maka Anda perlu mencatat pengeluaran harian.
Setelah mengenali pola konsumsi harian, Anda bisa memilih pengeluaran mana yang bisa dikurangi dan dihemat, bahkan dialihkan. Contohnya, biaya transportasi bulanan Anda bisa disubsidi silang untuk membayar tagihan listrik dan pulsa. Jika Anda tinggal sendiri, maka ini saatnya Anda berhemat dengan membeli bahan makanan di pasar swalayan dan mencoba memasak sendiri.
Kunci utama dari mengelola keuangan Anda di tengah pandemic adalah berhemat dan menabung. Kita tidak pernah tahu bagaimana perkembangan dunia ke depan. Tak ada salahnya berhemat dan menyiapkan dana darurat. Atur prioritas keuangan Anda, lakukan penyesuaian, dan keluarkan uang untuk hal yang diperlukan saja.
Anda bisa menerapkan pola keuangan 50-30-20. 50% dari pendapatan Anda digunakan untuk membayar tagihan dan keperluan pokok seperti listrik, biaya kos, tagihan kartu kredit, dan belanja bulanan. Lalu, 30% dari gaji bisa Anda gunakan untuk membeli keperluan sekunder atau tersier. Terakhir, Anda wajib menyisihkan 20% untuk ditabung atau diinvestasikan. Namun, untuk masa sekarang ini, akan lebih bijak jika Anda memprioritaskan uang untuk ditabung daripada dibelanjakan untuk hal yang tak terlalu penting.
Langkah terakhir untuk menjaga keuangan tetap sehat selama pandemi adalah membuka usaha. Apalagi sebagian orang harus mengalami pengurangan gaji bahkan pemberhentian kerja sementara. Memang tak mudah untuk memulai usaha di tengah situasi sulit seperti ini. Namun, selama ada niat pasti ada jalan.
Anda bisa memulai dengan hal kecil seperti berjualan barang bekas yang masih layak dipakai. Coba periksa baju di lemari dan perabotan rumah Anda yang diam menganggur untuk dijual. Bagi Anda yang jago memasak, bisa juga mencoba untuk berjualan kue dan masakan rumah lainnya. Siapa yang tak ingin menyantap masakan rumah yang bersih, lezat, dan segar?
Semoga Anda dan keluarga sehat dan aman selalu. Anda, tim MyProtection, serta seluruh masyarakat dunia bersama-sama berjuang mengalahkan COVID-19. Putus rantai penyebaran virus dengan berdiam diri di rumah, rajin mencuci tangan dengan air dan sabun, gunakan masker saat bepergian, dan jaga jarak.
Salam,
Sahabat MyProtection
Mioma uteri atau yang dapat disebut dengan fibroid rahim, miom atau leiomyoma merupakan sebuah kondisi medis di mana adanya pertumbuhan tumor jinak pada otot maupun jaringan ikat di rahim.
Walaupun jinak, mioma uteri juga dapat menimbulkan berbagai komplikasi lain yang harus dapat segera ditangani, seperti anemia, gangguan pertumbuhan janin pada ibu hamil, keguguran, sirkulasi darah yang terhambat, dan masih banyak lagi.
Untuk lebih memahami mengenai mioma uteri, penyebab, gejala, hingga penanganan apa saja yang dapat dilakukan, simak ulasan berikut ini!

https://www.alodokter.com/miom
Mioma uteri atau mioma merupakan sebuah kondisi medis di mana terjadi pertumbuhan massa maupun daging di dalam rahim maupun di luar rahim yang sifatnya jinak atau tidak ganas.
Pada umumnya, mioma terjadi pada dinding otot maupun jaringan ikat yang ada di sekitarnya dengan bentuk menonjol ke rongga endometrium atau permukaan rahim dan memiliki ukuran yang bervariasi dan jumlahnya bervariasi.
Sebagian besar kasus mioma pada wanita usia 35 tahun yang terjadi pada umumnya tidak bergejala, dan sebagian kecil lainnya biasanya ditemukan secara tidak sengaja ketika pemeriksaan rutin.
Oleh sebab itu, sangat dianjurkan bagi wanita untuk melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan secara rutin untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan agar mioma yang ada tidak menjadi ganas.
Mioma yang dibiarkan dapat berkembang menjadi ganas walaupun kemungkinannya cukup kecil, dan berubah menjadi kondisi yang disebut dengan leiomiosarkoma yang merupakan salah satu jenis kanker langka dan agresif.
Terdapat pula beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami mioma, seperti:
Sudah berusia lebih dari 40 tahun.
Menstruasi pertama sebelum usia 10 tahun.
Belum pernah hamil sebelumnya (wanita yang sudah pernah memiliki anak pada umumnya lebih jarang terkena mioma).
Memiliki obesitas atau berat badan berlebih.
Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol.
Kebiasaan merokok.
Menggunakan alat kontrasepsi hormonal yang tinggi akan estrogen.
Keturunan Afrika-Amerika yang memiliki kemungkinan 2,9 kali lebih tinggi jika dibandingkan dengan ras Kaukasia.
Riwayat keluarga dengan kondisi mioma uteri.
Kekurangan vitamin D.
Untuk lebih jelasnya, berikut faktor risiko yang dapat dikaitkan dengan kemunculan kondisi medis ini:
Faktor risiko pertama, yaitu ras di mana mioma uteri paling banyak ditemukan pada wanita berkulit hitam dengan angka insidensi 2-3 kali lebih banyak dan paling jarang ditemukan pada wanita Asia.
Perbedaan dalam faktor genetik, pola makan, gaya hidup, stres psikososial, dan paparan lingkungan antara wanita berkulit hitam dan putih diduga berkontribusi terhadap variasi angka kejadian mioma uteri.
Faktor-faktor ini mempengaruhi bagaimana mioma uteri berkembang dan bagaimana gejalanya muncul pada setiap individu. Perjalanan penyakit mioma uteri juga bervariasi di antara ras yang berbeda.
Pada wanita berkulit hitam, mioma uteri cenderung terdiagnosis pada usia yang lebih muda. Selain itu, mioma yang ditemukan pada wanita berkulit hitam biasanya lebih banyak, berukuran lebih besar, dan disertai dengan gejala yang lebih parah dibandingkan dengan ras lainnya.
Gejala yang lebih berat ini dapat mencakup nyeri yang signifikan, perdarahan yang lebih banyak, dan gangguan pada fungsi organ reproduksi. Penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik memainkan peran penting dalam perkembangan mioma uteri.
Wanita berkulit hitam mungkin memiliki predisposisi genetik yang membuat mereka lebih rentan terhadap mioma uteri. Selain itu, pola makan dan gaya hidup juga berkontribusi terhadap perbedaan ini.
Misalnya, diet yang tinggi lemak dan rendah serat dapat meningkatkan risiko mioma uteri. Stres psikososial dan paparan lingkungan juga merupakan faktor penting. Wanita berkulit hitam mungkin lebih sering mengalami stres psikososial yang dapat memengaruhi kesehatan reproduksi mereka. Paparan terhadap polutan lingkungan juga dapat berkontribusi terhadap perkembangan mioma uteri.
Secara keseluruhan, kombinasi dari faktor-faktor ini menyebabkan perbedaan yang signifikan dalam angka kejadian dan perjalanan penyakit mioma uteri antara wanita berkulit hitam dan putih.
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami mekanisme yang mendasari perbedaan ini dan untuk mengembangkan strategi pencegahan dan pengobatan yang lebih efektif.
Risiko pertumbuhan mioma uteri juga meningkat seiring bertambahnya usia, terutama selama masa reproduktif. Mioma uteri tidak ditemukan sebelum seorang wanita mengalami pubertas, dan frekuensinya menurun setelah menopause.
Hal ini disebabkan oleh paparan hormon steroid endogen yang lebih lama, seperti pada wanita yang mengalami menarche lebih awal maupun menopause yang lebih terlambat. Paparan hormon yang lebih lama ini memberikan waktu lebih banyak bagi mioma uteri untuk berkembang.
Mioma uteri dengan gejala klinis yang memerlukan penanganan paling sering ditemui pada masa perimenopause. Pada masa ini, wanita mungkin mengalami gejala seperti nyeri, perdarahan yang berlebihan, serta gangguan pada fungsi organ reproduksi yang memerlukan intervensi medis.
Setelah menopause, angka kejadian mioma uteri menurun dengan cepat. Penurunan ini terjadi karena produksi hormon steroid endogen berkurang secara signifikan setelah menopause, sehingga mioma uteri tidak lagi mendapatkan stimulus hormonal yang diperlukan untuk pertumbuhan.
Secara keseluruhan, faktor usia dan paparan hormon memainkan peran penting pada perkembangan dan perjalanan mioma uteri. Wanita yang mengalami keterlambatan menopause memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan mioma uteri dan mengalami gejala yang memerlukan penanganan medis.
Faktor reproduktif dan endokrin juga terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap terjadinya mioma uteri sesuai dengan patofisiologi dan patogenesis. Faktor ini mencakup berbagai aspek yang berkaitan dengan fungsi reproduksi dan hormon pada tubuh wanita.
Salah satu faktor yang berpengaruh adalah paritas, yang merupakan jumlah kehamilan yang berakhir dengan kelahiran hidup.
Wanita yang belum pernah melahirkan memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan mioma dibandingkan dengan wanita yang sudah pernah melahirkan. Hal ini kemungkinan berkaitan dengan perubahan hormonal yang terjadi selama kehamilan, yang dapat memberikan efek protektif terhadap perkembangan mioma.
Menstruasi dini atau menarche yang terjadi pada usia muda juga menjadi faktor risiko seseorang mengalami kondisi medis ini.
Wanita yang mengalami menstruasi pertama pada usia yang lebih muda memiliki paparan hormon estrogen yang lebih lama sepanjang hidup mereka.
Estrogen merupakan hormon yang diketahui dapat merangsang pertumbuhan mioma uteri, sehingga paparan yang lebih lama dapat meningkatkan risiko terjadinya mioma.
Selain itu, penggunaan kontrasepsi hormonal juga berpengaruh terhadap risiko mioma uteri. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kontrasepsi hormonal, terutama yang mengandung estrogen, dapat meningkatkan risiko mioma.
Secara keseluruhan, faktor-faktor reproduktif dan endokrin memainkan peran penting dalam perkembangan mioma uteri. Pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana faktor-faktor ini berinteraksi dan memengaruhi risiko mioma dapat membantu dalam pengembangan strategi pencegahan dan pengobatan yang lebih efektif.
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengklarifikasi mekanisme yang mendasari hubungan antara faktor-faktor ini dan mioma uteri, serta untuk mengidentifikasi intervensi yang dapat mengurangi risiko bagi wanita yang rentan.
Hubungan antara obesitas dan pertumbuhan mioma uteri masih menunjukkan hasil yang inkonsisten. Beberapa data epidemiologi menunjukkan peningkatan risiko pada individu yang mengalami resistensi insulin, seperti pasien obesitas serta diabetes melitus atau kencing manis.
Resistensi insulin dipercaya memiliki peran dalam perkembangan mioma pada wanita obesitas, ditambah dengan peningkatan kadar IGF-I atau Insulin-like Growth Factor-I dan androgen.
Resistensi insulin merupakan kondisi di mana tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif yang menyebabkan peningkatan kadar insulin dalam darah.
Insulin yang tinggi dapat merangsang produksi Insulin-like Growth Factor-I, yang menjadi faktor pertumbuhan yang mirip dengan insulin.
IGF-I memiliki efek mitogenik, yaitu merangsang pembelahan sel, yang dapat berkontribusi pada pertumbuhan mioma uteri. Selain itu, kadar androgen yang tinggi juga memiliki peran dalam perkembangan mioma, karena androgen dapat diubah menjadi estrogen dalam tubuh, yang kemudian merangsang pertumbuhan mioma.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa IMT atau indeks massa tubuh yang tinggi juga berkaitan dengan mioma uteri, di mana hal tersebut sering kali dijadikan indikator obesitas.
Wanita dengan IMT tinggi juga memiliki kemungkinan memiliki kadar estrogen yang lebih tinggi, karena jaringan adiposa atau lemak dapat menghasilkan estrogen. Peningkatan kadar estrogen tersebut dapat merangsang pertumbuhan mioma uteri.
Namun, hasil penelitian mengenai hubungan antara obesitas dan mioma uteri masih bervariasi. Beberapa studi menunjukkan adanya hubungan yang kuat, sementara yang lain tidak menemukan hubungan yang signifikan.
Faktor-faktor lain seperti genetik, gaya hidup, dan lingkungan juga dapat memengaruhi risiko mioma uteri, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami mekanisme yang mendasari hubungan ini.
Secara keseluruhan, meskipun ada bukti yang menunjukkan bahwa obesitas dan resistensi insulin dapat berkontribusi pada pertumbuhan mioma uteri, hasil penelitian masih belum konsisten.
Pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana faktor-faktor ini berinteraksi dan memengaruhi risiko mioma dapat membantu dalam pengembangan strategi pencegahan dan pengobatan yang lebih efektif.
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengklarifikasi hubungan antara obesitas, resistensi insulin, dan mioma uteri, serta untuk mengidentifikasi intervensi yang dapat mengurangi risiko bagi wanita yang rentan.
Faktor selanjutnya, yaitu gaya hidup mulai dari pola makan, jumlah konsumsi kafein dan alkohol, aktivitas fisik, serta tingkat stres yang diduga memiliki peluang dan potensi membentuk mioma dan mendukung pertumbuhannya.
Walaupun hasil yang jelas terkait pengaruh pola makan terhadap mioma uteri belum dapat dipastikan karena banyaknya bias dan berbagai faktor perancu. Terdapat beberapa hal yang dapat memacu pertumbuhan mioma uteri yang simtomatik, seperti:
Konsumsi makanan dengan indeks glikemik yang lebih tinggi diasosiasikan dengan sedikit peningkatan risiko terbentuknya mioma uteri.
Vitamin A dan D berpotensi memiliki efek yang protektif.
Konsumsi daging merah juga menunjukkan asosiasi positif berkaitan dengan mioma uteri.
Pola makan yang kaya buah dan sayur juga menunjukkan bukti dapat menurunkan risiko mioma.
Selain itu, aktivitas fisik juga dapat membantu dalam menurunkan risiko mioma, khususnya bagi wanita dengan berat badan normal.
Faktor gaya hidup lainnya yang memiliki potensi meningkatkan faktor risiko adalah stres yang dapat meningkatkan risiko terjadi mioma uteri.
Walaupun secara jelas belum dapat diketahui penyebab kondisi medis ini, pertumbuhan mioma pada umumnya berkaitan erat dengan produksi hormon estrogen.
Di mana, selama masa reproduksi mioma menunjukkan pertumbuhan maksimal yang merupakan di saat pengeluaran estrogen tinggi, sehingga cenderung membesar ketika wanita sedang hamil dan ketika wanita memasuki masa menopause akan mengecil.
Beberapa hasil penelitian lain juga menjelaskan bahwa setiap mioma dapat timbul dari satu sel ganas yang ada di antara otot polos di dalam rahim seorang wanita.
Walaupun pada umumnya mioma tidak menimbulkan gejala bagi seseorang yang mengalaminya, terdapat beberapa gejala yang mungkin terjadi, seperti:
Menstruasi dalam jumlah banyak.
Perut terasa penuh dan bertambah besar.
Gangguan berkemih yang diakibatkan mioma yang menekan saluran kemih.
Keluarnya mioma melalui leher rahim yang pada umumnya membuat rasa nyeri hebat dan menimbulkan luka dan terjadinya infeksi sekunder.
Konstipasi yang disebabkan mioma menekan pada bagian bawah usus besar.
Nyeri panggul yang berkepanjangan dan tak kunjung sembuh.
Terdapat beberapa pilihan yang dapat dilakukan untuk mengobati mioma uteri yang dapat dilakukan, yaitu:
Pemberian obat antinyeri seperti paracetamol.
Pemeriksaan fisik dan USG, yang dilakukan setiap 6-8 minggu, digunakan untuk mengawasi pertumbuhan ukuran maupun jumlah mioma. Jika dianggap stabil, maka jadwal observasi akan diubah menjadi 3-4 bulan.
Pengobatan dengan terapi hormonal, menggunakan preparat progestin atau gonadotropin-releasing hormone (GnRH) yang pada umumnya diberikan untuk membantu menjaga kehamilan jika tubuh kurang mampu.
Prosedur miomektomi, yang merupakan prosedur pembedahan untuk mengangkat mioma. Prosedur yang dapat dipertimbangkan jika seorang wanita masih berada di usia muda dan masih ingin memiliki anak.
Prosedur histerektomi, yang merupakan prosedur operasi pengangkatan rahim yang harus dipertimbangkan terlebih dahulu karena jika seorang wanita melakukan prosedur ini, pasien tidak dapat hamil lagi setelahnya.
Terdapat hal-hal yang dapat dilakukan guna mencegah dan menghindari penyakit miom uteri, sebagai berikut.
Melakukan olahraga dan berbagai aktivitas fisik secara rutin dan teratur.
Menggunakan alat kontrasepsi hormonal di bawah pengawasan dokter.
Menghindari kebiasaan merokok maupun mengonsumsi minuman beralkohol.
Menjaga berat badan ideal.
Menjalani pola makan yang lebih sehat dengan mengonsumsi makanan tinggi serat dari sayur dan buah, serta menghindari makanan tinggi lemak dan tinggi gula.
Nah, itulah pembahasan seputar mioma uteri, sebuah kondisi medis yang walaupun jinak dapat berbahaya jika dibiarkan begitu saja. Seperti yang sudah dibahas, pasien yang mengalami kondisi ini juga sering kali tidak merasakan gejalanya dan untuk memastikannya harus melakukan pemeriksaan secara rutin.
Agar kesehatan tubuh sahabat MyProtection tetap terlindungi dan terjaga, kamu juga harus memiliki perlindungan kesehatan yang tepat. Perlindungan Kesehatan Prima hadir yang dapat menjadi solusi perlindungan kesehatan yang tepat bagi diri dan anggota keluarga dengan manfaat tambahan Saldo Prima.
Beberapa keunggulan produk Perlindungan Kesehatan Prima, antara lain:
Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin maupun obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan
Santunan tunai harian Rawat Inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan
Pilihan Manfaat Rawat Inap dan Rawat Jalan sesuai kebutuhan
Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia
24 jam Contact Center dan Case Monitoring
Layanan eksklusif Personal Medical Assistance
Laporan perhitungan klaim via email
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Mobil double cabin berbeda dengan mobil biasa merupakan jenis kendaraan yang memiliki kabin ganda di bagian belakangnya.
Jenis mobil ini menawarkan kabin tambahan yang dapat digunakan baik untuk menampung lebih banyak penumpang maupun muatan tambahan, yang membuatnya ideal untuk berbagai keperluan yang membutuhkan banyak ruang.
Lalu, apa saja rekomendasi mobil double cabin terbaik yang dapat kamu pilih beserta keunggulannya masing-masing hingga harganya saat ini? Simak penjelasannya berikut ini!
Mitsubishi New Triton merupakan mobil double cabin yang dilengkapi dengan mesin diesel 4D65 dengan konfigurasi DOHC 4 cylinder 16 katup Direct Diesel Injection dengan kapasitas 2.442 cc yang dioptimalkan dengan intercooler dan turbocharger dan mampu menghasilkan tenaga 131 dk dan torsi Nm.
Bukan hanya itu, mobil ini juga dilengkapi fitur ABS, Dual SRS Airbag, sistem audio 2 din, serta berbagai fitur canggih lainnya yang bisa kamu dapatkan dengan harga Rp 258 juta hingga Rp 488 juta di pasaran.
Toyota New Hilux hadir dengan dua varian yang dapat kamu pilih, yaitu single cabin dan double cabin. Varian double cabin mobil ini juga memiliki dua pilihan mesin, yaitu Variable Valve Timing-Intelligent (bensin) serta D-4D Direct 4 Stroke Diesel Turbo Common Rail (diesel).
Dikemas dengan berbagai fitur canggih, mobil double cabin ini sudah dilengkapi dengan head unit berlayar sentuh 6 inci, fitur tiga airbag di bagian depan dan dua side curtain airbag, ABS & EBD, hingga Hill Start Assist Control, dan Vehicle Stability Control.
Bukan hanya itu, untuk mendukung kebutuhan mengangkut barang bawaan, mobil double cabin ini juga memiliki struktur bak yang luas dan kuas. Toyota New Hilux saat ini dibanderol dengan harga mulai dari Rp 231 juta hingga Rp 485 juta.
Isuzu D-Max yang merupakan mobil double cabin memiliki mesin dengan kapasitas 2.999 cc dan mampu menghasilkan tenaga maksimum 136 Ps pada 3400 rpm serta torsi maksimum 30 kgm pada 1400 – 3000 rpm.
Keunikan dari Isuzu D-Max adalah sistem twitching yang dapat diaktifkan menggunakan sistem tombol yang diputar, memberikan fleksibilitas penggunaan di berbagai medan sehingga cocok untuk digunakan di berbagai medan.
Untuk mendapatkannya, harga mobil Isuzu D-Max sendiri dibanderol dari harga mulai dari Rp 259 juta hingga Rp 539 juta.
Selanjutnya, Ford Ranger yang juga dikatakan sebagai salah satu mobil double cabin terbaik di dunia dengan kapasitas mesin 2,2 liter dan 3,2 liter dan tetap menawarkan efisiensi bahan bakar ketika berkendara.
Mampu menghasilkan tenaga hingga 310 lb-ft, Ford Ranger juga didukung oleh sistem penggerak All Wheel Drive yang memungkinkan kendaraan ini untuk mengangkut barang di berbagai medan.
Mobil yang cocok dibawa offroad maupun onroad ini bisa kamu dapatkan di pasaran dengan harga mulai dari Rp 460 juta hingga Rp 545 juta.
Mobil double cabin selanjutnya yang dilengkapi dengan intercooler turbo-diesel berkapasitas 2.488 cc, yaitu Nissan Navara.
Nissan Navara telah dilengkapi dengan Nissan Intelligent Key dengan Push Button Ignition, Meter Cluster dengan TFT Display, roda kemudi dengan tombol untuk mengatur audio, cruise control, hingga Bluetooth.
Mobil ini juga memiliki sistem yang dapat mengatur pilihan baik 2WD dan 4WD dengan twist dial di kecepatan 100 km/jam. Mobil ini dibanderol dengan harga mulai dari Rp 448 juta hingga Rp 551 juta di pasaran.
Nah, itulah pembahasan seputar 5 rekomendasi mobil double cabin yang mampu banyak barang dan cocok untuk dibawa untuk perjalanan jauh. Semoga bermanfaat!
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan