Jakarta, 20 April 2020 - MyProtection News
Sebentar lagi umat Muslim akan memasuki bulan yang penuh dengan makna, yaitu bulan Ramadan. Para umat muslim akan berpuasa 30 hari. Tentu saja, bagi Anda yang menjalankan puasa maka dibutuhkan persiapan matang.
Mengikuti imbauan dari Menteri Agama Fachrul Razi dalam Surat Edaran (SE) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan. Khususnya mengurangi aktivitas di luar rumah untuk mengurangi penyebaran COVID-19. Masyarakat juga diminta untuk beribadah dari rumah, termasuk ketika shalat tawarih.
Berikut ini, MyProtection juga punya beberapa tips untuk mempersiapkan puasa di tengah pandemi virus corona.
Untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, Anda bisa membeli bahan makanan untuk 1 – 2 minggu ke depan. Tak perlu memborong seluruh makanan atau panic buying, tetapi belilah produk yang diperlukan dan secukupnya. Anda juga bisa membuat daftar menu buka puasa untuk menghindari membeli produk yang tak dibutuhkan. Jangan lupa menggunakan masker dan cairan antiseptik ketika bepergian ke tempat umum seperti swalayan dan pasar.
Jaga kebersihan peralatan ibadah Anda baik yang lama ataupun baru dengan mencucinya atau menyemprotkan cairan disinfektan. Bagi peralatan berbahan kain, maka Anda bisa mencucinya dengan deterjen dan air lalu menjemurnya di bawah sinar matahari. Bagi peralatan lain selain kain atau serat, dapat disemprotkan dengan cairan disinfektan.
Karena aktivitas di luar rumah dibatasi, maka Anda bisa membuat takjil dan menu sahur di rumah. Selain mengurangi resiko tertular virus, makanan pun bisa terjamin kebersihannya. Walaupun sebagian besar orang tidak bisa melakukan ngabuburit tahun ini, tapi Anda tetap bisa merasakan kebersamaan dengan memasak takjil bersama keluarga atau anak. Anda bisa menemukan berbagai kreasi resep makanan di internet.
Jika Anda harus memesan makanan menggunakan jasa pengantaran, Anda tetap harus selalu waspada. Hindari kontak langsung dengan kurir. Jika Anda memang harus berkontak langsung dengan kurir, maka tetap jaga jarak aman minimal 1 meter. Bersihkan bungkus makanan dengan cairan disinfektan dan tuang isi makanan ke atas piring. Walaupun penularan virus lewat makanan memang tergolong kecil, taka da salahnya berjaga-jaga, bukan?
Ketika berpuasa, khususnya hari pertama, Anda sangat disarankan untuk tidak melewatkan sahur. Sehingga Anda tetap bertenaga ketika menjalani aktivitas sehari-hari. Jangan lupa untuk mencukupi kebutuhan hidrasi dan asupan gizi ketika berbuka puasa.
Ketika puasa, maka Anda tidak bisa mengonsumsi air putih atau makanan lainnya secara normal. Oleh karena itu, jika perlu, Anda bisa mengonsumsi suplemen multivitamin ketika berbuka puasa sehingga daya tahan tubuh tetap terjaga. Jangan lupa, Anda bisa menggunakan Saldo Prima untuk membeli obat/vitamin tanpa resep dokter dan diganti asuransi!
Salam,
Sahabat MyProtection
Penting bagi kualitas hidup seseorang, terdapat beberapa faktor yang memengaruhi kebugaran jasmani seseorang, seperti usia, jenis kelamin, asupan gizi, dan masih banyak lagi.
Untuk membantu sahabat MyProtection lebih memahami topik tersebut, melalui artikel ini kita akan membahas lebih mendalam mengenai apa saja faktor yang memengaruhi kebugaran jasmani seseorang. Simak selengkapnya!
pexels
Kebugaran jasmani dapat menjadi indikator apakah seseorang dalam keadaan sehat dan mampu menjalani kehidupan sehari-hari dengan optimal atau tidak.
Bukan hanya melalui penampilan fisiknya, faktor-faktor lainnya seperti koordinasi tubuh, kelincahan, kekuatan, dan masih banyak lagi juga dapat mendukung dan memengaruhi kebugaran jasmani.
Usia menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kebugaran jasmani seseorang. Hal ini dikarenakan dengan seiring bertambahnya usia, maka fungsi organ maupun daya tahan tubuh seseorang akan cenderung semakin menurun.
Bukan hanya itu, semakin bertambahnya usia seseorang juga dapat memengaruhi komposisi dan kelenturan tubuh yang disebabkan oleh menurunnya elastisitas otot yang memegang peran penting pada kedua hal tersebut.
Dalam Jurnal Universitas Negeri Semarang, Heri Siswanto menyatakan bahwa setiap tingkatan umur memiliki tataran tingkat kebugaran jasmani yang berbeda.
Di mana, untuk puncak tenaga dicapai seseorang menjelang akhir umur dua puluh tahun dan puncak daya tahan tubuh dicapai seseorang di umur setengah baya.
Oleh sebab itu, untuk menjaga kebugaran jasmani seseorang, penting juga untuk mengadaptasi program olahraga maupun aktivitas fisik yang dilakukan sesuai dengan kondisi dan usia tubuh yang berbeda pada tiap individu.
Dengan rajin berolahraga, kecepatan penurunan kebugaran jasmani seseorang dapat diperlambat hingga setengahnya.
Faktor yang memengaruhi kebugaran jasmani seseorang selanjutnya adalah genetik atau keturunan, seperti postur tubuh, sel darah, metabolisme, hingga kapasitas jantung yang berkaitan erat dengan kesehatan tubuh seseorang.
Dalam peran kebugaran jasmani bagi tubuh dibahas juga mengenai pentingnya daya tahan kardiorespirasi atau kardiovaskular dalam kebugaran jasmani yang dapat dilihat melalui indikator VO2 max yang baik.
Melalui penjelasannya, terdapat beberapa faktor fisiologis yang dapat memengaruhi daya tahan cardiorespirasi ini, salah satunya adalah faktor genetik yang menentukan 93,4% VO2 max.
Lebih lanjut, terdapat bukti-bukti kuat yang membuat genetik menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kebugaran jasmani (Utari, 2007). Di mana, genotipe atau susunan genetik lengkap seseorang dan memengaruhi komponen kesegaran jasmani yang berbeda dengan berbagai jalan.
Pengaruh keturunan terhadap lemak tubuh sebesar 25%, kesegaran otot sebesar 20 hingga 40%, serta kesegaran kardiovaskular sebesar 10 hingga 25% yang dibandingkan pada orang-orang yang tidak terlatih.

pexels
Jenis kelamin yang terbagi menjadi dua antara wanita dan pria juga dapat menjadi faktor yang memengaruhi kebugaran jasmani. Hal ini dikarenakan keduanya memiliki postur dan proporsi tubuh yang berbeda antara satu sama lain.
Dibandingkan wanita, kekuatan otot pria cenderung lebih besar jika dilihat melalui proporsi tubuhnya yang disebabkan perbedaan signifikan terhadap pertumbuhan dan perkembangan ototnya selama masa pubertas.
Salah satu penentu utama yang membedakan tingkat kebugaran jasmani antara laki-laki dan perempuan adalah sekresi hormon testosteron dan estrogen.
Testosteron yang dihasilkan dapat meningkatkan jumlah dan ukuran serat otot serta memperbanyak mitokondria dalam sel sehingga jaringan aktif d dalam sel dapat meningkat dan ATP atau Adenosin Triposfat yang dihasilkan pun lebih banyak.
Banyaknya ATP yang berperan penting sebagai sumber energi utama dalam sel dapat menghasilkan energi yang lebih banyak pula dan dapat meningkatkan tingkat kebugaran jasmani seseorang.
Berbeda dengan perempuan yang memiliki lebih sedikit hormon testosteron yang menyebabkan ATP yang dihasilkan juga lebih sedikit jika dibandingkan dengan laki-laki yang membuat tingkat kebugaran jasmaninya berbeda.
Konsumsi makanan juga menjadi salah faktor pengaruh kebugaran jasmani yang penting. Untuk menjaga kebugaran tubuh, nutrisi yang cukup dan seimbang sangatlah krusial, mulai dari karbohidrat, protein, vitamin, hingga mineral.
Lubna, Al-Ghifari, dan Kosnayani (2023) menyatakan terdapat hubungan antara pola makan dan status gizi dengan tingkat kebugaran jasmani, di mana dengan pola makan yang baik dapat memengaruhi kemampuan aktivitas fisik seseorang.
Hasil penelitiannya membuktikan bahwa terdapat hubungan antara status gizi seseorang dengan tingkat kebugaran jasmaninya. Di mana, seseorang yang kekurangan gizi akan memiliki tingkat kebugaran jasmani yang lebih rendah dibandingkan dengan seseorang dengan gizi yang baik.
Seseorang dengan status gizi kurang juga akan memiliki nilai VO2 max yang lebih rendah dan memengaruhi tingkat kebugaran jasmaninya karena tubuhnya tidak mampu menyediakan energi untuk melakukan aktivitas.
Oleh sebab itu, mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang sangatlah penting bagi kebugaran jasmani karena mampu menyediakan energi, nutrisi, serta menjaga fungsi organ tubuh lebih optimal.
pexels
Rutin melakukan aktivitas fisik juga dapat membantu menjaga dan meningkatkan kebugaran fisik seseorang, seperti berolahraga secara konsisten.
Melakukan aktivitas fisik mulai dari intensitas sedang hingga tinggi juga dapat membantu dalam membangun massa dan kelenturan otot yang menjadi salah satu indikasi kebugaran jasmani seseorang.
Menurut WHO atau World Health Organization yang termasuk aktivitas fisik adalah gerak tubuh yang dihasilkan otot rangka dan memerlukan energi yang dapat dilakukan dengan intensitas yang berbeda (Adhianto & Arief, 2021).
Lebih lanjut, WHO juga menyatakan salah satu indikator kebugaran jasmani seseorang yang dapat diamati adalah daya tahan kardiovaskular, yang berarti kemampuan seseorang dalam menahan beban pada sistem kardiovaskular.
Pernyataan tersebut kemudian juga didukung oleh National Institutes on Aging yang menjelaskan bahwa latihan daya tahan kardiovaskular dapat meningkatkan kesehatan dan kebugaran seseorang.
Dengan begitu, daya tahan kardiovaskular juga dapat menjadi tolak ukur dari kebugaran jasmani seseorang.
Beberapa olahraga yang dapat dilakukan bagi sahabat MyProtection yang ingin mengoptimalkan kebugaran jasmaninya adalah lari pagi, angkat beban, senam aerobik, hingga bersepeda.
Mendapatkan tidur atau istirahat yang cukup juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kesehatan jasmani dan sering kali disepelekan.
Walaupun aktivitas fisik sangatlah krusial untuk kebugaran jasmani, melakukannya sangat menguras energi yang membuat waktu istirahat penting untuk memulihkan tenaga dan kekuatan tubuh.
Setiap harinya, disarankan untuk mendapatkan waktu tidur yang cukup dengan minimal 7 hingga 9 jam sehari untuk menjaga kebugaran tubuh.
Seseorang yang tidak mendapatkan istirahat dengan cukup menurut Jhonson & Tulin dapat mengalami penurunan suasana hati, tenaga melemah, kesiapan mental yang berkurang, hingga mematikan kreativitas.
Ketika durasi tidur terpenuhi, terdapat dampak positif yang dapat diterima oleh kesehatan tubuh. Di mana, segala fungsi vital tubuh akan berkurang, aktivitas pada tingkat metabolisme juga akan diturunkan.
Oleh sebab itu, mendapatkan istirahat yang cukup menjadi krusial bukan hanya bagi aspek fisik seseorang, namun juga aspek psikologisnya.
Kesehatan mental juga dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kebugaran jasmani seseorang. Pengaruh psikologis seperti rasa stres, cemas, hingga berbagai masalah kesehatan mental lainnya juga dapat mempengaruhi keseimbangan fisik serta tingkat energi seseorang.
Di mana, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan selama beberapa dekade terakhir menemukan adanya keterkaitan erat antara kebugaran jasmani seseorang dengan kondisi mentalnya.
Kebugaran jasmani seseorang yang baik mampu meningkatkan kesehatan mentalnya, begitu pula sebaliknya di mana kesehatan mental yang baik juga dapat mendukung terjadinya peningkatan kebugaran jasmani.
Pengaruh kesehatan mental seseorang terhadap kebugaran jasmaninya dapat dilihat melalui motivasi, disiplin, pemulihan, resiliensi, dan pengambilan keputusan yang tepat.
Dalam jurnal berjudul Hubungan antara Kesehatan Jasmani dan Kesehatan Mental juga dijelaskan bahwa seseorang yang memiliki kebugaran jasmani yang baik dapat terhindar dari gangguan mental karena kegiatannya aktif seperti berolahraga mampu merangsang produksi hormon dalam tubuh, seperti endorfin, serotonin, dan dopamin.
Berbagai hormon tersebut dikenal juga dengan sebutan hormon kebahagiaan yang mampu meningkatkan rasa senang, mengurangi ketegangan emosional, hingga menurunkan kadar kortisol dalam tubuh.
Faktor lingkungan yang meliputi suhu, polusi, kualitas udara dan berbagai aspek lainnya yang juga mampu memengaruhi kebugaran jasmani dan kesehatan orang tersebut secara keseluruhan.
Adanya kesehatan lingkungan yang merupakan kondisi optimum yang dapat memberikan pengaruh positif bagi status kesehatan seseorang sangat lah penting. Kesehatan lingkungan meliputi kesehatan air dan udara, keamanan limbah padat, limbah cair, limbah gas, radiasi dan kebisingan, hingga pengendalian faktor penyakit.
Sebagai faktor penting kehidupan sosial kemasyarakatan, kesehatan lingkungan juga dapat memengaruhi kondisi tubuh dan mampu meningkatkan kebugaran jasmani seseorang.
Prof. Soedjatmo Soemowardoyo juga mengungkapkan bahwa kebugaran jasmani merupakan kemampuan tubuh untuk menyesuaikan alat-alat tubuhnya dalam batas-batas fisiologi terhadap lingkungan dan kerja fisik yang cukup efisien tanpa lelah secara berlebihan.
Kebugaran jasmani yang baik pada seseorang juga dapat memberikan banyak manfaat, seperti mencegah berbagai penyakit jantung, pembuluh darah, serta paru-paru yang juga mampu meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Setelah mengetahui berbagai faktor yang dapat memengaruhinya, berikut ini terdapat beberapa manfaat kebugaran jasmani bagi seseorang, antara lain:
Manfaat pertama dari kebugaran jasmani adalah menjaga dan memperkuat kesehatan tulang. Hal ini dikarenakan, umumnya orang tersebut rutin beraktivitas fisik, seperti olahraga yang dapat meningkatkan kepadatan tulang yang baik untuk mencegah terjadinya osteoporosis.
Untuk meningkatkan kesehatan tulang sendiri, seseorang dapat melakukan berbagai aktivitas fisik seperti berlari, naik turun tangga, hingga angkat beban.
Seseorang dengan kebugaran jasmani yang baik berarti rutin berolahraga atau beraktivitas yang juga dapat membantu dalam menjaga berat badan dan membakar kalori dalam tubuh.
Walaupun begitu, penting juga untuk mengombinasikan olahraga dengan pola makan yang sehat agar tidak kehilangan badan yang berlebihan atau bahkan menimbulkan risiko penyakit lainnya.
Melakukan kegiatan kebugaran jasmani tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga memberikan pengaruh besar terhadap kondisi emosional seseorang.
Saat tubuh bergerak aktif, terjadi peningkatan produksi hormon endorfin, yaitu zat alami yang mampu menimbulkan rasa senang dan menekan stres. Kehadiran hormon ini membuat seseorang merasa lebih rileks, bersemangat, dan berpikir lebih positif.
Akibatnya, suasana hati yang semula buruk, seperti merasa cemas, jenuh, atau sedih dapat berubah menjadi lebih baik setelah berolahraga. Dengan tubuh yang lebih segar dan bugar, pikiran pun ikut terasa ringan sehingga tercipta keseimbangan antara kesehatan jasmani dan mental.
Kebugaran jasmani memiliki peran penting dalam membantu mengatur kadar gula darah di dalam tubuh.
Saat seseorang melakukan aktivitas fisik atau olahraga, sel-sel tubuh akan menggunakan sebagian gula darah yang beredar untuk diubah menjadi energi. Proses ini membuat kadar gula darah menurun karena tubuh memanfaatkannya sebagai bahan bakar utama dalam beraktivitas.
Oleh karena itu, tidak mengherankan jika olahraga sering dijadikan salah satu cara alami untuk menjaga keseimbangan kadar gula dalam darah.
Apabila kegiatan olahraga dilakukan secara teratur dan konsisten, tubuh akan lebih mudah mengendalikan kadar gula sehingga tetap stabil.
Kondisi ini bukan hanya bermanfaat bagi orang sehat, tetapi juga sangat penting bagi mereka yang memiliki risiko atau riwayat penyakit diabetes, karena kebugaran jasmani dapat membantu mencegah lonjakan gula darah sekaligus meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin.
Dengan demikian, olahraga rutin berkontribusi besar terhadap terciptanya kesehatan tubuh yang lebih optimal serta mencegah gangguan metabolisme di masa mendatang.
Melakukan kebugaran jasmani secara rutin dapat menjadi cara efektif untuk menekan tingkat stres maupun depresi yang dialami seseorang. Aktivitas fisik terbukti mampu memperbaiki kualitas tidur, sehingga tubuh menjadi lebih segar dan tingkat stres berkurang pada keesokan harinya.
Selain itu, olahraga juga berperan dalam menyeimbangkan kadar zat kimia tertentu di dalam tubuh, termasuk serotonin, yang berkaitan dengan suasana hati. Dengan kadar serotonin yang lebih terkendali, gejala depresi dapat berkurang secara signifikan.
Orang yang terbiasa menjaga rutinitas olahraga biasanya memiliki kondisi emosi yang lebih stabil serta kesehatan mental yang lebih baik. Hal ini membuat mereka lebih terlindungi dari risiko munculnya gangguan psikologis atau penyakit mental lainnya.
Nah, itulah pembahasan seputar berbagai faktor yang memengaruhi kesehatan jasmani yang saling berkaitan antara satu sama lain mulai dari faktor internal hingga eksternal. Oleh sebab itu, menjaga keseimbangan semuanya sangatlah krusial.
Dengan memperhatikan semua faktornya, maka kamu dapat meningkatkan kebugaran jasmani serta menjaga kesehatan secara optimal agar terhindar dari risiko kesehatan. Dapatkan pula perlindungan kesehatan terbaik bagi diri sendiri dan anggota keluarga melalui Perlindungan Kesehatan Prima.
Terdapat beberapa keunggulan produk yang bisa kamu dapatkan dari Perlindungan Kesehatan Prima, seperti:
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Jakarta, 20 Januari 2019 - MyProtection News
Akhir-akhirnya, banyak perbincangan mengenai Saffron dan manfaatnya. Saffron sendiri merupakan rempah berbentuk benang halus dari bunga Crocus sativus. Tumbuhan ini bisa dijadikan sebagai rempah, bumbu penyedap masakan, sampai alternatif untuk kesehatan, lho!
Rempah berwarna merah ini dinobatkan sebagai salah satu tumbuhan termahal di dunia. Cara penanaman hingga panen Saffron cukup rumit dan membutuhkan teknik khusus. Untuk mendapatkan 1 gram benang Saffron, dibutuhkan 150 tangkai bunga.
Ternyata, menurut sejumlah penelitian, Saffron memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan.
Seiring dengan berjalannya waktu, fungsi otak seseorang bisa menurun. Menurut studi mengenai penyakit Alzheimer, mengonsumsi 15 mg Saffron sebanyak 2 kali sehari dapat meningkatkan fungsi kognitif dengan cukup signifikan.
Saffron yang mengandung antioksidan dapat menjaga fungsi otak Anda dan mengurangi resiko Alzheimer. Saffron juga membantu mempertahankan kemampuan penglihatan Anda.
Selain baik untuk otak, saffron juga cocok dikonsumsi penderita diabetes. Saffron dapat meningkatkan sensitivitas insulin dalam tubuh. Sehingga kadar gula bisa lebih terjaga. Anda bisa mengonsumsi saffron dalam bentuk kapsul ataupun menyeduh benang saffron.
Baca juga: Minyak Ikan Bantu Kurangi Risiko Penyakit Jantung
Kegiatan sehari-hari dapat membuat seseorang merasa lelah baik secara fisik maupun mental. Saffron dikatakan dapat memperbaiki suasana hati dan membantu mengatasi depresi ringan hingga sedang. Efek samping yang didapatkan pun cenderung minimal. Saffron juga memiliki efek antioksidan dan neuroproteksi atau perlindungan bagi saraf.
Kandungan antioksidan tinggi bernama crocin dalam saffron bisa membantu menangkan radikal bebas penyebab timbulnya kanker dalam tubuh. Contohnya seperti kanker kulit, kanker serviks, kanker prostat, dan kanker lainnya.
Terdapat juga penelitian yang menyatakan bahwa saffron bisa membuat kanker lebih sensitif terhadap kemoterapi. Sehingga penyembuhan dari kanker bisa berjalan lebih efektif. Namun, korelasi antara keduanya masih perlu diteliti lebih lanjut.
Agar tubuh tetap sehat, Anda dianjurkan untuk mengonsumsi saffron. Tumbuhan ini mengandung antioksidan bernama crocin, crocetin, safranal, dan kaempferol. Crocin dan crocetin dalam saffron berperan sebagai anti-depresan, menjaga kesehatan sel otak, dan menurunkan nafsu makan untuk menurunkan berat badan. Safranal dapat meningkatkan suasana hati dan kemampuan berpikir seseorang. Kaempferol berguna sebagai zat anti-kanker yang menekan perkembangan sel kanker dalam tubuh.
Para wanita dapat mengurangi rasa nyeri saat PMS dan haid dengan mengonsumsi 30 mg saffron. Bahkan, nyeri haid bisa berkurang hanya dengan menghirup aroma saffron selama 20 menit. Saffron juga baik untuk mengatasi inflamasi dalam tubuh, lho!
Nah, Sahabat MyProtection, apakah Anda tertarik untuk mengonsumsi saffron? Walaupun khasiatnya beragam, Anda tetap harus mengonsumsi tumbuhan ini sesuai takaran yang dianjurkan. Sesuatu yang berlebihan tidak akan baik untuuk tubuh.
Selamat hidup sehat!
Salam,
Sahabat MyProtection
Baca juga: Diet Bikin Moody, Ini Alasannya
Ibadah kurban merupakan salah satu amalan yang dianjurkan dalam ajaran agama Islam, khususnya di hari raya Idul Adha. Tapi, tahukah kamu kalau terdapat syarat hewan kurban yang terpenuhi dan penjelasan mengapa syarat-syarat tersebut ditetapkan?
Untuk mengetahui lebih dalam mengenai apa saja syarat yang harus dipenuhi untuk menjalankan ibadah kurban ini, simak selengkapnya di sini!

pexels
Kurban dilakukan dengan menyembelih hewan ternak seperti sapi, kambing, domba, hingga unta. Namun, syarat apa saja yang harus terpenuhi bagi umat Islam sebelum membeli hewan kurban untuk disembelih? Simak selengkapnya.
Syarat hewan kurban yang paling penting dan harus diperhatikan adalah bahwa hewan yang dikurbankan wajib berasal dari jenis hewan ternak.
Ini berarti bahwa hanya hewan-hewan tertentu yang memenuhi syarat untuk dijadikan kurban, yaitu unta, sapi, kambing, dan domba. Pemilihan jenis hewan ini bukan tanpa alasan, melainkan berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam.
Hewan ternak seperti unta, sapi, kambing, dan domba memiliki karakteristik yang sesuai untuk dijadikan kurban. Mereka adalah hewan yang biasa dipelihara oleh manusia dan memiliki nilai ekonomi serta manfaat yang besar.
Selain itu, hewan-hewan ini juga memiliki ukuran dan berat yang cukup untuk memenuhi kebutuhan daging bagi banyak orang, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Pemilihan hewan ternak sebagai hewan kurban juga memiliki makna simbolis yang mendalam. Hewan-hewan ini melambangkan pengorbanan dan ketaatan kepada Allah SWT.
Dalam sejarah Islam, pengorbanan hewan ternak telah menjadi bagian dari tradisi yang diwariskan sejak zaman Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s. Kisah pengorbanan mereka menjadi teladan bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah kurban dengan penuh keikhlasan dan ketaatan.
Usia minimal hewan kurban juga harus diperhatikan dan berbeda-beda untuk tiap jenis hewan ternaknya, antara lain:
Unta, minimal sudah berusia 5 tahun dan telah masuk usia tahun ke-6.
Sapi, minimal sudah berusia 2 tahun dan telah masuk usia tahun ke-3.
Kambing, minimal sudah berusia 1 tahun dan telah masuk usia tahun ke-2.
Domba, minimal sudah berusia 1 tahun dan seminimal mungkin berusia 6 bulan jika sulit mendapatkan hewan ternak yang sudah berusia 1 tahun.
Kondisi fisik hewan kurban juga harus diperhatikan. Hal-hal yang harus dihindari seperti hewan ternak yang buta, menderita kondisi tertentu, dan masih banyak lagi, simak penjelasan lengkapnya.
Sehat, hewan ternak tidak boleh sakit maupun kondisi penyakit yang jelas.
Tidak Cacat, hewan ternak tidak boleh buta, pincang, ekor putus, maupun cacat lain yang dapat memengaruhi kualitas dagingnya.
Tidak Kurus, hewan ternak harus memiliki berat badan yang cukup dan tidak terlalu kurus.
Tidak Hamil atau Menyusui, hewan ternak tidak boleh sedang dalam keadaan hamil maupun menyusui.
Selain itu, lebih detailnya, hewan kurban yang tidak diperkenankan karena cacat atau mengalami kondisi tertentu, seperti salah satu maupun kedua matanya buta, telinganya terpotong sebagian maupun keduanya, tidak memiliki tanduk, terlalu kurus hingga terlihat tulang rusuk, hingga satu atau kedua kakinya pincang.
pexels
Syarat hewan kurban selanjutnya adalah hewan yang tidak memakan najis. Salah satu hal yang perlu dihindari adalah memilih hewan ternak yang sudah lama terkurung dan pada akhirnya memakan kotoran.
Hewan yang berada dalam kondisi seperti ini berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan yang dapat membuatnya sakit dan berpotensi menyebarkan wabah penyakit.
Hewan yang sudah lama terkurung biasanya tidak mendapatkan cukup ruang untuk bergerak bebas, yang dapat menyebabkan stres dan penurunan kondisi fisik.
Selain itu, hewan yang terkurung dalam waktu lama mungkin tidak mendapatkan makanan yang cukup bergizi dan seimbang, sehingga mereka cenderung mencari makanan lain, termasuk kotoran.
Memakan kotoran dapat menyebabkan berbagai penyakit pada hewan, seperti infeksi saluran pencernaan, keracunan, dan penurunan sistem kekebalan tubuh.
Memilih hewan kurban yang sehat dan bebas dari penyakit adalah penting untuk memastikan bahwa ibadah kurban dilakukan dengan baik dan sesuai dengan syariat Islam.
Hewan yang sehat akan menghasilkan daging yang berkualitas dan aman untuk dikonsumsi oleh orang-orang yang menerima bagian dari kurban. Selain itu, memilih hewan yang sehat juga merupakan bentuk tanggung jawab dan kepedulian terhadap kesejahteraan hewan.
Untuk memastikan kesehatan hewan kurban, ada beberapa langkah yang dapat diambil, seperti memeriksa kondisi fisik hewan secara menyeluruh, memastikan hewan mendapatkan makanan yang cukup dan bergizi, serta memberikan ruang yang cukup bagi hewan untuk bergerak bebas.
Selain itu, penting juga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala oleh dokter hewan untuk memastikan bahwa hewan kurban bebas dari penyakit dan dalam kondisi yang baik.
Dengan memperhatikan syarat-syarat ini, umat Islam dapat melaksanakan ibadah kurban dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab, serta memastikan bahwa kurban yang dilakukan membawa manfaat dan berkah bagi semua pihak yang terlibat.
Kepemilikan atas hewan kurban yang dianjurkan juga memiliki aturan yang jelas, seperti:
Milik Pribadi, hewan yang dikurbankan harus milik orang ingin berkurban atau dikurbankan atas izin pemiliknya.
Bukan Hasil Haram, hewan kurban tidak boleh didapatkan dengan cara yang haram seperti hasil curian, rampasan, maupun perbuatan tidak baik.
Hewan kurban yang ada juga harus dilakukan pada waktu yang telah ditentukan, yaitu setelah Shalat Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijjah dan pada hari-hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah).
Waktu ini dianjurkan karena dianggap paling utama dan sesuai dengan sunah Nabi Muhammad SAW.
Penyembelihan yang dilakukan baik sebelum maupun sesudah dianggap tidak sah dan dianggap sebagai penyembelihan biasa, bukan hewan kurban.
Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban setelah Shalat Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijjah merupakan waktu yang paling utama karena bertepatan dengan perayaan Idul Adha, yang juga dikenal sebagai Hari Raya Kurban.
Pada hari ini, umat Islam di seluruh dunia merayakan pengorbanan Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s. dengan menyembelih hewan kurban sebagai bentuk ketaatan dan pengabdian kepada Allah SWT.
Penyembelihan yang dilakukan pada hari ini memiliki nilai ibadah yang tinggi dan dianggap sebagai bentuk pengorbanan yang paling utama.
pexels
Sebagai salah satu hari raya terbesar bagi umat Islam, Idul Adha diselenggarakan setelah hari raya Idul Fitri yang jatuh setiap tanggal 10 Dzulhijjah menurut kalender Hijriah maupun 70 hari setelah hari raya Idul Fitri.
Selain mengerjakan ibadah haji, salah satu cara lain untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT di hari raya Idul Adha adalah dengan berkurban sebagai amalan utama Idul Adha dengan cara menyembelih hewan kurban.
Nah, itulah beberapa syarat hewan kurban yang harus dipenuhi. Menjalankan ibadah ini bagi umat Islam sangat penting sebagai bukti ketakwaan dan waktu yang tepat untuk berbagi kepada sesama yang kekurangan.
Dengan memilih hewan ternak yang tepat dan memenuhi semua syarat yang ada, maka ibadah yang dijalankan juga dapat lebih khusyuk serta mendapatkan berkah dan pahala dari Allah SWT.
Walaupun selalu dirayakan setiap tahunnya, Hari Raya Idul Adha selalu memiliki makna mendalam, khususnya bagi umat Muslim.
Hari raya tersebut mengajarkan umat muslim berbagai nilai, mulai dari pengorbanan, keikhlasan, kesabaran, ketaatan, serta nilai berbagai sekaligus.
Ada pula perintah untuk menyembelih hewan kurban serta melaksanakan ibadah haji yang wajib dilaksanakan khususnya bagi umat muslim yang memiliki kemampuan baik dari segi finansial dan fisik.
Sebagai salah satu perintah Allah SWT kepada para umatnya, perintah untuk berkurban tertuang di sejumlah ayat Al-Quran serta Hadits Rasulullah SWT.
Dilaksanakan di Hara Raya Idul Adha yang jatuh pada setiap tanggal 10 Zulhijah, Allah SWT memerintahkan umatnya untuk berkurban sebagai sebuah bentuk pengingat kepada umatnya bahwa jalan menuju surga membutuhkan pengorbanan serta ketaatan atas perintah-Nya sebagaimana kisah Nabi Ibrahim A.S dan Nabi Ismail A.S.
Perintah untuk menyembelih hewan kurban saat Idul Adha bermula dari kisah Nabi Ibrahim a.s. yang mendapatkan mimpi untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail a.s., pada tanggal 8 Dzulhijjah.
Sebagai seorang ayah, mimpi tersebut tentu saja membuat Nabi Ibrahim merenung dan memohon petunjuk kepada Allah SWT. Namun, mimpi yang sama datang kepada Nabi Ibrahim hingga tiga kali, menegaskan bahwa itu adalah perintah dari Allah.
Nabi Ibrahim kemudian membicarakan mimpinya kepada Nabi Ismail. Sebagai sosok yang taat atas perintah Allah, Nabi Ismail tanpa ragu menyuruh sang ayah untuk melaksanakan perintah tersebut.
Keikhlasan dan kesabaran keduanya dalam menerima perintah Allah menjadi teladan bagi umat Islam. Atas keikhlasan dan kesabaran mereka, Allah SWT mengganti Nabi Ismail dengan seekor domba.
Sejak saat itu, penyembelihan hewan kurban menjadi ibadah rutin yang dilakukan pada hari tasyrik, yaitu tanggal 10-13 Dzulhijjah setiap tahunnya.
Berkurban memiliki banyak hikmah bagi umat Islam yang meyakini dan melaksanakannya. Berdasarkan Nahdlatul Ulama, hewan kurban pada hari kiamat kelak akan mendatangi orang yang menyembelihnya dalam keadaan utuh, tanpa kekurangan satu anggota tubuh pun seperti saat masih hidup di dunia. Hewan kurban tersebut akan mendatangkan pahala dan menjadi penolong di hari akhir.
Penyembelihan kurban saat Idul Adha juga menanamkan rasa ikhlas dalam berbagi. Penting untuk diingat bahwa dua pertiga bagian daging kurban merupakan hak orang lain, sementara sisanya diberikan kepada orang yang berkurban.
Dengan demikian, berkurban tidak hanya menjadi bentuk ibadah kepada Allah, tetapi juga menjadi sarana untuk berbagi dengan sesama, mempererat tali persaudaraan, dan menumbuhkan rasa empati serta kepedulian sosial.
Selain itu, berkurban juga mengajarkan umat Islam tentang pengorbanan dan ketaatan kepada Allah. Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail menjadi contoh nyata bagaimana ketaatan dan keikhlasan dalam menjalankan perintah Allah dapat membawa berkah dan rahmat.
Berkurban juga mengingatkan umat Islam untuk selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah dan untuk selalu berbagi dengan mereka yang membutuhkan.
Dengan melaksanakan ibadah kurban, umat Islam diingatkan untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah, meningkatkan kualitas iman dan Taqwa, serta memperkuat hubungan sosial dengan sesama. Kurban menjadi simbol pengorbanan, ketaatan, dan kepedulian yang harus terus dijaga dan ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari.
Haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang memiliki kemampuan fisik dan finansial.
Ibadah ini memerlukan pengorbanan baik dari segi badan maupun harta, karena pelaksanaannya melibatkan perjalanan jauh dan berbagai ritual yang memerlukan kekuatan fisik.
Sejarah ibadah haji bermula ketika Nabi Ibrahim a.s. menerima perintah dari Allah SWT untuk membangun Ka 'bah di Kota Mekkah.
Setelah Ka 'bah selesai dibangun, Nabi Ibrahim diperintahkan untuk mengumandangkan adzan dan mengajak manusia untuk melaksanakan ibadah haji. Seruan ini menjadi dasar bagi umat Islam untuk melakukan ibadah haji setiap tahun.
Rangkaian peristiwa yang dialami oleh Nabi Ibrahim a.s. dan keluarganya menjadi dasar lahirnya Kota Mekkah dan Ka 'bah sebagai kiblat umat Islam di seluruh dunia.
Setiap tanggal 8 hingga 12 Dzulhijjah, jutaan umat Muslim dari berbagai penjuru dunia berkumpul di Mekkah untuk melaksanakan serangkaian ibadah haji sesuai dengan seruan Nabi Ibrahim a.s. Ibadah haji ini meliputi berbagai ritual seperti tawaf, sa’i, wukuf di Arafah, dan melempar jumrah, yang semuanya memiliki makna dan hikmah tersendiri.
Perintah untuk melaksanakan ibadah haji juga tercantum dalam Al-Quran, tepatnya dalam Q.S Al-Imran ayat 97 yang berbunyi: “… Barang siapa memasukinya (Baitullah) amanlah dia. Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana…”.
Ayat ini menegaskan bahwa ibadah haji adalah kewajiban bagi mereka yang mampu secara fisik dan finansial.
Pelaksanaan ibadah haji memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah membersihkan jiwa dan hati dari dosa-dosa sebelumnya. Ibadah haji juga merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT, yang menunjukkan kesediaan seorang Muslim untuk mengikuti perintah-Nya dengan penuh keikhlasan.
Selain itu, ibadah haji juga mengajarkan tentang kesabaran, ketabahan, dan solidaritas antarsesama Muslim.
Berangkat haji saat Idul Adha juga memiliki makna khusus, karena bertepatan dengan peringatan pengorbanan Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s. Ibadah haji pada waktu ini mengingatkan umat Islam tentang pentingnya pengorbanan dan ketaatan kepada Allah.
Selain itu, ibadah haji juga menjadi kesempatan untuk mempererat tali persaudaraan dan meningkatkan rasa empati serta kepedulian sosial.
Dengan melaksanakan ibadah haji, umat Islam diingatkan untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah, meningkatkan kualitas iman dan Taqwa, serta memperkuat hubungan sosial dengan sesama.
Ibadah haji menjadi simbol pengorbanan, ketaatan, dan kepedulian yang harus terus dijaga dan ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga penjelasan artikel di atas bermanfaat dan dapat menambah informasi bagi sahabat MyProtection. Selain menjaga kesehatan rohani dengan menjalankan ajaran-ajaran agama, kamu juga dapat menjaga kesehatan jasmani dengan memiliki asuransi kesehatan.
Perlindungan Kesehatan Prima dari MyProtection hadir untuk memberikan solusi perlindungan kesehatan yang tepat bagi Anda dan keluarga dengan manfaat tambahan Saldo Prima.
Apa saja keunggulan dari Perlindungan Kesehatan Prima? Simak selengkapnya!
Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin maupun obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan
Santunan tunan harian Rawat Inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan
Pilihan Manfaat Rawat Inap dan Rawat Jalan sesuai kebutuhan
Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia
24 jam Contact Center dan Case Monitoring
Layanan eksklusif Personal Medical Assistance
Laporan perhitungan klaim via email
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.