Beranda
/
Artikel
/
Keuangan
/
Pentingnya Rekening Koran, Fungsi, hingga Cara Mencetaknya!

Pentingnya Rekening Koran, Fungsi, hingga Cara Mencetaknya!

12 September 2025 | MyProtection News Jakarta

Salah satu istilah yang paling umum di dunia perbankan adalah rekening koran yang digunakan ketika melakukan pencetakan rekening.

Rekening koran merupakan sebuah laporan tertulis yang dikeluarkan pihak bank yang di dalamnya berisikan ringkasan transaksi keuangan secara keseluruhan pada periode waktu tertentu.

Adanya rekening koran ini biasanya digunakan untuk kebutuhan tertentu. Oleh sebab itu, untuk memahami lebih dalam mengenai rekening koran mulai dari pengertian, fungsi, hingga cara cetaknya, simak ulasan di bawah ini!

Pentingnya Rekening Koran, Fungsi, hingga Cara Mencetaknya!

pengertian rekening koran

pexels

Rekening koran atau bank statement merupakan lembaran kertas yang berisikan ringkasan informasi terkait debit maupun kredit di rekening tertentu. Dengan begitu, seseorang akan mudah memeriksa secara keseluruhan data uang yang masuk maupun keluar.

Adanya laporan ini, dapat memudahkan pemilik rekening tersebut untuk melacak ringkasan transaksi finansial maupun kebutuhan lainnya yang membutuhkan rekening koran.

Pada umumnya, dokumen ini sendiri memiliki beberapa informasi penting di dalamnya seperti:

  • Identitas nasabah, yang berisikan nama lengkap, nomor rekening, hingga alamat nasabah yang terdaftar pada rekening bank.
  • Periode laporan, menunjukkan hasil transaksi pada rekening dalam kurun waktu tertentu, seperti sebulan maupun triwulan berdasarkan kebijakan bank dan permintaan nasabah.
  • Saldo awal dan akhir, yang berisikan total uang pada periode awal laporan hingga akhir periode setelah transaksi yang ada tercatat.
  • Rincian transaksi, segala detail transaksi yang ada mulai dari tanggal, jenis, hingga nominal yang tercatat pada transaksi tersebut.
  • Biaya administrasi, beberapa jenis bank statement juga mencatat biaya administrasi yang dikenakan atas layanan tertentu.

Fungsi Rekening Koran

fungsi rekenng koran

pexels

Selain untuk melacak keseluruhan transaksi, rekening koran memiliki banyak fungsi yang harus kamu ketahui, seperti:

1. Proses Pengajuan Visa

Sebagai salah satu persyaratan, pembuatan dokumen rekening koran sering kali diperlukan. Mulai dari pinjaman, KPR, hingga pengajuan visa.

Sebagai salah satu dokumen krusial yang dibutuhkan untuk dapat berkunjung ke luar negeri, proses pembuatan visa biasanya membutuhkan pencetakan rekening koran.

Hal ini bertujuan untuk memberikan bukti bahwa seseorang memiliki kemampuan untuk membiayai hidup di luar negeri selama perjalanan yang dilakukan.

Namun, perlu diperhatikan juga bahwa banyak dokumen pendukung lainnya yang dapat memengaruhi proses pengajuan visa, mulai dari Surat Pemberitahuan PPh, surat PBB, hingga slip gaji seseorang.

2. Melacak Ringkasan Transaksi

Fungsi selanjutnya yaitu melacak berbagai transaksi yang berkaitan dengan rekening tersebut, baik pengiriman maupun penerimaan.

Selain itu, adanya rekening koran juga dapat memungkinkan pemilik rekening untuk melihat pesan yang ditulis di mana sering kali dilakukan ketika melakukan proses transaksi tersebut.

Bukan hanya itu, pemilik rekening juga dapat melihat informasi tanggal secara lengkap sehingga memudahkan untuk melakukan pelacakan transaksi dan mampu mempertanggungjawabkannya.

3. Bukti Hukum

Ada pula fungsi bukti hukum, di mana kadang kali salinan rekening koran dibutuhkan untuk dijadikan sebagai barang bukti.

Hal ini dikarenakan informasinya yang lengkap dan jelas dapat membantu dalam memecahkan permasalahan yang ada dan berkaitan dengan rekening.

Dengan adanya rincian transaksi di dalamnya, dapat membantu dalam menjawab keraguan yang mungkin saja terjadi saat memecahkan permasalahan hukum yang berkaitan dan dapat menguntungkan bagi orang yang membutuhkannya.

4. Pengajuan Pinjaman

Rekening koran juga sering kali dijadikan salah satu syarat untuk melakukan pengajuan pinjaman yang digunakan untuk meyakinkan pihak bank untuk menyetujui pinjaman yang diajukan tersebut

Terdapat banyak jenis pinjaman yang pada umumnya membutuhkan dokumen ini, seperti KPR atau Kredit Pemilikan Rumah, KTA atau Kredit Tanpa Agunan, serta KKB atau Kredit Kendaraan Bermotor.

Jika kamu ingin mengajukan salah satu pinjaman tersebut ke pihak bank, maka kamu perlu mempersiapkan dokumen tersebut.

Melalui dokumen ini, pihak bank akan melihat rincian catatan transaksi yang kamu miliki untuk mengetahui apakah kamu memiliki kemampuan finansial dan melihat rekam jejak seseorang untuk membayar hutang sebelumnya jika sudah pernah mengajukan sebelumnya.

5. Lelang

Dokumen rekening koran atau bank statement juga dibutuhkan dan menjadi salah satu persyaratan dalam kegiatan lelang terutama yang diselenggarakan proyek swasta dan pemerintah.

Pada umumnya, setiap partisipan yang bergabung pada kegiatan tersebut akan terlebih dahulu untuk menyerahkan dokumen bank statement yang mereka miliki.

Hal ini dilakukan agar kegiatan yang diselenggarakan dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya permasalahan kondisi keuangan dari pesertanya yang dapat mengganggu acara tersebut.

6. Melakukan Audit

Bank statement juga dapat berfungsi ketika melakukan audit untuk mengetahui dengan jelas regulasi keuangan pada kurun waktu tertentu.

Sebagai salah satu langkah penting yang tidak boleh dilupakan ketika melakukan audit, dokumen ini sangatlah krusial karena mengandung semua data yang diperlukan.

Melalui data yang ada, jika ditemukan hal yang tidak wajar atau dapat diperbaiki maka tindakan evaluasi dan langkah yang tepat dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi keuangan yang ada sehingga permasalahan lebih buruk dapat dihindari.

Cara Pengajuan Cetak Rekening Koran

Untuk mencetak rekening koran atau bank statement terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan, sebagai berikut.

1. Menyiapkan Buku Tabungan

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan buku tabungan yang kamu miliki. Adanya buku tabungan tersebut dapat menjadi bukti bahwa kamu adalah pemilik dari rekening tersebut.

Selain buku tabungan, pada umumnya untuk mencetak bank statement kamu juga akan memerlukan tanda pengenal, seperti KTP maupun tanda pengenal sah lainnya yang dapat diakui.

2. Menuju Kantor Cabang Bank

Selanjutnya adalah menuju kantor cabang bank terdekat dari tempat tinggal kamu berada untuk melakukan pencetakan setelah menyiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan.

Ketika sudah berada di cabang bank, kamu dapat menemui petugas yang bertugas untuk melakukan pencetakan atau juga dapat bertanya ke satpam terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam.

3. Menuju Customer Service

Jika kamu belum mengetahui petugas mana yang harus didatangi atau tidak ada arahan pasti, kamu dapat terlebih dahulu pergi ke customer service yang umumnya ada di kantor cabang sebuah perbankan.

Kamu dapat menyampaikan keinginan kamu mendatangi kantor cabang bank untuk mencetak bank statement agar prosesnya dapat berjalan dengan lancar.

4. Proses Cetak

Langkah selanjutnya, proses pencetakan bank statement dapat segera dilakukan. Namun, berdasarkan kondisinya proses pencetakan rekening koran sendiri dapat memakan waktu hingga beberapa hari.

Oleh sebab itu, penting untuk mempersiapkan dokumen ini terlebih dahulu dari jauh-jauh hari untuk memberikan pihak bank beberapa waktu untuk melakukan pencetakan.

Persyaratan Dokumen Cetak Rekening Koran

Untuk mencetak bank statement, terdapat beberapa dokumen yang sering kali menjadi syarat yang harus dipersiapkan terlebih dahulu, yaitu:

1. Buku Tabungan Asli

Pertama, buku tabungan asli yang harus ditunjukkan oleh pemilik rekening ketika ingin mencetak bank statement.

Dokumen ini digunakan sebagai salah satu bukti bahwa yang akan melakukan pencetakan merupakan pemilik rekening asli. Oleh sebab itu, ketika ingin mengajukan pencetakan, disarankan untuk menyiapkan buku tabungan asli.

2. KTP atau Kartu Tanda Penduduk

Selain buku tabungan, ketika ingin mencetak bank statement kamu juga harus memastikan bahwa dokumen Kartu Tanda Penduduk telah dibawa dan disiapkan dengan baik.

Dokumen ini juga menjadi salah satu bukti pendukung seseorang bahwa ia merupakan pemilik dari rekening tersebut.

Jika kamu tidak membawa KTP sebagai tanda pengenal, kamu juga dapat menggunakan dokumen tanda pengenal lainnya seperti SIM maupun paspor yang memuat identitas diri.

3. Kartu Debit

Kartu debit juga sering kali diminta sebagai dokumen pendukung untuk memastikan bahwa pemilik rekening yang mengajukan pencetakan sama dengan identitas yang tertera pada KTP.

Dokumen pendukung ini dibutuhkan untuk menghindari adanya tindak penipuan yang semakin marak terjadi. Oleh sebab itu, siapkan kartu debit ketika pergi ke kantor cabang bank untuk ditunjukkan kepada petugas agar proses pencetakan bank statement dapat dilakukan.

4. Biaya Administrasi Percetakan

Selain berbagai dokumen di atas yang harus disiapkan, ada juga biaya administrasi pencetakan bank statement yang harus kamu siapkan.

Untuk biayanya sendiri dapat beragam tergantung pada ketentuan masing-masing bank. Untuk memiliki gambaran biaya administrasinya, berikut beberapa biaya administrasi pencetakan rekening koran dari beberapa bank:

  • Bank BCA dengan biaya administrasi per lembar sebesar Rp 2.500
  • Bank Pertama dengan biaya administrasi per lembar sebesar Rp 10.000
  • Bank Mandiri dengan biaya administrasi per lembar sebesar Rp 2.500
  • Bank BNI dengan biaya administrasi per lembar Rp 3.000
  • Bank RBI dengan biaya administrasi per lembar Rp 5.000

Cek Rekening Koran Online

Dengan perkembangan teknologi saat ini, kamu dapat dengan mudah mencetak bank statement secara online, simak langkah-langkahnya:

1. Membuka Aplikasi Bank

Langkah pertama adalah membuka aplikasi bank yang kamu miliki atau mau dicek bank statement-nya. Jika kamu belum memiliki aplikasinya, download terlebih dahulu.

Setelah terunduh, lakukan tahapan registrasi dengan memasukkan data pribadi dan rekening dari bank tersebut agar aplikasi dapat digunakan.

2. Masuk Menu Rekening

Setelah berhasil masuk ke aplikasi bank yang dituju, selanjutnya pergi ke menu rekening yang ada di dalamnya. Pada umumnya, di menu ini kamu dapat melihat dengan jelas jumlah saldo yang ada di dalam rekening.

3. Riwayat Transaksi

Selanjutnya, klik menu riwayat transaksi untuk melakukan pengecekan pada semua transaksi yang pernah kamu lakukan secara lengkap.

Dari sini, kamu dapat melihat bank statement secara lengkap terkait keluar masuknya saldo pada bank tersebut. Data tersebut kemudian juga dapat diunduh dan dicetak untuk keperluan tertentu yang dibutuhkan.

Namun, jika kamu membutuhkan stempel dari bank untuk legalitas, maka cara online ini tidak dapat dilakukan dan kamu harus pergi ke kantor cabang bank.

Cara Mencetak Rekening Koran

Bagi sahabat MyProtection yang ingin mencetak bank statement berikut ini beberapa caranya di berbagai bank di Indonesia:

1. Bank BCA

Bagi kamu pemilik rekening BCA, berikut ini langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencetak bank statement melalui menu e-Statement BCA:

  • Membuka aplikasi BCA yang ada di handphone-mu atau membuka website KlikBCA.com.
  • Setelah masuk, pergi ke bagian e-Statement untuk melihat riwayat transaksi dari rekening yang telah dilakukan.
  • Langkah selanjutnya, pilih menu rekening yang ada di tampilan.
  • Pada menu tersebut, kamu dapat menentukan periode waktu sesuai dengan yang kamu inginkan untuk dicek.
  • Setelah itu, klik download untuk mengunduh bank statement yang telah kamu tentukan.
  • Tunggu beberapa saat hingga proses unduh selesai, file transaksi sudah dapat dibuka.

2. Bank BRI

Jika kamu pengguna Bank BRI berikut langkah-langkahnya:

  • Membuka aplikasi atau internet banking yang disediakan Bank BRI.
  • Pergi ke menu rekening untuk membuka rekening bank yang kamu miliki.
  • Memilih mutasi rekening untuk melihat data mutasi dari transaksi yang sudah pernah dilakukan.
  • Memilih rekening yang sesuai untuk mencetak bank statement.
  • Menentukan periode waktu yang diinginkan pada rekening yang telah dipilih.
  • Riwayat transaksi lengkap yang sesuai akan muncul secara otomatis berdasarkan periode waktu yang ada.
  • Jika sudah sesuai, klik cetak untuk mencetak bank statement tersebut.
  • Tunggu beberapa saat, file sudah berhasil di unduh.

3. Bank BNI

Berikut adalah langkah-langkah untuk mencetak rekening koran Bank BNI:

  • Masuk ke layanan internet banking melalui website atau aplikasi BNI.
  • Akses menu rekening untuk memulai proses pencetakan rekening koran.
  • Pilih opsi mutasi saldo dan giro untuk melihat riwayat transaksi.
  • Tentukan rentang waktu atau periode transaksi yang ingin ditampilkan.
  • Sistem akan menampilkan data transaksi secara lengkap sesuai periode yang dipilih.
  • Klik opsi cetak atau unduh untuk menyimpan atau mencetak rekening koran.

4. Bank Mandiri

Berikut adalah langkah-langkah yang telah untuk mencetak rekening koran Bank Mandiri:

  • Masuk ke akun yang kamu miliki melalui website atau aplikasi Mandiri.
  • Buka menu informasi rekening untuk melihat detail rekening Anda.
  • Akses Mandiri Online untuk menampilkan informasi rekening secara lengkap.
  • Pilih jenis rekening tabungan atau giro.
  • Klik opsi mutasi untuk menampilkan riwayat transaksi.
  • Tentukan jangka waktu transaksi yang ingin ditampilkan dan dicetak.
  • Data transaksi sesuai periode akan ditampilkan dan siap untuk dicetak.
  • Tekan tombol unduh untuk menyimpan salinan transaksi tersebut.

Nah, itulah pembahasan seputar rekening koran atau bank statement yang bisa menjadi krusial dalam pengelolaan finansial yang baik. Mulai dari definisi, fungsi, hingga cara mendapatkannya secara offline maupun online.

Secara sederhana, dokumen ini dapat membantu kamu untuk mengetahui secara detail proses transaksi apa saja yang terjadi guna dapat mengatur keuangan dengan lebih baik dan menghindari pengeluaran yang kurang efisien.

Langkah lain memiliki pengelolaan finansial yang baik adalah dengan memilih asuransi kesehatan yang tepat guna menghindari diri dari beban finansial secara tiba-tiba dalam jumlah yang besar.

Perlindungan Kesehatan Prima sebagai asuransi kesehatan bagi diri dan anggota keluarga hadir memberikan solusi perlindungan kesehatan dengan manfaat tambahan Saldo Prima. Berikut pula berbagai keunggulan PKP, seperti:

  • Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin dan obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan
  • Santunan Tunai Harian Rawat Inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan
  • Pilihan Manfaat Rawat Inap dan Rawat Jalan sesuai kebutuhan
  • Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia
  • 24 jam Contact Center dan Case Monitoring
  • Layanan eksklusif Personal Medical Assistance
  • Laporan perhitungan klaim via email

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Apakah artikel ini membantu?
Subscribe Newsletter Kita
Klik subscribe untuk berlanggan newsletter artikel kami
Bagikan MyPro ke
facebook
twitter
instagram
Tentang MyProtection News Jakarta
MyProtection adalah salah satu pioneer portal pembelian asuransi kesehatan maupun asuransi umum secara online yang dapat diakses melalui platform website dan aplikasi sejak 2017.
Rekomendasi Artikel
Otomotif
5 mins read 16/03/2026
Aki Mobil Berapa Volt? Ini Ukurannya dan Cara Menjaganya!

Voltase aki mobil memiliki peran penting dalam performa sistem kelistrikan kendaraan yang memegang peran sebagai sumber utama daya listrik.

Oleh karena itu, menjaga voltase aki tetap stabil sangatlah penting yang dapat dilakukan dengan pengecekan dan perawatan rutin agar mobil dapat bekerja dengan optimal.

Lalu, berapa voltase aki mobil yang normal dan baik, serta cara menjaga voltasenya? Simak pembahasannya berikut ini!

Aki Mobil Berapa Volt yang Baik?

Aki Mobil Berapa Volt

Untuk memastikan sistem kelistrikan kendaraan berfungsi dengan baik, mengetahui berapa voltase aki mobil sangatlah penting. Berikut ini beberapa standar voltase aki mobil dalam berbagai kondisi:

  • Ketika mesin mati, voltase aki mobil normal berada di angka 12,6 volt yang menunjukkan bahwa aki dalam kondisi penuh. Jika sudah mulai menurun di bawah 12 volt, kamu harus segera melakukan pengecekan dan perawatan.

  • Ketika mesin menyala, voltase aki mobil akan meningkat karena adanya alternator yang mengisi daya ke aki. Umumnya, voltase yang normal akan berada di kisaran angka 13,5 hingga 14,5 volt yang menunjukkan sistem pengisian masih bekerja dengan baik.

  • Ketika voltase turun hingga 12 volt dalam kondisi menyala, kemungkinan besar terjadi masalah di bagian alternator maupun aki mobil itu sendiri. Jika angka voltase telah turun hingga 11 volt atau lebih rendah, dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada kinerja mobil, khususnya pada bagian mesin dan perangkat elektronik di dalamnya.

Cara Menjaga Voltase Aki Mobil

Jika voltase aki mobil sudah berada di bawah 12 volt, maka kinerja sistem kelistrikan mobil akan terganggu.

Oleh sebab itu, menjaga dan merawat aki mobil secara berkala sangat lah penting, berikut beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk mengoptimalkan kondisi aki mobil:

  • Memperhatikan kondisi air aki, jika air di dalam aki telah mencapai batas minimal, maka harus segera dipenuhi sesuai kebutuhan di dalam wadah akinya.

  • Menghindari pemakaian aksesori tambahan yang berlebihan, seperti lampu neon, sistem audio dengan kekuatan tinggi, hingga perangkat pengisi daya yang dapat memberikan beban tambahan pada aki dan menyebabkan penurunan voltasenya.

  • Servis berkala, yang bukan hanya penting untuk menjaga performa mesin, namun juga memastikan sistem kelistrikan dalam mobil, khususnya aki bekerja dengan baik. Dengan melakukan pemeriksaan pada aki, masalah seperti tegangan tidak stabil ataupun daya yang menurun dapat dicegah dan segera diperbaiki.

  • Mengemudi dengan baik, hindari akselerasi mendadak dan menjaga kecepatan stabil juga dapat membantu dalam menjaga voltase aki. Perjalanan pendek dengan banyak berhenti dapat membuat aki tidak terisi secara optimal, yang dapat menyebabkan terjadinya penurunan voltase.

Kesimpulannya, voltase aki mobil yang sehat umumnya berada di kisaran 12,6 volt saat mesin mati dan 13,5 – 14,5 volt saat mesin menyala.

Jika voltase turun di bawah angka tersebut, artinya ada masalah pada aki atau sistem pengisian yang perlu segera dicek.

Merawat aki mobil tidaklah sulit, cukup dengan rutin memeriksa air aki, menghindari penggunaan aksesoris berlebihan, melakukan servis berkala, dan menjaga pola mengemudi.

Dengan perawatan sederhana ini, voltase aki akan tetap stabil sehingga sistem kelistrikan mobil berfungsi optimal dan usia pakai aki bisa lebih panjang.

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

Baca Artikel
Semua Kategori
5 mins read 19/06/2020
Mulai Kecanduan Belanja Online dari Rumah? Ini Cara Mengatasinya

Jakarta, 19 Juni 2020 - MyProtection News

Hi, Sahabat MyProtection!

Aktivitas di luar rumah memang sudah semakin meningkat sejak diberlakukan skema new normal. Meskipun begitu, tak sedikit juga orang yang memanfaatkan fasilitas belanja online. Anda bisa memilih berbagai barang & kebutuhan lewat 1 klik, seperti saat membeli asuransi kesehatan MyProtection yang juga menjamin COVID-19!

Nah, walaupun belanja online itu asyik dan mudah, jangan sampai pengeluaran jadi membengkak ya!

  1. Tentukan anggaran belanja

Apakah Anda sering melakukan pengeluaran tanpa pernah mencatatnya? Jika iya, maka kebiasaan buruk ini harus segera ditinggalkan. Anda bisa mulai mencatat pemasukan dan pengeluaran bulanan. Tentukan prioritas kebutuhan. Jangan sampai kebutuhan pokokmu jadi terbengkalai karena asyik belanja hal yang terlalu diperlukan.

  1. Kendalikan rasa penasaran

Coba cek kembali sudah berapa banyak paket yang samapi di rumahmu? Apakah semua barang tersebut sesuai dengan kebutuhan atau keinginan saja? Setiap harinya akan selalu ada produk baru di pasaran. Baju baru, gadget baru sampai cemilan baru. Tapi, tak semua barang perlu Anda miliki.

Untuk mengurangi pengeluaran jangka panjang, Anda juga bisa memilih barang yang sedikit lebih mahal tetapi tahan lama, misalnya sepatu dan baju.

  1. Uninstall atau unsubscribe layanan belanja online

Biasanya, ketika Anda berlangganan atau mengunduh situs belanja online, Anda akan menerima notifikasi diskon atau promosi. Sehingga Anda jadi tergoda untuk belanja barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Apalagi teknologi memudahkan proses jual-beli lewat gadget. Jika perlu, Anda bisa menghapus atau berhenti berlanggangan aplikasi belanja online.

Anda bisa mengganti aplikasi belanja dengan aplikasi investasi online atau aplikasi pengatur keuangan. Sehingga uang belanjamu bisa dialihkan untuk menghasilkan keuntungan.

  1. Cari kegiatan positif lainnya

Agar Anda tidak terpaku menatap layar dan segala aplikasi yang ada di dalamnya, Anda bisa mulai melakukan aktivitas positif lainnya. Contohnya, menata kembali tatanan furnitur di rumah, mulai mempelajari investasi untuk pemula, berjualan online, dan mengikuti online course sehingga ilmu Anda tetap bertambah dari rumah.

  1. Siapkan dana darurat

Selama pandemi belum berlalu, ada baiknya Anda menyiapkan dana darurat untuk mengantisipasi kebutuhan atau kejadian tak menentu. Idealnya, Anda perlu menyiapkan dana darurat sebesar 3 – 6x pengeluaran bulanan. Nah, uang belanjamu bisa dialihkan untuk dana darurat.

  1. Belanja perlindungan untuk keluarga

Selain belanja kebutuhan sehari-hari, jangan lupa Anda bisa berbelanja asuransi kesehatan online untuk memastikan aktivitas keluarga tetap #amanpalingnyaman bahkan di tengah pandemi. Anda pun bisa mendapatkan manfaat dalam jangka panjang untuk belanja online yang satu ini!

Salam,

Sahabat MyProtection

Baca Artikel
Semua Kategori
5 mins read 27/12/2019
Tahun Baru Seru dengan Ide Staycation Ini!

Jakarta, 27 Desember 2019 - MyProtection News

Tahun baru enaknya kemana, ya? Mungkin beberapa dari Anda sudah siap menjalankan liburan seru ke luar kota atau luar negeri lengkap dengan proteksi perjalanan dari MyTravel Domestic & MyTravel International

Namun, kalau Anda berencana menghabiskan tahun baru di rumah saja, MyProtection punya ide staycation seru tanpa harus pergi jauh!

  1. Movie nights dengan Keluarga atau Teman

Matikan lampu di ruang tengah dan putar film kesukaan Anda sambil menghitung detik-detik pergantian menuju dekade yang baru. Anda bisa menghabiskan waktu tertawa dengan adegan film komedi atau membawa emosi hanyut dalam roller-coaster film drama. Kegiatan menonton juga bisa ditemani dengan popcorn hangat yang bisa Anda buat sendiri di rumah. Mengenakan piyama matching bersama “tim menonton” Anda juga bisa memeriahkan suasana!

  1. Manjakan Diri dengan Fasilitas Hotel

Jika Anda ingin menghabiskan akhir tahun dengan suasana berbeda, maka menginap di hotel bisa jadi alternatif staycation! Menghitung mundur pergantian tahun sambil menikmati segelas sampanye rasanya bukanlah ide yang buruk. Anda juga bisa memanfaatkan fasilitas hotel lainnya seperti spa, gym, swimming pool, dan restoran untuk memanjakan diri setelah bekerja setahun penuh. Tidak ada salahnya lho mengeluarkan kocek lebih untuk mengapresiasi diri sendiri.

Baca juga: Destinasi Wisata Hidden Gem Lokal

  1. Kulineran di Tahun Baru, Siapa Takut?

Perayaan erat kaitannya dengan makan-makan. Tentunya perayaan tahun baru tidak lengkap tanpa makanan enak. Nah, Anda bisa berkeliling kota sambil kulineran lho untuk menyambut tahun baru. Siapa tahu, Anda bisa menemukan makanan kesukaan baru sambil mendatangi titik kota yang belum pernah Anda kunjungi sebelumnya.

  1. Rombak Penampilanmu dan Rumahmu!

Merombak penampilan untuk memasuki tahun baru bisa menambah semangat Anda, lho! Apalagi merawat tubuh kini bisa dilakukan di rumah. Eits, tapi bukan Cuma Anda yang butuh “make over”. Rumah atau apartemenmu juga. Perubahan sederhana seperti letak furniture bisa berpengaruh pada tampilan rumah dan mood. Jangan lupa keindahan rumah Anda dilengkapi dengan proteksi dari MyHome ya!

Nah, kalian ingin merayakan tahun baru dengan cara apa nih, Sahabat MyProtection?

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca juga: 5 Langkah Mempersiapkan Tahun Baru

Baca Artikel