Jakarta, 6 Desember 2019 - MyProtection News
Ketika menjalani diet, sering kali kita merasa lebih moody daripada biasanya. Tubuh menjadi lebih cepat lelah. Bahkan terkadang membuat kita malas beraktivitas seperti biasanya. Mengapa diet sering kali dikaitkan dengan perubahan suasana hati dan energi? Alasan utamanya adalah tubuh kita ikut menjalani perubahan komposisi saat berdiet.
Hormon dalam tubuh ikut harus beradaptasi dengan perubahan pola makan yang kita lakukan. Fenomena ini juga bisa berlangsung dalam jangka waktu berbeda, membuat tubuh serta emosi terpengaruh dengan perubahan yang ada. Berikut 5 alasan kita menjadi moody saat berdiet.
Pertama, ketika sedang menjalani diet, kita biasanya merasakan tiga gejala utama yaitu dorongan rasa lapar, pusing, dan lemas. Pengurangan porsi makan bisa berpengaruh terhadap kadar gula dan jumlah energi yang kita miliki. Karena tubuh kekurangan energi, kita cenderung menjadi kurang bertenaga dan moody.
Alasan kedua adalah ngidam. Tentu saja kita tidak bisa mengonsumsi makanan secara sembarangan saat diet. Mungkin Anda membayangkan nikmatnya red velvet cake kesukaan Anda. Ketika kita tidak bisa memuaskan cravings, kita cenderung menjadi lebih sensitif dan moody. Salah satu trik untuk mengatasi rasa ngidam adalah dengan membatasi diri untuk mengonsumsi makanan kesukaan saat weekend saja.
Baca juga: Suka Marah-marah Tanpa Alasan Jelas Mungkin Ini Sebabnya
Selanjutnya, saat masa diet, kita terkadang menghindari ajakan teman untuk berkumpul bersama, datang ke pesta, atau mencoba menu makanan baru. Kita takut tergiur dengan makanan yang disajikan. Sehingga intensitas kita bertemu dengan orang lain jadi berkurang. Padahal, berinteraksi dengan orang lain bisa membantu mengembalikan mood kita. Batasi porsi makanan akan lebih baik daripada menghindari situasi sosial.
Untuk memaksimalkan diet, sering kali kita dianjurkan untuk berolahraga. Setelah tubuh harus beradaptasi dengan pola makan yang berubah, olahraga bisa ikut menambah rasa lelah. Rasa lelah inilah yang bisa mendorong rasa moody. Siasati rasa lelah dengan beristirahat cukup selama 8 jam per hari dan minum air putih.
Terakhir, ketika timbangan rasanya tak kunjung turun membuat semangat kita memudar. Padahal diet yang baik adalah ketika berat badan kita turun perlahan. Sehingga lebih memungkinkan kita mempertahankan berat badan ideal. Diet yang dilakukandengan benar juga menjaga kesehatan tubuh, seperti MyProtection yang turut menjaga Anda dari kekhawatiran akan kesehatan Anda di masa depan.
Persiapkan diri untuk menghadapi timbangan yang fluktuatif. Tetap jaga pola makan dan gaya hidup sehat.
Selamat menjalani diet sehat!
Salam,
Sahabat MyProtection
Baca juga: Minyak Ikan Bantu Kurangi Risiko Penyakit Jantung
Mioma uteri atau yang dapat disebut dengan fibroid rahim, miom atau leiomyoma merupakan sebuah kondisi medis di mana adanya pertumbuhan tumor jinak pada otot maupun jaringan ikat di rahim.
Walaupun jinak, mioma uteri juga dapat menimbulkan berbagai komplikasi lain yang harus dapat segera ditangani, seperti anemia, gangguan pertumbuhan janin pada ibu hamil, keguguran, sirkulasi darah yang terhambat, dan masih banyak lagi.
Untuk lebih memahami mengenai mioma uteri, penyebab, gejala, hingga penanganan apa saja yang dapat dilakukan, simak ulasan berikut ini!

https://www.alodokter.com/miom
Mioma uteri atau mioma merupakan sebuah kondisi medis di mana terjadi pertumbuhan massa maupun daging di dalam rahim maupun di luar rahim yang sifatnya jinak atau tidak ganas.
Pada umumnya, mioma terjadi pada dinding otot maupun jaringan ikat yang ada di sekitarnya dengan bentuk menonjol ke rongga endometrium atau permukaan rahim dan memiliki ukuran yang bervariasi dan jumlahnya bervariatif.
Sebagian besar kasus mioma pada wanita usia 35 tahun yang terjadi pada umumnya tidak bergejala, dan sebagian kecil lainnya biasanya ditemukan secara tidak sengaja ketika pemeriksaan rutin.
Oleh sebab itu, sangat dianjurkan bagi wanita untuk melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan secara rutin untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan mioma yang ada tidak menjadi ganas.
Mioma yang dibiarkan dapat berkembang menjadi ganas walaupun kemungkinannya cukup kecil, dan berubah menjadi kondisi yang disebut dengan leiomiosarkoma yang merupakan salah satu jenis kanker langka dan agresif.
Terdapat pula beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami mioma, seperti:
Sudah berusia lebih dari 40 tahun.
Menstruasi pertama sebelum usia 10 tahun.
Belum pernah hamil sebelumnya (wanita yang sudah pernah memiliki anak pada umumnya lebih jarang terkena mioma).
Memiliki obesitas atau berat badan berlebih.
Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol.
Kebiasaan merokok.
Menggunakan alat kontrasepsi hormonal yang tinggi akan estrogen.
Keturunan Afrika-Amerika yang memiliki kemungkinan 2,9 kali lebih tinggi jika dibandingkan dengan ras Kaukasia.
Riwayat keluarga dengan kondisi mioma uteri.
Kekurangan vitamin D.
Untuk lebih jelasnya, berikut faktor risiko yang dapat dikaitkan dengan kemunculan kondisi medis ini:
Faktor risiko pertama, yaitu ras di mana mioma uteri paling banyak ditemukan pada wanita berkulit hitam dengan angka insidensi 2-3 kali lebih banyak dan paling jarang ditemukan pada wanita Asia.
Perbedaan dalam faktor genetik, pola makan, gaya hidup, stres psikososial, dan paparan lingkungan antara wanita berkulit hitam dan putih diduga berkontribusi terhadap variasi angka kejadian mioma uteri.
Faktor-faktor ini mempengaruhi bagaimana mioma uteri berkembang dan bagaimana gejalanya muncul pada setiap individu. Perjalanan penyakit mioma uteri juga bervariasi di antara ras yang berbeda.
Pada wanita berkulit hitam, mioma uteri cenderung terdiagnosis pada usia yang lebih muda. Selain itu, mioma yang ditemukan pada wanita berkulit hitam biasanya lebih banyak, berukuran lebih besar, dan disertai dengan gejala yang lebih parah dibandingkan dengan ras lainnya.
Gejala yang lebih berat ini dapat mencakup nyeri yang signifikan, perdarahan yang lebih banyak, dan gangguan pada fungsi organ reproduksi. Penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik memainkan peran penting dalam perkembangan mioma uteri.
Wanita berkulit hitam mungkin memiliki predisposisi genetik yang membuat mereka lebih rentan terhadap mioma uteri. Selain itu, pola makan dan gaya hidup juga berkontribusi terhadap perbedaan ini.
Misalnya, diet yang tinggi lemak dan rendah serat dapat meningkatkan risiko mioma uteri. Stres psikososial dan paparan lingkungan juga merupakan faktor penting. Wanita berkulit hitam mungkin lebih sering mengalami stres psikososial yang dapat mempengaruhi kesehatan reproduksi mereka. Paparan terhadap polutan lingkungan juga dapat berkontribusi terhadap perkembangan mioma uteri.
Secara keseluruhan, kombinasi dari faktor-faktor ini menyebabkan perbedaan yang signifikan dalam angka kejadian dan perjalanan penyakit mioma uteri antara wanita berkulit hitam dan putih.
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami mekanisme yang mendasari perbedaan ini dan untuk mengembangkan strategi pencegahan dan pengobatan yang lebih efektif.
Risiko pertumbuhan mioma uteri juga meningkat seiring bertambahnya usia, terutama selama masa reproduktif. Mioma uteri tidak ditemukan sebelum seorang wanita mengalami pubertas, dan frekuensinya menurun setelah menopause.
Hal ini disebabkan oleh paparan hormon steroid endogen yang lebih lama, seperti pada wanita yang mengalami menarche lebih awal maupun menopause yang lebih terlambat. Paparan hormon yang lebih lama ini memberikan waktu lebih banyak bagi mioma uteri untuk berkembang.
Mioma uteri dengan gejala klinis yang memerlukan penanganan paling sering ditemui pada masa perimenopause. Pada masa ini, wanita mungkin mengalami gejala seperti nyeri, pendarahan yang berlebihan, serta gangguan pada fungsi organ reproduksi yang memerlukan intervensi medis.
Setelah menopause, angka kejadian mioma uteri menurun dengan cepat. Penurunan ini terjadi karena produksi hormon steroid endogen berkurang secara signifikan setelah menopause, sehingga mioma uteri tidak lagi mendapatkan stimulus hormonal yang diperlukan untuk pertumbuhan.
Secara keseluruhan, faktor usia dan paparan hormon memainkan peran penting pada perkembangan dan perjalanan mioma uteri. Wanita yang mengalami keterlambatan menopause memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan mioma uteri dan mengalami gejala yang memerlukan penanganan medis.
Faktor reproduktif dan endokrin juga terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap terjadinya mioma uteri sesuai dengan patofisiologi dan patogenesis. Faktor ini mencakup berbagai aspek yang berkaitan dengan fungsi reproduksi dan hormon pada tubuh wanita.
Salah satu faktor yang berpengaruh adalah paritas yang merupakan jumlah kehamilan yang berakhir dengan kelahiran hidup.
Wanita yang belum pernah melahirkan memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan mioma dibandingkan dengan wanita yang sudah pernah melahirkan. Hal ini kemungkinan berkaitan dengan perubahan hormonal yang terjadi selama kehamilan, yang dapat memberikan efek protektif terhadap perkembangan mioma.
Menstruasi dini atau menarche yang terjadi di usia muda juga menjadi faktor risiko seseorang mengalami kondisi medis ini.
Wanita yang mengalami menstruasi pertama pada usia yang lebih muda memiliki paparan hormon estrogen yang lebih lama sepanjang hidup mereka.
Estrogen merupakan hormon yang diketahui dapat merangsang pertumbuhan mioma uteri, sehingga paparan yang lebih lama dapat meningkatkan risiko terjadinya mioma.
Selain itu, penggunaan kontrasepsi hormonal juga berpengaruh terhadap risiko mioma uteri. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kontrasepsi hormonal, terutama yang mengandung estrogen, dapat meningkatkan risiko mioma.
Secara keseluruhan, faktor-faktor reproduktif dan endokrin memainkan peran penting dalam perkembangan mioma uteri. Pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana faktor-faktor ini berinteraksi dan mempengaruhi risiko mioma dapat membantu dalam pengembangan strategi pencegahan dan pengobatan yang lebih efektif.
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengklarifikasi mekanisme yang mendasari hubungan antara faktor-faktor ini dan mioma uteri, serta untuk mengidentifikasi intervensi yang dapat mengurangi risiko bagi wanita yang rentan.
Hubungan antara obesitas dan pertumbuhan mioma uteri masih menunjukkan hasil yang inkonsisten. Beberapa data epidemiologi menunjukkan peningkatan risiko pada individu yang mengalami resistensi insulin, seperti pasien obesitas serta diabetes mellitus atau kencing manis.
Resistensi insulin dipercaya memiliki peran dalam perkembangan mioma pada wanita obesitas, ditambah dengan peningkatan kadar IGF-I atau Insulin-like Growth Factor-I dan androgen.
Resistensi insulin merupakan kondisi di mana tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif yang menyebabkan peningkatan kadar insulin dalam darah.
Insulin yang tinggi dapat merangsang produksi Insulin-like Growth Factor-I, yang menjadi faktor pertumbuhan yang mirip dengan insulin.
IGF-I memiliki efek mitogenik, yaitu merangsang pembelahan sel, yang dapat berkontribusi pada pertumbuhan mioma uteri. Selain itu, kadar androgen yang tinggi juga memiliki peran dalam perkembangan mioma, karena androgen dapat diubah menjadi estrogen dalam tubuh, yang kemudian merangsang pertumbuhan mioma.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa IMT atau indeks massa tubuh yang tinggi juga berkaitan dengan mioma uteri, di mana hal tersebut sering kali dijadikan indikator obesitas.
Wanita dengan IMT tinggi juga memiliki kemungkinan memiliki kadar estrogen yang lebih tinggi, karena jaringan adiposa atau lemak dapat menghasilkan estrogen. Peningkatan kadar estrogen tersebut dapat merangsang pertumbuhan mioma uteri.
Namun, hasil penelitian mengenai hubungan antara obesitas dan mioma uteri masih bervariasi. Beberapa studi menunjukkan adanya hubungan yang kuat, sementara yang lain tidak menemukan hubungan yang signifikan.
Faktor-faktor lain seperti genetik, gaya hidup, dan lingkungan juga dapat mempengaruhi risiko mioma uteri, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami mekanisme yang mendasari hubungan ini.
Secara keseluruhan, meskipun ada bukti yang menunjukkan bahwa obesitas dan resistensi insulin dapat berkontribusi pada pertumbuhan mioma uteri, hasil penelitian masih belum konsisten.
Pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana faktor-faktor ini berinteraksi dan mempengaruhi risiko mioma dapat membantu dalam pengembangan strategi pencegahan dan pengobatan yang lebih efektif.
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengklarifikasi hubungan antara obesitas, resistensi insulin, dan mioma uteri, serta untuk mengidentifikasi intervensi yang dapat mengurangi risiko bagi wanita yang rentan.
Faktor selanjutnya, yaitu gaya hidup mulai dari pola makan, jumlah konsumsi kafein dan alkohol, aktivitas fisik, serta tingkat stres yang di duga memiliki peluang dan potensi membentuk mioma dan mendukung pertumbuhannya.
Walaupun hasil yang jelas terkait pengaruh pola makan terhadap mioma uteri belum dapat dipastikan karena banyaknya bias dan berbagai faktor perancu. Terdapat beberapa hal yang dapat memacu pertumbuhan mioma uteri yang simtomatik, seperti:
Konsumsi makanan dengan indeks glikemik yang lebih tinggi diasosiasikan dengan sedikit peningkatan risiko terbentuknya mioma uteri.
Vitamin A dan D berpotensi memiliki efek yang protektif.
Konsumsi daging merah juga menunjukkan asosiasi positif berkaitan mioma uteri.
Pola makan yang kaya buah dan sayur juga menunjukkan bukti dapat menurunkan risiko mioma.
Selain itu, aktivitas fisik juga dapat membantu dalam menurunkan risiko mioma, khususnya bagi wanita dengan berat badan normal.
Faktor gaya hidup lainnya yang memiliki potensi meningkatkan faktor risiko adalah stres yang dapat meningkatkan risiko terjadi mioma uteri.
Walaupun secara jelas belum dapat diketahui penyebab kondisi medis ini, pertumbuhan mioma pada umumnya berkaitan erat dengan produksi hormon estrogen.
Di mana, selama masa reproduksi mioma menunjukkan pertumbuhan maksimal yang merupakan di saat pengeluaran estrogen tinggi, sehingga cenderung membesar ketika wanita sedang hamil dan ketika wanita memasuki masa menopause akan mengecil.
Beberapa hasil penelitian lain juga menjelaskan bahwa setiap mioma dapat timbul dari satu sel ganas yang ada di antara otot polos di dalam rahim seorang wanita.
Walaupun pada umumnya mioma tidak menimbulkan gejala bagi seseorang yang mengalaminya, terdapat beberapa gejala yang mungkin terjadi, seperti:
Menstruasi dalam jumlah banyak.
Perut terasa penuh dan bertambah besar.
Gangguan berkemih yang diakibatkan mioma yang menekan saluran kemih.
Keluarnya mioma melalui leher rahim yang pada umumnya membuat rasa nyeri hebat dan menimbulkan luka dan terjadinya infeksi sekunder.
Konstipasi yang disebabkan mioma menekan pada bagian bawah usus besar.
Nyeri panggul yang berkepanjangan dan tak kunjung sembuh.
Terdapat beberapa pilihan yang dapat dilakukan untuk mengobati mioma uteri yang dapat dilakukan, yaitu:
Pemberian obat anti-nyeri seperti parasetamol.
Pemeriksaan fisik dan USG, yang dilakukan setiap 6-8 minggu yang digunakan untuk mengawasi pertumbuhan ukuran maupun jumlah mioma. Jika dianggap stabil, maka jadwal observasi akan diubah menjadi 3-4 bulan.
Pengobatan dengan terapi hormonal, menggunakan preparat progestin atau gonadotropin-releasing hormone (GnRH) yang pada umumnya diberikan untuk membantu menjaga kehamilan jika tubuh kurang mampu.
Prosedur miomektomi, yang merupakan prosedur pembedahan untuk mengangkat mioma. Prosedur yang dapat dipertimbangkan jika seorang wanita masih berada di usia muda dan masih ingin memiliki anak.
Prosedur histerektomi, yang merupakan prosedur operasi pengangkatan rahim yang harus dipertimbangkan terlebih dahulu karena jika seorang wanita melakukan prosedur ini, pasien tidak dapat hamil lagi setelahnya.
Terdapat hal-hal yang dapat dilakukan guna mencegah dan menghindari penyakit miom uteri, sebagai berikut.
Melakukan olahraga dan berbagai aktivitas fisik secara rutin dan teratur.
Menggunakan alat kontrasepsi hormonal di bawah pengawasan dokter.
Menghindari kebiasaan merokok maupun mengonsumsi minuman beralkohol.
Menjaga berat badan ideal.
Menjalani pola makan yang lebih sehat dengan mengonsumsi makanan tinggi serat dari sayur dan buah, serta menghindari makanan tinggi lemak dan tinggi gula.
Nah, itulah pembahasan seputar mioma uteri, sebuah kondisi medis yang walaupun jinak dapat berbahaya jika dibiarkan begitu saja. Seperti yang sudah dibahas, pasien yang mengalami kondisi ini juga sering kali tidak merasakan gejalanya dan untuk memastikannya harus melakukan pemeriksaan secara rutin.
Agar kesehatan tubuh sahabat MyProtection tetap terlindungi dan terjaga, kamu juga harus memiliki perlindungan kesehatan yang tepat. Perlindungan Kesehatan Prima hadir yang dapat menjadi solusi perlindungan kesehatan yang tepat bagi diri dan anggota keluarga dengan manfaat tambahan Saldo Prima.
Beberapa keunggulan produk Perlindungan Kesehatan Prima, antara lain:
Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin maupun obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan
Santunan tunai harian Rawat Inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan
Pilihan Manfaat Rawat Inap dan Rawat Jalan sesuai kebutuhan
Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia
24 jam Contact Center dan Case Monitoring
Layanan eksklusif Personal Medical Assistance
Laporan perhitungan klaim via email
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Sebagai superfood, banyak orang sudah mengetahui bahwa manfaat chia seed bagi kesehatan tubuh sangat lah besar dan kandungan-kandungan yang ada di dalamnya dapat memberikan keuntungan bagi orang yang mengonsumsinya.
Hal ini dikarenakan chia seed kaya akan serat, sumber asam lemak omega-3, antioksidan, protein, hingga mineral. Karena kemudahan aksesibilitasnya, chia seed sering kali menjadi pilihan banyak orang untuk menjaga kesehatan tubuh.
Lalu, apa saja sebenarnya manfaat chia seed yang bisa didapatkan jika dikonsumsi secara rutin dan tepat? Simak di sini!
pexels
Chia seed merupakan biji-bijian berwarna hitam dan putih ya berasal dari tanaman bernama Salvia Hispanica, yang merupakan anggota keluarga mint dari Amerika Tengah.
Biji ini juga telah menjadi bagian pola makan manusia hingga lebih dari 5.000 tahun yang lalu dan dipercaya merupakan makanan pokok bagi suku Aztec dan Maya.
Sebagai makanan sehat, biji chia ini memiliki kandungan nutrisi yang cukup banyak, mulai dari protein, lemak, karbohidrat, serat, Alpha-linolenic acid atau ALA, kalsium, dan masih banyak lagi.
Dalam jurnal What Are Chia Seeds? dijelaskan juga bahwa penelitian terbaru mengungkapkan dengan menambahkan biji chia sebagai bagian dari pola makan sehat dapat membantu mengurangi faktor risiko masalah pada kardiovaskular, seperti menurunkan kadar kolesterol, trigliserida, hingga tekanan darah.
pexels
Untuk lebih memahami keuntungan dan manfaat chia seed bagi kesehatan tubuh, berikut ini penjelasannya:
Manfaat chia seed pertama, yaitu membantu dalam mengontrol berat badan karena kandungan serat dan proteinnya yang tinggi. Di mana, pada 2 sendok makan chia seed mengandung 140 kalori, 5 gram protein, 10 gram serat, 21 gram karbohidrat, hingga 9 gram lemak.
Jika dibandingkan dengan 1 buah pisang, kandungan serat yang terdapat pada 2 ½ sendok makan chia seed lebih tinggi yang membuatnya baik dikonsumsi khususnya buat kamu yang sedang diet.
Hal ini dikarenakan makanan kaya serat mampu memberikan efek kenyang yang lebih lama sehingga nafsu makan lebih terkontrol. Contoh makanan tinggi serat yang juga dapat membantu mengontrol berat badan seperti ubi cilembu yang memiliki banyak manfaat lainnya.
Bukan hanya itu, 17,83 % kandungan asam lemak omega-3, 15 hingga 25% protein, 26 hingga 41% karbohidrat kompleks, hingga vitamin dan mineral lainnya yang mampu menunjang keberhasilan diet.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan dalam jurnal Nutrition Research and Practice dengan judul Chia seed added yogurt reduces short-term food intake and increases satiety: randomised controlled trial juga mengungkapkan mengonsumsi chia seed juga dapat meningkatkan rasa kenyang dan menurunkan rasa lapar jika dibandingkan dengan orang yang tidak menambahkan chia seed ke dalam yoghurtnya.
Selanjutnya, chia seed juga bermanfaat untuk mengoptimalkan fungsi kekebalan tubuh dikarenakan kandungan asam amino endogen di dalamnya. Jenis asam amino seperti glutamat, aspartat, alanin, serin, dan glisin.
Bukan hanya itu, kandungan di dalamnya seperti seng, magnesium hingga zat besi juga dapat membantu dalam menjaga sistem kekebalan tubuh tetap aktif dan melindungi tubuh dari kerusakan radikal bebas.
Chia seed juga memiliki manfaat untuk menurunkan risiko penyakit jantung melalui kandungan omega-3 dan seratnya yang baik untuk kesehatan jantung.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan dalam jurnal Food and Function di tahun 2021 ditemukan juga bahwa chia seed memiliki kemampuan untuk meningkatkan jumlah kolesterol baik atau High Density Lipoprotein (HDL).
Jika jumlahnya meningkat, maka kolesterol jahat atau Low Density Lipoprotein (LDL) yang mampu meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke akan menurun.
Berdasarkan hasil dari jurnal berjudul The impact of chia seeds on diabetes, blood pressure, lipid profile, and obesity indicators yang melakukan 14 uji klinis menggunakan 835 partisipan mengatakan bahwa mengonsumsi chia seed setiap hari mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan jantung.
Di mana biji chia mampu secara signifikan menurunkan kadar trigliserida, LDL-kolesterol, serta tekanan darah sistolik.
Walaupun superfood, chia seed tidak dapat menggantikan obat kolesterol maupun tekanan darah dan mengatasi penyebab darah tinggi, namun biji-bijian ini dapat dijadikan tambahkan pada pola makan sehat.
Manfaat chia seed berikutnya adalah mampu mengoptimalkan dan meningkatkan kepadatan mineral tulang dan kesehatan tulang secara keseluruhan.
Di mana kandungan yang ada di dalamnya seperti fosfor, kalsium, hingga magnesium merupakan nutrisi penting yang mampu menjaga kesehatan tulang dan meningkatkan kepadatan tulang.
Pada 2 sendok makan chia seed terdapat kandungan kalsium 14% kebutuhan harian, magnesium 23% kebutuhan dasar, serta fosfor 20% kebutuhan dasar.
Bukan hanya itu, chia seed juga memiliki kandungan ALA (Asam Alpha-Linolenat) yang dapat membantu dalam menjaga kesehatan tulang.
Jika di konsumsi secara rutin dan teratur chia seed juga mampu membantu mencegah osteoporosis yang disebabkan kekurangan kalsium dan fosfor yang penting dan dibutuhkan juga untuk memperkuat gigi dan fungsi otot.
Karena kandungan serat dan senyawa lainnya, chia seed juga dapat membantu dalam menurunkan kadar gula darah dengan meningkatkan sensitivitas insulin yang dapat membantu dalam menstabilkan kadar gula darah.
Dengan meningkatkan sensitivitas insulin, biji chia ini juga mampu membantu mengurangi resistensi insulin yang menjadi salah satu faktor risiko diabetes tipe 2.
Chia seed juga dapat membantu dalam mencegah paparan radikal bebas karena memiliki kandungan antioksidan yang mampu melindungi tubuh dari paparannya. Kandungan antioksidan seperti asam klorogenat, asam kafeat, mirisetin, quercetin, dan kaempferol.
Walaupun radikal bebas merupakan hasil alami dari metabolisme sel, namun paparan tinggi yang diakibatkan polusi, asap rokok, hingga radiasi bisa menjadi penyebab terjadinya stres oksidatif yang dapat merusak DNA, protein, membran sel, hingga berbagai penyakit kronis.
Peradangan dalam tubuh yang kronis mampu menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari penyakit jantung hingga kanker.
Salah satu kandungan di dalam chia seed, yaitu caffein acid yang merupakan salah satu jenis antioksidan di dalamnya mampu melindungi tubuh dari kemungkinan risiko peradangan.
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya juga, chia seed juga mengandung asam lemak omega-3. Di mana, menurut jurnal dengan judul The Omega-6: Omega-3 Ratio: A Critical Appraisal and Possibel Succesor, asam lemak omega-3 memiliki fungsi yang berkaitan dengan omega-6 untuk menurunkan peradangan yang terjadi dalam tubuh.
Menambahkan chia seed ke dalam pola makan sehatmu juga dapat membantu mengatasi konstipasi karena memiliki kandungan serat yang tinggi.
Dengan mengonsumsi serat, tubuh mampu meningkatkan air dalam feses yang membuat teksturnya menjadi lebih lembut yang membuat kontraksi otot lebih rendah.
Kandungan serat dalam 28 gram chia seed adalah 10,6 gram yang sudah memenuhi 42% kebutuhan harian serat seseorang.
Chia seed juga bagus untuk dikonsumsi setelah berolahraga maupun masa pemulihan karena kandungan vitamin B, zink, zat besi, hingga magnesium yang ada di dalamnya dapat membantu dalam meningkatkan energi.
Vitamin B mampu mengubah makanan yang masuk seperti karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi yang dibutuhkan tubuh untuk melakukan aktivitas.
Dengan rutin mengonsumsi chia seed, kamu juga dapat meningkatkan energi secara stabil dan lebih tahan lama, hingga mengurangi rasa lelah yang dapat dirasakan setelah beraktivitas.
Banyak penelitian juga menunjukkan bukti bahwa asam lemak omega-3, serat, hingga antioksidan yang ada pada chia seed juga bermanfaat bukan hanya untuk anak, ibu hamil, dan individu kondisi kardiovaskular, namun juga dapat memberikan manfaat bagi atlet dan orang-orang yang rutin berolahraga jika memasukkan chia seed ke diet mereka.
Berdasarkan studi berjudul Omega 3 Chia Seed Loading as a Means of Carbohydrate Loading yang membandingkan dua jenis perlakuan yang berbeda terhadap muatan karbohidrat pada atlet dalam tes ketahanan lebih dari 90 menit.
Di mana, satu kelompok menerima perlakuan tradisional menggunakan 100% kalori dari Gatorade, sedangkan kelompok lainnya menerima minuman chia yang menggunakan 50% kalori dari chia seed dan 50% kalori dari gatorade.
Hasilnya menunjukkan bahwa atlet yang mengonsumsi minuman chia tersebut dapat meningkatkan oksidasi lemak sekaligus menghemat penggunaan glikogen dalam otot.
Pendekatan ini memungkinkan para atlet untuk mengurangi asupan gula serta meningkatkan asupan asam lemak omega-3.
Kandungan omega-3 pada chia seed juga dapat membantu menjaga kesehatan kulit khususnya dengan seiring bertambahnya usia, kulit akan menjadi lebih kendur maka dengan rutin mengonsumsinya dapat membantu menjaga kulit untuk lebih sehat dan kencang.
Antioksidan yang ada di dalam chia seed juga dapat membantu untuk melindungi tubuh dari sinar matahari yang dapat menyebabkan munculnya tanda penuaan dini.
Untuk mendapatkan manfaat chia seed bagi kesehatan kulit terdapat beberapa cara yang dapat kamu lakukan, mulai dari mengonsumsinya secara langsung atau mencampurkannya ke dalam minuman, hingga membuat masker dengan tambahan madu dan minyak kelapa.
Manfaat chia seed berikutnya adalah menurunkan risiko stroke karena kandungan asam lemak omega-3 yang sehat, serat, dan antioksidannya.
Biji chia bekerja dengan mengurangi peradangan dan mengatur tekanan darah serta menjaga kadar kolesterol di dalam batas normal.
Bukan hanya itu, kandungan antioksidannya yang kuat seperti asam klorogenat dan quercetin juga dapat membantu dalam melawan radikal bebas dan mengurangi peradangan kronis yang merupakan dua faktor penting yang berkontribusi pada kerusakan pembuluh darah serta meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit jantung dan stroke.
Kanker kolorektal yang merupakan kanker yang tumbuh di usus besar atau rektum merupakan salah satu jenis kanker yang cukup umum khususnya pada orang yang sudah lanjut usia yang umumnya disebabkan dari polip usus atau pertumbuhan abnormal di dinding usus.
Dipercaya, dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan serat dapat membantu dalam mengurangi risiko seseorang terkena kanker kolorektal.
Berdasarkan hasil penelitian Intisari Sains Medis di tahun 2019 menunjukkan bahwa dari 52 pasien di RSUP Sanglah yang terdiagnosis kanker kolorektal , 39 pasien mengonsumsi asupan rendah serat setiap harinya.
Sebagai superfood yang dikenal dengan kandungan seratnya, mengonsumsi chia seed juga dapat membantu dalam meningkatkan kesehatan pencernaan dan usus.

pexels
Sebagai salah satu bahan organik yang cukup populer dan dapat dimakan baik secara langsung maupun diolah terlebih dahulu, saat ini hidangan kreasi menggunakan chia seed juga berkembang.
Biji chia dapat dijadikan sebagai topping baik dihancurkan terlebih dahulu maupun utuh di atas sereal, nasi, yoghurt, hingga sayuran. Di Meksiko, terdapat minuman chia fresco yang terbuat dari chia seed yang direndam dengan jus buah atau air.
Hal ini dikarenakan chia seed sangat mudah menyerap cairan dan akan membentuk tekstur gel ketika direndam, membuatnya mudah dicampurkan dengan sereal maupun hidangan lainnya.
Untuk memasukkan superfood satu ini ke dalam rutinitasmu juga sangat lah mudah, kamu dapat menaburkan satu hingga dua sendok makan chia seed ke yoghurt, sereal, hingga salad.
Bukan hanya itu, kamu juga dapat menambahkan biji chia ke dalam smoothies hingga sup, atau bahkan mencampurkannya dengan adonan pancake sebelum di masak.
Karena chia seed tidak memiliki rasa yang khas, jika dicampurkan dengan bahan makanan lain tidak akan mengubah atau berdampak pada rasa makanan tersebut.
Salah satu cara populer lainnya untuk menikmati chia seed adalah dengan membuat chia puding dengan merendam biji chia ke dalam cairan baik air, susu, hingga yoghurt.

pexels
Walaupun secara umum aman di konsumsi dan mudah di toleransi ketika di makan dalam jumlah yang dianjurkan, dalam artikel berjudul Are Chia Seeds Good for You? mengonsumsi chia seed juga memiliki risikonya tersendiri.
Karena kandungan seratnya yang tinggi, mengonsumsi chia seed juga dapat menyebabkan gejala pencernaan, seperti gas, diare, hingga perut kembung.
Jika orang yang belum terbiasa mengonsumsi makanan tinggi serat, disarankan untuk meningkatkan jumlah konsumsinya secara perlahan dan pastikan meminum air yang banyak.
Selain itu, bagi orang-orang yang memiliki alergi atau sensitivitas terhadap chia seed juga harus menghindari mengonsumsi biji ini karena mampu menyebabkan reaksi seperti gatal, bercak merah, hingga kesulitan bernapas.
Chia seed juga memiliki risiko tersedak, khususnya bagi individu yang memiliki kesulitan untuk menelan. Hal ini disebabkan sifat bijinya yang dapat membesar jika dan berubah menjadi kental serta memiliki konsistensi yang lengket yang dapat tersangkut di tenggorokan dan menyebabkan sumbatan.
Untuk menghindari hal ini terjadi, pastikan biji chia yang kamu konsumsi sudah terendam dalam cairan selama beberapa waktu sebelum di makan.
Terdapat beberapa tips mengonsumsi yang dapat kamu lakukan untuk mendapatkan manfaat chia seed sepenuhnya dengan mudah:
Itulah penjelasan seputar berbagai manfaat chia seed yang merupakan superfood yang saat ini semakin populer bukan tanpa sebab. Dengan rutin mengonsumsinya berdasarkan takaran yang disarankan, kamu bisa mendapatkan perlindungan kesehatan yang baik.
Walaupun begitu, hanya mengonsumsi chia seed saja tidaklah cukup, di mana menjaga pola hidup juga sangat penting, khususnya dari hal beraktivitas dan makanan yang dikonsumsi.
Agar sahabat MyProtection tetap terlindungi dari hal-hal tak terduga, Perlindungan Kesehatan Prima hadir untuk memberikan solusi perlindungan kesehatan yang tepat bagi Anda dan keluarga dengan manfaat tambahan Saldo Prima.
Berikut ini beberapa keunggulan produk PKP:
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Agar dapat memberikan pencegahan yang tepat, mengenali jenis kecelakaan kerja juga menjadi krusial bagi pihak perusahaan di tempat kerja. Perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja atau K3 sendiri wajib diterapkan oleh semua jenis perusahaan di berbagai sektornya.
Penerapannya sendiri dapat dilihat melalui penggunaan APD atau alat pelindung diri hingga menaati petunjuk keselamatan kerja yang ada berdasarkan Pasal 86 dan Pasal 87 Undang-Undang Ketenagakerjaan.
Untuk lebih mengetahui apa saja jenis kecelakaan kerja dan penerapan manajemen K3 yang tepat, berikut ini penjelasan lengkapnya!

Pexels
Kecelakaan kerja merupakan sebuah kejadian atau insiden yang dapat terjadi di tempat kerja maupun berhubungan dengan pekerjaan yang dilakukan. Yang dimana kecelakaan tersebut dapat mengakibatkan PAK atau penyakit akibat kerja, cedera, atau hingga kematian.
Selain itu, berdasarkan Permenaker No. 5 Tahun 2021, kecelakaan kerja juga dapat diartikan sebagai kecelakaan yang terjadi di dalam hubungan kerja, termasuk kecelakaan yang terjadi di perjalanan rumah menuju tempat kerja atau sebaliknya, hingga penyakit yang ditimbulkan oleh lingkungan kerja.
Agar dapat membedakan jenis-jenis yang ada, berikut beberapa jenis kecelakaan kerja yang dapat terjadi.
Jenis pertama, tertimpa objek di tempat kerja. Kecelakaan ini pada umumnya paling sering terjadi di pabrik maupun proyek lapangan yang banyak menggunakan material.
Banyaknya material tersebut sering kali membuat banyak pekerja tidak dapat mengantisipasi jika ada objek yang terjatuh dan dapat membahayakan dirinya.
Pada umumnya, objek jatuh ini dapat disebabkan berbagai hal, mulai dari mesin yang bermasalah atau bahkan human error yang tidak menempatkan objek dengan benar di tempatnya.
Untuk menghindari hal tersebut, inspeksi berkala menjadi sangat penting dan krusial untuk mengurangi potensi kecelakaan kerja jenis ini menjadi seminimal mungkin yang dapat membuat pekerja cedera hingga mengalami kematian.
Selanjutnya, terpeleset atau terjatuh yang dapat terjadi di lokasi kerja dengan permukaan tidak rata maupun licin. Jenis kecelakaan ini dapat terjadi di perkantoran maupun area pabrik.
Walaupun dianggap bukan sesuatu hal besar, terpeleset atau terjatuh dapat berdampak serius dan memiliki risiko tinggi bagi para pekerja yang ruang lingkup kerjanya berada di ketinggian.
Seperti proyek pembangunan, pertukangan, atau bahkan perbaikan instalasi kabel listrik.
Jenis kecelakaan ini pada para pekerja yang bekerja di sektor tersebut dapat berakibat fatal, apabila mereka terpeleset dan jatuh tanpa menggunakan alat pengaman yang tepat.
Dimana, keselamatan nyawa juga menjadi terancam dan memiliki potensi membahayakan, seperti cacat atau bahkan kehilangan nyawa.

pexels
Kecelakaan lalu lintas juga termasuk ke dalam jenis kecelakaan kerja jika kejadiannya terjadi selama perjalanan berangkat maupun pulang dari lokasi kerja. Pernyataan ini diatur pada Undang-Undang No.3 tahun 1992 di pasal 1 poin 6.
Jenis ini juga terjadi pada perusahaan yang berada di bidang perniagaan maupun pengangkutan yang harus terus menerus melakukan perjalanan.
Dimana, dalam proses dari satu titik ke titik lainnya memiliki potensi kecelakaan lalu lintas yang dapat membahayakan.
Oleh sebab itu, menjadi sangat krusial bagi sebuah perusahaan untuk memberikan tanggung jawab kepada pekerja untuk memberikan pelatihan atau training yang tepat dan memadai terlebih dahulu.
Dengan begitu, perusahaan juga tidak mengalami kerugian dan pekerja yang diturunkan tanggung jawab tersebut telah memenuhi standar dan syarat yang ada, baik dari sisi kemampuan berkendara dan mengemudi dengan baik.

pexels
Selanjutnya, kecelakaan kerja yang disebabkan terkena benda tajam maupun mesin yang dapat terjadi di berbagai sektor pekerjaan yang proses operasionalnya memanfaatkan mesin maupun benda tajam.
Oleh sebab itu, penting bagi perusahaan di sektor tersebut untuk memperhatikan kondisi dan melakukan perawatan secara rutin dengan baik.
Peralatan atau mesin yang digunakan juga harus lolos uji sertifikasi mutu, melakukan inspeksi secara mendalam serta menyusun K3 dengan matang sebelum nantinya diterapkan.
Bukan hanya itu, perusahaan juga harus dapat menyediakan APD atau alat pelindung diri yang sesuai untuk para pekerjanya untuk mengurangi risiko cedera yang diakibatkan penggunaan alat operasional tersebut.
Dengan kemajuan teknologi saat ini, penggunaan mesin yang lebih aman juga dapat menjadi solusi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti mesin yang bisa berhenti jika ada benda asing atau tidak dikenal masuk ke dalamnya.
Selanjutnya, para karyawan yang sering kali melakukan kontak langsung maupun tidak langsung dengan bahan dan zat kimia juga memiliki risiko menghirup gas beracun.
Kecelakaan jenis ini dapat dengan mudah terjadi dan membahayakan para karyawan jika sebuah perusahaan tidak memastikan dengan baik APD yang dikenakan sudah sesuai standar dan aman dari paparan zat kimia.
Menghirup zat kimia atau gas beracun memiliki dampak yang berbeda-beda bagi tubuh, mulai dari keluhan medis seperti fibrosis di paru-paru, reaksi alergi di kulit atau bahkan gangguan mata yang dapat disebabkan karena terlalu sering terpapar gas beracun.
Dengan adanya alat pelindung diri yang tepat dan sesuai dengan standar yang ada, maka para pekerja dapat terhindar dari risiko kecelakaan ini.
Cedera otot dapat terjadi pada banyak orang secara umum, begitu pula dalam dunia kerja. Secara khusus, cedera otot terutama leher dan punggung bisa disebabkan karena membawa barang yang terlalu berat di luar kapasitas.
Untuk menghindari jenis kecelakaan kerja ini terjadi, perusahaan dapat menyediakan atau mempertimbangkan penggunaan alat yang dapat membantu mengurangi beban saat proses pemindahan barang.
Jika hal tersebut tidaklah memungkinkan, perusahaan dan karyawan juga dapat lebih memperhatikan kapasitasnya sendiri, mulai dari berat yang mampu diangkat berdasarkan jarak yang akan ditempuh untuk menghindari cedera otot.

pexels
Polusi suara yang juga termasuk ke dalam kecelakaan kerja dapat disebabkan oleh penggunaan mesin yang mengeluarkan suara besar dan mampu mengancam kesehatan telinga dan menyebabkan gangguan pendengaran.
Walaupun dianggap sepele, jenis kecelakaan ini ternyata sering terjadi hingga membahayakan para pekerjanya dan memiliki istilah industrial deafness yang merupakan gangguan pendengaran yang disebabkan paparan kebisingan tingkat tinggi.
Para pekerja yang terus menerus terpapar polusi udara ini memiliki risiko mengalami kerusakan gendang telinga dan kehilangan kemampuannya untuk mendengar.
Oleh sebab itu, menjadi sangat krusial bagi perusahaan yang secara rutin dalam operasionalnya menyebabkan polusi udara untuk menyediakan alat pelindung telinga bagi para pekerjanya agar terhindar dari kerusakan pendengaran.
Selain itu, para pekerja juga dapat mengelola gejala industrial deafness ini, seperti melakukan meditasi, penggunaan alat bantu dengar, serta mengubah pola gaya hidup dan mengonsumsi bahan makanan yang lebih sehat.

Pexels
Kecelakaan kerja juga dapat dibedakan berdasarkan klasifikasinya yang terbagi menjadi 3, yaitu berdasarkan jenis, penyebab, serta sifatnya. Simak penjelasan lengkapnya!
Kecelakaan kerja dapat dibedakan berdasarkan jenis insidennya, mulai dari kecelakaan fisik yang melibatkan peralatan, lingkungan fisik, atau bahkan aktivitas yang dilakukan. Ada pula kecelakaan kimia, insiden yang timbul karena paparan bahan kimia berbahaya.
Selanjutnya kecelakaan kerja biologis yang ditimbulkan akibat paparan agen biologis mulai dari virus, bakteri, maupun jamur yang dapat menimbulkan potensi terkena penyakit.
Dan yang terakhir, kecelakaan ergonomis merupakan kecelakaan yang ditimbulkan postur tubuh yang salah atau gerakan yang terus menerus dilakukan tanpa adanya prosedur ergonomis yang benar.
Kecelakaan kerja berdasarkan jenis dapat diklasifikasikan berdasarkan jenis kecelakaan yang dialami karyawan, sebagai berikut.
Tersandung, jatuh serta terpeleset
Tertumbuk, terjepit, maupun terhantam, dan tertabrak objek maupun oleh pekerja lainnya
Tersengat listrik tegangan tinggi
Terpotong maupun teriris benda tajam
Terkena suhu ekstrem baik suhu rendah maupun tinggi
Terkena efek racun radiasi ataupun efek produk berbahan kimia
Melakukan kegiatan yang membebani fisik secara berlebihan dan dapat menyebabkan cedera otot
Jenis kecelakaan kerja yang ada di atas pada umumnya sering terjadi pada lingkungan kerja, oleh sebab itu sangat disarankan bagi sahabat MyProtection untuk lebih berhati-hati.
Jika sebuah perusahaan telah memberikan fasilitas dan kepastian untuk kenyamanan proses kerja para karyawannya, maka kembali lagi kepada kita sebagai karyawan apakah menjalani pekerjaan sesuai dengan regulasi yang ada agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Selanjutnya, kecelakaan kerja juga dapat dibedakan berdasarkan penyebab yang menimbulkan insiden tersebut. Ada apa saja? Simak di sini!
Kecelakaan kerja disebabkan alat kerja atau mesin, seperti alat pengolahan produk, mesin pertambangan, alat tukang, serta berbagai jenis mesin lainnya di lingkungan kerja.
Kecelakaan kerja disebabkan alat angkutan, seperti kendaraan pendukung pekerjaan yang digunakan untuk kegiatan produksi serta mesin angkut.
Kecelakaan kerja disebabkan lingkungan kerja, seperti contohnya pekerjaan yang ada di ketinggian atau bawah tanah. Ruang lingkup ekstrem tersebut juga dapat membahayakan diri karena pada umumnya memiliki suhu yang ekstrem pula hingga bertekanan tinggi.
Kecelakaan kerja yang terjadi diakibatkan hal tertentu, seperti bahan berbahaya, zat kimia, radiasi, logam berak atau juga sejuk.
Kecelakaan kerja yang disebabkan sumber arus listrik, seperti contohnya gardu listrik, komponen elektronik, serta kabel bertekanan tinggi.
Kecelakaan tersebut sering kali dapat terjadi oleh karyawan berdasarkan tempat kerjanya. Untuk tingkat keparahannya sendiri beragam tergantung pada penyebab kecelakaannya bisa dari ringan hingga berat.
Kecelakaan kerja yang dibedakan berdasarkan sifatnya dapat dilihat dari cedera yang dialami oleh pekerja. Bukan hanya itu, cedera tersebut bisa berupa luka maupun kelainan pada tubuh yang disebabkan kecelakaan. Simak ada apa saja:
Tulang retak, bergeser maupun patah
Memar, terkilir tegang otot hingga nyeri
Pendarahan yang diakibatkan tusukan, goresan serta tikaman
Kerusakan tubuh, seperti hilangnya fungsi pada bagian tubuh tertentu
Keracunan kronis
Luka dalam
Penurunan fungsi bagian tubuh karena bahan kimia secara langsung maupun terkena radiasi
Luka bakar yang disebabkan oleh uap panas, benda cair, api, hingga ledakan
Mati lemas atau kehabisan nafas
Terpapar racun, sampah biologis, bisa berbahaya, bahan organik serta bakteri
Faktor penyebab kecelakaan kerja dapat dilihat melalui 2 teori di bidang ilmu K3, berdasarkan faktor kelalaian manusia, penggunaan alat, material, atau hingga faktor alam. Penjelasan lengkapnya simak di sini!
Teori domino yang dicetuskan oleh Heinrich, membagi penyebab kecelakaan kerja menjadi 5 faktor utama yang saling berkaitan satu sama lain.
Mulai dari kondisi kerja, kelalaian manusia, kondisi kerja tidak aman, kecelakaan atau insiden, hingga cedera.
Berdasarkan teorinya tersebut, kelima faktor tersebut saling berkaitan antara satu sama lain dan jika satu faktor terjadi, maka faktor lainnya akan menerima dampak dan mengalami efek domino.
Seperti contohnya, jika faktor kondisi kerja tidak aman, maka pada akhirnya dapat menimbulkan kelalaian manusia karena tindakan kerja yang tidak aman, kemudian menyebabkan kecelakaan hingga cedera.
Teori Multiple Factor mengungkapkan bahwa faktor kecelakaan kerja dapat dikontribusi ke dalam 4M, yang terdiri Man atau manusia, Machine atau mesin dan peralatan, Media atau lingkungan kerja, serta management atau manajemen kerja.
Faktor manusia pada umumnya meliputi usia, jenis kelamin, keterbatasan kemampuan, kekuatan, motivasi, kondisi emosi, dan sebagainya. Sedangkan mesin merupakan segala peralatan yang dimanfaatkan untuk menunjang proses operasional dari pekerjaan yang dijalankan.
Faktor media merupakan segala faktor yang dipengaruhi oleh lingkungan kerja, seperti suhu, kebisingan, atau hingga getaran.
Dan, yang terakhir faktor manajemen merupakan segala komunikasi, kebijakan, serta hal sebagainya yang menyangkut dengan lingkungan pekerjaan tempat karyawan menjalankan tugasnya.
Agar sahabat MyProtection terhindar dari kecelakaan kerja, terdapat beberapa tips yang dapat dilakukan, seperti:
Menggunakan APD atau Alat Pelindung Diri yang lengkap serta sesuai dengan ketentuan, regulasi, serta standarisasi yang telah ditetapkan K3 dengan begitu kecelakaan kerja yang tidak diinginkan dapat terhindar.
Mengikuti pelatihan atau training yang berkaitan dengan pekerjaan yang akan dijalankan untuk mendapatkan informasi terkait keselamatan selama melakukan pekerjaan.
Menaati aturan serta menggunakan APD sesuai dan lengkap, bukan hanya alat pelindung diri saja, tapi segala peralatan dan mesin yang digunakan juga harus berada dalam kondisi prima dan sesuai dengan standarisasi yang ada.
Monitoring secara rutin untuk memastikan bahwa ruang lingkup dan tempat kerja sudah menerapkan dan menjalankan regulasi serta standarisasi yang tepat sesuai prosedur yang ada.
Nah, itulah berbagai jenis kecelakaan kerja yang dapat terjadi dan dialami para pekerja di ruang lingkup kerja yang dapat membahayakan diri, menyebabkan cedera, atau bahkan potensi kematian.
Hal-hal tersebut dapat menjerat perusahaan berdasarkan hukum yang ada. Terlebih lagi, jika kecelakaan yang terjadi terbukti bentuk kelalaian perusahaan dalam manajemen keselamatan serta kesehatan kerja para karyawannya.
Seperti kurangnya pelatihan yang diberikan ataupun kelalaian merawat mesin atau peralatan operasional yang digunakan, APD yang tidak memadai dan masih banyak lagi. Agar sahabat MyProtection selalu terlindungi, Perlindungan Kesehatan Prima hadir untuk memberikan perlindungan kesehatan yang tepat.
Keunggulan dari Perlindungan Kesehatan Prima meliputi:
Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin atau obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan rawat inap atau rawat jalan.
Santunan tunai harian rawat inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan.
Pilihan manfaat rawat inap dan rawat jalan sesuai kebutuhan.
Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia
24 jam Contact Center dan Case Monitoring
Layanan eksklusif Personal Medical Assistance
Laporan perhitungan klaim via email
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan