Jakarta, 17 Juli 2020 - MyProtection News
Mencari pekerjaan memang bukanlah hal yang mudah. Belum lagi keadaan serba tak kondusif akibat pandemi COVID-19 membuat beberapa usaha dan perkantoran harus terkena dampak ekonomi yang cukup berat.
Jika Anda adalah lulusan baru (fresh graduate) atau terpaksa kehilangan pekerjaan akibat COVID-19, Anda tetap memiliki kesempatan untuk memulai karier yang baru.
Simak beberapa tips di bawah ini untuk mempersiapkan diri Anda menjadi karyawan baru dan menemukan pekerjaan baru, bahkan di tengah pandemi.
Sambil mencari pekerjaan tetap, tak ada salahnya jika Anda mencari pekerjaan jangka pendek seperti penulis lepas, karyawan magang, atau pekerjaan dengan kontrak singkat lainnya.
Anda bisa belajar terbiasa dengan tanggung jawab, disiplin, sikap professional, dan bekerja dalam tim. Sehingga Anda mempunyai nilai tambah saat bersaing mencari pekerjaan di perusahaan lainnya. Selain menambah pengalaman, Anda tetap bisa mendapatkan pemasukan.
Bukan rahasia lagi bahwa koneksi penting untuk membantu karier serta bisnis Anda. Jika Anda mempunyai kerabat yang telah bekerja di perusahaan atau bisnis lainnya, maka Anda bisa menanyakan lowongan pekerjaan apa yang sedang tersedia. Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan koneksi untuk mendapatkan rekomendasi kerja.
Mencari pekerjaan bukanlah hal yang mudah. Jika belum diterima di satu perusahaan, maka jangan patah semangat. Tetap kirimkan lamaran ke berbagai perusahaan dan pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi Anda. Karena proses rekrutmen karyawan membutuhkan waktu yang cukup lama, biasanya Anda bisa menunggu 1 – 3 bulan untuk dipanggil wawancara dengan perusahaan. Jadi, jangan mengharapkan hasil yang instan.
Jika Anda belum bisa mendapatkan pekerjaan sebagai karyawan tetap, mungkin Anda bisa mencoba menjadi karyawan lepas/freelance dan karyawan magang.
Belum menerima panggilan wawancara? Anda bisa mengisi waktu luang dengan mempelajari berbagai skill baru yang akan berguna untuk karier professional. Saat ini terdapat banyak kelas online gratis maupun berbayar untuk berbagai macam kebutuhan. Seperti belajar Google Ads, tips wawancara kerja, kelas mengedit, atau skill lainnya.
Skill yang dimiliki oleh individu bisa menjadi “nilai jual lebih” bagi perusahaan. Kemampuan Anda bisa dipamerkan melalui CV atau portfolio kerja. Lagipula, tak selamanya Anda harus bekerja kantoran untuk mendapatkan uang.
Setelah melamar pekerjaan, Anda pun mendapatkan undangan untuk wawancara virtual. Maka Anda harus mempersiapkan beberapa hal. Pertama, persiapkan laptop dengan kamera yang memadai serta jaringan internet yang baik. Sehingga wawancara bisa berjalan dengan lancar.
Selanjutnya, persiapkan diri untuk menjawab pertanyaan dengan recruiter. Jaga agar pandangan Anda tetap fokus kepada pewawancara. Hindari menggunakan ponsel saat proses wawancara. Terakhir, jangan lupa untuk tetap berpakaian sopan dan professional walaupun hanya menjalani wawancara virtual.
Selamat mencari kerja!
Salam,
Sahabat MyProtection
Membayar pajak tepat waktu sangatlah penting. Kelalaian membayar pajak dapat membuat denda yang diterima semakin menumpuk.
Begitu pula dengan pajak kendaraan, seperti mobil, jika tidak segera dibayarkan, maka denda pajak tersebut dapat memengaruhi kondisi finansial. Lalu bagaimana cara menghitung dan berapa denda telat bayar pajak mobil?
Sebelum mengetahui cara menghitungnya, ada 2 hal penting yang harus kamu ketahui mengenai perhitungan denda pajak mobil, seperti:
Denda yang harus dibayarkan dihitung berdasarkan lama waktu menunggak pajak mobil, yang terdiri dari 2 komponen yaitu:
Denda PKB atau Pajak Kendaraan Bermotor, sebesar 25% per tahun dari nilai PKB, dihitung proporsional per bulan (25% x bulan/12).
Denda SWDKLLJ, tambahan tetap berdasarkan aturan, umumnya Rp 100.000 untuk mobil, tergantung pada jenis kendaraan.
Telat 1 hari, tidak dikenakan denda.
Telat 1 minggu hingga 1 bulan, dikenakan PKB 2,08% (25% x 1/12).
Telat 2 bulan, dikenakan denda PKB 4,17% + SWDKLLJ.
Telat 3 bulan, dikenakan denda PKB 6,25% + SWDKLLJ.
Telat 4 bulan, dikenakan denda PKB 8,33% + SWDKLLJ.
Telat 5 bulan, dikenakan denda PKB 10,42% + SWDKLLJ.
Telat 6 bulan, dikenakan denda PKB 12,5% + SWDKLLJ.
Telat 7 bulan, dikenakan denda PKB 14,58% + SWDKLLJ.
Telat 8 bulan, dikenakan denda PKB 16,67% + SWDKLLJ.
Telat 9 bulan, dikenakan denda PKB 18,75% + SWDKLLJ.
Telat 10 bulan, dikenakan denda PKB 20,83% + SWDKLLJ.
Telat 11 bulan, dikenakan denda PKB 22,92% + SWDKLLJ.
Telat 1 tahun, dikenakan denda PKB 25% + SWDKLLJ.
Telat 2 tahun, dikenakan denda PKB 50% + SWDKLLJ.
Telat 3 tahun, dikenakan denda PKB 75% + SWDKLLJ.
Untuk lebih memahami perhitungannya, berikut ini contoh perhitungan denda pajak mobil jika telat membayar selama 6 bulan dengan PKB atau Pajak Kendaraan Bermotor sebesar Rp 364.200 dan SDKLLJ sebesar Rp 243.000.
Rumus perhitungannya, PKB x 25% x 6/12
Rp 364.200 + Rp 243.000 x 25% x 6/21 = Rp 394.575
Namun harus diingat bahwa yang harus dibayarkan bukan hanya Rp 394.575 saja. Terdapat tambahan PKB dan SWDKLLJ yang membuatnya menjadi, Rp 364.200 + Rp 243.000 + Rp 394.575 = Rp 1.001.775 yang menjadi total yang harus dibayarkan.
Semakin lama periode waktunya untuk menyelesaikan kewajiban pembayaran, maka denda yang harus dibayarkan juga semakin tinggi.
Untuk memastikan jumlah denda yang harus dibayarkan serta denda PKB yang lebih akurat, kamu dapat melihatnya melalui website resmi e-Samsat dengan langkah-langkah berikut.
Membuka halaman website e-Samsat.id
Pergi ke menu cek pajak kendaraan
Memasukkan nomor kendaraan dan tanggal lahir
Klik cek
Melihat hasil pengecekan denda pajak mobil yang harus dibayarkan. Informasi di halaman ini juga mencakup PKB POK, PKB DEN, SWDKLLJ POK, SWDKLLJ DEN, PNPB STNK, PNPB TNBK, dan tenggat waktu pembayaran pajak.
Nah, itulah pembahasan mengenai berapa denda telat bayar pajak mobil yang harus kamu ketahui agar segera dapat membayar pajak yang menjadi kewajiban pemilik kendaraan. Semoga informasinya bermanfaat!
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
Jakarta, 19 Desember 2019 - MyProtection News
Ternyata olahraga bisa jadi kunci untuk awet muda, lho! Terbukti dari riset yang dilakukan pada atlet berusia lanjut yang tetap aktif berolahraga. Dikutip oleh New York Times, ditemukan bahwa sel-sel otot pria usia lanjut yang aktif berolahraga mirip dengan sel otot pria berusia 25 tahun. Tidak hanya itu, tingkat inflamasi otot akibat perubahan cuaca relatif lebih rendah daripada pria seusia mereka.
Otot merupakan salah satu bagian tubuh yang paling rentan dalam proses penuaan. Sebagian besar manusia kehilangan massa dan kekuatan ototnya mendekati usia 50 tahun. Penurunan performa otot akan semakin cepat setelah usia 50 tahun. Oleh karena itu, disarankan untuk memulai kegiatan olahraga sedini mungkin untuk menjaga massa otot. Namun, tak menutup kemungkinan bagi orang-orang yang baru memulai olahrga di usia lebih tua untuk menjadi sehat.
Banyak riset yang telah menghubungkan pengaruh antara massa otot dengan tingkat inflamasi dalam tubuh. Atlet dan komunitas yang aktif berolahrga memiliki tingkat inflamasi yang lebih rendah dibanding orang yang jarang berolahraga. Inflamasi atau peradangan dalam tubuh juga terkait erat dengan berbagai penyakit. Beberapa penyakit yang terkait dengan peradangan kronis adalah inflamasi jantung, inflamasi ginjal, dan inflamasi kulit.
Olahraga selama 20 menit per harinya dikatakan dapat membantu mengurasi tingkat inflamasi dalam tubuh. Ada banyak jenis olahraga yang bisa Anda lakukan, bahkan saat Anda sibuk. Misalnya melakukan pemanasan selama 15 menit setelah Anda bangun pagi, bersepeda ke kantor, menggunakan tangga di kantor atau kampus untuk naik-turun lantai. Bahkan, beberapa orang memanfaatkan malam hari untuk pergi ke gym.
Nah, walaupun tanpa mesin waktu, rasanya kembali ke usia 25 lagi bisa diwujudkan dengan olahraga, ya? Selamat kembali muda!
Salam,
Sahabat MyProtection