Manfaat asuransi dapat dirasakan baik dalam jangka waktu pendek maupun panjang. Dalam pembahasan kali ini kita akan secara mendalam membahas terkait apa saja yang manfaat yang dapat dirasakan dengan memiliki asuransi.
Sebagai salah satu produk keuangan yang semakin diminati saat ini asuransi merupakan sebuah perjanjian antar pihak asuransi sebagai penanggung dan nasabah sebagai tertanggung yang harus membayar premi yang telah ditentukan sebagai imbalan dari perlindungan finansial.
Simak penjelasan mendalam terkait apa saja manfaat asuransi yang dapat dirasakan secara finansial dan aspek lainnya dalam kehidupan.

Pexels
Manfaat asuransi bagi kehidupan sendiri sangatlah banyak, mulai dari manfaat jangka pendek hingga panjang yang penting bagi individu, keluarga, bisnis, hingga masyarakat secara umum.
Manfaat asuransi pertama dan paling umum yang dapat dirasakan secara langsung adalah perlindungan finansial. Dengan memiliki asuransi, seseorang akan terlindungi dari berbagai risiko-risiko kejadian tak terduga.
Mulai dari kecelakaan, penyakit kritis, atau bahkan kehilangan harta benda yang dapat memengaruhi kondisi finansial. Pemilihan asuransi yang tepat juga dapat menghilangkan rasa khawatir akan hal-hal tak terduga yang dapat timbul karena pihak penanggung akan mencover biaya tersebut.
Manfaat selanjutnya adalah, rasa aman dan nyaman yang ditimbulkan karena memiliki asuransi. Dengan memiliki perlindungan ini, sahabat MyProtection juga dapat hidup lebih tenang karena tidak perlu terus menerus merasa khawatir akan risiko hal tak terduga.
Seperti contohnya, jika kamu telah memiliki asuransi Perlindungan Kesehatan Prima dengan keunggulan perlindungan, yaitu pilihan manfaat rawat inap dan rawat jalan sesuai kebutuhan, maka kamu tidak perlu lagi merasa khawatir memikirkan beban finansial dan dapat fokus pada pemulihan.
Bukan hanya memberikan perlindungan, beberapa jenis asuransi juga dapat memberikan peluang investasi yang menguntungkan. Seperti contohnya, jenis asuransi unit link yang bukan hanya memberikan perlindungan tapi juga sekaligus investasi.
Cara kerja dari asuransi ini adalah sebagian premi yang dibayarkan akan diinvestasikan sehingga para nasabah akan mendapatkan manfaat ganda, bukan hanya perlindungan tapi juga potensi mendapatkan keuntungan dari investasi yang dilakukan.
Asuransi unit link dapat menjadi pilihan jangka panjang yang menguntungkan karena memberikan potensi imbal hasil dari investasi yang dapat menjaga keberlangsungan polis.
Bukan hanya memberikan perlindungan saja, memiliki asuransi juga dapat membantu kamu dalam memiliki perencanaan finansial yang lebih baik.
Dengan membayar premi secara rutin, asuransi juga dapat membantu dalam melatih kedisiplinan seseorang sehingga memiliki perencanaan keuangan yang baik.
Bukan hanya itu, asuransi juga dapat bisa menjadi pilihan jangka panjang yang tepat dalam bagian perencanaan keuangan, seperti halnya persiapan dana pensiun maupun pendidikan anak di masa depan.
Memiliki asuransi yang tepat juga dapat menjadi solusi yang tepat untuk melindungi keluarga yang kamu cintai melalui asuransi jiwa.
Asuransi jiwa dapat memberikan manfaat bagi ahli waris yang telah kamu pilih jika sesuatu hal yang tak terduga dan tidak diinginkan terjadi.
Dengan adanya asuransi jiwa, keluargamu dapat menerima dukungan finansial yang penting dan sangat dibutuhkan di masa sulit yang harus mereka hadapi.
Berdasarkan hal tersebut, asuransi jiwa bukan hanya menjadi bentuk kepedulianmu terhadap masa depan keluarga, tetapi juga dapat menjadi langkah proaktif dalam menjaga kestabilan finansial mereka di masa depan.
Manfaat selanjutnya dari asuransi adalah memberikan akses layanan kesehatan yang lebih baik. Dengan memiliki asuransi kesehatan, kamu juga dapat memperoleh perawatan medis yang lebih cepat dan berkualitas tanpa harus terbebani dari segi finansial yang sering kali menjadi faktor terbesar dan beban tersendiri.
Asuransi kesehatan secara khusus dirancang untuk membantu dalam mengatasi berbagai kebutuhan medis, mulai dari perawatan medis, pembelian obat maupun vitamin, hingga perawatan intensif di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya.
Keuntungan terbesar dari asuransi kesehatan yang baik adalah jaringan rumah sakit yang luas dan dapat memberikan fleksibilitas bagi para nasabahnya untuk memilih fasilitas yang sesuai kebutuhannya.
Jaringan perusahaan asuransi yang baik juga pada umumnya bekerja sama dengan rumah sakit berkualitas dengan pelayanan kesehatan terbaik sehingga kamu dan keluargamu juga dapat dengan nyaman mendapatkan penanganan medis yang optimal.
Asuransi juga memiliki manfaat dalam mengurangi beban hutang yang kamu miliki. Seperti contohnya, pemanfaatan asuransi kredit yang secara khusus dirancang untuk memberikan perlindungan bagi para nasabah dan keluarga dari risiko finansial akibat hutang belum terselesaikan.
Jika suatu saat hal tak terduga terjadi pada pihak tertanggung, seperti kematian maupun cacat tetap maka pihak perusahaan asuransi kredit akan mengambil alih tanggung jawab tersebut dan melunasi sisa hutang yang kamu miliki.
Manfaat asuransi yang satu ini sangatlah signifikan, terutama bagi pihak keluarga tertanggung yang ditinggalkan sehingga tidak perlu menghadapi tekanan finansial yang sulit diselesaikan.
Berdasarkan hal tersebut, asuransi kredit dapat menjadi solusi yang tepat untuk memberikan kestabilan secara finansial bagi diri dan keluarga dalam berbagai kondisi penuh tantangan dan ketidakstabilan.
Selanjutnya, proteksi aset yang dapat melindungimu dari potensi kehilangan maupun kerusakan aset berharga.
Asuransi properti maupun asuransi kendaraan juga dapat menjadi salah satu bentuk perlindungan yang dirancang untuk melindungi aset berharga yang dimiliki dari risiko tak terduga, seperti kehilangan, kerusakan dan sebagainya.
Asuransi properti dapat digunakan untuk aset seperti rumah, apartemen, dan bangunan lainnya. Sedangkan, asuransi kendaraan merupakan perlindungan untuk kendaraan pribadimu, seperti mobil dan motor dengan nilai ekonomi yang besar.
Memiliki jenis asuransi ini dapat membantu kamu dalam memastikan bahwa kerugian yang dapat terjadi terminimalisir atau bahkan sepenuhnya dapat terlindungi berdasarkan ketentuan polis yang berlaku.
Perlindungan yang dimiliki juga dapat memberikan kestabilan finansial bagi diri dan keluarga untuk menghadapi berbagai risiko yang mungkin terjadi dengan lebih tenang.

Pexels
Setelah mengetahui secara luas, sekarang kita akan membahas secara lebih spesifik mengenai manfaat asuransi yang dapat dirasakan oleh para pekerja, baik dari aspek kesehatan, finansial, hingga kesejahteraan secara keseluruhan.
Manfaat pertama adalah perlindungan kesehatan para pekerja yang bisa didapatkan dari asuransi kesehatan. Jenis asuransi ini memiliki peran penting bagi pekerja yang dapat memberikan perlindungan bagi berbagai risiko terkait kesehatan.
Asuransi kesehatan sendiri pada umumnya mencakup akses ke perawatan medis jika diperlukan, pemeriksaan rutin atau bahkan pengobatan yang lebih kompleks dan membutuhkan biaya besar.
Beberapa perusahaan biasanya menyediakan asuransi kesehatan bagi para pekerjanya, dengan begitu kita sebagai pekerja akan merasa lebih aman dan dapat memiliki perlindungan kesehatan tanpa terbebani secara finansial.
Selanjutnya, perlindungan finansial menjadi aspek krusial, khususnya bagi para pekerja. Hal tak terduga, seperti kecelakaan, terkena penyakit baik ringan maupun serius dapat mengancam kondisi finansial.
Kehadiran asuransi kesehatan juga dapat membantu menghilangkan beban tersebut, karena pihak asuransi akan menanggung biaya medis yang tinggi dan mengurangi tekanan finansial yang dapat dirasakan para pekerja.
Manfaat ini mampu menciptakan perasaan aman di hati pekerja serta memberikan kebebasan finansial sehingga dapat fokus pada masa pemulihan dan tidak terbebani dengan biaya yang harus dikeluarkan ketika melakukan pengobatan.
Ketiga, perlindungan khusus terhadap adanya risiko kecelakaan. Sebagai seorang pekerja, sering kali kita terpapar pada lingkungan kerja dengan risiko kecelakaan yang tinggi.
Dengan memiliki asuransi yang tepat seperti asuransi kecelakaan, pekerja dapat menerima santunan maupun tunjangan yang bermanfaat untuk mengurangi dan mengatasi dampak finansial yang diakibatkan oleh kecelakaan.
Manfaat asuransi berikutnya bagi para pekerja adalah peningkatan loyalitas. Asuransi yang diberikan perusahaan sebagai fasilitas tambahan dapat menjadi bukti bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan para karyawan.
Dengan begitu, rasa percaya para karyawan terhadap perusahaan akan meningkat dan menciptakan loyalitas terhadap perusahaan tersebut.
Jika seorang pekerja merasa aman, dihargai, dan dilindungi, maka kemungkinan besar ia akan lebih setia. Sinergi ini dapat menciptakan hubungan positif antara pihak perusahaan dengan pekerja sebagai karyawan di dalamnya.
Selanjutnya, meningkatkan motivasi dan produktivitas karyawan dengan adanya perlindungan kesehatan dan finansial yang diberikan.
Karyawan yang merasa didukung dan dilindungi oleh perusahaan akan memberikan kinerja yang lebih baik dan pada akhirnya mampu menciptakan hasil terbaik.
Adanya rasa aman serta kepastian yang dirasakan karyawan dapat meningkatkan produktivitas kerjanya dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dengan daya saing yang kuat.

Pexels
Bukan hanya bagi para pekerja, asuransi dalam ranah bisnis juga dapat menjadi salah satu pilihan cerdas bagi para pengusaha karena berbagai manfaatnya sebagai berikut.
Pertama, asuransi dapat memberikan proteksi terhadap risiko bisnis yang sering tidak terduga. Dengan adanya ketidakpastian, risiko keuangan, hukum, hingga operasional yang tidak terduga di dalam dunia bisnis, asuransi menawarkan perlindungan finansial untuk mengatasi hal tersebut.
Pada umumnya, asuransi bisnis mencakup perlindungan terhadap kebakaran, bencana alam, atau bahkan klaim hukum yang bisa saja datang kapan saja.
Selanjutnya, perlindungan karyawan melalui asuransi kesehatan maupun kecelakaan yang dapat meningkatkan loyalitas pekerja kepada perusahaan tersebut sendiri.
Jika sebagai pengusaha memberikan fasilitas asuransi, kamu bukan saja melindungi kepentingan dari karyawan tersebut namun juga membangun kepedulian yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan keamanan pekerja.
Sebagai pengusaha, menjaga aset bisnis merupakan suatu hal yang krusial dan penting dalam proses menjalankan usaha tersebut.
Mulai dari gedung, peralatan, atau bahkan inventaris yang keadaannya dapat memengaruhi kinerja. Dengan memiliki asuransi bisnis yang tepat maka sahabat MyProtection akan memiliki perlindungan dari hal-hal yang tidak diinginkan dan menjaga keberlangsungan bisnis dalam waktu jangka panjang.

pexels
Bukan hanya manfaat jangka panjang yang dapat dirasakan, dengan memiliki asuransi kamu juga dapat merasakan berbagai fungsi, seperti:
Fungsi pertama, pengelolaan risiko yang menjadi proses penting dalam menjaga berbagai aspek kehidupan, mulai dari konteks pribadi, bisnis, hingga organisasi.
Asuransi juga memiliki fungsi untuk mengidentifikasi, mengukur, serta mengelola berbagai hal yang dapat terjadi sehingga mampu memberikan perlindungan terbaik bagi para nasabahnya.
Dalam penerapannya, asuransi dapat membantu para nasabahnya agar terhindar dari risiko finansial yang dapat timbul dari berbagai hal tak terduga, seperti kecelakaan, penyakit, atau bahkan bencana alam.
Kepemilikan asuransi juga dapat memberikan rasa aman serta stabilitas finansial baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Salah satu alasan mengapa banyak orang menggunakan asuransi adalah karena menyediakan keamanan secara finansial yang krusial bagi kehidupan.
Hal tak terduga bisa datang kapan saja tanpa terduga, mulai dari kecelakaan, bencana, atau bahkan penyakit. Dengan memiliki asuransi, semua beban finansial tersebut akan ditanggung sehingga pihak tertanggung dapat merasa lebih aman dan terlindungi.
Keamanan finansial ini memungkinkan nasabah untuk fokus pada kewajiban mereka sehari-hari tanpa terganggu oleh kekhawatiran akan biaya tak terduga.
Nasabah hanya perlu memenuhi kewajiban mereka dengan membayar premi sesuai dengan periode dan jumlah yang telah disepakati dalam polis asuransi.
Premi ini merupakan kontribusi rutin yang relatif kecil dibandingkan dengan manfaat besar yang bisa didapatkan ketika terjadi klaim.
Selain itu, dengan adanya asuransi, nasabah juga dapat merencanakan keuangan mereka dengan lebih baik. Mereka dapat mengalokasikan dana untuk kebutuhan lain tanpa harus menyisihkan jumlah besar sebagai cadangan darurat.
Hal ini memberikan fleksibilitas finansial yang lebih besar dan memungkinkan nasabah untuk mencapai tujuan keuangan mereka dengan lebih efektif. Lebih jauh lagi, asuransi juga memberikan rasa tenang bagi keluarga nasabah.
Mereka tahu bahwa jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, mereka tidak akan terbebani oleh masalah keuangan yang berat. Ini sangat penting untuk menjaga kesejahteraan dan stabilitas keluarga dalam jangka panjang.
Secara keseluruhan, asuransi tidak hanya memberikan perlindungan finansial, tetapi juga mendukung kesejahteraan psikologis dan emosional nasabah.
Dengan asuransi, nasabah dapat menjalani kehidupan dengan lebih tenang, percaya diri, dan fokus pada hal-hal yang benar-benar penting dalam hidup mereka.
Bukan hanya secara finansial, memiliki asuransi juga dapat meningkatkan kesejahteraan dari sisi psikologis juga.
Terutama ketenangan pikiran karena berkurangnya hal-hal yang dipikirkan, terutama risiko finansial yang ditimbulkan oleh hal tak terduga yang telah ditanggung oleh asuransi.
Adanya ketenangan pikiran ini menjadi sangat berharga, karena mengurangi beban pikiran jika pihak tertanggung mengalami kecelakaan, penyakit, maupun bencana lainnya dan dapat fokus pada masa pemulihan.
Rasa aman yang diberikan juga dapat meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Seseorang juga dapat memiliki kepercayaan diri di berbagai aspek kehidupannya karena memiliki pengamanan finansial yang kuat.
Nah, itulah penjelasan terkait berbagai manfaat asuransi yang dapat dirasakan secara umum, terdapat pula manfaatnya bagi karyawan hingga pengusaha yang pada akhirnya mampu memberikan dampak positif bagi keberlangsungan bisnis.
Dengan memahami manfaat-manfaat yang ada, kita jadi menyadari akan pentingnya asuransi dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, sangat penting bagi sahabat MyProtection untuk memilih asuransi yang tepat sesuai kebutuhan.
Salah satu rekomendasi asuransi kesehatan terbaik yang mampu memberikan perlindungan atas hal tak terduga yang mungkin terjadi, seperti kecelakaan, bencana alam, hingga penyakit yang tidak diinginkan adalah Perlindungan Kesehatan Prima.
Keunggulan apa saja yang ada pada asuransi kesehatan Perlindungan Kesehatan Prima?
Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin atau obat-obatan tanpa perlu melakukan Rawat Inap atau Rawat Jalan
Santunan tunai harian rawat inap di rumah sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan
Pilihan manfaat rawat inap dan rawat jalan sesuai kebutuhan
Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia
24 jam Contact Center dan Case Monitoring
Layanan eksklusif Personal Medical Assistance
Laporan perhitungan klaim via email
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Hi, Sahabat MyProtection,
Ada kabar super baik, nih! Sekarang bayar cicilan premi asuransi di MyProtection tidak perlu kartu kredit! Anda bisa memilih fasilitas cicilan 0 – 12 bulan bulan dengan Kredivo. Sekarang, punya asuransi makin praktis dan mudah bayarnya.
Berikut ini cara menggunakan Kredivo untuk mencicil premi asuransimu:
Salam,
Sahabat MyProtection
Contoh Pajak Langsung - Terdapat dua jenis pajak yang berlaku di Indonesia jika dilihat dari segi cara pemungutannya, yaitu pajak langsung dan tidak langsung yang dibedakan berdasarkan karakteristik, fungsi, serta dasar hukumnya.
Pajak langsung merupakan pajak yang harus dibayarkan oleh wajib pajak dan tidak dapat dilimpahkan kepada pihak lain. Contoh pajak langsung mencakup PPh, PBB, dan PKB yang akan dibahas lebih dalam pada artikel ini!
Untuk lebih memahami pengertian, berbagai contoh pajak langsung di Indonesia, hingga hal apa saja yang membedakan pajak langsung dan tidak langsung, simak informasi berikut ini!

pexels
Pengertian pajak berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 pasal 1 adalah kontribusi wajib seseorang maupun badan kepada negara yang bersifat memaksa berdasarkan undang-undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara guna kemakmuran rakyat.
Pajak berdasarkan cara pemungutannya dapat terbagi menjadi dua jenis, yaitu pajak langsung dan tidak langsung.
Pajak langsung merupakan pajak yang dikenakan secara langsung pada pihak wajib pajak berdasarkan kemampuan ekonomi seseorang dan tidak dapat dilimpahkan ke pihak lain.
Contoh pajak langsung yang dapat ditemui, seperti PPh, PBB, dan PKB. Pemungutannya bersifat rutin, berkelanjutan, dan berpacu pada data penghasilan maupun aset wajib pajak.
Untuk lebih memahami pajak langsung, terdapat 3 unsur yang harus kamu kenali, seperti:
Penanggung jawab pajak merupakan pihak yang secara formal yuridis diwajibkan untuk melunasi pajak, jika terdapat faktor maupun kejadian yang menimbulkan sebab untuk dikenakan pajak.
Penanggung pajak, yang dalam arti ekonomis menjadi pihak atau orang yang faktanya memikul beban pajak.
Pemikul beban pajak, yang berarti pihak atau orang yang berdasarkan maksud dari pembuat undang-undang harus memikul beban pajak.
Jika ketiga unsur tersebut terdapat pada satu orang, maka pajak tersebut masuk ke dalam pajak langsung.

pexels
Untuk lebih memahami pajak langsung, berikut beberapa contohnya yang harus kamu ketahui:
Contoh pajak langsung pertama, yaitu pajak penghasilan atau PPh yang menjadi contoh pajak paling umum.
Pajak penghasilan dikenakan pada individu maupun badan usaha berdasarkan penghasilan yang didapatkan dalam periode waktu tertentu, seperti setahun. Pajak penghasilan juga terbagi ke dalam beberapa kategori, seperti PPh Orang Pribadi dan PPh Badan.
Contohnya, ketika seseorang yang bekerja sebagai karyawan memiliki penghasilan bulanan sebesar Rp 10.000.000, maka akan dikenakan pajak penghasilan yang sesuai dengan tarif progresif yang telah ditetapkan pemerintah.
Pajak Penghasilan terdiri dari beberapa jenis, seperti PPh Pasal 21 untuk pegawai, PPh Pasal 22 untuk pengusaha dan pekerja lepas, PPh Pasal 23 untuk penghasilan investasi, serta PPh Pasal 25 untuk badan usaha.
Besaran pajak yang ada tergantung pada tingkat penghasilan dari orang tersebut. Berikut detailnya masing-masing.
PPh Pasal 21 untuk penghasilan hingga Rp 60 juta sebesar 5 persen.
PPh Pasal 21 untuk penghasilan Rp 60 juta hingga Rp 250 juta sebesar 15 persen.
PPh Pasal 21 untuk penghasilan Rp 250 juta hingga Rp 500 juta sebesar 25 persen.
PPh Pasal 21 untuk penghasilan Rp 500 juta hingga Rp 5 miliar sebesar 30 persen.
PPh Pasal 21 untuk penghasilan di atas Rp 5 miliar sebesar 35 persen.
PPh Pasal 23 sebesar 2 persen.
PPh Pasal 25 untuk pribadi sebesar 10 persen.
PPh Pasal 25 untuk badan sebesar 25 persen.
Contoh pajak langsung lainnya adalah Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Pajak ini dikenakan kepada setiap pemilik properti, baik berupa tanah, bangunan, maupun keduanya, yang ditentukan berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).
Nilai NJOP ini mencerminkan harga pasar wajar atas properti di suatu wilayah, dan bisa berbeda-beda tergantung pada lokasi dan kondisi objek pajak tersebut.
Informasi mengenai besarnya PBB yang harus dibayarkan akan disampaikan kepada wajib pajak melalui SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terutang) setiap tahunnya.
SPPT ini mencantumkan data lengkap mengenai objek pajak, NJOP, dan jumlah pajak terutang yang harus dibayarkan sesuai ketentuan yang berlaku.
PBB merupakan pajak tahunan yang wajib dibayarkan oleh setiap pemilik properti, dan pembayarannya dapat dilakukan melalui berbagai saluran, seperti bank, kantor pos, maupun platform digital yang ditunjuk pemerintah.
Di Indonesia, ketentuan mengenai PBB diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1985, yang kemudian mengalami perubahan melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1994 untuk menyesuaikan dengan perkembangan kondisi ekonomi dan kebijakan perpajakan nasional.
Sebagai contoh, seorang pemilik rumah dengan NJOP sebesar Rp500 juta akan dikenakan PBB berdasarkan tarif yang ditetapkan oleh pemerintah daerah, misalnya sebesar 0,1% dari NJOP.
Dengan demikian, jumlah PBB yang harus dibayarkan adalah Rp500.000 per tahun. Besaran tarif ini bisa berbeda tergantung kebijakan masing-masing daerah, terutama dalam konteks PBB Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang sudah menjadi kewenangan pemerintah daerah sejak diberlakukannya desentralisasi fiskal.
Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) merupakan salah satu contoh pajak langsung yang dikenakan kepada pemilik kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat, setiap tahun.
PKB dipungut oleh pemerintah daerah sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan diatur secara nasional melalui Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, serta lebih rinci diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2001.
Ketentuan teknis pelaksanaannya kemudian dituangkan dalam peraturan gubernur atau peraturan daerah setempat, sehingga tiap provinsi dapat menerapkan kebijakan tarif dan prosedur pembayaran yang sedikit berbeda sesuai kebutuhan fiskal dan karakteristik wilayahnya.
Objek PKB mencakup seluruh kendaraan bermotor yang beroperasi di darat, termasuk mobil penumpang, truk, bus, sepeda motor, dan kendaraan khusus seperti ambulans atau pemadam kebakaran, kecuali jenis kendaraan tertentu yang dibebaskan oleh undang-undang, misalnya kendaraan dinas milik TNI dan Polri.
Subjek pajaknya adalah orang pribadi atau badan yang secara hukum memiliki hak kepemilikan atas kendaraan tersebut, sebagaimana tercantum dalam Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).
Hal ini menegaskan bahwa kewajiban pajak melekat pada kepemilikan, bukan semata-mata pada penggunaan kendaraan.
Besaran PKB dihitung berdasarkan Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) yang ditetapkan setiap tahun oleh Kementerian Dalam Negeri melalui Keputusan Menteri.
Tarif dasar nasional berkisar antara 1 % hingga 2 % dari NJKB untuk kendaraan pertama, dan dapat meningkat progresif. Misalnya mencapai 2,5 % atau lebih, apabila seseorang memiliki kendaraan kedua dan seterusnya atas nama yang sama serta domisili yang sama.
Beberapa provinsi menerapkan sistem tarif progresif untuk menekan kepemilikan kendaraan pribadi berlebih dan mengurangi kemacetan, sedangkan daerah lain masih memungut tarif flat sesuai pertimbangan lokal.
Sebagai contohnya, apabila seseorang memiliki mobil dengan NJKB sebesar Rp300 juta, dan provinsi menetapkan tarif PKB 2 % untuk kendaraan pertama, maka kewajiban PKB tahunannya adalah 2 % × Rp300 juta = Rp6 juta.
Apabila orang yang sama kemudian membeli mobil kedua seharga Rp200 juta, tarif progresif sebesar 2,5 % dapat dikenakan sehingga PKB mobil kedua menjadi Rp5 juta per tahun. Perhitungan ini memberi gambaran jelas bagaimana nilai jual dan kebijakan progresif memengaruhi jumlah pajak yang harus dibayar.
Pembayaran PKB dapat dilakukan secara langsung di kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat), gerai Samsat Keliling, ataupun melalui kanal digital seperti e-Samsat, marketplace, dan mobile banking yang telah bekerja sama dengan Badan Pendapatan Daerah.
Kemudahan ini mendorong wajib pajak untuk membayar tepat waktu sekaligus meminimalisasi antrean.
Bagi wajib pajak yang menunggak, sanksi administrasi berupa bunga keterlambatan dibebankan per bulan sesuai aturan daerah, dan apabila tunggakan berlarut, kendaraan dapat diblokir atau terkena denda lebih tinggi ketika proses perpanjangan STNK.
Dana yang terkumpul dari PKB dialokasikan untuk pemeliharaan serta pembangunan infrastruktur jalan, peningkatan keselamatan lalu lintas, dan layanan publik lain di tingkat provinsi.
Dengan demikian, pembayaran PKB tidak hanya memenuhi kewajiban perpajakan, tetapi juga berkontribusi langsung pada kualitas fasilitas transportasi yang dinikmati masyarakat.
Selain itu, pemerintah daerah kerap memberikan insentif berupa pembebasan denda atau diskon tarif pada periode tertentu. Misalnya pemutihan pajak guna mendorong kepatuhan dan meningkatkan penerimaan daerah.
Wajib pajak disarankan memanfaatkan kesempatan ini untuk melunasi tunggakan dan menjaga status legal kendaraannya tetap aktif. Selain itu, data PKB juga digunakan sebagai dasar perencanaan transportasi dan kebijakan lingkungan di wilayah perkotaan.
Pajak warisan yang menjadi contoh pajak langsung selanjutnya merupakan pajak yang dikenakan pada penerima warisan dari harta yang diwariskan oleh seseorang yang telah meninggal dunia.
Pajak warisan atau ahli waris ini dikenakan berdasarkan nilai aset dari harta yang diwariskan tersebut.
Contohnya, jika seseorang menerima warisan seperti properti dengan nilai 1 miliar, maka orang tersebut wajib membayar pajak berdasarkan aturan persentase yang berlaku.
Bea Materai juga termasuk dari contoh pajak langsung. Bea Materai merupakan pajak yang dikenakan pada dokumen yang bersifat perdata dan digunakan sebagai alat bukti pada pengadilan.
Pajak jenis ini biasanya berbentuk materai tempel maupun elektronik yang dibutuhkan untuk memberikan kekuatan hukum maupun keabsahan dokumen pada sebuah dokumen.
Adanya bea materai memiliki tujuan untuk membiayai administrasi negara dan memberikan legalitas pada dokumen tersebut.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2020 terkait Bea Materai, dokumen yang dikenakan bea materi merupakan dokumen yang memiliki nilai ekonomi maupun digunakan pada kegiatan komersial dan perjanjian hukum.
PPN atau Pajak Pertambahan Nilai pada umumnya dianggap pajak tidak langsung, namun pada beberapa negara termasuk Indonesia pajak jenis ini dapat dikategorikan sebagai pajak langsung di beberapa sektor tertentu.
Jenis pajak langsung ini biasanya akan ditambahkan dan dipungut dari transaksi finansial baik yang dilakukan seorang individu maupun bisnis dan harus membayarkannya kepada otoritas pajak.
Tarif Pajak Pertambahan Nilai dapat terbagi ke dalam dunia jenis, yaitu tarif umum sebesar 11% yang berlaku sejak April 2022 dikenakan atas penyerahan BKP atau Barang Kena Pajak dan JKP atau Jasa Kena Pajak di dalam negeri serta tarif khusus PPN sebesar 0% dikenakan atas ekspor BKP dan JKP.
Jenis tarif umum PPN dapat berubah baik menjadi lebih rendah maupun tinggi, mulai dari 5% hingga 15% berdasarkan ketentuan Peraturan Pemerintah yang ada dan berlaku.
Perbedaan paling sederhana yang dapat dilihat antara pajak langsung dan tidak langsung adalah ketentuan pemungutan dan pelimpahan.
Di mana, pajak langsung tidak dapat dilimpahkan ke pihak lain, sedangkan pajak tidak langsung pembebanannya dapat dilimpahkan ke pihak lain namun bebannya tetap menjadi tanggung jawab dari pewajib pajak.
Berdasarkan buku berjudul Ekonomi untuk SMA Kelas XI karya Eeng Ahman dan Epilndriani, perbedaan pajak langsung dan tidak langsung meliputi:
Pajak langsung dipungut berdasarkan ketetapan pajak atau kohir, sedangkan pajak tidak langsung tidak memiliki surat ketetapan pajak.
Pajak langsung dipungut dalam periode tahunan, sedangkan pajak tidak langsung akan dipungut setiap terjadi transaksi saja.
Pajak langsung tidak dapat dilimpahkan pada orang lain, sedangkan pajak tidak langsung dapat dilimpahkan pada orang lain.
Lebih lanjut, terdapat setidaknya empat perbedaan mendasar antara pajak langsung dan pajak tidak langsung, yaitu:
Berdasarkan pihak yang dibebankan, pajak langsung dibebankan pada pihak yang terdaftar sebagai wajib pajak, sedangkan pajak tidak langsung dibebankan pada pihak pengganti yang diberikan wewenang.
Berdasarkan transparansi, pajak langsung sering dianggap lebih transparan karena jumlah yang harus dibayarkan terlihat, sedangkan pajak tidak langsung tidak selalu terlihat karena biasanya sudah diterapkan pada harga barang atau jasa yang dibeli.
Berdasarkan objek pajak, pajak langsung dibebankan pada individu atau badan usaha berdasarkan pendapatan, kekayaan, maupun transaksi tertentu, sedangkan pajak tidak langsung dibebankan pada barang atau jasa yang digunakan dan dikonsumsi oleh individu.
Berdasarkan aspek keadilan, pajak langsung berpotensi lebih adil karena besarannya disesuaikan dengan kemampuan ekonomi pihak yang membayar, sedangkan pajak tidak langsung besarannya tidak merata karena bergantung pada barang dan jasa yang dikonsumsi.
Nah, itulah pembahasan seputar contoh pajak langsung yang ada pada sistem perpajakan Indonesia. Seperti pembahasan yang ada, pajak langsung dikenakan pada pihak wajib pajak disesuaikan dengan kemampuan ekonomi dan sifatnya rutin dan tidak dapat dilimpahkan.
Pajak langsung, seperti Pajak Penghasilan atau PPh merupakan kewajiban individu atas penghasilan yang diterima setiap tahunnya. Agar memiliki pengelolaan penghasilan setelah pajak yang lebih bijak, salah satu caranya adalah dengan mengalokasikan sebagian dana untuk perlindungan jangka panjang, seperti asuransi kesehatan.
Perlindungan Kesehatan Prima dari Lippo General Insurance hadir sebagai perlindungan diri dan anggota keluarga, bukan hanya menjaga kesehatan finansial namun juga dapat menjadi langkah cerdas dalam merencanakan masa depan tanpa beban biaya media tidak terduga.
Beberapa keunggulan produk PKP yang bisa kamu dapatkan, antara lain:
Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin dan obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan
Santunan Tunai Harian Rawat Inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan
Pilihan Manfaat Rawat Inap dan Rawat Jalan sesuai kebutuhan
Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia
24 jam Contact Center dan Case Monitoring
Layanan eksklusif Personal Medical Assistance
Laporan perhitungan klaim via email
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Jakarta, 23 Desember 2019 - Myprotection News
Sebelum memasuki tahun yang baru, sering kali kita mulai “berbenah” menyiapkan hal-hal yang akan dilakukan di tahun mendatang. Seperti kebiasaan baik yang ingin dibentuk tahun depan, negara tujuan yang ingin Anda kunjungi selanjutnya dan berbagai target lain. MyProtection juga punya 5 langkah sederhana untuk memulai tahun baru dengan semangat baru!
Bergerak cepat ke depan itu baik. Menyusun target yang ingin dicapai tahun depan juga baik. Namun, jangan lupa untuk mengapresiasi pencapaian yang Anda dapatkan tahun ini. Baik prestasi besar ataupun kecil, menunjukkan perkembangan dalam hidup Anda. Dengan mengenali potensi diri, Anda pun bisa melangkah dengan lebih percaya diri untuk meraih goal selanjutnya.
Sepanjang perjalanan dari awal hingga akhir tahun, apakah Anda memiliki pelajaran berharga? Coba ingat-ingat kembali kejadian yang membuat Anda tersenyum atau bahkan menangis. Jangan lupa untuk selalu bersyukur atas pengalaman yang Anda terima di tahun ini dan membawa pelajaran positif untuk tahun depan.
Baca juga: Meraup Untung dengan Berjualan Barang Bekas
Bermimpilah setinggi langit. Istilah ini sudah tidak asing di telinga kita tentunya. Kita didorong untuk memiliki mimpi besar di masa depan. Walaupun begitu, Anda juga harus mengingatkan diri, bahwa kadang untuk mewujudkan mimpi, dibutuhkan waktu dan usaha yang lama. Mulailah dengan memasang target sederhana yang bisa Anda lakukan. Misalnya, Anda bermimpi ingin jalan-jalan ke Eropa. Maka Anda bisa mulai menabung Rp 1.000.000 tiap bulannya. Small progress is still progress, lho Sahabat MyProtection!
Tetapkan satu hari untuk merombak lemari Anda. Pisahkan baju yang masih terpakai dan yang sudah tidak terpakai. Baju lama Anda bisa didonasikan atau bahkan dijual, lho! Lalu Anda juga bisa menerka-nerka, apakah ada item baju yang ingin Anda tambahkan untuk menyegarkan penampilan di tahun baru!
Wah, ternyata bukan cuma Anda yang butuh upgrade, tapi lingkungan sekitar Anda juga. Jika biasanya kita membeli barang tanpa pertimbangan panjang, ambilah waktu untuk memikirkan konsep dari ruang tinggal Anda. Pilih barang yang ingin Anda ganti dan benar-benar butuhkan. Pindahkan posisi furniture dan pilih cat dinding baru. Perubahan kecil bisa mempengaruhi mood Anda!
Kira-kira, hal apa sih yang Anda persiapkan sebelum memasuki tahun baru?
Salam,
Sahabat MyProtection