Beranda
/
Artikel
/
Otomotif
/
Berapa Tekanan Angin Ban Mobil yang Ideal dan Tips Menjaganya

Berapa Tekanan Angin Ban Mobil yang Ideal dan Tips Menjaganya

21 January 2026 | MyProtection News Jakarta

Tahukah kamu tekanan angin ban mobil juga dapat memengaruhi kenyamanan dan performa ketika berkendara?

Seperti tekanan angin ban mobil yang rendah mampu memicu terjadinya kebocoran di jalan berbatu dan menyebabkan kecelakaan. Sedangkan, tekanan yang terlalu tinggi memiliki potensi aquaplaning di jalan berair.

Lalu, berapa tekanan angin ban mobil yang ideal berdasarkan jenis mobil, bobot muatan, hingga ukuran ban dari kendaraan tersebut? Simak ulasan berikut ini!

Berapa Tekanan Angin Ban Mobil yang Ideal dan Tips Menjaganya

Karena memiliki peranan yang krusial, mengetahui tekanan angin yang ideal untuk ban mobil menjadi sangat penting.

Umumnya, tekanan angin yang ideal sendiri ditentukan oleh jenis mobil yang dimiliki, ukuran ring, hingga ban yang digunakan oleh pabrikan.

Untuk memastikan tekanan angin sudah ideal, kamu juga dapat mencermati informasi tekanan ban atau tire-loading information yang umumnya terdapat di frame pilar pintu pengemudi yang ada di depan kanan mobil.

Faktor lain yang dapat memengaruhi tekanan angin yang dibutuhkan adalah berat yang diangkut, di mana semakin besar beban, maka tekanan ban juga harus ditingkatkan.

Standar Tekanan Angin Ban Mobil Ideal

Walaupun berbeda-beda terdapat informasi standar tekanan angin ban mobil yang ideal berdasarkan jenis mobil yang sering ditemui di Indonesia, seperti:

  • Jenis Mobil SUV yang membutuhkan tekanan angin sekitar 35 – 40 psi

  • Jenis Mobil Sedan yang membutuhkan tekanan angin sekitar 30 – 33 psi

  • Jenis Mobil City Car yang membutuhkan tekanan angin sekitar 30 – 36 psi

  • Jenis Mobil MPV yang membutuhkan tekanan angin sekitar 33 – 36 psi

Terdapat pula standar tekanan angin ban mobil yang ideal berdasarkan ukuran ban ring, antara lain:

  • Tekanan angin ban mobil ring 13 termasuk ukuran 155/70 R13, 165/70 R13, 175/70 R13, 185/70 R13, dan 205/70 R13 yang ideal adalah 28 – 31 psi.

  • Tekanan angin ban mobil ring 14 dengan ukuran 165/65 R14 yang ideal adalah 28 – 29 psi untuk ban depan dan 25 – 26 psi untuk ban belakang.

  • Tekanan angin ban mobil ring 14 dengan ukuran 165/70 R14 yang ideal adalah 30 – 33 psi untuk ban depan dan belakang.

  • Tekanan angin ban mobil ring 14 dengan ukuran 175/50 R14 yang ideal adalah 29 – 32 psi untuk ban depan dan 26 – 30 psi untuk ban belakang.

  • Tekanan angin ban mobil ring 15 dengan ukuran 175/55 R15, 175/60 R15, dan 175/65 R15 yang ideal adalah 30 – 32 psi untuk ban depan dan belakang.

Tips Menjaga Tekanan Angin Ban Mobil Ideal

Agar tetap dalam kondisi optimal, berikut ini beberapa tips untuk menjaga tekanan angin ban mobil, antara lain:

  • Menjaga bobot mobil sesuai standar, menghindari membawa beban berlebih ketika berkendara yang dapat memengaruhi kondisi tekanan angin ban mobil.

  • Rutin melakukan pengecekan, jika tekanan mulai menurun maka dapat segera disesuaikan kembali untuk menjaga performa, mencegah keausan, serta menghindari berbagai risiko berkendara.

  • Hindari mengisi angin ban ketika masih panas, karena tekanan angin di bagian dalam lebih tinggi. Menambahkan angin ketika ban masih panas dapat menimbulkan kemungkinan tekanan angin menjadi terlalu kuat dan menyebabkan ban mobil meledak.

  • Rutin cek dinding ban, kondisi jalan tak menentu, dan adanya kemungkinan benda tajam atau batu kerikil menempel pada dinding ban mobil jika dibiarkan dapat menyebabkan kebocoran dan mengurangi tekanan angin mobil.

  • Memperhatikan tekanan angin ketika cuaca dingin, di mana pada suhu rendah tekanan angin dalam ban juga umumnya menurun yang dapat menyebabkan ban menjadi kurang stabil, konsumsi bahan bakar berlebih, keausan, hingga risiko kecelakaan.

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

Apakah artikel ini membantu?
Subscribe Newsletter Kita
Klik subscribe untuk berlanggan newsletter artikel kami
Bagikan MyPro ke
facebook
twitter
instagram
Tentang MyProtection News Jakarta
MyProtection adalah salah satu pioneer portal pembelian asuransi kesehatan maupun asuransi umum secara online yang dapat diakses melalui platform website dan aplikasi sejak 2017.
Rekomendasi Artikel
Semua Kategori
5 mins read 04/12/2019
Gajian Hanya Numpang Lewat, Atasi dengan 3 Tips Ini!

Jakarta, 4 Desember 2019 - MyProtection News

Uang gajian tiba, tapi hanya mampir sementara di dompet. Masalah ini sering kali dialami banyak orang. Belum dua minggu berlalu, tapi keuangan sudah menipis pesat. Banyak tagihan yang harus dibayar serta promo diskon yang menggiurkan. Namun, problem ini bisa dikelola dengan tiga tips pengelolaan uang atau money management yang mudah dari MyProtection.

Tentukan Prioritas Keuanganmu

Mungkin Anda pernah berada di posisi membingungkan, harus membayar tagihan atau barang mana terlebih dahulu. Anda bisa menetapkan skala urgensi dan kepentingan dari barang yang harus dibayar. Biaya tagihan listrik, belanja bulanan, dan biaya transportasi harus menempati posisi utama dalam prioritas pengelolaan keuangan Anda. Setelahnya, Anda bisa menyisihkan uang untuk membeli kebutuhan non-esensial lainnya.

Membuat Alokasi Pengeluaran Secara Tepat

Selain membuat prioritas pengeluaran, Anda juga harus tahu berapa jumlah uang yang dapat Anda habiskan. Pastikan pengeluaran Anda tidak lebih besar dari pendapatan Anda. Selalu sisihkan minimal 20% dari keseluruhan pendapatan Anda untuk investasi, deposito, dan tabungan.

Baca juga: Meraup Untung dengan Berjualan Barang Bekas

Persiapkan Dana Darurat

Tentu saja selain memiliki uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Anda juga perlu menyiapkan dana darurat untuk kepentingan mendesak seperti keperluan medis seperti bedah & rawat inap, insiden, hingga kerusakan properti. Dana darurat ini bisa didapatkan dengan menyisihkan 10% - 20% dari gaji. Anda juga bisa mendapatkan meminimalisir pengeluaran darurat dan tak terduga dengan memiliki asuransi kesehatan individu dan paket keluarga, asuransi perlindungan rumah, hingga asuransi kendaraan dengan premi murah yang ditawarkan MyProtection.

Selamat mengelola uang dengan lebih cerdas!

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca juga: Liburan ke Korea Gratis Biaya Visanya Sampai Desember 2019

Baca Artikel
Semua Kategori
5 mins read 16/12/2019
Meraup Untung dengan Berjualan Barang Bekas

Jakarta, 16 Desember 2019 - MyProtection News

Banyak cara untuk mendapatkan rupiah. Salah satunya dengan menjalankan bisnis barang preloved atau barang bekas. Ide bisnis satu ini sangat sederhana dan membutuhkan modal hampir 0 rupiah. Jika Anda memiliki banyak barang yang menganggur di pojok ruangan Anda, atau pakaian lama yang menumpuk di lemari, maka Anda bisa mempertimbangkan untuk menjualnya.

Akhir-akhir ini tren untuk menjual produk preloved juga semakin meningkat. Pemilik barang bisa meraup keuntungan sekaligus mengurangi space yang terpakai untuk barang preloved. Pembeli juga bisa mendapatkan barang dengan harga lebih murah dan kualitas yang cukup baik. Selain itu, dengan membeli barang bekas bisa mengurangi sampah dan sifat konsumerisme berlebih.

Pilihlah barang yang akan Anda jual

Memilih barang bekas yang akan Anda jual bisa jadi susah-susah gampang. Barang yang bisa Anda jual sangat beragam seperti pakaian layak pakai, mainan bekas, furnitur rumah, pajangan atau barang antik, hingga barang yang besar seperti mobil atau motor. Jangan lupa, Anda hanya bisa menjual barang yang memiliki value atau layak pakai.

Tentukan harga yang sesuai

Biasanya, produk preloved akan memiliki harga yang lebih rendah dari harga beli aslinya. Pertimbangan dalam memberikan harga dapat dilihat dari kebaruan produk, masa pakai dan intensitas penggunaan produk, dan kualitas produk. Misalnya, Anda memiliki baju yang belum pernah terpakai. Anda bisa menjual baju tersebut sebesar 75% - 80% dari harga aslinya. Namun, tidak jarang juga lho terdapat produk preloved yang memiliki harga lebih tinggi daripada harga beli. Contohnya, barang antik dan vintage seperti motor vespa kini memiliki harga tinggi di pasaran.

Pasarkan produk Anda

Setelah menentukan produk yang akan Anda jual beserta harganya, maka langkah terakhir adalah memasarkan produk tersebut. Kini, Anda bisa menjual produk bekas melalui e-commerce atau social media. Jangan lupa untuk mengambil foto terbaik dan produk yang akan Anda jual. Berikan informasi memadai tentang produk bekas yang Anda jual.

Apakah Anda tertarik untuk mencoba berjualan barang bekas?

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca Artikel
Semua Kategori
5 mins read 20/04/2020
6 Tips Persiapan Puasa Selama Pandemi COVID-19

Jakarta, 20 April 2020 - MyProtection News

Sebentar lagi umat Muslim akan memasuki bulan yang penuh dengan makna, yaitu bulan Ramadan. Para umat muslim akan berpuasa 30 hari. Tentu saja, bagi Anda yang menjalankan puasa maka dibutuhkan persiapan matang.

Mengikuti imbauan dari Menteri Agama Fachrul Razi dalam Surat Edaran (SE) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan. Khususnya mengurangi aktivitas di luar rumah untuk mengurangi penyebaran COVID-19. Masyarakat juga diminta untuk beribadah dari rumah, termasuk ketika shalat tawarih.

Berikut ini, MyProtection juga punya beberapa tips untuk mempersiapkan puasa di tengah pandemi virus corona.

  1. Stok bahan makanan untuk 1 – 2 minggu ke depan

Untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, Anda bisa membeli bahan makanan untuk 1 – 2 minggu ke depan. Tak perlu memborong seluruh makanan atau panic buying, tetapi belilah produk yang diperlukan dan secukupnya. Anda juga bisa membuat daftar menu buka puasa untuk menghindari membeli produk yang tak dibutuhkan. Jangan lupa menggunakan masker dan cairan antiseptik ketika bepergian ke tempat umum seperti swalayan dan pasar.

  1. Sterilkan peralatan ibadah

Jaga kebersihan peralatan ibadah Anda baik yang lama ataupun baru dengan mencucinya atau menyemprotkan cairan disinfektan. Bagi peralatan berbahan kain, maka Anda bisa mencucinya dengan deterjen dan air lalu menjemurnya di bawah sinar matahari. Bagi peralatan lain selain kain atau serat, dapat disemprotkan dengan cairan disinfektan.

  1. Buat takjil dan menu sahur sendiri

Karena aktivitas di luar rumah dibatasi, maka Anda bisa membuat takjil dan menu sahur di rumah. Selain mengurangi resiko tertular virus, makanan pun bisa terjamin kebersihannya. Walaupun sebagian besar orang tidak bisa melakukan ngabuburit tahun ini, tapi Anda tetap bisa merasakan kebersamaan dengan memasak takjil bersama keluarga atau anak. Anda bisa menemukan berbagai kreasi resep makanan di internet.

  1. Jaga kebersihan jika memesan makanan dari luar

Jika Anda harus memesan makanan menggunakan jasa pengantaran, Anda tetap harus selalu waspada. Hindari kontak langsung dengan kurir. Jika Anda memang harus berkontak langsung dengan kurir, maka tetap jaga jarak aman minimal 1 meter. Bersihkan bungkus makanan dengan cairan disinfektan dan tuang isi makanan ke atas piring. Walaupun penularan virus lewat makanan memang tergolong kecil, taka da salahnya berjaga-jaga, bukan?

  1. Jangan melewatkan sahur

Ketika berpuasa, khususnya hari pertama, Anda sangat disarankan untuk tidak melewatkan sahur. Sehingga Anda tetap bertenaga ketika menjalani aktivitas sehari-hari. Jangan lupa untuk mencukupi kebutuhan hidrasi dan asupan gizi ketika berbuka puasa.

  1. Konsumsi suplemen jika perlu

Ketika puasa, maka Anda tidak bisa mengonsumsi air putih atau makanan lainnya secara normal. Oleh karena itu, jika perlu, Anda bisa mengonsumsi suplemen multivitamin ketika berbuka puasa sehingga daya tahan tubuh tetap terjaga. Jangan lupa, Anda bisa menggunakan Saldo Prima untuk membeli obat/vitamin tanpa resep dokter dan diganti asuransi!

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca Artikel