Hi, Sahabat MyProtection!
Resah dan gundah karena gejala penyakit A, B, sampai Z? Terlebih lagi di tengah pandemi Covid-19 bikin kamu waspada ketika gejala batuk, pilek, demam, dan sesak napas muncul. Eitts, jangan tanya sama gugel tapi langsung aja konsultasikan ke dokter terpercaya lewat fitur online doctor dari Perlindungan Kesehatan Prima. Kamu bisa bikin janji konsultasi dengan berbagai dokter dari ratusan rekanan rumah sakit di seluruh Indonesia.
Selain fitur konsultasi dokter online, Perlindungan Kesehatan Prima juga punya fitur lainnya yang bisa kamu akses dari HP. Karena Perlindungan Kesehatan Prima lebih dari sekadar asuransi kesehatan individu dan keluarga biasa.
Nikmati juga DISKON 10% untuk pembelian Perlindungan Kesehatan Prima selama Maret 2021*
Konsultasi dan diskon asuransi, klik tombol berikut ini!
*Syarat dan Ketentuan:
MyProtection merupakan bagian dari PT Lippo General Insurance Tbk
Dampak sosial informatika mampu memberikan pengaruh positif maupun negatif bagi masyarakat. Informatika, yang merupakan sebuah ilmu yang mempelajari sistem komputasi, termasuk ilmu komputer, sistem informasi, hingga teknik komputer, memegang pengaruh penting pada globalisasi.
Teknologi informasi yang ada membantu masyarakat mengakses informasi dengan lebih mudah, mendorong globalisasi yang juga dapat berpengaruh pada melemahnya budaya lokal dan hubungan sosial tatap muka.
Pada artikel dengan topik dampak sosial informatika ini, kita akan membahas lebih mendalam dampak positif dan negatifnya yang harus diketahui dan pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat. Simak selengkapnya!

Dilihat dari sisi positif, perkembangan sosial informatika seperti perkembangan teknologi dan internet saat ini memberikan kemudahan bagi kita untuk berkomunikasi, berinteraksi, dan melakukan aktivitas sehari-hari. Lalu, apa saja dampak sosial informatikanya?
Adanya internet saat ini mempermudah masyarakat dalam melakukan berbagai aktivitas harian, mulai dari berbelanja, metode pembayaran, membaca berita, berkomunikasi, hingga mengurus keuangan.
Selain itu, adanya teknologi IoT atau Internet of Things saat ini juga dapat mempermudah penggunanya mengatur perangkat fisik seperti mesin, sensor, dan berbagai peralatan lainnya dari jarak jauh menggunakan internet, yang menciptakan otomatisasi yang lebih efisien.
Saat ini pasti kamu sudah tidak asing lagi kan dengan istilah e-learning? Ketika pandemi covid-19 berlangsung, metode pembelajaran daring ini menjadi solusi bagi para pelajar dan pengajar untuk tetap melakukan interaksi.
Baik dalam bentuk video, materi online, e-books, hingga forum diskusi yang mempermudah para pelajar untuk tetap melanjutkan pembelajaran tanpa harus hadir secara fisik, yang memberikan kemudahan, khususnya jika memang tidak memungkinkan.
Teknologi informasi dan komunikasi atau TIK juga memengaruhi bidang kesehatan dengan adanya kemunculan telemedicine, yang merupakan layanan kesehatan jarak jauh yang meliputi konsultasi, diagnosis, hingga pengobatan tanpa pasien harus datang langsung ke fasilitas medis.
Bukan hanya itu, adanya layanan ini juga memungkinkan pasien menerima resep dan membeli obat secara langsung, dan nantinya akan diantar ke rumah dengan melakukan pembayaran secara online.
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi juga memengaruhi pasar perdagangan, di mana kita dapat dengan mudah membeli barang melalui internet tanpa harus pergi ke luar.
Hal ini tentunya banyak dimanfaatkan oleh berbagai brand untuk memasarkan produk mereka. Produk yang ditawarkan juga dapat beragam, mulai dari barang fisik pada umumnya hingga digital yang bisa didapatkan melalui pembayaran elektronik.
Dampak sosial informatika selanjutnya juga dapat dilihat melalui lapangan kerja baru dengan adanya kemajuan informatika yang terjadi, mulai dari pengembangan website, aplikasi, pemrograman, analisis data, serta berbagai pekerjaan lainnya.
Bukan hanya itu, pekerjaan di luar bidang teknologi juga dibantu oleh perkembangan tersebut, khususnya dalam hal berkomunikasi dan menjalankan bisnis dengan lebih efisien karena tidak dibatasi lagi oleh lokasi geografis.
Perkembangan teknologi informasi juga mempermudah kita untuk mendapatkan informasi lebih cepat. Dengan adanya internet dan media sosial, setiap orang dapat dengan mudah bertukar informasi tanpa dibatasi oleh jarak geografis.
Dengan begitu juga, informasi yang ada dapat lebih cepat tersampaikan dibandingkan dengan cara tradisional seperti koran ataupun majalah yang membutuhkan waktu untuk disusun dan dicetak.
Dampak positif selanjutnya dari kemajuan teknologi informatika adalah kemudahan untuk menjalin hubungan sosial jarak jauh tanpa dibatasi oleh jarak fisik.
Kemajuan teknologi saat ini membuat gadget yang kita gunakan sehari-hari juga semakin canggih, sehingga sekarang kita dapat dengan mudah menghubungi seseorang antarkota atau bahkan antarnegara menggunakan gadget tersebut untuk berkomunikasi dan melakukan interaksi sosial.
Kemudahan penyebaran informasi juga memengaruhi cara pemerintah menyampaikan berbagai kebijakan dan peraturan ke masyarakat dengan lebih efisien melalui berbagai saluran.
Mulai dari televisi, radio, hingga internet yang mampu membantu dalam penyebaran informasi lebih cepat agar masyarakat dapat segera mengetahui perubahan ataupun kebijakan terbaru yang disampaikan.
Dampak positif selanjutnya dari perkembangan informatika adalah membuat seseorang menjadi lebih terbuka. Beberapa orang sering kali kurang percaya diri dengan diri mereka. Melalui interaksi dunia maya, individu tersebut dapat menjadi lebih terbuka terhadap hal-hal yang tidak pernah dilakukan.
Dengan begitu, seorang individu dapat menjelajahi kemampuan yang dimilikinya serta meningkatkan kompetensi yang dapat bermanfaat bagi kehidupannya.
Dampak sosial dari informatika juga membuat kita dapat mengenal berbagai budaya dari luar negeri dengan jauh lebih mudah, tanpa harus mengunjungi negara tersebut secara langsung.
Melalui internet, media sosial, dan berbagai platform digital, kita bisa melihat tradisi, kebiasaan, bahasa, hingga gaya hidup masyarakat dari berbagai belahan dunia hanya dalam hitungan detik.
Kemajuan teknologi informasi inilah yang mendorong arus globalisasi bergerak semakin cepat. Informasi dapat diakses tanpa batasan ruang dan waktu, sehingga pertukaran budaya antarnegara menjadi semakin terbuka.
Hal ini tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga membantu kita memahami perbedaan budaya, meningkatkan toleransi, dan membentuk masyarakat yang lebih inklusif dan terhubung secara global.

Perkembangan teknologi dan informatika sendiri tidak hanya memberikan dampak positif, jika disalahgunakan memiliki dampak negatif juga, antara lain:
Kemajuan bidang informatika juga memiliki dampak negatif, salah satunya adalah merusak moral masyarakat, di mana kita dapat dengan mudah menemukan berbagai konten di internet.
Salah satunya adalah pornografi yang memiliki sisi negatif, potensi merusak kesehatan mental seseorang serta moral.
Khususnya bagi anak di bawah umur, mudahnya mengakses berbagai konten tersebut dapat menghancur moral manusia, dan menganggap bahwa hal-hal di dalamnya adalah sesuatu yang normal dan bukan hal yang tabu sehingga wajar untuk secara beban ditonton.
Melalui jurnal berjudul Pornografi dan Dampak Moral juga dijelaskan bahwa pornografi juga memiliki dampak fatal bagi kehidupan manusia, seperti semakin tingginya tingkat tindakan asusila, hubungan seks bebas, kehancuran rumah tangga, dan masih banyak lagi.
Kemajuan teknologi, khususnya internet, saat ini memang dapat membantu penyebaran informasi menjadi lebih cepat. Namun, dengan begitu berita palsu atau hoaks pun juga akan lebih mudah tersebar tanpa adanya bukti atau fakta yang jelas.
Khususnya di media sosial, setiap orang dapat membuat konten tanpa tanggung jawab yang merugikan suatu pihak tanpa memastikan kebenarannya terlebih dahulu.
Semakin banyaknya berita tersebut tersebar, semakin banyak pula orang yang melihat dan mempercayai hal yang salah atau bahkan mendorong tindakan melanggar hukum.
Kemajuan program serta fasilitas sistem komputer yang ada saat ini juga membuat segala proses pengolahan menjadi lebih cepat dan serba otomatis.
Dengan begitu, penggunanya dapat dengan mudah memproses data dengan hanya memasukkannya tanpa harus mengelola atau mengetahui bagaimana hasilnya bisa didapatkan.
Dampak sosial informatika dilihat dari sisi negatif selanjutnya adalah membuat seseorang kecanduan internet dan game, yang dapat membuat diri terisolasi dari orang sekitar serta menyebabkan menurunnya kesehatan diri.
Jika seseorang sudah mengalami kecanduan, dampak negatif terhadap kesehatannya dapat dilihat secara fisik maupun mental. Mulai dari masalah tidur, gangguan mata, kecemasan, hingga depresi.
Kemajuan internet dan media sosial saat ini membuat kekerasan dan ejekan antara para penggunanya juga semakin marak. Hal ini dilakukan dengan penyebaran konten berkonotasi negatif yang menyerang korban secara online.
Perundungan yang terjadi secara online ini sendiri dapat membuat korbannya depresi, isolasi sosial, penurunan performa atau bahkan hingga bunuh diri.
Dalam jurnal cyberbullying sebagai dampak negatif penggunaan teknologi, menjelaskan bahwa fenomena ini telah terjadi sejak seseorang di kalangan remaja, pelakunya adalah teman-teman sekolah menggunakan sarana jejaring sosial hingga pesan teks.
Di Indonesia, di mana masyarakatnya dapat dengan mudah mengakses internet, hal ini memberikan banyak keuntungan dan kelebihan. Namun, hal tersebut juga datang dengan kelemahannya sendiri, yaitu berkurangnya aktivitas sosial.
Berdasarkan survei APJII pada tahun 2018 terkait penggunaan internet di Indonesia, kelompok terbesar pengguna internet sebesar 19,6% menghabiskan waktu di internet lebih dari 8 jam per hari.
Jika dilihat, hal ini tentu memakan sebagian waktu produktif seseorang yang dapat berdampak pada interaksi sosial secara langsung di dunia nyata.
Ketika seseorang lebih berfokus pada aktivitas daring, kegiatan sosial tatap muka juga akan berkurang, yang pada akhirnya berdampak pada kehidupan sosial individu tersebut.
Seperti yang dapat kita lihat ketika pandemi covid-19 melanda, pertemuan tatap muka harus dihindari, yang membuat segala aktivitas harus dilakukan secara online, yang pada akhirnya memengaruhi aktivitas sosial seseorang.
Dampak negatif dari kemajuan informatika adalah berkurangnya aktivitas fisik seseorang. Hal ini didukung oleh adanya berbagai layanan online yang memudahkan para penggunanya untuk melakukan transaksi ataupun membeli sesuatu.
Walaupun terdengar lebih efisien, dampak negatifnya adalah seseorang hanya akan berdiam diri saja di rumah dan tidak dapat memenuhi aktivitas fisik harian yang dibutuhkan.
Jika hal ini terjadi, dalam jangka panjang dapat memberikan dampak buruk pada kesehatan, mulai dari risiko obesitas hingga penyakit kronis dan berbagai masalah kesehatan lainnya.
Berikut beberapa masalah kesehatan yang dapat timbul dari kurangnya aktivitas fisik, antara lain:
Masalah muskuloskeletal, yang dapat timbul karena menatap gadget terlalu lama dan menyebabkan nyeri di berbagai bagian tubuh, mulai dari leher dan punggung, siku, pergelangan tangan, hingga telapak tangan.
Keletihan mata digital atau digital eye strain terjadi karena sering terpapar sinar gadget. Penelitian yang dilakukan di Amerika mengungkapkan bahwa lebih dari 60% warga Amerika mengalami masalah ini. Gejala yang dapat dirasakan meliputi mata kering, kemerahan di sekitar mata, sakit kepala, penglihatan kabur, hingga nyeri leher dan bahu.
Gangguan tidur, yang disebabkan sinar biru dari layar gadget yang meningkatkan kewaspadaan dan dapat mengganggu jam biologis tubuh. Selain itu, aktivitas perangkat digital juga dapat memicu tubuh dan membuat seseorang menjadi tidak siap tidur.
Kemudahan internet saat ini memang dapat memberikan kemudahan bagi para calon pekerja dalam mencari pekerjaan, namun semakin canggihnya teknologi saat ini dapat memberikan dampak negatif pada lapangan pekerjaan itu sendiri, khususnya dengan kehadiran kecerdasan buatan atau AI.
Perkembangan teknologi informatika saat ini seperti yang kita lihat dapat mengotomatisasi berbagai pekerjaan di berbagai bidang khususnya manufaktur dan layanan, dengan begitu pada akhirnya dapat menghilangkan lapangan pekerjaan bagi seseorang.
Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah atau mengatasi dampak negatif tersebut, seperti:
Untuk pengaturan dan kebijakan yang bijaksana, pemerintah dan organisasi internasional perlu bekerja sama untuk membuat regulasi penggunaan AI agar hak asasi manusia tetap terlindungi dan kesenjangan sosial dapat diatasi.
Pelatihan ulang dan pendidikan mempersiapkan diri terhadap perubahan yang terjadi di dunia kerja dengan melakukan pelatihan dan pendidikan yang relevan.
Penggunaan AI yang etis, penggunaan AI sesuai dengan nilai etika dan hak asasi manusia yang ada, dan menghindari bias dalam algoritma AI.
Kemajuan teknologi yang ada juga dapat berpengaruh pada potensi korban kejahatan, khususnya di dunia maya, yang semakin meningkat.
Jenis kejahatannya sendiri sangatlah beragam, mulai dari pencurian identitas, penipuan daring, peretasan data pribadi, pelecehan, dan masih banyak lagi yang pada akhirnya dapat menimbulkan berbagai kerugian.
Berdasarkan data tindak pidana kejahatan siber, pada tahun 2022 kejahatan siber meningkat hingga 14 kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2021.
Hal yang membuat kejahatan siber lebih berbahaya adalah kesulitan bagi pihak berwenang untuk menindaklanjuti kasusnya. Hal ini karena setiap kasus berbeda-beda, yang semuanya harus dipertimbangkan dengan baik.
Nah, itulah pembahasan mengenai dampak sosial informatika, baik dari sisi positif maupun negatif. Seperti berbagai perkembangan lainnya yang terjadi saat ini, tentu informatika juga memiliki kelebihan dan kelemahan tergantung penggunanya.
Melalui pembahasan di atas, kita dapat melihat bahwa perkembangan informatika yang terjadi memang memiliki banyak manfaat sosial, namun jika tidak digunakan dengan baik tentu saja dapat merugikan berbagai pihak.
Dan jika hal tersebut terjadi, pihak korban bukan hanya dirugikan dari segi finansial saja, namun juga kesehatan mental atau bahkan fisik. Perlindungan Kesehatan Prima hadir memberikan solusi perlindungan kesehatan yang tepat bagi Anda dan keluarga dengan manfaat tambahan Saldo Prima.
Lalu, apa saja manfaat keunggulan produk Perlindungan Kesehatan Prima?
Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin atau obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan
Santunan tunai harian Rawat Inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan
Pilihan Manfaat Rawat Inap dan Rawat Jalan sesuai kebutuhan
Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia
24 jam Contact Center dan Case Monitoring
Layanan eksklusif Personal Medical Assistance
Laporan perhitungan klaim via email
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Generasi sandwich, istilah yang saat ini tengah populer di kalangan masyarakat dan menjadi fenomena di beberapa negara berkembang, salah satunya Indonesia.
Sandwich generation sendiri sering kali dikaitkan dengan seorang anak di dalam sebuah keluarga yang harus menghidupi orang tua, keluarga, hingga anak-anaknya di waktu bersamaan.
Karena itu, mereka sering kali memiliki banyak tekanan secara psikis yang dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan mental maupun fisik.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Litbang Kompas di tahun 2022, sandwich generation di Indonesia menyentuh angka 67 persen atau sekitar 56.000.000 jiwa penduduk usia produktif.
Oleh sebab itu, sandwich generation telah menjadi salah satu masalah besar yang dihadapi di tengah masyarakat saat ini. Untuk memahami lebih mendalam terkait apa yang dimaksud dengan generasi ini, dalam artikel ini kita akan bahas mendalam seputar generasi sandwich. Simak informasinya!
Generasi sandwich merupakan sebuah fenomena yang terjadi ketika seseorang harus menghidupi tiga generasi keluarganya, termasuk orang tua, diri sendiri, hingga anaknya.
Sandwich generation merupakan sebuah istilah yang pertama kali dibuat oleh Dorothy A. Miller, profesor asal Kentucky University, dalam bukunya Social Work di tahun 1981.
Menurutnya fenomena ini dapat dianalogikan sebagai sebuah roti sandwich, di mana orang tua dan anak disebut sebagai roti lapisan atas dan bawah dengan orang yang berada di posisi generasi sandwich sebagai isi atau daging roti tersebut yang terhimpit di antara dua roti tersebut.
(instagram: katadatacoid)
Generasi sandwich sendiri sangat umum dan sering terjadi di Indonesia. Di mana, berdasarkan data statistik dari Badan Pusat Statistik atau BPS di tahun 2017, terdapat 77,82 persen keluarga yang mengalami fenomena ini dan hanya sekitar 7 persen yang mampu menopang kehidupannya sendiri melalui investasi atau uang pensiun.
Selain itu, data juga menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen lansia memilih tinggal bersama anak, menantu, dan cucu di satu rumah yang sama.
Dan hanya 20 persen lansia yang tinggal dengan pasangannya. Sedangkan 9 persen dari usia lansia memutuskan hidup sendiri dengan berbagai faktor yang mempengaruhinya.
Sandwich Generation sendiri dapat dibagi ke tiga tipe, yang terdiri dari traditional sandwich generation, club sandwich generation, dan open-faced generation. Apa perbedaannya? Simak penjelasan berikut.
Tipe yang pertama merupakan golongan yang umum terjadi dalam masyarakat. Lingkup keuangan dari generasi sandwich tradisional mencakup tanggung jawab finansial terhadap orang tua yang sudah lanjut usia, pasangan, dan anak-anak mereka.
Individu yang termasuk dalam kategori ini sering kali harus mengelola keuangan untuk tiga generasi sekaligus, yang bisa menjadi beban yang cukup berat.
Besar kemungkinan orang yang termasuk dalam jenis ini akan mewariskan status ini kepada anak-anak mereka.
Hal ini terjadi karena anak-anak mereka melihat dan mengalami langsung bagaimana orang tua mereka berjuang untuk memenuhi kebutuhan keluarga besar.
Akibatnya, mereka mungkin merasa berkewajiban untuk melakukan hal yang sama ketika mereka dewasa nanti.
Dengan demikian, mereka terjebak dalam rantai ini, yang bisa berlanjut dari generasi ke generasi tanpa ada perubahan signifikan dalam pola pengelolaan keuangan keluarga.
Selain itu, tekanan finansial yang dihadapi oleh generasi sandwich ini bisa berdampak pada kesehatan mental dan fisik mereka. Mereka harus bekerja lebih keras dan lebih lama untuk memenuhi kebutuhan semua anggota keluarga, yang bisa menyebabkan stres dan kelelahan.
Oleh karena itu, penting bagi seseorang untuk mencari cara untuk mengelola keuangan dengan lebih efektif dan mencari dukungan jika diperlukan, agar tidak terus-menerus terjebak dalam siklus yang sama.
Beban yang ditanggung oleh tipe club sandwich generation jauh lebih besar jika dibandingkan dengan tipe traditional sandwich generation.
Mereka tidak hanya bertanggung jawab atas keuangan anak-anak dan orang tua mereka, tetapi juga harus menanggung biaya hidup kakek dan nenek mereka.
Hal ini membuat tekanan finansial yang mereka hadapi menjadi lebih berat dan kompleks. Jenis ini biasanya berasal dari keluarga besar yang terdiri dari beberapa generasi yang tinggal bersama atau saling bergantung satu sama lain.
Dalam situasi ini, anggota keluarga dari berbagai usia hidup bersama di bawah satu atap atau dalam jaringan dukungan yang sangat erat.
Mereka harus mengelola kebutuhan finansial yang beragam, mulai dari biaya pendidikan anak-anak, perawatan kesehatan orang tua, hingga kebutuhan sehari-hari kakek-nenek.
Selain itu, club sandwich generation sering kali harus menghadapi tantangan tambahan seperti biaya perawatan kesehatan yang tinggi untuk anggota keluarga yang lebih tua, serta kebutuhan untuk menyediakan dukungan emosional dan fisik.
Mereka mungkin harus mengorbankan waktu pribadi dan karier mereka untuk memastikan semua anggota keluarga mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan. Tekanan ini bisa berdampak signifikan pada kesejahteraan mental dan fisik mereka.
Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk mencari cara untuk mengelola stres dan mencari dukungan dari luar, seperti bantuan profesional atau komunitas yang memahami situasi mereka.
Dengan demikian, mereka dapat menemukan keseimbangan yang lebih baik antara tanggung jawab keluarga dan kebutuhan pribadi mereka.
Yang terakhir, tipe open-faced sandwich generation, yang merupakan jenis generasi sandwich yang unik. Generasi ini terdiri dari individu yang sudah berpasangan, tetapi belum memiliki anak.
Meskipun mereka belum memiliki tanggungan anak-anak, mereka tetap memiliki tanggung jawab finansial yang signifikan. Tanggungan keuangan utama mereka, selain untuk kebutuhan keluarga inti mereka sendiri, adalah orang tua mereka.
Mereka harus memastikan bahwa orang tua mereka mendapatkan perawatan dan dukungan yang diperlukan, baik dari segi finansial maupun emosional.
Ini bisa mencakup biaya perawatan kesehatan, kebutuhan sehari-hari, dan mungkin juga biaya perawatan jangka panjang jika orang tua mereka memerlukan bantuan tambahan.
Meskipun beban finansial mereka mungkin tidak seberat generasi sandwich lainnya yang harus mengurus anak-anak dan kakek nenek, open-faced sandwich generation tetap menghadapi tantangan tersendiri.
Mereka harus menyeimbangkan antara kebutuhan pasangan dan orang tua mereka, sambil juga mempersiapkan masa depan mereka sendiri, termasuk perencanaan keuangan untuk kemungkinan memiliki anak di masa depan.
Selain itu, mereka juga harus mengelola waktu dan energi mereka dengan bijak, karena mereka mungkin harus membagi perhatian antara pekerjaan, pasangan, dan orang tua.
Tekanan ini bisa berdampak pada kesejahteraan mental dan fisik mereka, sehingga penting bagi mereka untuk mencari dukungan dan sumber daya yang dapat membantu mereka mengelola tanggung jawab ini dengan lebih efektif.
Dengan demikian, meskipun open-faced sandwich generation mungkin tampak memiliki beban yang lebih ringan dibandingkan dengan jenis sandwich generation lainnya, mereka tetap menghadapi tantangan yang kompleks dan memerlukan strategi yang baik untuk mengelola tanggung jawab mereka.

pexels
Setelah memahami dan mengetahui lebih dalam terkait pengertian sandwich generation, berikut ini dampak negatif yang dapat dialami seseorang yang mengalami fenomena ini.
Dampak pertama yang dapat dirasakan seseorang di posisi generasi sandwich adalah memiliki tingkat stres yang tinggi.
Hal ini dapat terjadi karena orang tersebut akan selalu memiliki rasa khawatir akan kondisi finansial dan bagaimana cara membiayai dan memberi makan keluarganya.
Dengan begitu, penghasilan yang didapatkan tidak dapat ditabung atau digunakan untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Tapi, semua pendapatan digunakan untuk memenuhi kebutuhan orang tua dan anaknya yang dijadikan prioritas hidupnya.
Kelelahan fisik dan mental atau yang disebut juga sebagai burnout juga bisa terjadi dari stres terus menerus yang berkepanjangan, ditambah beban di tempat kerja, sehingga seseorang yang berada di posisi tersebut terus menerus merasa lelah secara fisik dan mental.
Stres yang terus menerus juga memiliki dampak besar bagi tubuh, mulai dari penyakit fisik seperti pusing, kelelahan, hingga kebotakan dini. Maupun penyakit mental seperti depresi hingga panic attack.
Perasaan tidak puas dan merasa bersalah juga sering kali dialami oleh orang yang berada di posisi sandwich generation. Rasa bersalah muncul pada seseorang jika mengalami kegagalan atau tidak mencapai suatu tujuan.
Hal ini dikarenakan orang tersebut merasa ia ada di posisi dengan tanggung jawab yang besar sebagai tulang punggung keluarga. Oleh sebab itu, kegagalan tidak boleh terjadi karena dapat berpotensi mengurangi sumber penghasilan dan mengurangi peluangnya dalam perkembangan karier.
Walaupun begitu, seseorang di posisi generasi sandwich sering kali tidak akan pernah merasa puas walau sudah sukses dan cemerlang dalam karier.
Salah satu alasannya adalah perasaan rasa takut akan kondisi finansial yang belum stabil. Karena ia akan memiliki ketakutan terus menerus tidak dapat memenuhi kebutuhan finansial keluarganya yang membuat mereka tertekan terus menerus yang dapat membuatnya stres serta depresi.
Perasaan khawatir dapat dengan mudah muncul pada seseorang yang berada di posisi sandwich generation terutama jika sesuatu hal tidak berjalan sesuai rencananya.
Contohnya, jika ada pengeluaran mendadak yang tidak terduga, seperti orang tua dan anak-anak sakit sehingga harus mengeluarkan biaya besar.
Di mana, kondisi keuangan yang pas-pasan yang dapat menimbulkan rasa cemas dan khawatir untuk memilih keputusan yang tepat.
Untuk mengurangi rasa khawatir tersebut dan memiliki perlindungan secara finansial, asuransi Perlindungan Kesehatan Prima bisa menjadi solusi yang dapat memberikan perlindungan kesehatan online terbaik dengan pilihan manfaat rawat inap, bedah dan rawat bagi individu dan keluarga.
Terdapat berbagai keuntungan yang dimiliki produk Perlindungan Kesehatan Prima:
Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin atau obat-obatan lainnya tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan
Santunan tunai harian rawat inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan
Pilihan manfaat rawat inap dan rawat jalan sesuai kebutuhan
Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia
24 jam Contact Center dan Case Monitoring
Layanan eksklusif Personal Medical Assistance
Laporan perhitungan klaim via email
Kemunculan banyaknya generasi sandwich sendiri bukan tanpa penyebab, terdapat beberapa faktor yang membuat sandwich generation terjadi, seperti:
Penyebab pertama terjadinya generasi sandwich adalah kurangnya kemampuan seseorang untuk mengatur kondisi finansial yang baik.
Hal ini dapat disebabkan karena seseorang yang tidak mempersiapkan tabungan untuk masa depan atau ketika pensiun sehingga tidak lagi memiliki cadangan dana di saat hal darurat atau tak terduga terjadi.
Itulah sebabnya ketika orang tersebut pada akhirnya pensiun, mereka tidak lagi memiliki simpanan dana yang cukup untuk menghidupi diri mereka sendiri dan harus bergantung pada orang lain, seperti anaknya, yang menyebabkan terjadinya sandwich generation.
Faktor kedua yang dapat menyebabkan seseorang terjebak di generasi sandwich adalah kebiasaan menghabiskan uang untuk barang-barang tidak penting.
Hal ini dapat terjadi ketika seseorang tidak mampu menetapkan prioritas finansial yang harus didahulukan dan terus menerus membeli barang yang kurang bermanfaat untuk hiburan semata dibandingkan dengan barang yang diperlukan.
Salah satu permasalahan yang dihadapi banyak negara berkembang adalah banyaknya kasus generasi sandwich generation yang harus segera diberantas.
Hal ini dikarenakan banyak pihak keluarga yang menganggap bahwa seorang anggota keluarga yang bekerja keras untuk menghidupi kehidupan anggota keluarga lainnya merupakan sesuatu hal yang wajar dan lumrah.
Kejadian inilah yang membuat anak-anak di keluarga yang melihat hal ini menjadi berpikir bahwa fenomena ini merupakan sesuatu hal yang wajar dan pada akhirnya menirukan sikap tersebut ke anak-anaknya kelak saat mereka tua.

pexels
Setelah mengetahui apa saja yang dapat menyebabkan sandwich generation, berikut ini kita akan membahas bagaimana cara mengurangi risikonya agar terhindar dari fenomena tersebut. Simak cara meminimalisir risiko generasi sandwich berikut ini.
Pertama, memonitor pengeluaran dan pemasukan saat membeli kebutuhan dasar maupun kebutuhan lainnya guna memonitor pengeluaran serta mencatat pemasukan yang didapatkan.
Dengan mencatat pengeluaran dan pemasukan yang ada, kamu dapat dengan mudah memonitor finansial dengan lebih baik dan mengurangi pengeluaran yang dianggap kurang penting dan berlebihan ke depannya.
Agar memiliki tambahan penghasilan, kamu juga dapat mencari sumber penghasilan lain sehingga tidak mengandalkan satu sumber saja.
Salah satunya contohnya adalah membuat bisnis sampingan maupun memulai berinvestasi yang dapat bermanfaat sebagai dana tambahan jika suatu saat dibutuhkan untuk keperluan mendadak.
Langkah selanjutnya bagi sahabat MyProtection yang sedang terjebak di fenomena sandwich generation adalah mampu berbagi beban dengan orang lain atau kerabat dan jangan menanggung semuanya sendiri.
Kamu dapat berbagi beban dengan kerabat mulai dari saudara kandung maupun anggota keluarga lainnya. Dengan semakin banyak orang yang berpartisipasi untuk memenuhi kebutuhan keluarga, maka beban finansial yang dipikul akan berkurang.
Nah, itulah penjelasan seputar generasi sandwich yang saat ini sering kali menjadi topik perbincangan di Indonesia sebagai negara berkembang. Banyak orang yang terjebak di posisi ini sedang berjuang untuk keluar dari keadaan tersebut.
Seperti yang dibahas di atas juga terdapat cara-cara yang dapat dijalankan guna meminimalisir risiko sahabat MyProtection terjebak di sandwich generation ini. Salah satunya adalah lebih bijak dalam membeli barang.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan membeli perlindungan asuransi yang tepat sebagai langkah perencanaan keuangan yang lebih baik. Perlindungan Kesehatan Prima dapat menjadi solusi tepat bagi kamu maupun keluarga agar tetap merasa aman dan nyaman. Semoga bermanfaat!
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Jakarta, 10 Desember 2019 - MyProtection News
Menyangkut masalah liburan, tidak melulu harus ke luar negeri, lho. Destinasi wisata lokal di Indonesia juga tidak kalah keren dan pastinya tetap bisa dilindungi dengan asuransi perjalanan MyTravel Domestic lho! Ada banyak titik destinasi hidden gem yang kecantikannya masih belum terekspos. Sahabat MyProtection punya 5 destinasi wisata local hidden gem yang bisa Anda kunjungi pada liburan kali. Tentunya juga bisa memanjakan indera tubuh dengan panorama menawan. Yuk, langsung lihat daftarnya!
Pengalaman Diving Seru di Tulamben, Bali

Jika Anda ke Bali, pasti Anda akan lebih familiar dengan spot dan kegiatan turis mainstream seperti jajaran pantai di Kuta dan Jimbaran, wisata alam di Ubud, dan water sport. Namun, terdapat satu daerah di Bali Timur yaitu Tulamben yang merupakan hiddem gem bagi para pecinta diving. Anda bisa menikmati pemandangan laut sejernih Kristal di Pantai Amed, Tulamben. Tentu saja pantainya yang bersih membuat Anda bisa melihat berbagai makhluk laut secara jelas.
Surga Dunia di Kepulauan Derawan, Kalimantan

Destinasi kedua masih berkisar seputar pulau dan keindahan lautnya. Kepulauan Derawan yang berada di Kalimantan menawarkan pengalaman romantis di pulau tropis dengan birunya laut dan hembusan angin lembut di sepanjang pantainya. Anda bisa berlibur bersama pasangan, keluarga, atau teman dengan menyewa villa atau cottage.
Baca juga: Cek Kesehatan Mobilmu Dulu Sebelum Liburan Naik Mobil
Pengalaman Eksotik Ke Gua Gong atau Wisata Bukti Pelalangan

Titik destinasi satu ini menawarkan atraksi yang berbeda dari biasanya. Anda bisa berpetualang seperti di film dan menyaksikan keindahan Gua Gong di Pacitan, Jawa Timur yang terbentuk dari stalaktit dan stalakmit. Gua Gong sendiri digadang sebagai gua terindah se-Asia Tenggara. Anda bisa mendengarkan gaung suara dari tetesan air yang jatuh ke gua yang memiliki kedalaman 256 meter ini. Pengalaman visual Anda juga akan dimanjakan dengan permainan lampu di dalam Gua Gong.
Danau Labuan Cermin, Sebening dan Sejernih Kaca

Apakah Anda pernah menyusuri danau yang begitu jernih dan bening sampai rasanya Anda mengayuh perahu di atas kaca transparan? Jika belum, maka Anda dijamin akan terpukau melihat hidden gem Danau Labuan Cermin di Kalimantan Timur. Seperti namanya, Anda seakan-akan mengapung di atas sebuah cermin. Anda bisa melihat dasar dari danau ini. Bahkan Anda bisa melihat pantulan diri Anda di angle tertentu dan saat cahaya memantul ke danau di waktu yang tepat.
Danau 3 Warna di Gunung Kelimutu, NTT

Gunung Kelimutu merupakan “rumah” bagi tiga danau ceruk vulkanik yang memiliki warna danau berbeda-beda, mulai dari biru terang hingga kecoklatan. Bagi para pecinta hiking, mungkin spot pendakian ini sudah tidak asing lagi. Bayangkan indahnya menyaksikan matahari terbit dan terbenam dari ketinggian ditemani indahnya danau vulkanik. Gunung Kelimutu juga bisa menjadi titik pendakian yang tepat bagi pendaki pemula. Apakah Anda tertantang untuk menaklukan gunung yang satu ini? Kesempatan ini bisa menjadi pengalaman menarik, lho!
Selamat berlibur dan menikmati indahnya alam Indonesia!
Salam,
Sahabat MyProtection
Baca juga: Ini Pentingnya Punya Asuransi Perjalanan Saat Liburan