Hi, Sahabat MyProtection!
Resah dan gundah karena gejala penyakit A, B, sampai Z? Terlebih lagi di tengah pandemi Covid-19 bikin kamu waspada ketika gejala batuk, pilek, demam, dan sesak napas muncul. Eitts, jangan tanya sama gugel tapi langsung aja konsultasikan ke dokter terpercaya lewat fitur online doctor dari Perlindungan Kesehatan Prima. Kamu bisa bikin janji konsultasi dengan berbagai dokter dari ratusan rekanan rumah sakit di seluruh Indonesia.
Selain fitur konsultasi dokter online, Perlindungan Kesehatan Prima juga punya fitur lainnya yang bisa kamu akses dari HP. Karena Perlindungan Kesehatan Prima lebih dari sekadar asuransi kesehatan individu dan keluarga biasa.
Nikmati juga DISKON 10% untuk pembelian Perlindungan Kesehatan Prima selama Maret 2021*
Konsultasi dan diskon asuransi, klik tombol berikut ini!
*Syarat dan Ketentuan:
MyProtection merupakan bagian dari PT Lippo General Insurance Tbk
Jakarta, 14 Agustus 2020 - MyProtection News
Tidur cukup sangat membantu Anda dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Tidur cukup yang berkualitas membantu mengurangi stress, membuat Anda bertenaga seharian, mengurangi peradangan dalam tubuh, hingga membuat suasana hati menjadi baik.
Apalagi di tengah pandemi ini, tidur yang cukup sangat diperlukan agar daya tahan tubuh tetap maksimal. Namun, sebagian orang mengalami kesulitan tidur selama pandemi. Dikutip dari JakartaPost, penggunaan pil tidur dan obat anti-depresi meningkat saat Maret kemarin.
Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk membantu memperbaiki pola tidur Anda.
Bangun dan tidur pada waktu yang sama setiap harinya bisa membentuk siklus tidur alami tubuh. Misalnya, tiap harinya Anda bisa mencoba untuk tidur pukul 10 malam dan bangun pukul 7 pagi secara konsisten bahkan saat libur.
Untuk membantu Anda tertidur lebih mudah di malam hari, hindari penggunaan gadget minimal 2 jam sebelum tidur. Pastikan ruangan tidur Anda nyaman, sejuk, dan tidak terlalu terang. Ruang yang gelap dan sejuk membantu memberi sinyal pada tubuh untuk tidur.
Ketika Anda bangun di pagi hari, jangan lupa membuka tirai jendela Anda atau pergi ke teras untuk menikmati sinar matahari 15 – 30 menit tiap harinya. Sinar matahari memberi sinyal pada tubuh untuk “terjaga” dan membuat tubuh lebih segar.
Jika Anda mengalami kesulitan tidur, coba perhatikan kebiasaan sehari-hari Anda. Misalnya, jumlah kafein yang Anda konsumsi, berapa lama Anda tidur siang, kegiatan harian, hingga makanan apa yang Anda konsumsi sebelum tidur.
Baik Anda beraktivitas dari rumah maupun di luar rumah, penting untuk berolahraga secara rutin. Selain menjaga kebugaran tubuh, dengan rutin bergerak maka tenaga yang tersimpan dalam tubuh akan terbakar. Membuat Anda lebih mudah mengantuk di malam hari. Anda bisa mencoba bersepeda, jogging, yoga, dan olahraga lainnya.
Berita yang Anda temukan baik melalui media konvensional ataupun media sosial bisa membuat tingkat kecemasan meningkat. Terlebih lagi jika Anda sering mendengarkan berita yang tidak menyenangkan. Oleh karena itu, batasi paparan informasi yang Anda terima. Hindari membaca berita dan menggunakan media sosial sebelum tidur.
Bagi Anda yang belajar ataupun bekerja selama pandemi, jangan lupa memperhatikan kebutuhan diri Anda. Bekerja dan beraktivitas itu baik. Namun, ada pula saatnya bagi Anda untuk beristirahat sejenak dan memanjakan diri. Jangan lupa untuk meluangkan waktu “me time” untuk menyegarkan kembali tubuh dan pikiran Anda. Tubuh yang sehat dan pikiran yang tenang tentunya membantu Anda tidur lebih lelap di malam hari.
Salam,
Sahabat MyProtection
Did you know that car tire pressure can directly affect driving comfort and performance?
For example, tires with low pressure are more prone to puncture on rocky roads and may increase the risk of accidents. On the other hand, tires with excessively high pressure raise the risk of aquaplaning on wet roads.
So, what is the ideal car tire pressure based on vehicle type, load weight, and tire size? Let’s dive into the details below!
Because tire pressure plays a crucial role, knowing the ideal tire pressure for your car is essential.
In general, the recommended tire pressure depends on the type of car, wheel size or rim, and the manufacturer’s specifications.
To ensure your tire pressure is right, you can check the tire-loading information that is usually found on the driver’s side door frame of the car.
Another factor that influences the required tire pressure is vehicle loading. The heavier the load the car carries, the higher the tire pressure should be.
Although it varies, here are some common standards for ideal tire pressure based on popular car types in Indonesia:
For SUV cars, the ideal car tire pressure is around 35 – 40 psi
For sedan cars, the ideal car tire pressure is around 30 – 33 psi
For city cars, the ideal car tire pressure is around 30 – 36 psi
For MPV cars, the ideal car tire pressure is around 33 – 36 psi
There are also some standard recommendations for ideal car tire pressure based on rim size:
Rim 13 tires, which include size 155/70 R13, 165/70 R13, 185/70 R13, 205/70 R13, the ideal car tire pressure is around 28 – 31 psi.
Rim 14 tires, which include size 165/65 R14, the ideal car tire pressure is around 28 – 29 psi for the front tires and 25 – 26 psi for the rear tires.
Rim 14 tires, which include size 165/70 R14, the ideal car tire pressure is around 30 – 33 psi for both front and rear tires.
Rim 14 tires, which include size 175/50 R14, the ideal car tire pressure is around 29 – 32 psi for the front tires and 26 – 30 psi for the rear tires.
Rim 15 tires, which include size 175/55 R15, 175/60 R15, 175/65 R15, the ideal car tire pressure is around 30 – 32 psi for both front and rear tires.
Tips to Maintain Ideal Car Tire Pressure
To keep your tire pressure in optimal condition, here are some useful tips that you should know:
Maintain a standard vehicle load and avoid carrying excessive weight, as this can affect tire pressure.
Check regularly if the pressure drops, adjust it immediately to maintain performance, prevent wear, and reduce driving risks.
Avoid filling air when tires are hot, hot tires have higher internal pressure, and adding more air can make the pressure too strong, increasing the risk of a tire burst.
Inspect tire walls frequently, uneven roads, sharp objects, or small stones stuck to the tire walls can cause leaks and reduce tire pressure.
Monitor pressure during cold weather, in low temperatures, tire pressure naturally drops, leading to instability, higher fuel consumption, uneven wear, and potential accidents
*PT Lippo General Insurance Tbk is licensed and supervised by Financial Services Authority (OJK)
Jakarta, 17 Februari 2020 - MyProtection News
Kutu buku atau bookworm merupakan sebutan bagi orang-orang yang gemar membaca. Bagi Anda yang sering menghabiskan waktu tenggelam dalam dunia bacaan ternyata ada berbagai manfaat kesehatan yang bisa Anda petik, lho!
Kegiatan membaca buku atau novel secara berkala dapat membuat Anda lebih cerdas, apalagi jika kebiasaan ini dimulai sejak kecil. Anak-anak bisa menemukan banyak kosa kata baru, mendapatkan informasi lebih banyak, membaca dengan lebih cepat, dan biasanya memiliki skor kecerdasan yang lebih tinggi. Hal ini tentunya berpengaruh hingga Anda dewasa.
Beberapa ilmuwan mecoba membuktikan dampak membaca terhadap aktivitas otak dengan mesin MRI scan. Partisipan percobaan diminta untuk membaca novel “Pompeii” selama 9 hari berturut-turut. Berdasarkan hasil MRI scan, partisipan yang rutin membaca terbukti memiliki tingkat konektivitas otak yang lebih tinggi.
Sama seperti saat kita melakukan olahraga untuk menguatkan tubuh, kegiatan membaca punya dampak yang sama terhadap otak. Membaca mirip seperti workout untuk otak Anda. Semakin aktif otak Anda, maka risiko terkena penyakit yang menyerang ingatan atau proses kognitif Anda bisa semakin berkurang.
Lalu, buku seperti apa yang sebaiknya Anda baca? Jawabannya adalah buku atau novel apapun yang bisa Anda nikmati. Buku yang baik adalah buku yang dapat membuat Anda terlarut di dalamnya. Novel non-fiksi, buku self-improvement, hingga sejarah bisa menjadi pilihan Anda.
Bukan rahasia lagi bahwa dengan bertambahnya umur, maka fungsi dalam tubuh bisa berkurang. Kegiatan seperti membaca, bermain puzzle, dan catur menurunkan potensi berkembangnya Alzheimer pada seseorang hingga 2,5 kali dibanding individu yang menghabiskan waktunya dengan kegiatan yang kurang menstimulasi otak. Semakin muda Anda membiasakan diri membaca, maka semakin baik!
Membaca dapat membuat Anda memahami perasaan oraang dengan lebih baik. Khususnya, literasi fiksi dapat membantu pembacanya menangkap pemikiran atau perasaan orang dengan lebih baik dalam dunia nyata.
Dalam dunia sains, istilah ini disebut sebagai “theory of mind”, sekumpulan kemampuan yang berguna untuk membangun dan menjaga hubungan social antar individu.
Penikmat cerita fiksi jangka panjang dapat merasakan manfaat ini lebih baik dibanding para pembaca literasi non-fiksi atau individu yang jarang membaca.
Hasil riset membuktikan bahwa membaca selama 30 menit dapat menurunkan tekanan darah, detak jantung, dan mengurangi stress yang efeknya hampir sama dengan yoga dan tertawa. Selain itu, kebiasaan membaca sebelum tidur dapat membuat tubuh lebih rileks dan mengirimkan sinyal kepada otak Anda untuk beristirahat. Namun, disarankan untuk membaca buku konvensional dibandingkan e-book atau membaca menggunakan gawai. Sinar yang dipancarkan oleh layar gawai Anda malah bisa membuat jam tidur Anda berantakan.
Ingin membuat si kecil gemar membaca? Berdasarkan penelitian, kebiasaan membaca dapat menular. Oleh karena itu, orang tua dapat menjadi contoh untuk membangun kebiasaan baik pada anak. Anda bisa memulainya dengan membacakan buku cerita kepada anak sebelum tidur. Atau Anda bisa membaca saat waktu luang sambil mengajak anak berdiskusi mengenai isi buku yang dibaca. Sehingga anak memiliki pengalaman menyenangkan saat membaca.
Mulai rutin membaca, yuk!
Salam,
Sahabat MyProtection