Jakarta, 2 Juni 2020 - MyProtection News
Hi, Sahabat MyProtection!
Bagi Anda yang harus bepergian ke luar rumah atau mulai bekerja di kantor, menggunakan masker adalah hal yang tak boleh terlewatkan. Masker ini wajib dipakai semua orang, baik masker kain ataupun masker sekali pakai.
Jika Anda menggunakan masker kain, maka simak cara menggunakan serta mencuci masker kain yang benar.
Jangan lupa untuk mengurangi menyentuh wajah dan masker, ya. Dalam keadaan Anda tidak bisa mencuci masker secara langsung, maka Anda bisa meletakan masker kain ke dalam plastik. Lalu cuci masker segera setelah Anda sampai di rumah.

Salam,
Sahabat MyProtection
Terdapat beberapa indikator baterai remote mobil habis yang harus kamu kenali, seperti lampu indikator redup atau mati, jangkauan berkurang, dan sebagainya.
Umumnya kamu dapat menggantinya sendiri melalui buku manual kendaraan yang sudah tersedia. Selain itu, kamu juga dapat memeriksa kode pada baterai lama untuk memastikan baterai yang digunakan.
Jenis paling umum yang digunakan pada baterai remote mobil sendiri adalah CR2032, CR2025 dan CR2016.

Untuk mengetahui apa saja tanda-tanda bahwa baterai remote mobil sudah melemah atau mau habis, kamu harus mengetahui indikator-indikatornya berikut ini!
Tanda yang paling umum adalah tombol remote yang mulai tidak responsif, yang harus ditekan berkali-kali sebelum kendaraan merespons, yang menandakan baterai sudah mulai melemah.
Umumnya, jangkauan sinyal remote mobil mencapai 5 hingga 20 meter, atau pada beberapa model mobil, jangkauannya dapat hingga 30 sampai 50 meter.
Jika kendaraan tidak lagi merespons remote dari jarak jauh dan harus dilakukan dari jarak dekat, hal tersebut dapat menjadi salah satu indikator bahwa baterai remote mobil sudah melemah atau mau habis.
Tanda bahwa baterai remote mobil sudah melemah selanjutnya adalah kamu harus menekan tombol berkali-kali sebelum mendapatkan respons dari remote baterai.
Hal ini dikarenakan daya pada remote tidak cukup untuk mengirimkan sinyal yang kuat ke kendaraan, sehingga harus menekan tombol lebih dari satu kali.
Tanda baterai remote mobil habis juga dapat dilihat melalui aspek visualnya pada beberapa model yang memiliki lampu LED.
Umumnya, jika baterainya sudah habis, lampu indikator tersebut akan redup atau mati total ketika ditekan, yang menandakan daya di dalamnya sudah melemah atau habis.
Jika hal ini sudah terjadi, maka ada baiknya segera mengganti dengan baterai baru yang sesuai agar remote mobil dapat berfungsi dengan baik kembali.
Setelah mengenai tanda-tandanya, kamu juga harus mengetahui bagaimana cara yang tepat mengganti baterai remote mobil. Simak berikut langkah-langkahnya:
Mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan, mulai dari obeng kecil, pinset, hingga pisau lipat tipis jika dibutuhkan untuk membuka penutup remote.
Membuka penutup remote, menggunakan alat yang telah disiapkan untuk membuka penutup remote dengan hati-hati. Terkadang, obeng dibutuhkan untuk melepas sekrup yang terpasang.
Mengeluarkan baterai lama, menggunakan pinset yang telah disiapkan, keluarkan baterai perlahan dari tempatnya.
Memasukkan baterai baru, dengan membaca buku petunjuk masukkan baterai pengganti yang telah disiapkan sesuai dengan anjuran yang ada.
Menutup kembali casing remote, setelah terpasang sesuai, kamu dapat menutup kembali casing dan memastikan semua bagian telah terpasang dengan benar.
Nah, itulah pembahasan mengenai baterai remote mobil, mulai dari tanda-tandanya melemah hingga habis, dan langkah-langkah pemasangannya yang tepat.
Baiknya, jika tanda-tanda baterai melemah sudah muncul, akan lebih baik untuk segera mengganti baterai remote mobil agar tetap berfungsi secara optimal.
Hindari mengganti baterai hingga remote mati karena dapat mengganggu aktivitas dan mobilitas. Semoga bermanfaat!
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
Jakarta, 10 Februari 2020 - MyProtection News
Ketika memasuki musim hujan, sering kali kita mendengar atau melihat iklan yang memasarkan produk suplemen kesehatan untuk menjaga daya tahan tubuh. Perubahan cuaca memang bisa mempengaruhi daya tahan tubuh seseorang. Namun, apakah suplemen yang ditawarkan di pasaran, baik berupa multivitamin, probiotik, atau kandungan lainnya benar-benar mendorong kinerja imun dalam tubuh?
Artikel yang diterbitkan oleh Harvad Health Publishing berjudul “Can Supplements Boost Your Immune System?” membahas mengenai peran suplemen bagi tubuh. Michael Starnbach, seorang profesor bidang cicrobiologi dari Harvard Univerity menyatakan bahwa suplemen yang beredar di pasaran tidak menawarkan banyak manfaat kesehatan. Apalagi belum ditemukan bukti bahwa suplemen dapat melawan penyakit.
Sistem imunitas dalam tubuh merupakan proses yang kompleks dan saling menyeimbangi. Oleh karena itu, sebenarnya sistem imun sendiri sudah cukup untuk “memagari” tubuh dari berbagai penyakit. Dengan catatan kinerja imun tubuh akan maksimal dengan asupan gizi yang cukup dari sayur, buah, dan daging. Sehingga peran suplemen tak terlalu berarti jika Anda memang sudah sehat.
Produk suplemen yang dipasarkan dapat mendorong imunitas tubuh biasanya jatuh ke dalam dua kategori utama; vitamin dan probiotik. Suplemen berupa vitamin bisa membantu menghindarkan tubuh dari penyakit jika seseorang mengalami malnutrisi (kekurangan gizi), sedang sakit, atau membutuhkan suplemen tertentu. Sedangkan mengenai probiotik, Starnbach setuju bahwa bakteri dan organisme baik dalam tubuh bisa berkontribusi terhadap fungsi imunitas tubuh. namun, diperlukan riset lebih lanjut mengenai hal ini.
Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum mengonsumsi suplemen tertentu. Khususnya jika Anda memiliki sensitivitas terhadap zat tertentu, berusia di bawah 19 tahun, sedang hamil, atau mengidap kondisi tertentu. Anda bisa mengonsumsi suplemen jika memang dibutuhkan.
Tips Menjaga Kesehatan
Lalu, jika suplemen tidak berperan banyak untuk menodorng imunitas tubuh, bagaimana cara kita tetap sehat di segala keadaan? Starnbach berpendapat bahwa kesehatan dipengaruhi oleh kebiasaan yang kita lakukan. Terdapat beberapa tips yang mungkin bisa Anda terapkan untuk menjaga kesehatan:
Selamat hidup sehat!
Salam,
Sahabat MyProtection
Jakarta, 3 Maret 2020 - MyProtection News
Sejak pemerintah mengumumkan bahwa terdapat 2 kasus positif Corona atau COVID-19 di Indonesia, masyarakat mulai berlomba-lomba membeli masker. Namun, apakah menggunakan masker benar-benar efektif untuk mencegah virus Corona?
Dilansir dalam CNBC.com, menurut Eli Perencevich, MD seorang professor kedokteran dan epidemologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Iowa, Amerika Serikat ternyata menggunakan masker belum tentu dapat mencegah penularan COVID-19 yang mirip dengan SARS ini.
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pun menegaskan bahwa penggunaan masker hanya berlaku bagi orang sakit. Sehingga penderita tidak menyebarkan cairan saat bersin/batuk kepada orang lain yang berpotensi membawa virus di dalamnya. Sedangkan, bagi masyarakat yang sehat tidak perlu menggunakan masker. Apalagi hingga memakai masker N-95 yang dikhususkan bagi petugas kesehatan rumah sakit. Perlu diingat bahwa penyebaran virus Corona adalah melalui cairan tubuh bukan melalui udara.
Penggunaan masker yang tidak tepat malah beresiko menyebarkan penyakit pada penggunanya. Contohnya, menggunakan masker yang sama berulang kali memicu pertumbuhan bakteri dan virus. Apalagi, saat mengenakan masker, seseorang bisa lebih sering menyentuh wajahnya untuk memperbaiki posisi masker.
Langkah terbaik untuk mencegah penyebaran virus Corona adalah menjaga jarak atau mengurangi kontak dengan penderita virus. Hal penting lainnya adalah sering mencuci tangan atau setidaknya memakai hand sanitizer setelah menyentuh barang di tempat umum. Hindari menyentuh wajah, mata, mulut, dan bagian tubuh yang terluka jika Anda bepergian ke tempat umum dan menyentuh barang-barang yang kemungkinan telah disentuh banyak orang. Misalnya seperti pintu toilet dan tombol lift. Masker dapat digunakan saat Anda berada di tempat umum yang padat untuk mencegah cairan mengandung virus mengenai wajah Anda.
Jangan lupa untuk menjaga kesehatan tubuh dengan mengurangi kunjungan ke tempat ramai, makan dan minum yang cukup, rutin berolahraga, serta menjaga kebersihan tubuh.
Semoga Anda sehat selalu!
Salam,
Sahabat MyProtection