Beranda
/
Artikel
/
Semua Kategori
/
Cara Pakai dan Cuci Masker Kain

Cara Pakai dan Cuci Masker Kain

2 June 2020 | MyProtection News Jakarta

Jakarta, 2 Juni 2020 - MyProtection News

Hi, Sahabat MyProtection!

Bagi Anda yang harus bepergian ke luar rumah atau mulai bekerja di kantor, menggunakan masker adalah hal yang tak boleh terlewatkan. Masker ini wajib dipakai semua orang, baik masker kain ataupun masker sekali pakai.

Jika Anda menggunakan masker kain, maka simak cara menggunakan serta mencuci masker kain yang benar.

Jangan lupa untuk mengurangi menyentuh wajah dan masker, ya. Dalam keadaan Anda tidak bisa mencuci masker secara langsung, maka Anda bisa meletakan masker kain ke dalam plastik. Lalu cuci masker segera setelah Anda sampai di rumah.

Salam,

Sahabat MyProtection

Apakah artikel ini membantu?
Subscribe Newsletter Kita
Klik subscribe untuk berlanggan newsletter artikel kami
Bagikan MyPro ke
facebook
twitter
instagram
Tentang MyProtection News Jakarta
MyProtection adalah salah satu pioneer portal pembelian asuransi kesehatan maupun asuransi umum secara online yang dapat diakses melalui platform website dan aplikasi sejak 2017.
Rekomendasi Artikel
Travel
5 mins read 22/01/2026
38 Provinsi di Indonesia Lengkap dengan Ibu Kota, Keunikan dan Tradisinya!

Sejak merdeka pada 17 Agustus 1945, jumlah provinsi di Indonesia terus berkembang dan hingga saat ini telah mencapai 38 provinsi yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.

Pada tahun 2022, terdapat 4 provinsi terbaru yang disahkan oleh pemerintah, yaitu Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Pegunungan, serta Papua Barat Daya.

Keempat provinsi baru tersebut merupakan hasil pemekaran dari provinsi-provinsi sebelumnya yang ada di Papua yang disahkan oleh DPR atau Dewan Perwakilan Rakyat melalui Undang-Undang:

  • UU Nomor 14 Tahun 2022 yang menjabarkan tentang pembentukan Provinsi Papua Selatan.
  • UU Nomor 15 Tahun 2022 yang menjabarkan tentang pembentukan Provinsi Papua Tengah.
  • UU Nomor 16 Tahun 2022 yang menjabarkan tentang pembentukan Provinsi Papua Pegunungan.
  • UU Nomor 29 Tahun 2022 yang menjabarkan tentang pembentukan Provinsi Papua Barat Daya.

Setiap provinsi di Indonesia memiliki ciri khasnya masing-masing, mulai dari suku, agama, ras, bahasa, budaya, hingga adat istiadatnya yang menawarkan keberagamannya tersendiri.

Lalu apa saja 38 provinsi di Indonesia beserta ibu kota hingga keunikannya masing-masing? Simak ulasannya di sini!

38 Provinsi di Indonesia Lengkap dengan Ibu Kota, Keunikan dan Tradisinya!

Provinsi di Indonesia tersebar antara lima pulau besar, yaitu Pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua yang masing-masing memiliki ciri khasnya tersendiri.

Setiap provinsi tersebut juga memiliki ibu kota yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan, administrasi, ekonomi, hingga kebudayaan.

Berikut ini daftar provinsi di Indonesia beserta ibu kotanya masing-masing secara lengkap:

1. Provinsi di Pulau Sumatra

Pulau Sumatra - Provinsi di Indonesia

  • Provinsi Aceh dengan Ibu Kota Banda Aceh.
  • Provinsi Sumatra Utara dengan Ibu Kota Medan.
  • Provinsi Sumatra Selatan dengan Ibu Kota Palembang.
  • Provinsi Sumatra Barat dengan Ibu Kota Padang.
  • Provinsi Bengkulu dengan Ibu Kota Bengkulu.
  • Provinsi Riau dengan Ibu Kota Pekanbaru.
  • Provinsi Kepulauan Riau dengan Ibu Kota Tanjung Pinang.
  • Provinsi Jambi dengan Ibu Kota Jambi.
  • Provinsi Lampung dengan Ibu Kota Bandar Lampung.
  • Provinsi Bangka Belitung dengan Ibu Kota Pangkal Pinang.

2. Provinsi di Pulau Kalimantan

Pulau Sumatra - Provinsi di Indonesia

  • Provinsi Kalimantan Timur dengan Ibu Kota Samarinda.
  • Provinsi Kalimantan Barat dengan Ibu Kota Pontianak.
  • Provinsi Kalimantan Tengah dengan Ibu Kota Palangkaraya.
  • Provinsi Kalimantan Selatan dengan Ibu Kota Banjarbaru yang sebelumnya Banjarmasin yang ditetapkan pada UU Nomor 8 Tahun 2022.
  • Provinsi Kalimantan Utara dengan Ibu Kota Tanjung Selor.

3. Provinsi di Pulau Jawa

Pulau Jawa - Provinsi di Indonesia

  • Provinsi DKI Jakarta dengan Ibu Kota Jakarta.
  • Provinsi Banten dengan Ibu Kota Serang.
  • Provinsi Jawa Barat dengan Ibu Kota Bandung.
  • Provinsi Jawa Tengah dengan Ibu Kota Semarang.
  • Provinsi DI Yogyakarta dengan Ibu Kota Yogyakarta.
  • Provinsi Jawa Timur dengan Ibu Kota Surabaya.

4. Provinsi di Pulau Nusa Tenggara dan Bali

Pulau Bali - Provinsi di Indonesia

  • Provinsi Bali dengan Ibu Kota Denpasar.
  • Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan Ibu Kota Mataram.
  • Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan Ibu Kota Kupang.

5. Provinsi di Pulau Sulawesi

Pulau Sulawesi - Provinsi di Indonesia

  • Provinsi Sulawesi Utara dengan Ibu Kota Manado.
  • Provinsi Sulawesi Barat dengan Ibu Kota Mamuju.
  • Provinsi Sulawesi Tengah dengan Ibu Kota Palu.
  • Provinsi Gorontalo dengan Ibu Kota Gorontalo.
  • Provinsi Sulawesi Tenggara dengan Ibu Kota Kendari.
  • Provinsi Sulawesi Selatan dengan Ibu Kota Makassar.

6. Provinsi di Pulau Maluku dan Papua

Pulau Papua - Provinsi di Indonesia

  • Provinsi Maluku Utara dengan Ibu Kota Sofifi yang berlaku sejak 4 Agustus 2010.
  • Provinsi Maluku dengan Ibu Kota Ambon.
  • Provinsi Papua Barat dengan Ibu Kota Manokwari.
  • Provinsi Papua dengan Ibu Kota Jayapura.
  • Provinsi Papua Selatan dengan Ibu Kota Kabupaten Merauke.
  • Provinsi Papua Tengah dengan Ibu Kota Kabupaten Nabire.
  • Provinsi Papua Pegunungan dengan Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya.
  • Provinsi Papua Barat Daya dengan Ibu Kota Sorong.

Keunikan Budaya dan Tradisi Provinsi di Indonesia

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau dan 38 provinsi di dalamnya, Indonesia memiliki berbagai macam budaya dan tradisi yang berbeda-beda.

Lalu apa saja budaya dan tradisi dari berbagai daerah di Indonesia yang mencerminkan keunikan dan keberagaman Indonesia? Simak di sini!

1. Tradisi Tana Toraja di Sulawesi Selatan

Tana Toraja dikenal sebagai wilayah yang kaya akan spiritualitas, tradisi, serta keindahan alam memukau yang sering kali menjadi wisata alam.

Dikelilingi perbukitan hijau dan persawahan yang subur, Tana Toraja juga menawarkan keindahan rumah adat tradisional dengan atap melengkung menyerupai perahu.

Salah satu tradisi yang paling dikenal banyak orang dari Tana Toraja adalah upacara pemakaman Rambu Solo yang dikenal dengan kemegahan dan kompleksitasnya sebagai penghormatan tertinggi kepada arwah leluhur.

Upacara ini dapat berlangsung hingga berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu yang melibatkan seluruh anggota keluarga besar dan masyarakat desa sekitar.

Pada pelaksanaannya, puluhan ekor kerbau dan babi dijadikan persembahan, diiringi dengan tarian adat, hingga musik tradisional.

Masyarakat sekitar percaya, bahwa dengan melaksanakan Rambu Solo sebagai bentuk manifestasi keyakinan, di mana kematian merupakan perjalanan menuju Puya atau dunia arwah. Di mana, semakin besar upacara yang dilaksanakan, maka semakin tinggi pula derajat arwah di alam sana.

2. Upacara Ngaben di Bali

Tradisi selanjutnya dilaksanakan di Bali, sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian barat Kepulauan Nusa Tenggara, di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok, yaitu Upacara Ngaben.

Upacara Ngaben merupakan sebuah ritual kremasi atau pembakaran jenazah yang dilakukan umat Hindu yang juga dikenal dengan sebutan Pitra Yadnya, Pelebon, ataupun upacara kremasi.

Pelaksanaannya memiliki tujuan untuk melepaskan jiwa dan memurnikan roh seseorang yang sudah meninggal agar dapat mencapai moksha atau kebebasan dari siklus reinkarnasi.

Prosesnya juga berlangsung cukup panjang, di mana tradisi ini dimulai dengan Ngulapin, di mana pihak keluarga melakukan ritual permohonan izin dan restu kepada Dewi Surga yang merupakan sakti dari Dewa Siwa.

Hingga akhirnya mencapai prosesi terakhir, yaitu Nganyut yang dilakukan dengan menghanyutkan abu jenazah ke laut yang memiliki arti simbolis pengembalian unsur air dan bersatunya kembali jiwa dengan alam.

3. Tradisi Tabuik di Pariaman

Tradisi Tabuik di Pariaman, Sumatera Barat juga kaya akan makna sejarah dan religius yang mendalam. Kata tabuik berasal dari bahasa Arab yaitu at-tabut yang memiliki arti peti atau keranda.

Tradisi atau Upacara Tabuik sendiri terdiri dari beberapa tahap, mulai dari upacara membuat daraga, upacara mengambil tanah, upacara menebang batang pisang, peristiwa maatam, upacara mengarak sorban, upacara Tabuik naik pangkat, pesta Hoyak Tabuik dan Tabuik dibuang ke laut.

Pada pelaksanaannya, Tradisi Tabuik sendiri melibatkan pembuatan dan arak-arakan replika kuda perang yang disebut tabuik yang akan dibuang ke laut sebagai simbol pelepasan roh Imam Husan ke surga.

4. Suku Asmat dan Seni Ukirdi Papua

Suku Asmat yang memang sudah dikenal sebagai salah satu suku besar yang ada di Papua memiliki warisan budaya seni ukir yang keindahan dan keunikannya telah di kenal banyak orang di seluruh penjuru dunia.

Bagi masyarakat di dalamnya, ukiran bukanlah sekedar seni, namun juga sebuah media yang digunakan untuk menyampaikan kisah hidup, baik secara heroik, mistis, ataupun aturan adat.

Seni ukir juga dijadikan alat pembelajaran dari generasi ke generasi dan dijadikan bentuk penghormatan terhadap roh leluhur.

Bukan hanya itu, di era modern saat ini, hasil seni ukir Suku Asmat juga memiliki nilai yang tinggi dan diminati oleh banyak orang. Hal ini dikarenakan, hasilnya yang memiliki ciri khas yang membedakannya dengan ukiran daerah lain.

Umumnya, ukiran yang dihasilkan identik dengan pengerjaan yang rapi dan detail yang rumit. Selain itu, umumnya ukiran mengambil inspirasi dari alam, makhluk hidup, hingga aktivitas sehari-hari.

5. Tradisi Pasola di Sumba, Nusa Tenggara Timur

Tradisi unik selanjutnya datang dari Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, yaitu Pasola yang merupakan festival perang yang dilakukan masyarakatnya untuk menyambut musim panen.

Pada pelaksanaannya, umumnya terdapat dua kelompok penunggang kuda yang saling beradapan dan melempar lembing yang terbuat dari kayu.

Bukan hanya sebuah pertunjukan fisik, namun tradisi Pasola juga dilakukan sebagai ritual keagamaan dilengkapi dengan berbagai nilai spiritual untuk memohon keberkahan dari para dewa.

Karena keunikannya tersebut, tradisi Pasola juga sering kali menarik perhatian wisatawan yang secara khusus berkunjung untuk menyaksikan atraksi dan pelaksanaannya yang dijalankan hanya satu tahun sekali.

Waktu pelaksanaan tradisi Pasola sendiri umumnya dilakukan pada awal musim tanam, tepatnya di bulan Februari di Kecamatan Lamboya dan bulan Maret di Kecamatan Wanokaka dan Laboya Barat atau Gaura.

6. Karapan Sapi

Karapan sapi merupakan perlombaan pacuan sapi yang menjadi salah satu ciri khas budaya masyarakat Madura dan telah dilakukan secara turun temurun.

Umumnya, Karapan Sapi dilaksanakan setiap tahun di bulan Agustus ataupun September yang kemudian tahapan finalnya diselenggarakan di akhir September atau Oktober.

Pelaksanaan lombanya umumnya melibatkan sepasang sapi yang digunakan untuk menarik sejenis kereta yang terbuat dari kayu tempat joki berdiri dan mengendalikannya,

Dengan panjang trek pacuan sekitar 100 meter, perlombaan ini menilai kecepatan peserta dengan melawan pasangan-pasangan lain.

Hal yang menarik lainnya dari tradisi karapan sapi ini sendiri adalah, sebelum perlombaan dimulai pasangan-pasangan sapi akan diarak mengelilingi arena pacuan diiringi gamelan Madura.

Proses ini dilakukan bukan hanya untuk melemaskan otot-otot sapi, namun juga menjadi sarana unjuk keindahan pakaian dan hiasan dari sapi yang akan berpartisipasi pada lomba.

Lomba terbagi ke dalam babak, mulai dari babak penyisihan pertama, kedua, ketiga, dan keempat yang menjadi babak final.

Bukan hanya untuk mencapai kemenangan, Karapan Sapi juga mengajarkan masyarakat berbagai nilai luhur, seperti kerja keras, kerja sama, sportivitas, persaingan, dan ketertiban.

7. Upacara Potong Jari

Suku dani yang menjadi salah satu terbesar dan paling terkenal di antara lebih dari 466 suku yang ada di Papua memiliki salah satu tradisi budaya yang unik, yaitu upacara potong jari.

Tradisi ini sendiri diselenggarakan ketika salah satu anggota keluarga, baik ayah, ibu, anak ataupun adik meninggal dunia yang dilakukan dengan tujuan menunjukkan rasa persaudaraan yang tinggi.

Masyarakat suku dani percaya, dengan memotong salah satu jari tangan mereka merupakan bentuk simbol rasa sakit ketika ditinggal selamanya oleh anggota keluarga yang mereka cintaidan sayangi.

Umumnya upacara ini dilakukan oleh wanita, namun laki-laki juga dapat melakukannya sebagai bentuk ekspresi kesedihan yang mendalam.

Sudah ada sejak dahulu, tradisi potong jari juga sudah diwariskan secara turun temurun pada penduduk suku dani dan hingga saat ini masih dilakukan sebagai cara mengenang leluhur dan menunjukkan rasa belasungkawa.

8. Tradisi Tanam Sasi

Tanam sasi merupakan sebuah upacara adat kematian yang berasal dari suku Marind-Anim yang ada di Papua, khususnya wilayah dataran luas Papua Barat.

Pada pelaksanaannya, sasi yang digunakan pada upacaranya merupakan sejenis kayu yang ditanam ketika kematian sudah mencapai 40 hari. Selanjutnya, sasi tersebut akan dicabut setelah 1000 hari ditanam.

Pada prosesnya, upacara ini juga melibatkan penampilan tarian tradisional, yaitu tari gatsi yang juga ditampilkan pada festival Telinga Tusuk yang diselenggarakan suku Marind.

Upacara juga dilengkapi dengan alat musik tradisional Papua, yaitu Tifa yang berbentuk seperti gendang kecil yang terbuat dari kayu susu, kulit rusa atau biawak yang mampu menghasilkan suara musik yang indah.

9. Tradisi Merarik atau Kawin Culik

Merarik yang berasal dari bahasa Sasak atau kawin culik merupakan tradisi pernikahan yang berasal dari Suku Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Secara sederhana, tradisi ini dilakukan dengan cara pihak pria yang hendak menikah harus menculik pihak perempuan yang ingin dinikahinya, lalu membawa pulang dan kemudian menikah di keesokan harinya.

Sebelum melaksanakan merarik, kedua calon pengantin harus terlebih dahulu menyepakati jam dan hari mereka akan melaksanakannya yang akan menjadi rahasia kedua belah pihak, dan proses ini disebut dengan midang.

Tahap berikutnya dari tradisi ini disebut dengan selabar dan majestik, di mana keluarga laki-laki harus melapor kepada dusun pihak perempuan bahwa telah terjadi merarik.

Setelah itu, kesepakatan akan proses adat selanjutnya juga akan ditentukan, seperti ijab kabul, sorong serah, hingga nyongkolan.

Keempat, yaitu tahap mbait wali, di mana proses penjemputan wali dengan tujuan menikahkan perempuan ketika ijab kabul yang telah disepakati akan dilaksanakan.

Tahap kelima, yaitu tahap sorong serah, yaitu proses serah terima pengantin pada perkawinan yang telah direncanakan.

Dan yang terakhir, yaitu tahapan nyongkolan, di mana proses pengiringan keluarga pihak laki-laki menuju ke keluarga perempuan.

Nah, itulah pembahasan terkait 38 provinsi di Indonesia lengkap dengan ibu kota, tradisi dan budayanya yang unik dan beragam.

Bukan hanya contoh-contoh di atas, Indonesia menawarkan berbagai jenis keindahan alam dan keberagaman budaya di setiap pelosoknya. Mulai dari kuliner, objek hingga desa wisata yang bisa kamu kunjungi dan masih banyak lagi.

Agar perjalananmu dan anggota keluarganya lainnya tetap terlindungi dari berbagai risiko ketidaknyamanan perjalanan, mulai dari kecelakaan, kehilangan bagasi, penundaan, dan berbagai ketidaknyamanan lainya siapkan diri dengan MyTravel Protection Domestic.

Asuransi perjalanan yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan dan hak semua orang. MyTravel Protection Domestic juga menawarkan kenyamanan, dengan menyisihkan sebagian kecil dana perjalanan, pengalaman berlibur juga akan menjadi lebih baik dan terbebas dari rasa khawatir.

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Baca Artikel
Semua Kategori
5 mins read 13/07/2020
Mitos VS Fakta Seputar New Normal COVID-19

Jakarta, 13 Juli 2020 - MyProtection News

Hi, Sahabat MyProtection!

Bagaimana kegiatan Anda selama menjalani new normal? Walaupun saat ini Anda diperbolehkan untuk beraktivitas di luar rumah dengan batasan tertentu, jangan lupa bahwa kita masih berjuang melawan pandemi COVID-19.

Oleh karena itu, selain jaga jarak dan jaga kebersihan ada 1 hal lagi yang perlu dijaga. Keakuratan penyebaran informasi seputar COVID-19 penting untuk dijaga! Setaip harinya kita terpapar banyak informasi baru. Sebelum kita mempercayai atau menyebarkan berita soal COVID-19, Anda bisa cek fakta dan mitos seputar virus ini agar tidak keliru!

Kita boleh melepas masker saat olahraga

Fakta! Menurut World Health Organization, Anda bisa melepas masker saat berolahraga. Menggunakan masker saat berolahraga bisa menyebabkan masker menjadi lembap akibat keringat dan membuat napas menjadi tak nyaman. Selain itu, keringat pada masker bisa memicu pertumbuhan kuman.

Hanya saja, Anda wajib menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain saat berolahraga. Apalagi jika Anda tidak menggunakan masker.

Anak kecil wajib pakai masker

Semua orang diwajibkan untuk menggunakan masker dengan pengecualian anak-anak berusia di bawah 2 tahun, individu dengan gangguan pernapasan akut, dan individu dengan kebutuhan khusus. Bayi serta anak balita juga tidak disarankan untuk menggunakan face shield yang terbuat dari plastik. Jika Anda memiliki anak kecil, maka disarankan untuk menjauhi kerumunan serta tempat umum.

Jika sudah pakai face shield, tidak perlu pakai masker

Dikutip dari CDC, Anda bisa menggunakan face shield jika Anda petugas kesehatan atau harus bertemu dan berada di tengah orang banyak. Namun, face shield tidak bisa menggantikan penggunaan masker. Jika Anda tidak ingin menggunakan masker, maka face shield harus menutupi hingga ke bawah dagu dan sisi samping wajah.

Jangan lupa face shield sekali pakai harus segera dibuang setelah digunakan. Sedangkan face shield yang bisa digunakan kembali harus disemprot disinfektan secara berkala.

Konsumsi alkohol bisa mencegah COVID-19

Mengonsumsi alkohol atau menyemprotkan alkohol tidak bisa membunuh dan mencegah penyebaran virus. Sebaliknya, konsumsi alkohol dan menyemprotkan alkohol ke seluruh tubuh bisa berbahaya. Terutama jika alkohol mengenai bagian sensitif seperti mata dan mulut. Jika Anda ingin menggunakan alkohol, cukup gunakan hand sanitizer untuk telapak tangan.

Pengecekan suhu tubuh bisa mendeteksi virus

Pengecekan suhu tubuh tidak bisa menjadi indicator seseorang positif terjangkit virus COVID-19. Demam bisa disebabkan oleh banyak faktor. Selain itu, penderita COVID-19 pun belum tentu menunjukkan gejala seperti demam. Untuk memastikan seseorang positif terjangkit COVID-19, dibutuhkan tes di laboratorium.

Namun, tidak ada salahnya berjaga-jaga. Jika Anda merasa demam, batuk, pilek, dan tidak enak badan maka sebaiknya Anda beristirahat di rumah, konsumsi obat yang sesuai, dan Anda juga bisa memanfaatkan fitur online doctor consultation dari asuransi kesehatan MyProtection. Sehingga Anda bisa berobat dari rumah dan obat dari resep dokter pun bisa diantarkan ke depan pintu rumah Anda!

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca Artikel
Semua Kategori
5 mins read 14/08/2020
Susah Tidur Selama Pandemi? Coba Lakukan Hal Ini

Jakarta, 14 Agustus 2020 - MyProtection News

Tidur cukup sangat membantu Anda dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Tidur cukup yang berkualitas membantu mengurangi stress, membuat Anda bertenaga seharian, mengurangi peradangan dalam tubuh, hingga membuat suasana hati menjadi baik.

Apalagi di tengah pandemi ini, tidur yang cukup sangat diperlukan agar daya tahan tubuh tetap maksimal. Namun, sebagian orang mengalami kesulitan tidur selama pandemi. Dikutip dari JakartaPost, penggunaan pil tidur dan obat anti-depresi meningkat saat Maret kemarin.

Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk membantu memperbaiki pola tidur Anda.

  1. Miliki jadwal tidur dan bangun yang konsisten

Bangun dan tidur pada waktu yang sama setiap harinya bisa membentuk siklus tidur alami tubuh. Misalnya, tiap harinya Anda bisa mencoba untuk tidur pukul 10 malam dan bangun pukul 7 pagi secara konsisten bahkan saat libur.

Untuk membantu Anda tertidur lebih mudah di malam hari, hindari penggunaan gadget minimal 2 jam sebelum tidur. Pastikan ruangan tidur Anda nyaman, sejuk, dan tidak terlalu terang. Ruang yang gelap dan sejuk membantu memberi sinyal pada tubuh untuk tidur.

  1. Paparan sinar matahari saat bangun membantu siklus tidur

Ketika Anda bangun di pagi hari, jangan lupa membuka tirai jendela Anda atau pergi ke teras untuk menikmati sinar matahari 15 – 30 menit tiap harinya. Sinar matahari memberi sinyal pada tubuh untuk “terjaga” dan membuat tubuh lebih segar.

  1. Perhatikan kebiasaan harian Anda

Jika Anda mengalami kesulitan tidur, coba perhatikan kebiasaan sehari-hari Anda. Misalnya, jumlah kafein yang Anda konsumsi, berapa lama Anda tidur siang, kegiatan harian, hingga makanan apa yang Anda konsumsi sebelum tidur.

  1. Bergerak dan berolahraga secara rutin

Baik Anda beraktivitas dari rumah maupun di luar rumah, penting untuk berolahraga secara rutin. Selain menjaga kebugaran tubuh, dengan rutin bergerak maka tenaga yang tersimpan dalam tubuh akan terbakar. Membuat Anda lebih mudah mengantuk di malam hari. Anda bisa mencoba bersepeda, jogging, yoga, dan olahraga lainnya.

  1. Kurangi konsumsi berita dan media sosial

Berita yang Anda temukan baik melalui media konvensional ataupun media sosial bisa membuat tingkat kecemasan meningkat. Terlebih lagi jika Anda sering mendengarkan berita yang tidak menyenangkan. Oleh karena itu, batasi paparan informasi yang Anda terima. Hindari membaca berita dan menggunakan media sosial sebelum tidur.

  1. Beri perhatian untuk kesehatan tubuh dan mental

Bagi Anda yang belajar ataupun bekerja selama pandemi, jangan lupa memperhatikan kebutuhan diri Anda. Bekerja dan beraktivitas itu baik. Namun, ada pula saatnya bagi Anda untuk beristirahat sejenak dan memanjakan diri. Jangan lupa untuk meluangkan waktu “me time” untuk menyegarkan kembali tubuh dan pikiran Anda. Tubuh yang sehat dan pikiran yang tenang tentunya membantu Anda tidur lebih lelap di malam hari.

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca Artikel