Beranda
/
Artikel
/
Semua Kategori
/
Sebelum Gowes Keliling Kota, Simak Tips Berikut Ini!

Sebelum Gowes Keliling Kota, Simak Tips Berikut Ini!

23 June 2020 | MyProtection News Jakarta

Jakarta, 23 Juni 2020 - MyProtection News

Hi, Sahabat MyProtection!

Akhir-akhir ini bersepeda mulai dilirik para pesepeda baru. Terbukti dari jalan-jalan yang mulai dipenuhi pesepeda, khususnya saat akhir pekan. Selain sehat dan mudah digunakan, bersepeda dijadikan ajang berkumpul oleh sebagian besar orang.

Bagi para pesepeda pemula maupun yang sudah lama bersepeda, ada beberapa hal perlu Anda perhatikan. Khususnya bersepeda selama new normal ini!

  1. Pahami jalur aman bersepeda

Beberapa jalanan di ibu kota maupun daerah lainnya sudah mulai menerapkan jalur khusus sepeda. Namun, banyak juga jalanan yang belum memiliki panduan jelas mengenai jalur sepeda. Oleh karena itu, perhatikan alur dan aturan lalu lintas yang ada. Jangan sampai Anda melawan arus lalu lintas, mengayuh sepeda di jalur yang tidak aman, atau berbelok/berputar tanpa melihat keadaan sekitar.

  1. Cek kesehatan sepeda

Sebelum mulai gowes sepeda kesayangan, coba cek kesehatan sepeda Anda. Untuk roda, cek apakah ban memiliki cukup udara dan tidak memiliki kebocoran. Lalu, jangan lupa mengecek rem sepeda dan bantalan rem apakah tetap kuat atau sudah mulai melemah.

Komponen lainnya yang perlu diperhatikan adalah rantai sepeda. Segera ganti rantai jika sudah mulai berkarat. Secara umum, Anda juga bisa mengecek apakah sepeda nyaman dikendarai dalam jangka waktu panjang dan berbunyi aneh ketika dikayuh atau tidak.

  1. Taati aturan yang ada, termasuk jaga jarak saat pandemi

Tiap daerah memiliki peraturan bersepeda masing-masing. Kenali peraturan yang ada untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan. Jangan lupa, saat ini pandemi COVID-19 masih melanda banyak negara termasuk Indonesia. Selalu jaga jarak saat bersepeda, tutup mulut dengan lengan baju atau tisu saat bersin/batuk, kurangi kontak fisik dengan orang lain, dan gunakan hand sanitizer setelah menyentuh barang di tempat umum.

  1. Pergi bersama teman atau keluarga

Kegiatan bersepeda paling seru jika dilakukan bersama. Selain bisa menjalin kebersamaan, Anda bisa saling menjaga satu sama lainnya ketika menyusuri kota dengan sepeda. Anda bisa belajar dari pesepeda yang lebih berpengalaman dalam bermanuver di jalanan, khususnya jalan yang belum mempunyai jalur khusus sepeda.

  1. Kenali kondisi tubuh

Bagi pesepeda pemula, penting bagi Anda untuk memahami kondisi tubuh serta batas stamina. Jangan memaksakan diri untuk terus mengayuh sepeda terutama jika Anda sudah kelelahan. Semakin sedih Anda mengayuh sepeda, stamina tubuh akan terbentuk dengan sendirinya. Jangan lupa pemanasan untuk mencegah kram otot. Jika Anda merasa kurang fit, demam, pilek atau batuk, sebaiknya urungkan niat Anda untuk bersepeda dan beristirahatlah di rumah.

  1. Berikan kunci atau pengaman untuk sepeda

Berikan kunci pengaman untuk sepeda Anda jika Anda harus meninggalkan sepeda untuk menghindari tindakan pencurian.

  1. Gunakan pelindung diri

Ketika bersepeda, Anda tetap harus menggunakan perlindungan diri yang sesuai seperti helm, pelindung lutut dan siku jika ingin bersepeda ke gunung, jika perlu lengkapi diri dengan asuransi kesehatan untuk berjaga-jaga ya!

Salam,
Sahabat MyProtection

Apakah artikel ini membantu?
Subscribe Newsletter Kita
Klik subscribe untuk berlanggan newsletter artikel kami
Bagikan MyPro ke
facebook
twitter
instagram
Tentang MyProtection News Jakarta
MyProtection adalah salah satu pioneer portal pembelian asuransi kesehatan maupun asuransi umum secara online yang dapat diakses melalui platform website dan aplikasi sejak 2017.
Rekomendasi Artikel
Semua Kategori
5 mins read • 22/04/2020
5 Makanan Untuk Mengurangi Rasa Cemas

Jakarta, 22 April 2020 - MyProtection News

Rasa cemas merupakan hal yang lumrah dirasakan oleh banyak orang. Namun, rasa cemas berlebih bisa mengganggu kegiatan sehari-hari. Apalagi, menghadapi pandemi COVID-19, tentu saja masyarakat bisa merasa sangat khawatir terhadap keselamatan diri dan keluarga.

Ciri dari gangguan kecemasan adalah rasa khawatir dan gugup/cemas secara konstan atau terus-menerus. Gangguan kecemasan ini bisa timbul akibat gangguan pada otak, lingkungan internal dan eksternal.

Penderita gangguan kecemasan bisa mengurangi gejalanya dengan mengonsumsi obat, berolahraga, dan latihan bernapas. Ternyata, ada juga beberapa makanan yang bisa membatu mengurangi rasa cemas Anda.

Dikutip dari Healthline, ada 5 bahan makanan yang bisa membantu mengurangi rasa cemas:

  1. Salmon

Salmon dikatakan dapat mengurangi rasa cemas. Salmon sendiri memiliki banyak nutrisi yang baik untuk tubuh seperti vitamin D, omega-3, eicosapentaenoic acid (EPA) dan docosahexaenoic acid (DHA). EPA dan DHA bisa membantu menghasilkan zat dopamin dan serotonin yang memberikan efek menenangkan pada tubuh. Vitamin D juga dikatakan bisa menenangkan saraf.

  1. Dark Chocolate

Mengonsumsi dark chocolate bisa bermanfaat untuk Anda. Darck chocolate mengandung flavonol, yaitu antioksidan yang berguna bagi otak.Flavonol memperlancar aliran darah ke otak dan mendorong otak bereaksi lebih baik terhadap stress. Sehingga, Anda bisa beradaptasi dengan baik terhadap rasa cemas dan stress.

  1. Chamomile

Sejak dulu, chamomile merupakan herbal yang terkenal dengan fungsi menenangkan saraf. Chamomile mengandung banyak antioksidan untuk membantu melawan inflamasi dan meringankan gejala kecemasan berlebih. Anda bisa menikmati chamomile dalam bentuk teh untuk membantu diri menjadi lebih rileks.

  1. Kunyit

Rempah andalan Indonesia ini mengandung senyawa bernama curcumin. Nantinya, curcumin akan berguna untuk menjaga kesehatan otak dan mencegah gangguan kecemasan. Kunyit juga mudah didapat oleh masyarakat. Anda bisa mengolahnya menjadi minuman atau dicampur sebagai bumbu makanan.

  1. Teh Hijau

Anda pastinya sudah mengenal teh hijau beserta segudang manfaatnya. Teh hijau sendiri memiliki kandungan bernama L-theanine, yaitu asam amino yang membantu menjaga kesehatan otak dan mengurangi gejala cemas berlebih.

Jika Anda mengalami gangguan kecemasan, maka Anda bisa mencoba mengonsumsi makan di atas, bermeditasi, berolahraga, dan jangan lupa berkonsultasi dengan ahli. Kesehatan fisik dan mental Anda adalah prioritas!

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca Artikel
Semua Kategori
5 mins read • 02/07/2020
Olahraga Jalan Kaki, Sederhana Tapi Punya Segudang Manfaat!

Jakarta, 2 Juli 2020 - MyProtection News

Hi, Sahabat MyProtection!

Menjalani aktivitas di tengah pandemi ini memang perlu berhati-hati. Selain melengkapi diri dengan asuransi kesehatan online MyProtection, kamu juga perlu jaga kesehatan dengan makan makanan bergizi dan olahraga.

Jika kamu mau berolahraga mudah, murah dan dari rumah, kamu bisa olahraga jalan kaki atau jalan cepat (speed walking)!

Jalan kaki secara rutin punya banyak manfaat, lho!

  1. Cegah kegemukan

Penelitian dari Harvard University menemukan bahwa orang-orang yang rutin jalan kaki atau jalan cepat selama 1 jam tiap hari bisa mengurangi gen penyebab kegemukan hingga setengahnya. Perlu diperhatikan bahwa penelitian ini mungkin bisa menghasilkan efek berbeda pada tiap orang.

  1. Menurunkan risiko kanker payudara

Berolahraga apapun, pada dasarnya bisa menurunkan risiko sakit dan kanker. Namun, American Cancer Society melaporkan hasil studi yang menyatakan wanita yang berolahraga jalan kaki minimal 7 jam seminggu dapat menurunkan risiko kanker payudara hingga 14 persen.

  1. Meredakan nyeri sendi

Jalan kaki setidaknya 1,5 km tiap minggu bisa membantu mengurangi nyeri sendi, lho! Apalagi dengan rutin berjalan, karena sendi-sendi tulang pinggul serta lutut jadi terlumas dengan lebih baik. Sehingga kamu bisa terhindar dari osteoartritis atau radang sendi kronis.

  1. Meningkatkan daya tahan tubuh

Jalan kaki ternyata juga berperan terhadap peningkatan daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh kuat penting banget untuk menjaga kamu tidak mudah kalah melawan virus atau bakteri dan proses penyembuhan yang lebih cepat. Syaratnya gampang, rutin jalan kaki 20 menit sehari selama 5 hari dalam seminggu.

  1. Kurangi keinginan ngemil makanan manis

University of Exeter menemukan hasil penelitian menarik, nih. Orang-orang yang berolahraga jalan kaki minimal 15 menit cenderung mengurangi rasa ngidam terhadap coklat dan makanan manis lainnya. Tertarik untuk membuktikannya?

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca Artikel
Keuangan
5 mins read • 24/01/2025
Transaksi Finansial: Pengertian, Jenis hingga Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Transaksi finansial atau keuangan merupakan sebuah aktivitas pertukaran aset yang terjadi antara dua pihak atau bahkan lebih yang di dalamnya melibatkan perpindahan nilai yang jumlahnya dapat diukur menggunakan mata uang.

Proses transaksi ini sendiri terjadi bukan hanya dalam skala bisnis yang kompleks, namun juga dalam kehidupan sehari-hari manusia.

Dengan perkembangan di era digital sendiri, saat ini proses transaksi juga semakin berkembang.

Mulai dari yang awalnya bersifat tradisional, sekarang sudah ada teknologi digital yang dapat dimanfaatkan, seperti E-Wallet atau dompet digital. Simak penjelasan berikut untuk lebih memahami seputar transaksi finansial!

Transaksi Finansial: Pengertian, Jenis hingga Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

pengertian transaksi finansial

pexels

Transaksi merupakan sebuah aktivitas ekonomi yang dilakukan secara bebas setiap harinya, mulai dari pembelian hingga melakukan investasi dalam bisnis.

Berdasarkan KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia, transaksi juga dapat diartikan sebagai sebuah perjanjian maupun kesepakatan jual beli di antara dua pihak atau bahkan lebih yang melibatkan pelunasan serta pembayaran.

Dari sisi bisnis, elemen paling kuat dan mencolok dari transaksi sendiri adalah uang yang bukan hanya menjadi alat ukur, tetapi juga menjadi indikator penting dari produktivitas sebuah bisnis yang berjalan.

Dari konsep dasar akuntansi, transaksi keuangan juga dapat diartikan sebagai berbagai bentuk aktivitas bisnis yang secara langsung berdampak pada status serta laporan finansial sebuah usaha.

Transaksi keuangan juga dapat dilihat dari sisi perusahaan, yaitu setiap kegiatan yang berhubungan dengan finansial sebuah perusahaan dan dapat diukur melalui nilai tukar atau uang.

Proses transaksi ini sendiri tidak hanya terbatas pada kegiatan jual beli, tetapi juga dapat berkaitan dengan pembayaran pajak, aset perusahaan, dan masih banyak lagi.

Jenis Transaksi Finansial Berdasarkan Media

Terdapat beberapa jenis transaksi finansial jika dibedakan berdasarkan medianya, mulai dari yang tradisional hingga yang modern, antara lain.

1. Transaksi Tunai

Pertama, transaksi finansial atau keuangan yang paling mendasar dan tradisional, yaitu transaksi tunai yang melibatkan pertukaran fisik berupa uang kertas maupun koin di antara dua pihak maupun lebih.

Transaksi jenis ini sendiri memiliki keunggulan utama, yaitu kesederhanaan serta dapat dilakukan secara langsung tanpa perlu adanya perantara.

Namun, transaksi tunai sendiri memiliki kekurangan dan keterbatasannya tersendiri, seperti risiko keamanan jika membawa nominal dalam jumlah besar dan proses transaksi jarak jauh.

2. Transaksi non-Tunai

Selanjutnya, transaksi non-tunai yang tidak melibatkan pertukaran nilai secara fisik. Instrumen yang digunakan dalam jenis transaksi ini dapat berupa cek, wesel, hingga kartu debit maupun kredit.

Jenis transaksi ini sendiri memiliki kelebihannya tersendiri, yaitu keamanan yang lebih tinggi dan terjamin. Selain itu, proses transaksi dalam jumlah besar dan jarak yang lebih jauh atau bahkan lintas negara dapat dilakukan dengan mudah.

Namun, pada umumnya transaksi non-tunai dilakukan melalui medium atau infrastruktur seperti bank serta sistem pembayaran lainnya yang dapat membuat pengeluaran biaya tambahan atas jasa tersebut.

3. Transaksi Elektronik

Transaksi elektronik merupakan segala transaksi yang dilakukan melalui alat elektronik berupa komputer maupun ponsel pintar.

Jenis transaksi ini sendiri dapat mencakup banyak bentuk pembayaran, mulai dari transfer bank secara online hingga hingga melakukan pembayaran melalui aplikasi mobile atau yang dapat disebut juga sebagai e-wallet.

Dengan adanya transaksi elektronik, dapat menawarkan kemudahan serta kecepatan yang memungkinkan para penggunanya melakukan transaksi kapan saja dan di mana saja.

Keamanan transaksinya juga dapat terjaga dengan adanya teknologi enkripsi serta autentikasi.

4. Transaksi Digital atau Cryptocurrency

Transaksi digital atau secara khusus menggunakan cryptocurrency menjadi salah satu bentuk transaksi yang paling mutakhir saat ini.

Hal ini dikarenakan dengan adanya teknologi blockchain di dalamnya, transaksi ini memiliki tingkat keamanan serta transparansi yang tinggi.

Walaupun begitu, volatilitas nilai serta regulasi yang belum mapan juga menjadi tantangan tersendiri dari jenis transaksi yang satu ini.

Jenis Transaksi Finansial Berdasarkan Subjek Terlibat

Di dunia keuangan yang rumit, subjek yang terlibat dalam sebuah transaksi juga dapat memengaruhi dan membentuk kategori tersendiri. Mulai dari transaksi antar individu atau bahkan lembaga besar, yang dibagi menjadi sebagai berikut.

1. Transaksi Pribadi

Transaksi pribadi merupakan transaksi yang melibatkan individu berdasarkan kapasitasnya sebagai seorang konsumen. Transaksi ini sendiri bisa dimulai dari pembelian sehari-hari bahkan investasi pribadi.

Transaksi jenis ini sendiri pada umumnya bersifat sederhana dan dilakukan secara langsung, fokus terhadap pengelolaan dana, tabungan, serta kredit.

Pada umumnya, preferensi dari transaksi pribadi ini sendiri memiliki faktor utama, yaitu keamanan, kemudahan, serta aksesibilitas.

2. Transaksi Bisnis

Selanjutnya transaksi bisnis yang melibatkan transaksi yang terjadi antara perusahaan dengan individu atau bahkan antar perusahan dengan konteks komersial.

Transaksi ini sendiri mencakup banyak aktivitas di dalamnya, mulai dari pembelian bahan baku, penjualan produk maupun jasa, dan penggajian karyawan.

Jenis transaksi ini pada umumnya lebih kompleks dengan jumlah nominal yang lebih besar, sehingga diperlukan perencanaan serta pengelolaan yang lebih cermat.

Selain itu, proses transaksi yang ada juga diatur melalui perjanjian kontrak serta kerangka kerja hukum yang ketat agar keadilan dan kepatuhannya tetap terjamin.

3. Transaksi Pemerintahan

Transaksi pemerintahan merupakan bentuk transaksi yang melibatkan entitas pemerintah di berbagai tingkatan, mulai dari pemerintah lokal atau bahkan nasional.

Transaksi ini sendiri memiliki banyak bentuk, mulai dari pengumpulan pajak, alokasi anggaran untuk projek publik, atau bahkan pembayaran jasa pelayanan seperti kontraktor.

Jenis transaksi pemerintahan memiliki tingkat regulasi serta pengawasan yang tinggi dengan tujuan transparansi serta akuntabilitas pada proses pengelolaan dana publik.

Jenis Transaksi Finansial Berdasarkan Hubungan Institusional

Berdasarkan hubungan institusionalnya, jenis transaksi finansial dapat dibagi menjadi 2, yaitu internal dan eksternal.

1. Internal

Jenis pertama, adalah transaksi keuangan internal dimana proses atau kegiatan ekonomi yang berlangsung tidak melibatkan pihak luar sama sekali.

Seperti contohnya, pencatatan penyusutan atau realisasi atas hilangnya aset yang diakibatkan aktivitas finansial di perusahaan, seperti pemanfaatan gedung, penggunaan mesin, perlengkapan kantor, dan masih banyak lagi.

Berikut ini contoh transaksi finansial internal, yaitu:

  • Pencatatan penyusutan aset tetap, proses dimana sebuah perusahaan mencatat penurunan pada nilai aset yang dimiliki seiring waktu. Proses ini menjadi penting guna melihat dan mengkaji nilai aset pada laporan keuangan.

  • Realisasi kerugian aset, proses yang terjadi ketika sebuah aset yang dimiliki perusahaan rusak maupun hilang akibat banyak hal, seperti kebakaran yang harus dicatat dalam laporan keuangannya.

  • Penggunaan perlengkapan, dalam proses operasional setiap harinya sebuah perusahaan akan melakukan inventaris perlengkapan yang digunakan. Proses tersebut dapat dianggap sebagai transaksi internal karena hanya melibatkan pihak perusahaan.

  • Pemanfaatan gedung dan mesin, segala fasilitas seta peralatan yang ada dan digunakan dalam perusahaan dapat dianggap sebagai proses transaksi internal karena adanya penggunaan sumber daya internal milik perusahaan.

2. Eksternal

Selanjutnya, transaksi keuangan eksternal yang pada umumnya melibatkan kegiatan ekonomi pertukaran nilai sebuah perusahaan dengan pihak luar seperti contohnya instansi.

Proses transaksi jenis ini sendiri dapat berupa berbagai bentuk, seperti pembelian barang melalui supplier, penjualan barang ke konsumen, pembayaran sewa ke pemilik gedung, dan masih banyak lagi.

Berikut ini contoh transaksi eksternal, yaitu:

  • Pembelian barang dari supplier, perusahaan yang membeli produk maupun bahan baku dari pihak eksternal. Proses ini sendiri juga dapat berupa pertukaran barang maupun jasa dengan pihak lain.

  • Penjualan barang ke pelanggan, proses penjualan produk maupun layanan yang ditawarkan kepada konsumen maupun pihak luar juga menjadi salah satu contohnya.

  • Pembelian aset tetap untuk bisnis, pembelian mesin maupun peralatan yang menjadi aset tetap perusahaan dalam proses operasionalnya juga menjadi jenis transaksi eksternal.

  • Pembayaran sewa seperti fasilitas maupun peralatan yang digunakan di perusahaan juga merupakan proses transaksi eksternal.

  • Pembayaran tagihan, dapat berupa tagihan gas, listrik, air, hingga gaji yang harus dibayarkan kepada karyawan.

Contoh Instrumen Transaksi Keuangan

Instrumen keuangan juga terus menerus berkembang dengan adanya perkembangan teknologi. Mulai dari yang tadinya metode tradisional, sekarang menjadi lebih modern dan juga digital, mulai dari kartu kredit, kartu debit, e-wallet, QR code, hingga bahkan cryptocurrency.

Setiap instrumen transaksi keuangan sendiri menawarkan banyak kemudahan dan keunikannya masing-masing dari sisi fiturnya, berikut ini contoh instrumen transaksi keuangan, sebagai berikut.

1. Kartu Kredit

credit card - transaksi finansial

pexels

Kartu kredit menjadi instrumen pembayaran yang dapat memungkinkan para penggunanya untuk membeli barang maupun jasa dengan janji untuk dibayarkan di kemudian hari.

Instrumen transaksi ini memberikan kemudahan dalam melakukan transaksi dengan fitur kredit maupun pinjaman sementara.

Kartu kredit juga memiliki keuntungannya tersendiri, seperti kemampuan untuk melacak pengeluaran, mendapat poin reward, hingga perlindungan pembelian.

Namun, satu hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan instrumen transaksi finansial yang satu ini adalah berhati-hati dan bijak untuk menghindari pengeluaran berlebih dari kemampuan membayar.

2. Kartu Debit

kartu debit - transaksi finansial

pexels

Instrumen transaksi finansial selanjutnya, kartu debit yang cara kerjanya dengan langsung menarik dana dari rekening pemilik kartu saat melakukan transaksi.

Cara kerja kartu debit sendiri berbeda dengan kartu kredit, dimana instrumen jenis ini membatasi pengeluaran berdasarkan jumlah dana yang dimiliki di rekening.

Keuntungan instrumen keuangan ini sendiri adalah keamanan yang tinggi jika dibandingkan dengan uang tunai serta kemudahan dalam melakukan transaksi baik secara online maupun offline.

Dengan memiliki kartu debit, para penggunanya juga dapat mengadopsi pengelolaan finansial yang lebih baik dan disiplin dengan berbagai fitur di dalamnya.

3. E-wallet

E-wallet - transaksi finansial

pexels

Dompet digital atau yang dapat disebut juga e-wallet merupakan sebuah aplikasi dengan basis teknologi yang dapat menyimpan informasi pembayaran serta dana dalam bentuk elektronik.

Adanya dompet digital mempermudah dalam proses transaksi secara online hingga tatap muka dengan adanya penggunaan teknologi NFC atau near-field communication maupun scar QR.

E-wallet juga memberikan kemudahan dalam proses pengisian ulang saldo, transfer saldo, pembayaran tagihan, atau bahkan investasi yang membuat instrumen jenis ini sangatlah populer di era digital saat ini.

4. QR Code

qr code - transaksi finansial

pexels

QR Code atau Quick Response Code telah mengubah dan merevolusi proses transaksi yang saat ini dapat dilakukan dengan lebih cepat dan aman.

Pada umumnya, QR Code dapat ditemukan dan terintegrasi bersama dompet digital maupun sistem pembayaran lainnya yang memberikan kemudahan untuk melakukan transaksi tanpa harus memasukkan detail pembayaran secara manual.

Karena penggunaannya yang relatif sederhana dan universal, instrumen finansial ini sangatlah populer di berbagai bidang, mulai dari retail hingga jasa.

5. Cryptocurrency

Cryptocurrency merupakan jenis uang digital yang menggunakan kriptografi untuk menjamin keamanan transaksinya.

Salah satu contohnya adalah, Bitcoin yang menawarkan transaksi secara langsung tanpa perlu adanya perantara seperti bank.

Terdapat pula teknologi blockchain yang menjadi keunikan jenis instrumen transaksi ini yang menjamin keamanan dan transparansi dalam proses transaksinya.

Alat Bukti Transaksi

Dalam proses transaksi, terdapat berbagai dokumen yang dapat menjadi bukti transaksi yang tiap jenisnya memiliki tujuan dan karakteristiknya masing-masing. Berikut ini beberapa jenis alat bukti transaksi, sebagai berikut.

1. Kuitansi

Kuitansi merupakan dokumen yang dapat digunakan menjadi bukti bahwa proses transaksi telah dilakukan, secara khusus ketika pembeli telah membayar penjual.

Pada umumnya, kuitansi digunakan pada transaksi dalam jumlah yang besar, dilengkapi dengan tanda tangan dan materai agar legalitasnya terjamin.

2. Nota

Nota yang menjadi bukti transaksi yang biasanya digunakan oleh pemilik toko, retail, serta pengusaha dagang. Nota sendiri terbagi menjadi 2, yaitu nota debit dan nota kredit, sebagai berikut.

  • Nota debit, yang biasanya digunakan untuk mengindikasikan complain dari pihak pembeli ke penjual, seperti kerusakan barang, cacat, atau ketidaksesuaian barang ataupun jasa dengan kesepakatan yang ada.

  • Nota kredit, yang menjadi tanggapan atas nota debit dari pihak penjual, isinya dapat berupa pengurangan atau pengembalian sebagian uang terhadap pihak pembeli.

3. Faktur atau Invoice

Faktur atau invoice merupakan sebuah dokumen yang sering digunakan oleh perusahaan dan pada umumnya berisi daftar lengkap barang maupun jasa yang diberikan, beserta harga dan jumlahnya secara detail.

4. Cek

Cek merupakan sebuah dokumen dalam bentuk selembar kertas dan memiliki fungsi sebagai perintah dari nasabah kepada pihak bank untuk mencairkan nilai uang yang sesuai dengan nominal di dalamnya.

5. Giro

Menyerupai cek, giro juga merupakan sebuah alat pembayaran dengan bentuk surat berharga yang nantinya dapat ditukar dengan uang tunai melalui bank tempat sahabat MyProtection menabung.

6. Rekening Koran

Selanjutnya, rekening koran yang berisikan daftar lengkap transaksi di rekening pada bank tertentu di periode waktu tertentu.

Dengan adanya rekening koran sendiri, nasabah dapat memantau aktivitas keuangan atau finansial yang dimiliki.

Nah, itulah sedikit penjelasan terkait transaksi finansial yang ternyata bukan hanya melibatkan proses transaksi sederhana saja.

Transaksi keuangan sendiri juga dapat berupa aktivitas pengelolaan keuangan baik individu maupun sebuah perusahaan guna memenuhi bukan hanya keinginan saja, namun juga kebutuhan.

Pengelolaan uang sendiri dapat dilihat dari berbagai bentuk, salah satunya adalah memiliki perlindungan finansial saat kondisi tak terduga.

Seperti salah satunya, Perlindungan Kesehatan Prima yang memberikan perlindungan kesehatan online terbaik bagi individu maupun keluarga dengan manfaat rawat inap, bedah dan rawat jalan. Berikut ini beberapa keunggulan lain Perlindungan Kesehatan Prima yang harus kamu ketahui!

  • Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin atau obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan

  • Santunan tunan harian rawat inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan

  • Pilihan manfaat rawat inap dan rawat jalan sesuai kebutuhan

  • Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia

  • 24 jam Contact Center dan Case Monitoring

  • Layanan eksklusif Personal Medical Assistance

  • Laporan perhitungan klaim via email

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Baca Artikel