Sebagai salah satu komponen penting pada mobil, aki memiliki fungsi menyimpan tenaga listrik yang dibutuhkan untuk menyalakan kendaraan.
Karena kemudahannya untuk dirawat, saat ini banyak orang lebih memiliki aki kering dibandingkan aki basah. Bukan hanya itu, terdapat beberapa keuntungan dari menggunakan aki kering yang dapat di cas, seperti:
Daya tahan lebih lama dibandingkan dengan aki konvensional karena teknologi di dalamnya yang memungkinkan performa listrik yang baik dalam jangka waktu panjang.
Bebas perawatan rutin yang umumnya dibutuhkan pada aki konvensional seperti mengganti air aki secara berkala.
Kemampuan pengisian ulang yang mudah dan lebih cepat.
Ramah lingkungan karena dapat diisi ulang dan mengurangi jumlah limbah aki yang harus dibuang dan memberikan efisiensi pada pengelolaan sumber daya.
Kinerja optimal dalam berbagai kondisi, baik dalam suhu ekstrem ataupun kendaraan yang jaran digunakan.

Karena dapat dicas, penggunaan aki kering juga menjadi solusi praktis bagi para penggunanya. Namun, untuk melakukannya, diperlukan langkah-langkah yang tepat dan harus berhati-hati. Lalu, bagaimana cara mengecas aki kering? Simak ulasan berikut ini!
Agar pengisian aki kering dapat berjalan dengan baik, langkah pertama yang harus dilakukan adalah melepaskan aki kering dari kendaraan untuk menghindari risiko masalah pada kendaraan tersebut.
Untuk menghindari pengisian aki berlebih pada aki kering, memilih jenis pengisian yang sesuai dengan aki kering sangat lah krusial.
Langkah selanjutnya adalah menghubungkan aki kering ke alat cas. Pastikan posisi polarisasi aki sudah sesuai, kemudian hubungkan bagian cas positif ke terminal positif dan cas negatif ke terminal negatif.
Dengan teknologi modern saat ini, kamu dapat mengecas aki kering dengan lebih mudah karena teknologi tersebut dapat secara otomatis menyesuaikan pengaturan dan jumlah pengisian yang diperlukan oleh aki kering tersebut.
Memastikan lokasi yang tepat saat mengecas aki juga menjadi krusial. Umumnya, lokasi dengan ventilasi yang memadai dapat menjadi pilihan yang tepat.
Selain itu, hindari mengecas aki di dekat api ataupun bahan-bahan lain yang mudah terbakar karena sifatnya yang mudah terbakar karena mampu memproduksi gas hidrogen.
Memastikan aki kering segera dicabut setelah pengecasan selesai juga sangat penting. Selain itu, selama proses pengecasan, pastikan langkah-langkah dilakukan sesuai dengan instruksi charger yang tersedia.
Setelah pengecasan selesai, langkah terakhir yang tidak kalah penting adalah mengecek daya listrik pada aki kering sudah sesuai dengan kapasitas dan tegangan normalnya.
Bagaimana? Itulah pembahasan seputar pertanyaan apakah aki kering bisa dicas atau tidak, keuntungan dari penggunaannya dalam kendaraan, hingga langkah-langkah mengecasnya dengan tepat. Semoga ulasan di atas bermanfaat!
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
Hi, Sahabat MyProtection!
Agar aktivitas harianmu berjalan lancar, tentunya perlindungan untuk kesehatanmu harus tetap PRIMA dong! Selain berolahraga teratur dan menjaga pola hidup sehat, jangan lupa melengkapi diri dan keluarga dengan asuransi kesehatan terbaik dari Perlindungan Kesehatan Prima.
Asuransi kesehatan online satu ini punya segudang fitur yang membuat ANda dan keluarga makin ama & nyaman menjalani kegiatan sehari-hari bahkan di tengah pandemi.
Bukan cuma fiturnya yang lengkap, Anda juga bisa tentukan sendiri manfaat serta premi asuransi sesuai kebutuhan. Premi mulai dari Rp 2,5 jutaan/tahun dengan manfaat rawat inap & bedah Rp 100 juta/tahun.
Nikmati diskon spesial 10% bagi Sahabat MyProtection yang membeli Perlindungan Kesehatan Prima selama November 2020*
Mulai perlindunganmu di sini!
*Syarat dan Ketentuan:
Hi, Sahabat MyProtection!
Kita semua tahu kesehatan itu mahal harganya. Terlebih lagi, jika Anda atau anggota keluarga sakit dan memerlukan penanganan medis yang cukup serius. Sakit akan makin terasa mahal jika Anda tidak terproteksi dengan asuransi kesehatan.
Makanya, ada Perlindungan Kesehatan Prima yang siap menjaga Anda dan keluarga kapanpun dimanapun. Nikmati fitur asuransi kesehatan online yang memudahkan Anda untuk berobat & klaim. Premi mulai dari Rp 2,5 jutaan/tahun dan manfaat hingga Rp 200 juta/tahun/Tertanggung!
Lewat Perlindungan Kesehatan Prima, Anda dan keluarga bisa menikmati fitur berikut ini:
Nikmati juga DISKON 10% untuk pembelian Perlindungan Kesehatan Prima khusus April 2021 dengan kode promo: EKSTRA10. Informasi lebih lanjut hubungi cs@myprotection.id atau 0804 133 8888 atau klik di bawah ini!
*Syarat dan Ketentuan:
Jakarta, 3 April 2020 - MyProtection News
Bagi penduduk Indonesia, pasti sudah tak asing lagi dengan sinar matahari yang terang hampir sepanjang tahun. Malah, sebisa mungkin kita menghindar dari sinar matahari agar kulit tak kusam.
Namun, akhir-akhir ini nampaknya tren untuk berjemur mulai menjamur di kalangan masyarakat. Hingga saat belum belum ada penelitian yang mampu membuktikan bahwa sinar matahari dapat membunuh virus seperti COVID-19. Tapi, ternyata ada banyak manfaat lain saat berjemur, lho!
Berjemur bisa membantu mencukupi asupan vitamin D dalam tubuh. Menurut world Health Organization, fek positif lainnya adalah memperlancar aliran tubuh dan proses detox dalam tubuh. Berjemur juga membantu memperbaiki mood Anda setelah melakukan karantina hampir berminggu-minggu.
Mengutip dari JakartaPost, untuk mendapatkan asupan vitamin D ternyata tidak mudah. Anda hanya bisa mengonsumsi makanan tertentu. Salah satunya seperti beberapa jenis ikan, kuning telur, dan susu. Sayangnya, tak semua orang bisa mengonsumsi makanan tersebut. Ternyata, kita yang tinggal di negera tropis beruntung bisa mendapatkan sinaran matahari cerah sepanjang tahun!
Sebelum berjemur, ada hal-hal yang harus Anda perhatikan. Terutama ketika ingin berjemur di tengah social distancing.
Waktu terbaik untuk berjemur adalah pukul 9 hingga 10 pagi. Hindari berjemur setelah pukul 10 pagi hingga 3 sore karena pada waktu tersebut matahari menghasilkan banyak sinar UV yang bisa merusak kulit. Anda juga disarankan untuk berjemur maksimal selama 30 menit.
Ketika berjemur, jangan lupa menggunakan krim pelindung matahari agar tubuh menyerap vitamin D, bukan sinar UV yang bisa merusak kulit.
Anda bisa mengenakan topi dan pakaian yang nyaman saat berjemur. Pastikan bahan pakaian Anda bisa menyerap keringat sekaligus melindungi tubuh dengan baik.
Ketika Anda ingin berjemur di taman umum atau di depan rumah, pastikan Anda tetap menjaga jarak antara satu sama lain untuk menjaga kesehatan diri dan orang lain.
Salam,
Sahabat MyProtection