Beranda
/
Artikel
/
Semua Kategori
/
Tetap Aktif dan Bebas Bosan selama Kerja di Rumah

Tetap Aktif dan Bebas Bosan selama Kerja di Rumah

23 March 2020 | MyProtection News Jakarta

Jakarta, 23 Maret 2020 - MyProtection News

Untuk mengantisipasi pencegahan penyebaran virus corona, pemerintah menyarankan kepada pelajar dan pekerja untuk belajar atau bekerja di rumah. Tentu saja bekerja atau belajar dari rumah mungkin tidak sepraktis biasanya. Apalagi, bagi sebagian orang, berdiam diri di rumah dalam jangka waktu panjang bisa terasa sangat membosankan.

Nah, MyProtection punya tips agar Anda tetap aktif dan bebas dari rasa bosan selama berdiam diri di rumah!

  1. Bangun pagi pada waktu yang sama

Bekerja dari rumah bukan berarti Anda bisa bangun siang. Agar pola tidur tetap terjaga dan badan tetap segar, pastikan Anda bangun pada jam yang sama setiap harinya. Luangkan waktu untuk sarapan atau berolahraga singkat sebelum mulai bekerja atau belajar. Hal ini juga bisa Anda terapkan saat akhir pekan. Sehingga Anda tidak kesulitan bangun dari rumah.

  1. Gunakan aplikasi untuk terkoneksi dengan teman

Bersosialisasi merupakah hal penting untuk menjaga mood Anda. Walaupun Anda berada di tempat yang berbeda, tapi Anda tetap bisa berkomunikasi dengan rekan kerja, teman, atau keluarga lewat conference call seperti Zoom, Microsoft Teams, dan Skype. Sehingga koordinasi kerja bisa tetap terjaga. Anda pun bisa melepas rindu dengan kerabat dengan melakukan video call.

  1. Coba resep baru

Bekerja dari rumah artinya Anda bisa meluangkan lebih banyak waktu untuk masak sendiri di rumah. apakah Anda memiliki resep kue yang Anda simpan tapi tidak pernah sempat untuk dicoba? Atau Anda ingin berkreasi menciptakan menu baru? Anda bisa masak sepuasnya bersama pasangan, keluarga, atau teman.

  1. Olahraga di rumah

Jika biasanya Anda rutin pergi ke pusat kebugaran, jangan khawatir. Anda tetap bisa berolahraga di rumah atau sekitar rumah. Gerakan seperti plank, push-up, sit-up, squad, dan stretching tetap bisa Anda lakukan bahkan di dalam kamar. Anda juga bisa jogging atau bersepeda di sekitar rumah. Berolahraga dapat membantu pikiran serta tubuh tetap segar, lho.

  1. Baca buku atau tonton film kesukaan Anda

Ketika Anda mulai dilanda kebosanan, film atau buku yang menarik bisa jadi penyelamat Anda. Apalagi saat ini Anda bisa menonton film melalui ponsel pintar. Bertebaran juga e-book yang bisa dibaca dan diunduh secara gratis. Menghibur diri sambil menambah pengetahuan tidak akan merugikan, bukan?

  1. Bermain bersama anak

Sebagian dari Anda hanya bisa meluangkan waktu untuk bermain dengan si kecil di akhir pekan. Namun, sekarang Anda bisa memanfaatkan momen ini untuk bermain dan menjalin hubungan yang lebih dekat dengan anak. Anda bisa mencoba memasak bersama, melakukan eksperiens sains, membaca atau menonton film bersama, hingga olahraga dengan si kecil!

Salam,
Sahabat MyProtection

Apakah artikel ini membantu?
Subscribe Newsletter Kita
Klik subscribe untuk berlanggan newsletter artikel kami
Bagikan MyPro ke
facebook
twitter
instagram
Tentang MyProtection News Jakarta
MyProtection adalah salah satu pioneer portal pembelian asuransi kesehatan maupun asuransi umum secara online yang dapat diakses melalui platform website dan aplikasi sejak 2017.
Rekomendasi Artikel
Semua Kategori
5 mins read • 08/08/2023
Tidur Lebih Baik dengan Cara Ini

MyProtection News - Jakarta

Tidur merupakan hal krusial bagi semua orang di segala usia. Terdapat berbagai manfaat tidur cukup seperti mengoptimalkan pertumbuhan pada anak hingga menjaga Kesehatan kita. Namun, banyak orang sering kali bingung tentang berapa lama tidur yang sebenarnya dibutuhkan untuk menjaga tubuh dan pikiran agar tetap berfungsi optimal. Berikut ulasannya.

1. Lama Tidur yang Dianjurkan:

Cara terbaik untuk menentukan durasi tidur yang cukup adalah dengan memahami kebutuhan diri kita sendiri. Berdasarkan penelitian, orang yang tidur selama 7 (tujuh) jam setiap malam berpotensi hidup lebih sehat dan lebih lama. Namun, perlu diperhatikan bahwa usia dan gaya hidup berbeda akan membutuhkan jumlah tidur yang berbeda. Berikut adalah panduan umum mengenai seberapa lama tidur yang direkomendasikan oleh National Sleep Foundation:

  • Bayi (0-3 bulan): 14-17 jam per hari
  • Bayi (4-11 bulan): 12-15 jam per hari
  • Balita (1-2 tahun): 11-14 jam per hari
  • Anak-anak (3-5 tahun): 10-13 jam per hari
  • Anak-anak (6-13 tahun): 9-11 jam per hari
  • Remaja (14-17 tahun): 8-10 jam per hari
  • Dewasa (18-64 tahun): 7-9 jam per hari
  • Lanjut usia (65+ tahun): 7-8 jam per hari

2. Apakah Anda Masih Mengantuk?

Pertanyaan sederhana ini dapat membantu Anda menentukan apakah kita mendapatkan istirahat yang cukup. Jika Anda merasa lelah setelah bangun tidur, mengantuk saat bekerja atau dalam perjalanan menuju kantor, hal tersebut merupakan sinyal bahwa tubuh kekurangan istirahat atau tidur. Jika Anda sudah tidur selama tujuh – delapan jam tiap harinya dan masih merasa sangat lelah ketika bangun/beraktivitas, bisa jadi kualitas tidur Anda kurang baik atau terdapat gangguan yang sebaiknya didiskusikan dengan ahlinya.

3. Buat “Sleep Diary”

Salah satu cara untuk memahami kebutuhan tidur, kita dapat mencatat kebiasaan & jam tidur sehari-hari. Sehingga kitab isa mengetahui kebiasaan tidur yang optimal untuk kita. Dalam sleep diary tersebut, Anda bisa mencatat beberapa hal berikut:

  • Waktu Anda tidur & terbangun
  • Durasi tidur
  • Perasaan Anda ketika bangun, apakah segar, atau lelah atau lainnya.

Tidur yang cukup memiliki dampak positif terhadap kesehatan fisik dan mental. Tidur yang baik dapat meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan konsentrasi dan produktivitas, serta mendukung keseimbangan emosional. Sebaliknya, kurang tidur dapat menyebabkan penurunan kinerja kognitif, peningkatan risiko penyakit jantung, diabetes, dan obesitas, serta masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan. Oleh karena itu, pastikan Anda mendapatkan istirahat yang cukup tiap harinya.

Baca Artikel
Travel
5 mins read • 18/08/2025
22 Makanan Khas Jawa Barat Paling Enak dan Wajib Dicoba!

Makanan khas Jawa Barat - Dikenal dengan keberagaman budayanya, Indonesia menjadi salah satu negara dengan kekayaan kuliner yang beragam dan tersebar di berbagai daerah.

Salah satunya, makanan khas Jawa Barat yang bukan hanya terkenal di dalam negeri. Namun, kepopularitasannya dapat kita lihat hingga ke berbagai negara lainnya.

Nah, apa saja rekomendasi makanan khas Jawa Barat yang populer dan harus kamu coba? Simak ulasan berikut!

22 Makanan Khas Jawa Barat Paling Enak dan Wajib Dicoba!

Apa saja makanan khas Jawa Barat yang menjadi rekomendasi dan dapat kamu coba ketika berkunjung? Simak di sini!

1. Asinan Bogor

asinan bogor

budaya-indonesia.org

Salah satu makanan khas Jawa Barat adalah asinan yang populer karena memiliki kuah pedas yang terbuat dari cabai merah dan memberikan rasa segar.

Pada umumnya, asinan ini memiliki isi antara campuran buah dengan sayuran. Namun, tersedia pula pilihan asinan buah tanpa sayur bagi para pencinta buah.

2. Batagor

batagor

kompas.com

Bakso tahu goreng atau yang disingkat menjadi batagor, merupakan makanan khas asal Bandung yang terdiri dari tahu goreng dan bola ikan. Batagor umumnya disajikan dengan saus kacang.

Pertama kali muncul pada tahun 1968 di Jawa Barat oleh seorang penjual siomay, batagor digemari banyak orang dan hingga saat ini dapat dengan mudah ditemukan bukan hanya di Jawa Barat, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia.

3. Burayot

burayot makanan khas jawa barat

m.guideku.com

Burayot merupakan jajan tradisional khas Garut, Jawa Barat yang terbuat dari tepung beras, gula merah, dan kacang tanah.

Burayot yang berasal dari bahasa Sunda memiliki arti menggantung, seperti bentuknya, karena setelah digoreng, kue basah ini akan digantung pada bambu kecil untuk ditiriskan.

Dengan cita rasa khas manis legit, serta tekstur yang unik di mana bagian dalamnya lembut dan luarnya renyah, kue ini sering kali menjadi pilihan oleh-oleh serta disajikan pada acara khusus bagi masyarakat Garut.

4. Cireng

cireng

cookpad.com

Makanan khas Jawa Barat selanjutnya, yaitu cireng atau aci goreng yang berasal dari Bandung, merupakan makanan ringan yang populer di seluruh Indonesia dan diperkirakan pertama kali muncul pada tahun 1970-an ketika masyarakat kesulitan mendapatkan makanan pokok.

Berbahan dasar tepung kanji atau tapioka, cireng biasanya disajikan dengan sambal rujak atau sambal pedas manis untuk menambah cita rasa. Saat ini, variasi cireng juga semakin bertambah, ada yang berisikan ayam pedas hingga cokelat.

5. Colenak

Selanjutnya, colenak merupakan camilan atau makanan ringan khas Sunda yang cukup populer di Bandung. Diambil dari kepanjangan cocol enak, colenak terbuat dari olahan peuyeum atau tape singkong yang dibakar dan disajikan dengan saus gula merah dan campuran kelapa parut.

Makanan ringan ini sudah dikenal masyarakat Indonesia sejak 1930-an dan masih menjadi salah satu jajanan tradisional yang populer di Jawa Barat.

Perlindungan Perjalanan Mulai Rp10 Ribu
Dapatkan manfaat kecelakaan diri hingga Rp50 juta dan perlindungan perjalanan lainnya.
Dapatkan Diskon 20% di MyTravel Protection Domestic

6. Cuanki

Makanan khas Jawa Barat selanjutnya adalah cuanki. Cuanki merupakan campuran kuah bakso, mie, tahu goreng, pangsit, hingga sayuran yang disajikan dengan kaldu kuah gurih dan taburan daun bawang.

Hal yang membedakan cuanki dengan bakso dapat dilihat dari bahan dasarnya, di mana cuanki menggunakan ikan tenggiri dan bukan daging sapi, yang membuat cuanki memiliki ciri khas rasa gurih dan segar karena adanya perpaduan rasa ikan dan rempah pada kuahnya.

7. Empal Gentong

empal gentong

kompas.com

Empal gentong yang merupakan makanan khas Jawa Barat selanjutnya dan berasal Cirebon. Empal gentong merupakan hidangan sup daging sapi yang menyerupai gulai.

Pada umumnya, hidangan ini dimasak di dalam gentong tanah liat dengan kayu bakar yang dapat memberikan rasa yang lebih kaya dan kontras pada kuah kaya rempah tersebut.

Selain menggunakan daging sapi, empal gentong juga biasanya dilengkapi dengan jeroan seperti usus hingga babat dan disantap bersama lontong maupun nasi.

8. Geco

Selanjutnya, geco merupakan makanan khas Jawa Barat dari Cianjur yang menggunakan taoge dan taoco sebagai bahan utamanya.

Perpaduan taoge yang disiram kuah taoco atau fermentasi kacang kedelai dan cuka lahang yang menciptakan rasa gurih, manis, dan asam. Selain itu, hidangan ini biasanya juga dilengkapi dengan tahu goreng, ketupat, mi aci, kentang, dan telur rebus.

9. Gemblong

Gemblong yang merupakan kue tradisional Indonesia dan menjadi salah satu jajanan pasar populer khususnya di daerah Jawa.

Pada umumnya, gemblong terbuat dari beras ketan putih, santan, kelapa parut dan garam yang kemudian digoreng dan dilapisi gula merah cair.

Berbeda dengan gemblong biasanya, gemblong asal Kuningan memiliki empat rasa, seperti gurih, orisinal, keju, dan manis yang terbuat dari parutan singkong yang dicampur dengan terigu.

10. Gombyang Manyung

Gombyang Manyung yang juga populer di kalangan masyarakat, merupakan hidangan khas Indramayu dan menjadi salah satu ikon wisatanya. Kata gombyang yang identik dengan hidangan ini karena memiliki porsi besar, yang menggunakan setengah kepala ikan manyung.

Makanan khas Jawa Barat yang satu ini terbuat dari kepala ikan manyung, ikan laut yang banyak ditemui di perairan Pantura, kemudian dibumbui dan diasap.

Kuahnya yang berwarna kuning dan kaya akan rempah-rempah memberikan rasa khas dari perpaduan rasa asam, manis, pedas, dan segar.

11. Karedok

Makanan khas Jawa Barat selanjutnya adalah karedok yang kepopularitasannya tidak perlu dipertanyakan lagi. Karedok dihidangkan dengan perpaduan sayuran mentah yang kemudian diberi bumbu saus kacang sebagai pelengkapnya.

Sayur yang digunakan meliputi kubis, kacang panjang, taoge, terong, mentimun, hingga kemangi.

Walaupun mirip dengan hidangan seperti gado-gado dan lotek, karedok memiliki keunikannya tersendiri, yaitu menggunakan sayuran mentah, di mana hidangan lainnya menggunakan sayuran yang sudah direbus.

Bukan hanya karena cita rasanya yang menonjolkan kesegaran dan rasa renyah dari sayuran, karedok juga makanan yang kaya akan gizi dan serat sehingga bermanfaat bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

12. Nasi Cikur

Nasi cikur yang merupakan makanan khas Tasikmalaya yang memiliki ciri khas aroma dan rasa yang unik karena menggunakan kencur sebagai bumbu utamanya. Cikur dalam bahasa Sunda sendiri berarti kencur yang membuat hidangan ini sesuai dengan namanya.

Nasi cikur biasanya dihidangkan dengan berbagai jenis lauk, seperti ayam goreng, telur dadar, tahu, hingga lalapan dan sambal.

Karena ciri khas aroma kencur yang kuat serta rasa gurihnya, nasi cikur menjadi salah satu pilihan kuliner wisatawan ketika berkunjung ke Tasikmalaya dan dapat dengan mudah ditemukan di warung makan maupun tempat wisata alam sekitar.

13. Nasi Timbel

Nasi timbel, yang merupakan hidangan khas Sunda, terbuat dari olahan nasi putih yang kemudian dibungkus dengan daun pisang sebelum dikukus maupun dibakar, yang memberikan aroma khas.

Hidangan ini biasanya disajikan dengan berbagai pilihan lauk pauk, seperti ayam, tahu, tempe, lalapan, hingga sambal yang memberikan cita rasa beragam.

Karena bentuknya yang praktis dan mudah dibawa, nasi timbel sering dijadikan orang Sunda sebagai bekal ketika bepergian jauh, di mana daun pisang yang digunakan untuk membungkus nasi dimanfaatkan sebagai alas makan.

14. Peuyeum

Peuyeum yang merupakan makanan khas Jawa Barat dan telah menjadi tradisi sejak lama serta memiliki nilai budaya yang tinggi.

Peuyeum terbuat dari tape singkong yang difermentasi sehingga menciptakan cita rasa unik rasa manis sedikit asam serta tekstur yang lembut.

Karena keunikannya, Peuyeum sering dijadikan oleh-oleh para wisatawan yang berkunjung ke Jawa Barat dan digunakan di berbagai acara adat Sunda, seperti pernikahan, syukuran, serta festival budaya.

Selain karena cita rasanya, Peuyeum juga dikonsumsi karena memiliki banyak manfaat kesehatan, seperti:

  • Sumber energi, karena memiliki kandungan karbohidratnya yang banyak mengonsumsi Peuyeum dapat memberikan sumber energi.

  • Probiotik, yang memberikan kesehatan bagi pencernaan yang didapat melalui proses fermentasi.

  • Vitamin dan Mineral, Peuyeum mengandung banyak mineral dan vitamin B kompleks yang baik bagi tubuh manusia.

15. Sate Maranggi

Sate maranggi yang berasal dari Purwakarta merupakan hidangan khas Jawa Barat yang terbuat dari daging sapi maupun domba yang kemudian dimarinasi menggunakan rempah dan kecap manis.

Memiliki cita rasa khas, sate maranggi biasanya disajikan dengan sambal tomat atau sambal oncom, serta lontong maupun ketan bakar sebagai pelengkap.

Karena proses marinasinya yang biasanya menggunakan bumbu seperti jahe, ketumbar, kunyit, lengkuas, hingga cuka membuat rasa Sate Maranggi lebih otentik, kaya, dan gurih.

Di budaya Sunda, tiga potong daging yang ada pada sate maranggi juga memiliki arti dan melambangkan filosofi tri tangtu yang berarti tekad, ucapan, dan tindakan.

16. Seblak

Seblak yang belakangan ini sempat viral di sosial media juga menjadi salah satu makanan khas Jawa Barat yang terkenal karena rasa pedas serta rempah cikur atau kencurnya yang unik.

Selain itu, ciri khas seblak lainnya yang mudah dikenali adalah isinya, salah satunya adalah kerupuk berwarna oranye yang dijadikan topping.

Sudah ada sejak lama mulai dari tahun 1990an, seblak tersedia dalam berbagai varian, mulai dari yang pedas hingga yang lebih ringan.

Namun, dibandingkan dulu yang lebih sederhana dengan isian kerupuk dan rempah-rempah saja, saat ini sajian seblak lebih beragam, di mana dapat berisikan telur, siomay, ceker, cilok, baksi, hingga berbagai jenis sayuran.

17. Surabi

Surabi atau pancake tradisional yang dibuat menggunakan tepung beras, santan, dan ragi menjadi salah satu jajanan khas Jawa Barat yang banyak digemari.

Memiliki tekstur yang lembut dengan cita rasa khas, Surabi telah ada sejak tahun 90an dan bertahan dari generasi ke generasi.

Hingga saat ini, varian surabi juga sudah lebih beragam dan disajikan menggunakan berbagai topping, baik yang gurih menggunakan sayuran dan daging hingga yang manis menggunakan cokelat.

Sebagai pelengkapnya, surabi juga biasanya dilengkapi dengan kuah kinca, yang dibuat menggunakan bahan dasar gula merah cair atau kinca dan berbagai jenis topping seperti kelapa parut hingga nangka yang memberikan rasa autentik nusantara.

18. Tutug Oncom

Tutug Oncom yang berasal dari Tasikmalaya menawarkan cita rasa unik karena menggunakan bahan utama, yaitu oncom yang terbuat dari bungkil kacang tanah atau ampas tahu yang difermentasi.

Awal mula tutug oncom berasal dari masyarakat Sunda kelas menengah bawah yang mengakali dan mencampur oncom dengan nasi agar terlihat padat dan banyak.

Namun, karena rasanya yang unik dan lezat, hidangan ini menjadi populer di berbagai kalangan masyarakat hingga dijual di berbagai restoran.

Kata tutug yang berarti ditumbuk sesuai dengan proses pembuatan hidangan ini, di mana nasi yang dicampur dengan oncom tumbuk dan disajikan dalam kondisi hangat.

19. Soto Bandung

Menjadi salah satu hidangan yang populer, Soto dapat kamu nikmati di berbagai daerah dengan ciri khas tiap daerah tersebut.

Soto Bandung sendiri memiliki ciri khas tersendiri, yaitu kuah bening dilengkapi dengan potongan daging sapi dan lobak. Selain itu, sebagai pelengkap biasanya hidangan ini juga dilengkapi kacang kedelai goreng, perasan jeruk nipis, dan taburan bawang goreng,

Dipercaya, Soto Bandung muncul karena adanya pengaruh kuliner Tiongkok yang datang ratusan tahun lalu ke Indonesia dan berbaur dengan budaya lokal.

20. Tahu Sumedang

Selanjutnya, tahu sumedang yang sesuai dengan namanya berasal dari daerah Sumedang dan dikenal karena tekstur luarnya yang renyah dan lembut di dalam.

Dipercaya, pencetus dari tahu sumedang adalah Ong Kino, ayah Boen Keng yang sudah merintis usaha pembuatan tahu hingga 100 tahun lalu.

Proses pembuatannya yang tradisional, menggunakan tenaga manusia dan bersih dari bahan pengawet juga menjadi ciri khasnya.

Tahapan perendaman kacang kedelai, pencucian, penggilingan, perebusan, dan hingga akhirnya penyaringan pati dilakukan secara manual hingga pada akhirnya menjadi tahu.

21. Tahu Gejrot

Tahu Gejrot yang berasal dari daerah Cirebon merupakan makanan khas Jawa Barat yang terbuat dari tahu goreng yang dipotong kecil dan kemudian disiram menggunakan kuah bumbu pedas manis yang dibuat menggunakan gula merah, asam jawa, bawang, dan cabai.

Uniknya, tahu gejrot disajikan menggunakan piring gerabah yang digunakan juga pada proses pengulekan bumbunya. Sesuai dengan namanya, yaitu gejrot yang muncul dari suara kuah yang dituangkan ke atas tahu.

Hingga saat ini, tahu gejrot juga masih digemari banyak orang, dan kamu dapat menemukannya bukan hanya di Cirebon namun di berbagai kota besar di Indonesia karena rasanya yang unik dengan harga terjangkau.

22. Dodol Garut

Dodol yang merupakan makanan camilan dengan tekstur kenyal dan lengket menjadi salah satu jajanan Jawa Barat yang terkenal di masyarakat.

Khususnya, dodol dari daerah Garut yang sering kali dijuluki kota dodol karena sejarah dan cerita panjang di belakang camilan ini.

Dodol Garut pada awalnya dibuat menggunakan campuran tepung ketan, santan, dan gula yang dimasak hingga menjadi tekstur yang diinginkan.

Seiring berjalannya waktu, dodol garut mengalami berbagai macam modifikasi dari segi bahan baku dan rasa. Saat ini, varian dodol garut menjadi lebih banyak dan unik, seperti kentang, kacang, sirsak, nanas, durian, dan masih banyak lagi.

Nah, itulah 22 rekomendasi makanan khas Jawa Barat yang unik dan dapat kamu coba ketika berkunjung atau berlibur ke sana. Mulai dari makanan berat hingga jajanan tradisional yang unik dapat kamu temukan di sini.

Agar perjalanan wisata tetap nyaman dan berbagai risiko seperti kecelakaan, kehilangan bagasi, hingga penundaan terhindari, kamu juga harus memiliki perlindungan terpercaya.

MyTravel Protection Domestic hadir dan didesain untuk kenyamanan finansial kamu dan keluarga. Memberikan perlindungan yang berlaku 24 jam selama periode asuransi, yang berarti salam perjalanan kamu dan bukan hanya di dalam pesawat, kereta api, atau bus saja. Semoga penjelasan di atas bermanfaat!

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

Baca Artikel
Semua Kategori
5 mins read • 10/01/2020
Mitos Seputar Asma yang Keliru

Rasanya mendengar nama penyakit Asma pasti tidak asing di teling anda. Penyakit satu ini merupakah salah satu penyakit tak menular yang banyak diderita penduduk Indonesia. Kementrian Kesehatan menyebutkan bawa sekitar 4,5% penduduk Indonesia mengidap Asma.

Jika berbicara tentang asma, kita seringkali mendengar beberapa informasi. Ternyata ada beberapa mitos seputar asma yang tidak benar sama sekali, lho, Sahabat MyProtection. Simak ulasannya di bawah ini!

  1. Mitos: Asma merupakan penyakit keturunan

Asma memang bisa saja diturunkan oleh keluarga. Namun, perlu diingat bahwa asma bisa muncul akibat pengaruh lingkungan. Jika salah satu dari orang tua Anda mengidap asma, maka Anda belum tentu akan mengidap penyakit yang sama. Paparan dari lingkungan luar seperti debu, serbuk bunga, makanan, serangga, dan alergi bisa memicu timbulnya asma.

  1. Penyakit Asma bisa menghilang dengan sendirinya

Baik dengan mengonsumsi obat ataupun tidak, seorang pengidap asma tidak akan pernah benar-benar sembuh. Kondisi seseorang mungkin saja membaik seiring berjalannya waktu. Serangan asma yang dialami pun bisa saja jauh berkurang. Suatu saat, gejala asma mungkin saja muncul secara tiba-tiba walaupun Anda tidak pernah mengalami asma dalam jangka waktu yang lama. Kabar baiknya, gejala asma bisa dikontrol dan diminimalisir dengan penanganan tepat.

  1. Penderita asma tidak boleh berolahraga

Mitos yang satu ini mungkin familiar dengan kita. Apalagi, olahraga identik dengan kegiatan fisik yang cukup berat. Namun, bukan olahraga yang harus dihindari oleh penderita asma, tetapi pemicu asma itu sendiri. Contohnya debu, makanan, dan stress. Jika olahraga berat memicu kambuhnya asma, maka Anda disarankan untuk mengunjungi dokter dan mengganti rutinitas olahraga Anda. Misalnya yoga, pilates, dan berenang bisa membantu memperlancar pernapasan!

Nah, Sahabat Myprotection, sekarang kita tahu mana mitos dan fakta terkait asma. Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan Anda dan memperlengkapi diri dengan proteksi lebih dari MyProtection

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca Artikel