Beranda
/
Artikel
/
Kesehatan
/
Proteksi Kesehatan untuk Putuskan Siklus Sandwich Generation

Proteksi Kesehatan untuk Putuskan Siklus Sandwich Generation

11 March 2026 | MyProtection News Jakarta

Banyak orang Indonesia di usia 30-50 tahun berada dalam posisi yang tidak mudah. Mereka membiayai kebutuhan orang tua yang menua, sambil membesarkan anak dan membangun masa depan sendiri. Kondisi ini dikenal sebagai sandwich generation, generasi yang terjepit di antara dua tanggung jawab finansial sekaligus.

Beban ini sering dianggap wajar sebagai bentuk bakti kepada orang tua. Namun, tanpa perencanaan yang matang, siklus tersebut bisa terus berulang. Anak yang hari ini melihat orang tuanya berjuang secara finansial berisiko mengalami hal yang sama di masa depan.

Kabar baiknya, siklus ini bisa diputus. Dengan strategi yang tepat, kamu bisa menjadi generasi terakhir yang harus menanggung dua arah sekaligus.

Memutus siklus dimulai dari perencanaan diri sendiri

Cara paling efektif untuk menghentikan siklus sandwich generation adalah memastikan diri sendiri tidak menjadi beban finansial bagi anak di masa depan. Perencanaan pensiun yang realistis menjadi fondasi utama. Dana pensiun bukan sekadar target angka, tetapi sumber kemandirian finansial saat tidak lagi produktif bekerja.

Selain menyiapkan dana pensiun, penting juga membangun sumber penghasilan yang berkelanjutan. Investasi, aset produktif, dan perencanaan keuangan jangka panjang dapat membantu menjaga stabilitas finansial di usia lanjut. Dengan kondisi finansial yang lebih mandiri, anak tidak perlu mengambil alih seluruh tanggung jawab ketika orang tua menua.

Mengelola risiko kesehatan sebelum menjadi beban keluarga

Risiko kesehatan adalah salah satu penyebab terbesar tekanan finansial dalam keluarga. Biaya rawat inap, operasi, hingga perawatan penyakit kronis dapat mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Dilansir oleh Detik.com, menurut menteri kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, biaya pelayanan kesehatan di Indonesia naik 9% - 11% setiap tahunnya.

Tanpa perlindungan yang tepat, keluarga sering kali harus menggunakan tabungan atau bahkan menjual aset untuk menutup biaya tersebut. Di sinilah peran asuransi kesehatan menjadi sangat penting. Asuransi kesehatan membantu mengalihkan risiko finansial besar yang tidak terduga, sehingga kondisi darurat medis tidak langsung mengganggu kestabilan keuangan keluarga. Perlindungan penyakit kritis dan asuransi jiwa juga berperan menjaga arus kas keluarga jika pencari nafkah utama tidak lagi dapat bekerja secara optimal.

Membantu orang tua dengan strategi yang berkelanjutan

Mendukung orang tua tidak selalu berarti menanggung seluruh kebutuhan mereka tanpa batas. Pendekatan yang lebih sehat adalah membantu mereka memiliki sistem perlindungan dan perencanaan yang jelas. Diskusi terbuka mengenai kondisi kesehatan, kebutuhan finansial, dan perlindungan yang dimiliki dapat membantu keluarga mengambil keputusan yang lebih rasional.

Dengan adanya perlindungan kesehatan atau rencana keuangan yang lebih terstruktur, bantuan yang diberikan kepada anak menjadi lebih terukur dan tidak mengganggu stabilitas finansial keluarga inti. Selain meringankan beban, pendekatan ini juga membantu orang tua tetap mandiri dan menjaga martabat mereka di usia lanjut.

Membangun kebiasaan finansial yang sehat untuk generasi berikutnya

Memutus siklus sandwich generation bukan hanya soal uang, tetapi juga soal kebiasaan dan pola pikir. Anak yang tumbuh dalam keluarga dengan perencanaan finansial yang baik cenderung memiliki kesadaran lebih tinggi tentang pentingnya menabung, berinvestasi, dan memiliki perlindungan.

Membiasakan diskusi terbuka tentang keuangan dalam keluarga dapat membantu generasi berikutnya memahami tanggung jawab finansial sejak dini. Ketika anak melihat orang tuanya memiliki dana darurat, perlindungan kesehatan, dan perencanaan masa depan yang jelas, mereka akan meniru pola yang sama saat dewasa.

Putus Siklus Sandwich Generation dengan Asuransi Kesehatan

Salah satu langkah paling konkret untuk memutus siklus sandwich generation adalah memastikan perlindungan kesehatan tersedia bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang tua. Dengan adanya perlindungan yang tepat, risiko pengeluaran besar akibat rawat inap, tindakan medis, atau penyakit serius tidak lagi sepenuhnya dibebankan pada tabungan keluarga.

LGI bekerja sama dengan Lifepal menghadirkan polis asuransi kesehatan yang dapat menanggung hingga usia 60 tahun, baik untuk kamu maupun orang tua. Polis ini juga dapat diperpanjang sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga memberikan perlindungan jangka panjang saat risiko kesehatan meningkat di usia lanjut.

Perencanaan yang tepat hari ini bukan hanya melindungi keuangan keluarga, tetapi juga menjadi langkah nyata untuk menghentikan siklus beban finansial antar generasi.

Apakah artikel ini membantu?
Subscribe Newsletter Kita
Klik subscribe untuk berlanggan newsletter artikel kami
Bagikan MyPro ke
facebook
twitter
instagram
Tentang MyProtection News Jakarta
MyProtection adalah salah satu pioneer portal pembelian asuransi kesehatan maupun asuransi umum secara online yang dapat diakses melalui platform website dan aplikasi sejak 2017.
Rekomendasi Artikel
Kesehatan
5 mins read 20/05/2026
Pentingnya Asuransi Kesehatan Ditengah Lonjakan Biaya Medis 2026

Biaya medis di Indonesia yang terus melonjak sering kali menjadi tantangan bagi masyarakat dan menyebabkan risiko finansial bagi perencanaan finansial pribadi ataupun keluarga.

Menurut riset global Tren Kesehatan yang dilakukan Mercer Marsh Benefits , pada tahun 2026 lonjakan biaya medis di Indonesia diproyeksikan mencapai angka 15,1% hingga 17,8%, di mana angka tersebut jauh melampaui inflasi ekonomi umum yang ada di angka 2,5% hingga 3% setiap tahunnya dan termasuk yang tertinggi di Asia Tenggara.

Bukan hanya itu, lonjakan biaya atau inflasi medis juga dapat tercermin dari semakin mahalnya perawatan kesehatan saat ini. Menurut artikel dari Halodoc, biaya perawatan ICU/ICCU di rumah sakit Indonesia dapat mencapai jutaan rupiah per hari, tergantung fasilitas dan peralatan medis yang digunakan

Pentingnya Memiliki Asuransi Kesehatan

Biaya kesehatan yang semakin meroket itulah yang membuat banyak orang saat ini sadar akan pentingnya asuransi kesehatan. Terdapat beberapa alasan lain mengapa penting untuk memiliki asuransi kesehatan, antara lain:

  • Akses ke banyak rumah sakit, perusahaan asuransi swasta umumnya banyak bekerja sama dengan rumah sakit rekanan yang kompeten, memiliki jaringan rumah sakit yang luas dan bervariasi sehingga kamu dapat mencari lokasi rumah sakit yang terbaik.

  • Proses lebih mudah, asuransi kesehatan juga umumnya menawarkan layanan prosedural yang lebih mudah bagi para pemegang polis.

  • Hemat waktu, menggunakan asuransi kesehatan pribadi juga dapat mempersingkat alur sehingga kamu dapat ditangani lebih cepat.

  • Fasilitas cashless, dengan asuransi kesehatan yang dimiliki, kamu juga dapat menikmati fitur cashless yang mempermudah proses pembayaran.

Memilih Premi Asuransi Kesehatan yang Tepat

Dengan biaya medis yang semakin melonjak, memilih premi asuransi kesehatan yang tepat sangatlah penting guna memastikan perlindungan yang diberikan sebanding dengan premi yang harus dibayarkan setiap bulannya.

Di era digitalisasi saat ini, banyak perusahaan asuransi juga yang memanfaatkan digitalisasi layanan kesehatan dengan mengintegrasikannya ke gadget sehari-hari. Dimana saat ini juga fokusnya bukan hanya pengobatan saja, namun juga pencegahan.

Dengan memahami detail asuransi kesehatan yang kamu miliki juga dapat memberikan ketenangan pikiran di tengah situasi darurat medis yang bisa datang kapan saja.

Premi Asuransi Kesehatan Terus Mengalami Kenaikan

Adanya kenaikan pada harga premi asuransi kesehatan saat ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti semakin mahalnya teknologi medis modern, kenaikan harga obat-obatan impor, hingga biaya operasional rumah sakit yang meningkat.

Faktor-faktor tersebut mendorong perusahaan asuransi terpaksa untuk melakukan repricing atau penyesuaian premi untuk memastikan klaim nasabah tetap terbayarkan secara konsisten.

Repricing juga menjadi proses penyesuaian premi asuransi kesehatan dengan beberapa tujuan, antara lain:

  • Relevan dengan biaya medis terbaru

  • Menyesuaikan dengan perkembangan layanan kesehatan

  • Adil untuk seluruh nasabah

  • Sustainable dalam jangka panjang

Sedentary lifestyle atau pola hidup dengan tingkat aktivitas fisik juga memicu adanya peningkatan risiko penyakit kritis di usia muda yang juga menjadi faktor penentu naiknya profil risiko.

Mengapa Repricing Penting Dibutuhkan bagi Peserta Asuransi?

Inflasi medis yang terjadi membuat perusahaan asuransi melakukan langkah peninjauan atau penyesuaian harga premi yang disebut repricing.

Jika langkah peninjauan ini tidak dilakukan, maka dapat terjadi ketidakseimbangan antara premi yang dibayarkan dengan biaya klaim yang terus meningkat yang jika dibiarkan dapat berdampak langsung pada kualitas layanan dan keberlangsungan produk.

Dalam mengatur penerapan repricing, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan POJK Nomor 36 Tahun 2025 terkait Penguatan Ekosistem Asuransi Kesehatan, dimana di dalamnya mengatur mekanisme peninjauan premi/kontribusi, atau repricing.

Dengan adanya pemberlakuan aturan ini, perusahaan asuransi hanya dapat melakukan repricing paling banyak 1 kali dalam 1 tahun dengan pemberitahuan tertulis 30 hari kalender sebelumnya kepada para peserta polis asuransi.

Aturan ini memiliki tujuan utama untuk melindungi Nasabah/Peserta agar manfaat asuransi tetap dapat digunakan dalam jangka panjang di tengah kenaikan biaya kesehatan, sehingga penyesuaian premi lebih terukur dan dapat diantisipasi berdasarkan riwayat kesehatan.

Tips Memilih Premi Asuransi Kesehatan

Walaupun biaya medis terus mengalami kenaikan, terdapat beberapa langkah strategis yang dilakukan agar perlindungan kesehatanmu tetap ekonomis.

Pertama, memilih premi asuransi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Jangan tergiur dengan adanya limit tahunan hingga miliaran rupiah padahal yang dibutuhkan hanya proteksi dasar yang fungsional.

Ada pula metode CoB atau Coordination of Benefit antara asuransi kantor dan asuransi pribadi yang digunakan untuk mengoptimalkan manfaat klaim.

Umumnya, asuransi kesehatan yang diberikan kantor sudah memberikan proteksi dasar yang fungsional, dengan begitu kamu dapat mengambil asuransi tambahan yang berfokus pada penyakit kritis atau santunan harian saja.

LGI bekerja sama dengan Lifepal menghadirkan pilihan asuransi kesehatan dengan manfaat yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansialmu. Dengan pilihan limit tahunan hingga ratusan juta rupiah serta lebih dari 1000 jaringan rumah sakit rekanan, kamu dapat menyesuaikan premi tanpa harus mengorbankan kualitas perlindungan.

Baca Artikel
Otomotif
5 mins read 14/04/2026
7 Fungsi Transmisi Mobil Matic dan Arti Huruf pada Tuasnya!

Berbeda dengan mobil manual yang harus memindahkan gigi secara manual oleh pengemudi, transmisi mobil matic terjadi secara otomatis berdasarkan kecepatan berkendara serta tekanan pada pedal gas.

Walaupun lebih sederhana, memahami posisi huruf atau angka yang ada pada tuas transmisi jugalah penting. Oleh sebab itu, melalui artikel ini kita akan membahasnya satu per satu dan cara penggunaannya yang tepat!

7 Fungsi Transmisi Mobil Matic dan Arti Huruf pada Tuasnya!

transmisi mobil matic

1. P atau Parking

Pertama, P atau Parking pada persneling mobil matic yang berarti parkir di mana ketika tuas berada di posisi ini, maka sistem transmisi akan terkunci yang membuat kendaraan tidak dapat bergerak.

Mode ini digunakan ketika kendaraan berada di posisi berhenti total, khususnya ketika parkir untuk menghindari mobil bergerak tanpa sengaja ketika berada di tempat yang tidak datar sepenuhnya.

2. R atau Reverse

R atau Reverse yang berarti mundur, di mana ketika tuas persneling mobil matic ada pada posisi ini, maka mobil akan bergerak ke belakang.

Ketika ingin menggunakan posisi R, pastikan kendaraan telah benar-benar berhenti sebelum menggantinya ke posisi mundur. Hal ini dilakukan guna menghindari kerusakan pada transmisi mobil matic.

3. N atau Neutral

Posisi tuas persneling selanjutnya adalah neutral atau netral, di mana mesin mobil akan tetap menyala, namun tidak mengalirkan tenaga ke roda.

Walaupun begitu, mobil yang ada di posisi N masih dapat didorong ke depan maupun ke belakang.

Umumnya, posisi N dapat digunakan ketika berhenti sebentar, seperti menunggu lampu merah ataupun kemacetan. Posisi ini juga biasanya dimanfaatkan pengemudi ketika parkir secara paralel agar tetap dapat dipindahkan jika dibutuhkan.

4. D atau Drive

D atau Drive merupakan tuas persneling yang berfungsi untuk membuat kendaraan melaju ke depan. Ketika berada di posisi ini, transmisi mobil matic akan bekerja secara otomatis untuk mengatur perpindahan gigi.

Hal ini berarti gigi mobil akan berubah dari tingkat rendah ke tingkat tinggi atau sebaliknya berdasarkan kebutuhan akselerasi dan kecepatan.

Ketika berkendara, posisi pedal ini yang paling umum digunakan. Hal ini dikarenakan pengemudi hanya perlu mengatur pedal gas dan rem jika berkendara pada kondisi normal tanpa perlu mengganti gigi.

5. 2/S atau Second

Selanjutnya, posisi 2 atau S menunjukkan batasan perpindahan gigi hingga tingkat kedua. Ketika berada di posisi ini, kendaraan dapat melewati tanjakan ringan maupun jalan menurun yang tidak terlalu curam dengan mudah.

Pada posisi di mana mobil dibatasi hanya sampai gigi dua, kendaraan mampu menghasilkan tenaga yang cukup kuat namun tetap stabil.

6. 1/L atau Low

Posisi 1 atau L, yang berarti Low, umumnya digunakan ketika melintasi medan yang lebih berat, seperti tanjakan hingga turunan yang curam.

Pada posisi ini, transmisi akan dikunci pada gigi mobil matic pertama yang membuat mobil memperoleh torsi maksimal guna menanjak maupun memperlambat laju ketika turunan agar lebih aman.

7. Shift Lock

Terakhir, shift lock merupakan fitur tambahan yang dapat memungkinkan pengendara untuk memindahkan tuas transmisi dari P ke N walaupun mesin dalam keadaan mati.

Fitur ini sangatlah bermanfaat, khususnya ketika mobil kamu parkir secara paralel sehingga memungkinkan untuk digeser jika diperlukan.

Adanya shift lock yang membuat roda tidak terkunci memudahkan jika ada keperluan untuk memindahkan mobil tanpa harus menyalakan mesin.

Nah, itulah penjelasan mengenai 7 persneling mobil matic yang penting untuk diketahui, khususnya ketika kamu menggunakan transmisi mobil matic. Semoga bermanfaat!

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

Baca Artikel
Semua Kategori
5 mins read 13/07/2020
Mitos VS Fakta Seputar New Normal COVID-19

Jakarta, 13 Juli 2020 - MyProtection News

Hi, Sahabat MyProtection!

Bagaimana kegiatan Anda selama menjalani new normal? Walaupun saat ini Anda diperbolehkan untuk beraktivitas di luar rumah dengan batasan tertentu, jangan lupa bahwa kita masih berjuang melawan pandemi COVID-19.

Oleh karena itu, selain jaga jarak dan jaga kebersihan ada 1 hal lagi yang perlu dijaga. Keakuratan penyebaran informasi seputar COVID-19 penting untuk dijaga! Setaip harinya kita terpapar banyak informasi baru. Sebelum kita mempercayai atau menyebarkan berita soal COVID-19, Anda bisa cek fakta dan mitos seputar virus ini agar tidak keliru!

Kita boleh melepas masker saat olahraga

Fakta! Menurut World Health Organization, Anda bisa melepas masker saat berolahraga. Menggunakan masker saat berolahraga bisa menyebabkan masker menjadi lembap akibat keringat dan membuat napas menjadi tak nyaman. Selain itu, keringat pada masker bisa memicu pertumbuhan kuman.

Hanya saja, Anda wajib menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain saat berolahraga. Apalagi jika Anda tidak menggunakan masker.

Anak kecil wajib pakai masker

Semua orang diwajibkan untuk menggunakan masker dengan pengecualian anak-anak berusia di bawah 2 tahun, individu dengan gangguan pernapasan akut, dan individu dengan kebutuhan khusus. Bayi serta anak balita juga tidak disarankan untuk menggunakan face shield yang terbuat dari plastik. Jika Anda memiliki anak kecil, maka disarankan untuk menjauhi kerumunan serta tempat umum.

Jika sudah pakai face shield, tidak perlu pakai masker

Dikutip dari CDC, Anda bisa menggunakan face shield jika Anda petugas kesehatan atau harus bertemu dan berada di tengah orang banyak. Namun, face shield tidak bisa menggantikan penggunaan masker. Jika Anda tidak ingin menggunakan masker, maka face shield harus menutupi hingga ke bawah dagu dan sisi samping wajah.

Jangan lupa face shield sekali pakai harus segera dibuang setelah digunakan. Sedangkan face shield yang bisa digunakan kembali harus disemprot disinfektan secara berkala.

Konsumsi alkohol bisa mencegah COVID-19

Mengonsumsi alkohol atau menyemprotkan alkohol tidak bisa membunuh dan mencegah penyebaran virus. Sebaliknya, konsumsi alkohol dan menyemprotkan alkohol ke seluruh tubuh bisa berbahaya. Terutama jika alkohol mengenai bagian sensitif seperti mata dan mulut. Jika Anda ingin menggunakan alkohol, cukup gunakan hand sanitizer untuk telapak tangan.

Pengecekan suhu tubuh bisa mendeteksi virus

Pengecekan suhu tubuh tidak bisa menjadi indicator seseorang positif terjangkit virus COVID-19. Demam bisa disebabkan oleh banyak faktor. Selain itu, penderita COVID-19 pun belum tentu menunjukkan gejala seperti demam. Untuk memastikan seseorang positif terjangkit COVID-19, dibutuhkan tes di laboratorium.

Namun, tidak ada salahnya berjaga-jaga. Jika Anda merasa demam, batuk, pilek, dan tidak enak badan maka sebaiknya Anda beristirahat di rumah, konsumsi obat yang sesuai, dan Anda juga bisa memanfaatkan fitur online doctor consultation dari asuransi kesehatan MyProtection. Sehingga Anda bisa berobat dari rumah dan obat dari resep dokter pun bisa diantarkan ke depan pintu rumah Anda!

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca Artikel