Home
/
Articles
/
Sport
/
8 Basic Swimming Techniques Beginners Should Learn and Their Benefits!

8 Basic Swimming Techniques Beginners Should Learn and Their Benefits!

25 August 2025 | MyProtection News Jakarta

Swimming is not only a fun recreational activity enjoyed by many people, but it also offers a wide range of health benefits. When performed with the right basic swimming techniques, this sport can be an effective form of cardio exercise.

There are several fundamental swimming techniques that beginners can learn and practice. In this article, we’ll explore the essential swimming basics in detail. Keep reading to discover the techniques and their benefits!

Was this article helpful?
Subscribe to our newsletter
Click subscribe to subscribe to our article newsletter
Share MyPro on
facebook
twitter
instagram
About MyProtection News Jakarta
MyProtection is one of the pioneer portals for purchasing health insurance and general insurance online which can be accessed via website and application platforms since 2017.
Recommended Articles
All Category
5 mins read 09/12/2019
Seharian Kerja Depan Komputer? Stretching Dulu, Yuk!

Jakarta, 9 Desember 2019 - MyProtection News

Sebagian dari kita mungkin merasa nyaman sebagai pekerja kantor. Walaupun pekerjaannya mungkin mengasyikan, tapi ada juga resiko bekerja kantoran. Terutama jika Anda adalah pekerja atau individu yang harus menggunakan komputer seharian. Mungkin Anda pernah merasakan ketiga kondisi ini. Leher pegal, mata perih, dan tubuh yang kaku karena harus duduk dengan posisi yang sama selama berjam-jam.

Menurut riset, terlalu lama duduk bisa mempengaruhi kesehatan seperti gangguan tulang leher, pengingkatan resiko obesitas, melemahnya otot, dan gangguan pada kaki. Belum lagi sempitnya ruang bekerja mungkin mempengaruhi kebebasan bergerak Anda. Stres dan tekanan kerja juga bisa menambah rasa tidak nyaman pada tubuh maupun psikis. Padahal jika tubuh tidak fit, rasanya konsentrasi bekerja pun akan terganggu.

Karenanya, agar badan bisa kembali segar dan fokus kembali maksimal, Anda bisa mencoba gerakan stretching ringan di bawah ini!

  1. Peregangan atau stretching leher: Putar leher Anda menghadap kanan, tahan 10 detik, lalu ganti posisi leher menghadap kiri dan ulangi step selanjutnya.
  2. Peregangan atau stretching bahu: putar bahu Anda ke arah depan 10 kali dan ke arah belakang 10 kali dan ulangi secukupnya untuk mengurangi rasa pegal.
  3. Peregangan atau stretching pinggang: putar badan bagian atas Anda ke arah kanan, tahan 10 detik, lalu ulangi step yang sama dengan menghadap ke kiri
  4. Peregangan atau stretching tangan: putar pergelangan tangan Anda ke atas dan ke bawah lalu lakukan kibas-kibaskan telapak tangan selama 1 menit agar kembali siap mengetik di keyboard
  5. Peregangan atau stretching kaki: sambul duduk di kursi Anda, angkat kaki dari lantai dan luruskan, gerakan pergelangan kaki Anda ke atas dan ke bawah.

Selain melakukan stretching ringan seperti di atas, Anda juga bisa memanfaatkan ruang kantor untuk bergerak. Misalnya, biasakan menggunakan tangga daripada lift untuk naik ke lantai atas yang tidak terlalu tinggi. Anda juga bisa sering bergerak mengambil minum dari cubicle ke pantry. Manfaatkan juga waktu istirahat untuk melakukan peregangan tubuh.

Selamat mencoba!

Salam,
Sahabat MyProtection

Read Article
All Category
5 mins read 13/01/2020
Tidak Semangat Kerja? Mungkin Anda Mengalami Burnout

Jakarta, 13 Januari 2020 - MyProtection News

Sebagian dari Anda mungkin pernah mendengar istilah burnout. Dulu, pada tahun 1970-an istilah burnot sering kali dikaitkan dengan gejala yang dialami oleh pengguna obat-obatan terlarang. Namun kini, burnout merupakan istilah psikologis mengacu pada keadaan dimana seseorang “kehabisan bakar bakar”, merasa gagal atau lelah akibat tekanan yang berkelanjutan.

Saat ini, fenomena burnout sudah menyebarluas di kalangan masyarakat. Dilansir dalam The Jakarta Post, sebanyak 595.000 pekerja kantor di UK mengalami burnout. Dan mungkin, saat ini Anda juga sedang mengalaminya.

World Health Organization menyebutkan terdapat tiga elemen utama dalam fenomena burnout: perasaan lelah yang hebat, tak terlibat secara emosional dengan pekerjaan/proyek yang ditangani saat ini, dan performa kerja yang menurun.

Gejala awal burnout sendiri memang mirip dengan depresi. Misalnya, Anda mulai mengandalkan minum berenergi atau kafein untuk melewati jam kantor. Anda bisa saja tidur lebih dari 7 jam, namun Anda tetap merasa kelelahan dan kosong setelah menghabiskan waktu di kantor. Jika Anda mulai mengalami gejala di atas, maka sebaiknya Anda segera menemui dokter atau melakukan perubahan gaya hidup.

Bayangkan jika Anda ditawarkan untuk mengerjakan proyek impian Anda. Mungkin Anda akan merasa bersemangat dan berdebar-debar hingga tak bisa tidur. Perasaan stress dan lelah akibat tuntutan dari proyek Anda bisa mendorong daya saing dan kreativitas diri.

Namun, ketika seseorang dihadapkan dengan tekanan dan stress terus menerus, rasa lelah yang timbul bisa menumpuk. Sampai akhirnya, Anda terjaga di malam hari akibat memikirkan beban pekerjaan. Proyek yang dulunya nampak menantang bagi Anda, kini hanya terasa seperti beban dan tak menggairahkan.

Salah satu tanda lainnya adalah Anda mengaku bahwa Anda bisa bekerja lebih baik daripada yang saat ini sudah Anda hasilkan. Anda bisa saja bekerja lebih produktif, lebih kreatif, dan proaktif. Hanya saja rasanya Anda tidak memiliki motivasi yang cukup karena pekerjaan Anda saat ini tidak lagi membawa perasaan bahagia.

Menurut hasil penelitian yang dipublikasikan 2018 Gallup Study, burnout biasanya dipicu akibat perlakuan tidak adil di kantor, beban kerja berlebihan, dan ketidakjelasan mengenai peran seseorang di lingkungan kerja. Para karyawan juga merasa tertekan apabila mereka merasa tidak didukung oleh atasan mereka sendiri.

Siobhan Murray, seorang psikoterapis yang menulis buku The Burnout Solution, menyarankan bahwa untuk mengatasi burnout, maka seseorang harus mengenali akar dari permasalahannya. Ambil cukup waktu untuk diri Anda sendiri dan mulai lakukan hal yang bisa menyelesaikan akar permasalahan. Apapun penyebabnya, selalu ingat untuk mencintai diri Anda dan tidak selalu menekankan ekspektasi tinggi pada diri sendiri.

Read Article
Automotive
5 mins read 02/02/2026
Can a Dry Battery Be Recharged and How to Do It?

As one of the essential components in a car, the battery functions to store electrical energy needed to start the vehicle.

Due to its easy maintenance, many people today prefer using dry batteries compared to wet batteries. Moreover, there are several advantages of using a rechargeable dry battery, such as:

  • Longer durability compared to conventional batteries, thanks to the technology inside that ensures good electrical performance over a long period.

  • Easy to maintain compared to conventional batteries, which usually require regular electrolyte refills.

  • Easy and faster recharging capability.

  • Environmentally friendly as it can be recharged, reducing the number of discarded batteries and providing efficiency in resource management.

  • Optimal performance in various conditions, whether in extreme temperatures or for vehicles that are rarely used.

apakah aki kering bisa di cas

Can a Dry Battery Be Recharged and How to Do It?

Since it can be recharged, the use of a dry battery also becomes a practical solution for users. However, doing so requires the correct steps and extra caution. So, how do you recharge a dry battery? Check out the following guide!

1. Removing the Dry Battery from the Vehicle

To ensure proper charging, the first step is to remove the dry battery from the vehicle to avoid potential risks or issues with the car.

2. Choosing the Right Charger for the Dry Battery

To prevent overcharging, it is crucial to choose the type of charger that matches the specifications of the dry battery.

3. Connecting the Dry Battery to the Charger

The next step is connecting the dry battery to the charger. Make sure the polarity is correct, then connect the charger’s positive clamp to the positive terminal and the negative clamp to the negative terminal.

apakah aki kering bisa di cas

4. Adjusting the Charger Settings for the Dry Battery

With today’s modern technology, charging a dry battery is easier, as most chargers can automatically adjust the settings and the amount of charge needed by the battery.

5. Choosing the Right Location for Charging

Ensuring the right location when charging is also crucial. Typically, a well-ventilated area is the best choice.

Also, avoid charging near flames or flammable materials since batteries can produce hydrogen gas, which is highly flammable.

6. Waiting Until Charging is Complete

It is important to disconnect the dry battery immediately once charging is finished. Additionally, make sure to follow the charger’s instructions carefully throughout the process.

7. Testing the Condition of the Dry Battery

After charging is complete, the final step is to test the battery to ensure that the electrical capacity and voltage have returned to normal.

So, that’s the discussion regarding whether a dry battery can be recharged, the benefits of using it in vehicles, and the proper steps for recharging it. Hopefully, this guide is helpful!

*PT Lippo General Insurance Tbk is licensed and supervised by Financial Services Authority (OJK)

Read Article