Home
/
Articles
/
Travel
/
9 Tourism Villages in Indonesia and Their Development Goals for Local Communities!

9 Tourism Villages in Indonesia and Their Development Goals for Local Communities!

26 February 2025 | MyProtection News Jakarta

A tourism village is an area or region developed as a recreational destination for tourists and travelers.

Similar to other tourist attractions, these villages offer various unique attractions for visitors, along with accessibility integrated with the local community’s traditions, culture, and way of life.

Was this article helpful?
Subscribe to our newsletter
Click subscribe to subscribe to our article newsletter
Share MyPro on
facebook
twitter
instagram
About MyPro+ News Jakarta
MyPro+ is one of the pioneer portals for purchasing health insurance and general insurance online which can be accessed via website and application platforms since 2017.
Recommended Articles
All Category
5 mins read • 14/08/2020
Susah Tidur Selama Pandemi? Coba Lakukan Hal Ini

Jakarta, 14 Agustus 2020 - MyProtection News

Tidur cukup sangat membantu Anda dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Tidur cukup yang berkualitas membantu mengurangi stress, membuat Anda bertenaga seharian, mengurangi peradangan dalam tubuh, hingga membuat suasana hati menjadi baik.

Apalagi di tengah pandemi ini, tidur yang cukup sangat diperlukan agar daya tahan tubuh tetap maksimal. Namun, sebagian orang mengalami kesulitan tidur selama pandemi. Dikutip dari JakartaPost, penggunaan pil tidur dan obat anti-depresi meningkat saat Maret kemarin.

Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk membantu memperbaiki pola tidur Anda.

  1. Miliki jadwal tidur dan bangun yang konsisten

Bangun dan tidur pada waktu yang sama setiap harinya bisa membentuk siklus tidur alami tubuh. Misalnya, tiap harinya Anda bisa mencoba untuk tidur pukul 10 malam dan bangun pukul 7 pagi secara konsisten bahkan saat libur.

Untuk membantu Anda tertidur lebih mudah di malam hari, hindari penggunaan gadget minimal 2 jam sebelum tidur. Pastikan ruangan tidur Anda nyaman, sejuk, dan tidak terlalu terang. Ruang yang gelap dan sejuk membantu memberi sinyal pada tubuh untuk tidur.

  1. Paparan sinar matahari saat bangun membantu siklus tidur

Ketika Anda bangun di pagi hari, jangan lupa membuka tirai jendela Anda atau pergi ke teras untuk menikmati sinar matahari 15 – 30 menit tiap harinya. Sinar matahari memberi sinyal pada tubuh untuk “terjaga” dan membuat tubuh lebih segar.

  1. Perhatikan kebiasaan harian Anda

Jika Anda mengalami kesulitan tidur, coba perhatikan kebiasaan sehari-hari Anda. Misalnya, jumlah kafein yang Anda konsumsi, berapa lama Anda tidur siang, kegiatan harian, hingga makanan apa yang Anda konsumsi sebelum tidur.

  1. Bergerak dan berolahraga secara rutin

Baik Anda beraktivitas dari rumah maupun di luar rumah, penting untuk berolahraga secara rutin. Selain menjaga kebugaran tubuh, dengan rutin bergerak maka tenaga yang tersimpan dalam tubuh akan terbakar. Membuat Anda lebih mudah mengantuk di malam hari. Anda bisa mencoba bersepeda, jogging, yoga, dan olahraga lainnya.

  1. Kurangi konsumsi berita dan media sosial

Berita yang Anda temukan baik melalui media konvensional ataupun media sosial bisa membuat tingkat kecemasan meningkat. Terlebih lagi jika Anda sering mendengarkan berita yang tidak menyenangkan. Oleh karena itu, batasi paparan informasi yang Anda terima. Hindari membaca berita dan menggunakan media sosial sebelum tidur.

  1. Beri perhatian untuk kesehatan tubuh dan mental

Bagi Anda yang belajar ataupun bekerja selama pandemi, jangan lupa memperhatikan kebutuhan diri Anda. Bekerja dan beraktivitas itu baik. Namun, ada pula saatnya bagi Anda untuk beristirahat sejenak dan memanjakan diri. Jangan lupa untuk meluangkan waktu “me time” untuk menyegarkan kembali tubuh dan pikiran Anda. Tubuh yang sehat dan pikiran yang tenang tentunya membantu Anda tidur lebih lelap di malam hari.

Salam,
Sahabat MyProtection

Read Article
All Category
5 mins read • 03/09/2021
Mudah Lelah dan Ngantuk Seharian? Mungkin Ini Penyebabnya

Hi, Sahabat MyProtection!

Aktivitas fisik yang intens tentu saja akan membuat tubuhmu lelah. Namun, bagaimana jika kamu merasa lelah dan ngantuk seharian secara terus-menerus? Atau bagaimana jika kamu merasa lelah meskipun sudah beristirahat dan tidur yang cukup?

Menurut Healthline.com, ada beberapa alasan mengapa kamu mudah lelah dan ngantuk seharian.

Kurang Istirahat atau Salah Waktu Istirahat

Jika kamu kurang beristirahat, tentunya tubuh akan mudah lelah keesokan harinya. Tubuh akan mengeluarkan sinyal kelelahan seperti sering menguap, perasaan mengantuk pada jam produktif, hingga kualitas mood yang menurun. Hal yang sering kali kita lupakan adalah anak-anak maupun orang dewasa membutuhkan jadwal tidur teratur untuk berfungsi dengan baik keesokan harinya. Riset membuktikan jadwal tidur yang berantakan bisa memunculkan gejala kelelahan pada tubuh.

Kurang Bergerak dan Olahraga

Melakukan aktivitas fisik yang intens memang bisa membuat tubuh lelah, tetapi sekaligus membangun stamina tubuh serta imunitas terhadap penyakit. Sebaliknya, jika kamu kurang berolahraga maka tubuh akan menjadi lebih cepat lelah meskipun kamu tidak melakukan kegiatan berat seharian. Hal ini sering dirasakan oleh penganut sedentary lifestyle. Orang dengan sedentary lifestyle menghabiskan banyak waktu melakukan aktivitas yang membakar kalori sedikit, seperti duduk atau rebahan. Yuk, mulai sekarang biasakan diri berolahraga dengan rutin!

Stress dan Depresi

Kadar stress yang tinggi bisa membuat tubuh terasa mudah lelah. Studi membuktikan bahwa salah satu gejala stress berlebihan adalah kelelahan dan perubahan suasana hati. Ketika penyebab stress tidak segera diatasi, maka skor rasa lelah yang dialami seseorang cenderung makin tinggi.

Tentu saja dalam berkegiatan sehari-hari, stress adalah hal yang tak terhindarkan. Langkah yang bisa kamu ambil adalah meregulasi tingkat stress dengan meditasi, berolahraga, atau teknik lainnya. Menerapkan pola pikir sehat juga bisa membantu kamu mengatasi rasa stress dan khawatir berlebihan.

Sindrom Kelelahan Kronis

Sindrom kelelahan kronis atay chronic fatigue syndrome dapat diidentifikasi dengan rasa kelelahan yang luar biasa meskipun penderitanya mendapatkan istirahat yang cukup. Rasa kelelahan ini mengganggu kegiatan harian pengidapnya. Gejala lain yang timbul dari sindrom ini adalah nyeri otot dan sendi, radang tenggorokan yang terjadi secara berulang, dan sakit kepala.

Jika kamu atau orang yang kamu kenal mengalami gejala ini selama kurang lebih 4 bulan terakhir, maka konsultasi ke dokter sangat disarankan.

Kurang Asupan Gizi

Beberapa kandungan gizi di bawah ini bisa menimbulkan gejala kelelahan jika tidak dipenuhi dengan baik:

  • Zat besi (bisa menyebabkan anemia dan kelelahan)
  • Protein
  • Hidrasi atau air mineral
  • Kekurangan asupan kalori akibat pola makan tak teratur atau porsi makan kurang tepat

Efek Samping Penyakit

Terdapat beberapa gejala penyakit yang bisa membuat kamu merasa lelah seharian, contohnya seperti diabetes, kelenjar tiroid, dan anemia. Jika kamu sudah mendapatkan istirahat cukup tetapi merasakan gejala kelelahan dalam waktu lama serta perubahan dalam tubuh lainnya, segera periksakan diri ke dokter. Jangan lupa kamu juga bisa gunakan fitur konsultasi dokter online dari Perlindungan Kesehatan Prima dan HealthPlus+ Family agar kamu mendapatkan pengarahan dari ahlinya!

Salam,
Sahabat MyProtection

Read Article
All Category
5 mins read • 04/12/2019
Gajian Hanya Numpang Lewat, Atasi dengan 3 Tips Ini!

Jakarta, 4 Desember 2019 - MyProtection News

Uang gajian tiba, tapi hanya mampir sementara di dompet. Masalah ini sering kali dialami banyak orang. Belum dua minggu berlalu, tapi keuangan sudah menipis pesat. Banyak tagihan yang harus dibayar serta promo diskon yang menggiurkan. Namun, problem ini bisa dikelola dengan tiga tips pengelolaan uang atau money management yang mudah dari MyProtection.

Tentukan Prioritas Keuanganmu

Mungkin Anda pernah berada di posisi membingungkan, harus membayar tagihan atau barang mana terlebih dahulu. Anda bisa menetapkan skala urgensi dan kepentingan dari barang yang harus dibayar. Biaya tagihan listrik, belanja bulanan, dan biaya transportasi harus menempati posisi utama dalam prioritas pengelolaan keuangan Anda. Setelahnya, Anda bisa menyisihkan uang untuk membeli kebutuhan non-esensial lainnya.

Membuat Alokasi Pengeluaran Secara Tepat

Selain membuat prioritas pengeluaran, Anda juga harus tahu berapa jumlah uang yang dapat Anda habiskan. Pastikan pengeluaran Anda tidak lebih besar dari pendapatan Anda. Selalu sisihkan minimal 20% dari keseluruhan pendapatan Anda untuk investasi, deposito, dan tabungan.

Baca juga: Meraup Untung dengan Berjualan Barang Bekas

Persiapkan Dana Darurat

Tentu saja selain memiliki uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Anda juga perlu menyiapkan dana darurat untuk kepentingan mendesak seperti keperluan medis seperti bedah & rawat inap, insiden, hingga kerusakan properti. Dana darurat ini bisa didapatkan dengan menyisihkan 10% - 20% dari gaji. Anda juga bisa mendapatkan meminimalisir pengeluaran darurat dan tak terduga dengan memiliki asuransi kesehatan individu dan paket keluarga, asuransi perlindungan rumah, hingga asuransi kendaraan dengan premi murah yang ditawarkan MyProtection.

Selamat mengelola uang dengan lebih cerdas!

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca juga: Liburan ke Korea Gratis Biaya Visanya Sampai Desember 2019

Read Article