Home
/
Articles
/
Automotive
/
How Much is the Fine for Late Car Tax Payment

How Much is the Fine for Late Car Tax Payment

28 May 2026 | MyProtection News Jakarta

Paying taxes on time is very important, neglecting to do so can result in accumulating fines.

The same applies to vehicle taxes, such as the car tax. If not paid promptly, the penalty can impact your financial condition. So, how exactly do you calculate it, and what is the fine for late car tax payment?

Before knowing how to calculate it, there are 2 important things you need to understand regarding car tax penalty calculation, such as:

berapa denda telat bayar pajak mobil

Amount of Fine for Late Car Tax Payment

The fine that must be paid is calculated based on the length of time the tax has been overdue, consisting of 2 components:

  • PKB Fine or Motor Vehicle Tax, 25% per year of the PKB amount, calculated proportionally per month (25% x months /12).

  • SWDKLLJ Fine, fixed additional charge according to regulations, generally Rp 100.000 for cars, depending on vehicle type.

Car Tax Fine Simulation Based on Length of Delay

  • 1 day late, no fine.

  • 1 week to 1 month late, PKB fine 4.17% + SWDKLLJ.

  • 2 months late, PKB fine 4.17% + SWDKLLJ.

  • 3 months late, PKB fine 6.25% + SWDKLLJ.

  • 4 months late, PKB fine 8.33% + SWDKLLJ.

  • 5 months late, PKB fine 10.42% + SWDKLLJ.

  • 6 months late, PKB fine 12.5% + SWDKLLJ.

  • 7 months late, PKB fine 14.58% + SWDKLLJ.

  • 8 months late, PKB fine 16.67% + SWDKLLJ.

  • 9 months late, PKB fine 18.75% + SWDKLLJ.

  • 10 months late, PKB fine 20.83% + SWDKLLJ.

  • 11 months late, PKB fine 22.92% + SWDKLLJ.

  • 1 year late, PKB fine 25% + SWDKLLJ.

  • 2 years late, PKB fine 50% + SWDKLLJ.

  • 3 years late, PKB fine 75% + SWDKLLJ.

Example of Car Tax Fine Calculation

To better understand the calculation, here is an example of a car tax fine calculation if the payment is late for 6 months, with Motor Vehicle Tax or PKB of Rp 364.200 and SWDKLLJ of Rp 243.000:

  • The formula is, PKB x 25% x 6/12

  • Rp 364.200 + Rp 243.000 x 25% x 6/12 = Rp 394.575

However, please note that the total amount to be paid is not just Rp 394.575. There are additional charges for PKB and SWDKLLJ, making the total Rp 364.200 + Rp 243.000 + Rp 394.575 = Rp 1.001.775, which is the total that must be paid.

The longer the time taken to settle the payment obligation, the higher the fine to be paid.

How to Check a Car Tax Fine

To ensure the amount of fine that must be paid and to get a more accurate PKB fine amount, you can check it through the official e-Samsat website using the following steps:

  • Open the website e-Samsat.id

  • Go to the vehicle tax check menu

  • Enter the vehicle number and date of birth

  • Click check

  • View the result of the car tax fine check that must be paid. This page also includes information on PKB POK, PKB DEN, SWDKLLJ POK, SWDKLLJ DEN, PNPB STNK, PNPB TNBK, and the tax payment due date.

So, that’s the discussion about how much the fine for late car tax payment is, which you need to know so you can immediately pay your vehicle owner’s obligation. Hopefully, this information is useful!

*PT Lippo General Insurance Tbk is licensed and supervised by Financial Services Authority (OJK)

Was this article helpful?
Subscribe to our newsletter
Click subscribe to subscribe to our article newsletter
Share MyPro on
facebook
twitter
instagram
About MyProtection News Jakarta
MyProtection is one of the pioneer portals for purchasing health insurance and general insurance online which can be accessed via website and application platforms since 2017.
Recommended Articles
Travel
5 mins read 15/05/2026
10 Oldest Countries in the World, Many of Them Are in Asia!

Some of the oldest countries in the world are believed to have existed and developed since 6500 BC, marked by the growth of settled communities and the development of these regions.

These ancient countries have been established for hundreds or even thousands of years, making them some of the oldest nations in the world with long histories in human civilization, such as India and China.

MyProtection Friends must be curious about which countries are considered the oldest in the world, along with their history and influence on human civilization. Check out the information below!

Read Article
All Category
5 mins read 21/01/2020
Coronavirus: Perlukah Diwaspadai?

Jakarta, 21 Januari 2020 - MyProtection News. Diperbaharui pada 29 Januari 2020

Beberapa waktu ini, masyarakat dihebohkan dengan penyebaran coronavirus yang mirip pneumonia di China. Pasalnya, virus yang menyerang bagian pernapasan manusia ini telah menjangkit 3.000 orang di China dan terus bertambah setiap harinya. Menurut NY Times, 106 orang di antaranya meninggal dunia akibat virus tersebut.

Lalu, sebenarnya apa itu coronavirus?

WHO menginformasikan bahwa coronavirus merupakan sekelompok virus yang menyebabkan infeksi pernapasan mulai dari flu hingga SARS (Severe Acture Respiratory Syndrome). Saat ini coronavirus yang menyerang China dan negara lainnya disebut sebagai Novel 201 Coronavirus atau 2019-nCov.

Penyebaran virus ini umumnya terjadi melalui binatang kepada manusia. Jika manusia terjangkit virus ini, barulah ia bisa terdeteksi. Namun, penyebaran antar manusia pada manusia lainnya mungkin terjadi.

Profesor Jonathan Ball, pakar virologi dari Universitas Nottingham, berpendapat jika berkaca dari penyebaran wabah di masa lalu, maka coronavirus yang baru ini pasti datang dari binatang. Contohnya, di Timur Tengah sempat terjadi wabah MERS (Middle East Respiratory Syndrome). Sebanyak 858 dari total 2.945 penderitanya meninggal akibat virus MERS. Diketahui penyebaran virus ini berasal dari unta Somalia.

Pemerintah China memastikan Senin bahwa penularan virus misterius ini dapat terjadi antar manusia. Setidaknya 14 petugas medis yang merawat pasien yang terjangkit virus corona, juga tertular. Maka, dikhawatirnya wabah coronavirus yang mirip pneumonia ini bisa meluas karena jutaan orang keluar masuk dari China.

Apa gejala dari coronavirus?

Gejala coronavirus sendiri beragam seperti demam di atas 38 derajat Celcius, tubuh menggigil, kesulitan bernapas atau napas pendek, tubuh terasa sakit, hingga berujung pada kematian. Jika Anda mengalami gejala di atas, segera hubungi tenaga kesehatan profesional untuk mendapatkan instruksi lebih lanjut.

Perlukah kita waspada?

Sampai saat ini, penyebaran wabah coronavirus terus meluas di China bahkan negara di luar China seperti Jepang, Thailand, Australia, hingga Amerika Serikat. Hingga saat ini, pemeriintah China tetap berusaha untuk mencegah penyebaran virus dengan melakukan isolasi. Indonesia sendiri belum mencatat adanya korban dari coronavirus ini. Beberapa turis yang dicurigai mengidap virus dan warga negara Indonesia yang dicurigai mengalami gejala mirip coronavirus telah domonitor secara intensif. Masyarakat juga diimbau untuk menjaga kebersihan tangan dan saluran pernapasan atas.

Bagi Anda yang berencana mengunjungi negara yang terjangkit wabah, maka disarankan agar Anda mengurangi kontak dengan binatang atau dengan korban terjangkit wabah. Jika bisa, Anda bisa mengubah jadwal keberangkatan. Anda dapat memperlengkapi diri dengan asuransi perjalanan atau asuransi kesehatan untuk melindungi diri dari kejadian tak diinginkan di masa depan.

Semoga Anda dan keluarga sehat selalu.

Salam,
Sahabat MyProtection

Read Article
All Category
5 mins read 23/12/2019
5 Langkah untuk Mempersiapkan Tahun Baru

Jakarta, 23 Desember 2019 - Myprotection News

Sebelum memasuki tahun yang baru, sering kali kita mulai “berbenah” menyiapkan hal-hal yang akan dilakukan di tahun mendatang. Seperti kebiasaan baik yang ingin dibentuk tahun depan, negara tujuan yang ingin Anda kunjungi selanjutnya dan berbagai target lain. MyProtection juga punya 5 langkah sederhana untuk memulai tahun baru dengan semangat baru!

  1. Buatlah daftar pencapaian Anda di tahun ini

Bergerak cepat ke depan itu baik. Menyusun target yang ingin dicapai tahun depan juga baik. Namun, jangan lupa untuk mengapresiasi pencapaian yang Anda dapatkan tahun ini. Baik prestasi besar ataupun kecil, menunjukkan perkembangan dalam hidup Anda. Dengan mengenali potensi diri, Anda pun bisa melangkah dengan lebih percaya diri untuk meraih goal selanjutnya.

  1. Mengingat kembali pelajaran yang Anda dapatkan tahun ini

Sepanjang perjalanan dari awal hingga akhir tahun, apakah Anda memiliki pelajaran berharga? Coba ingat-ingat kembali kejadian yang membuat Anda tersenyum atau bahkan menangis. Jangan lupa untuk selalu bersyukur atas pengalaman yang Anda terima di tahun ini dan membawa pelajaran positif untuk tahun depan.

Baca juga: Meraup Untung dengan Berjualan Barang Bekas

  1. Membuat target realistis ke depan

Bermimpilah setinggi langit. Istilah ini sudah tidak asing di telinga kita tentunya. Kita didorong untuk memiliki mimpi besar di masa depan. Walaupun begitu, Anda juga harus mengingatkan diri, bahwa kadang untuk mewujudkan mimpi, dibutuhkan waktu dan usaha yang lama. Mulailah dengan memasang target sederhana yang bisa Anda lakukan. Misalnya, Anda bermimpi ingin jalan-jalan ke Eropa. Maka Anda bisa mulai menabung Rp 1.000.000 tiap bulannya. Small progress is still progress, lho Sahabat MyProtection!

  1. Bersihkan lemari Anda!

Tetapkan satu hari untuk merombak lemari Anda. Pisahkan baju yang masih terpakai dan yang sudah tidak terpakai. Baju lama Anda bisa didonasikan atau bahkan dijual, lho! Lalu Anda juga bisa menerka-nerka, apakah ada item baju yang ingin Anda tambahkan untuk menyegarkan penampilan di tahun baru!

  1. Upgrade diri dan ruang sekeliling Anda

Wah, ternyata bukan cuma Anda yang butuh upgrade, tapi lingkungan sekitar Anda juga. Jika biasanya kita membeli barang tanpa pertimbangan panjang, ambilah waktu untuk memikirkan konsep dari ruang tinggal Anda. Pilih barang yang ingin Anda ganti dan benar-benar butuhkan. Pindahkan posisi furniture dan pilih cat dinding baru. Perubahan kecil bisa mempengaruhi mood Anda!

Kira-kira, hal apa sih yang Anda persiapkan sebelum memasuki tahun baru?

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca juga: Tradisi Natal Unik ini Hanya Ada di Indonesia

Read Article