Biaya medis di Indonesia yang terus melonjak sering kali menjadi tantangan bagi masyarakat dan menyebabkan risiko finansial bagi perencanaan finansial pribadi ataupun keluarga.
Menurut riset global Tren Kesehatan yang dilakukan Mercer Marsh Benefits , pada tahun 2026 lonjakan biaya medis di Indonesia diproyeksikan mencapai angka 15,1% hingga 17,8%, di mana angka tersebut jauh melampaui inflasi ekonomi umum yang ada di angka 2,5% hingga 3% setiap tahunnya dan termasuk yang tertinggi di Asia Tenggara.
Bukan hanya itu, lonjakan biaya atau inflasi medis juga dapat tercermin dari semakin mahalnya perawatan kesehatan saat ini. Menurut artikel dari Halodoc, biaya perawatan ICU/ICCU di rumah sakit Indonesia dapat mencapai jutaan rupiah per hari, tergantung fasilitas dan peralatan medis yang digunakan
Biaya kesehatan yang semakin meroket itulah yang membuat banyak orang saat ini sadar akan pentingnya asuransi kesehatan. Terdapat beberapa alasan lain mengapa penting untuk memiliki asuransi kesehatan, antara lain:
Akses ke banyak rumah sakit, perusahaan asuransi swasta umumnya banyak bekerja sama dengan rumah sakit rekanan yang kompeten, memiliki jaringan rumah sakit yang luas dan bervariasi sehingga kamu dapat mencari lokasi rumah sakit yang terbaik.
Proses lebih mudah, asuransi kesehatan juga umumnya menawarkan layanan prosedural yang lebih mudah bagi para pemegang polis.
Hemat waktu, menggunakan asuransi kesehatan pribadi juga dapat mempersingkat alur sehingga kamu dapat ditangani lebih cepat.
Fasilitas cashless, dengan asuransi kesehatan yang dimiliki, kamu juga dapat menikmati fitur cashless yang mempermudah proses pembayaran.
Dengan biaya medis yang semakin melonjak, memilih premi asuransi kesehatan yang tepat sangatlah penting guna memastikan perlindungan yang diberikan sebanding dengan premi yang harus dibayarkan setiap bulannya.
Di era digitalisasi saat ini, banyak perusahaan asuransi juga yang memanfaatkan digitalisasi layanan kesehatan dengan mengintegrasikannya ke gadget sehari-hari. Dimana saat ini juga fokusnya bukan hanya pengobatan saja, namun juga pencegahan.
Dengan memahami detail asuransi kesehatan yang kamu miliki juga dapat memberikan ketenangan pikiran di tengah situasi darurat medis yang bisa datang kapan saja.
Adanya kenaikan pada harga premi asuransi kesehatan saat ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti semakin mahalnya teknologi medis modern, kenaikan harga obat-obatan impor, hingga biaya operasional rumah sakit yang meningkat.
Faktor-faktor tersebut mendorong perusahaan asuransi terpaksa untuk melakukan repricing atau penyesuaian premi untuk memastikan klaim nasabah tetap terbayarkan secara konsisten.
Repricing juga menjadi proses penyesuaian premi asuransi kesehatan dengan beberapa tujuan, antara lain:
Relevan dengan biaya medis terbaru
Menyesuaikan dengan perkembangan layanan kesehatan
Adil untuk seluruh nasabah
Sustainable dalam jangka panjang
Sedentary lifestyle atau pola hidup dengan tingkat aktivitas fisik juga memicu adanya peningkatan risiko penyakit kritis di usia muda yang juga menjadi faktor penentu naiknya profil risiko.
Inflasi medis yang terjadi membuat perusahaan asuransi melakukan langkah peninjauan atau penyesuaian harga premi yang disebut repricing.
Jika langkah peninjauan ini tidak dilakukan, maka dapat terjadi ketidakseimbangan antara premi yang dibayarkan dengan biaya klaim yang terus meningkat yang jika dibiarkan dapat berdampak langsung pada kualitas layanan dan keberlangsungan produk.
Dalam mengatur penerapan repricing, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan POJK Nomor 36 Tahun 2025 terkait Penguatan Ekosistem Asuransi Kesehatan, dimana di dalamnya mengatur mekanisme peninjauan premi/kontribusi, atau repricing.
Dengan adanya pemberlakuan aturan ini, perusahaan asuransi hanya dapat melakukan repricing paling banyak 1 kali dalam 1 tahun dengan pemberitahuan tertulis 30 hari kalender sebelumnya kepada para peserta polis asuransi.
Aturan ini memiliki tujuan utama untuk melindungi Nasabah/Peserta agar manfaat asuransi tetap dapat digunakan dalam jangka panjang di tengah kenaikan biaya kesehatan, sehingga penyesuaian premi lebih terukur dan dapat diantisipasi berdasarkan riwayat kesehatan.
Walaupun biaya medis terus mengalami kenaikan, terdapat beberapa langkah strategis yang dilakukan agar perlindungan kesehatanmu tetap ekonomis.
Pertama, memilih premi asuransi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Jangan tergiur dengan adanya limit tahunan hingga miliaran rupiah padahal yang dibutuhkan hanya proteksi dasar yang fungsional.
Ada pula metode CoB atau Coordination of Benefit antara asuransi kantor dan asuransi pribadi yang digunakan untuk mengoptimalkan manfaat klaim.
Umumnya, asuransi kesehatan yang diberikan kantor sudah memberikan proteksi dasar yang fungsional, dengan begitu kamu dapat mengambil asuransi tambahan yang berfokus pada penyakit kritis atau santunan harian saja.
LGI bekerja sama dengan Lifepal menghadirkan pilihan asuransi kesehatan dengan manfaat yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansialmu. Dengan pilihan limit tahunan hingga ratusan juta rupiah serta lebih dari 1000 jaringan rumah sakit rekanan, kamu dapat menyesuaikan premi tanpa harus mengorbankan kualitas perlindungan.
Car indicator lights serve to provide drivers with information about the vehicle's and engine's condition while driving.
With indicator lights located on the car dashboard, drivers can also detect damaged components that must be replaced immediately to avoid more serious damage to the vehicle.

In general, indicator lights are represented through symbols that illustrate specific problems. Therefore, it is important to understand the meaning behind these symbols. Check out the following list!
A light shaped like a thermometer or radiator, usually glowing red, indicates that the engine temperature has exceeded the normal limit or is overheating.
If this happens, you can check the car’s cooling components, such as the coolant and the radiator fan.
If a battery icon appears on the dashboard, this light may indicate a problem with the car's battery, such as a broken connection, a weak battery, or a short circuit in the cables.
When this light comes on, it is essential to visit a repair shop immediately to ensure the electrical system is functioning properly. If ignored, the car may shut down and fail to start.
The old-fashioned oil can recognize the oil pressure warning light symbol with oil dripping from its spout.
This light indicates insufficient engine lubrication or that the oil needs to be replaced soon.
It may also signal a leak or damage to the oil pump that requires immediate repair.
The brake warning light, marked with an exclamation mark inside a circle, usually lights up when the handbrake is still engaged.
If the handbrake is released but the light remains on, it could indicate a problem in the braking system, such as low hydraulic pressure or brake fluid that is nearly empty.
Next, if an engine symbol appears on the dashboard, it may indicate a problem with the car’s vital engine system.
What you need to do is keep calm and don’t need to be panic. This light indicator can also turn on due to minor issues, such as a loose fuel cap. To be sure, have the car checked at the nearest repair shop.
A steering lock wheel symbol usually comes with a glowing red color, indicating that the steering is locked. When this light comes on, the steering wheel cannot be moved.
This could be caused by several factors, such as the key not being in the proper position, an issue with the steering lock system, or simply forgetting to turn the key to the ignition position.
The seat belt indicator, depicted by an icon of a person wearing a seat belt, indicates that the driver or passengers have not properly fastened their seatbelts.
The solution for this is simple: just fasten the seatbelt correctly to turn off the warning light.
The power steering indicator light, illustrated with a steering wheel and an exclamation mark beside it, signals a problem with the car’s power steering system that must be resolved immediately.
When this light turns on, the steering wheel will feel heavier, indicating it’s time to take the car to the nearest repair shop for inspection.
Apart from the 8 indicator lights above, there are still many other dashboard warning lights you may encounter, such as the parking brake indicator, master warning indicator, distance warning, and even the airbag warning light. Hopefully, this information is useful!
*PT Lippo General Insurance Tbk is licensed and supervised by Financial Services Authority (OJK)
Jakarta, 16 April 2020 - MyProtection News
Udara yang segar memang dibutuhkan bagi semua orang. Selain pernapasan menjadi lancar, produktivitas dan suasana hati pun bisa meningkat. Salah satu hal yang bisa membantu membersihkan udara adalah tanaman.
Selain punya banyak manfaat, Anda pun bisa menghias rumah dengan berbagai jenis tanaman. Merapikan taman dan menanam pohon bisa jadi ide aktivitas Anda selama karantina diri di rumah. Berikut ini 5 tanaman yang bantu menyaring udara di rumah.
Manfaat lidah buaya tentunya tidak diragukan lagi untuk kulit, rambut, hingga makanan menyehatkan. Ternyata, lidah buaya bisa membantu membersihkan udara kotor di rumah. Letakan lidah buaya di taman atau dekat dengan jendela yang terkena paparan sinar matahari. Sehingga tanaman bisa berfotosintesis dengan baik.
Tumbuhan berdaun agak tajam satu ini punya fungsi anti-polutan. Lidah mertua akan menyerap polusi yang ada dan menggantinya dengan oksigen. Menurut penelitian, lidah mertua bisa membantu menyaring polutan berbahaya seperti formaldehyde, xylene, benzene, toluene, dan trichloroethylene. Perawatannya pun tergolong mudah karena tak perlu sering disiraam air.
Bukan hanya berpenampilan elok, lili paris atau spider plants juga punya kemampuan untuk membersihkan udara dengan baik. Selain itu, ukurannya yang relatif kecil membuat tanaman ini mudah diletakan di sekitar rumah. Contohnya digantung dengan pot, diletakan di atas meja, atau depan jendela rumah.
Peace lily sering kali digunakan untuk mendekorasi rumah karena keelokan penampilan bunganya. Namun, tahukah Anda peace lily juga bisa menyaring udara, mengurangi spora jamur di udara serta menghambat pertumbuhan jamur di kamar mandi.
Dilansir dalam BHG, bunga krisan merupakan salah satu penyaring udara terbaik. Bunganya yang indah dan berwarna-warni memang tak semudah 4 tanaman di atas untuk dirawat. Tanaman satu ini juga bisa dikonsumsi dalam bentuk teh. Teh krisan digadang memiliki manfaat untuk membuat saraf menjadi rileks dan meningkatkan imunitas tubuh.
Salam,
Sahabat MyProtection
ETLE, which stands for Electronic Traffic Law Enforcement, is an electronic ticketing system currently implemented to support road order and discipline.
With this electronic ticketing system, road safety can be maintained without the need for supervision by physical officers, thanks to rapid technological development.

To better understand how the system works and the mechanism behind the current electronic ticketing, check out the explanation below!
Generally, the ETLE system, comprising camera devices, is installed at strategic road locations, such as intersections, toll roads, and other high-traffic, high-violation-prone areas.
This system can automatically capture various types of traffic violations, such as:
Not wearing a seat belt.
Using a mobile phone while driving.
Running a red light.
Exceeding the speed limit.
Not wearing a helmet for motorcycle riders and passengers.
Violating road markings.
Vehicles are not using the proper license plate.
Once the camera detects a violation, the system will automatically analyze the recorded images and videos to identify the type of violation committed.
After detecting a violation, the vehicle data will be matched with the National Police’s motor registration database.
This information typically includes the license plate number, vehicle type, and ownership details, which are then automatically verified.
If the data matches, the registered vehicle owner will receive a direct notification regarding the electronic ticket.
However, if the ownership data has not been updated and the vehicle has changed hands, the registered owner will still receive the ticket notification.
Once the driver identification process is completed, the next step is sending a ticket confirmation letter to the registered address in the system.
This confirmation letter usually includes the following information:
The type of violation committed.
The location and time of the violation.
Documentation evidence, such as photos or videos.
The fine that the vehicle owner must pay.
The deadline for confirming the violation.
After receiving the ticket letter, the vehicle owner must confirm it before the deadline either through the official ETLE website or by visiting the designated police office.
There are several options after receiving the confirmation letter:
Acknowledge the violation and proceed with the fine payment.
File an objection if the violation was not committed by providing supporting evidence at the police station.
If confirmation is not made within the specified time limit, the vehicle registration or STNK may be blocked until the ticket fine is settled.
The final process is paying the fine through various payment methods.
Common payment options usually include:
Bank transfer via BRI Virtual Account or BRIVA using the number stated in the confirmation letter.
E-wallet applications partnered with the government.
Direct payment at designated banks.
After the payment is completed, the ETLE system will update the violation status in real-time, and the vehicle owner will no longer face further penalties.
So, that’s a brief explanation of the electronic traffic ticket system, or ETLE, and its process. Always drive safely, obey the rules, and stay disciplined on the road. Hopefully, this information is useful!
*PT Lippo General Insurance Tbk is licensed and supervised by Financial Services Authority (OJK)