Tahukah kamu fungsi filter oli mobil dan pentingnya dalam menjaga performa mesin? Seperti namanya, komponen ini berfungsi menyaring kotoran serta partikel logam dari oli, sehingga pelumas yang ada tetap bersih.
Karena kegunaannya tersebut, mengganti filter oli mobil secara rutin sangatlah penting untuk menjaga kualitas pelumasan mesin dan menghindari kerusakan lebih serius pada berbagai komponen mobil.
Agar kualitasnya tetap terjaga, disarankan untuk mengganti filter oli mobil setiap 10.000 km atau sesuai dengan jadwal servis berkala, khususnya jika kendaraan rutin digunakan.
Untuk membantu kamu lebih memahami pentingnya filter oli mobil, berikut ini beberapa fungsi penting yang harus kamu ketahui dari fungsi filter oli!
Fungsi utama dan paling penting dari filter oli mobil adalah untuk menyaring kotoran yang masuk ke dalam oli mesin.
Karena mesin yang digunakan terus menerus, terdapat kemungkinan oli terkontaminasi oleh kotoran yang dapat membuat kualitas oli berkurang.
Agar mesin dapat tetap bekerja dengan baik, filter oli mobil yang bertugas sebagai saringan memungkinkan oli tetap bersih dari berbagai kontaminan seperti karbon, gram besi, hingga kotoran lainnya agar tidak masuk ke dalam mesin mobil.
Selanjutnya, filter oli mobil juga dapat membantu dalam merawat komponen mesin mobil.
Jika filter oli tidak ada atau mengalami kerusakan, maka proses penyaringan kotoran tidak dapat berjalan dengan baik, yang membuat kotoran dapat dengan mudah masuk ke dalam mesin mobil.
Apabila hal tersebut terjadi, mesin dapat lebih mudah rusak dan kinerja kendaraan akan menjadi terganggu. Oleh sebab itu, penting untuk menjaga filter oli mobil tetap dalam keadaan optimal dengan melakukan pengecekan secara rutin.
Agar mobil dapat bekerja dengan baik, distribusi oli mesin di dalamnya juga harus dapat bekerja dengan stabil.
Salah satu faktor yang dapat memengaruhi adalah filter oli mobil yang bermasalah. Jika komponennya rusak, terdapat masalah lain yang dapat timbul, seperti mesin yang lebih cepat aus karena adanya gesekan berlebih.
Jika hal ini terus berlanjut, performa dan kinerja mesin mobil dapat menurun dan komponen-komponen di dalamnya menjadi lebih cepat rusak.
Setelah mengetahui fungsi dan pentingnya mengganti filter oli mobil secara rutin, kamu juga harus dapat mengenali tanda-tanda kapan harus menggantinya, antara lain:
1. Menurunnya tekanan oli, yang dapat menjadi salah satu indikator adanya masalah di bagian mesin mobil. Jika kamu mengalami masalah tersebut, ada kemungkinan disebabkan oleh filter oli yang mengalami kebocoran atau tersumbat, yang membuat oli masuk ke mesin.
2. Mesin overheat, kondisi filter oli mobil yang kurang optimal menyebabkan suplai oli menjadi terhambat. Hal tersebut dapat menimbulkan gesekan pada mesin mobil yang dapat menyebabkan terjadinya mesin overheat.
3. Menurunnya performa mesin, adanya penumpukan kotoran atau kontaminan lainnya yang diakibatkan oleh filter oli yang rusak juga dapat menurunkan performa mesin dan menyebabkan tenaga yang buruk.
4. Adanya bunyi gesekan logam, filter oli yang bermasalah dapat membuat suplai oli ke mesin berkurang, yang dapat menyebabkan kinerja komponen mesin menjadi berkurang serta menimbulkan gesekan logam yang mengganggu kenyamanan berkendara.
5. Asap knalpot tampak kotor yang menjadi salah satu tanda bahwa filter oli mobil dalam kondisi yang buruk, dibarengi dengan bau oli yang terbakar.
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
Tie Rod Mobil - Mobil terdiri dari berbagai jenis komponen di dalamnya yang masing-masing memiliki fungsi krusial agar dapat berkendara dengan baik.
Seperti salah satunya yaitu tie rod mobil yang merupakan batang penghubung antara sistem kemudi dengan roda depan yang memungkinkan mobil bermanuver dengan lancar dan kendaraan tetap stabil.
Tie Rod yang mengalami kerusakan dapat berdampak pada kendaraan, seperti menjadi sulit dikendalikan, roda tidak stabil, hingga mengeluarkan suara berisik.
Untuk lebih memahami kegunaannya, berikut ini beberapa fungsi tie rod mobil yang harus kamu ketahui!
Tie rod berada di ujung steering gear dan steering knuckle. Ketika kemudi dibelokkan, maka komponen ini akan membuat gerakan memutar menuju steering gear box yang membuat adanya tarikan dan dorongan.
Gerakan tersebut yang akan membuat roda depan mobil bergeser atau belok sesuai dengan arah yang telah ditentukan pengemudi.
Adanya tie rod juga dapat membantu meredam getaran ketika berkendara di jalan tidak rata. Hal ini dikarenakan tie rod dilengkapi dengan ball joint yang dapat menyebabkan gerakan ke segala arah.
Long tie rod dapat membantu meredam getaran arah atas dan bawah, sedangkan tie rod end dapat membantu memutuskan gerakan ke kiri dan kanan.
Tie rod juga memiliki kegunaan untuk mengatur jarak antara roda depan atau wheelbase.
Dibagi menjadi dua jenis, yaitu toe in yang memiliki fungsi untuk mengatur roda depan tetap lurus dan stabil, dan toe out yang berfungsi untuk mencegah keausan ban yang tidak merata.
Setelah mengetahui fungsi dan kegunaannya, agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan saat berkendara, penting juga untuk mengetahui apa saja ciri-ciri tie rod mobil rusak, sebagai berikut.
Getaran yang tidak normal ketika berkendara pada bagian setir atau kabin dapat menjadi salah satu ciri tie rod mobil yang mengalami kerusakan.
Suara berdecit ketika belok juga dapat menjadi ciri berikutnya yang biasanya akan terdengar ketika kemudi di arahkan ke kanan atau kiri.
Berkurangnya kestabilan mobil disebabkan tie rod rusak yang dapat mempengaruhi sistem kemudi mobil dan hilangnya stabilitas ketika melakukan manuver.
Mobil aus secara tidak merata yang disebabkan ban mobil tidak terkunci dengan baik karena adanya kerusakan pada tie rod yang menyebabkan gesekan tidak merata pada ban.
Jika salah satu cirinya sudah dirasakan ketika berkendara, penting untuk segera melakukan perawatan dan pemeliharaan rutin atau bahkan segera mengganti komponennya.
Hal ini dikarenakan tie rod yang rusak dapat membuat mobil sulit untuk dikemudikan, roda menjadi tidak stabil, hingga getaran pada bagian setir yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Umumnya, kerusakan tie rod dapat terjadi karena beberapa hal, seperti:
Keausan atau kerusakan akibat gesekan yang terjadi ketika mobil bergerak.
Kerusakan pada tie rod end yang ada pada bagian ujung di roda mobil/
Kerusakan pada sambungan antara long tie rod dan tie rod end yang memiliki fungsi utama untuk menjalankan fungsi tie rod.
Ban yang tidak merata dan munculnya potensi ban mobil untuk belon dan menimbulkan tekanan pada tie rod.
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
Jakarta, 29 Maret 2020 - MyProtection News
Sebagian masyarakat Indonesia saat ini sedang menjalankan puasa. Walaupun puasa kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya, tetapi semangat kebersamaan dalam puasa harus tetap terjaga. Selain kebersamaan, kesehatan Anda juga perlu dijaga. Caranya yaitu lewat olahraga!
Berolahraga terbukti membawa banyak manfaat positif bagi tubuh. olah raga teratur bisa memelihara kesehatan mental, menjaga daya tahan tubuh, bahkan membuat Anda menjadi awet muda. Oleh karena itu, dianjurkan Anda berolahraga dengan intensitas sedang selama 150 menit tiap minggunya.
Anda juga tetap bisa berolahraga meski sedang menjalankan puasa, lho! Berikut ini tips agar olahraga aman dan puasa tetap nyaman.
Saat sedang menjalankan puasa, menurut ahli, waktu terbaik untuk melakukan olahraga adalah sebelum buka puasa (mendekati magrib), antara setelah tarawih dan sebelum tidur, lalu setelah subuh. Karena olahraga dapat membuat tubuh kehilangan energi dan cairan, maka disarankan untuk berolahraga 15 menit – 30 menit sebelum berbuka puasa atau setelah berbuka puasa.
Sedangkan, untuk jenis olahraga yang dipilih, Anda bisa memiliki kegiatan intensitas ringan hingga sedang seperti jogging, stretching, dan yoga. Pemilihan jenis olahraga harus disesuaikan dengan kondisi tubuh dan lingkungan. Apalagi di tengah pandemi COVID-19, aktivitas di luar rumah pun perlu dikurangi.
Anda bisa melakukan 1 sesi olahraga yang berlangsung selama 15 – 30 menit/sesi. Tiap minggunya, Anda bisa melakukan 4 – 5 sesi agar tubuh tetap fit. Namun, lagi-lagi kegiatan olahraga ini harus disesuaikan dengan kondisi tubuh. Anda juga bisa melihat variasi olahraga di rumah melalui Youtube atau media social lainnya.
Ketika berolahraga, Anda turut membakar kalori dalam tubuh dan berkeringat. Oleh karena itu, penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan hidrasi setelah olahraga. Sehingga, disarankan untuk berolahraga sebelum berbuka atau setelah berbuka. Jika Anda memaksakan tubuh berolahraga di siang hari, bisa jadi tubuh malah kekurangan cairan dan energi. Akhirnya, tubuh bukannya fit malah menjadi sakit. Pilih makanan yang bernutrisi lengkap saat berbuka puasa. Kurangi makanan manis dan mengandung garam tinggi. Perbanyak konsumsi sayur, buah, dan air putih.
Istirahat yang cukup sama pentingnya dengan berolahraga. Tanpa istirahat cukup, ketahanan tubuh bisa menurun, fokus pun jadi berkurang. Pastikan Anda tidur selama 6 – 8 jam tiap harinya pada jadwal tetap. Sehingga tubuh bisa membangun alarm alami.
Salam,
Sahabat MyProtection
Jakarta, 29 Maret 2020 - MyProtection News
Ketika berpuasa, ada berbagai tantangan yang bisa kita hadapi. Salah satunya menahan rasa lapa dan haus. Tubuh pun rentan mengalami kekurangan cairan dan nutrisi tubuh karena waktu makan terbatas. Gangguan kesehatan yang lazim terjadi saat berpuasa adalah panas dalam.
Aswin Pramono, dokter ahli penyakit dalam dari RS Carolus Jakarta menyatakan bahwa panas dalam bisa berhubungan dengan kekurangan cairan tubuh. Apalagi jika asupan hidrasi tidak dipenuhi ketika buka puasa dan tubuh.
Ketika tubuh panas dalam akibat dehidrasi saat berpuasa maka efek yang bisa dirasakan adalah demam ringan, air liur kering, kelenturan kulit terganggu serta bibir pecah-pecah. Jika dibiarkan terus menerus, tubuh akan mudah terserang flu dan penyakit lainnya.
Oleh karena itu penting untuk minum air putih yang cukup, bahkan saat puasa. Triknya adalah minum segelas air putih saat berbuka & setelah salat magrib. Dilanjutkan 2 gelas air putih setelah berbuka atau makan besar. Lalu 1 gelas air putih setelah tarawih dan 1 gelas lagi sebelum tidur. Kemudian Anda bisa meminum segelas air putih saat sahur dan 2 gelas air putih seusai sahur. Pastikan Anda minum setidaknya 8 gelas atau 2 liter air putih sesuai kebutuhan dan kondisi tubuh.
Anda juga bisa mengonsumsi beberapa makanan saat panas dalam mulai menyerang. Contohnya seperti jeruk yang kaya vitamin C, buah pisang untuk memperlancar pencernaan, susu & yoghurt yang bernutrisi. Berbagai buah-buahan ini bisa Anda olah menjadi takjil atau jus agar tak membosankan.
Salam,
Sahabat MyProtection