Beranda
/
Artikel
/
Otomotif
/
Fungsi Kampas Rem Mobil dan Kapan Harus Diganti

Fungsi Kampas Rem Mobil dan Kapan Harus Diganti

21 January 2026 | MyProtection News Jakarta

Kampas rem mobil yang menjadi salah satu komponen vital dalam sistem pengereman mobil yang memiliki fungsi untuk menciptakan gesekan dengan cakram rem sehingga kendaraan dapat berhenti atau berjalan lebih lambat.

Karena fungsinya tersebut, melakukan pengecekan pada bagian kampas rem mobil secara rutin sangatlah penting agar kinerjanya tetap maksimal dan keselamatan berkendara tetap terjaga.

Simak ulasan lengkap seputar kampas rem mobil berikut ini yang dapat membantumu lebih memahami cara kerja, jenis, hingga cara ceknya dengan benar.

Cara Kerja Kampas Rem Mobil

Untuk lebih memahami cara kerja kampas rem pada sistem pengereman mobil, simak proses berikut ini:

  • Saat pedal rem ditekan, maka tekanan terus akan diteruskan melalui minyak rem ke kaliper.

  • Kaliper akan menekan kampas rem ke kedua sisi piringan cakram yang ikut berputar dengan roda.

  • Hal tersebut akan menciptakan gesekan melawan putaran roda sehingga dapat membuat laju kendaraan melambat dan berhenti.

Jenis Kampas Rem Mobil

  • Semi Metalik, memiliki daya tahan lama serta memiliki tipe transfer panas yang baik. Jenis kampas ini umumnya menggunakan bahan dasar sintesis organik yang dicampur dengan olahan campuran metal yang memberikannya daya tahan panas yang baik.

  • Organik, yang terbuat dari kombinasi resin, karbon, kaca, karet, dan lainnya. Kendaraan yang menggunakan jenis kampas ini juga terbebas dari bunyi decit mengganggu. Hal yang harus diperhatikan adalah mengeceknya secara rutin untuk memastikan kampas rem tidak habis.

  • Non Asbes Organik, dengan performa lebih baik jika dibandingkan kampas rem dengan jumlah metal yang tinggi. Jenis kampas ini juga memiliki kinerja yang baik dan mampu membuat keselamatan berkendara lebih terjamin.

  • Keramik, yang dipercaya memiliki performa terbaik jika dibandingkan dengan jenis lainnya, umumnya digunakan pada mobil mewah karena harganya yang relatif lebih mahal. Penggunaan bahan keramiknya membuat jenis kampas ini tidak meninggalkan residu ataupun menimbulkan bunyi mengganggu.

kampas rem mobil

Cara Cek Kampas Rem Mobil

Umumnya, waktu yang tepat menandakan kampas rem mobil harus segera diganti adalah ketika pada proses pengereman mengeluarkan bunyi berdecit.

Selain itu, kondisi fisik kampas rem juga dapat menjadi salah satu pertanda untuk segera menggantinya. Oleh sebab itu, sangat disarankan untuk secara rutin untuk melihat kondisinya di dalam kendaraan.

Pada umumnya, kampas rem cakram dilengkapi dengan plat tipis yang berfungsi sebagai indikator ketika ketebalannya mulai berkurang.

Saat plat kecil tersebut bergesekan dengan piringan cakram, akan timbul suara berdecit sebagai tanda peringatan.

Jika terlihat bahwa bagian plat sudah menyentuh piringan cakram, artinya kampas rem harus segera diganti dengan yang baru.

Sebelum menggantinya, pastikan juga bagian kaliper dan piringan cakram yang ada dibersihkan terlebih dahulu untuk menghindari adanya penumpuan kotoran, seperti residu maupun sisa kampas yang menempel.

Langkah ini dilakukan guna mengoptimalkan kinerja dari sistem pengereman yang dapat terganggu, khususnya ketika kotoran yang ada bercampur dengan air.

Nah, itulah pembahasan seputar kampas rem mobil, mulai dari kegunaan, cara kerja, berbagai jenisnya, hingga cara melakukan pengecekan dan waktu yang tepat untuk menggantinya. Semoga bermanfaat!

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

Apakah artikel ini membantu?
Subscribe Newsletter Kita
Klik subscribe untuk berlanggan newsletter artikel kami
Bagikan MyPro ke
facebook
twitter
instagram
Tentang MyProtection News Jakarta
MyProtection adalah salah satu pioneer portal pembelian asuransi kesehatan maupun asuransi umum secara online yang dapat diakses melalui platform website dan aplikasi sejak 2017.
Rekomendasi Artikel
Otomotif
5 mins read • 13/02/2026
8 Lampu Indikator Mobil dan Artinya yang Wajib Diketahui Para Pengendara!

Lampu indikator mobil memiliki fungsi untuk memberikan petunjuk dan informasi kepada pengendara terkait kondisi kendaraan dan mesin yang ada saat berkendara.

Dengan adanya lampu indikator yang terletak di dasbor mobil, pengendara juga dapat mengetahui komponen yang rusak dan harus segera diganti untuk menghindari kerusakan lebih parah pada kendaraan.

8 Lampu Indikator Mobil dan Artinya yang Wajib Diketahui Para Pengendara!

lampu indikator mobil

Umumnya, lampu indikator sendiri direpresentasikan melalui simbol yang melambangkan masalah-masalah tertentu. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui makna simbol-simbol yang ada. Simak berikut ini!

1. Peringatan Temperatur Mesin

Lampu dengan bentuk termometer atau gambar radiator yang umumnya menyala dengan warna merah menandakan bahwa suhu mesin telah melebihi batas normal atau overheat.

Jika hal ini terjadi, kamu dapat melakukan pengecekan pada komponen pendingin mobil, seperti coolant hingga kipas radiator.

2. Peringatan Aki

Jika pada dasbor mobil muncul gambar aki atau baterai, lampu tersebut dapat menjadi pertanda adanya masalah pada bagian aki mobil, seperti putus, soak, atau korsleting pada kabel.

Jika lampu ini muncul, penting untuk segera pergi ke bengkel untuk memastikan masalah pada bagian kelistrikan mobil, karena jika dibiarkan, dapat membuat mobil mati dan tidak bisa dinyalakan.

3. Peringatan Tekanan Oli

Peringatan tekanan oli dapat dikenali melalui gambar kaleng oli kuno dengan tetesan oli yang keluar melalui corongnya. Lampu ini dapat menandakan kurangnya pelumas oli pada mesin serta kondisi oli yang harus segera diganti.

Lampu ini juga dapat menandakan adanya kebocoran ataupun kerusakan pada pompa oli yang harus segera diperbaiki.

4. Lampu Peringatan Rem

Lampu peringatan rem yang ditandai dengan gambar tanda seru di dalam kurung biasanya menyala ketika rem tangan masih aktif.

Jika rem tangan telah dimatikan dan lampu indikatornya masih menyala, hal tersebut dapat berarti adanya masalah pada sistem pengereman seperti tekanan hidrolik ataupun cairan rem yang sudah hampir habis.

5. Indikator Check Engine

Selanjutnya, jika pada dasbor muncul gambar mesin mobil, dapat menjadi pertanda adanya masalah di bagian sistem vital mesin mobil.

Tidak perlu panik, lampu ini juga dapat menyala karena hal sepele, seperti tutup bensin yang kurang rapat dan sebagainya. Oleh sebab itu, agar masalah segera diketahui, kamu dapat langsung melakukan pengecekan ke bengkel.

6. Indikator Kemudi Terkunci

Gambar simbol setir yang terkunci menandakan indikator kemudi terkunci yang biasanya berwarna merah. Jika lampu ini menyala, berarti setir mobil tidak dapat digerakkan.

Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti posisi kunci yang belum tepat, masalah pada sistem pengunci setir, ataupun masalah sepele seperti belum memasukkan kunci ke dalam kondisi menyala.

7. Indikator Seat Belt

Indikator seat belt yang ditandai dengan gambar orang yang menggunakan sabuk pengaman menandakan bahwa seat belt pengemudi maupun penumpang belum terpasang dengan baik.

Solusi untuk memperbaikinya juga sangatlah mudah, hanya perlu menggunakan seat belt atau sabuk pengaman dengan benar.

8. Indikator Power Steering

Lampu indikator yang diandai dengan gambar roda kemudi dengan tanda seru di sebelahnya menandakan adanya permasalahan di sistem power steering mobil yang harus segera diatasi.

Ketika lampu indikator ini hidup, setir mobil akan terasa lebih berat, yang menjadi pertanda untuk segera melakukan pemeriksaan ke bengkel terdekat agar masalah teratasi.

Selain 8 lampu indikator mobil di atas, masih banyak lagi lampu indikator lainnya yang bisa kamu temukan seperti indikator rem parkir, indikator master warning, indikator jarak, hingga lampu indikator airbag. Semoga bermanfaat!

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

Baca Artikel
Kesehatan
5 mins read • 31/01/2025
8 Langkah Pertolongan Pertama pada Kecelakaan yang Harus Kamu Ketahui!

Pertolongan pertama pada kecelakaan merupakan suatu hal yang harus diketahui oleh semua orang. Hal ini dikarenakan seberapa pun kamu merasa aman, sebuah kecelakaan, terutama yang terjadi di lalu lintas, selalu memiliki risikonya tersendiri.

Hal ini juga dapat dibuktikan melalui tingginya angka kecelakaan, dengan angka hingga 103.645 kasus setiap jamnya disertai angka kematian yang mengikutinya.

Oleh sebab itu, menjadi sangat penting untuk mengetahui pertolongan pertama saat terjadinya kecelakaan. Simak selengkapnya di sini!

8 Langkah Pertolongan Pertama pada Kecelakaan yang Harus Kamu Ketahui!

pertolongan pertama pada kecelakaan

Pertolongan Pertama pada Kecelakaan atau P3K merupakan tindakan bantuan yang diberikan sebagai bentuk perawatan yang sifatnya sementara sebelum menerima tindakan medis lanjut.

Untuk memastikan apa yang dilakukan sudah tepat dan memberikan kesempatan lebih besar untuk menyelamatkan korban, simak selengkapnya langkah-langkah P3K, sebagai berikut.

1. Periksa Keadaan Sekitar

Pertama, adalah melakukan observasi keadaan sekitar. Hal ini dilakukan guna memastikan apa yang sebenarnya terjadi dan penyebab kecelakaan tersebut.

Bukan cuma itu, dengan memastikan kondisi sekitar yang aman, maka kamu dapat menjamin bahwa langkah pertolongan pertama pada kecelakaan yang akan kamu lakukan akan lebih efisien.

Cari segala hal yang mungkin dapat membahayakan diri dan korban, seperti tanda kebakaran, puing-puing yang mungkin jatuh, atau bahkan tindak kekerasan.

Kondisi yang kondusif dapat membantu kamu untuk fokus memberikan tindakan darurat guna meminimalisir cedera parah atau bahkan menyelamatkan nyawa korban.

2. Pastikan Korban Tidak Dikerumuni

Selanjutnya, pastikan korban tidak dikeremuni dan memiliki ruang terbuka yang cukup agar mereka merasa nyaman serta mampu bernapas dan mendapatkan oksigen dengan nyaman.

Sambil menunggu pertolongan lanjutan, disarankan juga untuk tidak meninggalkan korban yang mengalami cedera serta menenangkannya.

3. Periksa Keadaan Korban

Pertolongan pertama pada kecelakaan selanjutnya adalah memeriksa keadaan korban. Apakah korban masih sadar atau dalam kondisi pingsan.

Jika korban kehilangan kesadaran apakah ada tanda cedera parah di bagian tubuhnya, jika tidak ada maka kamu dapat mencoba membangunkannya dengan menepuk bagian pundak atau memberi wewangian menyengat ke hidungnya. Contohnya, minyak kayu putih.

4. Periksa Jalur Pernapasan

Selanjutnya, periksa jalur pernapasan sang korban. Langkah ini dapat dilakukan dengan cara mendekatkan jari ke bawah lubang hidung.

Tujuan dari langkah pertolongan pertama pada kecelakaan ini adalah memastikan apakah korban masih bernapas atau tidak.

5. Kompresi Dada untuk Bantuan Pernapasan

Langkah pertolongan pertama pada kecelakaan berikutnya adalah melakukan kompresi dada untuk memberikan bantuan pernapasan jika korban tidak sadarkan diri.

Untuk melakukannya dengan benar, pertama-tama posisikan tumit tangan di bagian dada korban dan siap-siap mengambil posisi untuk menekan dada korban.

Tumit tangan kiri dibuka di bagian atas dada, sedangkan jari di tangan kanan digunakan untuk mengunci dan memberikan tekanan di saat proses kompresi dilakukan.

Jika kompresi dada tidak membuat kondisi korban membaik, segera hubungi IGD Rumah Sakit terdekat agar korban segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Ceritakan kronologi kejadian secara singkat, kondisi korban, serta lokasi tempat terjadinya kecelakaan secara detail agar petugas medis dapat memberikan penanganan terbaik.

6. Periksa Kondisi Luka

Selanjutnya, pastikan untuk memeriksa apakah korban memiliki luka akibat kecelakaan ataupun mengalami perdarahan.

Jika cedera korban dalam kondisi parah, seperti patah tulang, maka akan lebih baik untuk tidak menggerakkan atau memindahkan korban dan membiarkannya di posisi tersebut. Hal ini dilakukan untuk mencegah kondisi cedera korban menjadi lebih parah.

Jika kamu memiliki pengetahuan serta kemampuan untuk memberikan pertolongan pertama, kamu dapat melakukan pengobatan untuk mencegah keadaan korban semakin parah.

Namun, jika kamu tidak memiliki kemampuan tersebut, akan lebih baik untuk tidak melakukan sesuatu yang dapat membahayakan korban. Balutlah luka korban menggunakan kain atau perban untuk mencegah terjadinya gerakan tak terduga.

Jika korban merupakan pengendara motor, pastikan untuk melepaskan helmnya secara perlahan agar telinganya tidak tersangkut. Dengan melepaskan helm, kamu juga dapat dengan mudah mengecek pernapasan serta kondisi korban.

7. Menghentikan Pendarahan

Indikasi bahwa kondisi korban dalam bahaya adalah adanya perdarahan di bagian kepala maupun mulut. Oleh sebab itu, sangat penting untuk segera menghentikan perdarahannya. Ikuti langkah-langkah berikut.

  • Pertama, berlutut di samping korban.

  • Jika terjadi pendarahan, tekan serta tutup luka tersebut agar pendarahan dapat segera dihentikan dan korban tidak kehilangan lebih banyak darah.

  • Membalut luka menggunakan kain bersih jika tidak memiliki perban.

  • Memastikan korban berada di posisi yang nyaman dan tenang.

8. Mengatasi Syok Pasca Kecelakaan

Jika seseorang baru saja mengalami kecelakaan, pada umumnya mereka akan berada di situasi syok. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengenali dan memberikan penanganan yang tepat.

Simak langkah-langkah menangani syok pasca kecelakaan, berikut ini:

  • Melonggarkan ikat pinggang.

  • Menelentangkan korban di alas yang rata, kemudian menaikkan kaki kurang lebih 30 cm.

  • Memastikan korban tetap hangat untuk mencegah dan menghindari hipotermia

  • Jangan memberikan cairan pada korban jika sedang tidak sadar yang dapat membuatnya tersedak.

  • Jangan melepaskan tusukan yang ada pada bagian tubuh korban karena dapat menyebabkan infeksi.

Prinsip dasar P3K

Pertolongan pertama pada kecelakaan atau P3K

pexels

Pertolongan pertama pada kecelakaan atau P3K merupakan serangkaian tindakan darurat yang diberikan dengan tujuan pertolongan awal bagi korban kecelakaan yang mengalami luka atau cedera sebelum nantinya mendapatkan bantuan medis secara profesional.

Memiliki keterampilan P3K sendiri mampu meningkatkan kesiapsiagaan serta rasa percaya diri jika dihadang dengan situasi darurat tertentu dimanapun. Berikut ini 3 prinsip dasar P3K yang harus kamu ketahui, antara lain:

1. Tenang dan Sigap

Pertama, pertolongan pertama harus bisa dilakukan dengan sikap tenang dan sigap. Hal ini dikarenakan jika seseorang panik maka dapat memperburuk situasi dan keadaan.

2. Penilaian Cepat

Kedua, mampu melakukan penilaian cepat. Hal ini berlaku untuk menilai kondisi korban dengan tepat secara cepat dan menentukan langkah-langkah apa saja yang harus diambil.

3. Aman

Ketiga, sebelum membantu korban kamu juga memastikan keamanan serta keselamatan diri sendiri. Oleh sebab itu, hindari situasi berbahaya yang dapat mengancam keselamatan diri dan korban.

Upaya Pertolongan Pertama berdasarkan Kondisi Korban

Dalam memberikan pertolongan pertama yang tepat sendiri, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan berdasarkan kondisi korban. Berikut ini upaya pertolongan pertama berdasarkan kondisi korban.

1. Tidak Sadarkan Diri

Berdasarkan situs Medical News Today, berikut setiap langkah yang harus dilakukan untuk menolong korban yang pingsan atau tidak sadarkan diri, antara lain:

  • Pertama, cek tingkat kesadaran korban dengan menanyakan keadaan korban menggunakan suara yang kencang dan jelas.

  • Jika korban tidak merespon, goyangkan tubuhnya secara perlahan. Hindari menggoyangkan tubuh korban jika terlihat memiliki cedera berat seperti patahan tulang di tubuhnya.

  • Perhatikan juga pernapasan korban, apakah menunjukkan tanda gangguan pernapasan seperti sesak napas maupun bunyi saat mengambil napas.

  • Memeriksa denyut nadi maupun detak jantung korban.

2. Pendarahan

Pendarahan juga menjadi salah satu kondisi yang paling sering ditemui pada korban kecelakaan. Jika korban mengalami perdarahan, maka harus segera dihentikan.

Tanda-tanda pendarahan berat sendiri dapat dilihat melalui indikasi-indikasi seperti, wajah memucat, tubuh terasa dingin, berkeringat, susah bernapas, hingga detak jantung melemah.

Berikut langkah tindakan yang tepat untuk menangani korban pendarahan yang tepat:

  • Mencari sumber luka pendarahan korban.

  • Memeriksa dan memastikan apakah ada benda yang menancap pada luka korban dan menyebabkan perdarahan.

  • Jika bersih, berikan tekanan pada bagian luka menggunakan kapas serta perban.

  • Jika ada benda menancap, jangan mencoba untuk mengeluarkannya. Tapi, beri tekanan di area sekitar luka agar pendarahannya dapat berhenti.

  • Jangan mencuci luka korban yang dapat menyebabkan melambatnya proses pembekuan darah.

  • Memeriksa apakah ada bagian tubuh yang putus.

  • Jika ada, bagian tubuh yang putus tersebut dibungkus menggunakan plastik serta diberikan es di plastik tersebut jika ada.

  • Berikan plastik tersebut kepada petugas medis atau petanggung jawab yang membawa korban tersebut ke rumah sakit.

3. Luka Bakar

Jika kecelakaan yang dialami korban berkaitan dengan benda panas atau api, pada umumnya mereka akan memiliki luka bakar. Menurut situs NHS, terdapat beberapa langkah dalam penanganan luka bakar, berikut ini

  • Jika proses pembakaran masih terjadi pada korban, segera hentikan hal tersebut. Entah mengeluarkan korban dari lokasi, memadamkan api, hingga menjauhkan diri dari sumbernya sambil menjaga keselamatan diri.

  • Melepaskan pakaian serta perhiasan yang ada di sekitar luka bakar. Namun, jika benda tersebut sudah menempel di luka bakar, jangan coba untuk dilepaskan karena dapat menyebabkan luka yang lebih besar.

  • Mendinginkan luka bakar menggunakan air dingin mengalir secepat mungkin setidaknya selama 20 menit. Hindari penggunaan air es, es batu, maupun krim yang mengandung minyak seperti mentega.

  • Menjaga suhu tubuh korban agar tetap hangat, dapat menggunakan selimut atau jenis kain lainnya, tapi hindari menutup bagian luka bakarnya. Hal ini perlu dilakukan guna mencegah hiportemia, terutama jika bagian luka bakarnya luas sehingga banyak area tubuh yang terkena air dingin.

  • Menutup luka bakar selonggar mungkin jika sudah selesai didinginkan menggunakan plastik ataupun kain bersih.

  • Mengatasi rasa sakit luka bakar menggunakan paracetamol maupun ibuprofen.

4. Terkilir dan Patah Tulang

Terkilir, keseleo, hingga patah tulang juga sering kali terjadi saat kecelakaan. Oleh sebab itu, kamu juga harus tahu cara penanganannya yang tepat.

Untuk menangani luka terkilir dan keseleo, terdapat metode R.I.C.E. yang dapat dilakukan berdasarkan situs Health Link BC. Simak langkah-langkahnya:

  • R atau Rest yaitu, mengistirahatkan serta melindungi area yang terkilir serta keseleo.

  • I atau Ice yaitu, menempelkan air es di bagian yang terkilir dan keseleo. Air es mampu mengurangi rasa sakit serta pembengkakan yang terjadi.

  • C atau Compression yaitu, membalut bagian yang terkilir dan keseleo menggunakan perban elastis yang dapat membantu mencegah pembengkakan menjadi semakin besar, namun pastikan jangan terlalu ketat.

  • E atau Elevate yaitu, mengangkat bagian tubuh yang terkilir setara ketinggian jantung untuk mengurangi proses pembengkakan yang terjadi.

Namun, perhatikan juga jika korban tidak dapat menggerakkan bagian tubuh yang terluka, maka ada kemungkinan besar bahwa korban mengalami patah tulang.

Jika begitu, maka jangan memaksakan korban untuk mencoba menggerakkan bagian tubuh tersebut karena dapat memperburuk kondisinya. Pastikan korban berada di posisi yang tetap hingga adanya bantuan medis.

Daftar Isi Kotak Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K)

Untuk tetap siap dalam segala keadaan dan mampu memberikan pertolongan ke diri sendiri maupun orang lain, terdapat beberapa hal yang harus disiapkan agar kotak P3K yang kamu miliki efisien.

Saat ini sendiri, kamu dapat membeli kotak P3K beserta isinya dengan mudah melalui apotek terdekat atau membuatnya sendiri dengan daftar isi berikut, simak selengkapnya.

  • Plester luka

  • Perban perekat dengan berbagai ukuran berbeda

  • Perban rol dengan berbagai ukuran berbeda

  • Kain kasa gulung serta steril

  • Peniti

  • Sarung tangan lateks

  • Tisu antiseptik

  • Larutan disinfektan untuk luka

  • Salep antibiotik

  • Gunting

  • Pinset

  • Termometer

  • Obat-obatan dasar, seperti antinyeri, pereda gatal, obat flu serta batuk, obat tetes mata, dan sebagainya.

Penyebab Terjadinya Kecelakaan Kerja

Kecelakaan dapat terjadi dimana saja, bukan hanya di jalan raya namun juga di tempat kerja kecelakaan bukanlah sesuatu yang dapat diduga. Berikut ini beberapa penyebab terjadinya kecelakaan di tempat kerja:

1. Kondisi Peralatan

Kondisi peralatan yang tidak dijaga dengan baik atau dirawat dapat menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya kecelakaan di tempat kerja. Berikut ini faktor-faktornya, antara lain:

  • Kondisi mesin yang kurang memadai, tidak di rawat, usang dapat menimbulkan potensi adanya penyebab kecelakaan kerja.

  • Posisi mesin yang kurang strategis juga dapat mempengaruhi dan menjadi faktor terjadinya kecelakaan kerja karena dapat membahayakan proses kerja dari para karyawan.

  • Rancangan alat, rancangan mesin, maupun peralatan yang kurang baik juga dapat menyebabkan kecelakaan, seperti minim cover atau pelindung mesin tersebut.

2. Ulah Manusia

Kecelakaan kerja sendiri juga dapat disebabkan oleh ulah seorang manusia. Oleh sebab itu, memiliki kompetensi serta penyuluhan yang layak kepada para pekerja menjadi penting untuk mengedukasikan bagaimana cara kerja mesin itu sendiri dan menjaga keselamatan diri seseorang.

Seperti contohnya, menggunakan pelindung diri yang ada sesuai aturan dan regulasi, seperti helm, masker, sarung tangan, hingga sepatu yang sesuai untuk melindungi diri dari bahaya.

3. Lingkungan

Kecelakaan kerja juga dapat disebabkan oleh pengaruh lingkungan sekitar yang ada. Seperti contohnya, lokasi kerja yang kurang memperhatikan lingkungan sekitar, keselamatan kerja, kebisingan, suhu udara, hingga penerangan yang kurang memadai dapat menjadi faktor penyebab terjadinya kecelakaan kerja.

Nah, itulah langkah-langkah pertolongan pertama pada kecelakaan yang harus dilakukan. Jika sahabat MyProtection mengalami kecelakaan atau berada di sekitar lokasi kecelakaan yang baru saja terjadi tetaplah tenang dan tidak panik.

Jika ingin membantu atau menolong disaat kecelakaan kerja, pastikan memiliki kemampuan untuk memberikan pertolongan pertama dan jika tidak lebih baik tidak mendekati korban agar orang-orang yang dapat membantu memiliki ruang yang cukup serta korban tidak merasa dikerumuni.

Kecelakaan sendiri bukanlah sesuatu yang diinginkan setiap orang. Namun, kejadian ini bukanlah sesuatu yang direncanakan dan mungkin saja terjadi oleh siapapun.

Agar kamu tetap terlindungi, sangat penting untuk memiliki asuransi yang dapat membantu baik dari segi penanganan maupun finansial.

Asuransi Perlindungan Kesehatan Prima dapat menjadi solusi asuransi kesehatan online terbaik bagi individu maupun keluarga dengan manfaa rawat inap, bedah dan rawat jalan.

Kamu juga akan mendapat fitur Saldo Prima untuk membeli obat, vitamin, masker & hand sanitizer tanpa resep dokter. Semoga informasi di atas bermanfaat!

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Baca Artikel
Semua Kategori
5 mins read • 07/12/2022
Isu Resesi Global di 2023, Harus Siapkan Apa?

Hi, Sahabat MyProtection!

Akhir-akhir ini kita seringkali mendengar mengenai isu resesi global yang berpotensi untuk terjadi di 2023. Namun sebenarnya, apa itu resesi, dampaknya serta hal apa saja yang perlu kita persiapkan?

Apa itu Resesi & Dampaknya

Resesi, berdasarkan pemaparan OJK (Otoritas Jasa Keuangan), merupakan suatu kondisi dimana perekonomian negara melambat atau semakin buruk dalam jangka waktu tertentu, misalnya dalam 3 (tiga) atau (6) bulan. Resesi dapat disebabkan oleh inflasi, deflasi berlebohan, tidak seimbangnya jumlah produksi dengan konsumsi hingga guncangan ekonomi akibat bencana, wabah, dan perkembangan teknologi.

Jika terjadi resesi di suatu negara, maka ada beberapa dampak yang bisa timbul yaitu:

  1. Melambatnya pergerakan ekonomi karena masyarakat makin berhati-hati dalam melakukan pengeluaran
  2. Akibatnya, beberapa sektor industri mungkin melambat & menurun, sehingga berpotensi terjadi penurunan pendapatan, kebangkrutan, hingga pemecatan kerja
  3. Pada waktu yang sama, ketika resesi pemerintah harus gencar mengeluarkan berbagai dana untuk menunjang pertumbuhan negara & menjamin kesejahteraan rakyat. Sedangkan pemasukan negara, misalnya dari pajak hiburan atau wisata berkurang akibat daya konsumsi rakyat melemah.

Lalu, Perlu Persiapkan Apa?

Walau ancaman resesi belum tentu terjadi, namun tak ada salahnya kita bersiap-siap. Berikut ini beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk memastikan kesigapan kita, terutama secara finansial:

Atur Ulang Pengeluaran

Coba perhatikan kembali pengeluaranmu, apakah ada hal-hal yang bisa dikurangi, ditunda atau bisa membantu kamu berhemat? Misalnya, pengeluaran tersier seperti membeli tas baru bisa ditunda terlebih dahulu.

Lunasi Hutang Jika Ada

Lunasi hutang atau kurangi beban hutang untuk mengantisipasi keuangan macet di masa depan. Serta memastikan uang kita tidak habis untuk membayar hutang saat ada kondisi darurat.

Siapkan Dana Darurat

Berbicara mengenai kondisi darurat, dalam kehidupan pastinya ada kejadian tak terduga. Oleh karena itu, berbagai ahli keuangan menyarankan agar tiap orang menyiapkan dana darurat. Aturan standar dana darurat adalah 3 (tiga) kali biaya hidup untuk individu lajang dan 6 (enam) kali biaya hidup untuk kalian yang sudah berkeluarga.

Diversifikasi Investasi

Salah satu saran yang seringkali kita dengar adalah don’t put all your eggs in one basket. Artinya, jangan menaruh seluruh uangmu di satu instrumen investasi. Tujuannya untuk mengantisipasi alur keuanganmu tidak ikut macet jika ada investasi yang kurang menguntungkan.

Fokus pada Kerja/Bisnis & Cari Tambahan Jika Perlu

Selain berhemat, salah satu upaya efektif untuk meningkatkan kestabilan finansial kamu tentunya dengan meningkatkan pendapatan. Kamu bisa menjalankan beberapa side hustle seperti menjadi dropshipper, bekerja freelance, atau tingkatkan skill memperluas kesempatan meraih jenjang karier yang lebih tinggi.

Pastikan Asset Milikmu Aman & Terlindungi

Berbicara soal persiapan, masa depan bukan melulu jadi topik utama. Kamu juga harus menjaga asset yang sudah dimiliki saat ini, sehingga bisa menghindari risiko kerugian di masa depan. Asset yang kita miliki contohnya kesehatan, harta benda sepreti rumah dan kendaraan, dan uang tunai. Misalnya, kamu bisa mengurangi risiko kerugian terkait kesehatan & harta benda dengan asuransi.

Saat ini, MyProtection memiliki Perlindungan Kesehatan Prima dengan fitur klaim cashless, online consultation, telemedicine dan Saldo Prima. Semuanya bisa kamu manfaatkan untuk menjaga keluarga (dan dompet) tetap PRIMA di tengah situasi apapun, termasuk resesi. Dengan 6 ribuan/hari + diskon hingga 50%, kamu & keluarga bisa dapatkan manfaat hingga ratusan juta. Info selengkapnya klik tombol di bawah ini atau hubungi CS MyProtection di Whatsapp +62 882-1321-7520 dan email ke cs@myprotection.id

Salam,

Sahabat MyProtection

Baca Artikel