Beranda
/
Artikel
/
Kesehatan
/
20 Makanan Tinggi Protein, Lengkap dengan Nilai Gizinya!

20 Makanan Tinggi Protein, Lengkap dengan Nilai Gizinya!

23 October 2026 | MyProtection News Jakarta

Sebagai salah satu makronutrien utama yang penting bagi tubuh, kebutuhan protein harian wajib dipenuhi oleh semua orang. Protein dapat membantu membangun, memperbaiki, serta memelihara jaringan tubuh, membentuk sistem imun, hingga mengatur enzim dan hormon.

Protein sendiri bisa didapatkan dari unsur hewani ataupun nabati yang beragam. Kebutuhan harian protein orang dewasa umumnya berkisar 60 hingga 65 gram atau sekitar 0,8 gram per kg berat badan.

Untuk membantu sahabat MyPro+ mengetahui apa saja rekomendasi makanan tinggi protein yang dapat membantu memenuhi kebutuhan hariannya, berikut ini beberapa bahan makanan yang harus kamu konsumsi!

Makanan Takaran Kandungan Protein
Telur ayam 1 butir 6,3 g
Tahu 100 g 17 g
Ikan tuna 150 g 40 g
Susu 1 gelas 8 g
Daging sapi 100 g 20 g
Brokoli 91 g 2,5 g
Kacang tanah 100 g 27,9 g
Oat 1 cangkir 13 g
Dada ayam 1 dada ayam 53 g
Bayam 100 g 2,9 g
Tempe 100 g 18–21 g
Ikan kod 100 g 18–20 g
Edamame 155 g 18 g
Kacang polong 100 g 2,8 g
Kacang almond 100 g 20–21 g
Alpukat 201 g 4 g
Wortel 100 g 0,9–1 g
Pisang 100 g 1 g
Kacang merah 100 g 8,7–24 g
Chia seed 100 g 4,7–5 g

20 Makanan Tinggi Protein, Lengkap dengan Nilai Gizinya!

Kekurangan protein dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, seperti penurunan sistem imun, rambut rontok, badan lemas, dan masih banyak lagi. Untuk mencegah hal tersebut, berikut rekomendasi makanan tinggi protein yang dapat kamu konsumsi!

1. Telur

makanan tinggi protein telur

Salah satu makanan tinggi protein yang paling umum kamu temui adalah telur. Pada 1 butir telur terdapat 6 g protein dan 78 kalori.

Bukan hanya itu, telur juga memiliki kandungan lain seperti vitamin A, folat, fosfor, kalsium, mineral, lemak sehat, hingga antioksidan yang mampu melindungi mata dan memberikan nutrisi pada otak.

Komposisi protein pada telur sendiri juga dapat berbeda berdasarkan jenis telur yang dikonsumsi, seperti:

  • 1 butir besar atau sekitar 50 gram telur ayam negeri mengandung 6,3 gram protein

  • 100 gram telur ayam kampung mengandung 10,8 gram protein

  • 1 butir atau sekitar 70 gram telur bebek mengandung 9 gram protein

  • 1 butir atau sekitar 9 gram telur burung puyuh mengandung 1,2 gram protein

  • 100 gram telur ikan mengandung 28,6 gram protein.

Lebih lanjut, dalam jurnal berjudul Review: Tepung Telur Ayam: Nilai Gizi, Sifat Fungsional dan Manfaat dijelaskan bahwa telur mengandung protein bermutu tinggi karena memiliki susunan asam amino esensial yang lengkap dan memiliki nilai biologis yang tinggi, yaitu 100%.

Untuk memenuhi kebutuhan protein harian, kamu dapat melakukannya dengan mengonsumsi 2 hingga 3 butir telur yang sudah matang setiap harinya.

Walaupun begitu, tetaplah mengonsumsi telur dengan berhati-hati karena protein telur terkadang dapat menimbulkan reaksi alergi serta mengandung kolesterol, khususnya bagi sahabat MyPro+ yang memiliki kolesterol tinggi.

2. Tahu

makanan tinggi protein tahu

Makanan tinggi protein selanjutnya adalah tahu yang terbuat dari kedelai. Di mana satu tahu mengandung 8 gram protein dan kalori sebesar 76 kcal.

Tahu putih sebanyak 100 gram memiliki kandungan protein hingga 17 gram. Bukan hanya itu, 9 asam amino esensial di dalamnya juga membuat tahu putih dapat dijadikan sumber protein utama, khususnya bagi orang yang vegetarian.

Karena harganya yang relatif terjangkau, tahu sering kali menjadi pilihan banyak orang sebagai sumber protein. Selain itu, tahu juga mudah diolah sebagai bahan makanan maupun camilan. Mulai dari tahu goreng, tahu pedas, pepes tahu, dan masih banyak lagi.

Menurut Khofipah et al. (2023), tahu sebagai bahan makanan tinggi protein dan asam amino dapat bermanfaat bagi pertumbuhan, penyokongan dan perbaikan sel-sel tubuh, pembentukan antibodi dan pembangunan kekuatan mental anak-anak.

Bukan hanya itu, tahu juga dapat membantu dalam pencegahan penyakit jantung, stroke, Alzheimer, dan pengaturan trombosit merah.

3. Ikan Tuna

makanan tinggi protein tuna

Sumber protein lainnya yaitu ikan tuna. Pada 150 gram ikan tuna terdapat kandungan protein sebesar 40 gram yang menjadikannya salah satu sumber protein yang tinggi.

Kandungan protein pada ikan tuna sendiri dapat dibedakan berdasarkan jenisnya, antara lain:

  • 100 gram tuna dalam air di kemasan kalengan mengandung 25,51 gram protein

  • 100 gram tuna dalam minyak di kemasan kalengan mengandung 29,13 gram protein

  • 100 gram tuna sirip biru mengandung 23,33 gram protein

Selain protein, ikan tuna juga kaya akan asam amino dan omega-3 yang penting dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Dengan mengonsumsi tuna secara rutin, kamu bukan hanya mampu memenuhi kebutuhan protein harian, tetapi juga dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh, menyehatkan jantung, mencegah anemia, dan masih banyak lagi.

4. Susu

makanan tinggi protein susu

Susu sudah dikenal oleh banyak orang sebagai salah satu sumber nutrisi, khususnya bagi anak. Kandungan protein pada susu juga tidak kalah tinggi, ditambah dengan berbagai kandungan lainnya seperti kalsium, fosfor, vitamin B2, hingga vitamin D yang dapat membantu menjaga kesehatan tulang.

Pada satu gelas susu terdapat 8 gram protein serta 103 kcal. Terdapat 2 jenis protein pada susu, yaitu kasein yang baik untuk mengontrol tekanan darah agar tetap stabil, dan whey yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan kesehatan otot.

Mengonsumsi susu untuk memenuhi kebutuhan protein harian juga mudah karena susu dapat diolah menjadi berbagai makanan, seperti yoghurt, kue, kopi, dan masih banyak lagi.

Lengkapi Gaya Hidup Sehat dengan Perlindungan Kesehatan

Jaga kesehatan dengan pola makan bergizi dan perlindungan Rawat Inap, Rawat Jalan, serta akses cashless di 1.000+ rumah sakit & klinik rekanan.

Lihat Perlindungan Kesehatan Prima

Namun, yang harus kamu ketahui, susu hadir dalam berbagai jenis, lalu jenis susu apa yang tinggi akan protein, baik dari sumber hewani maupun protein? Simak selengkapnya!

  • Susu sapi, dalam 100 gram susu sapi terdapat kandungan protein sebesar 3,4 gram. Kandungan lain di dalamnya termasuk kalsium, vitamin B12, yodium, hingga magnesium.

  • Susu kacang cocok bagi kamu yang mengikuti diet bebas kasein. Pada segelas susu kedelai atau sekitar 244 gram terdapat kandungan protein sebesar 7 gram. Kandungan lain di dalamnya termasuk vitamin E, magnesium, vitamin B6, hingga lemak tak jenuh untuk kesehatan jantung.

  • Susu unta, juga mengandung protein yang cukup tinggi sekitar 2,5 hingga 5,4 gram per 100 sampai 249 gram susu. Berbeda dengan susu sapi, protein utamanya adalah laktoferin dan imunoglobulin yang bersifat antibakteri dan antivirus. Kandungan lain di dalamnya termasuk vitamin dan mineral, kalsium, kalium, magnesium, tembaga, zat besi, hingga fosfor.

  • Susu kambing adalah sumber protein berkualitas tinggi sebesar 6 gram per 200 ml. Dengan kadar kasein yang lebih rendah daripada susu sapi, susu kambing dapat lebih mudah dicerna oleh orang yang menderita intoleransi laktosa.

5. Daging Sapi

daging sapi

Untuk memenuhi kebutuhan protein harian, mengonsumsi daging sapi juga dapat menjadi sumber protein hewani yang tepat. Pada 100 gram daging sapi tanpa lemak terdapat kandungan protein sebesar 20 gram.

Bukan hanya itu, daging sapi juga mengandung berbagai nutrisi lainnya yang penting bagi tubuh, seperti zat besi, zink, dan vitamin B kompleks.

Karena kandungan di dalamnya, mengonsumsi daging sapi juga memiliki banyak manfaat lain bagi tubuh, seperti:

  • Mendukung proses pembentukan dan perbaikan otot hingga mempercepat pemulihan setelah melakukan aktivitas fisik

  • Mendukung pembentukan antibodi guna menjaga daya tahan tubuh

  • Menjadi sumber energi yang dapat membantu tubuh tetap bertenaga ketika beraktivitas

  • Mendukung pembentukan hormon dan enzim penting pada tubuh

  • Menjaga kekuatan jaringan tubuh, seperti jaringan penunjang otot dan tendon yang berfungsi menjaga stabilitas dan pergerakan tubuh

Namun, hal yang harus diketahui adalah nutrisi pada tiap potongan daging sapi tidaklah sama, tergantung pada potongan yang dikonsumsi.

Selain itu, beberapa penelitian juga menghubungkan konsumsi daging merah dengan peningkatan risiko kanker tertentu, seperti kanker usus besar. Oleh sebab itu, hindari konsumsi daging yang berlebihan dan tidak seimbang.

6. Brokoli

brokoli

Beberapa sayuran juga dapat menjadi sumber protein yang baik, salah satunya adalah brokoli yang juga dilengkapi dengan kandungan vitamin C, vitamin K, serat, kalium, serta nutrisi bioaktif yang tinggi.

Dengan mengonsumsi brokoli secara rutin, kamu juga dapat mencegah berbagai penyakit kronis seperti, penyakit jantung, kanker, hingga diabetes.

Bukan hanya itu, brokoli juga dapat membantu mencegah penuaan dini, mencegah osteoporosis, melancarkan pencernaan, menjaga fungsi otak, serta mencegah peradangan.

Dapat dikonsumsi secara mentah. Di dalam brokoli terkandung 90% air, 7% karbohidrat, dan 3% protein, yang berarti sayuran satu ini sangatlah rendah kalori.

Di mana pada 1 cangkir brokoli atau sekitar 91 gram hanya terkandung 31 kcal, namun dapat memberikan protein sebesar 2,5 gram.

7. Kacang Tanah

kacang tanah

Kacang tanah juga menjadi salah satu sumber protein nabati yang cukup tinggi dan dapat memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.

Pada kacang tanah terdapat kandungan protein 25-30%, lemak 40%-50%, karbohidrat 12% serta vitamin B1 yang menempatkan kacang tanah dalam hal pemenuhan gizi setelah tanaman kedelai.

Selain dijadikan camilan, kacang tanah juga sering kali dimanfaatkan sebagai bahan utama dari bumbu kacang yang digunakan untuk makanan tradisional seperti pecel, ketoprak, hingga gado-gado.

Untuk lebih jelasnya, pada 100 gram kacang tanah kering yang dipanggang terdapat kandungan nutrisi berikut:

  • Kalori sebesar 525 kcal

  • Lemak sebesar 42,7 gram

  • Protein sebesar 27,9 gram

  • Karbohidrat sebesar 17,4 gram

  • Serat sebesar 2,4 gram

  • Kalium sebesar 466 miligram

  • Fosfor sebesar 456 miligram

  • Kalsium sebesar 316 miligram

  • Natrium sebesar 31 miligram

  • Zat besi sebesar 5,7 miligram

Bukan hanya itu, kandungan lain di dalam kacang tanah juga meliputi zat tembaga, seng, magnesium, karoten, thiamin atau vitamin B1, riboflavin atau vitamin B2, niacin atau vitamin B3, vitamin E, dan antioksidan.

8. Oat

Oat merupakan jenis biji-bijian yang sehat yang bebas gluten, tinggi akan protein, serat, vitamin, mineral dan kaya akan antioksidan. Pada satu cangkir oat mentah terdapat 13 gram protein yang dapat membantu dalam pemenuhan kebutuhan protein harianmu.

Menjadikan oat sebagai bagian dari menu sarapan pagimu juga dapat mendatangkan banyak manfaat, mulai dari membantu menurunkan berat badan, mengontrol kadar gula darah, menurunkan risiko terkena penyakit jantung, melancarkan sistem pencernaan, dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Protein utama dari oat adalah avenin yang merupakan jenis protein prolamin yang mencakup sekitar 10 hingga 15% dari total protein biji oat. Karena hal ini, oat juga aman untuk dikonsumsi oleh kebanyakan orang yang intoleran terhadap gluten, kecuali dalam kasus-kasus spesifik.

Pada 100 gram oat kering terkandung sekitar 379 kalori serta berbagai nutrisi yang penting bagi tubuh, antara lain:

  • 10,84 gram air

  • 67,7 gram karbohidrat

  • 13,15 gram protein

  • 6,52 gram lemak

  • 410 miligram fosfor

  • 362 miligram kalium

  • 138 miligram magnesium

  • 52 miligram kalsium

9. Dada Ayam

Salah satu makanan tinggi protein lainnya yang sudah banyak dikenal orang adalah dada ayam yang menjadi sumber protein hewani yang tinggi.

Dada ayam yang sudah dikenal sejak lama dapat membantu dalam pembentukan massa otot, khususnya bagi orang yang gemar berolahraga ataupun atlet.

Walaupun begitu, mengimbanginya dengan berolahraga juga tetap sama pentingnya untuk menaikkan massa otot secara maksimal.

Pada satu dada ayam tanpa lemak terdapat kandungan protein sebesar 53 gram dan kalori sebesar 284 kcal. Hal ini membuat bahan makanan satu ini cocok bagi sahabat MyPro+ yang sedang menjalani diet.

Hal yang harus diperhatikan adalah menghindari mengolah dada ayam dengan cara digoreng ataupun dibakar. Selain itu, pastikan bagian kulitnya dibuang terlebih dahulu.

Pada dada ayam juga dapat membantu dalam menurunkan risiko sarkopenia yang dapat terjadi pada orang lanjut usia. Kondisi di mana berkurangnya massa dan kekuatan otot membuat tubuh menjadi lemah, yang dapat menyebabkan seseorang mudah jatuh.

Selain meningkatkan massa otot, protein dalam dada ayam juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, antara lain:

  • Menjaga berat badan, hal ini dikarenakan makanan tinggi protein dapat membantu dalam menjaga rasa kenyang lebih lama.

  • Untuk memperkuat imunitas tubuh, protein dapat membantu mengoptimalkan kinerja sel darah putih dan menghasilkan antibodi.

  • Mendukung proses pemulihan setelah luka, yang menjadi salah satu fungsi protein dalam membentuk dan memperbaiki jaringan yang rusak, baik di bagian kulit, otot, tulang, ataupun organ tubuh.

  • Menurunkan risiko penyakit jantung, protein yang dapat membantu dalam menjaga berat badan dan mencegah obesitas juga berhubungan erat dengan berbagai penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung dan stroke.

  • Mencegah osteoporosis, protein juga dapat membantu dalam menjaga kekuatan tulang yang bekerja sebagai nutrisi

  • Untuk memperbaiki mood, protein dada ayam yang mengandung asam amino triptofan juga dapat membantu dalam pembentukan hormon serotonin dan melatonin yang berperan untuk mengatur suasana hati dan mengatur siklus tidur yang baik.

10. Bayam

Bayam dikenal sebagai salah satu jenis sayuran yang kaya nutrisi, mulai dari kandungan folat, vitamin A, vitamin C, vitamin K, zat besi, magnesium, kalium, kalsium, hingga protein.

Pada 100 gram bayam, terdapat sekitar 2,9 gram protein dan 23 kcal. Hal ini membuat bayam menjadi salah satu makanan tinggi protein. Protein nabati pada bayam dapat membantu menjaga kesehatan otot, tulang, serta kulit.

Diperkaya dengan berbagai nutrisi lain, seperti zat besi yang memiliki peran dalam produksi sel darah merah, vitamin A yang membantu menjaga kesehatan mata, hingga asam folat yang baik dikonsumsi ibu hamil untuk mencegah cacat tabung saraf pada bayi.

Selain beberapa makanan tinggi protein yang sudah dijelaskan di atas, terdapat beberapa rekomendasi bahan makanan lain yang bisa kamu konsumsi untuk mencukupi kebutuhan harian proteinmu, antara lain:

  • Tempe yang memiliki kandungan protein sekitar 18-21 gram per 100 gram.

  • Ikan kod yang memiliki kandungan protein sekitar 18-20 gram per 100 gram.

  • Edamame yang memiliki kandungan protein sekitar 18 gram per 155 gram.

  • Kacang polong memiliki kandungan protein sekitar 2,8 gram per 100 gram.

  • Kacang almond memiliki kandungan protein sekitar 20-21 gram per 100 gram.

  • Alpukat yang memiliki kandungan protein sekitar 4 gram per 201 gram.

  • Wortel yang memiliki kandungan protein sekitar 0,9–1 gram per 100 gram.

  • Pisang yang memiliki kandungan protein sekitar 1 gram per 100 gram.

  • Kacang merah memiliki kandungan protein sekitar 8,7–24 gram per 100 gram.

  • Chia seed memiliki kandungan protein sekitar 4,7–5 gram per 100 gram.

Nah, itulah 20 rekomendasi makanan tinggi protein yang dapat kamu konsumsi untuk memenuhi kebutuhan protein harianmu.

Kekurangan protein dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan serius, seperti pengecilan otot, rambut rontok, kulit kering, hingga penurunan imunitas. Oleh sebab itu, sangat penting untuk memenuhi kebutuhan protein harian untuk menjaga kesehatan tubuh.

Selain memenuhi kebutuhan nutrisi melalui pola makan seimbang, memiliki perlindungan kesehatan juga dapat menjadi bagian dari persiapan menghadapi risiko biaya perawatan medis. Perlindungan Kesehatan Prima dari MyPro+ menawarkan manfaat kesehatan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang memiliki berbagai keunggulan, seperti:

  • Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin atau obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan.

  • Santunan tunai harian rawat inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan.

  • Pilihan Manfaat Rawat Inap dan Rawat Jalan sesuai kebutuhan.

  • Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia.

  • 24 jam Contact Center dan Case Monitoring

  • Layanan eksklusif Personal Medical Assistance

  • Laporan perhitungan klaim via email

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Apakah artikel ini membantu?
Subscribe Newsletter Kita
Klik subscribe untuk berlanggan newsletter artikel kami
Bagikan MyPro ke
facebook
twitter
instagram
Tentang MyProtection News Jakarta
MyProtection adalah salah satu pioneer portal pembelian asuransi kesehatan maupun asuransi umum secara online yang dapat diakses melalui platform website dan aplikasi sejak 2017.
Rekomendasi Artikel
Semua Kategori
5 mins read • 30/09/2019
Awal Prima Bersama Perlindungan Kesehatan Prima

Hi, Sahabat MyProtection!

Selamat memasuki dekade yang baru dan perjalanan yang baru!

Namun, seperti kata pepatah, sedia payung sebelum hujan. Sebelum memasuki perjalanan yang baru, ada baiknya kita memperlengkapi diri dengan "payung" berupa proteksi kesehatan. Perlindungan Kesehatan Prima menawarkan berbagai manfaat untuk Anda dan keluarga mulai dari rawat jalan, rawat inap & bedah. Premi dimulai dari Rp 2,5juta/tahun kini Rp 2,2 juta/tahun untuk perlindungan rawat inap & bedah hingga Rp 100 juta. Proses klaimnya juga praktis karena menggunakan sistem cardless & cashless di >900 Rumah Sakit* di Indonesia. Selain itu, PKP juga menawarkan fitur tambahan Saldo Prima sebesar Rp 250 ribu untuk membeli obat/vitamin tanpa berobat. Untuk mengawali perjalanan Anda di 2020, dapatkan diskon 10% dengan memasukan kode AWALPRIMA untuk pembelian produk Perlindungan Kesehatan Prima

Apakah Anda sudah siap mengawali perjalanan baru dengan Prima?

Klik untuk Pelajari Lebih Lanjut atau Beli Sekarang

Syarat & Ketentuan Promo:

  • Kode promo: AWALPRIMA
  • Diskon 10% akan diberikan secara otomatis setelah kode "AWALPRIMA" dimasukkan
  • Diskon berlaku mulai dari 1 Januari 2020 - 31 Januari 2020
  • Diskon khusus untuk produk asuransi Perlindungan Kesehatan Prima
  • Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi 08041338888 dan email: cs@myprotection.id
Baca Artikel
Semua Kategori
5 mins read • 07/01/2020
Kasus Depresi dan Bunuh Diri Meningkat, Kenali Gejalanya

Saat ini, masyarakat mulai familiar dengan istilah depresi dan dampaknya. Depresi, mengutip dari World Health Organization, merupakan gangguan yang diderita oleh lebih dari 300 juta penduduk dalam segala usia. Intensitas dari depresi pun beragam mulai dari gangguan depresi ringan, hingga depresi berat yang dapat berujung pada tindakan bunuh diri. Bahkan WHO juga memprediksikan depresi dan bunuh diri akan menjadi kasus penyakit terbanyak yang diidap masyarakat setelah penyakit jantung.

Walaupun bukan merupakan penyakit fisik, depresi dan tindakan bunuh diri dapat menular dan dikabarkan terus bertambah. Oleh karena itu, masyarakat harus mengenali gejala depresi sedari dini. Agar penderita depresi dapat segera mendapatkan pertolongan.

Mengutip dari artikel Kompas.com berjudul “Kenali Gejala Depresi, Pemicu Utama Bunuh Diri”, menurut penjelasan dr.Andri Sp.KJ, gejala depresi yang utama adalah gangguan mood atau perasaan hati yang menurun.

Orang yang mengidap depresi akan merasa putus asa terhadap hidupnya. Kondisi ini diikuti dengan gejala lainnya seperti susah berkonsentrasi, malas, tidak nafsu makan, bahkan memicu keinginan untuk bunuh diri. Gejala ini biasanya diidap setidaknya selama dua minggu berturut-turut. Tentu saja depresi dapat mengganggu kehidupan professional maupun social seseorang. Apalagi penderita depresi cenderung berubah menutup diri.

Hal terpenting yang harus diketahui masyarakat adalah depresi dapat diobati. Melalui pengobatan hingga terapi, seseorang diharapkan dapat merasa lebih baik seiring berjalannya waktu. Peran penting juga dipegang oleh keluarga dan relasi terdekat. Dukungan positif dapat membantu pengidap depresi kembali pulih.

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca Artikel
Semua Kategori
5 mins read • 03/09/2021
Mudah Lelah dan Ngantuk Seharian? Mungkin Ini Penyebabnya

Hi, Sahabat MyProtection!

Aktivitas fisik yang intens tentu saja akan membuat tubuhmu lelah. Namun, bagaimana jika kamu merasa lelah dan ngantuk seharian secara terus-menerus? Atau bagaimana jika kamu merasa lelah meskipun sudah beristirahat dan tidur yang cukup?

Menurut Healthline.com, ada beberapa alasan mengapa kamu mudah lelah dan ngantuk seharian.

Kurang Istirahat atau Salah Waktu Istirahat

Jika kamu kurang beristirahat, tentunya tubuh akan mudah lelah keesokan harinya. Tubuh akan mengeluarkan sinyal kelelahan seperti sering menguap, perasaan mengantuk pada jam produktif, hingga kualitas mood yang menurun. Hal yang sering kali kita lupakan adalah anak-anak maupun orang dewasa membutuhkan jadwal tidur teratur untuk berfungsi dengan baik keesokan harinya. Riset membuktikan jadwal tidur yang berantakan bisa memunculkan gejala kelelahan pada tubuh.

Kurang Bergerak dan Olahraga

Melakukan aktivitas fisik yang intens memang bisa membuat tubuh lelah, tetapi sekaligus membangun stamina tubuh serta imunitas terhadap penyakit. Sebaliknya, jika kamu kurang berolahraga maka tubuh akan menjadi lebih cepat lelah meskipun kamu tidak melakukan kegiatan berat seharian. Hal ini sering dirasakan oleh penganut sedentary lifestyle. Orang dengan sedentary lifestyle menghabiskan banyak waktu melakukan aktivitas yang membakar kalori sedikit, seperti duduk atau rebahan. Yuk, mulai sekarang biasakan diri berolahraga dengan rutin!

Stress dan Depresi

Kadar stress yang tinggi bisa membuat tubuh terasa mudah lelah. Studi membuktikan bahwa salah satu gejala stress berlebihan adalah kelelahan dan perubahan suasana hati. Ketika penyebab stress tidak segera diatasi, maka skor rasa lelah yang dialami seseorang cenderung makin tinggi.

Tentu saja dalam berkegiatan sehari-hari, stress adalah hal yang tak terhindarkan. Langkah yang bisa kamu ambil adalah meregulasi tingkat stress dengan meditasi, berolahraga, atau teknik lainnya. Menerapkan pola pikir sehat juga bisa membantu kamu mengatasi rasa stress dan khawatir berlebihan.

Sindrom Kelelahan Kronis

Sindrom kelelahan kronis atay chronic fatigue syndrome dapat diidentifikasi dengan rasa kelelahan yang luar biasa meskipun penderitanya mendapatkan istirahat yang cukup. Rasa kelelahan ini mengganggu kegiatan harian pengidapnya. Gejala lain yang timbul dari sindrom ini adalah nyeri otot dan sendi, radang tenggorokan yang terjadi secara berulang, dan sakit kepala.

Jika kamu atau orang yang kamu kenal mengalami gejala ini selama kurang lebih 4 bulan terakhir, maka konsultasi ke dokter sangat disarankan.

Kurang Asupan Gizi

Beberapa kandungan gizi di bawah ini bisa menimbulkan gejala kelelahan jika tidak dipenuhi dengan baik:

  • Zat besi (bisa menyebabkan anemia dan kelelahan)
  • Protein
  • Hidrasi atau air mineral
  • Kekurangan asupan kalori akibat pola makan tak teratur atau porsi makan kurang tepat

Efek Samping Penyakit

Terdapat beberapa gejala penyakit yang bisa membuat kamu merasa lelah seharian, contohnya seperti diabetes, kelenjar tiroid, dan anemia. Jika kamu sudah mendapatkan istirahat cukup tetapi merasakan gejala kelelahan dalam waktu lama serta perubahan dalam tubuh lainnya, segera periksakan diri ke dokter. Jangan lupa kamu juga bisa gunakan fitur konsultasi dokter online dari Perlindungan Kesehatan Prima dan HealthPlus+ Family agar kamu mendapatkan pengarahan dari ahlinya!

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca Artikel