Keberadaan camshaft pada mobil memungkinkan mesin mengatur waktu buka-tutup katup hisap dan buang, yang berperan dalam mengatur masuknya campuran udara dan bahan bakar serta keluarnya gas sisa pembakaran. Proses ini sangat memengaruhi performa dan efisiensi mesin.
Namun, masih banyak orang yang belum memahami fungsi penting dari salah satu komponen mesin ini.
Pada artikel ini, kita akan membahas beberapa fungsi utama camshaft yang mungkin belum kamu ketahui. Yuk, simak penjelasannya!
Camshaft pada mobil menjadi salah satu komponen penting dalam proses pembakaran dan menjaga efisiensi mesin. Lalu apa saja fungsi utama dari camshaft pada mobil? Berikut penjelasannya!
Fungsi camshaft yang pertama adalah membuka dan menutup katup sesuai dengan urutan waktu pengapian atau yang disebut juga dengan sebutan firing order.
Pada camshaft, bagian yang bertugas untuk membuka dan menutup katup ini disebut dengan cam lobe yang memiliki dua bentuk, bagian bulat untuk menutup dan bagian lonjong untuk menekan valve agar terbuka.
Camshaft juga memiliki fungsi lain, yaitu memutar poros distributor, yang berbeda tiap mobil tergantung tipe mesin yang digunakan dan umumnya terletak pada sistem pengapian.
Adanya camshaft yang berputar dapat memberikan sinyal kepada komponen poros distributor untuk memutar dan melakukan hal yang sama.
Selain mengatur buka-tutup katup, camshaft juga memiliki fungsi lain, yaitu menggerakkan fuel pump pada mesin mobil.
Peran ini khusus terdapat pada kendaraan yang masih menggunakan fuel pump mekanikal. Pada sistem mesin lama, fuel pump mekanikal bekerja dengan dorongan camshaft untuk menyalurkan bahan bakar menuju karburator.
Mekanisme ini memastikan suplai bahan bakar tetap stabil sehingga mesin dapat menyala dengan baik.
Namun, seiring perkembangan teknologi otomotif, sistem tersebut mulai ditinggalkan. Kini, sebagian besar mobil modern sudah menggunakan fuel pump elektrik yang bekerja dengan tenaga listrik tanpa membutuhkan dorongan langsung dari camshaft.
Pergeseran ini terjadi karena fuel pump elektrik dinilai lebih praktis, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan mesin injeksi yang banyak digunakan saat ini.
Dengan begitu, fungsi camshaft sebagai penggerak fuel pump mekanikal lebih relevan pada mesin lama, sementara sistem modern mengandalkan teknologi elektrik.
Fungsi terakhir dari poros nok atau camshaft adalah sebagai titik penyensoran untuk mendeteksi setiap putaran yang dilakukannya.
Peran ini memungkinkan camshaft memastikan sudut putaran secara akurat sehingga kinerjanya tetap stabil tanpa menimbulkan cacat maupun kerusakan pada komponen mesin lain.
Dengan adanya fungsi ini, sistem kerja mesin menjadi lebih presisi karena setiap sudut pergerakan dapat terdeteksi secara tepat.
Namun, tidak semua mesin mobil menggunakan fungsi ini. Camshaft dengan kemampuan penyensoran umumnya hanya terdapat pada mesin dengan teknologi EFI (Electronic Fuel Injection).
Pada mesin jenis ini, camshaft didesain khusus dengan gigi pokok yang berfungsi menyatukan blade sensor.
Desain tersebut memungkinkan camshaft bekerja sama dengan sensor untuk menentukan posisi dan sudut putarannya sendiri secara otomatis.
Cara kerjanya cukup sederhana namun efektif. Gigi-gigi pada mesin berperan penting dalam membantu camshaft mendeteksi setiap sudut dengan presisi. Saat camshaft berputar, sensor akan membaca pergerakan gigi tersebut sehingga data putaran bisa dipastikan dengan tepat.
Informasi ini kemudian digunakan sistem EFI untuk mengatur suplai bahan bakar maupun pengapian. Dengan demikian, fungsi penyensoran pada camshaft tidak hanya menjaga keakuratan rotasi, tetapi juga mendukung efisiensi serta performa mesin secara keseluruhan.
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
Jakarta, 16 April 2020 - MyProtection News
Udara yang segar memang dibutuhkan bagi semua orang. Selain pernapasan menjadi lancar, produktivitas dan suasana hati pun bisa meningkat. Salah satu hal yang bisa membantu membersihkan udara adalah tanaman.
Selain punya banyak manfaat, Anda pun bisa menghias rumah dengan berbagai jenis tanaman. Merapikan taman dan menanam pohon bisa jadi ide aktivitas Anda selama karantina diri di rumah. Berikut ini 5 tanaman yang bantu menyaring udara di rumah.
Manfaat lidah buaya tentunya tidak diragukan lagi untuk kulit, rambut, hingga makanan menyehatkan. Ternyata, lidah buaya bisa membantu membersihkan udara kotor di rumah. Letakan lidah buaya di taman atau dekat dengan jendela yang terkena paparan sinar matahari. Sehingga tanaman bisa berfotosintesis dengan baik.
Tumbuhan berdaun agak tajam satu ini punya fungsi anti-polutan. Lidah mertua akan menyerap polusi yang ada dan menggantinya dengan oksigen. Menurut penelitian, lidah mertua bisa membantu menyaring polutan berbahaya seperti formaldehyde, xylene, benzene, toluene, dan trichloroethylene. Perawatannya pun tergolong mudah karena tak perlu sering disiraam air.
Bukan hanya berpenampilan elok, lili paris atau spider plants juga punya kemampuan untuk membersihkan udara dengan baik. Selain itu, ukurannya yang relatif kecil membuat tanaman ini mudah diletakan di sekitar rumah. Contohnya digantung dengan pot, diletakan di atas meja, atau depan jendela rumah.
Peace lily sering kali digunakan untuk mendekorasi rumah karena keelokan penampilan bunganya. Namun, tahukah Anda peace lily juga bisa menyaring udara, mengurangi spora jamur di udara serta menghambat pertumbuhan jamur di kamar mandi.
Dilansir dalam BHG, bunga krisan merupakan salah satu penyaring udara terbaik. Bunganya yang indah dan berwarna-warni memang tak semudah 4 tanaman di atas untuk dirawat. Tanaman satu ini juga bisa dikonsumsi dalam bentuk teh. Teh krisan digadang memiliki manfaat untuk membuat saraf menjadi rileks dan meningkatkan imunitas tubuh.
Salam,
Sahabat MyProtection
Jakarta, 16 Januari 2020 - MyProtection News
Tahun baru waktunya menciptakan kebiasaan baru yang lebih sehat. Salah satunya, resolusi untuk lebih sering olahraga. Mungkin sebagian dari Anda tertarik untuk menjadi member dari fitness gym tertentu. Sebagian lagi berjanji untuk rutin lari pagi tiap weekend. Namun, 80% dari resolusi tahun baru ini ditinggalkan begitu memasuki Februari.
Centers for Disease Control and Prevention merekomendasikan agar orang dewasa beraktivitas fisik setidaknya 150 menit per minggu. Kenyataannya, hanya sebagian dari kita yang rutin berolahraga. Padahal, kita tahu bahwa berolahraga membawa banyak manfaat. Individu yang aktif bergerak mempunyai imunitas yang lebih kuat, kualitas tidur yang lebih baik, mood yang positif, bahkan lebih awet muda.
Lalu, bagaimana cara agar kita bisa aktif walaupun sibuk bekerja atau malas berolahraga? Triknya adalah membagi 150 menit tersebut di sela-sela kegiatan kita. Selain itu, sehat juga tidak perlu mahal. Tanpa membayar biaya keanggotaan gym, Anda pun bisa sehat!
Baca juga: Berkunjung ke Museum Bisa Memperpanjang Umur
Dilansir dalam The Jakarta Post, brisk walking direkomendasikan bagi orang-orang yang ingin mulai hidup sehat. Brisk walking adalah jenis latihan berjalan cepat, tetapi tidak secepat berlari. Anda bisa berlatih berjalan 1,5 kilometer dalam 20 menit.
Brisk walking ternyata punya manfaat yang sama dengan berlari, bahkan lebih. Selain lebih mudah dilakukan, resiko terluka saat berolahraga pun lebih kecil. Kita pun bisa melakukan brisk walking dimana saja. Saat mengantar anak ke sekolah, saat jam istirahat kantor, atau pagi hari sebelum beraktivitas. Dengan begitu, Anda bisa mencapai “kuota minimal” berolahraga 2,5 jam tiap minggunya.
Tips yang bisa Anda lakukan untuk mulai hidup sehat tahun ini adalah sebagai berikut.
Sebaiknya, Anda membuat resolusi yang lebih spesifik daripada sekadar menulis ingin mengurangi konsumsi gula atau berolahraga lebih rajin. Anda bisa menyertakan solusi/kegiatan yang akan Anda lakukan untuk mencapai target tersebut. Misalnya, Anda ingin melakukan brisk walking 2 jam tiap minggunya. Lalu, Anda juga akan naik tangga setiap hari di kantor.
Terkadang, melihat sejauh mana progress yang kita lakukan dapat memotivasi diri kita untuk bekerja lebih baik. Misalnya, Anda berjanji untuk berjalan cepat selama 15 menit setelah makan siang. Maka Anda bisa memasang timer dan pencatat jarak untuk melihat sejauh mana Anda sudah berjalan.
Lagi-lagi, memulai kebiasaan baik bisa dimulai dari langkah kecil. Mungkin berolahraga 2,5 jam tiap minggu terdengar berat. Bagaimana dengan memulai bergerak setidaknya 1 jam tiap minggu? Anda bisa me-review kembali target Anda tiap bulannya. Jika target lama bergerak 1 jam/minggu sudah tercapai, perlahan-lahan Anda bisa menambah jam olahraga Anda.
Selamat hidup lebih sehat! Jangan lupa untuk tambahkan proteksi kesehatanmu dengan berbagai pilihan manfaat asuransi Jalan Prima, Perlindungan Kesehatan Prima, HealthPlus Family, dan MyPersonal Protection untuk melindungi Anda dan orang yang Anda sayangi.
Salam,
Sahabat MyProtection
Baca juga: Atasi Otot Kaku Setelah Seharian Duduk Depan Komputer
Dengan semakin dekatnya Hari Raya Idul Fitri saat ini, tips mengelola THR atau Tunjangan Hari Raya yang baik sangatlah krusial. Umumnya, tunjangan ini akan digunakan untuk berbelanja berbagai kebutuhan Lebaran, namun beberapa orang juga ada yang memilih menyisihkannya untuk ditabung.
Dalam Peraturan Pemerintah juga dijelaskan seputar tujuan pemberian THR secara umum, yaitu mempertahankan tingkat daya beli masyarakat dalam rangka kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional serta meningkatkan pembelajaran Aparatur Negara, Pensiunan, Penerima Pensiun, dan Penerima Tunjangan sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Untuk membantu sahabat MyPro+, berbagai tips mengelola THR yang baik dan bijak akan kita bahas di bawah ini. Simak berbagai tips mengelola THR berikut ini.

Agar uang THR yang didapatkan bisa digunakan secara maksimal, berikut ini beberapa tips mengelola THR yang dapat kamu terapkan dan jadikan sebagai contoh. Simak selengkapnya!
Tips mengelola THR pertama, yaitu membuat daftar prioritas pengeluaran atau anggaran pengeluaran sedetail mungkin agar uang TH yang didapatkan dapat dialokasikan sesuai dengan tujuan.
Umumnya, kamu harus memprioritaskan pengeluaran rutin serta berbagai keperluan Lebaran dalam anggaran yang telah dibuat dengan nominal yang realistis.
Setelah semua kebutuhan terpenuhi, sisa uang THR yang ada dapat dialokasikan untuk berbagai hal, mulai dari tabungan, investasi, dan pemenuhan kebutuhan lainnya seperti membayar premi asuransi kesehatan yang dapat memberikan perlindungan kesehatan bagi dirimu dan anggota keluargamu.
Tips mengelola THR selanjutnya adalah menyisihkan sekitar 5 hingga 20 persen dari uang THR yang kamu terima untuk ditabung. Besaran persentase ini sebenarnya bersifat fleksibel, artinya bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing.
Jika kebutuhanmu sedang cukup banyak, kamu bisa menyisihkan dalam jumlah yang lebih kecil. Namun, jika memungkinkan, tidak ada salahnya menabung lebih besar agar manfaatnya semakin terasa di kemudian hari.
Yang terpenting bukan hanya soal berapa besar uang yang ditabung, tetapi juga di mana kamu menyimpannya. Pastikan kamu memilih produk tabungan yang tepat dan sesuai tujuan keuanganmu.
Misalnya, kamu bisa mempertimbangkan menabung dalam bentuk deposito atau tabungan berjangka lainnya. Produk seperti ini biasanya memiliki sistem penguncian dana untuk jangka waktu tertentu, sehingga uang tidak bisa diambil kapan saja.
Cara ini efektif untuk membantu kamu menjadi lebih disiplin menabung dan menghindari godaan menggunakan uang tersebut untuk keperluan konsumtif. Bukan hanya itu, kamu juga dapat mendapatkan banyak manfaat menabung jika dilakukan dengan tepat.
Dengan memilih instrumen tabungan yang sesuai, uang THR yang kamu sisihkan bisa berkembang dan memberikan manfaat lebih besar di masa depan.
Kebiasaan menabung dari THR juga bisa menjadi langkah awal untuk membangun perencanaan keuangan yang lebih sehat dan teratur setiap tahunnya.
Jika anggaran atau daftar prioritas telah dibuat, uang THR sudah dapat kamu gunakan dan alokasikan. Namun, hal yang harus diingat adalah untuk tidak menghamburkannya untuk hal-hal yang tidak perlu dan mubazir.
Bukan hanya itu, kamu juga harus dapat membedakan dan mampu menahan diri atas hasrat untuk berbelanja secara berlebihan atau yang sering disebut juga dengan impulsive buying khususnya menjelang Lebaran.
Jika kamu menemukan produk atau barang yang ingin dibeli, hal yang harus kamu lakukan adalah menentukan urgensi atau kebutuhan dari barang tersebut untuk memastikan impulsive buying tidak terjadi.
Selain dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan selama Lebaran, uang THR juga dapat dimanfaatkan untuk melunasi kewajiban, seperti hutang ataupun cicilan yang kamu miliki.
Hal ini dilakukan untuk menghindari membayar utang terlambat atau bahkan lewat dari tenggat waktu yang diberikan yang dapat membuat bunga yang dikenakan semakin besar.
Setelah berbagai kewajiban dan kebutuhan dipenuhi, uang THR juga dapat dimanfaatkan untuk mulai berinvestasi.
Sebelum memulai investasi, pastikan juga instrumen investasi yang dipilih sesuai dengan profil risiko investasi kamu.
Untuk menentukan hal tersebut, kamu dapat mulai dari mencari informasi yang akurat dan terpercaya, mempelajari hal-hal seputar investasi lebih dalam, membaca berita media sosial hingga buku seputar keuangan untuk memastikan investasi yang kamu pilih aman dan paling sesuai denganmu.
Setelah membuat perencanaan untuk uang THR, kamu juga harus tetap disiplin dan konsisten menjalankannya agar tujuan keuangan yang kamu inginkan dapat tercapai.
Hindari membeli hal-hal di luar rencana atau anggaran dengan berkomitmen dan berjanji untuk tidak membelanjakan uang THR di luar daftar prioritas yang ada.
Selain untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri, uang THR juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal dengan orang lain. Sisihkan sebagian uang Tunjangan Hari Raya atau THR untuk membayar zakat atau berbagi kepada anggota keluarga, seperti adik ataupun keponakan.
Untuk dapat menentukan pengeluaran dengan baik, kamu juga dapat membuat daftar nama penerima THR disertai dengan nominal yang akan mereka terima.
Dengan begitu, kamu dapat menghindari berbagai masalah, seperti kekurangan uang THR ataupun memberikan terlalu banyak kepada orang yang tidak masuk ke dalam daftar.
Bukan hanya kebutuhan saat ini, uang THR juga dapat dimanfaatkan untuk membuat asuransi yang menjadi salah satu langkah pengelolaan risiko yang mungkin timbul di masa depan.
Oleh sebab itu, menyisihkan sebagian uang THR dan mengalokasikannya untuk membayar premi asuransi dapat menjadi pilihan yang tepat agar kamu merasa lebih aman dan terlindungi dari berbagai risiko yang dapat terjadi.
Hal yang harus diperhatikan dalam memiliki asuransi adalah manfaat apa saja yang kamu terima, syarat dan ketentuan yang ada.
Faktor tersebut harus dipertimbangkan dengan baik dengan membandingkan biaya premi yang harus dikeluarkan setiap bulannya agar uang yang kamu keluarkan tidak terbuang sia-sia. Cek Premi Asuransi Kesehatan-Mu dengan mudah melalui FiturTAMI di sini!
Asuransi kesehatan Perlindungan Kesehatan Prima memiliki banyak keunggulan produk yang harus kamu ketahui, antara lain:
Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas penggantian atas pembelian vitamin atau obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan
Santunan Tunai Harian Rawat Inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan
Pilihan Manfaat Rawat Inap dan Rawat Jalan sesuai kebutuhan
Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia
24 jam Contact Center dan Case Monitoring
Layanan eksklusif Personal Medical Assistance
Laporan perhitungan klaim via email
Tips mengelola THR selanjutnya adalah dengan menyisihkannya sebagai dana darurat. Persentasenya juga dapat disesuaikan, mulai dari 10%, 20%, ataupun 30% dari total THR berdasarkan kebutuhan masing-masing.
Dana darurat sendiri dapat digunakan untuk berbagai hal dan umumnya penting untuk dimiliki oleh setiap orang untuk menghindari risiko finansial yang tidak diinginkan.
Adanya dana darurat untuk berbagai situasi, seperti kecelakaan, kehilangan pekerjaan, hingga masalah kesehatan, dapat membuat diri merasa lebih aman.
Kesalahan Mengelola THR yang Harus Dihindari
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi dan uang THR habis secara sia-sia, terdapat beberapa kesalahan mengelola THR yang harus kamu hindari, antara lain:
Menghabiskan uang THR tanpa rencana.
Menganggap uang THR sebagai ekstra tanpa memperhatikan konsekuensinya.
Memaksakan uang THR menjadi investasi agresif tanpa mempersiapkan diri dari segi mental ataupun finansial.
Dalam artikel berjudul 9 Smart Things to do with Your Annual Bonus yang ditulis oleh James Royal, Ph.D., pastikan segala bonus yang didapatkan, seperti salah satunya uang THR, digunakan untuk suatu hal yang bermakna.
Ia melanjutkan bahwa uang tambahan yang didapat menjadi lebih masuk akal jika digunakan untuk suatu hal yang dapat meningkatkan masa depan, mengurangi stres, dan membuatmu merasa lebih baik.

THR atau Tunjangan Hari Raya pertama kali ada pada tahun 1951 yang diberikan pada zaman pemerintahan Presiden Soekarno. Hingga pada akhirnya, resmi diberikan dengan besaran yang lebih spesifik di tahun 1954 sebesar Rp 125 per orang.
Di tahun 1994 berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 04/1994 seputar Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja di Perusahaan menetapkan bahwa setiap pengusaha memiliki kewajiban membayarkan THR Keagamaan bagi pekerja menjelang Hari Raya Keagamaan, antara lain:
Hari Raya Idul Fitri bagi pekerja yang memiliki Agama Islam
Hari Raya Natal bagi pekerja yang memiliki Agama Kristen Katolik dan Protestan
Hari Raya Nyepi bagi pekerja yang memiliki Agama Hindu
Hari Raya Waisak bagi pekerja yang memiliki Agama Budha
Di tahun 2000-an, pemberian THR juga semakin terstruktur dan diatur melalui regulasi resmi dengan adanya Peraturan Pemerintah setiap tahunnya yang mengatur mengenai penerima hak, penjadwalan, dan besaran THR. Berikut besaran THR dari tahun ke tahun.
Di tahun 2020, THR hanya diberikan kepada ASN dengan jabatan di bawah eselon II dan pensiunannya. Komponen THR meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan/umum.
Di tahun 2021, komponen THR meliputi gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji pokok.
Di tahun 2022, komponen THR meliputi gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji pokok, dan 50% tunjangan kinerja.
Di tahun 2023, komponen THR meliputi gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji pokok, dan 50% tunjangan kinerja.
Di tahun 2024, komponen THR meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan atau umum, dan 100% tunjangan kinerja.
Di tahun 2025, komponen THR meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan atau umum, dan 100% tunjangan kinerja.

Perhitungan uang THR juga secara umum cukup sederhana, namun kembali lagi tergantung pada masa kerja dan gaji pokok yang diterima oleh seorang karyawan. Simak cara menghitung THR dengan benar yang harus kamu ketahui.
Bagi karyawan perusahaan dengan masa kerja lebih dari satu tahun, umumnya perhitungan THR akan menyesuaikan dengan gaji pokok yang diterima setiap bulannya. Hal ini dikarenakan besaran THR umumnya satu kali gaji pokok.
Contohnya, jika gaji pokok yang kamu terima setiap bulannya sebesar Rp 10 juta, maka jumlah THR yang akan kamu terima juga sebesar Rp 10 juta.
Bagi karyawan perusahaan dengan masa kerja kurang dari satu tahun, perhitungan THR menjadi pro rata. Yang berarti, THR yang kamu terima akan dihitung berdasarkan masa kerjamu di perusahaan.
Berikut rumus perhitungannya: THR= (gaji pokok x masa kerja):12
Contohnya, jika kamu sudah bekerja selama 8 bulan dengan gaji pokok yang kamu terima setiap bulannya sebesar Rp 10 juta, maka perhitungan menggunakan rumusnya akan seperti berikut.
THR= (10.000.000 x 8):12= 6.666.667
Jadi, THR yang akan kamu terima adalah Rp6.666.667.
Kebijakan perusahaan berbeda-beda, di mana gaji tiap karyawan dapat terdiri dari beberapa komponen, mulai dari tunjangan, insentif, hingga uang lembur.
Jika kondisinya seperti ini, jumlah THR dapat dihitung berdasarkan total gaji yang diterima oleh karyawan tersebut, termasuk dengan tunjangan ataupun komponen lain di luar gaji pokok.
Jadi, pada beberapa perusahaan, komponen penghasilan tambahan yang dimiliki karyawan dapat menjadi bagian dari perhitungan THR.
Lalu, siapa saja yang berhak mendapatkan uang THR? Simak beberapa kelompok berikut yang wajib mendapatkan THR menjelang Hari Raya Keagamaan.
Karyawan tetap di sebuah perusahaan dengan status hubungan kerja yang jelas berhak mendapatkan THR dengan minimal lama kerja satu bulan. Umumnya, karyawan tetap yang paling utama mendapatkan THR berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Karyawan kontrak dengan masa kerja lebih dari satu bulan, berhak mendapatkan THR asalkan tidak ada ketentuan di dalam kontraknya yang menyatakan sebaliknya. Walaupun statusnya belum menjadi karyawan tetap, jika mereka memenuhi syarat yang ada, maka akan mendapatkan THR juga.
Karyawan magang atau praktik kerja dengan syarat tertentu, pada beberapa perusahaan, karyawan magang atau praktik yang sudah bekerja lebih dari satu bulan dapat menerima THR. Namun, hal ini tergantung pada kebijakan perusahaan yang ada terkait komitmen dan kontribusi signifikan selama masa magang.
Pekerja Paruh Waktu atau Part-Time, karyawan paruh waktu juga dapat menerima uang THR tergantung pada kebijakan perusahaan dan perjanjian yang telah dibuat antara pekerja dan perusahaan. Jika karyawan telah bekerja lebih dari satu bulan, maka mereka dapat menerima uang THR sebesar proporsi gaji mereka.
Karyawan cuti sakit atau cuti hamil, perusahaan juga berhak membayarkan karyawan yang sedang cuti sakit ataupun hamil, dengan syarat mereka tidak dalam status CTD atau cuti tidak dibayar. Cuti yang telah disetujui perusahaan tidak menghilangkan hak karyawan untuk menerima THR.
Nah, itulah beberapa tips mengelola THR yang harus kamu ketahui, bukan hanya untuk memenuhi berbagai kebutuhan saat ini, tetapi juga di depan jadikan sebagai sarana untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Walaupun begitu, berbagai tips mengelola THR di atas juga membantu mengingatkan untuk melakukan setiap tindakan finansial dengan perencanaan yang matang untuk memastikan uang yang dikeluarkan digunakan dengan bijak. Semoga bermanfaat!
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.