Beranda
/
Artikel
/
Keuangan
/
9 Tips Mengelola THR Lebih Bijak Menjelang Hari Raya Idul Fitri yang Harus Diketahui!

9 Tips Mengelola THR Lebih Bijak Menjelang Hari Raya Idul Fitri yang Harus Diketahui!

5 March 2026 | MyProtection News Jakarta

Dengan semakin dekatnya Hari Raya Idul Fitri saat ini, tips mengelola THR atau Tunjangan Hari Raya yang baik sangatlah krusial. Umumnya, tunjangan ini akan digunakan untuk berbelanja berbagai kebutuhan Lebaran, namun beberapa orang juga ada yang memilih menyisihkannya untuk ditabung.

Dalam Peraturan Pemerintah juga dijelaskan seputar tujuan pemberian THR secara umum, yaitu mempertahankan tingkat daya beli masyarakat dalam rangka kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional serta meningkatkan pembelajaran Aparatur Negara, Pensiunan, Penerima Pensiun, dan Penerima Tunjangan sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Untuk membantu sahabat MyPro+, berbagai tips mengelola THR yang baik dan bijak akan kita bahas di bawah ini. Simak berbagai tips mengelola THR berikut ini.

9 Tips Mengelola THR Lebih Bijak Menjelang Hari Raya Idul Fitri yang Harus Diketahui!

tips mengelola thr

Agar uang THR yang didapatkan bisa digunakan secara maksimal, berikut ini beberapa tips mengelola THR yang dapat kamu terapkan dan jadikan sebagai contoh. Simak selengkapnya!

1. Membuat Daftar Prioritas Pengeluaran

Tips mengelola THR pertama, yaitu membuat daftar prioritas pengeluaran atau anggaran pengeluaran sedetail mungkin agar uang TH yang didapatkan dapat dialokasikan sesuai dengan tujuan.

Umumnya, kamu harus memprioritaskan pengeluaran rutin serta berbagai keperluan Lebaran dalam anggaran yang telah dibuat dengan nominal yang realistis.

Setelah semua kebutuhan terpenuhi, sisa uang THR yang ada dapat dialokasikan untuk berbagai hal, mulai dari tabungan, investasi, dan pemenuhan kebutuhan lainnya seperti membayar premi asuransi kesehatan yang dapat memberikan perlindungan kesehatan bagi dirimu dan anggota keluargamu.

2. Menyisihkan Uang THR untuk Tabungan

Tips mengelola THR selanjutnya adalah menyisihkan sekitar 5 hingga 20 persen dari uang THR yang kamu terima untuk ditabung. Besaran persentase ini sebenarnya bersifat fleksibel, artinya bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing.

Jika kebutuhanmu sedang cukup banyak, kamu bisa menyisihkan dalam jumlah yang lebih kecil. Namun, jika memungkinkan, tidak ada salahnya menabung lebih besar agar manfaatnya semakin terasa di kemudian hari.

Yang terpenting bukan hanya soal berapa besar uang yang ditabung, tetapi juga di mana kamu menyimpannya. Pastikan kamu memilih produk tabungan yang tepat dan sesuai tujuan keuanganmu.

Misalnya, kamu bisa mempertimbangkan menabung dalam bentuk deposito atau tabungan berjangka lainnya. Produk seperti ini biasanya memiliki sistem penguncian dana untuk jangka waktu tertentu, sehingga uang tidak bisa diambil kapan saja.

Cara ini efektif untuk membantu kamu menjadi lebih disiplin menabung dan menghindari godaan menggunakan uang tersebut untuk keperluan konsumtif. Bukan hanya itu, kamu juga dapat mendapatkan banyak manfaat menabung jika dilakukan dengan tepat.

Dengan memilih instrumen tabungan yang sesuai, uang THR yang kamu sisihkan bisa berkembang dan memberikan manfaat lebih besar di masa depan.

Kebiasaan menabung dari THR juga bisa menjadi langkah awal untuk membangun perencanaan keuangan yang lebih sehat dan teratur setiap tahunnya.

3. Hindari Menghamburkan Uang THR untuk Hal yang Tidak Penting

Jika anggaran atau daftar prioritas telah dibuat, uang THR sudah dapat kamu gunakan dan alokasikan. Namun, hal yang harus diingat adalah untuk tidak menghamburkannya untuk hal-hal yang tidak perlu dan mubazir.

Bukan hanya itu, kamu juga harus dapat membedakan dan mampu menahan diri atas hasrat untuk berbelanja secara berlebihan atau yang sering disebut juga dengan impulsive buying khususnya menjelang Lebaran.

Jika kamu menemukan produk atau barang yang ingin dibeli, hal yang harus kamu lakukan adalah menentukan urgensi atau kebutuhan dari barang tersebut untuk memastikan impulsive buying tidak terjadi.

4. Melunasi Hutang yang Dimiliki

Selain dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan selama Lebaran, uang THR juga dapat dimanfaatkan untuk melunasi kewajiban, seperti hutang ataupun cicilan yang kamu miliki.

Hal ini dilakukan untuk menghindari membayar utang terlambat atau bahkan lewat dari tenggat waktu yang diberikan yang dapat membuat bunga yang dikenakan semakin besar.

5. Menggunakan Uang THR untuk Investasi

Setelah berbagai kewajiban dan kebutuhan dipenuhi, uang THR juga dapat dimanfaatkan untuk mulai berinvestasi.

Sebelum memulai investasi, pastikan juga instrumen investasi yang dipilih sesuai dengan profil risiko investasi kamu.

Untuk menentukan hal tersebut, kamu dapat mulai dari mencari informasi yang akurat dan terpercaya, mempelajari hal-hal seputar investasi lebih dalam, membaca berita media sosial hingga buku seputar keuangan untuk memastikan investasi yang kamu pilih aman dan paling sesuai denganmu.

6. Tetap Disiplin dan Konsisten

Setelah membuat perencanaan untuk uang THR, kamu juga harus tetap disiplin dan konsisten menjalankannya agar tujuan keuangan yang kamu inginkan dapat tercapai.

Hindari membeli hal-hal di luar rencana atau anggaran dengan berkomitmen dan berjanji untuk tidak membelanjakan uang THR di luar daftar prioritas yang ada.

7. Berbagi dengan Orang Lain

Selain untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri, uang THR juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal dengan orang lain. Sisihkan sebagian uang Tunjangan Hari Raya atau THR untuk membayar zakat atau berbagi kepada anggota keluarga, seperti adik ataupun keponakan.

Untuk dapat menentukan pengeluaran dengan baik, kamu juga dapat membuat daftar nama penerima THR disertai dengan nominal yang akan mereka terima.

Dengan begitu, kamu dapat menghindari berbagai masalah, seperti kekurangan uang THR ataupun memberikan terlalu banyak kepada orang yang tidak masuk ke dalam daftar.

8. Membuat Asuransi

Bukan hanya kebutuhan saat ini, uang THR juga dapat dimanfaatkan untuk membuat asuransi yang menjadi salah satu langkah pengelolaan risiko yang mungkin timbul di masa depan.

Oleh sebab itu, menyisihkan sebagian uang THR dan mengalokasikannya untuk membayar premi asuransi dapat menjadi pilihan yang tepat agar kamu merasa lebih aman dan terlindungi dari berbagai risiko yang dapat terjadi.

Hal yang harus diperhatikan dalam memiliki asuransi adalah manfaat apa saja yang kamu terima, syarat dan ketentuan yang ada.

Faktor tersebut harus dipertimbangkan dengan baik dengan membandingkan biaya premi yang harus dikeluarkan setiap bulannya agar uang yang kamu keluarkan tidak terbuang sia-sia. Cek Premi Asuransi Kesehatan-Mu dengan mudah melalui FiturTAMI di sini!

Asuransi kesehatan Perlindungan Kesehatan Prima memiliki banyak keunggulan produk yang harus kamu ketahui, antara lain:

  • Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas penggantian atas pembelian vitamin atau obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan

  • Santunan Tunai Harian Rawat Inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan

  • Pilihan Manfaat Rawat Inap dan Rawat Jalan sesuai kebutuhan

  • Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia

  • 24 jam Contact Center dan Case Monitoring

  • Layanan eksklusif Personal Medical Assistance

  • Laporan perhitungan klaim via email

9. Menyisihkan Dana Darurat

Tips mengelola THR selanjutnya adalah dengan menyisihkannya sebagai dana darurat. Persentasenya juga dapat disesuaikan, mulai dari 10%, 20%, ataupun 30% dari total THR berdasarkan kebutuhan masing-masing.

Dana darurat sendiri dapat digunakan untuk berbagai hal dan umumnya penting untuk dimiliki oleh setiap orang untuk menghindari risiko finansial yang tidak diinginkan.

Adanya dana darurat untuk berbagai situasi, seperti kecelakaan, kehilangan pekerjaan, hingga masalah kesehatan, dapat membuat diri merasa lebih aman.

Kesalahan Mengelola THR yang Harus Dihindari

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi dan uang THR habis secara sia-sia, terdapat beberapa kesalahan mengelola THR yang harus kamu hindari, antara lain:

  • Menghabiskan uang THR tanpa rencana.

  • Menganggap uang THR sebagai ekstra tanpa memperhatikan konsekuensinya.

  • Memaksakan uang THR menjadi investasi agresif tanpa mempersiapkan diri dari segi mental ataupun finansial.

Dalam artikel berjudul 9 Smart Things to do with Your Annual Bonus yang ditulis oleh James Royal, Ph.D., pastikan segala bonus yang didapatkan, seperti salah satunya uang THR, digunakan untuk suatu hal yang bermakna.

Ia melanjutkan bahwa uang tambahan yang didapat menjadi lebih masuk akal jika digunakan untuk suatu hal yang dapat meningkatkan masa depan, mengurangi stres, dan membuatmu merasa lebih baik.

Sejarah dan Perkembangan THR di Indonesia

Sejarah dan Perkembangan THR di Indonesia 

THR atau Tunjangan Hari Raya pertama kali ada pada tahun 1951 yang diberikan pada zaman pemerintahan Presiden Soekarno. Hingga pada akhirnya, resmi diberikan dengan besaran yang lebih spesifik di tahun 1954 sebesar Rp 125 per orang.

Di tahun 1994 berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 04/1994 seputar Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja di Perusahaan menetapkan bahwa setiap pengusaha memiliki kewajiban membayarkan THR Keagamaan bagi pekerja menjelang Hari Raya Keagamaan, antara lain:

  • Hari Raya Idul Fitri bagi pekerja yang memiliki Agama Islam

  • Hari Raya Natal bagi pekerja yang memiliki Agama Kristen Katolik dan Protestan

  • Hari Raya Nyepi bagi pekerja yang memiliki Agama Hindu

  • Hari Raya Waisak bagi pekerja yang memiliki Agama Budha

Di tahun 2000-an, pemberian THR juga semakin terstruktur dan diatur melalui regulasi resmi dengan adanya Peraturan Pemerintah setiap tahunnya yang mengatur mengenai penerima hak, penjadwalan, dan besaran THR. Berikut besaran THR dari tahun ke tahun.

  • Di tahun 2020, THR hanya diberikan kepada ASN dengan jabatan di bawah eselon II dan pensiunannya. Komponen THR meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan/umum.

  • Di tahun 2021, komponen THR meliputi gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji pokok.

  • Di tahun 2022, komponen THR meliputi gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji pokok, dan 50% tunjangan kinerja.

  • Di tahun 2023, komponen THR meliputi gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji pokok, dan 50% tunjangan kinerja.

  • Di tahun 2024, komponen THR meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan atau umum, dan 100% tunjangan kinerja.

  • Di tahun 2025, komponen THR meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan atau umum, dan 100% tunjangan kinerja.

Cara Menghitung THR dengan Benar

Cara Menghitung THR dengan Benar 

Perhitungan uang THR juga secara umum cukup sederhana, namun kembali lagi tergantung pada masa kerja dan gaji pokok yang diterima oleh seorang karyawan. Simak cara menghitung THR dengan benar yang harus kamu ketahui.

1. Karyawan dengan Masa Kerja Lebih dari 1 Tahun

Bagi karyawan perusahaan dengan masa kerja lebih dari satu tahun, umumnya perhitungan THR akan menyesuaikan dengan gaji pokok yang diterima setiap bulannya. Hal ini dikarenakan besaran THR umumnya satu kali gaji pokok.

Contohnya, jika gaji pokok yang kamu terima setiap bulannya sebesar Rp 10 juta, maka jumlah THR yang akan kamu terima juga sebesar Rp 10 juta.

2. Karyawan dengan Masa Kerja Kurang dari 1 Tahun

Bagi karyawan perusahaan dengan masa kerja kurang dari satu tahun, perhitungan THR menjadi pro rata. Yang berarti, THR yang kamu terima akan dihitung berdasarkan masa kerjamu di perusahaan.

Berikut rumus perhitungannya: THR= (gaji pokok x masa kerja):12

Contohnya, jika kamu sudah bekerja selama 8 bulan dengan gaji pokok yang kamu terima setiap bulannya sebesar Rp 10 juta, maka perhitungan menggunakan rumusnya akan seperti berikut.

THR= (10.000.000 x 8):12= 6.666.667

Jadi, THR yang akan kamu terima adalah Rp6.666.667.

3. Karyawan yang Gajinya Di Perhitungan dari Komponen Lain

Kebijakan perusahaan berbeda-beda, di mana gaji tiap karyawan dapat terdiri dari beberapa komponen, mulai dari tunjangan, insentif, hingga uang lembur.

Jika kondisinya seperti ini, jumlah THR dapat dihitung berdasarkan total gaji yang diterima oleh karyawan tersebut, termasuk dengan tunjangan ataupun komponen lain di luar gaji pokok.

Jadi, pada beberapa perusahaan, komponen penghasilan tambahan yang dimiliki karyawan dapat menjadi bagian dari perhitungan THR.

Siapa yang Berhak Mendapatkan THR?

Lalu, siapa saja yang berhak mendapatkan uang THR? Simak beberapa kelompok berikut yang wajib mendapatkan THR menjelang Hari Raya Keagamaan.

  • Karyawan tetap di sebuah perusahaan dengan status hubungan kerja yang jelas berhak mendapatkan THR dengan minimal lama kerja satu bulan. Umumnya, karyawan tetap yang paling utama mendapatkan THR berdasarkan ketentuan yang berlaku.

  • Karyawan kontrak dengan masa kerja lebih dari satu bulan, berhak mendapatkan THR asalkan tidak ada ketentuan di dalam kontraknya yang menyatakan sebaliknya. Walaupun statusnya belum menjadi karyawan tetap, jika mereka memenuhi syarat yang ada, maka akan mendapatkan THR juga.

  • Karyawan magang atau praktik kerja dengan syarat tertentu, pada beberapa perusahaan, karyawan magang atau praktik yang sudah bekerja lebih dari satu bulan dapat menerima THR. Namun, hal ini tergantung pada kebijakan perusahaan yang ada terkait komitmen dan kontribusi signifikan selama masa magang.

  • Pekerja Paruh Waktu atau Part-Time, karyawan paruh waktu juga dapat menerima uang THR tergantung pada kebijakan perusahaan dan perjanjian yang telah dibuat antara pekerja dan perusahaan. Jika karyawan telah bekerja lebih dari satu bulan, maka mereka dapat menerima uang THR sebesar proporsi gaji mereka.

  • Karyawan cuti sakit atau cuti hamil, perusahaan juga berhak membayarkan karyawan yang sedang cuti sakit ataupun hamil, dengan syarat mereka tidak dalam status CTD atau cuti tidak dibayar. Cuti yang telah disetujui perusahaan tidak menghilangkan hak karyawan untuk menerima THR.

Nah, itulah beberapa tips mengelola THR yang harus kamu ketahui, bukan hanya untuk memenuhi berbagai kebutuhan saat ini, tetapi juga di depan jadikan sebagai sarana untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Walaupun begitu, berbagai tips mengelola THR di atas juga membantu mengingatkan untuk melakukan setiap tindakan finansial dengan perencanaan yang matang untuk memastikan uang yang dikeluarkan digunakan dengan bijak. Semoga bermanfaat!

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Apakah artikel ini membantu?
Subscribe Newsletter Kita
Klik subscribe untuk berlanggan newsletter artikel kami
Bagikan MyPro ke
facebook
twitter
instagram
Tentang MyProtection News Jakarta
MyProtection adalah salah satu pioneer portal pembelian asuransi kesehatan maupun asuransi umum secara online yang dapat diakses melalui platform website dan aplikasi sejak 2017.
Rekomendasi Artikel
Otomotif
5 mins read • 23/01/2026
3 Alasan Tie Rod Mobil Penting Untuk Dirawat & Ciri Kerusakannya!

Tie Rod Mobil - Mobil terdiri dari berbagai jenis komponen di dalamnya yang masing-masing memiliki fungsi krusial agar dapat berkendara dengan baik.

Seperti salah satunya yaitu tie rod mobil yang merupakan batang penghubung antara sistem kemudi dengan roda depan yang memungkinkan mobil bermanuver dengan lancar dan kendaraan tetap stabil.

3 Alasan Tie Rod Mobil Penting Untuk Dirawat & Ciri Kerusakannya!

Tie Rod yang mengalami kerusakan dapat berdampak pada kendaraan, seperti menjadi sulit dikendalikan, roda tidak stabil, hingga mengeluarkan suara berisik.

Untuk lebih memahami kegunaannya, berikut ini beberapa fungsi tie rod mobil yang harus kamu ketahui!

1. Menggerakkan Roda ke Depan

Tie rod berada di ujung steering gear dan steering knuckle. Ketika kemudi dibelokkan, maka komponen ini akan membuat gerakan memutar menuju steering gear box yang membuat adanya tarikan dan dorongan.

Gerakan tersebut yang akan membuat roda depan mobil bergeser atau belok sesuai dengan arah yang telah ditentukan pengemudi.

2. Meredam Getaran

Adanya tie rod juga dapat membantu meredam getaran ketika berkendara di jalan tidak rata. Hal ini dikarenakan tie rod dilengkapi dengan ball joint yang dapat menyebabkan gerakan ke segala arah.

Long tie rod dapat membantu meredam getaran arah atas dan bawah, sedangkan tie rod end dapat membantu memutuskan gerakan ke kiri dan kanan.

3. Mengatur Jarak Roda Depan

Tie rod juga memiliki kegunaan untuk mengatur jarak antara roda depan atau wheelbase.

Dibagi menjadi dua jenis, yaitu toe in yang memiliki fungsi untuk mengatur roda depan tetap lurus dan stabil, dan toe out yang berfungsi untuk mencegah keausan ban yang tidak merata.

Setelah mengetahui fungsi dan kegunaannya, agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan saat berkendara, penting juga untuk mengetahui apa saja ciri-ciri tie rod mobil rusak, sebagai berikut.

  • Getaran yang tidak normal ketika berkendara pada bagian setir atau kabin dapat menjadi salah satu ciri tie rod mobil yang mengalami kerusakan.

  • Suara berdecit ketika belok juga dapat menjadi ciri berikutnya yang biasanya akan terdengar ketika kemudi di arahkan ke kanan atau kiri.

  • Berkurangnya kestabilan mobil disebabkan tie rod rusak yang dapat mempengaruhi sistem kemudi mobil dan hilangnya stabilitas ketika melakukan manuver.

  • Mobil aus secara tidak merata yang disebabkan ban mobil tidak terkunci dengan baik karena adanya kerusakan pada tie rod yang menyebabkan gesekan tidak merata pada ban.

Jika salah satu cirinya sudah dirasakan ketika berkendara, penting untuk segera melakukan perawatan dan pemeliharaan rutin atau bahkan segera mengganti komponennya.

Hal ini dikarenakan tie rod yang rusak dapat membuat mobil sulit untuk dikemudikan, roda menjadi tidak stabil, hingga getaran pada bagian setir yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

Umumnya, kerusakan tie rod dapat terjadi karena beberapa hal, seperti:

  • Keausan atau kerusakan akibat gesekan yang terjadi ketika mobil bergerak.

  • Kerusakan pada tie rod end yang ada pada bagian ujung di roda mobil/

  • Kerusakan pada sambungan antara long tie rod dan tie rod end yang memiliki fungsi utama untuk menjalankan fungsi tie rod.

  • Ban yang tidak merata dan munculnya potensi ban mobil untuk belon dan menimbulkan tekanan pada tie rod.

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

Baca Artikel
Semua Kategori
5 mins read • 30/09/2020
Sakit? Tanya Dokter Lewat Online Doctor Consultation Saja!

Hi, Sahabat MyProtection!

Pandemi COVID-19 membuat aktivitas harian jadi terbatas. Termasuk ketika Anda sakit. Ingin berkunjung ke rumah sakit tapi ragu, ingin mencari informasi sendiri pun takut keliru.

Tapi jangan khawatir! Karena sekarang Perlindungan Kesehatan Prima punya fitur online doctor consultation dan telemedicine.

Daripada gegabah mencari diagnosa penyakit lewat mesin pencari, tanyakan saja kepada dokter asli! Anda juga tidak perlu beranjak keluar dari rumah karena fitur online doctor consultation bisa diakses dari aplikasi eBenefit yang bisa diunduh di Play Store dan AppStore.

Pastinya, makin tenang beraktivitas bersama Perlindungan Kesehatan Prima. Fitur lainnya juga bisa Anda dapatkan dengan asuransi PRIMA, yaitu:

  • Klaim cashless tanpa kartu
  • Telemedicine
  • Online doctor consultation
  • Cek status klaim langsung dari HP Anda
  • Fitur live chat
  • Manfaat tambahan SALDO PRIMA untuk beli vitamin/obat tanpa resep Dokter & diganti asuransi (khusus Perlindungan Kesehatan Prima)
  • Menjamin COVID-19

Dapatkan diskon 10% untuk Perlindungan Kesehatan Prima selama Promo 10.10 dari MyProtection. Info lebih lengkap silakan klik tombol di bawah ini!

Syarat dan Ketentuan:

  • Periode promo adalah 1 Oktober – 31 Oktober 2020
  • Promo khusus untuk produk Perlindungan Kesehatan PRIMA
  • Diskon yang diberikan sebesar 10% dengan kode OKTOBERPRIMA
  • Diskon hanya bisa digunakan 1x per pengguna dan tidak bisa digabung dengan promo lainnya
Baca Artikel
Kesehatan
5 mins read • 21/04/2025
8 Penyebab Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya Sejak Dini!

Penyebab Darah Tinggi atau yang juga dikenal dengan istilah hipertensi dapat datang dari berbagai faktor risiko, dimulai dari pola makan, faktor keturunan, hingga beberapa hal lainnya yang perlu diperhatikan dan diwaspadai.

Tekanan darah tinggi merupakan sebuah kondisi ketika tekanan darah seseorang berada di angka 130/80 mmHg atau bahkan lebih. Jika tidak ditangani dengan tepat, darah tinggi juga dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai penyakit lain, seperti penyakit jantung, stroke, gangguan ginjal, hingga kebutaan.

Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia pada tahun 2023, menunjukkan bahwa prevalensi atau tekanan darah tinggi pada penduduk Indonesia dengan usia di atas 18 tahun berdasarkan diagnosis dokter sebesar 8.6% dan angka berdasarkan pengukuran tekanan darah sebesar 30.8%.

8 Penyebab Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya Sejak Dini!

penyebab darah tinggi

pexels

Penyebab darah tinggi belum diketahui secara pasti dalam beberapa kasus. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena darah tinggi, yaitu:

1. Keturunan

Faktor pertama, yaitu keturunan yang berkaitan dengan faktor genetik seseorang. Orang tersebut dapat menjadi lebih rentan terkena hipertensi jika orang tua maupun anggota keluarga dekatnya menderita darah tinggi.

2. Usia

Penyebab kedua, yaitu bertambahnya usia seseorang. Hal ini dikarenakan organ dan pembuluh darah di dalam tubuh seseorang akan mengalami perubahan seiring bertambahnya usia.

Perubahan organ, seperti ginjal akan memiliki dampak pada menurunnya kinerja dari organ tersebut yang dapat mengganggu keseimbangan garam dan cairan dalam tubuh.

Selain itu, perubahan yang terjadi pada pembunuh darah akibat bertambahnya usia dapat memberikan dampak dinding pembuluh darah menjadi kaku.

Bertambahnya usia yang menyebabkan kondisi-kondisi tersebut mengakibatkan tekanan darah dalam tubuh meningkat dan pada umumnya orang-orang yang berusia lebih dari 35 tahun memiliki risiko lebih besar mengalami darah tinggi.

3. Pola Makan Tidak Sehat

Pola makan yang tidak sehat juga dapat menjadi salah satu penyebab darah tinggi. Makanan tidak sehat seperti makanan yang terlalu asin, termasuk sayur, makanan berlemak hingga tinggi kolesterol.

Kekurangan kalium juga dapat menjadi meningkatkan risiko seseorang terkena darah tinggi. Perbanyak konsumsi makanan tinggi kalsium, seperti bayam, salmon, serta kacang-kacangan.

4. Obesitas

Penyebab darah tinggi lainnya adalah obesitas atau memiliki berat badan berlebih yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena hipertensi.

Hal ini dikarenakan semakin gemuk tubuh seseorang, maka akan semakin banyak darah yang diperlukan untuk memasok oksigen dan nutrisi ke seluruh bagian tubuh.

Ketika volume darah yang dibutuhkan seseorang meningkat, tekanan dalam pembuluh darah juga akan mengalami peningkatan.

5. Jarang Berolahraga

Seseorang yang jarang berolahraga juga memiliki risiko terkena darah tinggi karena cenderung memiliki detak jantung yang lebih tinggi serta rentan terkena obesitas.

Hal tersebut dapat membuat organ jantung untuk bekerja lebih keras dibandingkan dengan orang-orang yang rajin berolahraga dan meningkatkan risiko terjadinya darah tinggi atau hipertensi.

6. Merokok dan Mengonsumsi Alkohol

Zat kimia yang ada di dalam tembakau dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah, yang dapat meningkatkan tekanan darah serta beban kerja organ jantung. Kondisi ini bukan hanya dialami oleh perokok aktif, namun juga perokok pasif yang terpapar asap rokok.

Penyempitan pembuluh darah dapat menyebabkan terjadinya berbagai masalah kesehatan, termasuk juga penyakit jantung dan stroke.

Selain itu, mengonsumsi minuman beralkohol yang berlebihan juga dapat meningkatkan risiko hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi minuman beralkohol lebih dari tujuh kali per minggu memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami hipertensi.

Alkohol, termasuk juga wine dapat menyebabkan dinding pembuluh darah menjadi lebih keras dan kaku. Hal tersebut dapat mengakibatkan organ jantung untuk bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh, yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah.

Kombinasi dari merokok dan konsumsi alkohol yang berlebihan juga dapat memperburuk kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Oleh sebab itu, penting untuk mengurangi dan menghindari kebiasaan-kebiasaan tersebut untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Dengan menerapkan gaya hidup yang lebih sehat, dan mengurangi kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol berlebihan maka dapat membantu dalam menjaga tekanan darah dalam batas normal.

7. Stres

Stres, rasa cemas, dan kurang tidur juga dapat menjadi faktor penyebab darah tinggi pada seseorang. Hal ini berkaitan dengan meningkatnya hormon stres dalam tubuh, seperti kortisol dan adrenalin ketika seseorang mengalami stres berkepanjangan.

8. Kondisi Medis Tertentu

Terdapat pula beberapa kondisi medis tertentu yang dapat menyebabkan hipertensi atau tekanan darah tinggi muncul, apa saja itu? Simak di sini!

  • Penyakit ginjal

  • Obstructive sleep apnea

  • Cacat jantung bawaan

  • Masalah tiroid

  • Efek samping konsumsi obat

  • Penggunaan obat-obatan terlarang

  • Penyalahgunaan alkohol

  • Masalah kelenjar adrenal

  • Tumor endokrin tertentu

Gejala Darah Tinggi

gejala darah tinggi

pexels

Untuk mengenali gejala tekanan darah tinggi, terdapat beberapa ciri-ciri atau gejala yang harus kamu ketahui pada orang yang memiliki tekanan darah tinggi secara umum, sebagai berikut.

  • Sakit kepala parah

  • Sesak napas

  • Mimisan

  • Kulit memerah yang terjadi terutama pada daerah wajah dan leher

  • Pusing

  • Nyeri dada

  • Gangguan penglihatan

  • Darah pada urine

Cara Mengobati Darah Tinggi

Cara Mengobati Darah Tinggi

pexels

Pengobatan hipertensi yang direkomendasi dokter pada umumnya disesuaikan dengan usia serta kondisi pasien, dan tingkat tekanan darah tingginya. Selain itu, terdapat beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk mengobati darah tinggi, sebagai berikut.

1. Mengurangi Asupan Garam

Salah satu cara mengobati hipertensi yang paling efektif adalah dengan mengurangi asupan makanan yang mengandung garam atau natrium yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah karena sifatnya yang mengikat air, sehingga meningkatkan volume darah dan tekanan di dalam pembuluh darah.

Menurut WHO sebagai organisasi kesehatan dunia merekomendasikan agar pengonsumsian garam dibatasi hingga di bawah 5 gram per hari yang setara dengan kurang dari satu sendok teh garam.

Dengan mengurangi asupan garam, hal ini bertujuan untuk membantu mengurangi risiko hipertensi dan berbagai penyakit kardiovaskular lainnya.

Sahabat MyProtection juga harus memperhatikan sumber-sumber garam tersembunyi yang ada di dalam makanan olahan, makanan instan, serta makanan siap saji.

Saat ini sendiri, kamu dapat mencari alternatif garam dengan bumbu atau rempah-rempah lain dan garam rendah natrium yang dapat menjadi opsi yang lebih sehat dan aman.

2. Berhenti Merokok

Cara kedua, adalah dengan berhenti dan mengurangi rokok yang bukan hanya dapat meningkatkan faktor risiko hipertensi, tapi juga berbagai gangguan kesehatan lainnya.

Zat-zat kimia berbahaya yang ada di dalam rokok, mulai dari nikotin, tar, serta karbon monoksida dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah, meningkatkan detak jantung, serta menyebabkan penyempitan pembuluh darah.

Dengan berhenti kebiasaan merokok, kamu bukan hanya menghindari risiko hipertensi namun juga dapat menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah serta keseluruhan kualitas hidup yang akan meningkat.

3. Rutin Berolahraga

Beraktivitas fisik secara teratur juga dapat membantu dalam mencegah hipertensi jika dilakukan secara teratur.

Berdasarkan rekomendasi WHO, melakukan aktivitas fisik setidaknya 150 menit setiap minggu dengan intensitas sedang yang dapat dibagi per hari sebanyak 30 menit dapat memberikan banyak manfaat bagi tubuh.

Aktivitas yang dipilih dan dilakukan juga tidak perlu rumit maupun berat. Beberapa contoh yang dapat kamu lakukan dengan mudah dengan hasil maksimal adalah berjalan kaki, jogging, bersepeda, serta berenang.

Bukan hanya untuk mencegah hipertensi, melakukan aktivitas fisik secara rutin juga dapat membantu dalam mengurangi stres yang juga menjadi salah satu penyebab hipertensi.

Dengan melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga, tubuh akan melepaskan endorfin yang dapat membantu dalam meningkatkan suasana hati dan mengurangi tingkat stres.

Oleh sebab itu, penting untuk memulai untuk menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari rutinitas harian yang dapat membantu dalam menjaga tekanan darah dan mencegah tekanan darah tinggi.

4. Mengelola Stres

Menghindari dan mempelajari bagaimana cara mengelola stres dapat membantu dalam mengendalikan tekanan darah tinggi. Stres yang tidak terkelola dengan baik dapat memicu peningkatan tekanan darah. Untuk mengelolanya, berikut ini beberapa cara paling efektif untuk meredakannya, sebagai berikut.

  • Meditasi, meditasi yang dilakukan secara rutin dapat membantu dalam menenangkan pikiran dan mengurangi stres. Selain itu, meditasi juga dapat membantu dalam meningkatkan fokus dan kesejahteraan emosional.

  • Yoga, yang menggabungkan latihan fisik dengan teknik pernapasan serta meditasi mampu membantu dalam menurunkan tekanan darah serta meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan tubuh.

  • Hobi, melakukan hobi yang digemari dan disukai dapat membantu mengelola stres. Mulai dari membaca, menanam, berkebun, atau bahkan melukis dapat membantu mengalihkan pikiran dari stres dan memberikan rasa kepuasan.

  • Spa, mengunjungi spa untuk pijat maupun perawatan tubuh lainnya dalam membantu dalam memberikan perasaan rileks serta meregangkan otot-otot yang tegang dan mampu meningkatkan sirkulasi darah dan membantu menurunkan tekanan darah.

  • Olahraga, melakukan aktivitas fisik ringan seperti jalan, lari, maupun berenang dapat membantu mengurangi stres dan menjaga kesehatan jantung.

  • Pengaturan waktu, membuat jadwal teratur agar dapat mengatur prioritas yang dapat membantu untuk mengurangi tekanan dan kecemasan yang disebabkan oleh kegiatan yang harus dilakukan setiap harinya.

5. Menghindari Alkohol

Mengonsumsi alkohol yang berlebihan juga dapat berkontribusi dalam meningkatnya risiko tekanan darah tinggi atau hipertensi pada seseorang.

Hal ini dikarenakan alkohol dapat memengaruhi sistem saraf pusat seseorang dan menyebabkan peningkatan tekanan darah secara signifikan.

Oleh sebab itu, bagi para penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi sangat dianjurkan untuk menghindari konsumsi alkohol atau setidaknya membatasi kadar asupan alkohol yang masuk ke dalam tubuh.

6. Pola Makan Seimbang

Seseorang yang menderita hipertensi juga perlu menerapkan pola makan seimbang agar nutrisi yang masuk ke tubuh lebih terukur dan dapat mendukung kesehatan jantung.

Berikut beberapa langkah yang dapat kamu lakukan untuk menerapkan pola makan yang lebih seimbang dan sehat, sebagai berikut:

  • Mengonsumsi buah dan sayur yang kaya akan vitamin, mineral, dan serat yang baik dan penting bagi kesehatan. Buah dan sayur juga rendah kalori dan mampu membantu menurunkan tekanan darah. Contohnya seperti jeruk, apel, bayam, serta brokoli.

  • Sumber protein yang sehat, mengonsumsi ikan tuna dan salmon yang kaya akan omega 3 dan baik untuk kesehatan jantung. Sumber protein yang baik dan rendah lemak jenuh juga bisa didapatkan melalui kacang-kacangan dan biji-bijian.

  • Mengonsumsi gandum utuh, beberapa makanan seperti oatmeal, quinoa, serta roti gandum kaya akan serat yang dapat membantu menjaga tekanan darah seseorang.

  • Menghindari makanan berminyak dan berlemak, hindari makanan yang digoreng dan makanan cepat saji yang dapat meningkatkan risiko hipertensi.

  • Menghindari garam, garam dapat menyebabkan retensi cairan dalam tubuh dan meningkatkan tekanan darah.

  • Minum air yang cukup, air dapat membantu dalam menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh dan mendukung fungsi organ yang optimal.

7. Menjaga Berat Badan

Sangat penting bagi sahabat MyProtection untuk menjaga berat badan ideal demi kesehatan jantung dan tekanan darah yang stabil. Kelebihan berat badan dapat menyebabkan jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh, yang dapat meningkatkan tekanan darah.

Untuk mencapai dan menjaga berat badan ideal, penderita hipertensi dapat mengadopsi pola makan sehat, berolahraga teratur, mengatur porsi makan, menghindari kebiasaan tidak sehat seperti merokok dan konsumsi alkohol berlebihan, serta mengelola stres.

Konsultasi dengan profesional kesehatan juga penting untuk mendapatkan panduan yang sesuai. Dengan menjaga berat badan ideal, risiko komplikasi serius dapat dikurangi.

8. Meminum Obat Penurunan Tekanan Darah

Jika perubahan pola hidup tidak cukup untuk mengendalikan hipertensi, dokter mungkin akan meresepkan obat penurun tekanan darah. Penggunaan obat ini disesuaikan dengan usia, kondisi pasien, dan tingkat hipertensi yang dialami.

Beberapa jenis obat penurun tekanan darah yang umum digunakan untuk mengobati hipertensi meliputi:

  • Obat Diuretik, seperti hydrochlorothiazide, yang membantu tubuh mengeluarkan kelebihan garam dan air melalui urine, sehingga mengurangi volume darah dan tekanan pada dinding arteri.

  • Angiotensin-Converting Enzyme (ACE) Inhibitor, seperti lisinopril dan captopril, yang bekerja dengan menghambat enzim yang mempersempit pembuluh darah, sehingga darah dapat mengalir lebih lancar.

  • Angiotensin II Receptor Blockers (ARBs), seperti candesartan dan losartan, yang menghalangi efek hormon angiotensin II, yang menyebabkan pembuluh darah menyempit.

  • Calcium Channel Blocker atau Antagonis Kalsium, seperti amlodipine dan diltiazem, yang mencegah kalsium masuk ke dalam sel otot jantung dan pembuluh darah, sehingga pembuluh darah dapat rileks dan melebar.

  • Beta Blockers atau Penghambat Beta, seperti atenolol dan bisoprolol, yang mengurangi beban kerja jantung dan membantu jantung berdetak lebih lambat dan dengan kekuatan yang lebih sedikit.

Pengobatan hipertensi sering kali memerlukan kombinasi beberapa jenis obat untuk mencapai hasil yang optimal. Penting untuk selalu mengikuti petunjuk dokter dan rutin memeriksa tekanan darah untuk memastikan pengobatan berjalan efektif.

Nah, itulah pembahasan terkait apa saja penyebab darah tinggi yang dapat terjadi pada seseorang. Harus diingat pula, bahwa tekanan darah tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit lain, mulai dari penyakit jantung dan stroke.

Oleh sebab itu, sangat penting untuk mencegah dan menghindari hal-hal yang dapat memicu terjadinya hipertensi tersebut. Hal-hal yang dapat dilakukan seperti menerapkan pola hidup sehat mampu mengurangi risiko terjadinya darah tinggi.

Bagi kamu yang memiliki risiko darah tinggi dan berbagai penyakit serius lainnya, Perlindungan Kesehatan Prima dari MyProtection hadir untuk memberikan solusi perlindungan kesehatan yang tepat bagi kamu dan keluarga dengan manfaat tambahan Saldo Prima.

Berikut ini beberapa keunggulan produk asuransi Perlindungan Kesehatan Prima yang bisa kamu dapatkan, sebagai berikut.

  • Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin maupun obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan

  • Santunan tunai harian Rawat Inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS kesehatan

  • Pilihan manfaat Rawat Inap dan Rawat Jalan sesuai kebutuhan

  • Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia

  • 24 jam Contact Center dan Case Monitoring

  • Layanan eksklusif Personal Medical Assistance

  • Laporan perhitungan klaim via email

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

Baca Artikel