Dengan semakin dekatnya Hari Raya Idul Fitri saat ini, tips mengelola THR atau Tunjangan Hari Raya yang baik sangatlah krusial. Umumnya, tunjangan ini akan digunakan untuk berbelanja berbagai kebutuhan Lebaran, namun beberapa orang juga ada yang memilih menyisihkannya untuk ditabung.
Dalam Peraturan Pemerintah juga dijelaskan seputar tujuan pemberian THR secara umum, yaitu mempertahankan tingkat daya beli masyarakat dalam rangka kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional serta meningkatkan pembelajaran Aparatur Negara, Pensiunan, Penerima Pensiun, dan Penerima Tunjangan sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Untuk membantu sahabat MyPro+, berbagai tips mengelola THR yang baik dan bijak akan kita bahas di bawah ini. Simak berbagai tips mengelola THR berikut ini.

Agar uang THR yang didapatkan bisa digunakan secara maksimal, berikut ini beberapa tips mengelola THR yang dapat kamu terapkan dan jadikan sebagai contoh. Simak selengkapnya!
Tips mengelola THR pertama, yaitu membuat daftar prioritas pengeluaran atau anggaran pengeluaran sedetail mungkin agar uang TH yang didapatkan dapat dialokasikan sesuai dengan tujuan.
Umumnya, kamu harus memprioritaskan pengeluaran rutin serta berbagai keperluan Lebaran dalam anggaran yang telah dibuat dengan nominal yang realistis.
Setelah semua kebutuhan terpenuhi, sisa uang THR yang ada dapat dialokasikan untuk berbagai hal, mulai dari tabungan, investasi, dan pemenuhan kebutuhan lainnya seperti membayar premi asuransi kesehatan yang dapat memberikan perlindungan kesehatan bagi dirimu dan anggota keluargamu.
Tips mengelola THR selanjutnya adalah menyisihkan sekitar 5 hingga 20 persen dari uang THR yang kamu terima untuk ditabung. Besaran persentase ini sebenarnya bersifat fleksibel, artinya bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing.
Jika kebutuhanmu sedang cukup banyak, kamu bisa menyisihkan dalam jumlah yang lebih kecil. Namun, jika memungkinkan, tidak ada salahnya menabung lebih besar agar manfaatnya semakin terasa di kemudian hari.
Yang terpenting bukan hanya soal berapa besar uang yang ditabung, tetapi juga di mana kamu menyimpannya. Pastikan kamu memilih produk tabungan yang tepat dan sesuai tujuan keuanganmu.
Misalnya, kamu bisa mempertimbangkan menabung dalam bentuk deposito atau tabungan berjangka lainnya. Produk seperti ini biasanya memiliki sistem penguncian dana untuk jangka waktu tertentu, sehingga uang tidak bisa diambil kapan saja.
Cara ini efektif untuk membantu kamu menjadi lebih disiplin menabung dan menghindari godaan menggunakan uang tersebut untuk keperluan konsumtif. Bukan hanya itu, kamu juga dapat mendapatkan banyak manfaat menabung jika dilakukan dengan tepat.
Dengan memilih instrumen tabungan yang sesuai, uang THR yang kamu sisihkan bisa berkembang dan memberikan manfaat lebih besar di masa depan.
Kebiasaan menabung dari THR juga bisa menjadi langkah awal untuk membangun perencanaan keuangan yang lebih sehat dan teratur setiap tahunnya.
Jika anggaran atau daftar prioritas telah dibuat, uang THR sudah dapat kamu gunakan dan alokasikan. Namun, hal yang harus diingat adalah untuk tidak menghamburkannya untuk hal-hal yang tidak perlu dan mubazir.
Bukan hanya itu, kamu juga harus dapat membedakan dan mampu menahan diri atas hasrat untuk berbelanja secara berlebihan atau yang sering disebut juga dengan impulsive buying khususnya menjelang Lebaran.
Jika kamu menemukan produk atau barang yang ingin dibeli, hal yang harus kamu lakukan adalah menentukan urgensi atau kebutuhan dari barang tersebut untuk memastikan impulsive buying tidak terjadi.
Selain dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan selama Lebaran, uang THR juga dapat dimanfaatkan untuk melunasi kewajiban, seperti hutang ataupun cicilan yang kamu miliki.
Hal ini dilakukan untuk menghindari membayar utang terlambat atau bahkan lewat dari tenggat waktu yang diberikan yang dapat membuat bunga yang dikenakan semakin besar.
Setelah berbagai kewajiban dan kebutuhan dipenuhi, uang THR juga dapat dimanfaatkan untuk mulai berinvestasi.
Sebelum memulai investasi, pastikan juga instrumen investasi yang dipilih sesuai dengan profil risiko investasi kamu.
Untuk menentukan hal tersebut, kamu dapat mulai dari mencari informasi yang akurat dan terpercaya, mempelajari hal-hal seputar investasi lebih dalam, membaca berita media sosial hingga buku seputar keuangan untuk memastikan investasi yang kamu pilih aman dan paling sesuai denganmu.
Setelah membuat perencanaan untuk uang THR, kamu juga harus tetap disiplin dan konsisten menjalankannya agar tujuan keuangan yang kamu inginkan dapat tercapai.
Hindari membeli hal-hal di luar rencana atau anggaran dengan berkomitmen dan berjanji untuk tidak membelanjakan uang THR di luar daftar prioritas yang ada.
Selain untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri, uang THR juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal dengan orang lain. Sisihkan sebagian uang Tunjangan Hari Raya atau THR untuk membayar zakat atau berbagi kepada anggota keluarga, seperti adik ataupun keponakan.
Untuk dapat menentukan pengeluaran dengan baik, kamu juga dapat membuat daftar nama penerima THR disertai dengan nominal yang akan mereka terima.
Dengan begitu, kamu dapat menghindari berbagai masalah, seperti kekurangan uang THR ataupun memberikan terlalu banyak kepada orang yang tidak masuk ke dalam daftar.
Bukan hanya kebutuhan saat ini, uang THR juga dapat dimanfaatkan untuk membuat asuransi yang menjadi salah satu langkah pengelolaan risiko yang mungkin timbul di masa depan.
Oleh sebab itu, menyisihkan sebagian uang THR dan mengalokasikannya untuk membayar premi asuransi dapat menjadi pilihan yang tepat agar kamu merasa lebih aman dan terlindungi dari berbagai risiko yang dapat terjadi.
Hal yang harus diperhatikan dalam memiliki asuransi adalah manfaat apa saja yang kamu terima, syarat dan ketentuan yang ada.
Faktor tersebut harus dipertimbangkan dengan baik dengan membandingkan biaya premi yang harus dikeluarkan setiap bulannya agar uang yang kamu keluarkan tidak terbuang sia-sia. Cek Premi Asuransi Kesehatan-Mu dengan mudah melalui FiturTAMI di sini!
Asuransi kesehatan Perlindungan Kesehatan Prima memiliki banyak keunggulan produk yang harus kamu ketahui, antara lain:
Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas penggantian atas pembelian vitamin atau obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan
Santunan Tunai Harian Rawat Inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan
Pilihan Manfaat Rawat Inap dan Rawat Jalan sesuai kebutuhan
Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia
24 jam Contact Center dan Case Monitoring
Layanan eksklusif Personal Medical Assistance
Laporan perhitungan klaim via email
Tips mengelola THR selanjutnya adalah dengan menyisihkannya sebagai dana darurat. Persentasenya juga dapat disesuaikan, mulai dari 10%, 20%, ataupun 30% dari total THR berdasarkan kebutuhan masing-masing.
Dana darurat sendiri dapat digunakan untuk berbagai hal dan umumnya penting untuk dimiliki oleh setiap orang untuk menghindari risiko finansial yang tidak diinginkan.
Adanya dana darurat untuk berbagai situasi, seperti kecelakaan, kehilangan pekerjaan, hingga masalah kesehatan, dapat membuat diri merasa lebih aman.
Kesalahan Mengelola THR yang Harus Dihindari
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi dan uang THR habis secara sia-sia, terdapat beberapa kesalahan mengelola THR yang harus kamu hindari, antara lain:
Menghabiskan uang THR tanpa rencana.
Menganggap uang THR sebagai ekstra tanpa memperhatikan konsekuensinya.
Memaksakan uang THR menjadi investasi agresif tanpa mempersiapkan diri dari segi mental ataupun finansial.
Dalam artikel berjudul 9 Smart Things to do with Your Annual Bonus yang ditulis oleh James Royal, Ph.D., pastikan segala bonus yang didapatkan, seperti salah satunya uang THR, digunakan untuk suatu hal yang bermakna.
Ia melanjutkan bahwa uang tambahan yang didapat menjadi lebih masuk akal jika digunakan untuk suatu hal yang dapat meningkatkan masa depan, mengurangi stres, dan membuatmu merasa lebih baik.

THR atau Tunjangan Hari Raya pertama kali ada pada tahun 1951 yang diberikan pada zaman pemerintahan Presiden Soekarno. Hingga pada akhirnya, resmi diberikan dengan besaran yang lebih spesifik di tahun 1954 sebesar Rp 125 per orang.
Di tahun 1994 berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 04/1994 seputar Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja di Perusahaan menetapkan bahwa setiap pengusaha memiliki kewajiban membayarkan THR Keagamaan bagi pekerja menjelang Hari Raya Keagamaan, antara lain:
Hari Raya Idul Fitri bagi pekerja yang memiliki Agama Islam
Hari Raya Natal bagi pekerja yang memiliki Agama Kristen Katolik dan Protestan
Hari Raya Nyepi bagi pekerja yang memiliki Agama Hindu
Hari Raya Waisak bagi pekerja yang memiliki Agama Budha
Di tahun 2000-an, pemberian THR juga semakin terstruktur dan diatur melalui regulasi resmi dengan adanya Peraturan Pemerintah setiap tahunnya yang mengatur mengenai penerima hak, penjadwalan, dan besaran THR. Berikut besaran THR dari tahun ke tahun.
Di tahun 2020, THR hanya diberikan kepada ASN dengan jabatan di bawah eselon II dan pensiunannya. Komponen THR meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan/umum.
Di tahun 2021, komponen THR meliputi gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji pokok.
Di tahun 2022, komponen THR meliputi gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji pokok, dan 50% tunjangan kinerja.
Di tahun 2023, komponen THR meliputi gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji pokok, dan 50% tunjangan kinerja.
Di tahun 2024, komponen THR meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan atau umum, dan 100% tunjangan kinerja.
Di tahun 2025, komponen THR meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan atau umum, dan 100% tunjangan kinerja.

Perhitungan uang THR juga secara umum cukup sederhana, namun kembali lagi tergantung pada masa kerja dan gaji pokok yang diterima oleh seorang karyawan. Simak cara menghitung THR dengan benar yang harus kamu ketahui.
Bagi karyawan perusahaan dengan masa kerja lebih dari satu tahun, umumnya perhitungan THR akan menyesuaikan dengan gaji pokok yang diterima setiap bulannya. Hal ini dikarenakan besaran THR umumnya satu kali gaji pokok.
Contohnya, jika gaji pokok yang kamu terima setiap bulannya sebesar Rp 10 juta, maka jumlah THR yang akan kamu terima juga sebesar Rp 10 juta.
Bagi karyawan perusahaan dengan masa kerja kurang dari satu tahun, perhitungan THR menjadi pro rata. Yang berarti, THR yang kamu terima akan dihitung berdasarkan masa kerjamu di perusahaan.
Berikut rumus perhitungannya: THR= (gaji pokok x masa kerja):12
Contohnya, jika kamu sudah bekerja selama 8 bulan dengan gaji pokok yang kamu terima setiap bulannya sebesar Rp 10 juta, maka perhitungan menggunakan rumusnya akan seperti berikut.
THR= (10.000.000 x 8):12= 6.666.667
Jadi, THR yang akan kamu terima adalah Rp6.666.667.
Kebijakan perusahaan berbeda-beda, di mana gaji tiap karyawan dapat terdiri dari beberapa komponen, mulai dari tunjangan, insentif, hingga uang lembur.
Jika kondisinya seperti ini, jumlah THR dapat dihitung berdasarkan total gaji yang diterima oleh karyawan tersebut, termasuk dengan tunjangan ataupun komponen lain di luar gaji pokok.
Jadi, pada beberapa perusahaan, komponen penghasilan tambahan yang dimiliki karyawan dapat menjadi bagian dari perhitungan THR.
Lalu, siapa saja yang berhak mendapatkan uang THR? Simak beberapa kelompok berikut yang wajib mendapatkan THR menjelang Hari Raya Keagamaan.
Karyawan tetap di sebuah perusahaan dengan status hubungan kerja yang jelas berhak mendapatkan THR dengan minimal lama kerja satu bulan. Umumnya, karyawan tetap yang paling utama mendapatkan THR berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Karyawan kontrak dengan masa kerja lebih dari satu bulan, berhak mendapatkan THR asalkan tidak ada ketentuan di dalam kontraknya yang menyatakan sebaliknya. Walaupun statusnya belum menjadi karyawan tetap, jika mereka memenuhi syarat yang ada, maka akan mendapatkan THR juga.
Karyawan magang atau praktik kerja dengan syarat tertentu, pada beberapa perusahaan, karyawan magang atau praktik yang sudah bekerja lebih dari satu bulan dapat menerima THR. Namun, hal ini tergantung pada kebijakan perusahaan yang ada terkait komitmen dan kontribusi signifikan selama masa magang.
Pekerja Paruh Waktu atau Part-Time, karyawan paruh waktu juga dapat menerima uang THR tergantung pada kebijakan perusahaan dan perjanjian yang telah dibuat antara pekerja dan perusahaan. Jika karyawan telah bekerja lebih dari satu bulan, maka mereka dapat menerima uang THR sebesar proporsi gaji mereka.
Karyawan cuti sakit atau cuti hamil, perusahaan juga berhak membayarkan karyawan yang sedang cuti sakit ataupun hamil, dengan syarat mereka tidak dalam status CTD atau cuti tidak dibayar. Cuti yang telah disetujui perusahaan tidak menghilangkan hak karyawan untuk menerima THR.
Nah, itulah beberapa tips mengelola THR yang harus kamu ketahui, bukan hanya untuk memenuhi berbagai kebutuhan saat ini, tetapi juga di depan jadikan sebagai sarana untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Walaupun begitu, berbagai tips mengelola THR di atas juga membantu mengingatkan untuk melakukan setiap tindakan finansial dengan perencanaan yang matang untuk memastikan uang yang dikeluarkan digunakan dengan bijak. Semoga bermanfaat!
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Sebelum membuat garasi, penting untuk terlebih dahulu menentukan ukuran parkir mobil yang memenuhi standar untuk menghindari hal-hal yang dapat merugikanmu.
Seperti ukuran garasi yang kurang besar dan membuat mobil tergores hingga harus membongkar ulang kembali yang membutuhkan banyak biaya.
Lalu, berapa ukuran parkir mobil yang ideal berdasarkan jenis mobil yang kamu miliki? Simak informasinya di sini!

Berikut ini 5 ukuran parkir mobil ideal yang harus dibuat berdasarkan jenis kendaraan yang kamu miliki!
Untuk mobil berukuran kecil seperti Toyota Agya yang memiliki ukuran panjang sekitar 3,66 meter, lebar 1,6 meter, dan tinggi 1,52 meter, maka ukuran lahan parkir yang dibutuhkan adalah sekitar 3 x 5 meter.
Bagi kamu yang memiliki jenis mobil lain, rumus sederhana yang dapat diterapkan adalah dengan menambahkan setidaknya 60 cm di setiap sisi lahan parkir, khususnya di sisi kiri dan kanan.
Hal ini dilakukan untuk memudahkan mobilitas pengendara dan penumpang untuk membuka dan menutup pintu mobil tanpa harus takut kesempitan.
Selain itu, adanya lahan tambahan ini juga dapat memudahkan pengemudi ketika melakukan proses parkir dan mengurangi risiko kecelakaan.
Selanjutnya, mobil berukuran sedang seperti Toyota Avanza, Toyota Yaris, hingga Toyota Raize yang juga populer di kalangan masyarakat Indonesia membutuhkan lahan parkir yang lebih besar.
Contohnya, Toyota Avanza memiliki spesifikasi panjang 4,19 meter, lebar 1,66 meter, serta tinggi sekitar 1,7 meter.
Berbeda dengan Toyota Agya yang relatif lebih kecil, mobil-mobil ini membutuhkan ukuran parkir yang lebih besar, sekitar 1,2 meter dari total luas parkiran untuk mobil kecil.
Hal ini berarti, lahan parkir yang dibutuhkan setidaknya sebesar 3 x 5,5 meter untuk mobil berukuran sedang seperti Avanza, Yaris, dan Raize.
Berbeda dengan dua jenis sebelumnya, mobil besar tentunya membutuhkan lahan parkir yang lebih besar pula. Mobil seperti Toyota Fortuner, Pajero Sport, Daihatsu Gran Max, dan Isuzu Elf masuk ke dalam jenis mobil ini.
Toyota Fortuner memiliki spesifikasi panjang sekitar 4,8 meter, lebar sekitar 1,85 meter, dan tinggi 1,83 meter yang pastinya membutuhkan lahan parkir yang lebih luas dibandingkan Toyota Agya.
Jika menggunakan rumus awal ukuran parkir mobil, di mana setiap sisi ditambahkan 60 cm, maka lahan parkir yang tepat untuk mobil besar membutuhkan panjang lahan setidaknya 6 meter.
Umumnya, lahan parkir atau garasi untuk satu mobil LCGC, citycar, hingga hatchback yang ideal memiliki panjang sekitar 4,5 meter, lebar 2 meter, dengan tinggi 2 hingga 3 meter.
Sedangkan mobil yang memiliki dimensi lebih besar membutuhkan ukuran lahan parkir atau garasi yang lebih luas juga dan umumnya berukuran panjang 6 meter, lebar 2,6 meter, dengan tinggi 3 meter yang memberikan kemudahan bagi pengemudi ketika parkir.
Untuk kamu yang memiliki dua mobil dan ingin menyiapkan lahan parkir atau garasi yang sesuai, umumnya ukuran yang ideal sebesar 6 x 6 meter atau 6,5 meter x 6,5 meter yang membentuk persegi.
Dengan ukuran lahan parkir tersebut, pemilik kendaraan tidak perlu khawatir akan kemungkinan mobil saling tergores atau menabrak satu sama lain.
Bukan hanya itu, saat ini sendiri semakin banyak opsi mobil berdimensi kecil yang memberikan kemudahan bagi pemiliknya ketika parkir, khususnya bagi mereka yang memiliki lahan terbatas.
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
Jakarta, 23 November 2020 - MyProtection News
“Ah, asuransi kesehatan bisa nanti. Mending beli yang lain…”
Masih banyak orang yang belum mengerti pentingnya asuransi kesehatan sehingga memiliki pola pikir seperti di atas. Apalagi bagi keluarga baru, pasti ada segudang kebutuhan lainnya yang mendesak. Persiapan menyambut bayi, pindah ke rumah baru, cicilan mobil hingga kebutuhan baju si kecil sudah cukup membuat pusing.
Padahal, apapun kebutuhan dan kesibukan kita, kesehatan harus tetap menjadi prioritas utama. Kita tidak pernah tahu kapan penyakit akan datang. Tua ataupun muda, semuanya memiliki risiko gangguan medis. Khususnya bagi orang tua muda, tentunya harus punya persiapan ekstra untuk menjaga kesehatan si kecil yang lebih rentan terkena penyakit. Menerapkan gaya hidup sehat serta tabungan darurat untuk berobat menjadi hal esensial bagi orang tua muda.
Alternatif terbaik untuk “tabungan darurat” biaya perawatan si kecil adalah asuransi kesehatan yang tepat sedini mungkin. Asuransi kesehatan hadir untuk membuat Anda dan buah hati merasa aman dan nyaman dalam beraktivitas. Aman karena seluruh keluarga terlindungi kapan pun, dimana pun. Serta nyaman karena Anda bisa mendapatkan penanganan medis tanpa harus pusing memikirkan biaya perawatan di masa depan. Karena pada dasarnya ketika Anda menggunakan asuransi, Anda mentransfer sebagian risiko kepada asuransi. Sehingga kerugian material jadi minimal dan perlindungan kesehatan semakin optimal!
Kini, membeli produk asuransi pun sangat praktis. LippoInsurance menawarkan asuransi kesehatan online dengan manfaat sesuai kebutuhan Anda seperti Perlindungan Kesehatan Prima. Asuransi kesehatan LippoInsurance yang satu ini memiliki fitur unggulan seperti:
Fitur keren ini bisa Anda nikmati dengan premi mulai dari Rp 2,5 jutaan/tahun dan layanan cicilan 12x dengan ataupun tanpa kartu kredit. Kini proteksi untuk Anda dan si kecil dimulai dari ponselmu.
Info selengkapnya mengenai asuransi kesehatan, silakan klik link di bawah ini:
Salam,
Sahabat MyProtection
Jakarta, 4 Maret 2021 - MyProtection News
Hi, Sahabat MyProtection!
Mengelola keuangan memang bukanlah hal yang mudah. Namun, kamu wajib menerapkan kebiasaan mengelola uang yang baik agar tak menyesal di kemudian hari. MyProtection punya beberapa tips keuangan seperti cara mengatur pengeluaran, 3 prioritas saat gajian, dan alasan kamu perlu memiliki asuransi untuk mencegah kerugian di masa depan.
Nah, kalau saat ini kamu merasa pengelolaan keuanganmu belum maksimal, bisa jadi ada 2 kebiasaan buruk yang sedang kamu lakukan. Kebiasaan ini berpotensi bikin keuanganmu berantakan dan panik di akhir bulan. Coba simak ulasannya berikut ini!
Kebiasaan sering menunda bukan cuma buruk kalau dilakukan saat bekerja, tapi juga pantang dilakukan saat mengurus keuangan! Menunda bayar cicilan atau utang bisa mengakibatkan bunga semakin besar dan pada akhirnya cicilan yang harus kamu bayar bertambah jumlahnya. Contoh lainnya adalah menunda belajar berinvestasi atau menabung. Semakin cepat kamu belajar, semakin besar juga keuntungan yang bisa kamu dapat, Sahabat MyProtection.
Hal selanjutnya yang sering kali ditunda adalah memiliki asuransi, baik untuk kesehatan dan harta benda. Asuransi bisa mengurangi risiko kerugianmu di masa depan. Jangan sampai kamu baru terpikir untuk membeli asuransi ketika kejadian buruk sudah terjadi. Ingat kata pepatah, sedia payung sebelum hujan!
Akhir-akhir ini terdapat beberapa figur yang terkenal mempromosikan investasi saham tertentu atau bisnis tertentu. Mulai berinvestasi atau berbinis memang tidak salah, tapi jangan sampai kamu hanya mengikuti tren tanpa benar-benar memahami investasi atau bisnis yang kamu jalani. Sangat penting untuk mengedukasi diri dengan sumber – sumber yang terpercaya seputar pengelolaan bisnis dan investasi. Sehingga kamu bisa lebih bijak dalam mengeluarkan uangmu.
Jangan sampai kamu mengikuti bisnis A atau berinvestasi di saham B hanya karena mengikuti saran influencer atau artis yang belum tentu benar dan dapat dipertanggung jawabkan. Pelajari setiap model bisnis yang kamu minati sebelum mengeluarkan uang ya, Sahabat MyProtection!
Sahabat MyProtection, mengelola keuangan bukan hal yang mudah. Terlebih lagi mendapatkan keuntungan dari investasi dan bisnis yang kamu lakukan. Kamu harus meluangkan waktu dan tenaga untuk mempelajari investasi yang akan kamu lakukan dan harus bersabar. Jangan sampai kamu tergiur dengan bisnis atau investasi bodong yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat.
Apalagi saat ini marak sekali penipuan berkedok bisnis atau investasi instan. Bukannya cuan, kamu malah menghadapi kerugian akibat tidak bijaksana dalam mengelola keuangan. Sebelum kamu mengikuti bisnis atau investasi baru, pastikan kamu mengecek dan memahami ketiga hal ini:
Sahabat MyProtection, mulai saat ini kita harus merubah kebiasaan buruk saat mengelola keuangan, ya! Intinya, kita harus bijak sebelum melakukan bentuk transaksi apapun.
Salam,
Sahabat MyProtection