Hi, Sahabat MyProtection.
Selamat memasuki bulan suci Ramadan.
Kami mengerti puasa tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Kebiasaan ngabuburit dan tarawih bersama jadi berkurang. Kegiatan di luar rumah pun terbatas. Namun, di tengah situasi serba tak pasti, jangan sampai kesehatan keluarga dikompromi.
Jalani Ramadan #AmanPalingNyaman bersama Perlindungan Kesehatan Prima untuk Anda dan keluarga. Nikmati manfaat unggulan dari asuransi kesehatan Anda seperti:
Dapatkan juga tambahan DISKON 10% selama Bulan Ramadan dengan memasukan kode promo “PUASASEHAT” ketika melakukan pembelian di website MyProtection.
Syarat dan ketentuan:
Anda bisa Pelajari Lebih Lanjut atau Beli Sekarang
Informasi & pertanyaan mengenai produk silakan menghubungi Contact Center: 0804 133 8888 atau cs@myprotection.id
Jakarta, 16 Maret 2020 - MyProtection News
Mendidik anak untuk menjad cerdas tidak cukup dengan memasukan anak ke sekolah, mendaftarkannya mengikuti segudang les, ataupun terbatas pada ukuran akademik.
Sebaliknya, anak yang cerdas lahir dari pola didikan orang tua yang tepat serta efektif dan dibutuhkan proses panjang serta kompleks.
Berikut ini beberapa tips parenting rekomendasi psikolog yang bisa Anda tiru:
Sebagai orang tua, tentunya Anda ingin memberikan yang terbaik kepada anak. Anda mungkin tergoda untuk mengatur jadwal anak dan memilihkan sekolah atau les untuk anak Anda agar ia bisa tumbuh dengan skill yang dibutuhkan.
Namun, kecerdasan anak tumbuh dari imajinasi, eksplorasi, dan bermain sesuka hati. Berikan anak Anda kesempatan untuk mencoba banyak hal dan belajar dari pengalamannya. Wajar bagi anak kecil untuk merasa penasaran dan cepat bosan,terutama jika disodorkan dengan jadwal padat dengan kegiatan yang belum tentu ia sukai.
Teknologi dapat membantu Anda serta anak dalam lingkup edukasi. Berbagai tontonan serta permainan interaktif bisa merangsang kognitif anak.
Misalnya penggunaan virtual reality bisa mengajarkan anak terhadap kejadian di masa lalu atau masa depan seperti kehidupan zaman pra sejarah atau permainan petualangan. SehinggaAnak bisa ikut merasakan kejadian di dalamnya.
Soal pertemanan, tentu saja memiliki banyak teman bisa jadi hal yang baik untuk anak. Melalui teman, si kecil belajar bersosialisasi, beradaptasi, dan bernegosiasi. Hanya saja, Anda tetap harus memperhatikan dengan siapa saja anak berteman. Berikan pengertian kepada anak untuk menghindari teman yang membawa pengaruh buruk seperti mengajak berbohong, suka memukul, atau sering melawan guru. Karena pertemanan yang buruk bisa merusak kebiasaan baik.
Gaya parenting Anda yang sudah baik harus didukung dengan sekolah dan guru yang baik pula. Ketika anak mulai bersekolah, maka setidaknya anak akan menghabiskan 4 – 6 jam di sekolah. Sehingga kebiasaan baik yang ada di rumah harus didukung dengan guru dan sistem pendidikan memadai. Anda juga harus mempertimbangkan minat dan bakat anak. Sehingga Anda bisa membantu mempersiapkan rencana pendidikan yang tepat untuk anak.
Setiap anak memiliki karakter dan keunggulannya masing-masing. Orang tua memang menginginkan yang terbaik untuk buah hatinya. Namun, peran orang tua adalah mengarahkan minat dan bakat anak dan memberi fasilitas sebaik mungkin.
Misalnya, mungkin Anda ingin sang buah hati terlibat dengan banyak kegiatan sosial dan punya banyak teman, tetapi bisa jadi si kecil lebih pendiam dan introvert. Sehingga ketika dipaksa bersosialisasi, anak malah akan menjadi gugup dan pemalu. Contoh lainnya adalah ketika si kecil lebih suka bermain atau berolahraga dibanding belajar atau mengikuti les akademik. Coba untuk memahami keinginan dan karakter anak. Selama kebiasaan atau perilaku anak tidak menyimpang, maka Anda cukup mengawasi sambil memberikan arahan yang tepat bagi anak.
Salam,
Sahabat MyProtection
Jakarta, 2 Juni 2020 - MyProtection News
Hi, Sahabat MyProtection!
Bagi Anda yang harus bepergian ke luar rumah atau mulai bekerja di kantor, menggunakan masker adalah hal yang tak boleh terlewatkan. Masker ini wajib dipakai semua orang, baik masker kain ataupun masker sekali pakai.
Jika Anda menggunakan masker kain, maka simak cara menggunakan serta mencuci masker kain yang benar.
Jangan lupa untuk mengurangi menyentuh wajah dan masker, ya. Dalam keadaan Anda tidak bisa mencuci masker secara langsung, maka Anda bisa meletakan masker kain ke dalam plastik. Lalu cuci masker segera setelah Anda sampai di rumah.

Salam,
Sahabat MyProtection