ETLE yang merupakan singkatan dari Electronic Traffic Law Enforcement merupakan sebuah sistem tilang elektronik yang saat ini diterapkan guna mendukung ketertiban jalan raya.
Dengan adanya sistem tilang elektronik ini, keamanan jalan dapat tetap terjaga tanpa adanya petugas, berkat perkembangan teknologi yang semakin pesat saat ini.

Untuk lebih memahami cara kerja dan mekanisme di balik sistem tilang elektronik yang berlaku saat ini, simak penjelasan berikut di bawah ini!
Umumnya, sistem ETLE yang terdiri dari perangkat kamera dipasang pada lokasi strategis jalan raya, seperti persimpangan, jalan tol, hingga area rawan pelanggaran.
Sistem tersebut kemudian dapat menangkap berbagai jenis pelanggaran yang dilakukan secara otomatis, seperti:
Tidak menggunakan sabuk pengaman.
Menggunakan ponsel ketika berkendara.
Menerobos lampu lalu lintas.
Melebihi batas kecepatan yang telah ditentukan.
Tidak menggunakan helm bagi pengendara maupun penumpang motor.
Melanggar marka jalan yang ada.
Kendaraan tidak menggunakan pelat nomor yang sesuai.
Jika kamera sudah mendeteksi adanya pelanggaran yang dilakukan, maka sistem secara otomatis akan melakukan analisis pada gambar dan video yang ada untuk mengidentifikasi jenis pelanggaran yang dilakukan.
Setelah mendeteksi terjadinya pelanggaran, data kendaraan tersebut akan dicocokkan dengan database registrasi kendaraan bermotor milik Korlantas Polri.
Umumnya, informasi tersebut berupa nomor polisi, jenis kendaraan, serta kepemilikan kendaraan yang kemudian secara otomatis akan diverifikasi.
Jika data yang tertera sesuai, maka pemilik kendaraan akan menerima pemberitahuan langsung seputar tilang elektronik.
Namun, jika data kepemilikan kendaraan belum diperbarui dan kendaraan telah berpindah pemilik, maka pemilik terdaftar yang akan menerima pemberitahuan tilang tersebut.
Jika proses identifikasi pengendara telah dilakukan, langkah selanjutnya adalah pengiriman surat konfirmasi tilang melalui alamat yang terdaftar pada sistem.
Umumnya surat konfirmasi ini mencakup beberapa informasi penting, seperti:
Jenis pelanggaran yang dilakukan pengendara.
Lokasi dan waktu kejadian pelanggaran terjadi.
Bukti dokumentasi, seperti foto ataupun video pelanggaran.
Denda yang harus dibayarkan oleh pemilik kendaraan.
Batas waktu untuk konfirmasi pelanggaran.
Setelah surat tilang diterima oleh pemilik kendaraan, konfirmasi harus segera dilakukan sebelum waktu yang telah ditentukan, baik melalui situs resmi ETLE maupun dengan datang ke kantor polisi yang ditentukan secara langsung.
Terdapat beberapa opsi yang dapat dilakukan setelah mendapatkan surat konfirmasi, yaitu:
Mengakui pelanggaran yang dilakukan dan kemudian mengikuti prosedur pembayaran denda.
Mengajukan keberatan jika merasa tidak melakukan pelanggaran dengan membawa bukti pendukung ke kantor polisi.
Jika konfirmasi tidak segera dilakukan sebelum batas waktu yang telah ditentukan, maka STNK dan kendaraan tersebut dapat diblokir hingga denda tilang harus segera dibayarkan.
Proses terakhir adalah pembayaran denda tilang yang telah ditentukan menggunakan berbagai metode pembayaran yang tersedia.
Umumnya terdapat beberapa metode pembayaran yang tersedia, seperti:
Transfer melalui ban menggunakan BRI Virtual Account atau BRIVA dengan nomor yang tertera pada surat konfirmasi.
Aplikasi e-wallet yang tersedia dan sudah bekerja sama dengan pemerintah.
Mendatangi bank yang ditunjuk secara langsung.
Setelah pembayaran selesai, maka sistem ETLE akan memperbarui status pelanggaran secara langsung dan pemilik kendaraan tidak akan dikenakan sanksi lebih lanjut.
Nah, itulah penjelasan singkat mengenai mekanisme tilang elektronik yang harus kamu ketahui jika suatu saat kena tilang. Tetaplah berkendara dengan baik dan taati peraturan. Semoga bermanfaat!
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
Dengan semakin dekatnya Hari Raya Idul Fitri saat ini, tips mengelola THR atau Tunjangan Hari Raya yang baik sangatlah krusial. Umumnya, tunjangan ini akan digunakan untuk berbelanja berbagai kebutuhan Lebaran, namun beberapa orang juga ada yang memilih menyisihkannya untuk ditabung.
Dalam Peraturan Pemerintah juga dijelaskan seputar tujuan pemberian THR secara umum, yaitu mempertahankan tingkat daya beli masyarakat dalam rangka kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional serta meningkatkan pembelajaran Aparatur Negara, Pensiunan, Penerima Pensiun, dan Penerima Tunjangan sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Untuk membantu sahabat MyPro+, berbagai tips mengelola THR yang baik dan bijak akan kita bahas di bawah ini. Simak berbagai tips mengelola THR berikut ini.

Agar uang THR yang didapatkan bisa digunakan secara maksimal, berikut ini beberapa tips mengelola THR yang dapat kamu terapkan dan jadikan sebagai contoh. Simak selengkapnya!
Tips mengelola THR pertama, yaitu membuat daftar prioritas pengeluaran atau anggaran pengeluaran sedetail mungkin agar uang TH yang didapatkan dapat dialokasikan sesuai dengan tujuan.
Umumnya, kamu harus memprioritaskan pengeluaran rutin serta berbagai keperluan Lebaran dalam anggaran yang telah dibuat dengan nominal yang realistis.
Setelah semua kebutuhan terpenuhi, sisa uang THR yang ada dapat dialokasikan untuk berbagai hal, mulai dari tabungan, investasi, dan pemenuhan kebutuhan lainnya seperti membayar premi asuransi kesehatan yang dapat memberikan perlindungan kesehatan bagi dirimu dan anggota keluargamu.
Tips mengelola THR selanjutnya adalah menyisihkan sekitar 5 hingga 20 persen dari uang THR yang kamu terima untuk ditabung. Besaran persentase ini sebenarnya bersifat fleksibel, artinya bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing.
Jika kebutuhanmu sedang cukup banyak, kamu bisa menyisihkan dalam jumlah yang lebih kecil. Namun, jika memungkinkan, tidak ada salahnya menabung lebih besar agar manfaatnya semakin terasa di kemudian hari.
Yang terpenting bukan hanya soal berapa besar uang yang ditabung, tetapi juga di mana kamu menyimpannya. Pastikan kamu memilih produk tabungan yang tepat dan sesuai tujuan keuanganmu.
Misalnya, kamu bisa mempertimbangkan menabung dalam bentuk deposito atau tabungan berjangka lainnya. Produk seperti ini biasanya memiliki sistem penguncian dana untuk jangka waktu tertentu, sehingga uang tidak bisa diambil kapan saja.
Cara ini efektif untuk membantu kamu menjadi lebih disiplin menabung dan menghindari godaan menggunakan uang tersebut untuk keperluan konsumtif. Bukan hanya itu, kamu juga dapat mendapatkan banyak manfaat menabung jika dilakukan dengan tepat.
Dengan memilih instrumen tabungan yang sesuai, uang THR yang kamu sisihkan bisa berkembang dan memberikan manfaat lebih besar di masa depan.
Kebiasaan menabung dari THR juga bisa menjadi langkah awal untuk membangun perencanaan keuangan yang lebih sehat dan teratur setiap tahunnya.
Jika anggaran atau daftar prioritas telah dibuat, uang THR sudah dapat kamu gunakan dan alokasikan. Namun, hal yang harus diingat adalah untuk tidak menghamburkannya untuk hal-hal yang tidak perlu dan mubazir.
Bukan hanya itu, kamu juga harus dapat membedakan dan mampu menahan diri atas hasrat untuk berbelanja secara berlebihan atau yang sering disebut juga dengan impulsive buying khususnya menjelang Lebaran.
Jika kamu menemukan produk atau barang yang ingin dibeli, hal yang harus kamu lakukan adalah menentukan urgensi atau kebutuhan dari barang tersebut untuk memastikan impulsive buying tidak terjadi.
Selain dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan selama Lebaran, uang THR juga dapat dimanfaatkan untuk melunasi kewajiban, seperti hutang ataupun cicilan yang kamu miliki.
Hal ini dilakukan untuk menghindari membayar utang terlambat atau bahkan lewat dari tenggat waktu yang diberikan yang dapat membuat bunga yang dikenakan semakin besar.
Setelah berbagai kewajiban dan kebutuhan dipenuhi, uang THR juga dapat dimanfaatkan untuk mulai berinvestasi.
Sebelum memulai investasi, pastikan juga instrumen investasi yang dipilih sesuai dengan profil risiko investasi kamu.
Untuk menentukan hal tersebut, kamu dapat mulai dari mencari informasi yang akurat dan terpercaya, mempelajari hal-hal seputar investasi lebih dalam, membaca berita media sosial hingga buku seputar keuangan untuk memastikan investasi yang kamu pilih aman dan paling sesuai denganmu.
Setelah membuat perencanaan untuk uang THR, kamu juga harus tetap disiplin dan konsisten menjalankannya agar tujuan keuangan yang kamu inginkan dapat tercapai.
Hindari membeli hal-hal di luar rencana atau anggaran dengan berkomitmen dan berjanji untuk tidak membelanjakan uang THR di luar daftar prioritas yang ada.
Selain untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri, uang THR juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal dengan orang lain. Sisihkan sebagian uang Tunjangan Hari Raya atau THR untuk membayar zakat atau berbagi kepada anggota keluarga, seperti adik ataupun keponakan.
Untuk dapat menentukan pengeluaran dengan baik, kamu juga dapat membuat daftar nama penerima THR disertai dengan nominal yang akan mereka terima.
Dengan begitu, kamu dapat menghindari berbagai masalah, seperti kekurangan uang THR ataupun memberikan terlalu banyak kepada orang yang tidak masuk ke dalam daftar.
Bukan hanya kebutuhan saat ini, uang THR juga dapat dimanfaatkan untuk membuat asuransi yang menjadi salah satu langkah pengelolaan risiko yang mungkin timbul di masa depan.
Oleh sebab itu, menyisihkan sebagian uang THR dan mengalokasikannya untuk membayar premi asuransi dapat menjadi pilihan yang tepat agar kamu merasa lebih aman dan terlindungi dari berbagai risiko yang dapat terjadi.
Hal yang harus diperhatikan dalam memiliki asuransi adalah manfaat apa saja yang kamu terima, syarat dan ketentuan yang ada.
Faktor tersebut harus dipertimbangkan dengan baik dengan membandingkan biaya premi yang harus dikeluarkan setiap bulannya agar uang yang kamu keluarkan tidak terbuang sia-sia. Cek Premi Asuransi Kesehatan-Mu dengan mudah melalui FiturTAMI di sini!
Asuransi kesehatan Perlindungan Kesehatan Prima memiliki banyak keunggulan produk yang harus kamu ketahui, antara lain:
Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas penggantian atas pembelian vitamin atau obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan
Santunan Tunai Harian Rawat Inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan
Pilihan Manfaat Rawat Inap dan Rawat Jalan sesuai kebutuhan
Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia
24 jam Contact Center dan Case Monitoring
Layanan eksklusif Personal Medical Assistance
Laporan perhitungan klaim via email
Tips mengelola THR selanjutnya adalah dengan menyisihkannya sebagai dana darurat. Persentasenya juga dapat disesuaikan, mulai dari 10%, 20%, ataupun 30% dari total THR berdasarkan kebutuhan masing-masing.
Dana darurat sendiri dapat digunakan untuk berbagai hal dan umumnya penting untuk dimiliki oleh setiap orang untuk menghindari risiko finansial yang tidak diinginkan.
Adanya dana darurat untuk berbagai situasi, seperti kecelakaan, kehilangan pekerjaan, hingga masalah kesehatan, dapat membuat diri merasa lebih aman.
Kesalahan Mengelola THR yang Harus Dihindari
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi dan uang THR habis secara sia-sia, terdapat beberapa kesalahan mengelola THR yang harus kamu hindari, antara lain:
Menghabiskan uang THR tanpa rencana.
Menganggap uang THR sebagai ekstra tanpa memperhatikan konsekuensinya.
Memaksakan uang THR menjadi investasi agresif tanpa mempersiapkan diri dari segi mental ataupun finansial.
Dalam artikel berjudul 9 Smart Things to do with Your Annual Bonus yang ditulis oleh James Royal, Ph.D., pastikan segala bonus yang didapatkan, seperti salah satunya uang THR, digunakan untuk suatu hal yang bermakna.
Ia melanjutkan bahwa uang tambahan yang didapat menjadi lebih masuk akal jika digunakan untuk suatu hal yang dapat meningkatkan masa depan, mengurangi stres, dan membuatmu merasa lebih baik.

THR atau Tunjangan Hari Raya pertama kali ada pada tahun 1951 yang diberikan pada zaman pemerintahan Presiden Soekarno. Hingga pada akhirnya, resmi diberikan dengan besaran yang lebih spesifik di tahun 1954 sebesar Rp 125 per orang.
Di tahun 1994 berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 04/1994 seputar Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja di Perusahaan menetapkan bahwa setiap pengusaha memiliki kewajiban membayarkan THR Keagamaan bagi pekerja menjelang Hari Raya Keagamaan, antara lain:
Hari Raya Idul Fitri bagi pekerja yang memiliki Agama Islam
Hari Raya Natal bagi pekerja yang memiliki Agama Kristen Katolik dan Protestan
Hari Raya Nyepi bagi pekerja yang memiliki Agama Hindu
Hari Raya Waisak bagi pekerja yang memiliki Agama Budha
Di tahun 2000-an, pemberian THR juga semakin terstruktur dan diatur melalui regulasi resmi dengan adanya Peraturan Pemerintah setiap tahunnya yang mengatur mengenai penerima hak, penjadwalan, dan besaran THR. Berikut besaran THR dari tahun ke tahun.
Di tahun 2020, THR hanya diberikan kepada ASN dengan jabatan di bawah eselon II dan pensiunannya. Komponen THR meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan/umum.
Di tahun 2021, komponen THR meliputi gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji pokok.
Di tahun 2022, komponen THR meliputi gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji pokok, dan 50% tunjangan kinerja.
Di tahun 2023, komponen THR meliputi gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji pokok, dan 50% tunjangan kinerja.
Di tahun 2024, komponen THR meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan atau umum, dan 100% tunjangan kinerja.
Di tahun 2025, komponen THR meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan atau umum, dan 100% tunjangan kinerja.

Perhitungan uang THR juga secara umum cukup sederhana, namun kembali lagi tergantung pada masa kerja dan gaji pokok yang diterima oleh seorang karyawan. Simak cara menghitung THR dengan benar yang harus kamu ketahui.
Bagi karyawan perusahaan dengan masa kerja lebih dari satu tahun, umumnya perhitungan THR akan menyesuaikan dengan gaji pokok yang diterima setiap bulannya. Hal ini dikarenakan besaran THR umumnya satu kali gaji pokok.
Contohnya, jika gaji pokok yang kamu terima setiap bulannya sebesar Rp 10 juta, maka jumlah THR yang akan kamu terima juga sebesar Rp 10 juta.
Bagi karyawan perusahaan dengan masa kerja kurang dari satu tahun, perhitungan THR menjadi pro rata. Yang berarti, THR yang kamu terima akan dihitung berdasarkan masa kerjamu di perusahaan.
Berikut rumus perhitungannya: THR= (gaji pokok x masa kerja):12
Contohnya, jika kamu sudah bekerja selama 8 bulan dengan gaji pokok yang kamu terima setiap bulannya sebesar Rp 10 juta, maka perhitungan menggunakan rumusnya akan seperti berikut.
THR= (10.000.000 x 8):12= 6.666.667
Jadi, THR yang akan kamu terima adalah Rp6.666.667.
Kebijakan perusahaan berbeda-beda, di mana gaji tiap karyawan dapat terdiri dari beberapa komponen, mulai dari tunjangan, insentif, hingga uang lembur.
Jika kondisinya seperti ini, jumlah THR dapat dihitung berdasarkan total gaji yang diterima oleh karyawan tersebut, termasuk dengan tunjangan ataupun komponen lain di luar gaji pokok.
Jadi, pada beberapa perusahaan, komponen penghasilan tambahan yang dimiliki karyawan dapat menjadi bagian dari perhitungan THR.
Lalu, siapa saja yang berhak mendapatkan uang THR? Simak beberapa kelompok berikut yang wajib mendapatkan THR menjelang Hari Raya Keagamaan.
Karyawan tetap di sebuah perusahaan dengan status hubungan kerja yang jelas berhak mendapatkan THR dengan minimal lama kerja satu bulan. Umumnya, karyawan tetap yang paling utama mendapatkan THR berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Karyawan kontrak dengan masa kerja lebih dari satu bulan, berhak mendapatkan THR asalkan tidak ada ketentuan di dalam kontraknya yang menyatakan sebaliknya. Walaupun statusnya belum menjadi karyawan tetap, jika mereka memenuhi syarat yang ada, maka akan mendapatkan THR juga.
Karyawan magang atau praktik kerja dengan syarat tertentu, pada beberapa perusahaan, karyawan magang atau praktik yang sudah bekerja lebih dari satu bulan dapat menerima THR. Namun, hal ini tergantung pada kebijakan perusahaan yang ada terkait komitmen dan kontribusi signifikan selama masa magang.
Pekerja Paruh Waktu atau Part-Time, karyawan paruh waktu juga dapat menerima uang THR tergantung pada kebijakan perusahaan dan perjanjian yang telah dibuat antara pekerja dan perusahaan. Jika karyawan telah bekerja lebih dari satu bulan, maka mereka dapat menerima uang THR sebesar proporsi gaji mereka.
Karyawan cuti sakit atau cuti hamil, perusahaan juga berhak membayarkan karyawan yang sedang cuti sakit ataupun hamil, dengan syarat mereka tidak dalam status CTD atau cuti tidak dibayar. Cuti yang telah disetujui perusahaan tidak menghilangkan hak karyawan untuk menerima THR.
Nah, itulah beberapa tips mengelola THR yang harus kamu ketahui, bukan hanya untuk memenuhi berbagai kebutuhan saat ini, tetapi juga di depan jadikan sebagai sarana untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Walaupun begitu, berbagai tips mengelola THR di atas juga membantu mengingatkan untuk melakukan setiap tindakan finansial dengan perencanaan yang matang untuk memastikan uang yang dikeluarkan digunakan dengan bijak. Semoga bermanfaat!
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Jakarta, 7 Februari 2020 - MyProtection News
Sebelum mulai beraktivitas di pagi hari, mungkin sebagian dari Anda langsung meraih secangkir kopi panas atau teh. Tujuannya agar tubuh terasa lebih segar. Sering kali kita mendengar bahwa kandungan kafein dalam kopi atau teh membuat kita terbebas dari kantuk.
Lalu, memangnya apa saja sih manfaat dari kafein? Apakah hanya sebatas “penyegar” kantuk?
Kafein sendiri adalah senyawa yang memiliki efek merangsang sistem saraf pusat tubuh dan meningkatkan aktivitas otak. Maka tidak heran jika kantuk melanda tapi deadline di depan mata, mungkin Anda akan segera meracik kopi hitam. Menurut Healthline.com, kafein juga dapat ditemukan dalam obat untuk mencegah atau mengobati rasa kantuk, sakit kepala, dan migraine.
Dalam sebuah studi ditemukan bahwa orang-orang yang mengonsumsi kopi secara berkala mempunyai risiko lebih rendah terhadap penyakit Alzheimer dan dementia. Hanya saja, hasil yang ditemukan ini dikhususkan bagi orang-orang yang mengonsumsi high-octane coffee.
Kafein alami dapat ditemukan dalam biji kakao, kacang kola, daun yerba mate dan buah beri guarana dari Brazil. Kafein tidak memiliki rasa apapun ataupun mengandung banyak nutrisi. Konsumsi kafein yang dianjurkan bagi orang dewasa adalah sekitar 400 mg kafein/hari.
Namun, Anda tetap harus mempehatikan konsumsi kafein harian. Ada efek samping yang mungkin Anda rasakan jika mengonsumsi kafein berlebihan. Contohnya seperti rasa cemas berlebih, pusing, mual, jantung berdebar kencang, tremor, dan tekanan darah tinggi.
Bagi penderita gangguan pencernaan seperti maag disarankan untuk berkonsultasi kepada dokter mengenai pola konsumsi kafein yang aman. Jika Anda tidak terbiasa mengonsumsi kopi, maka Anda bisa mengonsumsi teh. Walaupun biasanya kandungan kafein dalam teh lebih rendah dari kopi.
Jangan lupa untuk selalu memperhatikan asupan kafein Anda sehari-hari!
Salam,
Sahabat MyProtection
Berbeda dengan mobil manual yang harus memindahkan gigi secara manual oleh pengemudi, transmisi mobil matic terjadi secara otomatis berdasarkan kecepatan berkendara serta tekanan pada pedal gas.
Walaupun lebih sederhana, memahami posisi huruf atau angka yang ada pada tuas transmisi jugalah penting. Oleh sebab itu, melalui artikel ini kita akan membahasnya satu per satu dan cara penggunaannya yang tepat!
Pertama, P atau Parking pada persneling mobil matic yang berarti parkir di mana ketika tuas berada di posisi ini, maka sistem transmisi akan terkunci yang membuat kendaraan tidak dapat bergerak.
Mode ini digunakan ketika kendaraan berada di posisi berhenti total, khususnya ketika parkir untuk menghindari mobil bergerak tanpa sengaja ketika berada di tempat yang tidak datar sepenuhnya.
R atau Reverse yang berarti mundur, di mana ketika tuas persneling mobil matic ada pada posisi ini, maka mobil akan bergerak ke belakang.
Ketika ingin menggunakan posisi R, pastikan kendaraan telah benar-benar berhenti sebelum menggantinya ke posisi mundur. Hal ini dilakukan guna menghindari kerusakan pada transmisi mobil matic.
Posisi tuas persneling selanjutnya adalah neutral atau netral, di mana mesin mobil akan tetap menyala, namun tidak mengalirkan tenaga ke roda.
Walaupun begitu, mobil yang ada di posisi N masih dapat didorong ke depan maupun ke belakang.
Umumnya, posisi N dapat digunakan ketika berhenti sebentar, seperti menunggu lampu merah ataupun kemacetan. Posisi ini juga biasanya dimanfaatkan pengemudi ketika parkir secara paralel agar tetap dapat dipindahkan jika dibutuhkan.
D atau Drive merupakan tuas persneling yang berfungsi untuk membuat kendaraan melaju ke depan. Ketika berada di posisi ini, transmisi mobil matic akan bekerja secara otomatis untuk mengatur perpindahan gigi.
Hal ini berarti gigi mobil akan berubah dari tingkat rendah ke tingkat tinggi atau sebaliknya berdasarkan kebutuhan akselerasi dan kecepatan.
Ketika berkendara, posisi pedal ini yang paling umum digunakan. Hal ini dikarenakan pengemudi hanya perlu mengatur pedal gas dan rem jika berkendara pada kondisi normal tanpa perlu mengganti gigi.
Selanjutnya, posisi 2 atau S menunjukkan batasan perpindahan gigi hingga tingkat kedua. Ketika berada di posisi ini, kendaraan dapat melewati tanjakan ringan maupun jalan menurun yang tidak terlalu curam dengan mudah.
Pada posisi di mana mobil dibatasi hanya sampai gigi dua, kendaraan mampu menghasilkan tenaga yang cukup kuat namun tetap stabil.
Posisi 1 atau L, yang berarti Low, umumnya digunakan ketika melintasi medan yang lebih berat, seperti tanjakan hingga turunan yang curam.
Pada posisi ini, transmisi akan dikunci pada gigi mobil matic pertama yang membuat mobil memperoleh torsi maksimal guna menanjak maupun memperlambat laju ketika turunan agar lebih aman.
Terakhir, shift lock merupakan fitur tambahan yang dapat memungkinkan pengendara untuk memindahkan tuas transmisi dari P ke N walaupun mesin dalam keadaan mati.
Fitur ini sangatlah bermanfaat, khususnya ketika mobil kamu parkir secara paralel sehingga memungkinkan untuk digeser jika diperlukan.
Adanya shift lock yang membuat roda tidak terkunci memudahkan jika ada keperluan untuk memindahkan mobil tanpa harus menyalakan mesin.
Nah, itulah penjelasan mengenai 7 persneling mobil matic yang penting untuk diketahui, khususnya ketika kamu menggunakan transmisi mobil matic. Semoga bermanfaat!
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan