Beranda
/
Artikel
/
Semua Kategori
/
Pakai Masker Tiap Hari, Sudah Benarkah?

Pakai Masker Tiap Hari, Sudah Benarkah?

5 August 2020 | MyProtection News Jakarta

Jakarta, 5 Agustus 2020 - MyProtection News

Hi, Sahabat MyProtection!

Anda pasti sudah tahu bahwa kamu harus menggunakan masker saat bepergian keluar rumah. Fungsinya mencegah Anda tertular atau menularkan virus. Nah, tapi ada kesalahan umum yang sering kita lakukan tanpa kita sadari. Cek dulu gambar yang satu ini!

Jangan lupa, dimana pun Anda berada, ada MyProtection yang setia jagain 24/7. Untuk info lebih lanjut seputar info produk asuransi, kamu bisa mengunjungi halaman produk di sini!

Atau hubungi tim kami di cs@myprotection.id dan 0804 133 8888

Salam,
Sahabat MyProtection

Apakah artikel ini membantu?
Subscribe Newsletter Kita
Klik subscribe untuk berlanggan newsletter artikel kami
Bagikan MyPro ke
facebook
twitter
instagram
Tentang MyProtection News Jakarta
MyProtection adalah salah satu pioneer portal pembelian asuransi kesehatan maupun asuransi umum secara online yang dapat diakses melalui platform website dan aplikasi sejak 2017.
Rekomendasi Artikel
Semua Kategori
5 mins read 21/07/2020
Apakah Uang Tunai Bisa Menyebarkan Virus COVID-19?

Jakarta, 21 Juli 2020 - MyProtection News

Dalam masa pandemi COVID-19 ini, masyarakat diminta selalu waspada dan menjaga kebersihan, terutama membangun kebiasaan mencuci tangan dengan air dan sabun untuk mengurangi penyebaran virus.

Pemerintah serta World Health Organization juga menyarankan masyarakat secara rutin menyemprotkan disinfektan ke permukaan dan barang yang sering disentuh. Karena mungkin virus menempel pada benda ketika seseorang bersin dan batuk atau menyentuh barang dengan tangan yang terkontaminasi.

Lalu, bagaimanan dengan uang kertas dan koin? Apakah uang dapat menjadi sarana penyebaran virus?

Berdasarkan penelitian, virus SARS-CoV-19 penyebab dari COVID-19 mempunyai jangka waktu hidup yang berbeda pada tiap permukaan. Virus COVID-19 bisa hidup selama 3 hari pada permukaan plastik, 1 hari pada permukaan kertas/kardus, dan tidak lebih dari 4 jam pada permukaan besi.

Virus mungkin saja menempel pada uang ketika seseorang bersin dan batuk atau menyentuh uang dengan tangan yang terkontaminasi. Namun, hingga saat ini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa penularan virus COVID-19 bisa terjadi melalui uang. Meskipun begitu, masyarakat tetap disarankan untuk waspada.

Cuci tangan segera setelah Anda menyentuh uang. Jika Anda tidak bisa mengakses air dan sabun, maka gunakan hand sanitizer. Hindari menyentuh mata, mulut, hidung, serta masker setelah menyentuh uang. Anda juga bisa menggunakan metode pembayaran cashless menggunakan e-wallet atau kartu debit. Setelahnya, kartu dan ponsel Anda bisa dibersihkan dengan cairan disinfektan.

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca Artikel
Keuangan
5 mins read 11/12/2024
Rukun Asuransi Syariah dan Pembedanya dengan Asuransi Konvensional!

Rukun asuransi Syariah merupakan pilar dari asuransi Syariah yang membedakannya dengan asuransi konvensional yang ada pada umumnya.

Rukun asuransi Syariah merupakan syarat yang harus dipenuhi oleh sebuah perusahaan asuransi untuk memperoleh fatwa halal dari DSN-MUI sebagai lembaga yang menjadi pedoman hukum ekonomi Syariah Indonesia.

Pengertian Rukun Asuransi Syariah dan Pembedanya dengan Asuransi Konvensional!

pengertian rukun asuransi syariah

Sebelum membahas lebih dalam apa saja rukun asuransi syariah serta syarat yang harus dipenuhi dalam asuransi Syariah, penting untuk terlebih dahulu mengerti pengertian dari asuransi Syariah.

Asuransi Syariah secara sederhana dapat didefinisikan sebagai bentuk perlindungan finansial yang dilandaskan pada berbagai prinsip Syariah.

Prinsip tersebut itulah yang membedakan jenis asuransi Syariah dengan asuransi-asuransi lainnya secara bentuk hingga pelaksanaannya.

Selain itu, tujuan utama yang ingin dicapai dalam asuransi Syariah adalah melindungi peserta asuransi dari adanya risiko yang mungkin saja terjadi di masa mendatang.

Dengan kehadiran perusahaan jasa asuransi syariah, diharapkan dapat menjalankan amanah dan mengelola dana dari nasabah yang bergabung.

Perbedaan Asuransi Syariah dan Asuransi Konvensional

Berdasarkan prinsip, perbedaan antara Asuransi Syariah dengan Asuransi Konvensional dapat dilihat melalui hal akadnya yang mendasari nilai tersebut. Asuransi Syariah memastikan bahwa segala transaksi yang dilakukan berdasarkan prinsip Syariah.

Hal ini termasuk dengan adanya akad yang jelas hingga sesuai dengan hukum Islam. Syarat-syarat tersebutlah yang membedakannya dengan asuransi konvensional yang melibatkan penggunaan premi serta bunga yang dinilai kurang sesuai dengan prinsip Syariah.

Rukun Asuransi Syariah

Untuk lebih memahami apa saja rukun asuransi Syariah yang menjadi nilai penting dalam jenis asuransi ini, simak penjelasan berikut.

1. Aqid

Rukun Asuransi Syariah pertama adalah aqid yang merujuk pada individu yang terlibat dalam transaksi, baik sebagai pemberi maupun penerima hak.

Dalam jenis asuransi ini, adanya aqid menjadi sangat krusial untuk memastikan setiap orang yang terlibat dalam proses transaksi memiliki pengetahuan, kemampuan, hingga hak atas objek asuransi tersebut.

Terdapat beberapa persyaratan Aqid yang harus dipenuhi, sebagai berikut

  • Syarat pertama dan terpenting adalah kedua belah pihak yang terlibat di dalam akad harus menganut agama Islam. Hal ini sejalan dengan nilai asuransi syariah sebagai produk keuangan yang mengedepankan prinsip syariah Islam.
  • Selanjutnya, aqid juga harus berusia balig atau dewasa berdasarkan syariah. Hal ini guna memastikan kemampuan pihak yang terlibat untuk memahami hak dan kewajibannya.
  • Aqid juga harus berada di keadaan merdeka dan tidak berada di bawah tekanan atau paksaan pihak lain. Jika dilakukan dengan adanya paksaan, maka akad menjadi tidak sah.
  • Orang yang terlibat juga harus memiliki kemampuan untuk melakukan akad, dari segi finansial dan pengetahuan. Dalam konteksnya, yaitu membayar premi asuransi serta memahami isi akad.
  • Aqid mempunyai hak milik dari objek yang diasuransikan dan mampu menunjukkan bukti kepemilikan sah objek tersebut.
  • Tujuan yang ingin dicapai dari akad asuransi juga harus halal dan tidak melawan prinsip syariah.

2. Ma’qud Alaih

Kedua, Ma’qud Alaih yang berhubungan dengan objek transaksi pada asuransi, seperti barang maupun harta.

Objek asuransi sendiri harus memenuhi berbagai syarat yang ada, seperti bersih dari najis, hadir pada saat akat berlangsung, sejalan dengan prinsip agama Islam, dapat diterima dan diserahkan, hingga memiliki kejelasan berhubungan dengan objek asuransi.

Lebih jelas terkait apa saja syarat yang harus dipenuhi oleh sebuah objek dalam rukun asuransi syariah, sebagai berikut.

  • Objek asuransi Syariah harus suci yang memiliki arti bahwa objek tersebut tidak boleh terkena najis dan tidak termasuk barang najis.
  • Objek asuransi Syariah harus ada ketika akad atau perjanjian asuransi Syariah sedang berlangsung dan dilakukan.
  • Objek asuransi Syariah harus harta yang sesuai berdasarkan kaidah Islam yang ada.
  • Objek asuransi Syariah dapat diterima dan diserahkan di saat melakukan akad maupun di kemudian hari
  • Objek asuransi Syariah memiliki kejelasan di dalamnya.

3. Ijab Kabul

Ijab Kabul adalah hal yang berkaitan dengan kesepakatan yang dibuat oleh kedua belah pihak di dalam transaksi asuransi Syariah.

Terdapat beberapa syarat dalam ijab Kabul sendiri, seperti kejelasan ucapan, urutan yang tepat, serta memiliki persetujuan antara kedua belah pihak yang terlibat.

Berdasarkan ulama selain Hanafiyah, ijab dapat diartikan sebagai pernyataan yang keluar dari orang pertama maupun orang kedua yang menyerahkan. Sedangkan kabul merupakan pernyataan yang diucapkan oleh pihak penerima.

Lebih jelasnya, terkait 4 syarat ijab kabul yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan rukun asuransi Syariah berikut ini.

  • Ijab Kabul harus diucapkan secara jelas, agar kedua pihak yang terlibat dapat mendengarnya.
  • Ucapan ijab dan kabul harus sesuai berdasarkan ketentuan yang ada dan diucapkan berurutan
  • Memerlukan majelis akad yang telah disetujui oleh kedua pihak yang terlibat dalam pelangsungan proses ijab kabul untuk mencapai kesepakatan bersama tanpa adanya penolakan maupun pembatalan.

Awal Mula dan Perkembangan Asuransi Syariah di Indonesia

Asuransi Syariah di Indonesia

Awal muda kemunculan asuransi syariah sendiri berbeda dengan asuransi konvensional, jenis asuransi ini pertama kali berkembang di budaya suku Arab sebelum zaman Rasulullah SAW yang dikutip dari buku Hukum Asuransi Syariah oleh H Zainuddin Ali.

Pada saat itu, salah satu anggota suku Arab tersebut dibunuh oleh anggota suku lain, maka dari itu keluarga korban akan dibayar sejumlah uang darah atau yang disebut diyat sebagai bentuk kompensasi.

Berdasarkan buku Hukum Asuransi Syariah, industri asuransi mulai dimasuki asuransi syariah sejak tahun 1994 yang ditandai dengan kemunculan salah satu asuransi syariah, yaitu Asuransi Syariah Tafakul.

Pada awalnya, perusahaan itu sendiri memunculkan kontradiksi pendapatan terkait kehalalan atas usaha tersebut, di mana ada pihak agama Islam yang memiliki anggapan bahwa industri asuransi menentang qadha dan qadar yang berarti bertentangan dengan takdir.

Menurut pihak tersebut, segala kecelakaan, kemalangan, atau bahkan hingga kematian merupakan takdir Allah yang tidak dapat ditolak.

Namun, di sisi lain terdapat kelompok umat Islam yang juga percaya bahwa setiap orang diperintahkan dan memiliki kewajiban untuk membuat perencanaan dalam menghadapi masa depan, yang dapat dilihat melalui firman Allah SWT pada surat Al Hasyr ayat 18.

Arab Latin:

Yā ayyuhallażīna āmanuttaqullāha waltanẓur nafsum mā qaddamat ligad, wattaqullāh, innallāha khabīrum bimā ta'malụn

Yang berarti: Hai orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan

Di tahun 2013, OKI atau Organisasi Kerja Sama Islam juga mendirikan Lembaga Keuangan Syariah Internasional atau IFSB dengan tujuan mempromosikan pengembangan serta harmonisasi standar asuransi Syariah yang ada di seluruh dunia.

Dengan perkembangan jenis asuransi ini hingga sekarang, banyak orang menganggap asuransi Syariah sebagai alternatif yang dapat mereka percaya untuk mendapatkan perlindungan asuransi berdasarkan prinsip syariah.

Konsep Asuransi Syariah

Setelah memahami apa yang dimaksud dengan asuransi Syariah beserta rukunnya, sekarang kita akan membahas lebih mendalam konsep asuransi Syariah itu sendiri.

Asuransi Syariah merupakan sebuah produk keuangan yang memiliki prinsip sharing of risk, yang berartikan bahwa resiko satu orang pemegang polis asuransi akan dibebankan terhadap seluruh pemegang polis di satu perusahaan yang sama.

Walaupun dikelola secara syariah, jenis asuransi ini bukan hanya ditujukan untuk umat muslim saja. Namun, setiap orang memiliki kebebasan untuk membeli produk asuransi Syairah asalkan memenuhi prinsip, akad, serta rukun yang berlaku.

Menurut OJK atau Otoritas Jasa Keuangan, terdapat beberapa jenis akad yang harus dipenuhi dalam asuransi Syariah berdasarkan Fatwa DSN-MUI, seperti:

1. Akad tabarru’ atau tolong menolong

Bagi setiap partisipan yang menginginkan perlindungan asuransi Syariah harus memiliki niat ikhlas untuk memberikan hibah kepada para peserta lain jika suatu saat mengalami musibah.

Melalui pernyataan tersebut, semua peserta asuransi Syariah harus saling menolong diantara-Nya. Sedangkan, perusahaan asuransi Syariah memiliki fungsi untuk mengelola dana hibah yang sudah dibayarkan oleh para peserta.

2. Akad mudharabah

Akad mudharabah merupakan akad kerja sama untuk mencapai keuntungan berdasarkan pembagian yang telah disepakati.

Hasil yang didapatkan dari mudharabah sendiri beragam dan tidak terus menerus berupa keuntungan, namun juga bisa berupa kerugian.

Berdasarkan akad mudharabah, perusahaan asuransi Syariah bertugas menjadi pengelola, sedangkan peserta asuransi menjadi pemegang polis.

Premi dari asuransi dengan jenis akad yang satu ini nantinya akan diinvestasikan, dan hasil keuntungan yang didapatkan akan dibagikan kepada semua pemegang polis yang terlibat.

3. Akad wakalah bil ujrah

Akad wakalah bil ujrah merupakan pemberian wewenang kepada perusahaan asuransi untuk mengelola dana yang dimiliki peserta asuransi dengan imbalan upah atau ujrah.

Melalui kuasa tersebut, perusahaan asuransi memiliki wewenang untuk menginvestasikan premi yang diberikan. Namun, tidak dapat memperoleh bagian dari keuntungan yang dihasilkan dari investasi tersebut.

Syarat Asuransi Syariah

Sebelum membeli produk asuransi Syariah, penting mengetahui terlebih dahulu apa saja syarat yang harus dipenuhi kedua belah pihak sebelum melakukan transaksi asuransi Syariah, sebagai berikut.

  • Baligh, di mana kedua pihak yang terlibat pada proses transaksi asuransi syariah dipastikan sudah mencapai usia baligh atau dewasa berdasarkan hukum Islam.
  • Berakal, di mana calon tertanggung harus mempunyai akal sehat serta memiliki kemampuan untuk membuat keputusan rasional.
  • Bebas berkehendak, di mana segala transaksi asuransi syariah harus dilakukan dengan sukarela tanpa adanya paksaan.

Bukan hanya ketiga syarat tersebut saja, namun ada pula beberapa syarat lain yang harus terpenuhi agar proses transaksi asuransi syariah dapat berjalan dengan sah.

Berikut ini hal-hal yang bisa menjadi penyebab proses transaksi asuransi syariah menjadi tidak sah, sebagai berikut.

  • Gharar, segala transaksi asuransi syariah harus memiliki kejelasan serta menghindari adanya ketidakpastian berlebihan.
  • Mengandung unsur riba, segala transaksi yang dilakukan juga tidak boleh memiliki unsur riba maupun keuntungan tambahan yang dilarang berdasarkan ajaran Islam.
  • Maisir atau mengandung praktik perjudian, transaksi asuransi syariah tidak boleh terikat unsur perjudian maupun spekulasi yang tidak sesuai dengan prinsip Islam.

Prinsip Asuransi Syariah

Prinsip asuransi syariah dijadikan dasar dalam setiap proses transaksi yang dilakukan. Namun, bukan hanya itu saja, prinsip asuransi syariah ini juga menjadi hal utama yang membedakan dengan asuransi konvensional.

Berikut 4 prinsip asuransi syariah, simak selengkapnya!

  • Akad, setiap transaksi asuransi syairah harus berdasarkan akad, yang merupakan kesepakatan sukarela antara perusahaan asuransi dengan pemegang polis didasari kejujuran dan transparansi.
  • Tabarru’ atau bagi hasil, di mana pemegang polis memberikan sumbangan tanpa adanya harapan untuk mendapatkan keuntungan langsung. Prinsip ini menggambarkan nilai kebersamaan dan kepedulian pada komunitas.
  • Pooling Resiko yang berarti bahwa dalam asuransi syariah, resiko apa pun yang diterima harus dibagi rata, termasuk kerugian yang secara adil dibagi dalam komunitas.
  • Tidak ada Gharar dan Maisir, larangan atas gharar atau ketidakpastian serta maisir atau unsur perjudian dalam menjaga transparansi serta keadilan pada proses transaksi asuransi syariah.

Keunggulan Asuransi Syariah

Setelah memahami definisi hingga apa saja rukun asuransi Syariah yang ada, terdapat beberapa keunggulan jenis asuransi ini yang perlu kamu ketahui jika dibandingkan dengan asuransi konvensional, seperti:

1. Tidak ada sistem dana hangus

Berdasarkan asuransi syariah, terdapat istilah premi atau dana kontribusi yang disetorkan sebagai tabarru’.

Nantinya, dana kontribusi atau premi tersebut tidak akan hangus walaupun tidak di klaim selama periode waktu perlindungan berlangsung.

Premi yang telah dibayarkan oleh peserta asuransi akan tetap menjadi milik pemegang polis dan pada akhirnya akan diakumulasikan secara kolektif.

2. Pengelolaan dana dilakukan secara transparan

Perusahaan asuransi syariah yang ada di Indonesia memiliki kewajiban untuk mengelola dana yang dimiliki secara transparan. Hal tersebut meliputi dana kontribusi hingga dana hasil pembagian investasi.

Adanya proses transparansi dana ini memiliki tujuan mengoptimalkan keuntungan peserta, baik secara individu serta kolektif berdasarkan akad yang telah ditetapkan di asuransi syariah yang ada.

Jika adanya selisih lebih dari total kontribusi atau surplus underwriting, maka nisbahnya akan dibagikan secara transparan terhadap para pesertanya.

3. Dana dikelola berdasarkan prinsip Islami

Perusahaan asuransi syariah juga memiliki kewajiban untuk menjalankan prinsip-prinsip Islami yang berlaku dalam mengelola dana investasi yang ada.

Mulai dari menghindari riba atau bunga, maisir atau judi, serta gharar atau ketidakpastian di setiap produk yang ditawarkan.

Selain itu, dana investasi para peserta asuransi juga tidak dapat diinvestasikan kepada saham dari emiten yang menjalankan kegiatan perdagangan atau jasa yang tidak menaati prinsip syariah yang ada.

Seperti contohnya, emiten atau perusahaan penawaran publik yang melakukan kegiatan produksi barang yang telah dilarang oleh DSN-MUI.

Nah, itulah sedikit penjelasan yang berkaitan dengan rukun asuransi Syariah untuk membantu sahabat MyProtection lebih memahami apa yang membedakan jenis asuransi ini dengan asuransi konvensional pada umumnya.

Namun perlu diketahui, semua asuransi memiliki keunggulannya masing-masing yang harus dipahami dan dimengerti. Seperti salah satunya, Perlindungan Kesehatan Prima yang memberikan solusi asuransi kesehatan online terbaik dengan pilihan manfaat rawat inap, bedah dan rawat jalan.

Selain itu, kamu bisa mendapatkan fitur Saldo Prima untuk membeli berbagai kebutuhan, seperti obat, vitamin, masker hingga hand sanitizer tanpa perlu resep dokter.

Berikut keunggulan apa saja yang bisa kamu dapatkan dengan Perlindungan Kesehatan Prima, yaitu:

  • Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin maupun obat-obatan tanpa perlu melakukan rawat inap maupun rawat jalan.
  • Santunan tunai harian rawat inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan
  • Pilihan manfaat rawat inap dan rawat jalan sesuai kebutuhan
  • Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia
  • 24 jam Contact Center dan Case Monitoring
  • Layanan eksklusif Personal Medical Assistance
  • Laporan perhitungan klaim via email

Semoga informasi di atas terkait rukun asuransi Syariah dapat bermanfaat dan memberikan sahabat MyProtection wawasan lebih dalam mengenai topik terkait!

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Baca Artikel
Olahraga
5 mins read 13/07/2026
Lari Jarak Menengah: Pengertian, Teknik, Manfaat, dan Metode Latihannya!

Lari jarak menengah menjadi salah satu cabang olahraga atletik dengan jarak tempuh antara 800 dan 3000 meter. Untuk melakukannya, dibutuhkan keseimbangan antara kecepatan dan daya tahan tubuh seseorang.

Berbeda dengan lari jarak jauh ataupun pendek, lari jarak menengah menggunakan teknik hingga posisi start yang berbeda.

Cabang olahraga ini juga telah ada sejak abad ke-18 dan rutin dipertandingkan pada berbagai ajang kompetisi lokal hingga internasional, termasuk di Indonesia.

Untuk dapat lebih memahami apa saja peraturan hingga perbedaannya dengan cabang olahraga lain, berikut penjelasan seputar lari jarak menengah yang harus kamu ketahui untuk menambah wawasanmu! Simak selengkapnya!

Lari Jarak Menengah: Pengertian, Teknik, Manfaat, dan Metode Latihannya!

lari jarak menengah

Lari jarak menengah yang merupakan salah satu cabang olahraga atletik dengan jarak tempuh 800 meter, 1.500 meter, dan 3.000 meter.

Berbeda dengan lari jarak pendek ataupun panjang, pada lari jarak menengah kaki harus menapak pada ujung kaki atau tumit dan menolak dengan ujung kaki.

Selain itu, lari jarak menengah juga menggunakan teknik start yang berbeda, yaitu start berdiri, yang umumnya digunakan pada lari maraton.

Aktif berolahraga memang baik untuk kesehatan, tetapi risiko cedera tetap bisa terjadi. Pastikan memiliki perlindungan kesehatan agar biaya pengobatan tidak menjadi beban.

Kategori Nomor Lari Jarak Menengah

Nomor lari jarak menengah merupakan nomor lari atletik bagi para pelari yang menempuh jarak masing-masing 800 meter, 1500 meter, hingga 3000 meter.

Walaupun jarak larinya tidak sejauh cabang lari jarak jauh, olahraga ini tetap menuntut pesertanya untuk memiliki stamina serta daya tahan tubuh yang prima.

Hal ini dikarenakan para pelari harus dapat mempertahankan kecepatan larinya dalam kurun waktu yang cukup lama. Lari jarak menengah dapat dibagi ke dalam tiga kategori berdasarkan jarak tempuhnya, antara lain:

1. Nomor 800 Meter

Nomor lari atletik 800 meter membutuhkan kombinasi antara kecepatan lari cepat dan daya tahan tubuh. 800 meter juga menjadi jarak menengah terpendek yang umumnya ditandingkan menggunakan lintasan standar 400 meter sebanyak 2 putaran.

Umumnya, pelari harus berlari dengan kecepatan tinggi di awal pertandingan untuk mendapatkan posisi terbaik di bagian depan, yang kemudian harus dibarengi dengan kemampuan untuk mempertahankan kecepatan tersebut hingga mencapai garis finish.

2. Nomor 1500 Meter

Nomor lari atletik 1500 meter merupakan jarak yang paling umum dipertandingkan di cabang olahraga satu ini, yang menantang para pelari untuk berlari dengan kecepatan konstan untuk mencapai garis finish.

Umumnya, nomor lari ini menggunakan lintasan 400 meter yang ditempuh sebanyak 3,5 putaran. Berbeda dengan lari 800 meter, dalam lari 1500 meter dibutuhkan taktik dan pengaturan kecepatan yang matang.

Fokuskan pada sprint kuat khususnya di 100 hingga 200 meter terakhir untuk dapat memenangkan perlombaan. Teknik ini umumnya disebut milimetrik.

3. Nomor 3000 Meter

Nomor lari atletik terpanjang, yaitu 3000 meter yang membutuhkan stamina prima, daya tahan serta kecepatan dari pelari untuk mencapai garis finish.

Menempuh lintasan 400 meter sebanyak 7,5 putaran, lari 3.000 meter ini sering kali melibatkan rintangan seperti tembok pembatas hingga kolam air yang menambah tantangan para pelari.

Karena jaraknya yang lebih panjang, lari 3000 meter juga membutuhkan daya tahan lebih, kemampuan pelari mengatur pernapasan secara teratur, hingga kecepatan maksimal untuk mencapai garis finish.

Teknik Lari Jarak Menengah

Untuk lebih memahami seputar olahraga lari jarak menengah, berikut penjelasan mengenai teknik apa saja yang ada di dalam cabang olahraga satu ini, sebagai berikut:

1. Teknik Awalan Start

  • Ketika aba-aba “bersedia” diberikan, para pelari harus menempati posisi yang telah ditentukan tepat di belakang garis start.

  • Ketika aba-aba “siap” diberikan, pelari harus menempatkan kaki kiri di depan dengan sedikit menekuknya. Selanjutnya, kaki kiri kemudian ditempatkan di belakang dengan posisi lurus.

  • Mencondongkan tubuh ke depan sedikit dengan beban tubuh yang bertumpu pada kaki sebelah kiri.

  • Membiarkan tangan bergantung secara rileks dengan siku sedikit menekuk di dekat beban tubuh bertumpu.

  • Bagian kepala diarahkan menghadap ke depan dengan posisi leher dalam keadaan rileks serta pandangan lurus ke depan.

2. Teknik Awalan Lari

  • Setelah siap dengan posisi awal, langkah selanjutnya adalah menunggu aba-aba selanjutnya yang umumnya ditandai dengan kata “ya” ataupun suara pistol.

  • Ketika aba-aba sudah dibunyikan, para pelari sudah diperbolehkan untuk mulai berlari.

  • Untuk memulai berlari, langkahkan kaki kanan bersamaan dengan ayunan tangan kiri ke depan serta tangan kanan ke belakang.

  • Untuk menjadikan awalan start lari yang maksimal, kaki sebelah kiri dimanfaatkan untuk memberikan tenaga tambahan dengan tolakan.31. Teknik Awalan Start

3. Teknik Saat Berlari

  • Saat berlari, condongkan bagian badan sedikit ke depan kurang lebih sekitar 10 derajat.

  • Mengayunkan tangan secara natural dan rileks setinggi pinggang yang dilakukan secara bergantian dan disesuaikan dengan ritme gerakan kaki.

  • Memperlebar langkah kaki berdasarkan jangkauan tungkai yang dapat dimanfaatkan untuk memaksimalkan kecepatan saat berlari. Pastikan sudut lengan berada di antara 100 hingga 110 derajat.

  • Hindari mengangkat bagian paha kaki terlalu tinggi dan perhatikan agar bagian lutut tidak melebihi bagian pinggang.

  • Untuk menghindari cepat lelah, pastikan frekuensi langkah kaki juga tidak terlalu cepat.

  • Perhatikan kecepatan agar stamina dapat tetap terjaga.

4. Teknik Saat Melewati Tikungan

  • Ketika melewati tikungan, pastikan kamu menjaga kecepatan berlarimu.

  • Mengatur posisi tubuh dekat dengan garis lintasan di sebelah kiri. Kemudian, mengarahkan bahu serta memiringkan kepala ke kiri.

  • Mengusahakan lengan kanan memiliki ayunan yang lebih lebar dibandingkan dengan lengan kiri. Hal ini dapat bermanfaat untuk menjaga keseimbangan ketika melewati tikungan.

5. Teknik Melewati Garis Finish

  • Mempercepat frekuensi kaki serta memperlebar langkah kaki.

  • Ketika memasuki garis finish, pastikan pelari tidak melakukan gerakan melompat.

  • Ketika garis finish sudah terlihat, pusatkanlah perhatian.

  • Jika terdapat pita di garis finish, jangan berusaha meraihnya menggunakan tangan.

  • Jangan berhenti mendadak ketika sudah melewati garis finish.

Manfaat Lari Jarak Menengah

Manfaat Lari Jarak Menengah

Olahraga lari jarak menengah juga menjadi salah satu cabang olahraga atletik yang juga dapat memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.

Adanya gabungan antara unsur kecepatan serta daya tahan, lari jarak menengah bukan hanya menjadi ajang kompetisi, namun juga menjadi pilihan banyak orang sebagai aktivitas fisik yang dapat membantu dalam menjaga kebugaran tubuh.

Terdapat berbagai faktor yang memengaruhi kebugaran jasmani, salah satunya adalah olahraga atau latihan fisik secara teratur yang dapat membantu meningkatkan daya tahan, kekuatan, hingga kelenturan otot, dan semua itu bisa didapatkan melalui lari jarak menengah.

Untuk lebih memahami apa saja manfaat dari cabang olahraga ini, berikut penjelasannya:

1. Meningkatkan Kesehatan Kardiovaskular

Manfaat pertama dari lari jarak menengah adalah meningkatkan kesehatan kardiovaskular, atau lebih tepatnya memperkuat jantung serta meningkatkan efisiensi sistem kardiovaskular.

Kesehatan kardiovaskular pada seseorang juga dapat membantu dalam menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, hingga hipertensi. Meskipun menerapkan gaya hidup sehat merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan, memiliki perlindungan kesehatan juga dapat membantu mengurangi beban biaya pengobatan apabila sewaktu-waktu membutuhkan perawatan medis.

2. Meningkatkan Kapasitas Paru-Paru

Cabang olahraga ini dapat membantu meningkatkan kapasitas pernapasan paru-paru karena paru-paru bekerja lebih aktif untuk memenuhi kebutuhan oksigen tubuh saat berlari. Latihan yang dilakukan secara rutin melatih paru-paru untuk menampung udara lebih banyak dan mengatur pernapasan dengan lebih efisien.

Selain itu, proses pertukaran oksigen dan karbon dioksida menjadi lebih optimal, sehingga oksigen dapat diserap dan disalurkan ke otot dengan lebih baik. Hal ini membuat tubuh tidak mudah kehabisan napas, meningkatkan daya tahan, serta mendukung performa dan kebugaran secara keseluruhan.

3. Membantu Menjaga Berat Badan

Manfaat selanjutnya adalah membantu menjaga berat badan tubuh, olahraga ini mampu membantu dalam membakar kalori dalam jumlah besar yang dapat memberikan manfaat menurunkan berat badan seseorang, serta mengontrol komposisi lemak tubuh.

4. Memperkuat Otot

Melibatkan otot kaki dan inti tubuh, lari jarak menengah dapat membantu meningkatkan kekuatan serta daya tahan otot tubuh secara keseluruhan. Saat berlari, otot paha, betis, dan pinggul bekerja secara terus-menerus untuk menopang berat badan dan mendorong tubuh ke depan.

Selain itu, otot inti seperti perut dan punggung bawah berperan penting dalam menjaga keseimbangan dan stabilitas tubuh selama berlari.

Aktivitas yang dilakukan secara berulang ini membuat otot menjadi lebih kuat, lebih tahan terhadap kelelahan, serta mampu bekerja lebih efisien, sehingga mendukung peningkatan kebugaran fisik dan performa olahraga secara menyeluruh.

5. Meningkatkan Kepadatan Tulang

Berlari secara rutin juga dapat membantu dalam meningkatkan kepadatan tulang dalam tubuh, sehingga mampu mencegah atau mengurangi risiko osteoporosis di masa depan.

6. Meningkatkan Kesehatan Mental

Rutin berlari juga dapat menjadi sarana efektif untuk meningkatkan kesehatan mental seseorang.

Hal ini dikarenakan berlari dapat membantu melepaskan hormon bahagia atau endorfin yang dapat membantu tubuh mengurangi stres dan kecemasan, memperbaiki suasana hati, hingga meningkatkan kualitas tidur.

7. Meningkatkan Kualitas Tidur

Berlari bermanfaat untuk meningkatkan kualitas tidur seseorang serta membantu dalam mengatur pola tidur yang baik.

Hal ini dikarenakan berlari dapat memengaruhi ritme sirkadian, mengurangi stres, membuat tubuh lelah secara lebih sehat, yang membuat kualitas tidur lebih baik.

Selain itu, seperti yang dibahas pada poin sebelumnya, olahraga kardio juga dapat membantu memicu pelepasan hormon relaksasi seperti serotonin yang dapat membantu tubuh mempersiapkan diri untuk istirahat.

8. Meningkatkan Metabolisme

Cabang olahraga satu ini juga dapat membantu dalam meningkatkan metabolisme tubuh serta pembakaran kalori yang lebih efektif bahkan setelah selesai berolahraga.

Untuk mendapatkan hasil yang optimal, lari harus dilakukan secara teratur. Misalnya, 2-3 kali seminggu selama 30 menit yang kemudian bisa ditingkatkan atau disesuaikan intensitasnya. Hal yang penting diperhatikan adalah melakukan pemanasan dan pendinginan dan menjaga hidrasi tubuh.

9. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Lari jarak menengah juga dapat membantu dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh atau sistem imun tubuh yang dapat membuat tubuh lebih tahan dari berbagai penyakit.

Hal ini dikarenakan dengan berlari secara rutin dapat mempercepat sirkulasi sel-sel imun ke seluruh tubuh, membantu deteksi dan perlawanan terhadap patogen, hingga menurunkan hormon stres yang melemahkan imun.

10. Meningkatkan Konsentrasi dan Produktivitas

Jika dilakukan secara rutin, lari juga dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan produktivitas seseorang melalui peningkatan aliran darah ke otak, membantu merangsang pelepasan hormon peningkat suasana hati, mengurangi stres, serta memberikan energi dan kejernihan mental untuk menjalani hari.

Bukan hanya itu, lari juga dapat meningkatkan kewaspadaan mental seseorang, yang dapat membuat orang tersebut lebih siap menghadapi berbagai tantangan.

Metode Latihan Lari Jarak Menengah

Untuk mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi larik jarak menengah, terdapat hal-hal yang dapat dipersiapkan dan dilakukan oleh atlet lari jarak menengah, antara lain:

  • Menjaga serta meningkatkan kelenturan atau fleksibilitas tubuh melalui senam statis hingga dinamis. Hal ini dapat berpengaruh pada efisiensi gerakan, pencegahan cedera, dukungan terhadap teknik lari yang lebih baik, hingga pemulihan otot yang lebih cepat.

  • Melatih irama dan kestabilan langkah kaki guna menjaga kecepatan tetap stabil, meningkatkan efisiensi energi, membantu mengontrol pernapasan, hingga meningkatkan koordinasi dan fokus.

  • Melatih lari menggunakan rompi pemberat yang mampu meningkatkan kekuatan otot kaki dan inti tubuh, meningkatkan daya tahan serta kapasitas fisik, memperbaiki performa kecepatan, hingga melatih stabilitas dan postur tubuh.

  • Melatih berlari perlahan-lahan diselingi dengan lari cepat atau naik turun bukit dapat bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan aerobik dan anaerobik, mengatur tempo, meningkatkan kekuatan otot, hingga meningkatkan kapasitas paru-paru.

  • Melakukan latihan interval training secara rutin dengan jarak 100 hingga 200 meter, yang dapat membantu mempersiapkan tubuh terbiasa dengan kondisi lomba tanpa kehilangan performa.

  • Mempertahankan tempo lari dengan jarak 1000 hingga 2000 meter, untuk membantu menjaga konsistensi kecepatan, mengoptimalkan energi serta membentuk mental nantinya saat pertandingan.

  • Melatih mengelilingi lintasan alam, yang dapat membantu dalam meningkatkan daya tahan kardiovaskular, beradaptasi dengan medan yang tidak rata hingga meningkatkan kekuatan mental serta mengurangi kejenuhan saat berlatih.

  • Latihan lari akselerasi dan deselerasi, hal ini dapat membantu dalam perlombaan ketika membutuhkan perubahan kecepatan, meningkatkan kontrol tempo, hingga meningkatkan respons tubuh dan koordinasi.

  • Latihan beban untuk melatih daya tahan dan kekuatan otot, khususnya kekuatan otot kaki dan inti tubuh, yang bermanfaat untuk menghasilkan dorongan yang efisien dan stabil saat berlari.

Nah, itulah pembahasan seputar lari jarak menengah sebagai salah satu cabang olahraga atletik dan kompetitif yang juga dapat memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.

Walaupun begitu, aktivitas fisik tentunya datang dengan risiko, seperti cedera ataupun kecelakaan tak terduga yang mungkin saja terjadi.

Perlindungan Kesehatan Prima hadir untuk memberikan solusi perlindungan kesehatan yang tepat bagi Anda dan keluarga dengan manfaat tambahan Saldo Prima.

Apa saja keunggulan dari Perlindungan Kesehatan Prima? Simak berikut ini.

  • Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin atau obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan

  • Santunan Tunai Harian Rawat Inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan

  • Pilihan Manfaat Rawat Inap dan Rawat Jalan sesuai kebutuhan

  • Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia

  • 24 jam Contact Center dan Case Monitoring

  • Layanan eksklusif Personal Medical Assistance

  • Laporan perhitungan klaim via email

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Baca Artikel