Beranda
/
Artikel
/
Semua Kategori
/
Sering Lupa Sarapan? Hati-hati terhadap Risikonya!

Sering Lupa Sarapan? Hati-hati terhadap Risikonya!

21 February 2020 | MyProtection News Jakarta

Jakarta, 21 Februari 2020 - MyProtection News

Apakah Anda sering memulai hari tanpa sarapan terlebih dahulu? Profesor Hiroaki Oda dari Universitas Nagoya menyampaikan temuan menarik. Melewatkan sarapan dapat mengacaukan jam biologis tubuh dan meningkatkan risiko obesitas.

Percobaan dilakukan pada tikus yang dibagi ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama diberikan sarapan sebelum memulai kegiatan mereka. Sedangkan grup tikus lainnya diberikan makan beberapa jam setelah hewan tersebut memulai aktivitas, sehingga menyerupai keadaan di mana manusia melewatkan sarapan.

Hasilnya, grup tikus yang melewatkan sarapan memiliki jumlah lemak tubuh yang lebih banyak dari grup tikus yang rutin makan sebelum mulai beraktivitas. Grup tikus yang tidak menikmati sarapan juga memiliki metabolism tubuh yang lebih lambat dan akhirnya mempengaruhi proses pencernaan makanan.

Oleh karena itu, bagi Anda yang sering melewatkan sarapan didorong untuk teratur makan sebelum beraktivitas. Selain Anda bisa jadi lebih bertenaga, ada segudang manfaat lainnya dari sarapan, yaitu:

  • Memperlancar metabolism tubuh
  • Menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2
  • Penelitian di Amerika Serikat juga menemukan bahwa sarapan bersama anak, khususnya remaja, dapat membantu mereka membangun citra tubuh yang positif
  • Riset menyatakan bahwa pelajar dengan nilai tinggi biasanya lebih sering sarapan dibanding pelajar lainnya

Mulai sarapan sehat, yuk!

Salam,
Sahabat MyProtection

Apakah artikel ini membantu?
Subscribe Newsletter Kita
Klik subscribe untuk berlanggan newsletter artikel kami
Bagikan MyPro ke
facebook
twitter
instagram
Tentang MyProtection News Jakarta
MyProtection adalah salah satu pioneer portal pembelian asuransi kesehatan maupun asuransi umum secara online yang dapat diakses melalui platform website dan aplikasi sejak 2017.
Rekomendasi Artikel
Keuangan
5 mins read 17/06/2025
5 Fungsi Dana Pensiun dan Strategi Tepat untuk Memulainya!

Fungsi dana pensiun sering kali menjadi krusial bagi kehidupan seseorang, khususnya bagi orang-orang yang telah memasuki usia atau masa pensiun.

Bukan hanya sebagai jaminan penghasilan, namun dana pensiun juga berfungsi untuk memberikan perlindungan dan kenyamanan finansial bagi orang tersebut. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih mendalam apa saja fungsi, jenis, hingga cara memilih dana pensiun yang tepat!

5 Fungsi Dana Pensiun dan Strategi Tepat untuk Memulainya!

fungsi dana pensiun

pexels

Sering kali dikesampingkan, dana pensiun ternyata dapat menjadi instrumen keuangan yang krusial dalam menjaga kestabilan finansial seseorang di hari tua. Terdapat banyak kegunaan dari dana pensiun, sebagai berikut.

1. Menjamin Penghasilan di Masa Pensiun

Setelah bekerja bertahun-tahun, masa pensiun dapat menjadi masa di mana seseorang akhirnya dapat menikmati hasil kerja keras yang telah mereka lewati tanpa perlu mengkhawatirkan pemasukan bulanan.

Adanya dana pensiun tersebut, dapat membuat seseorang lebih merasa tenang karena tidak perlu lagi memikirkan uang yang harus dikeluarkan untuk mencukupi kebutuhan sehari0hari.

Dana pensiun berguna sebagai alternatif uang yang seharusnya didapatkan jika mereka masih aktif bekerja, sehingga di masa pensiun tersebut mereka tidak perlu mengorbankan dan dapat tetap mempertahankan gaya hidup yang mereka miliki.

2. Pengelolaan Investasi yang Aman

Selanjutnya, dana pensiun juga dapat dijadikan sebagai alat pengelolaan investasi yang lebih aman. Hal ini dikarenakan pada umumnya dana yang diinvestasikan pada program pensiun dikelola secara langsung oleh profesional yang sudah berpengalaman mengelola portofolio investasi.

Para profesional yang menangani portofolio tersebut akan memastikan bahwa dana yang diterima akan dikembangkan dengan baik dan aman dari risiko yang tidak diinginkan.

Oleh sebab itu, dengan adanya pengelolaan investasi yang baik atas dana pensiun yang dimiliki, maka dana tersebut juga akan tumbuh seiring waktu.

3. Perlindungan Risiko Finansial

Fungsi ketiga, yaitu dana pensiun juga dapat memberikan perlindungan terhadap berbagai risiko finansial yang dapat datang kapan dan di mana saja, mulai dari inflasi, perubahan pasar, maupun kebutuhan medis yang tidak terduga.

Dengan memiliki dana pensiun, maka masa pensiun yang dijalani juga akan lebih terjamin karena dapat memberikan perlindungan terhadap risiko-risiko tersebut.

Seperti contohnya, ketika seseorang membutuhkan keperluan medis secara mendadak dengan biaya yang cukup besar, dana pensiun tersebut dapat dimanfaatkan dan digunakan tanpa harus menimbulkan beban finansial kepada anggota keluarga.

Bagi sahabat MyProtection yang membutuhkan perlindungan kesehatan bagi diri sendiri dan anggota keluarga, asuransi kesehatan Perlindungan Kesehatan Prima dapat menjadi pilihan yang tepat dengan berbagai keunggulan produk, seperti:

  • Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin maupun obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap maupun Rawat Jalan

  • Santunan tunai harian Rawat Inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan

  • Pilihan manfaat Rawat Inap dan Rawat Jalan sesuai kebutuhan

  • Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia

  • 24 jam Contact Center dan Case Monitoring

  • Layanan eksklusif Personal Medical Assistance

  • Laporan perhitungan klaim via email

4. Distribusi Kekayaan yang Terencana

Perencanaan dana pensiun yang matang juga dapat membantu dalam pengelolaan kekayaan yang baik, serta segala warisan yang ingin ditinggalkan pada ahli waris dapat diberikan secara terstruktur dan sesuai keinginan.

Hal ini menjadi sangat krusial untuk menghindari potensi konflik antaranggota keluarga yang dapat terjadi dan memastikan bahwa aset tersebut jatuh ke tangan yang tepat dan dapat diteruskan ke generasi berikutnya sebaik mungkin.

5. Pengurangan Beban Ketergantungan terhadap Keluarga

Fungsi dana pensiun selanjutnya yang tidak kalah krusial adalah mengurangi beban ketergantungan terhadap anggota keluarga.

Di masa pensiun, banyak orang sering kali merasa cemas dan khawatir akan menjadi beban bagi anggota keluarga lain, khususnya pada aspek finansial maupun masalah kesehatan yang bisa tiba-tiba muncul.

Adanya dana pensiun tersebut dapat membantu kamu untuk menghindari rasa khawatir tersebut dan tetap mempertahankan kemandirian secara finansial sehingga tidak perlu bergantung atau membebani orang lain.

Jenis Dana Pensiun

jenis dana pensiun

pexels

Dana pensiun sendiri juga hadir dalam beberapa jenis khususnya bagi seorang karyawan, simak berikut ini!

1. Dana Pensiun yang Disponsori oleh Perusahaan

Dana pensiun yang disponsori oleh perusahaan merupakan sebuah program pensiun yang didanai oleh pihak perusahaan tempat di mana karyawan tersebut bekerja.

Adanya program ini memiliki tujuan untuk memberikan penghasilan pensiun yang stabil bagi karyawan setelah mereka pensiun dari perusahaan tersebut.

Dana pensiun yang disediakan perusahaan nantinya akan diinvestasikan dan dikelola oleh pihak pengelola dana yang biasanya sudah bekerja sama dengan pihak perusahaan.

Pada umumnya, untuk menjadi peserta dalam program pensiun ini, karyawan harus memenuhi syarat tertentu, seperti periode masa kerja tertentu ataupun umur karyawan itu sendiri.

2. Dana Pensiun yang Diatur oleh Pemerintah

Jenis selanjutnya yaitu dana pensiun yang diatur secara langsung oleh pihak pemerintah. Program ini biasanya disediakan oleh pemerintah bagi Warga Negara Indonesia yang telah memasuki masa pensiun atau usia tertentu.

Program pensiun ini didanai pemerintah serta dikelola langsung oleh lembaga pemerintah yang ditunjuk. Pada umumnya, karyawan yang mengikuti program ini perlu untuk membayar sebagian dari penghasilannya sebagai bentuk kontribusi dan pada masa pensiun, para peserta akan menerima banyak manfaat seperti penghasilan pensiun yang stabil.

3. Dana Pensiun Swasta

Ada pula program pensiun yang disediakan oleh lembaga keuangan swasta, mulai dari bank hingga perusahaan asuransi. Program ini memiliki tujuan untuk memberikan penghasilan pensiun yang stabil bagi karyawan setelah mereka pensiun.

Dana tersebut nantinya akan dikelola dan diinvestasikan oleh pihak perusahaan swasta tersebut dengan bekerja sama dengan perusahaan lain.

Program dana pensiun swasta ini dapat menjadi pilihan tambahan bagi karyawan yang ingin mempunyai program pensiun lain di luar dari program yang sudah disediakan oleh perusahaan.

Cara kerjanya, biasa karyawan harus membayar premi baik secara bulanan maupun tahunan berdasarkan kesepakatan yang telah dibuat.

Program pensiun ini juga biasanya hadir dengan berbagai manfaat, mulai dari penghasilan pensiun yang stabil setelah pensiun hingga manfaat tambahan lainnya seperti asuransi kesehatan maupun jiwa.

Tips Memilih Dana Pensiun yang Tepat

Tips Memilih Dana Pensiun yang Tepat

pexels

Dalam mempersiapkan rencana pensiun yang baik, pemilihan program dana pensiun yang tepat juga menjadi krusial dan sering kali menjadi hal yang rumit. Oleh sebab itu, berikut beberapa tips memilihnya:

1. Mempertimbangkan Biaya

Sebagai salah satu faktor utama, pemilihan dan pertimbangan biaya sering kali menjadi krusial ketika memilih dana pensiun.

Pada umumnya, terdapat beberapa biaya yang berkaitan dengan dana pensiun yang harus dipertimbangkan dan diperiksa sematang mungkin, mulai dari biaya administrasi, biaya manajemen, serta biaya lainnya.

Hal yang harus diperhatikan, sering kali biaya yang lebih rendah bukan berarti lebih baik dan begitu pula sebaliknya, biaya yang lebih tinggi juga tidak menjamin performa investasi akan jauh lebih baik.

2. Evaluasi Kinerja Investasi

Kinerja investasi juga menjadi faktor penting ketika memilih program pensiun yang tepat. Oleh sebab itu, sangat penting untuk memeriksa dan mengevaluasi kinerja investasi penyedia dana pensiun dalam jangka waktu yang lebih panjang, mulai dari periode 5 tahun atau lebih.

Perlu diperhatikan juga bahwa kinerja penyedia dana pensiun pada masa lalu tidak dapat selalu dijadikan tolak ukur maupun jaminan dari kinerjanya di masa depan.

3. Memperhatikan Risiko Investasi

Dalam melakukan sebuah investasi pastinya datang dengan risikonya sendiri, begitu juga dengan program dana pensiun.

Sebelum bergabung dengan sebuah program pensiun, penting untuk memeriksa profil risiko dari program yang dipertimbangkan tersebut. Selain itu, kamu juga harus memperhatikan risiko investasi yang berkaitan dengan jenis investasi yang dilakukan oleh pihak penyedia dana asuransi.

Dengan begitu, kamu juga bisa lebih yakin dan memahami risiko program dana pensiun yang diambil sesuai dengan toleransi risiko yang kamu miliki.

4. Tinjauan Portofolio

Dalam memilih penyedia dana pensiun, penting juga untuk memperhatikan dan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap portofolio investasinya.

Pastikan juga portofolio yang ada memiliki diversifikasi yang memadai dengan tujuan untuk mengurangi risiko serta meningkatkan potensi keuntungan.

Selain itu, kamu juga harus memastikan terlebih dahulu bahwa strategi investasi yang diterapkan sudah sesuai dengan yang kamu inginkan.

Strategi Pengumpulan Dana Pensiun

Mengumpulkan dana pensiun sendiri bukanlah hal yang mudah dan memerlukan perencanaan serta disiplin sejak dini. Berikut ini strategi pengumpulan dana pensiun yang dapat kamu ikuti:

1. Mulai Sejak Dini

Memulai menabung untuk dana pensiun secepat mungkin dapat membantu kamu untuk dapat mengumpulkan dan mengembangkan dana tersebut.

Dengan memulai sejak dini, kamu juga dapat memanfaatkan kekuatan bunga majemuk yang dapat meningkatkan nilai investasi secara signifikan seiring berjalannya waktu.

Bunga majemuk sendiri bekerja dengan cara mengakumulasi bunga dari investasi awal yang kemudian menghasilkan bunga tambahan dari jumlah yang telah terakumulasi.

Oleh sebab itu, semakin lama kamu menabung, potensi pertumbuhan dana pensiun yang kamu miliki juga lebih besar.

Memulai sejak dini juga memberikan fleksibilitas bagi seseorang untuk menghadapi berbagai kondisi finansial di masa mendatang. Jumlah yang ditabung juga dapat terus disesuaikan berdasarkan pendapatan dan kebutuhan finansial lainnya.

2. Menentukan Target Pensiun

Strategi penting lainnya adalah menentukan target pensiun, seberapa besar yang kamu butuhkan di masa pensiun dengan menghitung pengeluaran bulanan dan mempertimbangkan hal-hal seperti inflasi, biaya hidup, hingga gaya hidup.

Seperti contohnya, ketika kamu memiliki rencana untuk bepergian maupun melakukan kegiatan tertentu yang memerlukan biaya, hal-hal tersebut harus dimasukkan ke dalam perhitungan.

Dengan begitu, target tabungan yang telah dibuat akan menjadi lebih realistis dan kamu dapat mulai untuk merencanakan strategi untuk mencapai target tersebut dengan memanfaatkan berbagai instrumen investasi seperti saham, obligasi, maupun reksa dana.

3. Diversifikasi Investasi

Diversifikasi merupakan salah satu strategi investasi yang krusial untuk mengurangi dan meminimalisir risiko serta memaksimalkan hasil dari dana pensiun yang kamu miliki.

Maksudnya, dana pensiun yang ada tidak diletakkan hanya dalam satu jenis investasi saja untuk mengurangi risiko kerugian yang signifikan.

Melakukan diversifikasi investasi juga dapat membantu kamu dalam menghadapi inflasi. Beberapa aset, seperti properti maupun komoditas yang pada umumnya mengalami peningkatan nilai seiring berjalan waktu dapat melindungi kamu dari risiko inflasi tersebut.

Namun, untuk mendapatkan hasil yang baik, kamu juga harus memahami dan menyesuaikan portofolio investasi dengan profil risiko dan tujuan pensiun.

4. Memanfaatkan Program Pensiun dari Perusahaan

Banyak perusahaan menyediakan program pensiun sebagai bagian dari tunjangan karyawan, dan memanfaatkan program ini sebaik mungkin dapat menjadi langkah yang sangat bijaksana.

Setiap perusahaan memiliki ketentuan program pensiun yang berbeda-beda, sehingga penting bagi kamu untuk memahami detail program pensiun yang ditawarkan oleh perusahaanmu.

Ketahui jenis program pensiun yang tersedia, apakah itu program manfaat pasti atau program iuran pasti. Dengan memahami ketentuan ini, kamu dapat merencanakan strategi pensiun yang lebih efektif.

Beberapa perusahaan menawarkan kontribusi tambahan ke dalam program pensiun karyawan, yang berarti perusahaan akan menambahkan sejumlah dana ke dalam akun pensiunmu, sering kali berdasarkan persentase dari kontribusimu sendiri.

Misalnya, jika kamu menyisihkan 5% dari gajimu untuk dana pensiun, perusahaan mungkin menambahkan 3% lagi. Kontribusi tambahan ini dapat secara signifikan meningkatkan jumlah dana yang terkumpul untuk masa pensiunmu. Jika memungkinkan, lakukan kontribusi maksimal yang diizinkan oleh program pensiun perusahaanmu.

Dengan memanfaatkan program pensiun perusahaan secara optimal, kamu bisa memastikan masa pensiun yang nyaman dan bebas dari kekhawatiran finansial.

5. Evaluasi secara Berkala

Melakukan evaluasi secara berkala terhadap rencana pensiun adalah langkah penting untuk memastikan bahwa kamu berada di jalur yang benar menuju tujuan pensiunmu. Evaluasi ini memungkinkan kamu untuk menilai apakah tabungan dan investasi kamu sesuai dengan target yang telah ditetapkan, serta memberikan kesempatan untuk melakukan penyesuaian jika diperlukan.

Pertama, tinjau kembali tujuan pensiunmu. Apakah kamu masih memiliki tujuan yang sama seperti saat pertama kali merencanakan pensiun? Jika ada perubahan dalam gaya hidup atau kebutuhan finansial, pastikan untuk memperbarui tujuanmu.

Misalnya, jika kamu berencana untuk lebih sering bepergian atau memiliki hobi baru yang memerlukan biaya tambahan, kamu mungkin perlu menyesuaikan target tabunganmu.

Selanjutnya, periksa kinerja investasi kamu. Apakah investasi kamu memberikan hasil yang diharapkan? Jika ada investasi yang tidak berkinerja baik, pertimbangkan untuk mengalokasikan dana tersebut ke investasi lain yang lebih menguntungkan.

Diversifikasi investasi kamu juga penting untuk mengurangi risiko dan memaksimalkan potensi keuntungan. Pastikan kamu memiliki portofolio yang seimbang antara saham, obligasi, reksa dana, dan properti.

Selain itu, pertimbangkan faktor eksternal seperti inflasi dan perubahan pasar. Inflasi dapat mengurangi daya beli uang kamu di masa pensiun, sehingga penting untuk memperhitungkan kenaikan biaya hidup dalam perencanaan pensiunmu.

Jika pasar mengalami perubahan signifikan, kamu mungkin perlu menyesuaikan strategi investasi kamu untuk tetap mencapai tujuan pensiun.

Jangan lupa untuk memanfaatkan program pensiun yang ditawarkan oleh perusahaanmu. Jika perusahaanmu menawarkan kontribusi tambahan, pastikan kamu memanfaatkannya sebaik mungkin. Kontribusi tambahan ini dapat secara signifikan meningkatkan jumlah dana pensiunmu.

Terakhir, konsultasikan dengan ahli keuangan atau penasihat pensiun secara berkala. Mereka dapat memberikan saran yang lebih spesifik dan disesuaikan dengan situasi keuanganmu.

Dengan melakukan evaluasi secara berkala dan penyesuaian yang diperlukan, kamu bisa memastikan bahwa rencana pensiunmu tetap relevan dan efektif dalam mencapai tujuan finansialmu.

Nah, itulah pembahasan seputar apa saja fungsi dana pensiun yang dapat membantu untuk tetap menjaga kemandirian finansial seseorang serta dapat digunakan sebagai perlindungan risiko finansial.

Dengan memiliki perencanaan dana pensiun yang baik, kamu juga dapat memastikan bahwa pengaturan keuangan dapat berjalan dengan baik dan pada akhirnya dapat menikmati masa pensiun tanpa rasa cemas maupun khawatir. Semoga bermanfaat!

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Baca Artikel
Semua Kategori
5 mins read 30/09/2020
Sakit? Tanya Dokter Lewat Online Doctor Consultation Saja!

Hi, Sahabat MyProtection!

Pandemi COVID-19 membuat aktivitas harian jadi terbatas. Termasuk ketika Anda sakit. Ingin berkunjung ke rumah sakit tapi ragu, ingin mencari informasi sendiri pun takut keliru.

Tapi jangan khawatir! Karena sekarang Perlindungan Kesehatan Prima punya fitur online doctor consultation dan telemedicine.

Daripada gegabah mencari diagnosa penyakit lewat mesin pencari, tanyakan saja kepada dokter asli! Anda juga tidak perlu beranjak keluar dari rumah karena fitur online doctor consultation bisa diakses dari aplikasi eBenefit yang bisa diunduh di Play Store dan AppStore.

Pastinya, makin tenang beraktivitas bersama Perlindungan Kesehatan Prima. Fitur lainnya juga bisa Anda dapatkan dengan asuransi PRIMA, yaitu:

  • Klaim cashless tanpa kartu
  • Telemedicine
  • Online doctor consultation
  • Cek status klaim langsung dari HP Anda
  • Fitur live chat
  • Manfaat tambahan SALDO PRIMA untuk beli vitamin/obat tanpa resep Dokter & diganti asuransi (khusus Perlindungan Kesehatan Prima)
  • Menjamin COVID-19

Dapatkan diskon 10% untuk Perlindungan Kesehatan Prima selama Promo 10.10 dari MyProtection. Info lebih lengkap silakan klik tombol di bawah ini!

Syarat dan Ketentuan:

  • Periode promo adalah 1 Oktober – 31 Oktober 2020
  • Promo khusus untuk produk Perlindungan Kesehatan PRIMA
  • Diskon yang diberikan sebesar 10% dengan kode OKTOBERPRIMA
  • Diskon hanya bisa digunakan 1x per pengguna dan tidak bisa digabung dengan promo lainnya
Baca Artikel
Keuangan
5 mins read 07/08/2025
Apa Itu Generasi Sandwich? Penyebab dan Cara Pencegahannya!

Generasi sandwich, istilah yang saat ini tengah populer di kalangan masyarakat dan menjadi fenomena di beberapa negara berkembang, salah satunya Indonesia.

Sandwich generation sendiri sering kali dikaitkan dengan seorang anak di dalam sebuah keluarga yang harus menghidupi orang tua, keluarga, hingga anak-anaknya di waktu bersamaan.

Karena itu, mereka sering kali memiliki banyak tekanan secara psikis yang dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan mental maupun fisik.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Litbang Kompas di tahun 2022, sandwich generation di Indonesia menyentuh angka 67 persen atau sekitar 56.000.000 jiwa penduduk usia produktif.

Oleh sebab itu, sandwich generation telah menjadi salah satu masalah besar yang dihadapi di tengah masyarakat saat ini. Untuk memahami lebih mendalam terkait apa yang dimaksud dengan generasi ini, dalam artikel ini kita akan bahas mendalam seputar generasi sandwich. Simak informasinya!

Apa Itu Generasi Sandwich? Penyebab dan Cara Pencegahannya!

Generasi sandwich merupakan sebuah fenomena yang terjadi ketika seseorang harus menghidupi tiga generasi keluarganya, termasuk orang tua, diri sendiri, hingga anaknya.

Sandwich generation merupakan sebuah istilah yang pertama kali dibuat oleh Dorothy A. Miller, profesor asal Kentucky University, dalam bukunya Social Work di tahun 1981.

Menurutnya fenomena ini dapat dianalogikan sebagai sebuah roti sandwich, di mana orang tua dan anak disebut sebagai roti lapisan atas dan bawah dengan orang yang berada di posisi generasi sandwich sebagai isi atau daging roti tersebut yang terhimpit di antara dua roti tersebut.

data sebaran generasi sandwich

(instagram: katadatacoid)

Generasi sandwich sendiri sangat umum dan sering terjadi di Indonesia. Di mana, berdasarkan data statistik dari Badan Pusat Statistik atau BPS di tahun 2017, terdapat 77,82 persen keluarga yang mengalami fenomena ini dan hanya sekitar 7 persen yang mampu menopang kehidupannya sendiri melalui investasi atau uang pensiun.

Selain itu, data juga menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen lansia memilih tinggal bersama anak, menantu, dan cucu di satu rumah yang sama.

Dan hanya 20 persen lansia yang tinggal dengan pasangannya. Sedangkan 9 persen dari usia lansia memutuskan hidup sendiri dengan berbagai faktor yang mempengaruhinya.

Tipe Generasi Sandwich

Sandwich Generation sendiri dapat dibagi ke tiga tipe, yang terdiri dari traditional sandwich generation, club sandwich generation, dan open-faced generation. Apa perbedaannya? Simak penjelasan berikut.

1. Traditional Sandwich Generation

Tipe yang pertama merupakan golongan yang umum terjadi dalam masyarakat. Lingkup keuangan dari generasi sandwich tradisional mencakup tanggung jawab finansial terhadap orang tua yang sudah lanjut usia, pasangan, dan anak-anak mereka.

Individu yang termasuk dalam kategori ini sering kali harus mengelola keuangan untuk tiga generasi sekaligus, yang bisa menjadi beban yang cukup berat.

Besar kemungkinan orang yang termasuk dalam jenis ini akan mewariskan status ini kepada anak-anak mereka.

Hal ini terjadi karena anak-anak mereka melihat dan mengalami langsung bagaimana orang tua mereka berjuang untuk memenuhi kebutuhan keluarga besar.

Akibatnya, mereka mungkin merasa berkewajiban untuk melakukan hal yang sama ketika mereka dewasa nanti.

Dengan demikian, mereka terjebak dalam rantai ini, yang bisa berlanjut dari generasi ke generasi tanpa ada perubahan signifikan dalam pola pengelolaan keuangan keluarga.

Selain itu, tekanan finansial yang dihadapi oleh generasi sandwich ini bisa berdampak pada kesehatan mental dan fisik mereka. Mereka harus bekerja lebih keras dan lebih lama untuk memenuhi kebutuhan semua anggota keluarga, yang bisa menyebabkan stres dan kelelahan.

Oleh karena itu, penting bagi seseorang untuk mencari cara untuk mengelola keuangan dengan lebih efektif dan mencari dukungan jika diperlukan, agar tidak terus-menerus terjebak dalam siklus yang sama.

2. Club Sandwich Generation

Beban yang ditanggung oleh tipe club sandwich generation jauh lebih besar jika dibandingkan dengan tipe traditional sandwich generation.

Mereka tidak hanya bertanggung jawab atas keuangan anak-anak dan orang tua mereka, tetapi juga harus menanggung biaya hidup kakek dan nenek mereka.

Hal ini membuat tekanan finansial yang mereka hadapi menjadi lebih berat dan kompleks. Jenis ini biasanya berasal dari keluarga besar yang terdiri dari beberapa generasi yang tinggal bersama atau saling bergantung satu sama lain.

Dalam situasi ini, anggota keluarga dari berbagai usia hidup bersama di bawah satu atap atau dalam jaringan dukungan yang sangat erat.

Mereka harus mengelola kebutuhan finansial yang beragam, mulai dari biaya pendidikan anak-anak, perawatan kesehatan orang tua, hingga kebutuhan sehari-hari kakek-nenek.

Selain itu, club sandwich generation sering kali harus menghadapi tantangan tambahan seperti biaya perawatan kesehatan yang tinggi untuk anggota keluarga yang lebih tua, serta kebutuhan untuk menyediakan dukungan emosional dan fisik.

Mereka mungkin harus mengorbankan waktu pribadi dan karier mereka untuk memastikan semua anggota keluarga mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan. Tekanan ini bisa berdampak signifikan pada kesejahteraan mental dan fisik mereka.

Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk mencari cara untuk mengelola stres dan mencari dukungan dari luar, seperti bantuan profesional atau komunitas yang memahami situasi mereka.

Dengan demikian, mereka dapat menemukan keseimbangan yang lebih baik antara tanggung jawab keluarga dan kebutuhan pribadi mereka.

3. Open-Faced Sandwich Generation

Yang terakhir, tipe open-faced sandwich generation, yang merupakan jenis generasi sandwich yang unik. Generasi ini terdiri dari individu yang sudah berpasangan, tetapi belum memiliki anak.

Meskipun mereka belum memiliki tanggungan anak-anak, mereka tetap memiliki tanggung jawab finansial yang signifikan. Tanggungan keuangan utama mereka, selain untuk kebutuhan keluarga inti mereka sendiri, adalah orang tua mereka.

Mereka harus memastikan bahwa orang tua mereka mendapatkan perawatan dan dukungan yang diperlukan, baik dari segi finansial maupun emosional.

Ini bisa mencakup biaya perawatan kesehatan, kebutuhan sehari-hari, dan mungkin juga biaya perawatan jangka panjang jika orang tua mereka memerlukan bantuan tambahan.

Meskipun beban finansial mereka mungkin tidak seberat generasi sandwich lainnya yang harus mengurus anak-anak dan kakek nenek, open-faced sandwich generation tetap menghadapi tantangan tersendiri.

Mereka harus menyeimbangkan antara kebutuhan pasangan dan orang tua mereka, sambil juga mempersiapkan masa depan mereka sendiri, termasuk perencanaan keuangan untuk kemungkinan memiliki anak di masa depan.

Selain itu, mereka juga harus mengelola waktu dan energi mereka dengan bijak, karena mereka mungkin harus membagi perhatian antara pekerjaan, pasangan, dan orang tua.

Tekanan ini bisa berdampak pada kesejahteraan mental dan fisik mereka, sehingga penting bagi mereka untuk mencari dukungan dan sumber daya yang dapat membantu mereka mengelola tanggung jawab ini dengan lebih efektif.

Dengan demikian, meskipun open-faced sandwich generation mungkin tampak memiliki beban yang lebih ringan dibandingkan dengan jenis sandwich generation lainnya, mereka tetap menghadapi tantangan yang kompleks dan memerlukan strategi yang baik untuk mengelola tanggung jawab mereka.

Dampak Generasi Sandwich

dampak generasi sandwich

pexels

Setelah memahami dan mengetahui lebih dalam terkait pengertian sandwich generation, berikut ini dampak negatif yang dapat dialami seseorang yang mengalami fenomena ini.

1. Tingkat stres yang tinggi

Dampak pertama yang dapat dirasakan seseorang di posisi generasi sandwich adalah memiliki tingkat stres yang tinggi.

Hal ini dapat terjadi karena orang tersebut akan selalu memiliki rasa khawatir akan kondisi finansial dan bagaimana cara membiayai dan memberi makan keluarganya.

Dengan begitu, penghasilan yang didapatkan tidak dapat ditabung atau digunakan untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Tapi, semua pendapatan digunakan untuk memenuhi kebutuhan orang tua dan anaknya yang dijadikan prioritas hidupnya.

2. Kelelahan fisik dan mental atau burnout

Kelelahan fisik dan mental atau yang disebut juga sebagai burnout juga bisa terjadi dari stres terus menerus yang berkepanjangan, ditambah beban di tempat kerja, sehingga seseorang yang berada di posisi tersebut terus menerus merasa lelah secara fisik dan mental.

Stres yang terus menerus juga memiliki dampak besar bagi tubuh, mulai dari penyakit fisik seperti pusing, kelelahan, hingga kebotakan dini. Maupun penyakit mental seperti depresi hingga panic attack.

3. Perasaan tidak puas dan bersalah

Perasaan tidak puas dan merasa bersalah juga sering kali dialami oleh orang yang berada di posisi sandwich generation. Rasa bersalah muncul pada seseorang jika mengalami kegagalan atau tidak mencapai suatu tujuan.

Hal ini dikarenakan orang tersebut merasa ia ada di posisi dengan tanggung jawab yang besar sebagai tulang punggung keluarga. Oleh sebab itu, kegagalan tidak boleh terjadi karena dapat berpotensi mengurangi sumber penghasilan dan mengurangi peluangnya dalam perkembangan karier.

Walaupun begitu, seseorang di posisi generasi sandwich sering kali tidak akan pernah merasa puas walau sudah sukses dan cemerlang dalam karier.

Salah satu alasannya adalah perasaan rasa takut akan kondisi finansial yang belum stabil. Karena ia akan memiliki ketakutan terus menerus tidak dapat memenuhi kebutuhan finansial keluarganya yang membuat mereka tertekan terus menerus yang dapat membuatnya stres serta depresi.

4. Mudah merasa khawatir

Perasaan khawatir dapat dengan mudah muncul pada seseorang yang berada di posisi sandwich generation terutama jika sesuatu hal tidak berjalan sesuai rencananya.

Contohnya, jika ada pengeluaran mendadak yang tidak terduga, seperti orang tua dan anak-anak sakit sehingga harus mengeluarkan biaya besar.

Di mana, kondisi keuangan yang pas-pasan yang dapat menimbulkan rasa cemas dan khawatir untuk memilih keputusan yang tepat.

Untuk mengurangi rasa khawatir tersebut dan memiliki perlindungan secara finansial, asuransi Perlindungan Kesehatan Prima bisa menjadi solusi yang dapat memberikan perlindungan kesehatan online terbaik dengan pilihan manfaat rawat inap, bedah dan rawat bagi individu dan keluarga.

Terdapat berbagai keuntungan yang dimiliki produk Perlindungan Kesehatan Prima:

  • Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin atau obat-obatan lainnya tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan

  • Santunan tunai harian rawat inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan

  • Pilihan manfaat rawat inap dan rawat jalan sesuai kebutuhan

  • Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia

  • 24 jam Contact Center dan Case Monitoring

  • Layanan eksklusif Personal Medical Assistance

  • Laporan perhitungan klaim via email

Penyebab Adanya Generasi Sandwich

Kemunculan banyaknya generasi sandwich sendiri bukan tanpa penyebab, terdapat beberapa faktor yang membuat sandwich generation terjadi, seperti:

1. Kurangnya kemampuan finansial

Penyebab pertama terjadinya generasi sandwich adalah kurangnya kemampuan seseorang untuk mengatur kondisi finansial yang baik.

Hal ini dapat disebabkan karena seseorang yang tidak mempersiapkan tabungan untuk masa depan atau ketika pensiun sehingga tidak lagi memiliki cadangan dana di saat hal darurat atau tak terduga terjadi.

Itulah sebabnya ketika orang tersebut pada akhirnya pensiun, mereka tidak lagi memiliki simpanan dana yang cukup untuk menghidupi diri mereka sendiri dan harus bergantung pada orang lain, seperti anaknya, yang menyebabkan terjadinya sandwich generation.

2. Membeli barang tidak penting

Faktor kedua yang dapat menyebabkan seseorang terjebak di generasi sandwich adalah kebiasaan menghabiskan uang untuk barang-barang tidak penting.

Hal ini dapat terjadi ketika seseorang tidak mampu menetapkan prioritas finansial yang harus didahulukan dan terus menerus membeli barang yang kurang bermanfaat untuk hiburan semata dibandingkan dengan barang yang diperlukan.

3. Generasi sandwich turun temurun

Salah satu permasalahan yang dihadapi banyak negara berkembang adalah banyaknya kasus generasi sandwich generation yang harus segera diberantas.

Hal ini dikarenakan banyak pihak keluarga yang menganggap bahwa seorang anggota keluarga yang bekerja keras untuk menghidupi kehidupan anggota keluarga lainnya merupakan sesuatu hal yang wajar dan lumrah.

Kejadian inilah yang membuat anak-anak di keluarga yang melihat hal ini menjadi berpikir bahwa fenomena ini merupakan sesuatu hal yang wajar dan pada akhirnya menirukan sikap tersebut ke anak-anaknya kelak saat mereka tua.

Cara Mengurangi Risiko Generasi Sandwich

Cara Mengurangi Risiko Generasi Sandwich

pexels

Setelah mengetahui apa saja yang dapat menyebabkan sandwich generation, berikut ini kita akan membahas bagaimana cara mengurangi risikonya agar terhindar dari fenomena tersebut. Simak cara meminimalisir risiko generasi sandwich berikut ini.

1. Memonitor pengeluaran dan pemasukan

Pertama, memonitor pengeluaran dan pemasukan saat membeli kebutuhan dasar maupun kebutuhan lainnya guna memonitor pengeluaran serta mencatat pemasukan yang didapatkan.

2. Mengelola finansial dengan bijak

Dengan mencatat pengeluaran dan pemasukan yang ada, kamu dapat dengan mudah memonitor finansial dengan lebih baik dan mengurangi pengeluaran yang dianggap kurang penting dan berlebihan ke depannya.

3. Memiliki penghasilan yang mencukupi, lebih dari satu sumber

Agar memiliki tambahan penghasilan, kamu juga dapat mencari sumber penghasilan lain sehingga tidak mengandalkan satu sumber saja.

Salah satunya contohnya adalah membuat bisnis sampingan maupun memulai berinvestasi yang dapat bermanfaat sebagai dana tambahan jika suatu saat dibutuhkan untuk keperluan mendadak.

4. Melakukan komunikasi dengan kerabat

Langkah selanjutnya bagi sahabat MyProtection yang sedang terjebak di fenomena sandwich generation adalah mampu berbagi beban dengan orang lain atau kerabat dan jangan menanggung semuanya sendiri.

Kamu dapat berbagi beban dengan kerabat mulai dari saudara kandung maupun anggota keluarga lainnya. Dengan semakin banyak orang yang berpartisipasi untuk memenuhi kebutuhan keluarga, maka beban finansial yang dipikul akan berkurang.

Nah, itulah penjelasan seputar generasi sandwich yang saat ini sering kali menjadi topik perbincangan di Indonesia sebagai negara berkembang. Banyak orang yang terjebak di posisi ini sedang berjuang untuk keluar dari keadaan tersebut.

Seperti yang dibahas di atas juga terdapat cara-cara yang dapat dijalankan guna meminimalisir risiko sahabat MyProtection terjebak di sandwich generation ini. Salah satunya adalah lebih bijak dalam membeli barang.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan membeli perlindungan asuransi yang tepat sebagai langkah perencanaan keuangan yang lebih baik. Perlindungan Kesehatan Prima dapat menjadi solusi tepat bagi kamu maupun keluarga agar tetap merasa aman dan nyaman. Semoga bermanfaat!

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. 

Baca Artikel