Beranda
/
Artikel
/
Otomotif
Otomotif
3 Fakta Menarik Dibalik Mobil Mr Bean yang Ikonik!

Mr Bean, yang terkenal sebagai karakter di dalam serial komedi televisi dengan judul yang sama, merupakan salah satu acara yang menghibur dan digemari banyak orang.

Selain karena gaya berpakaiannya, boneka beruang yang selalu ada, mobil Mr Bean yang memiliki ciri khas warna kuning cerah juga menjadi salah satu simbol ikonik dari karakter Mr Bean.

3 Fakta Menarik Dibalik Mobil Mr Bean yang Ikonik!

mobil mr bean

sumber: disway

Oleh karena itu, melalui artikel ini kita akan membahas lebih mendalam mengenai mobil Mr Bean mulai dari model, sejarah, hingga harga mobilnya!

1. Sejarah Mobil Mr Bean

Mobil Mr Bean pertama kali muncul pada episode pilot yang tayang pada tahun 1990 dan awalnya mengalami banyak perubahan, mulai dari model hingga warna.

Awalnya, mobil yang digunakan berwarna oranye, hingga kemudian diputuskan untuk menggunakan warna kuning atau hijau lime dengan kap mesin hitam yang dikenal banyak orang.

Penggunaan warna ini juga bukan tanpa sebab. Warna cerah dan kontras yang digunakan tersebut memberikan kesan unik yang membuatnya mudah dikenali serta eksentrik yang sejalan dengan karakter Mr Bean.

Untuk modelnya, mobil Mr Bean menggunakan Leyland Mini 1000 yang diproduksi oleh British Leyland yang pertama kali diluncurkan pada tahun 1959 dan dikenal sebagai kendaraan kecil tangguh, hemat bahan bakar, dan mudah dimanuvrir.

2. Spesifikasi Mobil Mr Bean

Mobil Mr Bean yang merupakan sedan 2 pintu memiliki desain yang revolusioner pada masanya, karena mesinnya yang diletakkan di depan membuat ruang mesinnya kecil dan keseluruhan mobil hanya sepanjang 3,1 meter, lebar 1,4 meter dan tinggi 1,3 meter.

Seperti mobil klasik lainnya, jendela kaca ini juga masih menggunakan tuas putar untuk membuka dan menutupnya.

Selain itu, mesin mobil Morris Mini juga hanya dilengkapi dengan mesin BMC A-series berkapasitas 848 cc serta konfigurasi 4 silinder segaris OHV.

Karena ukurannya yang kecil, mobil ini juga memiliki tangki bensin yang hanya mampu menampung 25 liter saja.

Untuk desain eksteriornya yang ikonik, Leyland Mini dilengkapi dengan penerapan aerodinamika, grill depan aksen krom, hingga headlamp bulat besar.

Warna hijau lime yang ada pada mobil Mr Bean sendiri merupakan warna khusus dan bukan warna keluaran Leyland Mini 1000 yang membuatnya memiliki ciri khas dan ikonik.

Untuk di pasaran, mobil Leyland Mini 1000 sendiri hadir dengan berbagai warna pilihan, mulai dari abu-abu, kuning, merah, hingga biru.

3. Harga Mobil Mr Bean

Karena desainnya yang klasik dan ikonik, mobil Mr Bean juga saat ini banyak diincar oleh kolektor mobil klasik, sehingga mobil ini dapat dibanderol dengan harga fantastis.

Mobil Mr Bean ini pernah terjual sebesar 60.000 dolar atau sekitar Rp 850 juta di pelelangan karena tingginya minat para kolektor mobil lawas.

Harga jualnya sendiri dapat bervariasi yang bergantung pada usia mobilnya. Dimana, Morris Mini tahun 1972 dapat dibeli dengan harga Rp 320 jutaan hingga Morris Mini tahun 1986 dengan harga Rp 420 jutaan.

Selain itu, Morris Mini Rover 1989 30th Anniversary Edition yang hanya ada 15 unit di Indonesia dibanderol dengan harga sekitar Rp 580 juta.

Nah, itulah pembahasan seputar mobil ikonik Mr Bean yang dikenal oleh banyak orang karena warna dan desainnya yang menarik. Semoga bermanfaat!

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

5 mins read17/04/2026
7 Fungsi Transmisi Mobil Matic dan Arti Huruf pada Tuasnya!

Berbeda dengan mobil manual yang harus memindahkan gigi secara manual oleh pengemudi, transmisi mobil matic terjadi secara otomatis berdasarkan kecepatan berkendara serta tekanan pada pedal gas.

Walaupun lebih sederhana, memahami posisi huruf atau angka yang ada pada tuas transmisi jugalah penting. Oleh sebab itu, melalui artikel ini kita akan membahasnya satu per satu dan cara penggunaannya yang tepat!

7 Fungsi Transmisi Mobil Matic dan Arti Huruf pada Tuasnya!

transmisi mobil matic

1. P atau Parking

Pertama, P atau Parking pada persneling mobil matic yang berarti parkir di mana ketika tuas berada di posisi ini, maka sistem transmisi akan terkunci yang membuat kendaraan tidak dapat bergerak.

Mode ini digunakan ketika kendaraan berada di posisi berhenti total, khususnya ketika parkir untuk menghindari mobil bergerak tanpa sengaja ketika berada di tempat yang tidak datar sepenuhnya.

2. R atau Reverse

R atau Reverse yang berarti mundur, di mana ketika tuas persneling mobil matic ada pada posisi ini, maka mobil akan bergerak ke belakang.

Ketika ingin menggunakan posisi R, pastikan kendaraan telah benar-benar berhenti sebelum menggantinya ke posisi mundur. Hal ini dilakukan guna menghindari kerusakan pada transmisi mobil matic.

3. N atau Neutral

Posisi tuas persneling selanjutnya adalah neutral atau netral, di mana mesin mobil akan tetap menyala, namun tidak mengalirkan tenaga ke roda.

Walaupun begitu, mobil yang ada di posisi N masih dapat didorong ke depan maupun ke belakang.

Umumnya, posisi N dapat digunakan ketika berhenti sebentar, seperti menunggu lampu merah ataupun kemacetan. Posisi ini juga biasanya dimanfaatkan pengemudi ketika parkir secara paralel agar tetap dapat dipindahkan jika dibutuhkan.

4. D atau Drive

D atau Drive merupakan tuas persneling yang berfungsi untuk membuat kendaraan melaju ke depan. Ketika berada di posisi ini, transmisi mobil matic akan bekerja secara otomatis untuk mengatur perpindahan gigi.

Hal ini berarti gigi mobil akan berubah dari tingkat rendah ke tingkat tinggi atau sebaliknya berdasarkan kebutuhan akselerasi dan kecepatan.

Ketika berkendara, posisi pedal ini yang paling umum digunakan. Hal ini dikarenakan pengemudi hanya perlu mengatur pedal gas dan rem jika berkendara pada kondisi normal tanpa perlu mengganti gigi.

5. 2/S atau Second

Selanjutnya, posisi 2 atau S menunjukkan batasan perpindahan gigi hingga tingkat kedua. Ketika berada di posisi ini, kendaraan dapat melewati tanjakan ringan maupun jalan menurun yang tidak terlalu curam dengan mudah.

Pada posisi di mana mobil dibatasi hanya sampai gigi dua, kendaraan mampu menghasilkan tenaga yang cukup kuat namun tetap stabil.

6. 1/L atau Low

Posisi 1 atau L, yang berarti Low, umumnya digunakan ketika melintasi medan yang lebih berat, seperti tanjakan hingga turunan yang curam.

Pada posisi ini, transmisi akan dikunci pada gigi mobil matic pertama yang membuat mobil memperoleh torsi maksimal guna menanjak maupun memperlambat laju ketika turunan agar lebih aman.

7. Shift Lock

Terakhir, shift lock merupakan fitur tambahan yang dapat memungkinkan pengendara untuk memindahkan tuas transmisi dari P ke N walaupun mesin dalam keadaan mati.

Fitur ini sangatlah bermanfaat, khususnya ketika mobil kamu parkir secara paralel sehingga memungkinkan untuk digeser jika diperlukan.

Adanya shift lock yang membuat roda tidak terkunci memudahkan jika ada keperluan untuk memindahkan mobil tanpa harus menyalakan mesin.

Nah, itulah penjelasan mengenai 7 persneling mobil matic yang penting untuk diketahui, khususnya ketika kamu menggunakan transmisi mobil matic. Semoga bermanfaat!

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

5 mins read14/04/2026
6 Ciri Dinamo Starter Mobil Rusak yang Harus Diketahui!

Dinamo starter mobil yang berfungsi untuk memutar mesin mobil merupakan bagian krusial untuk menghidupkan mesin.

Tanpa adanya dinamo starter yang berfungsi dengan baik, mesin mobil tidak dapat menyala. Oleh sebab itu, kamu harus mengenali apa saja ciri-ciri dinamo starter mobil rusak ataupun lemah. Simak selengkapnya!

6 Ciri Dinamo Starter Mobil Rusak yang Harus Diketahui!

Dinamo Starter Mobil

1. Bunyi Mendesing dan Gemeretak

Ciri pertama dinamo starter mobil yang rusak umumnya mengeluarkan bunyi mendesing dan gemeretak yang berkaitan dengan gigi yang ada di gear pinion dan ring gear mesin.

Jika suara yang dikeluarkan semakin besar, maka kerusakan yang terjadi pada dinamo starter semakin parah.

Selain itu, dinamo starter juga dapat mengeluarkan bunyi mendesing jika bearing one-way yang ada pada bagian pinion gear mengalami kerusakan.

2. Mobil Sulit Dinyalakan

Ciri selanjutnya yang mungkin dapat kamu temui adalah mobil yang sulit dinyalakan, terutama setelah melakukan perjalanan panjang.

Hal ini dapat terjadi khususnya ketika komponen internal seperti gear yang ada pada dinamo starter mulai haus dan tidak dapat berfungsi dengan optimal.

Jika hal tersebut terjadi, maka dinamo starter akan kesulitan memutar mesin, khususnya ketika mesin dalam kondisi panas.

Apabila masalah ini terjadi, maka kamu harus segera memperbaikinya dan mencari solusi yang tepat agar tidak menjalar ke komponen mobil lain.

3. Tidak Respons Saat Kunci Diputar

Mobil yang tak merespons ketika kunci diputar ke posisi starter juga dapat menjadi salah satu pertanda dinamo starter yang bermasalah.

Hal ini bisa disebabkan oleh komponen internal seperti solenoid ataupun kumparan yang ada di dalamnya rusak, sehingga kurangnya tenaga yang dihasilkan untuk menyalakan mesin.

4. Tegangan Aki Menurun Secara Drastis

Walaupun tegangan aki yang menurun dapat disebabkan oleh masalah pada aki itu sendiri, kondisi tersebut juga dapat memengaruhi kinerja dinamo starter pada mobil.

Hal ini dikarenakan untuk memutar mesin, dinamo starter membutuhkan arus listrik yang cukup dan jika tegangan aki-nya terlalu rendah, maka mobil tidak dapat bereaksi.

5. Lampu Depan Mobil Padam

Ketika mencoba menghidupkan mobil dan lampu depan mobilmu tiba-tiba padam, hal tersebut bisa disebabkan oleh adanya gangguan pada sistem listrik mobil yang disebabkan oleh dinamo starter yang lemah.

Hal ini menyebabkan kurangnya tenaga yang dibutuhkan untuk menjaga distribusi arus listrik ke komponen lain, seperti lampu depan.

Selain itu, jika alternator atau aki juga bermasalah, maka arus listrik yang dihasilkan guna mendukung dinamo starter juga akan berkurang dan membuatnya tidak dapat bekerja dengan baik.

Jika hal ini terjadi, pastikan kondisi dinamo starter dan alternator sesegera mungkin. Karena jika dibiarkan, hal tersebut dapat menimbulkan masalah yang lebih serius.

6. Suara Klik Nyaring Ketika Starter Ditekan

Saat ingin menyalakan mobil, terdapat suara klik yang terdengar ketika tombol starter ditekan, yang juga dapat menjadi ciri bahwa komponen dinamo starter mobil bermasalah dan tidak mampu memutar mesin.

Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya torsi yang dihasilkan dinamo untuk bekerja secara efektif. Oleh sebab itu, jika masalah ini muncul, kamu harus segera melakukan pengecekan untuk memastikan sumber masalahnya.

Nah, itulah 6 ciri dinamo starter mobil yang krusial untuk memutar mesin mobil dan memastikan mesin mobil dapat menyala dan bekerja dengan baik.

Karena fungsinya, memastikan dinamo starter pada mobilmu selalu dalam kondisi optimal menjadi penting. Semoga bermanfaat!

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

5 mins read10/04/2026
4 Fungsi Camshaft yang Perlu Kamu Ketahui pada Mobil!

Keberadaan camshaft pada mobil memungkinkan mesin mengatur waktu buka-tutup katup hisap dan buang, yang berperan dalam mengatur masuknya campuran udara dan bahan bakar serta keluarnya gas sisa pembakaran. Proses ini sangat memengaruhi performa dan efisiensi mesin.

Namun, masih banyak orang yang belum memahami fungsi penting dari salah satu komponen mesin ini.

Pada artikel ini, kita akan membahas beberapa fungsi utama camshaft yang mungkin belum kamu ketahui. Yuk, simak penjelasannya!

4 Fungsi Camshaft yang Perlu Kamu Ketahui pada Mobil!

Camshaft pada mobil menjadi salah satu komponen penting dalam proses pembakaran dan menjaga efisiensi mesin. Lalu apa saja fungsi utama dari camshaft pada mobil? Berikut penjelasannya!

1. Membuka dan Menutup Katup Sesuai dengan Firing Order

Fungsi camshaft yang pertama adalah membuka dan menutup katup sesuai dengan urutan waktu pengapian atau yang disebut juga dengan sebutan firing order.

Pada camshaft, bagian yang bertugas untuk membuka dan menutup katup ini disebut dengan cam lobe yang memiliki dua bentuk, bagian bulat untuk menutup dan bagian lonjong untuk menekan valve agar terbuka.

2. Memutar Poros Distributor

Camshaft juga memiliki fungsi lain, yaitu memutar poros distributor, yang berbeda tiap mobil tergantung tipe mesin yang digunakan dan umumnya terletak pada sistem pengapian.

Adanya camshaft yang berputar dapat memberikan sinyal kepada komponen poros distributor untuk memutar dan melakukan hal yang sama.

3. Menggerakkan Fuel Pump

Selain mengatur buka-tutup katup, camshaft juga memiliki fungsi lain, yaitu menggerakkan fuel pump pada mesin mobil.

Peran ini khusus terdapat pada kendaraan yang masih menggunakan fuel pump mekanikal. Pada sistem mesin lama, fuel pump mekanikal bekerja dengan dorongan camshaft untuk menyalurkan bahan bakar menuju karburator.

Mekanisme ini memastikan suplai bahan bakar tetap stabil sehingga mesin dapat menyala dengan baik.

Namun, seiring perkembangan teknologi otomotif, sistem tersebut mulai ditinggalkan. Kini, sebagian besar mobil modern sudah menggunakan fuel pump elektrik yang bekerja dengan tenaga listrik tanpa membutuhkan dorongan langsung dari camshaft.

Pergeseran ini terjadi karena fuel pump elektrik dinilai lebih praktis, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan mesin injeksi yang banyak digunakan saat ini.

Dengan begitu, fungsi camshaft sebagai penggerak fuel pump mekanikal lebih relevan pada mesin lama, sementara sistem modern mengandalkan teknologi elektrik.

4. Tempat Sensor yang Mendeteksi Putaran

Fungsi terakhir dari poros nok atau camshaft adalah sebagai titik penyensoran untuk mendeteksi setiap putaran yang dilakukannya.

Peran ini memungkinkan camshaft memastikan sudut putaran secara akurat sehingga kinerjanya tetap stabil tanpa menimbulkan cacat maupun kerusakan pada komponen mesin lain.

Dengan adanya fungsi ini, sistem kerja mesin menjadi lebih presisi karena setiap sudut pergerakan dapat terdeteksi secara tepat.

Namun, tidak semua mesin mobil menggunakan fungsi ini. Camshaft dengan kemampuan penyensoran umumnya hanya terdapat pada mesin dengan teknologi EFI (Electronic Fuel Injection).

Pada mesin jenis ini, camshaft didesain khusus dengan gigi pokok yang berfungsi menyatukan blade sensor.

Desain tersebut memungkinkan camshaft bekerja sama dengan sensor untuk menentukan posisi dan sudut putarannya sendiri secara otomatis.

Cara kerjanya cukup sederhana namun efektif. Gigi-gigi pada mesin berperan penting dalam membantu camshaft mendeteksi setiap sudut dengan presisi. Saat camshaft berputar, sensor akan membaca pergerakan gigi tersebut sehingga data putaran bisa dipastikan dengan tepat.

Informasi ini kemudian digunakan sistem EFI untuk mengatur suplai bahan bakar maupun pengapian. Dengan demikian, fungsi penyensoran pada camshaft tidak hanya menjaga keakuratan rotasi, tetapi juga mendukung efisiensi serta performa mesin secara keseluruhan.

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

5 mins read26/03/2026